Cerita Hari Ini

Walking challenge hari ke tiga ini, gak begitu banyak cerita, karena rute sama aja. Keliling lapangan deket rumah karena si bungsu gak mau ditinggal dan maunya maen di sana.






Durasi 30 menitan dan lumayan bikin ngucur kesang. Saya gak pake track step  lagi karena rasanya ribet pegang hp. Pengen jalan santai sambil lepas tangan dan menyapa angin ceritanya.

Akhir acara, iseng liat sekeliling kolam dan liat tanaman yang kadang kita abai, padahal kalo di liat liat... Cantik.  Gimana ceritamu hari ini hai para #pejuangtanos dan Kak renovrainbow?  Masih semangat kaann ??

Rute Perjalanan

Hari ini saya tidak mengambil rute khusus karena alasan di atas. Jadi, hanya berjalan mengelilingi lapangan Al misbah saja. Lumayan bikin pegel dan kadang boring karena pemandangangannya itu - itu saja. Tapi demi tantangan ini, yaahh dijalani saja, hehehe. 






Para Pejuang Tanos

Apa kabar para #pejuangtanos lainnya ya? Silahkan klik link di masing-masing profil para pejuang Tanos di bawah ini ya.

3. Vivi
4. Dita 
9.  Bundav_26
10 Meti

Winner Of Today : Day 3



Di hari ketiga ini, pengalaman dan cerita para pejuang Tanos sangat menarik. Ada yang berniat sedari subuh berangkat demi mencari surabi, jalan-jalan ajak anggota keluarga dan sehabis pulang kerja dan lain - lain. 

Dan yah, seperti biasa. Saking gemes dan terpukaunya dengan semua cerita, saya dan kak renov kebingungan nih pilih yang mana. Tapi akhirnya, kami memutuskan, kak  Anilawati Nurwakhidin sebagai winner of today .  Selamat ya Teh Anil (^__^)



Selamat ya kak, kami berharap Teh anil bisa menemukan surabi impian *eh, hihihihi





Cerita Hari Ini


Walking Challenge Journal Day 2 hari ini saya mencoba memakai aplikasi step tracker atau pengukur langkah yang dapat digunakan secara offline tanpa jaringan internet. Awalnya sih saya kayak gak yakin gitu, apalagi saya belum pernah olahraga pakai aplikasi seperti ini. Pernah sih sekali pakai aplikasi fat secret waktu diet, tapi itu menghitung kalori yang terbuang saat olahraga. 

Dan ternyata benar saja, aplikasi ini gak akurat menghitung jumlah langkah sampai hitungan km dan waktu tempuh. nelangsa dong! hahahaha. ya sudahlah gpp. ini jadi pengalaman, lain kali download aplikasi yang bisa online aja ( dan beli kuota khusus untuk challenge ini, hehehehe )





Setelah saya tanya kak renovrainbow, ada kemungkinan karena langkah saya terlalu lamban sehingga di aplikasi gak bisa nge-track jumlah langkak kaki. eehmm....ada benarnya sih. karena saya jalannya emang lambat kaya siput. mengapa? karena tentu saja saya memboyong anak-anak saya ikut serta, hihihi. bayangkanlah kalau saya jalan cepat?? kasian mereka kan?? hihihi

Rute Perjalanan


Kalau kemarin saya ambil jalur atas sampai minimarket, maka hari ini saya ambil rute bawah sekalian ke toko pulsa dan fotocopyan buat beli gorengan! eehhh salah deng! hahahaha, beli pulsa lah dan stabilo kuning. wkwkwkwk

Sehabis dari beli pulsa dan stabilo, kami lanjut jalan sambil pulang melalui jalur gang diseblah inna salon. gangnya sempit sekali, sekitar dua meter saja. Keenan dengan semangat jalan di depan lari-lari kecil sambil nyanyi apapun yang ada di kepala dia. lucunya Saya mah, jalan smabil gandeng tangan Kilan, hehehe




Gang kecil ini berbelok dan akhirnya sampai ke Al misbah dimana rumah saya yang kecil, mungil nan cantik berada. dari atas gang, terlihat pemandangan sawah dan balong yang dimiliki oleh Paman nya Pak suami. Saya sih berharap sawah dan balong ini gak pernah hilang. Karena membuat al misbah sejuk dan adem.

Begitulah cerita #tanoswalkingchallenge hari ke dua saya. 

Para Pejuang Tanos

Apa kabar para #pejuangtanos lainnya ya? Silahkan klik link di masing-masing profil para pejuang Tanos di bawah ini ya.

3. Vivi
4. Dita 
9.  Bundav_26
10 Meti

Winner Of Today : Day 2


Di hari kedua ini, para pejuang Tanos sudah melewati tantangan masing-masing dan punya cerita dan pengalaman yang berbeda dan menarik. Sampai saya dan kak renov kebingungan nih pilih yang mana. Tapi akhirnya, kami memutuskan, kak  @kebulibandung sebagai winner of today karena kami merasa pengalamannya paling berkesan.  Berikut copas caption dari feed instagram milik beiau. 



・・・Menikmati tantangan dari seorang sahabat lama @renovrainbow dan karibnya @efila_ untuk berjalan kaki setidaknya 20menit sehari #tanoschallenge.

Tertantang karena #tanoschallenge ini selain "memaksa" untuk olahraga juga menulis, dua hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Dua-duanya menjaga kesehatan, fisik dan kewarasan rasa .

Karena #tanoschallenge hari ke 2 ini, Alhamdulillah menikmati Gunung Manglayang dari berbagai "angle" Dan pencahayaan matahari yg berbeda karena sore hari menjelang terbenam matahari....I really enjoyed how light changed into the dark in a short time that I didn't even realize....time flies really.#tanoswalkingchallenge


Selamat ya kak, semoga menjadi pemantik untuk tetap semangat mengikuti #tanoswalkingchallenge hingga akhir ya kak. 










Walking challenge Day 1


Alhamdulillah, walking challenge dimulai hari ini.
Bagaimana rasanya? seperti yang saya ceritakan diatas, berat tapi seneng. semoga besok badan bisa lebih fit dan kuat ya.

Hari ini saya walking challenge-nya muter-muter aja di lapangan deket rumah di sore hari. kenapa milih sore? karena cuaca hangat dan enak kayanya buat jalan-jalan sore. Gak nyangka, saya di suguhkan pemandangan aduhai, seperti capung, sawah dan tanaman liar di pinggir kolam.




Gimana ya cerita partner saya renovrainbow hari ini?




Oh iya, saya sangat bersyukur sekali karena ternyata yang berpartispasi ikutan tantangan ini cukup banyak. senang rasanya mendapat perhatian dan support dari teman - teman. terimakasih banyak ya. 

Mau tau gak siapa aja yang gabung? ... jeng jeng jeng.... ini diaaaa!!


1. Anilawati Nurwakhidin




2. Tri wahyu Handayani




3. Vivi





4. Dita 




5. Ani Laura



6. Adi B. Wiratmo



7.Huyogo Simbolon


8. Devina Genesia


9.  Bundav_26



10 Meti



11. Netta Shakira





Terimakasih banyak untuk semua teman-teman yang berpartisipasi. biar nambah semangat nih, team TANOS memberi apresiasi WINNER OF THE DAY, dimana teman - teman yang berpartisipasi yang memiliki story yang paling inspiring yaitu @ani_laura_lubna. 



Yess! selamat ya kak Ani.














Ayo para pejuang TANOS, tetap semangat ya! masih ada 6 hari lagi nih. Di hari akhir akan ada kejutan lagi lho dari team TANOS. apa sih? tunggu aja ya, biar penasaran! hehehe


Salam Tanos








#jurnalkilan

Senin, 24 Agustus 2020
23.08 WIB



Pagi ini Kilan bangun dengan tangisan manjaaaaah khas toddler yang mau menuju usia 4 tahun. Guess what? merengek? TENTU saja! hihihi. Dan seperti biasa, do'i minta gendong. What??? iya, dia udah mau usia 4 tahun tapi masih pengen di eyong terus. Apalagi kalo lagi tantrum! Rupa - rupanya anxiety separation dia cukup hebat kalo di banding kakaknya. Yo wis lah, gpp. Toh Gak selamanya kan saya akan gendong dia terus?? hehehe (( menghibur diri ))

Setelah saya ajak dia belanja di warung Teh Neng, saya rayu dia agar turun dari gendongan dengan senjata andalan saya, SUSU KUDA dan Channel yutub-nya si Diwan! hahaha (^▿^)

Haahh! ibuh macam apa akuh inih yaaahh??? wkwkwkwk (>‿◠)✌

Yah, mau gimana lagi...Paksu lagi ke rumah sakit ngurus pendaftaran untuk Bapak mertua yang harus kontrol hari ini. Jadi, yutub adalah penyelamat saya pagi ini.

Lalu saya kembali ke Dapur yang hanya berjarak 2 meter dari ruang tamu. Mulai memasak Semur Ati ayam untuk anak - anak dan Sayur Tahu sabe ijo buat Paksu. Pas lagi asyiknya saya masak ditemenin lagu blekping, be te es, gidel dkk ..... e e e ehhh Kilan rewel dong minta pake celana yang dia pake kotor - kotoran kemarin, yaitu celana kakaknya. 

Hadeeuuuh, saya tepok jidat sembari ngelus dada mencoba sabar-sabarin diri sendiri. Soalnya, itu celana baru aja saya cuci kemarin sore dan masih menggantung di jemuran. Masih setengah basah!! Tapi dia terus merengek minta celana itu walau agak basah juga. 

Usut punya usut ternyata dia mau bermain jadi Parkour vs Joker, channel nya Thunderbird. Iya, dia suka banget sama video itu. Dia suka loncat - loncat kaya kijang kesana kemarin menirukan gaya para parkour di video itu! seneng sih saya, dengan begitu motorik kasar dia ke asah. Untuk yang satu ini, saya tidak khawatir lagi. Karena untuk anak se usia Kilan, dia tuh termasuk di bawah rata-rata untuk Berat badan. Badanya terlihat kurus seperti yang kurang gizi ( saya pernah dikatain gitu sama bidan di puskesmas, sebe deh ). Sempet khawatir Kilan stunting. Tapi, tinggi badan dia masuk kategori rata-rata dan dia aktif juga ceria. 

Mungkin, badan dia yang ramping menurun dari babahnya. Waktu kecil babahnya juga kecil dan ramping mirip Kilan.

Back to the story soal celana, Jadi dengan terpaksa saya setrika celana kakaknya itu basah - basah. Mau gimana lagi? yang penting dia seneng dan saya bisa masak lagi walau agak bete karena lagi hot masak tadi.

Pagi itu, Kilan sepenuhnya ceria setelah pake celana kakaknya dan loncat sana dan sini persis kutu loncat. ckckck...

Siang hari,
saya ajak Kilan nemenin kakaknya main layangan. Sementara dia sendiri berpetualang jadi Si Bolang, nongkrong depan Balong sambil lemparin batu dan ngumpulin "fosil" keong. Di temani si kiki, dia kumpulin cangkang keong satu per satu sambil di hitung. lalu tiba - tiba dia nyeletuk dong,





" Wah...cuaca cerah ya " ucap dia sambil senyum - senyum,

Sontak saya ketawa terbahak - bahak! Lucu banget denger dia ngomong begitu. lalu saya tanya, 

" Kilan tau dari mana kalimat itu? "
" Ituuu maah, si bebibas suka ngomong gitu " jawabnya sambil monyong - monyong,

Ya Ampuuun, beneran anak yutub ya! wkwkwkwk

Lalu sore hari tiba dan setelah saya selesai dengan urusan tikus yang kembali merajalela di rumah saya dan ibu mertua, saya mandi dan solat magrib. Kilan udah mandi duluan, begitu juga kakaknya. Lalu gak  lama ayahnya pulang dan kami family time seperti biasa. Ngapain aja? Yahhh you know-lah permainan anak laki-laki kaya gimana?....naik punggung ayahnya lalu gantian punggung saya sampai...duhhhh pundak sakit nih. Terus main gitar - gitar-an dan main adu jotos. 

Saya sebagai perempuan satu-satunya di rumah ini (selain ibu mertua) merasa sangat tertindas sodara-sodara. Kadang pengen gitu, family time nya tenang.....baca buku, nonton channel discovery atau kartun upin - ipin. Tapi itu hanya khayalan, karena baru baca buku sebentar......drama rebutan buku di mulai, lalu pindah ke drama rebutan nonton channel youtube....lalu pindah rebutan mainan .....eeeaaaaa.....bayangan family time pun buyar seketika! wkwkwkwk

Tetapi, malam ini saya terselamatkan! oleh panggilan ibu mertua. Serta merta saya menuju rumah Ibu mertua yang jaraknya? gak berjarak, karena rumah kami nempel! hahahaha (^▿^) selesai dengan percakapan ibu mertua, saya rebahan di kamar paksu waktu masih bujang yang sekarang jadi studio foto produk @bekasbagus__ 


Gak lama kemudian Kilan nyusul sambil teriak gordes alias gorowok desa ( teriak kencang ) manggil emaknya. Lalu masuk kamar dan liat saya rebahan kaya ikan paus, dia pun ikutan rebahan sambil memboyong bantal - guling - selimut miliknya sendiri.


Lalu, tiba-tiba dia cerita,

atau lebih tepatnya mendongeng tentang Serigala yang sangat takut dengan api unggun.  Terus dia cerita lagi soal dia yang udah besar sekarang dan bla bla bla....cerita tiada henti dengan api semangat berkobar sampai bikin saya ketawa terpingkal - pingkal.

Jadi, yang cerita sebelum tidur bukan saya tapi sebaliknya! hahahaha

Jadi terbesit sebuah ide brilian. Cerita kilan, mungkin akan saya jadikan cerita buku anak, karena memang cerita dia karangan dia sendiri. Saya bersyukur Kilan se-imajinatif itu. 

Tapi untuk membuat sebuah buku cerita anak, berproses kali ya. Ngumpulin dulu ilustrasi nya. Untungnya, cerita kilan tadi saya rekam pake hp. jadi saya akan ingat selalu cerita, suara dan gaya dia berbicara. 

Membuat buku cerita anak sebetulnya bukan hal baru buat saya. Sudah lama sekali saya ingin membuatnya. Tapi setiap memulai membuat cerita, selalu buntu dan kesulitan memulai. Bertanya pada Kang Iwok Abqary pun sudah saya lakukan.

Mungkin, saya masih membutuhkan semedi dan tekad serta  niat yang serius untuk  menggarap buku cerita anak ini. Mengapa harus buku cerita anak? karena saya suka menggambar dan awalnya sih ingin buku cerita anak ini saya wariskan buat anak-anak saya. hihihi... so sweet gak sih? 

Anak, terkadang memberi kita banyak inspirasi. Nampaknya, saya harus rajin bawa jaring biar ide nya gak kabur dan saya tampung. 


adopsi hutan
Ilustrasi oleh efila art (penulis blog artjoka)


Ayo Kita Jaga Hutan dengan Adopsi Hutan Jaga hutan? adopsi hutan? apakah sih itu? Baiklah, saya coba berikan sedikit pembuka ya. Pernahkah kamu membayangkan jika suatu hari hutan di dunia ini hilang? gak terbayang? cobalah untuk membayangkannya, sudah terbayang apa yang akan terjadi?

Berbagai habitat flora dan fauna punah? betul
Cadangan oksigen sangat tipis? benar
Terjadi banjir dan bencana alam lainnya? benar.

Sudah terbayang bukan. Nah sekarang saya coba paparkan mengapa kita harus mulai peduli dari sekarang terhadap hutan dan melakukan aksi jag ahutan dengan adopsi hutan.  

Saya dan Kecintaan Saya dengan Hutan


Saya sangat menyukai pohon. Saya sangat menyukai berdiri lalu memeluk pohon dan merasakan angin sejuk menerpa wajah saya sambil menatap pemandangan ranting dan dedaunan yang diterpa angin dari bawah.

Setiap pohon memiliki aroma khas sendiri yang keluar dari kulit batangnya. Bahkan, ilustrasi artikel dan header blog pribadi saya pun tidak lupa saya sertakan gambar pohon kesayangan saya. Saya bahkan pernah bercita - cita ingin bisa jaga hutan sebagai upaya saya dalam menyelamatkan hutan dari kepunahan. 

Perkenalan pertama saya dengan hutan adalah, ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan kegiatan ektrakulikuler Kimipala ( Kimia Pencinta Alam ) ketika saya SMA dulu. Kecintaan saya terhadap hutan tercurahan disana lewat berbagai kegiatan menjelajah beberapa hutan di beberapa pengunungan di  Jawa Barat. 


jaga hutan dengan adopsi hutan
Hutan Jayagiri


Ada pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan ketika saya bergabung dengan Kimipala yaitu  Ekspedisi ke Hutan Jayagiri Bandung. 

Rute yang kami ambil berawal dari terminal Ledeng, melewati Parongpong dan kebun teh lalu menyusuri jalan setapak yang cukup panjang hingga akhirnya menuju hutan Jayagiri. Kami tiba malam hari dan segera mendirikan tenda. Saya berharap bisa terbangun keesokan harinya disambut matahari hangat di balik hutan pinus  yang rindang.

Tetapi saya dikagetkan dengan pandangan yang menyayat hati keesokan harinya. Bukan jajaran pohon pinus yang saya temukan, tetapi bekas tebangan pohon yang cukup banyak.

Saya sedih bukan main, karena hamparan hutan gundulnya cukup luas. Saya sempat bertanya pada senior saya, kira-kira siapa yang menebang dan untuk alasan apa. Jawabannya singkat, dia tidak tahu. Tetapi ada kemungkinan besar oleh pihak pengembang pariwisata atau masyarakat sekitar yang menebang pohon untuk kehidupan sehari – hari mereka.

Saat itu saya tidak berpikir akan dampak besar dari ditebangnya puluhan pohon di Hutan Jayagiri, tetapi saya merasa sedih pohon – pohon ini di tebang sehingga musnah pula kehidupan yang menyertai pohon – pohon itu dimana pasti ada banyak habitat yang rusak dan hilang.  

FUNGSI HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


Sudah tahukan kamu tentang fungsi Hutan dan manfaatnya terhadap kehidupan kita? Hutan, memiliki fungsi yang sangat penting terhadap keberadaan ekosistem yang ada di dalamnya. ekosistem  ini memiliki fungsi yang penting diiantaranya adalah :
  • Sebagai sumber penyedia air
  • Menghasilkan oksigen
  • Habitat aneka ragam flora dan fauna
  • Mencegah terjadinya pemanasan global
Infografis fungsi hutan



Berbicara tentang fungsi hutan sebagai penghasil oksigen, tahukah kamu berapa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu batang pohon? 

Pohon yang memiliki tinggi 12 meter dan berat dua ton mampu menghasilkan 100 kg oksigen per tahun. Sementara manusia memerlukan 740 kg oksigen per tahun. Jadi, satu orang akan membutuhkan 8 pohon untuk bernafas sepanjang tahun. Lalu berapa Jumlah Pohon  yang dibutuhkan oleh seluruh warga Indonesia agar bisa bernafas sepanjang tahun? Wah berat ya, tapi ini bisa di hitung. 





kebutuhan oksigen manusia


jumlah oksigen yang dihasilkan pohon




Pada tahun 2019, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 267 juta jiwa , maka akan dibutuhkan pohon sebanyak 2.136.000.000 agar seluruh warga masyarakat indonesia bisa bermafas sepanjang tahun.

Banyak ya jumlah pohonnya. Nah, jumlah batang pohon yang banyak itu ternyata sama dengan hutan yang memiliki luas sekitar 854.400 hektare. Sementara itu, Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK, pada Tahun 2019 Indonesia memiliki luas hutan sebesar 94,1 juta hektare. 



berapa jumlah pohon yang dibutuhkan untuk menghasilkan oksigen



Jika melihat angka di atas, maka warga masyarakat Indonesia tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan stok oksigen sepanjang tahun. Tapi, jangan merasa aman dulu dengan jumlah angka luas hutan yang dimiliki oleh Indonesia, mengapa? Karena ada permasalahan yang cukup penting yang jika diabaikan akan menyebabkan hilangnya hutan di seluruh Indonesia.

PERMASALAHAN  HUTAN DI INDONESIA


Hutan Jayagiri ternyata memiliki peranan yang cukup penting terkait pasokan sumber air bagi warga wilayah cekungan Bandung, yaitu sekitar 60 persen. Bukan hanya hutan Jayagiri, tetapi keberadaan hutan lain yang mengelilingi Cekungan Bandung juga memiliki fungsi penting yang sama terhadap ketersediaan air, pelestarian flora dan fauna, penyerapan karbon kota dan penghasil oksigen. Ironisnya, Bukan hanya hutan - hutan tersebut saja yang mengalami alih fungsi lahan, tetapi juga Cekungan Bandung itu sendiri .


  cekungan bandung

Cekungan Bandung, Photo milik Bale Bandung


cekungan lembang
cekungan lembang. photo milik Dinas Bina Marga dan Pemukiman


Cekungan Bandung, merupakan wilayah di sekitar kaki Gunung Tangkuban Perahu yang memiliki  topografi berbentuk cekungan dan memiliki luas sekitar 343.087 hektar. Wilayah ini membentang secara horizontal sepanjang  40 km yang dimulai dari Nagreg - Ujungberung  di sebelah timur Hingga  ke Padalarang di sebelah barat. Jadi, bisa dikatakan Cekungan Bandung merupakan wilayah Bandung Raya. 

Pada saat ini,  hutan - hutan di sekitar wilayah cekungan Bandung mengalami deforestasi akibat penebangan pohon secara ilegal sehingga, banjir di hilir kota Bandung tidak bisa di hindari. Wilayah Soreang, Cibaduyut dan Baleendah buktinya. Ketiga wilayah ini selalu menjadi langganan banjir di setiap musing penghujan datang. 

Alih fungsi lahan memang sulit dihindari mengingat semakin pesatnya pembangunan infrastuktur pemukiman dan pariwisata. Namun jika alih fungsi lahan ini dibiarkan tak terkendali, maka Kondisi cadangan air akan berkurang.
Mengapa? Karena air hujan yang turun hanya akan menjadi air limpasan yang mengalir begitu saja di permukaan tanah tanpa diserap oleh tanah dan mengalir ke sungai atau menyebabkan banjir seperti di tiga wilayah Bandung selatan tersebut diatas. 

Permasalahan yang dialami oleh Hutan Jayagiri dan hutan - hutan di sekitar kawasan cekungan Bandung  juga dialami oleh hutan di Indonesia. Deforestasi yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman dan wisata atau industri telah menjadi mimpi buruk  bagi nasib hutan – hutan di seluruh Indonesia.


infografis permasalahan hutan di indonesia



Berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia, dalam kurun rentang waktu tahun 2013 hingga 2017 ( 4 tahun ) hutan di Indonesia telah mengalami deforestasi sebesar 5,7 juta hektare. Itu artinya, Hutan di Indonesia mengalami deforestasi sekitar 1,4 juta hektare setiap tahunnya. Maka, akan dibutuhkan waktu kurang dari 70 tahun hingga seluruh hutan di Indonesia habis akibat deforestasi. 

Wow bukan! Lantas, Masihkah kita berfikir masih aman dan dapat bernafas lega sambil rebahan ? Masih mengira kalau hutan Indonesia masih rimbun dan luas? Itu ada datanya lho, kurang dari 70 tahun hutan kita akan menghilang jika di biarkan. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan dalam upaya jaga Hutan? Pertanyaan yang bagus! 

LANGKAH NYATA DALAM USAHA JAGA HUTAN 


Perubahan menuju perbaikan memang perlu dilakukan. Jangan membayangkan hal yang besar dahulu karena kita tidak tergabung dalam kelompok pahlawan super. Untuk membantu usaha pelestarian dan jaga  hutan, kita bisa melakukan beberapa hal seperti dibawah ini  : 

1. Gabung Komunitas peduli hutan dan lingkungan 

Ada banyak komunitas peduli hutan dan lingkungan di Indonesia. Tetapi tentu tidak mungkin kan  kalau kita gabung ke seluruh komunitas itu. Kita bisa bergabung dengan komunitas peduli lingkungan yang dekat dengan lingkungan rumah kita. Misalkan, CommuniTree, WALHI , greenpeace atau WWF. Kalau kamu berdomisili di Bandung seperti saya, bisa tuh gabung dengan WALHI, Peduli Ciptaan Indonesia (PCI) atau Bandung Share to Care.

2. Menjadikan Zero Waste sebagai pola hidup yang baru 

Secara sederhana, Zero waste merupakan pemahaman yang dijadikan sebagai gaya hidup dimana kita sebisa mungkin mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari dan menggunaan prinsip 3R ( Reduce, Reuse, Recycle) .

Jika gaya hidup ini dirasa masih terasa agak berat, coba lakukan satu hal kecil saja yaitu kurangi penggunaan tisu dan bijak dalam menggunakan kertas.

Mengapa? Karena kedua produk tersebut berbahan dasar dari kulit batang pohon. Jadi sudah terbayang kan? Jadi mulai dari sekarang, kalau kamu rajin nangis sambil nonton drakor jangan gunakan tisu lagi. Tapi gunakan sapu tangan ya.

3. Jangan tebang pohon di depan rumah  

Rumah memang akan terlihat kusam dan seram kalau ada pohon besar di depan rumah. Tetapi jangan salah, ada satu pohon depan rumah bisa memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penurunan suhu ruangan didalam rumah. Sehingga, penggunaan AC atau kipas angin bisa berkurang terlebih di musim panas. 

Agar rumah tidak terlihat seram dengan adanya pohon depan rumah, kamu bisa mengecat rumahmu dengan warna cerah dan membuat taman indah di sekitar pohon. Dijamin, rumahmu akan terlihat cantik dan tidak seram. 

Tiga langkah dalam upaya nyata Jaga Hutan di atas Mudahkan? Tetapi jika tiga langkah di atas masih di rasa terlalu berat, masih ada satu hal lagi yang bisa kamu lakukan dalam rangka ikut menyelamatkan, jaga hutan dan melestarikan nya. Yaitu hanya dengan menyiapkan keikhlasan hati untuk sedekah dan mendownload aplikasi KITABISA . Lho kok bisa? Gimana caranya? Caranya yaitu dengan adopsi hutan

ADOPSI HUTAN 


adopsi hutan


Akhirnya Indonesia kini memiliki hari hutan Indonesia, yang dirayakan pada tanggal 7 Agustus 2020. Dalam rangka perayaan, terdapat 100 organisasi dan komunitas bekerjasama merayakan Hari Hutan Indonesia pada 7 Agustus 2020 yang dilakukan secara virtual di Youtube. Berbagai kegiatan seni pun digelar. Peringatan Hari Hutan Indonesia ini terwujud bukan dalam waktu singkat, tetapi melalui petisi yang dimulai sejak tahun 2017 melalui Change.org

Tanggal 7 Agustus pada akhirnya dipilih sebagai Hari Hutan Indonesia karena tepat satu tahun yang lalu pada tanggal yang sama, secara permanen Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan primer dan lahan gambut akhirnya disahkan oleh Presiden Jokowi. Melalui perayaan Hari Hutan Indonesia ini, di harapkan  warga masyarakat Indonesia dan pemerintah selalu ingat akan pentingnya keberadaan hutan.

Selain perayaan yang diselengarakan secara virtual, ada satu lagi  rangkaian perayaan Hari Hutan Indonesia yang digelar, yaitu  program Adopsi Hutan. 

Adopsi hutan? Apa itu ? 


hari hutan indonesia



Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong untuk menjaga hutan yang masih ada. Apa saja yang dijaga? yaitu  mulai dari pohon tegaknya, flora eksotisnya, Fauna yang beraneka ragam  serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun dan di mana pun berada, bisa terhubung secara langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya hutan yang selalu setia jaga hutan setiap saat melalui program donasi Adopsi Hutan. 

Tugas jaga hutan ini tidak mudah lho, kamu harus paham dan tahu betul seluk beluk hutan yang kamu jaga. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemauan, tapi tekad kuat dan tentu saja, rasa peduli terhadap hutan yang tinggi.


aplikasi kitabisa


Jadi, menjadi orang yang tugasnya jaga hutan cukup berat  sehingga sudah selayaknya kita bantu dan dukung melalui program DONASI terhadap program ADOPSI HUTAN. Pengumpulan dana untuk Adopsi Hutan ini dilakukan melalui aplikasi kitabisa.

CARA ADOPSI HUTAN 

Cara Adopsi Hutan ini sangat mudah, caranya adalah sebagai berikut :

1. Siapkan saldo di rekeningmu, bisa BANK ataupun Aplikasi pembayaran elektronik 
2. Donwload aplikasi Kitabisa melalu App Playstore 
3. Daftar menggunakan alamat e-mail atau gmail mu di aplikasi Kitabisa 
4. Cari program ADOPSI HUTAN di menu pencarian donasi 
5. Setelah bertemu dengan program donasi Adopsi Hutan, kamu bisa melakukan Donasi dan pembyaran donasi. 

Agar lebih mudah, kamu bisa melihat video berikut ini. 




KEMANAKAH DONASI ADOPSI HUTAN MENGALIR


Uang yang kamu donasikan ke program donasi ADOPSI HUTAN akan disalurkan kepada lembaga masyarakat yang berada di lingkungan kawasan hutan Iindonesia untuk kegiatan patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan non-kayu dan klinik kesehatan warga. Adapun para pengelola Adopsi Hutan yang akan di bantu adalah sebagai berikut :

1. Forum Konservasi Leuser ( FKL) di Aceh
2. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI di Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu
3. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimantan Barat
4. PROFAUNA Indonesia di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.





ilustrasi  adopsi hutan
Ilustrasi oleh efila art (penulis blog artjoka)

Nah, sudah paham kan sekarang ya soal pentingnya menjaga hutan? karena ternyata hutan besar sekali manfaatnya terhadap kelangsungan hidup manusia terutama ketersediaan oksigen. Gak mau kan cadangan oksigen kita habis hanya karena kerakusan kita sendiri  terhadap alih fungsi lahan? jadi, Ayo kita bersama - sama jaga hutan melalui program donasi Adopsi Hutan melalui aplikasi kitabisa.