Ayo Kita Jaga Hutan dengan Adopsi Hutan




Jaga hutan? adopsi hutan? apakah sih itu?

Baiklah, saya coba berikan sedikit pembuka ya. Pernahkah kamu membayangkan jika suatu hari hutan di dunia ini hilang? gak terbayang? cobalah untuk membayangkannya,. sudah terbayang apa yang akan terjadi?

Berbagai habitat flora dan fauna punah? betul
Cadangan oksigen sangat tipis? benar
Terjadi banjir dan bencana alam lainnya? benar.

Sudah terbayang bukan. Nah sekarang saya coba paparkan mengapa kita harus mulai peduli dari sekarang terhadap hutan dan melakukan aksi jag ahutan dengan adopsi hutan.  


Saya dan Kecintaan Saya dengan Hutan

Saya sangat menyukai pohon. Saya sangat menyukai berdiri lalu memeluk pohon dan merasakan angin sejuk menerpa wajah saya sambil menatap pemandangan ranting dan dedaunan yang diterpa angin dari bawah.

Setiap pohon memiliki aroma khas sendiri yang keluar dari kulit batangnya. Bahkan, ilustrasi artikel dan header blog pribadi saya pun tidak lupa saya sertakan gambar pohon kesayangan saya. Saya bahkan pernah bercita - cita ingin bisa jaga hutan sebagai upaya saya dalam menyelamatkan hutan dari kepunahan. 

Perkenalan pertama saya dengan hutan adalah, ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan kegiatan ektrakulikuler Kimipala ( Kimia Pencinta Alam ) ketika saya SMA dulu. Kecintaan saya terhadap hutan tercurahan disana lewat berbagai kegiatan menjelajah beberapa hutan di beberapa pengunungan di  Jawa Barat. 


Hutan Jayagiri, credit to wisata-lembang.com



Ada pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan ketika saya bergabung dengan Kimipala yaitu  Ekspedisi ke Hutan Jayagiri Bandung. 

Rute yang kami ambil berawal dari terminal Ledeng, melewati Parongpong dan kebun teh lalu menyusuri jalan setapak yang cukup panjang hingga akhirnya menuju hutan Jayagiri. Kami tiba malam hari dan segera mendirikan tenda. Saya berharap bisa terbangun keesokan harinya disambut matahari hangat di balik hutan pinus  yang rindang.



Tetapi saya dikagetkan dengan pandangan yang menyayat hati keesokan harinya. Bukan jajaran pohon pinus yang saya temukan, tetapi bekas tebangan pohon yang cukup banyak.



Saya sedih bukan main, karena hamparan hutan gundulnya cukup luas. Saya sempat bertanya pada senior saya, kira-kira siapa yang menebang dan untuk alasan apa. Jawabannya singkat, dia tidak tahu. Tetapi ada kemungkinan besar oleh pihak pengembang pariwisata atau masyarakat sekitar yang menebang pohon untuk kehidupan sehari – hari mereka.



Saat itu saya tidak berpikir akan dampak besar dari ditebangnya puluhan pohon di Hutan Jayagiri, tetapi saya merasa sedih pohon – pohon ini di tebang sehingga musnah pula kehidupan yang menyertai pohon – pohon itu dimana pasti ada banyak habitat yang rusak dan hilang.  


FUNGSI HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Sudah tahukan kamu tentang fungsi Hutan dan manfaatnya terhadap kehidupan kita? 



Hutan, memiliki fungsi yang sangat penting terhadap keberadaan ekosistem yang ada di dalamnya. ekosistem  ini memiliki fungsi yang penting diiantaranya adalah :

  • Sebagai sumber penyedia air
  • Menghasilkan oksigen
  • Habitat aneka ragam flora dan fauna
  • Mencegah terjadinya pemanasan global




Berbicara tentang fungsi hutan sebagai penghasil oksigen, tahukah kamu berapa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu batang pohon? 


Pohon yang memiliki tinggi 12 meter dan berat dua ton mampu menghasilkan 100 kg oksigen per tahun. Sementara manusia memerlukan 740 kg oksigen per tahun. Jadi, satu orang akan membutuhkan 8 pohon untuk bernafas sepanjang tahun. Lalu berapa Jumlah Pohon  yang dibutuhkan oleh seluruh warga Indonesia agar bisa bernafas sepanjang tahun? Wah berat ya, tapi ini bisa di hitung. 











Pada tahun 2019, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 267 juta jiwa , maka akan dibutuhkan pohon sebanyak 2.136.000.000 agar seluruh warga masyarakat indonesia bisa bermafas sepanjang tahun.

Banyak ya jumlah pohonnya. Nah, jumlah batang pohon yang banyak itu ternyata sama dengan hutan yang memiliki luas sekitar 854.400 hektare. Sementara itu, Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK, pada Tahun 2019 Indonesia memiliki luas hutan sebesar 94,1 juta hektare. 






Jika melihat angka di atas, maka warga masyarakat Indonesia tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan stok oksigen sepanjang tahun. Tapi, jangan merasa aman dulu dengan jumlah angka luas hutan yang dimiliki oleh Indonesia, mengapa? Karena ada permasalahan yang cukup penting yang jika diabaikan akan menyebabkan hilangnya hutan di seluruh Indonesia.

PERMASALAHAN  HUTAN DI INDONESIA

Hutan Jayagiri ternyata memiliki peranan yang cukup penting terkait pasokan sumber air bagi warga wilayah cekungan Bandung, yaitu sekitar 60 persen. Bukan hanya hutan Jayagiri, tetapi keberadaan hutan lain yang mengelilingi Cekungan Bandung juga memiliki fungsi penting yang sama terhadap ketersediaan air, pelestarian flora dan fauna, penyerapan karbon kota dan penghasil oksigen. Ironisnya, Bukan hanya hutan - hutan tersebut saja yang mengalami alih fungsi lahan, tetapi juga Cekungan Bandung itu sendiri .


  
Cekungan Bandung, Photo milik Bale Bandung
cekungan lembang. photo milik Dinas Bina Marga dan Pemukiman




Cekungan Bandung, merupakan wilayah di sekitar kaki Gunung Tangkuban Perahu yang memiliki  topografi berbentuk cekungan dan memiliki luas sekitar 343.087 hektar. Wilayah ini membentang secara horizontal sepanjang  40 km yang dimulai dari Nagreg - Ujungberung  di sebelah timur Hingga  ke Padalarang di sebelah barat. Jadi, bisa dikatakan Cekungan Bandung merupakan wilayah Bandung Raya. 

Pada saat ini,  hutan - hutan di sekitar wilayah cekungan Bandung mengalami deforestasi akibat penebangan pohon secara ilegal sehingga, banjir di hilir kota Bandung tidak bisa di hindari. Wilayah Soreang, Cibaduyut dan Baleendah buktinya. Ketiga wilayah ini selalu menjadi langganan banjir di setiap musing penghujan datang. 

Alih fungsi lahan memang sulit dihindari mengingat semakin pesatnya pembangunan infrastuktur pemukiman dan pariwisata. Namun jika alih fungsi lahan ini dibiarkan tak terkendali, maka Kondisi cadangan air akan berkurang.

Mengapa? Karena air hujan yang turun hanya akan menjadi air limpasan yang mengalir begitu saja di permukaan tanah tanpa diserap oleh tanah dan mengalir ke sungai atau menyebabkan banjir seperti di tiga wilayah Bandung selatan tersebut diatas. 

Permasalahan yang dialami oleh Hutan Jayagiri dan hutan - hutan di sekitar kawasan cekungan Bandung  juga dialami oleh hutan di Indonesia. Deforestasi yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman dan wisata atau industri telah menjadi mimpi buruk  bagi nasib hutan – hutan di seluruh Indonesia.





Berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia, dalam kurun rentang waktu tahun 2013 hingga 2017 ( 4 tahun ) hutan di Indonesia telah mengalami deforestasi sebesar 5,7 juta hektare. Itu artinya, Hutan di Indonesia mengalami deforestasi sekitar 1,4 juta hektare setiap tahunnya. Maka, akan dibutuhkan waktu kurang dari 70 tahun hingga seluruh hutan di Indonesia habis akibat deforestasi. 

Wow bukan! Lantas, Masihkah kita berfikir masih aman dan dapat bernafas lega sambil rebahan ? Masih mengira kalau hutan Indonesia masih rimbun dan luas? Itu ada datanya lho, kurang dari 70 tahun hutan kita akan menghilang jika di biarkan. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan dalam upaya jaga Hutan? Pertanyaan yang bagus! 

LANGKAH NYATA DALAM USAHA JAGA HUTAN 


Perubahan menuju perbaikan memang perlu dilakukan. Jangan membayangkan hal yang besar dahulu karena kita tidak tergabung dalam kelompok pahlawan super. Untuk membantu usaha pelestarian dan jaga  hutan, kita bisa melakukan beberapa hal seperti dibawah ini  : 

1. Gabung Komunitas peduli hutan dan lingkungan 

Ada banyak komunitas peduli hutan dan lingkungan di Indonesia. Tetapi tentu tidak mungkin kan  kalau kita gabung ke seluruh komunitas itu. Kita bisa bergabung dengan komunitas peduli lingkungan yang dekat dengan lingkungan rumah kita. Misalkan, CommuniTree, WALHI , greenpeace atau WWF. Kalau kamu berdomisili di Bandung seperti saya, bisa tuh gabung dengan WALHI, Peduli Ciptaan Indonesia (PCI) atau Bandung Share to Care.

2. Menjadikan Zero Waste sebagai pola hidup yang baru 

Secara sederhana, Zero waste merupakan pemahaman yang dijadikan sebagai gaya hidup dimana kita sebisa mungkin mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari dan menggunaan prinsip 3R ( Reduce, Reuse, Recycle) .

Jika gaya hidup ini dirasa masih terasa agak berat, coba lakukan satu hal kecil saja yaitu kurangi penggunaan tisu dan bijak dalam menggunakan kertas.

Mengapa? Karena kedua produk tersebut berbahan dasar dari kulit batang pohon. Jadi sudah terbayang kan? Jadi mulai dari sekarang, kalau kamu rajin nangis sambil nonton drakor jangan gunakan tisu lagi. Tapi gunakan sapu tangan ya.

3. Jangan tebang pohon di depan rumah  

Rumah memang akan terlihat kusam dan seram kalau ada pohon besar di depan rumah. Tetapi jangan salah, ada satu pohon depan rumah bisa memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penurunan suhu ruangan didalam rumah. Sehingga, penggunaan AC atau kipas angin bisa berkurang terlebih di musim panas. 

Agar rumah tidak terlihat seram dengan adanya pohon depan rumah, kamu bisa mengecat rumahmu dengan warna cerah dan membuat taman indah di sekitar pohon. Dijamin, rumahmu akan terlihat cantik dan tidak seram. 

Tiga langkah dalam upaya nyata Jaga Hutan di atas Mudahkan? Tetapi jika tiga langkah di atas masih di rasa terlalu berat, masih ada satu hal lagi yang bisa kamu lakukan dalam rangka ikut menyelamatkan, jaga hutan dan melestarikan nya. Yaitu hanya dengan menyiapkan keikhlasan hati untuk sedekah dan mendownload aplikasi KITABISA . Lho kok bisa? Gimana caranya? Caranya yaitu dengan adopsi hutan


ADOPSI HUTAN 




Akhirnya Indonesia kini memiliki hari hutan Indonesia, yang dirayakan pada tanggal 7 Agustus 2020. Dalam rangka perayaan, terdapat 100 organisasi dan komunitas bekerjasama merayakan Hari Hutan Indonesia pada 7 Agustus 2020 yang dilakukan secara virtual di Youtube. Berbagai kegiatan seni pun digelar. Peringatan Hari Hutan Indonesia ini terwujud bukan dalam waktu singkat, tetapi melalui petisi yang dimulai sejak tahun 2017 melalui Change.org

Tanggal 7 Agustus pada akhirnya dipilih sebagai Hari Hutan Indonesia karena tepat satu tahun yang lalu pada tanggal yang sama, secara permanen Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan primer dan lahan gambut akhirnya disahkan oleh Presiden Jokowi. Melalui perayaan Hari Hutan Indonesia ini, di harapkan  warga masyarakat Indonesia dan pemerintah selalu ingat akan pentingnya keberadaan hutan.

Selain perayaan yang diselengarakan secara virtual, ada satu lagi  rangkaian perayaan Hari Hutan Indonesia yang digelar, yaitu  program Adopsi Hutan. 

Adopsi hutan? Apa itu ? 





Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong untuk menjaga hutan yang masih ada. Apa saja yang dijaga? yaitu  mulai dari pohon tegaknya, flora eksotisnya, Fauna yang beraneka ragam  serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun dan di mana pun berada, bisa terhubung secara langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya hutan yang selalu setia jaga hutan setiap saat melalui program donasi Adopsi Hutan. 

Tugas jaga hutan ini tidak mudah lho, kamu harus paham dan tahu betul seluk beluk hutan yang kamu jaga. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemauan, tapi tekad kuat dan tentu saja, rasa peduli terhadap hutan yang tinggi.




Jadi, menjadi orang yang tugasnya jaga hutan cukup berat  sehingga sudah selayaknya kita bantu dan dukung melalui program DONASI terhadap program ADOPSI HUTAN. Pengumpulan dana untuk Adopsi Hutan ini dilakukan melalui aplikasi kitabisa.

CARA ADOPSI HUTAN 

Cara Adopsi Hutan ini sangat mudah, caranya adalah sebagai berikut : 


1. Siapkan saldo di rekeningmu, bisa BANK ataupun Aplikasi pembayaran elektronik 
2. Donwload aplikasi Kitabisa melalu App Playstore 
3. Daftar menggunakan alamat e-mail atau gmail mu di aplikasi Kitabisa 
4. Cari program ADOPSI HUTAN di menu pencarian donasi 
5. Setelah bertemu dengan program donasi Adopsi Hutan, kamu bisa melakukan Donasi dan pembyaran donasi. 

Agar lebih mudah, kamu bisa melihat video berikut ini. 




KEMANAKAH DONASI ADOPSI HUTAN MENGALIR

Uang yang kamu donasikan ke program donasi ADOPSI HUTAN akan disalurkan kepada lembaga masyarakat yang berada di lingkungan kawasan hutan Iindonesia untuk kegiatan patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan non-kayu dan klinik kesehatan warga. Adapun para pengelola Adopsi Hutan yang akan di bantu adalah sebagai berikut :

1. Forum Konservasi Leuser ( FKL) di Aceh
2. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI di Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu
3. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimantan Barat
4. PROFAUNA Indonesia di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.






Nah, sudah paham kan sekarang ya soal pentingnya menjaga hutan? karena ternyata hutan besar sekali manfaatnya terhadap kelangsungan hidup manusia terutama ketersediaan oksigen. Gak mau kan cadangan oksigen kita habis hanya karena kerakusan kita sendiri  terhadap alih fungsi lahan? jadi, Ayo kita bersama - sama jaga hutan melalui program donasi Adopsi Hutan melalui aplikasi kitabisa. 





Sumber referensi :

ppid.menlhk.go.id
https://www.genpi.com
https://www.mongabay.co.id
https://www.dw.com
http://fwi.or.id/publikasi
https://zerowaste.id
https://sifataru.atrbpn.go.id
https://www.balebandung.com

53 komentar:

  1. aku juga lagi coba menjalankan gaya hidup zero waste, semua berhasil ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sulit diawal karna blm terbiasa, tapi lama lama biasa ya kak

      Hapus
  2. Waah komplit ka Ekaa. Goodluck yaaaa. Aku sendiri ngga akan tau adopsi hutan kalo ngga ada lomba dari BPN ini MasyaAllah 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh makasih ka jihan, betul. Saya juga gak akan tau ttg adopsi hutan ini klo bukan karena info dari BPN

      Hapus
  3. Eh ternyata bayarnya via kitabisa ya. Nah suka aku kitabisa karena bisa bayar juga pakai gopay. Dari kemarin bingung gimana cara partisipasi adopsi hutannya hehe. Makasih Mbak Eka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka tri, saya udah nyobain dan ternyata gampang banget. Bisa pake gpay, hihihi

      Hapus
  4. Wah, keren teh, sempet-sempetnya ngukur hutan di Indonesia, hihi..
    Baru tau akutu ternyata satu orang nggak cuma butuh satu pohon buat nafas ya. Itu makanya kita butuh banyak pohon untuk dijaga dan diperbarui setiap tahunnya..

    Aku jadi inget kampung nih, di rumah ibuku tuh udah kayak hutan kecil gitu, jadi suasananya bikin adem. Ada mangga, alpukat, rambutan, jambu, jadi bisa sekalian ngerujak kalo udah pada panen :D

    Goodluck buat lombanya teh Eka :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ngukur mah ahlinya teh, saya mah pake datanya aja, hihihi kan yang ngukur harus orang yang ahli.
      wah aku pengen dong ke kampung ibundamu tercinta, sekalian ikut panen ya, hehe

      Hapus
  5. Karena satu pohon bukan hanya sekadar satu tanaman sebagaimana yang terlihat, tetapi juga punya peranan penting pada ekosistem, ya. Sejauh ini aku palingan mengurangi pemakaian produk kertas, tapi masih agak susah kalau soal beli buku cetak huhuhu, meskipun sudah ada e-book dan sejenisnya, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, akupun sulit menolak kehadiran buku fisik dan lebih nyaman baca buku fisik ketimbang e-book. semoga nanti ada inovasi pengganti bahan kertas selain dari kulit pohon ya kak

      Hapus
  6. Kebayang gak sih bumi tanpa hutan? Sementara manusia butuh udara sehat untuk hidup. Dan bantuannya adalah dengan adanya pohon. Yuk ah jaga hutan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ngebayanginnya kaya udah masuk jaman apocolaptyc gitu kak....serem banget, dimana satu tanaman aja harganya melebihi emas

      Hapus
  7. Good luck mom.. mari mendukung kelestarian hutan demi manfaat di masa depan

    BalasHapus
  8. Adopsi hutan memang penting tidak hanya untuk kita tetapi juga untuk generasi yang akan datang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi inget pidato nya greta thunberg soal pemasan global, dia bilang bukan KITA DIMASA INI yang yang kena getahnya tapi generasi mereka dan anak cucu mereka nanti

      Hapus
  9. Ya Allah kerasa bgt emang, udara 1 org itu butuh 6 pohon. Lah kalo pohon2nya ditebang terus? Abis baca tulisan temen2 dna teh Eka ttg adopsi hutan ini bikin merasa kudu bnyk istighfar. Kita bahkan udh sering abai sama a'lam. Pdhl hbngn baik itu ga hanya sesama manusia dan tuhan aja ya. Tp amaa alam jg.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul itu teh gina, makanya penting banget untuk edukasi masyarakat buat gak asal tebang pohon. emang sih repot sama daun keringnya, tapi mending repot daripada cadangan oksigen berkurang , hehehe

      Hapus
  10. kemarin sepanjang jalan2 ke bukit kiram saya melihat ada bagian dari bukit yang sudah mulai menggundul. Dalam benak saya bertanya : apakah manusia perlu merusak dulu membangun? merusak berefek utk semua makhluk hidup, sementara membangun hanya utk manusia dan perekonomian. Tapi, sya masih pengen punya rumah kayu nih teh,.. dilema kali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo membayangkan antara keinginan dan kebutuhan memang agak sulit ya kak. saya juga masih punya cita-cita pengen punya rumah kayu. reboisasi bisa jadi salah satu solusi sebetulnya, tapi kalo kita pikir lagi, butuh waktu lama sekali untuk 1 pohon tumbuh menggantikian kayu yang kita pakai, sementara nebangnya hanya dalam hitungan jam. mikir kesana, kayanya saya stop dreaming punya rumah kayu

      Hapus
  11. gemes banget sama yang bakarin hutan watados...juga sama mereka yang juga tanpa rasa bersalah menebang habis hutan dan memburu satwa yang ada disana.
    Entah mungkin mereka berpikir kalau yang lain adalah sumber daya yang disediakan untuk manusia, bukan menganggap hewan dan tanaman sebagai mahluk hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KZL ya mbak. Tapi ternyata tanpa disadari kita juga udah banyak pake produk2nya hutan. Mgkn menyeimbangkannya dengan melakukan adopsi hutan ini yaa

      Hapus
    2. maybe in their head yang penting prospek ekonomi teh, mana mikir soal keseimbangan alam dan soal habitat. kalo gajah udah turun ke warga, ular masuk rumah dan monyet nyerbu kebun....baru deh ngerasain.

      saya keselnya sih saya sama teh gina. adopsi hutan, salah satu solusi nyata dari kita-kita yaaa

      Hapus
  12. Mbak EKa menjaga hutan harus dilakukan bersama ya. meskipun kita tinggal jauh dari hutan dengan menjaga perilaku kita thdp lingkungan dan mengadopsi hutan ini menjadi salah satu alternatif ya. duh gemes amat sih itu gambar-gambarnya makin kece dengan infografisnya, goodluck mbak ekaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul teh ina, harus gotong royong memang menjaga hutan ini.minimal dari gaya hidup kita aja, coba dengan zero waste

      Hapus
    2. Iya teh eka...minimal dari kita dan keluarga ya. Terima kasih atas tulisannya menginspirasi sekali

      Hapus
  13. Duh, baca tulisan ini kok ngeri ya. Ngeri sama akibat yang muncul ketika hutan mulai diusik. Aku juga jadi sedih karena emang pengetahuan aku soal Hutaan ini masih harus ditambah. Biar bisa ngasih contoh minimal ke Nak sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. awarness emang harus dirasakan oleh kita ya kang, itu yang akan kita wariskan pada anak-ccu kita kelak. karena hutan adalah warisan kita juga untuk mereka. bayangkan kalo hutan hilang, mau bernafas bagaimana? hehehe.

      salam kak

      Hapus
  14. Ibu saya kampung halaman di Bukittinggi, selalu suka kalau ke sana karena rumahnya deket hutan gitu. Seger. Kerasa banget bedanya pas harus balik ke Jawa. Miris ya mbak, di Jawa banyak banget hutan yang hilang. Makanya saya bersyukur tiap naik gunung, selalu ketemu pohon lagi. Jadi semangat nih buat adopsi hutan

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak arai,
      teman saya juga dari bukittinggi lho, dia tinggal di solok. eh deket ga sih? hehehehe
      iya, dijawa kan padat penduduk dan pembangunan karena jadi sentral indonesia.saya sih berharap reboisasi bisa terus dilakukan agar hutan di pulau jawa hijau lagi

      Hapus
  15. Miris banget liat hutan sekarang, ditebang terus tanpa ada penanaman kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada sih kak, biasanya pemprov atau organisasi lingkungan sering mengadakan program reboisasi, tapi mungkin masih jarang

      Hapus
  16. Setuju, Kak banyak cara yang bisa kita lakukan untuk lingkungan. Aku juga nanam pohon di sekitar rumah, di jalanan depan dan halaman. Ada total 8 pohon: jambu air, jambu biji, salam, mangga dan nangka. Jadi seger sekitar rumah, ijo pula lihatnya, banyak suara burung juga. Jadi tinggal di Jakarta berasa di kampung:)
    untuk adopsi hutan, senang sekarang makin mudah. tiap tahun kantor suami ada pprogram ini. Bagian dari CSR dan karyawan dilibatkan ikut serta adopsi. Dengan program di atas semua bisa ikutan jaga hutan jadinya. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak dian,
      wow, saya pasti betah nih kalo berkunjung ke tempat ka dian. sekalian piknik (^_^)
      iya betul, ini ide dan gagagsan keren menurut saya. semua masyarakat bisa ikut berkontribusi walau jauh jaraknya dari hutan

      Hapus
  17. Hutan jantung kita mengalirkan udara yang sejuk ya mba.
    Barokallah ada program semacam ini bisa adopsi hutan, semakin digemakan semakin banyak yang bakalan sadar betapa pentingnya lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hutan jantung seluruh dunia ya kak, kita sangatbergantung pada hutan nih
      program seperti ini memang harus terus digalakan, untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya hutan

      Hapus
  18. deforestasi sulit dicegah dengan penambahan jumlah manusia dan infrastruktur, ya. sedih kalau ingat ini. seperti mata simalakama.
    Makanya saya berusaha menjadi keluarga zerowaste dan menanam sayur/tanaman sebanyak mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak susi,
      betul itu kak. di sisi lain kita memang membutuhkan pembangunan infrastruktur tapi mungkin dibutuhkan payung hukum yang kuat dan disiplin serta konsisten agar deforestasi nya gak ke bablasan

      Hapus
  19. Mau menerapkan juga menjadi keluarga zerowaste dan mau menanam sayuran sebanyak banyaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat kak! semua memang harus dimulai dari diri kita sendiri

      Hapus
  20. Haha aduh sedih banget tadi udah ngetik panjang lebar tapi icon Sign Outnya malah yang kepencet. Maklum baca udah malem huhu.

    Ini aku impressed deh sama campaignnya pemerintah pake bahasa "adopsi". Tim kreatifnya perlu diacungin jempol nih. Menggugah soalnya (jarang-jarang hihi). Alhamdulillah. Semoga banyak yang kontribusi. Malu sama Greta Thunberg kalo ngga soalnya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduuuhhh, huhuhuhu aku ikut syedih, next mah di save komennya ya bu, hihihi
      iya kakm aku pun salut dengan adanya program ini.
      aku terharu waktu pertama kali nonton speechnya greta, anak seumur dia tapi open minded dan peduli lingkungan, hebat ya

      Hapus
  21. Kebayang ya kak kalau di Indonesia hutannya ga ada, kasihan burung dan hewan lainnya, semoga makin banyak yang menjaga hutan dengan menanam atau bisa berdonasi lewat kitabisa.com selamat hari Hutan ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo hutan indonesia gak ada, kita juga kehabisan cadangan oksigen kak. ngaruhnya ke kehidipan kita juga. thats why, program adopsi hutan ini menurutku keren banget lah buat menggugah respon dan kepedulian masyarakat

      Hapus
  22. Artikelnya lengkap. Ilustrasi jumlah pohon vs manusia sangat mengena. Hehe.. baru tau ada namanya kimipala. Bagus nih adopsi hutan. Sebagai kontribusi menjaga hutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak supadilah,
      terimakasih banyak kak atas apresiasinya. saya berusaha menunjukan kalo kita masih berfikir santai akan hutan yang ditebang tidak terkendali, seperti itulah akibatnya.
      kimipala itu organisasi ekstra kulikuler saya jaman sma, karena dulu sekolah di stm kimia jaid namanya Kimia Pecinta Alam, hehehehe

      Hapus
  23. Emang perlu sekali ya kak adopsi hutan ini. Demi nyawa² yang tidak bisa dibeli dimanapaun dengan harga berapa pun. Btw.. DesaignDesaign kakak, lucu dan cantikcantik. Ovi suka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak ovi,
      terimakasih atas paresiasinya kak
      betul itu kak saya setuju, hutan emang perlu sekali teramat sangat kita jaga, kalo tidak efeknya berat sekali. seperti yang saya paparkan di artikel di atas

      Hapus
  24. Meski tinggal jauh dari hutan, ternyata kita tetap bisa berpastisipasi jaga hutan lewat adopsi hutan, ya. Karena bagaimanapun, hutan itu sumber oksigen yg diperlukan semua makhluk hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak ayun,
      betul itu kak. ini salah satu langkah paling sederhana, murah, mudah banget untuk diikuti.

      Hapus
  25. Cara terakhir dengan memberikan donasi, itu LBH gampang :). Apalagi aku udh lama instalk aplikasi KitaBisa di hp ku , Krn memang slama ini utk sedekah aku LBH seneng kasih ke orang2 yg meminta bantuan di situ mba.

    Nanti aku mau cari program ttg adopsi hutan ini utk ikutan donasi :).

    Serem sih kalo sampe hutan kita makin tipis. Skr aja banjir ga kira2 tiap musim hujan :(. Trus berasa ga sih panas makin ekstreme . Pas ke Jepang THN lalu, aku sedih Krn winter nya ga sedingin pas tahun sebelumnya waktu aku datang. Saljunya apalagi, kalo sebelumnya tuebeel, eh THN lalu itu kering tanpa salju. Orang lokal bilang jepang ngalamin warm winter Krn pemanasan global. Yg mana itu pasti juga ada hubungan dengan hutan yg makin menipis :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak fanny,
      terimakasih atas supportnya kak fanny. iya betul donasi ini adalah hal yang paling mudah dilakukan.
      penebangan hutan ini ngaruh juga terhadap pemanasan global termasuk suhu bumi. musim kemarau panasnya ekstrim dan kalau hujan, masyallah... banjir udah deh gak bisa dihindari

      Hapus
  26. Jadi kita butuh 2 milyar lebih pohon untuk seluruh warga Indonesia? Banyaknya, tapi sayangnya semakin hari deforestasi terus terjadi, semoga kita bisa menjaga hutan yang notabene adalah harta berharga Indonesia di mata dunia

    BalasHapus