Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan





Pengalaman Berobat  batu empedu Part 1. 5 Tahun yang lalu tepatnya bulan Agustus 2016 adalah pertama kali saya merasakan munculnya sakit batu empedu. Awalnya saya tidak mencurigai bahwa yang saya rasakan ini adalah sakit batu empedu. Karena gejalanya mirip dengan maag atau GERD, yaitu sakit perut kanan dekat ulu hati ( kolik bilier ), kembung, mual, muntah dan diare.
persiapan mrcp di rshs bandung



Persiapan MRCP Di RSHS Bandung. Hari ini adalah hari kedua kunjungan saya dan ditemani Pak Suami ke RSHS Bandung. Setelah kemarin menemui Poli Dokter Bedah Digestif, lalu melakukan tes darah dan verifikasi pengajuan MRCP ke bagian radiologi, maka hari ini adalah mengambil hasil tes darah dan membuat jadwal MRCP.

Oke, hari pertama ada kisah drama dengan dokter yang agak cuek. Lalu hari ini ada drama apakah? wah setiap hari kunjungan ada aja dramanya ya? wkwkwkwk. Sepertinya sih setiap perjalanan saya berobat emang selalu ada drama. Udah mirip di film- film aja, hihihi

Persiapan Pagi Hari


Tadi pagi saya bangun jam 5 lalu lanjut sholat subuh tanpa dzikir atau ngaji, karena berniat memandikan anak - anak dan membuat sarapan lebih awal agar ibu mertua tidak terlalu lelah menjaga dan mengurus mereka nanti.

Sambil membereskan rumah, menyapu dan mengepel saya menggoreng kentang crispy kesukaan anak - anak. Multitasking seperti ini gak boleh sih sebetulnya, karena biar fokus dengan kerjaan. Tapi situasi urgent euy, jadi gpp ya , hehehe

Alhamdulillah Keenan bangun tidur dengan ceria, saya peluk dan cium keningnya. Lalu saya bilang, “ Kak, bentar lagi mandi ya. Mamah beresin dulu goreng kentangnya

lalu dia jawab, “ oke mamaku” seneng banget deh dengernya, hehehe. Tapi ternyata percakapan singkat ini membuat Kilan terbangun dan merasa cemburu. Dia merengek minta susu dan minta mandi juga! hahahaha

Ya gpp, saya sih seneng jadi bisa mandiin mereka berdua sekaligus dalam waktu bersamaan. Alhamdulilah anak - anak mudah “diatur” dan gak rewel. Mereka bahkan cerita banyak hal yang hanya saya jawab dengan “oh iya? “ dan “ wah” karena fokus pikiran mengejar waktu harus berangkat ke RSHS sebelum jam 07.00 WIB.

Selesai memandikan anak - anak, waktunya sarapan sementara saya sendiri juga mandi dan menyiapkan air panas untuk Pak Suami mandi. Alhamdulillah, tepat jam 7 pagi kami bisa berangkat. Tak lupa, sambil lewat kami beli sarapan Bubur Cianjur Hj, Euis di jl terusan antapani.

Hasil Tes Darah


Seperti yang saya ceritakan di atas, hari ini saya harus ambil hasil tes darah di LT. 4 pukul 08.00 wib. Menunggu tidak terlalu lama dan saya segera mendapatkan hasilnya. Lantas bagaimana hasilnya? hasilnya bikin uwow euy.

Angka bilirubin mencapai 6x lipat angka normal. So, bisa dikatakan "agak" kritis. Tapi di kertas hasil tes darah itu dikatakan bahwa, nilai kritis sudah disampaikan kepada dokter Ruli ( yang adalah dokter bedah digestif ) melalui sms dan telpon. Jadi saya berasumsi, dokter Ruli sudah tahu ada pasien dengan sakit cholelithiasis dengan angka bilirubin jauh dari standar sehingga perlu ditangani secepatnya.


Hasil tes darah


Agak bikin syok kan ya? saya juga. Gak heran memang kalau tubuh jadi kuning dari kaki hingga wajah dan mata. Tingkat bilirubinnya sampai 6x batas normal!!! Sebagian teman - teman pasti menyangka saya terkena sakit kuning karena hal ini, tapi kenyataannya saya gak sakit kuning karena sirosis. Tapi karena Batu empedu. Next saya akan cerita kapan saya terdiagnosa batu empedu ya.

Drama Permohonan Jadwal MRCP Di RSHS Bandung


Berdasarkan surat verifikasi permohonan MRCP di bagian Radiologi kemarin, saya dan suami harus kembali hari ini pukul 13.00 WIB. jadi, setelah mengambil hasil tes darah jam 8 pagi tadi, maka kami harus menunggu sekitar 5 jam hingga jam 1 siang untuk meminta jadwal MRCP. Lumayan lama ya.

Jadilah sambil menunggu kami bertemu teman lama masa nge-gigs bareng suami dulu dan chillout di dailyroutine.coffee Sambil haha-hihi dan cerita banyak hal. Pertemuan dengan teman lama Pak suami seketika melambungkan angan ke masa lampau jaman kami masih segar bugar dan mampu begadang serta marathon gigs.





Daily routine coffee yang letaknya dekat kampus Polman Kecamatan coblong ini semacam What a great place, sampai saya bisa sketch dengan hasil lumayan memuaskan. cafe coffee depan halaman rumah dengan banyak tanaman dan pohon rindang. Adem banget sampai saya berhasil bikin satu sketch yang hasilnya memuaskan. Saya pesan Hot Chocolate karena hanya itu minuman yang aman bagi pencernaan saya. Rasa coklatnya terasa banget dan enak.






And so, jam 12:00 WIB tiba kami pun harus kembali ke RSHS Bandung sebelum jam 13:00 agar tidak telat. saya langsung masuk ke ruang penjadwalan MRI sementara suami menunggu diluar. saya menunggu sambil memperhatikan nama pasien lain dipanggil satu per satu oleh admin. saya perhatikan, setiap pasien setelah dipanggil diberikan jadwal untuk MRI 2 - 4 minggu setelah hari ini. Seketika saya merasa syok, sedih dan bingung. Mengapa? karena jika saya juga mendapat jadwal begitu lama hanya untuk MRI apakah badanku yang sudah kuning maximal masih mampu bertahan?

Antara syok dan bingung dalam hati saya bertanya seraya berdoa,

" Bagaimana jika saya kebagian jatah satu bulan lagi? Ya Allah apa saya sanggup menunggu selama itu? Apa tubuhku yang kuningnya sudah tahap maximal masih sanggup bertahan? Ya Allah, hamba mohon percepat jadwal MRI hamba!! Please!! "

Sambil terus sholawat dan dzikir, saya terus menunggu sampai nama saya dipanggil admin. Jujur, saya gemetar dengan sedikit menahan tangis, Lantas admin bertanya,

" Ada hasil lab Bu? "

Lalu saya jawab, " Ada " Sekonyong konyong saya berlari menuju tempat duduk suami diluar ruangan dan mengambil hasil lab.

Begitu admin melihat hasil lab darah, ia pun terkejut lantas bertanya,

" Yang sakit siapa bu? ibu? Wah hasilnya wow ya Bu. Tapi ibu tampak sehat ya. "

Lalu saya jawab, " iya pak, saya harus semangat untuk sembuh makanya harus terlihat sehat dan kuat tapi badan mulai gak enak sih pak"

Lalu admin bertanya, " ibu maunya kapan MRI?"

Lalu saya jawab, " kalau bisa secepatnya Pak "

Lalu admin berkata, " Oke, saya kasih jadwal besok aja ya. Ibu puasa nanti malam dan besok pagi langsung kesini "

Ya Allah!!! Terimakasih. Kecemasan saya hilang dan menangis terharu. saya berbalik badan sambil menangis menuju Pak suami. Pak Suami terkejut lalu menghibur, saya ceritakan apa yang saya rasakan dan alami. Sebuah pelukan hangat dan kata kata menenangkan membuat tangis saya berhenti dan lapar, hehehe.

Kalau dipikir - pikir, malu gak sih nangis di rumah sakit? hihihi. Syok sih ya, gak bisa nahan emosi. Saatnya pulang dan cari makan. So, hari ini benar benar magical bukan?


Ruang jadwal dan pelaksanaan tes MRC RSHS Bandung

Persiapan MRCP di RSHS Bandung


Hari ini memang terasa ajaib dengan timbulnya rasa cemas lalu dimudahkan Allah SWT dengan percepatan penjadwalan MRCP. Tapi teman - teman pasti bingung, apa bedanya MRI dengan MRCP? saya jelaskan sedikit ya.

Menurut situs Repository Politeknik Kesehatan, MRCP adalah pemeriksaan duktus biliaris dan duktus pankreatikus dengan modalitas pesawat MRI. Jadi, Magnetic resonance cholangio-pancreatography (MRCP) dapat memeriksa pencitraan dengan teknologi MRI. Prosedur ini menghasilkan gambar organ hati, kantung empedu, saluran empedu, pankreas, dan saluran pankreas yang lebih mendetail.

mesin mrcP
sample mesin MRCP, Sumber google



bagian dalam mesin mrcp

Jadi, MRCP adalah tes MRI khusus bagi penderita batu empedu seperti yang saya alami. Sebetulnya kalau masalahnya hanya ada pada batu dalam kantong empedu tidak perlu hingga melakukan MRCP, tapi karena dari hasil USG Abdomen sebelumnya menyatakan bahwa saya juga mengalami peradangan dan penyumbatan saluran empedu jadi tes MRCP wajib dilakukan.

Mengapa? karena hasil gambaran MRCP berupa potongan axial, sagittal, coronal dan 3D yang dapat memperlihatkan anatomi, fisiologi dan kelainan pada kandung empedu dan sistem biliaris. Saya rasa hal ini untuk mempermudah kejelasan detail sakit batu empedu yang saya alami sehingga dokter bedah digestif dapat melakukan analisa tindakan yang tepat untuk sakit saya ini nantinya.

Menurut informasi yang saya dapatkan, MRCP membutuhkan waktu 1 - 2 jam hingga selesai. lama juga ya. Lantas apa saja yang harus disiapkan sebelum MRCP untuk pasien dengan sakit penyumbatan saluran batu empedu seperti saya? berikut tahapannya :

  1. Melakukan konsultasi dengan dokter bedah mengenai kondisi sakit batu empedu
  2. Melakukan tes urine
  3. melakukan USG Abdomen bawah
  4. Melakukan Rontgen
  5. Melakukan tes swab ( dikarenakan kondisi sedang pandemi )
  6. Melakukan tes darah
  7. Melakukan MRCP

Persiapan sebelum MRCP di RSHS Bandung diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Puasa sekitar 6 jam sebelum MRCP dilakukan

Usahakan memakai pakaian yang tidak mengandung unsur logam. Misal celana dengan resleting, baju dengan resleting atau kancing besi, kerudung menggunakan penitik, segala macam jenis perhiasan

2. Mereka yang menggunakan : 

kawat gigi, KB Implant, KB Pasang, ring jantung, pan, memiliki darah tinggi, kolesterol tinggi , tattoo, gigi palsu, tambal gigi tidak bisa menjalani tes MRCP. Jadi usahakan sebelum MRCP semua atribut tersebut dilepas jika memungkinkan ( kecuali ring jantung dan pan barangkali ya )

3. Persiapan mental

Mesin MRCP ini mirip tabung. Ukurannya kecil. jadi bagi mereka yang phobia ruang sempit mungkin perlu mempersiapkan mental sebaik mungkin. 


Pengalaman Tes MRCP


Alhamdulillah tes nya lancar, saya menunggu sampai dzuhur untuk tes. Karena ada 3 pasien sebelum saya yang juga tes MRI. Ada satu pasien yang tes MRI nya sampai 2 jam, kemungkinannya sih tes MRI keseluruhan. Karena ketika jam 1 siang giliran saya tes MRI dengan MRCP, tes saya hanya satu jam.

Bagiaman rasanya? deg - degan udah pasti, agak syok dan panik. Karena walau mesin MRCP nya besar, tapi lubang tes nya agak sempit. jadi kalau anda punya phobia ruang sempit harus siapkan mental, karena saya saja yang tidak memiliki phobia ini, begitu masuk merasa sesak dan agak takut. Tes nya cukup lama, bisa 1 - 2 jam. Jadi selama itu harus sabar, menahan diri dan berfikir positif. Saya malah ngantuk, hahaha. jadi ya perbanyak solawat aja sama dzikir. Soalnya gak boleh tidur karena ada intsruksi harus tarik nafas, lepas dan tahan selama tes MRCP.

Nah itulah pengalaman hari kedua kunjungan ke RSHS. Alhamdulillah hari ini lancar dan admin nya juga super ramah. Saya harus kembali berkunjung ke Poli Bedah Digestif pada tanggal 7 September nanti, cukup lama karena saya peserta BPJS jadi harus reservasi online dan jadwalnya rebutan. Kuota dibatasi per hari nya 16 pasien. 

Bersabar itu udah pasti, tetap semangat dan berjuang jaga mood apalagi. Karena kalau tidak, bisa ambyar pertahanan pola makan saya dan bisa kambuh sewaktu-waktu. Entah kapan jadwal operasinya, entah harus menunggu tes apa lagi. Yang pasti, saya berharap semua dimudahkan Allah SWT dan kalau memungkinan bisa operasi secepatnya.

Jujur, saya agak khawatir dengan kuning yang sudah begitu pekat sampai wajah saya agak menghitam, kusam, tirus dan gatal gatal seluruh badan. 

Semangat? sudah pasti. Malu dong dengan banjir support dari keluarga, sahabat dan teman sesama blogger yang gak pernah berhenti kasih saya semangat dan do'a lekas sembuh.

Stay health ya teman - teman, jaga kesehatan dan pola makan juga pola tidur. jangan sampai kena sakit. Sakit itu gak enak dan mahal, hehehe.

Salam Artjoka.



Hari Pertama  ke Poli Bedah  RSHS



Hari Pertama ke Poli Bedah RSHS. Hari ini adalah hari pertama ke poli bedah RSHS setelah sebelumnya malang melintang selama hampir tiga minggu ke Puskesmas Cipadung, RS Hermina lalu RSUD Ujung Berung. Kalau peserta BPJS emang harus sabar di tiktok ya alias dilempar ke faskes rujukan karena memang begitulah prosedurnya.

Menunggu Pendaftaran Yang Lama





Berbeda dengan RSUD atau RS Hermina yang bisa datang sekitar pukul 8 pagi setelah sebelumnya daftar dulu, RSHS harus daftar secara online dan itupun untuk jadwal tiga hari kedepan. 

Setelah itu pendaftaran akan buka pukul 8 pagi tepat dan panggilan antrian dimulai. Ternyata banyak sekali yang daftar hari itu, dimulai dari nomor urut dengan belakang C, E, D dan terakhir A. Dan saya kebagian nomor urut 205 A. Saya kira bakal kebagian panggilan cepat karen daftar online, ternyata 80% yang berkunjung ke RSHS hari ini semua daftar online jauh - jauh hari sebelumnya.

daftar ke rshs bandung
Berangkat subuh euy 😂



Berangkat dari rumah pukul 5.30 WIB dan tiba pukul 06.30 WIB lalu menunggu hingga pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB. Setelah habis cemilan dan sketching 3 lembar, nomor saya belum dipanggil juga sementara waktu sudah menunjukan 10.30 WIB!! Ya Allah luar biasa ya nunggunya lama sekali sampai pantat pegal duduk di kursi selama itu! wkwk.




Kunjungan ke Poli Bedah Digestif Yang Bikin Baper


Akhirnya tepat pukul 11.00 WIB nomor 205 A dipanggil, ah senang sekali rasanya. Admin pendaftaran mencatat berkas dan membuat kartu berobat baru untukku. Setelah itu kami menuju Poli Bedah Digestif di Lt. 3 dan menunggu lagi hingga akhirnya nama saya dipanggil tepat sebelum jam makan siang,

Dag Dig Dug serrr tau gak sih rasanya karena bakalan ketemu Dokter Bedah Digestifnya, karena saya  berharap mendapat penjelasan detail tentang sakit saya dan ya sedikit petuah apa yang harus dimakan, minum dan lakukan selama menunggu jadwal operasi. tapi ternyata ekspektasi saya melenceng. Dokter bedahnya cuek abis! wkwkwk.

Berbeda dengan dokter bedah di RS Hermina dan RSUD Ujung berung yang ramah dan hangat dan bertanya saya kenapa lalu mengatakan hal - hal yang membuatku semangat seperti, 

" ibu harus di operasi ya biar gak sakit lagi, jangan makan ini dan itu ". 

Dokter Bedah di RSHS hanya bertanya,

" Apa yang dirasakan? " dengan wajah datar menghadap layar komputer yang saya kira adalah data pasien tapi ternyata whatsapp web!!! saya gak diperiksa sama sekali! hahahaha. Ampun deh. Ya saya jawab pertanyaan dokter tersebut, tapi respon nya datar sih. Agak sedih juga. 

Setelah itu dokter tersebut membuka formulir rujukan untuk tes darah dan MRCP tanpa berkata apapun dan hanya mengobrol dengan perawat tentang jam makan siang , ini dan itu. Kami di cuekin lagi! wkwkwkwk

Sambil nunggu surat rujukan dibuat, saya bertanya pada dokter, 

" Dok, kalau di RSUD kan saya dikasih obat radang, antibiotik dan obat gatal. kalau sekarang dikasih gak? kalau kuningnya dibiarin lama gpp dok?

Pertanyaan ini wajar kan saya tanyakan? lalu dokter tidak menjawab tapi perawatnya yang jawab, 

" Ibu setelah makan obat itu ngaruh gak? kuningnya hilang gak
dengan sedikit bingung saya jawab, " nggak bu
lalu perawat jawab, " ya udah kalau gitu kita test aja dulu"

Aduhai, jawabannya kok gitu amat sih?? langsung lemes dong, jadi maksudnya selama ini percuma gitu saya makan obat dari RSUD? tapi seenggaknya obat itu bisa membantu mengatasi peradangan di kantong empedu kan? masa iya dokter Richard salah sih? iya kan?? lagipula kalau gak makan obat gatal wah bisa celaka saya, makan obat saja masih terasa gatal apalagi kalau gak! gak bisa tidur sama sekali saya nantinya!

Saya jadi mikir, ini dokter beneran dokter bedah digestif atau dokter yang lagi praktek atau KOAS sih? lalu iseng saya search nama dokter tersebut di daftar dokter bedah RSHS, namanya gak ada. Oh berarti kan??? ya gitu deh, hihihi. Maaf ya, pasien emang sensitif. mendapat perlakuan begitu berbeda dari faskes sebelumnya langsung baper! wkwkwkwk

Rasanya slogan RSHS “Someah ka semah” atau ramah kepada tamu kok kurang pas ya, hihihi. Maaf ya bukan menjelekan, gak semua begitu kok. Admin di bagian divisi lain juga baik dan ramah kok. Mungkin mereka lelah sudah melayani puluhan hingga ratusan pasien dan hal ini bisa jadi masukan juga untuk RSHS. Harusnya pelayanannya tetap mengikuti moto petugas minimarket, “ gak peduli mood mau kaya gimana, senyum sapa hangat harus selalu terpasang di wajah

Tapi emang udah waktunya jam makan siang sih, wajar kalau jadi agak cuek karena udah lapar. Perawatnya sih baik dan ramah, manggil nama pasien cukup keras sampai kedengaran sepanjang lorong. Kebayang dong butuh tenaga besar buat teriak sekencang itu. Segitu mah perawatnya gak terlalu cuek, saya tanya masih dijawab meski gak memuaskan. Admin lain juga baik kok. Cuman dokter aja yang agak cuek, maybe next lebih ramah ya bu dokter. Kalau dokternya hangat perasaan pasien juga lebih better dan semangat untuk sembuh lho. 

Akhir perjalanan


Setelah urusan surat rujukan selesai, karena pas waktunya dengan jam makan siang maka kami lanjut lagi nanti jam 13.00 wib. kami pun makan siang, suami makan nasi padang lengkap dengan rendang, sambel ijo, lalab daun singkong dan kerupuk kuah kuning. Duh ngiler banget saya liatnya. 

Sementara saya? bubur ayam tanpa daging , kacang, kecap manis. yah polos aja, kecap asin, merica dan seledri. enak? yah gak lah!!! tapi gpp daripada lapar.

Setelah makan siang kami menuju admin Poli bedah lagi dan menyerahkan fotocopy surat rujukan lalu turun ke lt. 1 ke ruang radiologi untuk daftar tes MRCP. Daftarnya sebentar sih, gak nyampe 10 menit tapi adminnya jutek banget. Bapak-bapak usia paruh baya. Kurasa si Bapak sudah lelah kali ya, bicaranya agak tegas dan galak.

Setelah selesai kami naik lagi ke Lt.2 untuk test darah.Prosesnya sebentar, gak nyampe setengah jam lalu beres. Beruntung di sinimah admin dan dokternya lumayan ramah lah, hehehe




Akhirnya selesai sudah perjalanan hari pertama di poli bedah RSHS. Pak suami merangkul bahu begitu keluar pintu utama RSHS, layaknya kami masih pacaran. Dia bilang, " anggap aja kita keluar dari bioskop ya, hehehe " aku tertawa lepas dengernya.

Besok lanjut tes radiologi. Semoga lancar dan diperlakukan lebih ramah ya, hehehe. Mungkin tiap rumah sakit punya SOP pelayanan yang berbeda, jadi yah gpp lah dicuekin dokter hari ini yang penting proses pengobatan tuntas dan gak kambuh - kambuh atau sakit - sakit lagi sampai harus ke RSHS lagi. Bapernya sementara silent mode dulu deh, hehehehe






 

Jenis makanan yang tinggi protein

3 Jenis makanan yang tinggi protein untuk mencegah sakit pinggang. Sakit pinggang terlebih sakit pinggang belakang sering menjadi keluhan terutama mereka yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas yang cukup tinggi. Pekerja kantoran atau di pabrik, karyawan, Ibu rumah tangga, mahasiswa atau profesi lain nya dan usia dewasa atau remaja tidak terkecuali.

Sebetulnya apa sih penyebab sakit pinggang? dan bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi sakit pinggang?

Definisi dan Penyebab Sakit Pinggang


Menurut Wikipedia, Lumbago (low back pain) adalah nyeri pinggang yang sering terjadi akibat gangguan pada tulang dan otot punggung. Adapun penyebab terjadinya sakit pinggang beragam, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Namun secara umum, sakit pinggang paling banyak disebabkan oleh salah posisi tubuh, mengangkat benda berat, atau melakukan gerakan secara berulang. Selain karena kegiatan fisik, sakit punggung juga dapat disebabkan oleh gangguan dari dalam tubuh, seperti infeksi, ginjal atau masalah tulang belakang.

Mereka yang berusia 30 tahun ke atas, kurang berolahraga , kurang minum air putih serta memiliki berat badan berlebih adalah yang paling beresiko mengalami sakit pinggang.


Gejala Sakit Pinggang


Gejala sakit pinggang beragam, tergantung pencetus utamanya. Namun secara umum sakit pinggang belakang memiliki gejala seperti dibawah ini :

  1. Rasa pegal di seluruh atau sebagian pegal
  2. Nyeri saat membungkung atau meregangkan pinggang
  3. Pinggang terasa kaku
  4. Jika duduk atau berbaring terlalu lama akan merasakan nyeri
  5. Agak sulit bergerak

Cara Mencegah Sakit Pinggang


Sebelum sakit pinggang terasa dan menghambat aktivitas kita sehari - hari, berikut beberapa cara untuk mencegah munculnya sakit pinggang.

  1. Minum air yang cukup ( 8 gelas sehari )
  2. Rajin berolahraga minimal 20 menit sehari
  3. Lakukan pola hidup sehat
  4. Rajin berolahraga
  5. Kurangi mengangkat benda atau benda berat
  6. Perbaiki posisi saat duduk dan berbaring
  7. Konsumsi makanan makanan yang tinggi protein


Tiga Jenis makanan yang tinggi protein Untuk Mencegah Sakit Pinggang


Untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi serta menghindari munculnya sakit pinggang maka kita perlu memenuhi asupan nutrisi yang tepat. Makanan yang tepat untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi adalah makanan yang banyak mengandung protein baik protein hewani maupun nabati.

Mengapa harus protein? karena protein dapat membantu proses pemulihan tulang dan otot di area pinggang. Berikut 3 jenis makanan yang tinggi protein, yaitu :

1. Buah dan Sayuran


Buah dan sayur dipercaya umumnya mengandung zat anti inflamasi yang dapat meredakan peradangan pada sendi serta otot manusia. sehingga sangat tepat dikonsumsi bagi anda yang mengalami sakit pinggang.

Beberapa jenis buah - buahan yang mengandung protein tinggi dapat menjadi salah satu cara mencegah munculnya sakit pinggang atau mengurangi sakit pinggang ketika hal itu terjadi. Buah - buah dan sayur yang tinggi protein diantaranya adalah kacang merah, brokoli, lentil, kacang polong, asparagus, jagung manis dan kentang. Juga termasuk di dalamnya jeruk, alpukat, aprikot, pisang, nangka dan kurma.

2. Daging

Daging ayam, sapi dan kambing adalah tiga jenis daging yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kriga jenis daging ini memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein yang terkandung dalam daging mampu menjaga kesehatan otot , memperkuat tulang dan menjaga kesehatan tulang.

3. Produk Susu


Untuk mencegah terjadinya sakit pinggang, ada baiknya mengkonsumsi susu karena dalam segelas susu terkandung sekitar protein yang dibutuhkan oleh tubuh . Terdapat 2 jenis protein yang terkandung di dalam susu, yaitu kasein dan whey. Selain itu, protein pada susu juga mengandung asam amino yang sangat baik untuk kesehatan otot.

Yuk konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein untuk mencegah dan mengobati sakit pinggang terutama sakit pinggang belakang.
Tips mengatasi Mata Kelilipan




Tips mengatasi Mata Kelilipan Hingga Abrasi Kornea. Mata kelilipan gak aneh kan ya? Semua orang pasti mengalami mata kelilipan. Apalagi yang sering menggunakan sepeda motor. Entah karena kena debu, pasir, daun hingga lalat kecil atau yang dalam bahasa sunda disebut rameutuk.

Pembersih Toilet Tempat Bisnis





sleep challenge

 Detox tubuh


Detox Tubuh Secara Alami Sekarang Sebelum Terlambat. Ngeri gak sih baca judulnya? hihihi. Harus ngerasa ngeri dong. Soalnya berhubungan dengan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Memang apa sih yang jadi semuanya terlambat kalau gak detox? Sakit dong say! emang mau? pasti gak lah. 

Lantas apa hubungan detox dengan kesehatan? Yuk kita bahas.

Detox Tubuh Itu Apa Sih?


Detox tubuh itu apa sih artinya? kalau melihat definisi dari wikipedia sih gini katanya,

Pada fisiologi, detoksifikasi (bahasa Inggris: detoxification, detox) adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin. Detoksifikasi terbagi menjadi 3 klasifikasi menurut golongan substratnya yaitu alkohol, obat-obatan dan zat metabolik.

Secara umum detox tubuh itu artinya membersihkan tubuh dari segala macam racun yang ada di dalam tubuh kita. Sebetulnya, detox ini biasa dilakukan oleh tubuh setiap hari melalui hati, usus besar, ginjal, paru-paru, dan kulit. Tetapi setiap organ tubuh penting ini memiliki kapasitas memproses menetralisir racun, jika melebihi bebas akan timbul masalah dalam tubuh, Seperti sakit hati, batu empedu dan gatal - gatal pada kulit. untuk kasus yang berat bisa terjadi sindrom usus. wah ngeri ya.

Racun ini darimana sih datangnya? dari makanan yang kita makan dan juga dari lingkungan, seperti :
  • Obat - obatan
  • Polusi Udara
  • Zat Kimia
  • Zat pengawet makanan
  • Pestisida dari sayuran
  • Makanan yang dibakar
  • Makanan yang digoreng dengan minyak berlebih
Nah sekarang udah ada bayangan kan kenapa kita perlu melakukan detox tubuh kita dari racun? sekarang coba kita uraikan tugas dan fungsi organ pengurai racun dalam tubuh kita yuk, agar kita lebih peduli terhadap organ tubuh kita yang satu ini.

Organ Tubuh Yang Bertugas Menetralisir Racun


1. Sistem Pencernaan

Percaya tidak kalau saya bilang sistem pencernaan kita ini subhanallah amazingnya? harus ya. Karena sistem pencernaan kita memiliki sistem detox tubuh dan ekskresi yang melindungi tubuh dari racun berbahaya. Tetapi tentu ada batasan jumlah racun yang bisa diuraikan oleh sistem pencernaan lho. Yuk bantu sistem pencernaan kita dengan mengkonsumsi serat minimal 30 gram /hari 

2. Hati

Saya yakin Allah udah ngasih kita seperangkat sistem tubuh yang lengkap untuk mendukung kehidupan kita. saya gak bisa berhenti kagum dengan fungsi dan cara kerja hati dalam menetralisir racun dalam tubuh kita. Jadi begini ya sistem kerja hati dalam mengurai racun. 

Pertama, makanan dan minuman, atau obat yang masuk ke dalam tubuh kita melalui saluran pencernaan akan masuk ke lambung dan usus. di sini makanan akan dicerna lalu zat-zat tersebut akan diserap oleh usus lalu akan masuk ke dalam pembuluh darah usus. 

Kedua, zat - zat yang sudah di uraikan di lambung dan usus tersebut akan dibawa oleh darah dan dialirkan ke hati. Nah disinilah tugas penting si hati. 

Ketiga. Organ Hati memiliki sel khusus yang mampu menghilangkan zat racun yang disebut sel kupfer. Saat bertugas, Sel kupfer akan menetralisir racun dalam darah dan bekerjasama dengan Xenobiotik, yaitu enzim dan zat kimia khusus. Setelah proses kerjasama kedua sel ini usai, enzim dan zat kimia yang mengandung detox dan telah diuraikan akan dikeluarkan melalui urine. 

Sama halnya dengan sistem pencernaan, hati juga punya kapasitas menetralisir detox dalam tubuh kita. kalau terus digempur dengan racun berlebih lama - lama hati akan mengalami kerusakan. 

yuk bantu hati kita agar berfungsi dengan baik demi kesehatan kita juga. Kita bisa melakukan detox selama 7 hari atau mengkonsumsi makanan berikut ini dalam menu makan kita sehari - hari :
  • Oatmeal
  • Kopi ( bukan kopi susu atau latte ya )
  • Bawang putih
  • Anggur
  • kacang - kacangan
  • Buah seperti : Alpukat, Pisang , Lemon , Pepaya ,Semangka
  • Sayur seperti : Brokoli, kangkung, sawi dan wortel
  • Beras merah
3. Kantong Empedu

Seperti yang saya uraikan diatas, jika hati mendapat beban kerja yang terlalu berat, maka racun akan dilepaskan di kantong empedu, jika tidak melakukan detox maka hal ini dapat mengakibatkan penyumbatan organ dan menghasilkan batu empedu.

saya sendiri punya pengalaman kurang enak dengan batu empedu, pernah terdiagnosa kena batu empedu. dan rasanya gak enak banget. sampai diet selama dua tahun. Tapi saya kena sakit ini bukan akibat kelebihan lemak atau kebanyakan racun dalam tubuh, melainkan efek hormon kehamilan. Ini juga berpengaruh ternyata.

Tapi diluar soal kehamilan, batu empedu biasanya sering terjadi pada mereka yang sering mengkonsumsi makanan dengan tingkat kolesterol dan lemak tinggi serta jarang mengonsumsi cukup serat.

satu lagi kehebatan empedu, yaitu sebagai bakterisida. Mikroba paling sering masuk ke dalam tubuh kita lewat makanan dan jumlahnya tidak terhitung. oleh sebab itu, yuk bantu empedu untuk lebih giat lagi menjadi bakterisida dengan tetap menjaga imun tubuh dan sistem pencernaan agar empedu tetap mampu menciptakan kondisi basa untuk mematikan atau menghambat perkembangan mikroba dalam tubuh kita. 

Juga jangan lupa untuk selalu minum air putih sesuai takaran , perbanyak mengkonsumsi sayuran dan hindari makanan dengan kadar lemak tinggi. 

4. Ginjal

Sama halnya dengan hati, ginjal juga memiliki unit penyaringan detox yang disebut nefron. Dalam setiap nefron terdapat pembuluh darah halus yang disebut glomerulus dan ini tersambung ke tubula. Darah yang telah berisi sisa toxic dari hasil netralisasi di hati dan empedu akan mengalir memasuki glomerulus lalu disaring lewat tubula. Mineral akan diserap dan racun akan dibuang.

Percaya tidak? ginjal bekerja selama 24 jam menyaring air dan racun sebanyak 113 - 144 liter darah dan 1-2 liter urine. 

Yuk bantu ginjal untuk tetap bekerja dengan baik dengan banyak mengkonsumsi air putih, mengkonsumsi sayuran berdaun gelap, ubi jalar, buah beri, apel dan bawang merah/putih. 

Yuk Detox tubuh sekarang juga sebelum Terlambat

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat tahun baru semua. Tahun baru udah bikin resolusi kah? apa sih resolusinya? sharing dong. Ada gak sih yang resolusinya pengen BB turun? atau hal yang sederhana seperti mulai hidup sehat? kalau ada ngacung dong, hehe. 

Kenaikan berat badan atau BB juga ternyata salah satu tanda tubuh kita perlu detox lho. selain kenaikan BB ada juga tanda lain kalau tubuh kita memerlukan detox tubuh, yaitu :
  • mudah lemas
  • hilang konsentrasi
  • kulit gatal - gatal
  • wajah berjerawat
  • Mudah mengantuk
  • Mood swing
  • Bau badan/mulut
Adakah salah satu atau beberapa tanda - tanda di atas? Detox tubuh Yuk barengan. Selain alasan kesehatan yang sudah jelas, saya juga pengen nih kembali menurunkan BB yang setahun ini naik drastis sampai 65kg! fantastis. ini BB terbesar dalam hidup saya. walau saya sering mengeluh BB naik, langkah agar si BB turun hanya sebatas angan karena kalah sama mie instan dan gorengan, wkwkwk.

Entah kenapa berat sekali mau mulai diet. minimal detox lah. Mau zumba juga maju mundur. Tiba-tiba males aja. Hanya Tanos walking challenge penyelamat saya agar ada gerak walau sedikit dan itu hanya seminggu sekali! what?? iyess. Males banget ya saya. 

Tapi walau begitu saya masih membutuhkan detox tubuh nih biar tubuh saya gak kebanyakan toxic nya. jadi saya pengen at least sebulan sekali saya detox tubuh selama tujuh hari. Dengan setidaknya saya tidak terlalu merasa bersalah banget nih sama tubuh, hehe. sungguh niatan yang kurang baik ya tapi setidaknya ini hal kecil yang sangat realistis yang bisa saya lakukan untuk hidup lebih sehat.

Daripada diet gak jalan kan setidaknya bisa di mulai dari detox tubuh selama tujuh hari. iya kan?

By the way, tadi saya bilang di atas mau mengajak detox tubuh barengan ya? ada yang penasaran gak detox barengan itu kaya gimana? 

Mumpung nih, Tanos ngadain tantangan baru bulan Januari 2021 ini saya mau detox tubuh seminggu. Gak terlalu berpengaruh mungkin terhadap penurunan BB  tapi setidaknya selama seminggu ini saya bisa menjaga asupan makanan ke dalam tubuh dari semua makanan yang digoreng, gula berlebih dan juga garam. 

Karena dulu saya pernah diet cukup ketat, saya jadi ada bayangan seperti apa sih pola makan sehat yang harus dilakukan agar BB bisa turun selama tiga bulan. Tapi karena saya tipe orang yang agak susah konsisten padahal udah di buat jadwal seketat mungkin, sepertinya saya gak cocok diet deh! hahaha

Tanos Eat Clean Challenge


Udah gak asing kan dengan nama Tanos? udah wara-wiri setengah tahun nih soal mengajak teman - teman untuk melakukan berbagai macam tantangan.

Kali ini Tanos mau mengajak kita semua untuk menantang diri sendiri makan sehat dan bersih dalam rangka menjaga kesehatan dan proses detox tubuh dalam tubuh.



tanos eat cleaning challenge


cara detox tubuh



Yuk saya mengajak teman - teman semua untuk ikutan tantangan ini selama tujuh hari saja. Pasti bingung kan dengan meal plan dan gimana sih cara eat clean itu? tenang, nanti akan ada anjuran meal plan dan tips dan triknya yang akan di share di akun instagram @tanos.challenge

Cara Ikutan


Kalau teman - teman mau ikutan tantangan ini, caranya mudah. Tinggal repost feed berikut dan mengisi G form di SINI

TANOS


Lewat tantangan Tanos kali ini sih saya berharap kedepannya seminggu sekali dalam sebulan saya bisa tetap konsisten melakukan detox tubuh. Karena jujur, saya takut empedu saya kembali kambuh dan saya kembali merasakan trauma episode kambuh. Saya tidak mengambil langkah anjuran dokter untuk operasi pengangkatan kantong empedu dikarenakan waktu itu si bungsu masih bayi dan anxiety separation nya parah banget. Jadi saya mengambil langkah pengobatan alternatif selama dua tahun. alhamdulillah episode kambuh gak pernah datang lagi sampai sekarang.

Beberapa tantangan di Tanos seperti walking challenge dan drink water challenge cukup banyak membantu saya untuk selalu ingat menjaga kesehatan tubuh saya walau pelaksanaannya masih belum konsisten seratus persen. Tahun ini saya benar - benar ingin melakukan hidup sehat. Karena dengan semakin bertambahnya usia, sekarang makin yang terasa sakit, seperti sakit pinggang lah, mudah lelah, mudah mengantuk dan badan mengalami kenaikan berat badan yang gak masuk di akal. Hal ini ternyata disebabkan saya jarang melakukan olahraga yang tetap dan masih ala kadarnya ( suka- suka saya saat ingin ) dan pola tidur yang tidak teratur serta jumlah asupan makanan yang gila-gilaan.

Tips Cara Detox Tubuh Sederhana


Idealnya sih sebelum melakukan detox tubuh kita hitung dulu kebutuhan karbo, protein dan lemak harian. Bagaimana caranya? teman- teman bisa berkunjung ke artikel saya tentang tips diet ya. Disana ada bagaimana cara menghitung kebutuhan Karbo dan lain sebagainya.

Setelah menghitung jumlah karbo yang disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, berat badan saat ini nanti akan keluar angka berapa berat badan idel yang sesuai dnegna jeni skelamin dan usia. Lalu ada muncul angka anjuran asupan karbo harian. Dari sini akan mudah bagi kita menghitung jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Tetapi, kalau masih dirasa terlalu ribet. teman- teman bisa melakukan tips sederhana berikut.Tips sederhana ini bisa dijadikan panduan untuk tantangan makan sehat nya TANOS minggu depan. Kita mulai dari hal yang sederhana dan lakukan setiap hari selama 7 hari, yaitu :

1. Sarapan menu sehat

Mulai sarapan dengan oatmeal, roti gandum, telur rebus dan buah apel. Masih terasa berat karena biasa sarapan nasi atau lontong kari, nasi kuning dna kupat tahu? yuk coba dengan sarapan hanya dengan 6 sendok nasi beras merah ditemani telur dan buncis/wortel rebus. 

2. Ganti cemilan snack dan minuman manis

Paling enak memang kalau ngemil itu seperti bakso, batagor, baso tahu dan gorengan. Untuk seminggu ini, berjuanglah untuk mengganti makanan surga itu dengan ngemil buah dan sayuran yang direbus seperti wortel dan labu siam. 

3. Minum air putih 2 liter sehari

Ini sih udah gak usah dijelaskan lagi ya, penting banget menjaga tubuh dari dehidrasi. Selain meningkatkan konsentrasi juga membantu proses netralisasi racun oleh hati, empedu, ginjal dan usus tentunya

4.Berpuasa

Nah ini nih, selain bisa membersihkan tubuh dari racun, puasa juga bernilai ibadah kan? jadi sekali mendayung dua pulau terlampaui. hehe

5. Olahraga

Dulu waktu saya rajin banget zumba tiap hari, badan terasa ringan dan gak mudah pegal. Ini ternyata benar ya, dengan rajin berolahraga maka peredaran darah akan lancar dan tidak akan mudah pegal. Hebatnya lagi, dengan olahraga makan proses detoksifikasi juga akan lancar.

Gak harus zumba seperti yang saya lakukan, senam irama 15 menit atau senam SKJ juga cukup. Atau Ikutan tantangan Tanos walking challenge yang hanya jalan kaki selama 20 menit. Tapi ingat ya, selesai walking challenge jangan jajan gorengan dan serabi, wkwkwk

Contoh Meal Plan Selama Tantangan Tanos Clean Eat Challenge

Contoh meal plan berikut bisa teman - teman ikuti selama mengikuti tantangan makan sehat ya

Sarapan 
6 sendok nasi
1 butir telur rebus
segenggam buncis rebus
atau
semangkuk oatmeal + pisang/apel
Ngemil ( sekitar jam 10 pagi )
Buah - buahan : pepaya, semangka, naga, jeruk, pisang
smoothies
Makan siang
6 sendok nasi
1 Potong ayam ungkep tanpa kulit
segenggam wortel dan buncis rebus
Ngemil sore
Buah dan rebusan sayur 
( pepaya, semangka, buah naga, ubi jalar )
Makan malam ( di bawah pukul 7 malam )
6 sendok nasi
1 potong ayam ungkep
segenggam sayuran rebus

Menu ini bisa diubah dan diganti setiap harinya dengan berbagai jenis sayuran, sumber protein dan buah. Tapi yang jelas, semua makanan harus di rebus. walaupun jenuh dengan memakan rebusan yaah yang kuat ya! kan hanya selama tujuh hari, hehehe. pasti bisa lah. Kalau masih terasa berat, bisa menumis sayuran tapi hanya menggunakan 1 sendok makan minyak sayur saja ya. Berikut saya berikan contoh meal plan lengkap selama 7 hari.

meal plan


Ini hanya contoh ya, teman - teman bisa mengganti dengan sayuran, buah atau makanan favorit agar tidak jenuh dan masih ada selera untuk makan. 
Yuk kita detox tubuh sekarang

Tulisan ini diikutsertakan dalam minggu tema Komunitas menulis 
Satu Minggu Satu Cerita dengan tema : TANTANGAN
dan ODOP Indonesian Content Creator Day 4 tema : kuliner


Referensi :
https://fibre-first.com/sistem-pencernaan-sehat-untuk-detox-yang-optimal
https://www.suara.com/health/2020/08/01/075945/cara-detoks-7-organ-tubuh-bisa-usir-penyakit-dan-lelah?page=all
https://www.brilio.net/creator/11-cara-melakukan-detox-yang-tepat-untuk-mendapatkan-tubuh-sehat-0971f3.html
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4759196/catat-6-tanda-tubuhmu-sungguh-perlu-detox
https://www.nakedpress.co/blogs/stories/apa-itu-detox
https://www.liputan6.com/health/read/3766437/5-fungsi-empedu-pada-sistem-pencernaan-tubuh-manusia
https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/#gref
aplikasi halodoc
Ilustrasi oleh artjoka

Halodoc solusi Konsultasi dengan Dokter Pilihan Di Masa Pandemi. Pandemi. Satu kata yang mampu merubah dunia. Setuju? Saya setuju. Banyak hal yang berubah secara drastis akibat adanya pandemi. 

Saya berharap semoga secepatnya vaksin virus corona tersedia dan kami bisa hidup normal lagi. Karena saya percaya pandemi telah menjadi trauma tersendiri bagi kita semua. Termasuk saya. 

Situasi pandemi membuat saya enggan berobat ke rumah sakit besar dan menghindari tempat yang ramai. Sehingga jika saya atau anggota keluarga sakit, saya memilih konsultasi dengan dokter pilihan melalui web atau aplikasi Halodoc lalu berobat ke dokter praktek atau klinik. Seperti cerita saya berikut ini.

Berkat Pertolongan Halodoc

Bulan Mei yang lalu ibu saya sakit. Seluruh tubuhnya terasa ngilu, sakit dada dan muncul bintik merah di badannya. Persis cacar air. 

Saya langsung membawa ibu menemui dokter spesialis penyakit dalam di daerah Antapani. Dengan menggunakan masker dan sarung tangan serta memesan taxi online dengan fitur perlindungan Covid saya membawa ibu. Ketika datang ke klinik dokter tersebut kami di test suhu tubuh dan di suruh menunggu di luar. Pandemi ini semakin terasa mencekam apalagi ketika ibu mengalami sakit seperti ini.

Hasil pemeriksaan dari dokter tersebut cukup membuat saya kaget. Indikasinya ibu terkena sakit jantung atau sakit selaput paru. Sang dokter memberikan surat rujukan untuk ibu berobat ke rumah sakit besar dan melakukan tes rontgen thorax.

Hal ini membuat saya kalang kabut. Pasalnya kami menghindari berobat ke rumah sakit besar karena saat itu pandemi sedang di masa puncaknya. 

Dalam keadaan bingung agak tidak percaya dengan hasil analisa dokter spesialis penyakit dalam Antapani, akhirnya saya buka web Halodoc dan menggunakan fitur chat dokter untuk menanyakan kira - kira ibu saya sakit apa. Fitur chat dokter di Halodoc lengkap sekali. kita tidak hanya bisa berkonsultasi dengan dokter umum, tetapi juga konsultasi dengan dokter pilihan kita. 

Setelah konsultasi dengan dokter pilihan di Halodoc dan menjelaskan gejala sakit ibu saya, hasilnya ibu saya kemungkinan terkena cacar dan disarankan untuk segera menemui dokter terdekat. Ah saya sedikit lega. Dengan harapan benar ibu saya terkena cacar dan bukannya radang selaput paru, saya mencari klinik terdekat dengan rumah saya yang menyediakan fasilitas rontgen thorax dan EKG melalui web Halodoc. Hasilnya adalah Klinik Kimia Farma. Dengan sigap saya langsung menelpon pihak klinik Kimia Farma dan melakukan pendaftaran untuk rontgen esok hari. 

Lalu keesokan pagi harinya saya membawa ibu berobat ke Klinik Kimia Farma dan melakukan rontgen thorax serta EKG sekaligus daftar konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Alhamdulillah ternyata benar apa yang dikatakan dokter di Halodoc, ibu saya terkena cacar air tahap 2. Saya agak lega mendengarnya. Alhamdulillah setelah berobat ibu perlahan pulih dan sembuh.

Semua berkat konsultasi dengan dokter pilihan di web halodoc, sehingga ibu saya bisa saya bawa berobat ke tempat yang tepat.
 

Mengatasi trauma pandemi melalui Halodoc

Seperti yang saya ceritakan di atas, saya punya trauma sendiri dengan pandemi Covid ini, yaitu enggan berobat ke rumah sakit besar karena kekhawatiran terpapar virus corona. Saya sangat berharap sekali vaksin virus corona segera tersedia sehingga kita bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi terjadi.

Tetapi kita tidak bisa selamanya hidup dalam ketakutan dan trauma bukan? akhirnya saya segera mencari tahu kabar terbaru mengenai ketersediaan vaksin virus corona di web Halodoc. Ternyata selain kita bisa konsultasi dengan dokter pilihan, Halodoc juga menyediakan informasi terkait perkembangan ketersediaan vaksin virus corona. Setelah membaca informasi di Halodoc terkait hal itu, trauma saya berangsur hilang dan digantikan dengan harapan yang cukup besar akan ketersediaan vaksin virus corona.

Menurut informasi di Halodoc, saat ini kelompok ilmuwan dari seluruh belahan dunia gencar mengerjakan vaksin virus corona. Dan tidak sedikit kelompok ilmuwan yang telah mengklaim menemukan vaksin virus corona. Hal ini tentu membawa angin segar berita baik dan pengharapan bagi kita semua. 

Vaksin virus corona telah dikembangkan sejak ilmuwan Cina berbagi urutan genetik virus dan daya tersebut disebarkan ke dalam database publik online. Hasilnya, kelompok ilmuwan dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) telah mengembangkan vaksin virus corona. CEPI merupakan organisasi non profit yang fokus mendanai pengembangan vaksin penyakit menular baru, termasuk vaksin virus corona. Kelompok ilmuwan yang sedang mengembangkan vaksin virus corona adalah sebagai berikut :
  1. Inovio Pharmaceuticals Inc. 
  2. Moderna Inc.
Namun kita masih harus bersabar karena walaupun saat ini vaksin virus corona sedang dikembangkan, vaksin tersebut masih harus melalui rangkaian uji klinis dan hal ini dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Proses uji coba pada hewan lalu pada relawan sangat perlu dilakukan. Tahapan uji klinis ini tentu bertujuan untuk memastikan bahwa vaksin virus corona memiliki efektivitas tinggi dan aman digunakan dengan nilai efek samping yang seminimal mungkin. 

Aplikasi Halodoc, mempermudah konsultasi dengan Dokter Pilihan

Aplikasi Halodoc


Sembari menunggu ketersediaan vaksin virus corona, ada baiknya kita tetap menjalankan protokol kesehatan selama pandemi dimanapun kita berada. Bukan hanya untuk kita dan keluarga tetapi juga untuk kita semua. 
Jangan malas menggunakan masker dan bersikap acuh hanya karena merasa sesak nafas. saya malah merasa aman jika keluar rumah menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. Juga, jangan pernah lupa untuk sesering mungkin cuci tangan setelah keluar rumah dan hendak melakukan aktivitas apapun. 

Menjaga kesehatan juga penting dilakukan. caranya? makan makanan sehat dan bergizi serta tak lupa konsumsi vitamin. Halodoc juga menyediakan vitamin dan masker lho. jadi, selain kita bisa konsultasi dengan dokter pilihan dan mencari informasi seputar perkembangan vaksin virus corona, kita juga bisa mendapatkan informasi lainnya terkait kesehatan sekaligus membeli obat dan vitamin serta masker. 

Jika kita merasa tidak sehat, ada baiknya kita konsultasi dengan dokter pilihan di Halodoc terlebih dahulu sebelum berobat di dokter terdekat seperti yang saya lakukan, tujuannya sih agar kita merasa lebih yakin dan hilang semua kebingungan terkait kesehatan kita, hehe. 

Kita bisa mencari informasi di Halodoc melalui website resmi dan aplikasinya. Halodoc punya aplikasi? punya dong. Hal ini jadi mempermudah akses kita untuk konsultasi dengan dokter pilihan dan mencari tahu informasi kesehatan lainnya.

Caranya mudah sekali, kita tinggal download aplikasi Halodoc melalui playstore. Fitur yang tersedia di aplikasi Halodoc sama lengkapnya kok dengan di website resminya. 
Menurut saya sih ini lebih efisien ya, apalagi kalau kita sedang di luar rumah dan hendak mencari tahu informasi terkait kesehatan. Apa aja sih fitur di aplikasi Halodoc? 
  1. Fitur membeli obat
  2. Chat Dengan dokter
  3. Pengingat minum obat
  4. Sambungkan Asuransi Kesehatan
  5. Artikel terkait kesehatan
Aplikasi Halodoc juga memiliki fitur baru lho, apa saja sih?
  1. Halofit
  2. Kesehatan hewan
  3. Kalender menstruasi
  4. Kesehatan jiwa
  5. Paket Sehat
  6. Tes Covid - 19
  7. Kalkulator BMI

konsultasi dengan dokter pilihan
Fitur di Aplikasi Halodoc


Wah lengkap sekali ya fitur di aplikasi Halodoc. Saya sarankan segera download aplikasinya dan memanfaatkan seluruh fitur di aplikasi Halodoc untuk kebutuhan informasi kesehatan kita.

Salam sehat untuk kita semua. 






Sepatu Favorit Sepanjang Masa saya adalah sneaker converse. Mudah ditebak gak sih? hehehe. Sebetulnya dari sejak sekolah sih, jaman masih pake sepatu sneaker yang wajib itu yang merk compass yang belakangan jadi ngehits sampai harganya mencapai 10 juta per pasang. Padahal dulu mah jaman saya sekolah masih kisaran 12ribuan, hihihi.

Kenapa sih sepatu sneaker converse jadi sepatu favorit sepanjang masa bagi saya? karena kesannya rebel gitu dan keren, hahahaha. Jadi walau sudah emak - emak saya tetep sih suka pake sepatu converse kalau jalan - jalan. Termasuk olahraga. Eh tapi, si sneaker ini masuk kriteria sepatu olahraga bukan sih?? yuk yuk kita cari tahu

Jenis - Jenis Sepatu Olahraga


Ayo ngacung dong siapa yang suka olahraga? pasti semua suka kan ya, minimal jogging lah. Sepatu jenis apa sih yang teman- teman suka pakai untuk olahraga? sudah tau belum sih jenis - jenis sepatu olahraga itu apa saja? yuk kita cari tahu apakah sepatu - sepatu di bawah ini masuk kedalam kategori sepatu favorit sepanjang masa teman - teman?

1. Sepatu Untuk Berjalan


Tanos Walking Challenge masih berjalan lho, ayo Untuk mendukung aktivitas Tanos walking challenge ini, yuk pilih sepatu untuk berjalan yang paling nyaman dan sesuai selera. Apa sih kriterianya? sederhana saja, pilihlah sepatu yang ringan tapi lebih kaku di bagian depan agar jari kaki nyaman saat berjalan.

2. Sepatu untuk Lari


Mungkin kedepannya, Tanos akan mengadakan challenge lari. Nah persiapkan Yuk dari sekarang sepatu khusus buat lari. Apa sih kriteria dari sepatu lari ini? Sepatu lari haruslah memiliki desain sepatu yang mampu menyerap guncangan saat kita lari juga terasa ringan dan mampu menjaga keseimbangan kita saat lari. 

Bisanya merk sepatu lari yang terkenal sih Nike, Adidas dan Reebok. Soal harga? yah sesuai dengan kualitas desain dan material ya...pasti mahal, hehehe. Tapi kalau mau mencari produk lokal juga banyak, soal kualitas? gak kalah lho. Sebut saja merk Ardiles, Piero, Spec, Eagle dan Tomkin. Saya sendiri penggemar sepatu lari merk Eagle sejak jaman SD sampai kuliah.

3. Sepatu Fitnes dan aerobik


Saya suka zumba nih, udah pasti harus pake sepatu khusus. Gak bisa pakai converse, karena sakit. Jadi apa sih kriteria sepatu untuk aerobik atau fitness? yang utama adalah sol sepatu harus tebal untuk meredam aksi loncatan dan goncangan selama senam. sepatu juga memiliki material mudah menyerap keringat dan tentu saja saat digunakan pas di kaki. dan tingginya mencapai pergelangan kaki kita. 

4. Sepatu Sepak bola


Sepatu ini dikenali dari bagian luar solnya yang memiliki grip paku. Fitur ini dibuat agar pengguna dapat mengontrol pergerakan kaki saat berlari di lapangan berumput. Sepatu ini khusus didesain agar pemain sepakbola mudah berbelok, mengubah tujuan arah, mengoper dan menendang.

5. Sepatu Futsal


Ada perbedaan antara olahraga futsal dan sepakbola. Walau sama-sama olahraga menendang bola yang diperebutkan oleh dua team, futsal dilakukan didalam ruangan sementara sepakbola dilapangan. Melihat perbedaan tersebut, tentu penggunaan sepatu juga akan berbeda. Sepatu futsal memiliki desain yang merupakan penggabungan antara sepatu sepakbola dan sepatu badminton. 

6. Sepatu Tenis


Sepatu untuk olahraga tenis harus memiliki penopang setengah kaki dan melebar ke samping, sehingga memiliki cengkraman untuk pergerakan mendadak penggunanya. Jadi, sepatu ini memang dirancang untuk lari berpindah-pindah mengejar bola tenis. Sol sepatu tenis juga lebih ringan dan atasannya lebih tebal untuk menahan beban tubuh penggunanya.

7. Sepatu voli


Sepatu untuk kegiatan olahraga voli harus memiliki sol karet yang cengkramannya lebih kuat dari sepatu lari. Desain sepatu voli juga disesuaikan dengan pergerakan oleh para pemainnya. Sepatu voli umumnya memiliki bagian depan yang terdapat lapisan yang bisa membantu menyerap guncangan ketika meloncat atau mendarat.

8. Sepatu hiking


Sepatu hiking memiliki desain yang mampu melindungi kaki dan pergelangan kaki selama hiking tanpa menyebabkan cedera, kaki kelelahan atau ruam di tumit.


Nah, itulah 8 jenis sepatu sesuai dengan jenis kegiatan olahraga. Apakah ada salah satunya yang menjadi sepatu favorit sepanjang masa teman - teman? Dan ternyata untuk kegiatan olahraga ringan gak bisa ya pakai sepatu sneaker Converse, hehe. Tetapi walau begitu, Converse tetap sih menjadi sepatu favorit sepanjang masa bagi saya. 

Lantas,apa sih korelasi antara memilih sepatu favorit sepanjang masa dengan jurnal Tanos drink water challenge hari ke enam? Jelas ada dong.

Tanos walking challenge akan berjalan dengan lancar kalau kita memilih sepatu yang tepat dan memang sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk jalan kaki. Jadi memilih sepatu untuk kegiatan Tanos walking challenge tidak hanya soal memilih sepatu favorit sepanjang masa. Tapi karena saya belum punya sepatu khusus untuk TWC, jadi untuk sementara saya masih tetap menggunakan sepatu favorit sepanjang masa yaitu sneaker. Akibatnya ada, baru jalan 1 km aja udah pegel banget kaki nya. udah gitu lecet di bagian tumit. Jadi ya memang sudah seharusnya menggunakan sepatu khusus untuk jalan kaki untuk TWC ini.

Jangan lupa untuk minum air putih selama melakukan Tanos walking challenge ya agar gak dehidrasi. Saya sih biasanya bekel satu botol aqua. Kalo kurang ya beli lagi di jalan, hihihi. 

Tanos Drink Water Challenge Day 5

Di hari kelima Tanos drink water challenge ini alhamdulillah saya minum 2 liter sesuai target! . Inilah cerita saya di hari ketiga, apa kabar cerita kak Renovrainbow yaaa??



Pencapaian Peserta TDWC Hari ke 5





Berikut rekap pencapaian tantangan para pejuang Tanos. Buat teman - teman yang penasaran dengan perjalanan para pejuang Tanos selama mengikuti challenge ini, silahkan kepo - kepo instagram saya dan kak Renovrainbow ya.