Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tips Persiapan Menghadapi Dunia Kerja dengan Kompetensi Global
Mahasiswa sedang KKN dalam rangka mengenal dunia kerja dan pengabdian masyarakat di MI Al Misbah, Bandung ( Dok. Pribadi)


Saya teringat ketika kuliah dulu dimana Dosen saya pernah berkata, 
“ Kalian harus serius kuliah dan cari pengalaman berorganisasi. Karena dunia kuliah beda dengan dunia kerja. Apalagi persaingan semakin ketat. Kalian akan memasuki era globalisasi dengan persaingan kompetensi global loh!”
Meski sedikit meringis, saya tetap mendengarkan apa yang dikatakan oleh Dosen saya di akhir jam kuliah semester akhir. Wah! Kompetensi global! Seketika saya merasa gundah mengingat saya tak punya persiapan apapun ketika akan memasuki dunia kerja. Namun, meski dengan skill serba minimalis saya nekat melamar pekerjaan dan alhamdulillah saya diterima kerja di perusahaan bisnis.
Ternyata ucapan Dosen saya kala itu benar adanya bahwa industri sudah berjalan dalam persaingan global. Imbasnya, perusahaan bersaing tidak hanya dengan perusahaan lokal tapi juga mancanegara. Tuntutan terhadap kualitas tenaga kerja pun meningkat. Pegawai dituntut untuk memiliki kompetensi bekerja berwawasan global agar mampu mengembangkan karir.

kompetensi bekerja
Ilustrasi kompetensi bekerja ( ilustrasi dok. pribadi dibuat menggunakan Canva)

Era Globalisasi berdampak besar terhadap pertumbuhan IPTEK dan arus ekonomi yang terus berevolusi terutama pada sektor industri, ekonomi dan jasa. Hal ini menyebabkan tingginya daya saing SDM antar negara. 
Untuk itu, jangan tiru apa yang pernah saya alami waktu dulu ya, nol persiapan menghadapi dunia kerja. Meski demikian, pengalaman saya selama bekerja bertahun - tahun menjadi pengalaman berharga yang dapat saya bagikan kepada kamu yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja berkompetensi global. 
Kamu yang sedang mempersiapkan diri melanjutkan jenjang pendidikan umiversitas, ada baiknya mempertimbangkan lembaga pendidikan internasional. Mengapa? Karena pendidikan internasional merupakan pendidikan yang sudah memenuhi standar nasional dan juga standar internasional yang memiliki metode KBM serta ujian bertaraf internasional dengan kurikulum internasional. 
Untuk itu, memilih lembaga atau institusi pendidikan yang tepat setelah lulus SMA/SMK perlu dipertimbangkan seperti memilih Sampoerna University
Selain memilih lembaga pendidikan dengan kurikulum internasional, hal apa saja yang harus kita siapkan agar dapat bersaing di dunia kerja dalam kompetensi global? berikut tipsnya.

Tips  Menyiapkan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja Di Era Globalisasi


Terkait pengertian kompetensi, UUD Kurikulum Pendidikan Tinggi 045/U/2002 menyatakan bahwa :
Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas melaksanakan tugas- tugas di bidang pekerjaan tertentu.
Sementara itu, National Education Association (NEA) 2010 menyatakan bahwa kompetensi global memiliki empat dimensi, yaitu :
  1. International awareness
  2. appreciation of cultural diversity
  3. proficiency in foreign languages
  4. Competitive skills
Dari pengertian kompetensi global diatas kita dapat menyimpulkan bahwa, kompetensi global merupakan keahlian dan keterampilan kompetensi bekerja yang harus dimiliki seseorang dalam dunia kerja di era globalisasi diantara skill, Knowledge, Attitude dan Value.

ilustrasi definisi globalisasi
iIustrasi definisi globalisasi ( Ilustrasi dok. pribadi dibuat menggunakan Canva)



ilustrasi kompetensi global
Ilustrasi definisi kompetensi global ( ilustrasi dok. pribadi dibuat menggunakan Canva)



Definisi kompetensi global menurut para ahli
Definisi kompetensi global menurut para ahli ( Infografis dok. pribadi dibuat menggunakan Canva)

Kompetensi bekerja berdasarkan dimensi kompetensi global
Dimensi kompetensi global ( Infografis dok. pribadi dibuat menggunakan Canva)


Dari definisi dan dimensi kompetensi global menurut para ahli serta pengalaman setelah bekerja bertahun - tahun saya dapat menyimpulkan 6 langkah persiapan menghadapi dunia keja dengan kompetensi global, yaitu :

1. Memilih Lembaga Pendidikan Internasional


Memilih lembaga pendidikan internasional merupakan langkah yang tepat dalam menyiapkan diri menghadapi dunia kerja di era globalisasi. Karena pendidikan internasional memiliki sistem kurikulum bertaraf internasional mampu memberikan pengetahuan berwawasan global dan competitive skill.
Terkait lembaga pendidikan internasional, kamu dapat memilih kuliah di Sampoerna University, karena Sampoerna University adalah universitas swasta yang berdedikasi menyiapkan generasi muda agar sukses baik secara akademis maupun profesional di era globalisasi.
The New England Commission of Higher Education telah menetapkan bahwa Sampoerna University telah memenuhi syarat untuk melanjutkan permohonan pencalonan akreditasi dalam waktu dua tahun.
Kelebihan lain dari Sampoerna University adalah adanya program yang dikembangkan bersama dengan lembaga mitra dari Amerika Serikat yang terakreditasi penuh oleh badan-badan Amerika dan internasional dengan kurikulum yang disusun bersama Broward College, yang terakreditasi penuh oleh Southern Association of Colleges and Schools Commission on Colleges (SACSCOC).
Sampoerna University juga memberikan kesempatan mendapat double degree yaitu Indonesia dan University of Arizona. Pilihan yang tepat untuk kuliah bukan?


Sampoerna University
Ilustrasi Sampoerna University ( Ilustrasi Dok. Pribadi dibuat menggunakan Canva)


Fakultas di Sampoerna University
Ingografis Fakultas di Sampoerna University ( infografis Dok. Pribadi dibuat menggunakan Canva)


Cara Daftar kuliah di Sampoerna University
Ingografis cara daftar kuliah di Sampoerna University ( infografis Dok. Pribadi dibuat menggunakan Canva)


2. Memilih jurusan yang relevan dengan minat


Untuk kamu yang akan masuk kuliah, Jangan salah ambil jurusan! karena hal ini akan mempengaruhi masa depan karir dalam dunia kerja. Kita dapat memilih jurusan sesuai minat atau jurusan yang memiliki peluang kerja besar.

3. Jangan Berhenti Belajar


Ini adalah kunci kesuksesan dan mempersiapkan diri dalam dunia kerja. Jangan berhenti belajar sebatas di bangku kuliah saja. Kamu yang masih SMA atau kuliah, Ambil sebanyak - banyaknya kelas online, webinar atau pelatihan. Topik atau bidangnya apa? Apa saja yang menunjang skill kompetensi bekerja di era globalisasi. Mulai dari tekhnik interview, menulis CV, teknik berkomunikasi hingga literasi digital.

4. Melatih Keterampilan Literasi serta Linguistik


Kemampuan berbahasa internasional merupakan keterampilan yan wajib dimiliki untuk masuk dunia kerja dengan berkompetensi global. Ambil kelas khusus bahasa asing baik itu bahasa Inggris, Mandarin atau bahasa lain. Tingkatkan juga keterampilan literasi dengan rajin membaca dan atau mengikuti kelas kepenulisan. Pengetahuan terkait isu global juga hanya dapat kita raih dengan meningkatkan kemampuan literasi kita.

5. Aktif Berorganisasi


Jika kamu masih duduk di bangku SMA/SMK dan kuliah, jangan sia-siakan waktu “hanya” dengan hangout tanpa tujuan. Aktiflah berorganisasi atau berkomunikasi karena pengalaman berkomunitas akan membantu kita bekerja dengan banyak orang yang berbeda latar belakang di tempat kerja nanti.

6. Mencoba Pekerjaan Paruh Waktu atau Internship


Untuk mengenal dunia kerja seperti apa, ada baiknya kita mengambil pekerjaan paruh waktu atau internship (magang). Dengan demikian kita akan memiliki setidaknya pandangan seperti apa dunia kerja dan bagaimana kita dapat beradaptasi di dunia kerja.


ilustrasi Tips Persiapan Menghadapi Dunia Kerja dengan Kompetensi Global
Infografis Tips Persiapan Menghadapi Dunia Kerja dengan Kompetensi Global ( infografis dok pribadi dibuat menggunakan Canva)


Kesimpulan


Untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja berkompetensi global, sangatlah penting menggali potensi dan keterampilan diri agar memiliki Skill, knowledge, attitude dan value berwawasn global. Caranya adalah dengan menerapkan tips di atas terutama  ketika memilih lembaga pendidikan dengan kurikulum internasional.
Bagi kamu yang sedang memilih lembaga pendidikan jenjang universitas, kamu bisa mempertimbangkan Sampoerna University sebagai tempat menimba ilmu dan keterampilan.
Jadilah generasi penerus bangsa yang tetap bersahaja namun berwawasan global. Indonesia membutuhkan kita, kamu dan aku agar Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.



quote generasi muda berdaya saing global
quote generasi muda berdaya saing global ( Dok. pribadi)


Referensi :
https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/beranda/
http://sipma.ui.ac.id/files/dokumen/
https://www.nea.org/
Alghazo, Yazan. 2017. Inclusion of Global Competence in Higher Education: Perspective of Faculty in Saudi Arabia. Prince Mohammad Bin Fath University - July 7. www.pmu.edu.sa
Ramos, Gabriela dan Schleicher, Andreas. 2016. Global Competency for an Inclusive World. The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
https://www.oecd.org/pisa/innovation/global-competence/

Peranan kurikulum internasional dalam pendidikan di Indonesia
Sekolah Dasar di Cibiru, Bandung ( Dok.Pribadi)


Jika anda orang tua yang sedang resah dan kesulitan membersamai anak belajar dirumah dengan bahan ajar kurikulum saat ini, ada baiknya kita sama - sama memahami terlebih dahulu apa peranan kurikulum dalam sistem pendidikan.
Melalui proses pemahaman yang komprehensif, maka resonansi dan riak pemahaman tersebut akan di proyeksikan dalam tindakan nyata ketika membersamai anak belajar di rumah tanpa banyak drama. Keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar anak dirumah akan memudahkan anak dalam proses belajar dengan harapan  kelak anak kita memiliki  kompetensi bekerja di era globalisasi. 
Sebagaimana kita ketahui bahwa globalisasi menandakan arus disrupsi teknologi yang terjadi secara bebas. Imbasnya, mau tidak mau baik orang tua ataupun negara harus mampu menyiapkan human resources yang berdaya saing global melalui penerapan kurikulum pendidikan terutama kurikulum internasional. 
Lantas apa relevansi membersamai anak belajar dirumah dengan memahami peranan kurikulum internasional dalam pendidikan di Indonesia? Dan apa sih pentingnya orang tua memahami kurikulum pendidikan? Berikut pemaparannya.

Peranan  Orang Tua Dalam Penerapan Kurikulum 


Faktanya, masih ada orang tua yang menyerahkan urusan pendidikan anak kepada institusi pendidikan. Hal ini tentu sangat disayangkan karena berdasarkan hasil laporan Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) pada tahun 2012 menyatakan bahwa, kemampuan siswa dalam membaca dan belajar cenderung meningkat dengan adanya keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar.
Hal ini membuktikan bahwa, kerjasama orang tua dengan lembaga pendidikan tidak akan terwujud jika orang tua belum memahami peranan kurikulum dalam sistem pendidikan.
Secara garis besar kurikulum merupakan grand design perancangan, penentuan arah tujuan, pelaksanaan dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan. 
Apa manfaat orang tua memahami kurikulum? Serahkan saja semuanya pada pihak sekolah! Tentu tidak demikian bukan? 
Dengan memahami kurikulum, orang tua dapat membersamai anak belajar dirumah tanpa banyak drama seperti yang pernah saya rasakan ketika membersamai anak belajar dengan bahan ajar menggunakan kurikulum 2013 saat ini. 

keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar
Keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar anak di rumah melalui pengarahan dan bimbingan. ( Dok. Pribadi )

Mengajak anak belajar mengenal hewan di luar lingkungan sekolah
Mengajak anak belajar mengenal hewan di luar lingkungan sekolah ( Dok. Pribadi )



Kurikulum pendidikan Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan. Sebagai orang tua yang membersamai anak belajar di rumah tentu akan kebingungan dengan perubahan yang drastis tersebut bukan? Terlebih jika anda generasi new boomers seperti saya yang ketika sekolah dulu belajar menggunakan kurikulum 1994.
Saya sempat kesulitan dengan perbedaan kurikulum tersebut ketika membersamai anak belajar dirumah. Mengapa tidak ada teori dalam buku Tematik? Mengapa mata pelajaran disatukan dalam  buku Tematik? Mengapa siswa kelas 2 SD sudah belajar mengukur jarak? Ini kurikulumnya bagaimana sih? Yah! penuh dengan drama.
Namun, alih-alih terus bingung berkepanjangan lantas mengganggu proses membersamai anak belajar, maka saya mencoba memahami dan mempelajari  kurikulum 2013.

Timeline sejarah perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia
Timeline sejarah perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia ( Infografis dok. pribadi)

Kini saya paham mengapa mata pelajaran dalam kurikulum 2013 terintegrasi dalam buku Tematik, yaitu bertujuan agar siswa dapat berfikiran terbuka dan lebih kritis.
Akhirnya saya pun beradaptasi dan mulai mengubah metode membersamai anak belajar di rumah. Saya mulai mengajak diskusi dan memancing anak agar berfikir kritis serta mencari solusi ketika membantu anak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah.
Kini saya merasa lebih mudah ketika membersamai anak belajar setelah memahami peranan kurikulum. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan skill dan mental agar kelak anak akan memiliki kemampuan berdaya saing global.
Untuk itu, memilih lembaga pendidikan internasional dengan kurikulum internasional dapat menjadi pilihan untuk anak saya, karena kurikulum internasional merupakan kurikulum yang siap menghadapi tantangan global.


Membersamai anak belajar di rumah
Membersamai anak belajar di rumah. ( Dok. Pribadi)

Siswa bersama Ibu Guru di Sekolah
Anak berfoto bersama Ibu Guru Wali Kelas ( Dok. Pribadi)


Pentingnya orang tua memahami kurikulum pendidikan
Pentingnya orang tua memahami kurikulum pendidikan ( Infografis dok. pribadi)


Peranan Kurikulum Internasional dalam Sistem Pendidikan di Indonesia 


Terkait soal kurikulum, selain kurikulum nasional juga terdapat kurikulum internasional. Kedua kurikulum ini memiliki perbedaan namun memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan siswa yang mandiri, berfikir kritis,, kreatif, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi serta berdaya saing global.
Yang membedakan adalah, jika dalam kurikulum nasional siswa mempelajari mata pelajaran yang wajib dipelajari  oleh semua siswa, maka tidak demikian dengan kurikulum internasional.
Dalam kurikulum internasional, siswa diberikan kebebasan dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan minat siswa dengan ujian berstandar internasional sehingga siswa berpeluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri seperti Amerika Serikat misalnya.

Pendidikan internasioanl
Pendidikan Internasional ( Ilustrasi dok.pribadi)


Menurut data World Population Review 2021, Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan pendidikan internasional terbaik dunia.
Tentu saya belum pernah ke Amerika, tapi saya gemar menonton film Hollywood bertema kehidupan sekolah seperti Dead Poet Society, Easy A, Good Will Hunting dan Freedom Writers adalah film tentang KBM di sekolah dengan kurikulum internasional yang berfokus pada proses dan hasil. Sehingga siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui proyek tugas mandiri atau kelompok sehingga siswa mampu berpikir kritis dan mampu berbicara di depan kelas.
Saya setuju jika dimasa yang akan datang Indonesia mengadopsi kurikulum internasional dalam sistem pendidikan di Indonesia. Karena menurut Kemenkeu Kalbar Edward Nainggolan menyatakan bahwa, sistem pendidikan Indonesia berada di peringkat 54 dari total 78 negara dan jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, posisi Indonesia masih dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand. 
Disinilah letak peranan kurikulum internasional dalam sistem pendidikan di Indonesia. Mengapa? Dengan hadirnya kurikulum internasional dalam pendidikan di Indonesia maka Indonesia dapat memiliki SDM  berdaya saing global dan dapat memberikan kontribusi  terhadap negara.
Kita patut bersyukur karena kini sudah banyak lembaga pendidikan swasta mulai menerapkan kurikulum internasional dalam sistem pendidikan mereka salah satunya adalah Sampoerna University yang merupakan universitas swasta dengan kurikulum internasional Amerika dan bekerja sama dengan University of Arizona. 
Sampoerna University memiliki program gelar ganda dengan kurikulum Amerika Serikat dan lulus dengan gelar sarjana AS terakreditasi dari University of Arizona dan Gelar Sarjana (S1) terakreditasi dari Sampoerna University.


Kurikulum internasional
 Kurikulum internasional ( Infografis dok.pribadi)

Kompetensi Kerja Lulusan lembaga pendidikan dengan kurikulum internasional
Skema Kompetensi Kerja Lulusan lembaga pendidikan dengan kurikulum internasional ( Ilustrasi dok.pribadi)



Rencanakan Pendidikan Anak Sedari Sekarang



Saya berharap orang tua yang mengalami masa transisi membersamai anak belajar di rumah seperti yang saya rasakan dapat lebih open mind terkait penerapan kurikulum pendidikan indonesia dan pendidikan internasional untuk mempersiapkan mentalitas anak ketika belajar. Karena Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa :
"Percaya, tegas, penuh ilmu hingga matang jiwanya, serta percaya diri, tidak mudah takut, tabah menghadapi rintangan apapun."

 

Sampoerna University
 Sampoerna University ( Ilustrasi dok.pribadi)
Dengan demikian, memilih pendidikan ke jenjang universitas menjadi hal perlu direncanakan dengan bijak. Sampoerna University dapat menjadi pilihan universitas untuk anak kita kelak agar anak mampu berkontribusi terhadap kemajuan negara Indonesia dan memiliki kompetensi bekerja di era globalisasi.
Yang terpenting adalah, ketika orangtua memahami kurikulum sekolah maka orang tua dapat membersamai belajar anak dirumah dengan penyampaian yang lebih mudah dipahami anak sehingga dapat membantu proses belajar anak disekolah. Being a happy parent with knowledge will create a happy child with knowledge.

Quote membersamai anak belajar
Quote membersamai anak belajar



Referensi :
https://jdih.setkab.go.id
https://www.kemdikbud.go.id
https://www.kominfo.go.id
https://dataindonesia.id
https://www.weforum.org/
https://disdikkbb.org/


QuBisa platform e-learning di Indonesia


Content Creator kini menjadi profesi yang banyak diminati banyak orang. Kemudahan mengakses internet dan hadirnya teknologi digital seperti smartphone yang semakin canggih memungkinkan siapa saja bisa menjadi content creator termasuk ilustrator.
Content Creator tapi seorang ilustrator? Memang bisa? Tentu saja! Mengapa tidak.
Sebagaimana kita tahu, Content Creator adalah mereka yang mampu membuat materi konten baik berupa tulisan, video, gambar dan suara yang di upload di platform sosial media. Tujuan Content Creator membuat konten pun beragam, ada yang meningkatkan value, personal branding hingga digital marketing.
Dirangkum dari berbagai sumber, terdapat empat jenis Content Creator yaitu :
  1. Video Maker ( Video Content Creator)
  2. Pembicara ( audio Content Creator)
  3. Penulis ( Digital Text Content Creator)
  4. Visualisator ( Visual Content Creator)
Ilustrator yang ingin menjadi Content Creator dapat menggabungkan keempat jenis atau sebagian jenis Content Creator diatas. Tetapi, ilustrator cenderung masuk kategori Visualisator Content Creator.
Visualisator Content Creator merupakan salah satu jenis kategori Content Creator yang memiliki kreativitas dalam menuangkan ide kedalam gambar baik berupa ilustrasi, drawing, poster dan lain sebagainya.
Agar konten kita semakin menarik dan memiliki engagement yang cukup kuat, bagaimana cara menjadi Visual Content Creator profesional? Salah satunya adalah dengan belajar menjadi Content Creator bersama platform e-learning di Indonesia QuBisa.

Cara Menjadi Visual Content Creator Profesional agar kita Bisa Menjadi Ilustrator Profesional


Perkembangan teknologi digital tidak hanya terkait perangkat kasar seperti televisi, smartphone, radio, laptop dan lain sebagainya tetapi juga melahirkan platform media digital yaitu platform sosial media seperti Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, Blog dan lain sebagainya.
Tujuan utama lahirnya platform sosial media tentu saja untuk berkomunikasi serta bertukar informasi. Tetapi kini sosial media memiliki fungsi lain yaitu sebagai media promosi sebuah produk baik barang maupun jasa. Disinilah peranan seorang Content Creator profesional sangat dibutuhkan baik oleh brand untuk meningkatkan awareness terhadap produk mereka ataupun bagi personal user seperti ilustrator yang ingin promosi karya.
Minat yang cukup tinggi terhadap profesi Content Creator menyebabkan jumlah Content Creator semakin banyak. Terlebih para Content Creator ini tidak hanya Content Creator musiman, melainkan Content Creator profesional yang serius menekuni bidangnya. Mereka rela belajar online untuk meningkatkan skill mereka melalui platform e-learning di Indonesia dan mengikuti kelas bootcamp.
Ilustrator yang menjadi Visual Content Creator profesional yang berkualitas dan handal semakin menjamur sehingga persaingan pun menjadi hal yang tak dapat dihindari.
Agar kita mampu bersaing dan bertahan dengan ilustrator lain yang sudah menjadi Visual Content Creator profesional, yuk ikuti 4 cara menjadi visual Content Creator profesional bagi kamu yang berprofesi sebagai ilustrator berikut ini.

1. Pilih style ilustrasi yang sesuai dengan karakter sendiri.


Bicara soal memilih style ilustrasi memang gampang - gampang susah tapi bukan hal yang mustahil untuk didapatkan. Jangan tergiur dengan style yang sedang hype atau pasaran karena hal ini akan menyebabkan style ilustrasi kita terlalu umum dan tidak unik sehingga akan dilewati begitu saja oleh audiens.
Pilih style ilustrasi yang memang terasa kita banget. Walaupun terdapat kemiripan dengan style ilustrator lain yang mana bisa saja terjadi, pastikan kita memiliki ciri khusus entah dari line, komposisi warna, bentuk, background, dekorasi atau elemen ilustrasi lainnya.
Hal ini memang tidak mudah, tapi percayalah kita pasti bisa. Seperti saya yang akhirnya baru menemukan style ilustrasi yang cocok tahun ini setelah dua tahun menjadi digital ilustrator.

2. Pilih Platform yang Sesuai dan Konsisten Posting Konten


Konsistensi dalam penggunaan platform sosial media menjadi hal yang paling krusial. Dengan demikian audience akan tetap menggunakan platform yang sama untuk terus mengikuti update konten dari akun kita. Misalnya jika kita nyaman menggunakan instagram, stay menggunakan instagram. Kita juga bisa menambah platform lain yang dapat menunjang platform utama, misalnya Youtube.
Selain konsisten menggunakan jenis platform, kita juga harus konsisten memposting konten secara berkala. Hal ini untuk memudahkan audience atau followers kita untuk selalu menunggu update konten terbaru kita.
Jika jadwal posting konten berantakan dan sesuka hati, bukan tidak mungkin personal branding dan engagement tidak mencapai titik yang kita inginkan atau bahkan tidak tercapai sama sekali. Oleh sebab itu, kita harus memiliki manajemen waktu yang cukup baik.
Terkait hal ini, saya sendiri juga masih berusaha untuk konsisten loh. Tapi bukan tidak mungkin ya kita bisa mulai disiplin dan akhirnya terbiasa.

3. Belajar online bersama QuBisa 

Setelah menentukan style ilustrasi, memilih platform dan konsistensi posting konten yang terjadwal secara berkala, sekarang waktunya kita meningkatkan kemampuan yang mampu membuat kita menjadi Visual Content Creator Profesional.
Kemampuan yang wajib ditingkatkan oleh ilustrator yang ingin menjadi Visual Content Creator profesional, yaitu kemampuan teknis dan soft skill. Dua kemampuan tersebut bisa kita tingkatkan dengan belajar di  tempat belajar online yang memudahkan kita untuk upgrade skill, salah satunya adalah QuBisa.

QuBisa, Platform Belajar Online Profesional


Belajar online di QuBisa


QuBisa merupakan platform pembelajaran online yang tersedia dalam bentuk situs dan aplikasi yang mempertemukan siswa dengan pengajar dengan menyediakan berbagai materi dan kelas seperti :
1. Keterampilan Digital Milenial ( KDM )
Program ini akan membantu kamu menguasai topik digital terkini mulai dari level pemula sampai ahli yang dibagi dalam beberapa kategori.
Program ini terdiri dari perkembangan digital, produktivitas digital, analisis data digital, komunikasi & kolaborasi digital, keamanan informasi digital dan publikasi konten digital.
2.  Keterampilan Sukses Milenial ( KSM)
Program ini akan membantu kamu menguasai kemampuan personal dan berbagai bidang karir yang dibagi dalam beberapa kategori.
3. Microlearning
Belajar online secara praktis dengan menonton video yang disediakan oleh QuBisa dengan berbagai materi yang kita butuhkan.
4. Kursus
Belajar secara khusus dibimbing oleh para ahli sehingga siswa menjadi ahli dengan akses kelas kursus seumur hidup.
5. Webinar
Belajar secara khusus dengan instruktur dalam satu waktu webinar. Kelas disediakan secara gratis dan berbayar serta mendapat benefit sertifikat.
6. Kelas Bootcamp
Belajar secara intensif yang dibimbing oleh instruktur dan pengajar ahli hingga siswa siap kerja.
Menurut saya, QuBisa merupakan platform tempat belajar online yang memudahkan siswa, guru, dan dosen karena menyediakan banyak fasilitas belajar online dan e-learning dimana kita dapat mengakses ruang belajar online kapan saja.
Biasanya jika ingin belajar online saya mengakses situs QuBisa, tetapi sekarang saya aplikasi QuBisa untuk mempermudah proses belajar online. Kamu juga bisa download aplikasi QuBisa  melalui playstore dan Aplikasi QuBisa untuk iOS

online learning melalui bootcamp di QuBisa
online learning melalui bootcamp di QuBisa

Lantas bagaimana menjadi Visual Content Creator profesional adalah dengan mengasah kemampuan kita sebagai ilustrator dan Content Creator. Berikut dua Kemampuan yang wajib ditingkatkan oleh ilustrator yang ingin menjadi Visual Content Creator profesional, yaitu :

1). Belajar Online Mengasah Kemampuan teknis

Kemampuan teknis merupakan salah satu syarat wajib yang dimiliki ilustrator. Tentu saja karena kemampuan ini merupakan tonggak utama profesi ilustrator yaitu menggambar.
Dengan berkembangnya teknologi digital, kita harus memiliki dua kemampuan teknis menggambar yaitu menggambar manual dan menggambar digital. Dua kemampuan teknis menggambar ini akan memperlihat profesionalisme kita sebagai ilustrator yang menjadi visual Content creator profesional.
Terlebih kemampuan menggambar digital yang mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan manual drawing seperti waktu pengerjaan yang lebih cepat dan mudah diperbaiki jika terjadi kesalahan.
Pengerjaan manual drawing biasanya sangat membutuhkan kehati - hatian cukup tinggi dan membuat sketsa serta konsep yang cukup detail sebelum akhirnya dituangkan ke dalam ilustrasi. Waktu pengerjaan pun umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama, bisa berhari-hari hingga berminggu - minggu bahkan berbulan - bulan.
Dengan digital drawing, kita dapat menghasilkan karya lebih dari satu dalam satu hari. Cukup efektif dan efisien bukan?
Pengalaman saya ketika beralih menjadi ilustrator digital cukup membuat galau. Dimana saya yang terbiasa menggambar secara manual menggunakan media spidol, mau tidak mau harus beralih ke digital drawing karena tuntutan pekerjaan.
Sebagaimana kita tahu bahwa betapa ribetnya proses transfer dan editing gambar bukan? Ya, setelah menggambar manual lantas kita scan gambar lalu edit di software seperti Corel Draw atau Photoscape. Setelah itu baru simpan data di flashdisk atau langsung kirim e-mail. Langkap seperti ini tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar bukan? Oleh sebab inilah saya beralih ke digital drawing.
Kemudahan menggunakan gadget sebagai media menggambar secara digital memang memudahkan illustrator manapun untuk menjadi ilustrator digital. Tapi ingat, kemampuan dasar menggambar juga harus kita miliki karena yang namanya dasar tentu saja merupakan pondasi untuk menopang teknik menggambar kita.
Jangan sampai kita begitu lihat menggambar diatas kanvas digital tetapi begitu pindah ke kanvas kertas hasilnya jauh berbeda, terlihat tidak profesional bukan?
Terlebih kebanyakan ilustrator yang menjadi Visual Content Creator saat ini kerap membuat konten dengan tema “draw with me” yang tidak hanya menampilkan kemampuan menggambar digital, tetapi juga menggambar manual. Hal ini tentu lebih menarik perhatian audiens bukan?
Untuk meningkatkan skill teknis menggambar digital, kita bisa mengikuti belajar online learning melalui bootcamp yang disediakan oleh platform belajar online.
QBisa sebagai platform belajar online juga menyediakan kelas ilustrasi loh. Dengan belajar online di QuBisa, kita dapat belajar teknik, tips serta bagaimana mengungkapkan gagasan sebuah karya ilustrasi.

Belajar online untuk upgrade kemampuan teknis ilustrator di QuBisa
Belajar online untuk upgrade kemampuan teknis ilustrator di QuBisa

2). Belajar Online Mengasah Kemampuan Soft Skill

Selain kemampuan teknis, Visual content creator profesional juga wajib memiliki tiga kemampuan soft skill yaitu :
  • Mampu memvisualisasikan objek dalam menuangkan ide kedalam sebuah karya ilustrasi.
Ilustrasi merupakan gambar yang memiliki konsep, narasi, ide dan pesan tertentu. Nah, untuk memiliki kemampuan ini kita harus banyak berlatih dengan cara membuat sebuah narasi terlebih dahulu lalu ide narasi tersebut dituangkan ke dalam sketsa kasar sebelum akhirnya menjadi gambar utuh sebuah ilustrasi.
  • Kemampuan berkomunikasi
Seorang ilustrator yang menjadi Visual Content Creator profesional haruslah memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan klien dan audiens. Tujuannya tentu saja untuk menjaga hubungan yang baik dengan keduanya dan visi serta misi membuat konten tersampaikan dengan baik.
Enggamenet yang terjalin cukup baik dengan audience terlihat dari peningkatan audience terhadap awareness personal branding kita sebagai ilustrator. Hal ini terlihat dari jumlah follower dan like komen serta share atau save konten kita yang meningkat secara signifikan.
Hal ini akan berdampak positif terhadap profesionalisme kita sebagai ilustrator dengan semakin terbukanya kesempatan bekerjasama dengan brand. Karena brand hanya akan memilih bekerjasama dengan ilustrator yang menjadi visual content creator yang memiliki engagement yang cukup kuat dengan audiencenya.
  • Kemampuan Literasi Digital
Dikutip dari Wikipedia, literasi digital yang artinya kemampuan dalam menggunakan teknologi, informasi serta komunikasi dengan melibatkan kemampuan bersosialisasi dan inspiratif dalam membuat konten digital.
Itu artinya, Visual Content Creator harus dapat memahami dasar - dasar membuat konten, menggali inspirasi serta kreativitas dalam berkarya dan ilmu terkait membuat konten yang menarik lainnya. Bukan itu saja, Visual Content Creator juga harus dapat bagaimana optimalisasi penggunaan gadget seperti smartphone dan aplikasi dalam membuat konten.
Terdapat banyak kelas dan kursus lainnya terkait mengasah kemampuan soft skill di QuBisa. Kita hanya perlu mengakses situs atau download aplikasinya saja dan ketika materi apa yang kita butuhkan di search bar. Mudah bukan?

artikel literasi digital di QuBisa
Artikel literasi digital di QuBisa

e-learning materi mengasah softskill di QuBisa
e-learning materi mengasah softskill di QuBisa


4. Berkomunitas


Menurut McMillan dan Chavis (1986) komunitas merupakan kumpulan dari para anggotanya yang memiliki rasa saling memiliki, terikat di antara satu dan lainnya dan percaya bahwa kebutuhan para anggota akan terpenuhi selama para anggota berkomitmen untuk terus bersama-sama.
Berdasarkan pengertian komunitas menurut McMillan dan Chavis, maka keberadaan sebuah komunitas menjadi hal yang cukup penting bagi ilustrator terlebih bagi mereka yang ingin menjadi Visual Content Creator Profesional.
Kita dapat bergabung dengan komunitas ilustrator, fans club, jenis ilustrator ( misalnya children book illustrator Indonesia dan Indonesia Watercolor Summit atau IWCS ). Kita juga dapat bergabung dengan komunitas yang mensupport profesi Content Creator seperti ICC (Ibuku Content Creator) atau yang lainnya. Alhamdulillah saya sudah masuk semua komunitas diatas dan banyak terbantu setelah bergabung dengan komunitas baik terkait skill menggambar, informasi job, informasi belajar online dan support karya di sosial media.

Cara Menjadi Visual Content Creator
Cara Menjadi Visual Content Creator Profesional

Kesimpulan

Saya tahu, menjadi ilustrator profesional saja bukanlah hal yang mudah apalagi dengan menjadi Visual Content Creator. Jangan berkecil hati apalagi merasa insecure sebagai ilustrator jika dibandingkan dengan ilustrator yang sudah menjadi visual content creator profesional lainya.
Kita dapat belajar online online tentang bagaiamana cara menjadi Content Creator bersama profesonal e-learning bootcamp QuBisa. Karena QuBisa adalah tempat belajar online yang memudahkan siswa, guru, dan dosen untuk belajar apa saja termasuk terkait menjadi ilustrator, desainer hingga Visual Content Creator Profesional. 
QuBisa menyediakan format belajar online yang tidak membosankan dan variatif karena pilihan materinya banyak disertai pemateri yang mumpuni di bidangnya. online learning melalui bootcamp dan e-learning pun tersedia di QuBisa. Bukan itu saja, QuBisa juga menyediakan kelas kursus, webinar, microlearning dan artikel yang dapat kita akses secara gratis dan atau berbayar.
Dari sejak pertama kali saya mengenal QuBisa setahun yang lalu dan mengikuti beberapa kelas dan webinar, feed atau masukan yang pernah saya input pada form saran setelah mengikuti kelas diwujudkan oleh QuBisa, yaitu kelas yang khusus membahas desain. Untuk itu saya berterimakasih pada QuBisa yang mampu mengakomodir kebutuhan ilustrator dan desain grafis yang ingin meningkatkan skill mereka.
Fasilitas tersebut juga tersedia cukup banyak untuk kita yang ingin menjadi Visual Content Creator terlebih untuk ilustrator yang ingin menjadi Visual Content Creator profesional.
Semoga tips dari saya bermanfaat saya.
referensi :
https://www.qubisa.com/
https://katalisnet.com/pengertian-content-creator-dan-jenis-jenisnya/
https://esportsnesia.com/penting/apa-itu-content-creator/
https://www.qubisa.com/article/elemen-dasar-desain-grafis
https://id.wikipedia.org/wiki/Literasi_digital#:~:text=UNESCO%20sendiri%20menguraikan%20bahwa%20literasi,serta%20inspiratif%20sebagai%20kompetisi%20digital.




Sebagai ilustrator amatir, saya kepengen belajar tentang cara menggambar yang baik dan benar sebagaimana teorinya. Terlebih saya gak punya latar belakang pendidikan di fakultas seni atau DKV.
apakah pensil warna masih digunakan saat ini
source unsplash


Apakah pensil warna masih banyak digunakan saat ini? tentu saja. Tahun lalu saya diberi kejutan istimewa oleh sahabat pena saya sebuah pensil warna Derwent. Pensil warna yang bukan hanya harganya yang selangit, tetapi juga kualitas dan eksklusifitas pensil warna yang dimilikinya menjadikan Derwent sebagai pensil warna idaman saya.
lingoace kursus belajar bahasa




Belajar Bahasa Mandarin di LingoAce, Kurikulumnya Unik dan Autentik. Memberikan bekal bahasa asing kepada anak-anak sejak usia dini merupakan kebutuhan yang sangat penting karena bisa bermanfaat untuk masa depan mereka, salah satunya adalah Bahasa Mandarin. Namun memilih lembaga kursus yang kredibel bukanlah perkara yang mudah.

Ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan, terutama tentang kualitas dan kurikulum yang diterapkan pada lembaga kursus tersebut. Sebagai solusinya, Anda bisa mendaftarkan anak-anak di LingoAce yang menyediakan les Bahasa Mandarin online dengan kurikukulum berstandar global.

Mengenal Kurikulum dan Metode Belajar di LingoAce


les Bahasa Mandarin online lingoace

Tidak dipungkiri bahwa peran kurikulum dalam proses pembelajaran sangatlah penting karena bisa mendukung kemajuan belajar sehingga bisa tercapai hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, LingoAce menerapkan kurikulum terbaik yang telah terstandar secara global.

● Pakar Kurikulum di LingoAce


Demi mendapatkan kurikulum yang unik dan autentik, LingoAce telah didukung oleh pakar kurikulum yang sudah berpengalaman di bidangnya. Mereka terdiri dari lulusan master dan PhD dalam bidang Bahasa Mandarin serta memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun.

Selain berpengalaman di bidang Bahasa Mandarin, pakar di lembaga kursus ini juga berpengalaman di bidang Pengajaran Bahasa Mandarin untuk non native, Pendidikan serta Psikologi Anak dari universitas terkenal di dunia.

Melalui observasi yang mendalam, para pakar kurikulum di LingoAce menggabungkan perspektif dan pemikiran mereka sehingga ditemukan metode pengajaran yang paling efektif. Bukan hanya terbatas pada metode belajar saja tetapi juga metode untuk mengatasi masalah.

● Variasi Kurikulum menggunakan Silabus Global


Bersama dengan para guru dan desain kreatif, para pakar kurikulum menciptakan berbagai macam program dan kelas yang efektif untuk memenuhi kebutuhan, usia, serta tujuan anak yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, di LingoAce tersedia dua program yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan kebutuhan anak. Yaitu International Program bagi anak-anak yang baru mulai belajar Bahasa Mandarin serta Singapore Program bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan dasar.

● Pengembangan Kurikulum secara Cermat


Dalam penyusunan kurikulum yang unik dan autentik, setidaknya para pakar membutuhkan waktu sekitar sembilan hari. Selain itu, mereka juga senantiasa melakukan update terhadap materi pelajaran sesuai dengan hasil penelitian dan pembelajaran terbaru.

Penyusunan kurikulum di LingoAce, terdiri dari beberapa tahap seperti berikut ini:

1. Membuat perencanaan pembelajaran melalui kegiatan observasi yang dilakukan secara mendalam. Kurikulum akan disesuaikan dengan profil anak serta metode pembelajaran yang terbaru. Kurikulum pun dibuat sederhana agar hasil belajar semakin meningkat.

2. Membuat konten materi pelajaran dan pekerjaan rumah yang akan mendorong daya pikir anak sehingga mudah untuk mengingat materi yang sudah diberikan.

3. Memadukan permainan dan interaksi di kelas dengan permainan digital yang atraktif sehingga pelajaran terlihat lebih menarik. Hal ini juga tidak terlepas dari peran desainer kreatif di LingoAce yang mengilustrasikan materi dalam bentuk yang menarik secara visual.

4. Menguji materi sebelum diajarkan, yaitu dengan cara evaluasi terlebih dahulu oleh tim guru serta disempurnakan berdasarkan masukan dan saran.

Belajar Bahasa Mandarin di LingoAce dijamin menyenangkan, terlebih dengan kurikulumnya yang unik, autentik dan telah terstandar secara global. Untuk tahap awal, silahkan ikuti program kelas free trialnya terlebih dahulu agar proses belajar selanjutnya lebih optimal.