Tampilkan postingan dengan label Pengasuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengasuhan. Tampilkan semua postingan
balita-kurus-tapi-aktif




Baru Sadar Tubuh Balita kurus, Perlu khawatirkah ? ya saya khawatir. Karena saat ini balita saya, Kilan terlihat seperti balita kurus meskipun ia memilki tinggi badan ideal, yaitu 100cm.

Sejak lahir, Kilan yang sekarang berusia 4 tahun memang memiliki tubuh yang kecil nan ramping tapi tinggi.

Saya sempat merasa khawatir setelah lahir Kilan masuk ruang Fitoterapi karena terkena kuning. Seminggu berlalu perasaan pun lega ketika Dokter mengatakan Kilan sudah sehat dan boleh pulang.

Bulan berlalu Kilan pun tumbuh seperti bayi yang lainnya bahkan support ASI seratus persen. Satu kekhawatiran muncul, Kilan tumbuh sesuai Milestone tapi berat badan dibawah standar usia Kilan. Bahkan, Kilan termasuk bayi kurus tapi lincah.

Hingga akhirnya saya mendatangi Dokter anak di Puskesmas dan konsultasi. Syok dengan pernyataan Ibu Dokter yang dengan tegas mengatakan Kilan kekurangan gizi membuat saya denial dan enggan konsultasi dengan dokter lain.

Akhirnya saya pantau perkembangan Kilan sejak saat itu dan berusaha semaximal mungkin menjaga asupan makan dan Milestone nya serta memberikan vitamin untuk anak kurus. Alhamdulillah Kilan tumbuh sehat, bersemangat, perkembangan motorik kasar dan halusnya berkembang sempurna.

Usia 3 tahun pun dilalui Kilan dengan threenager seperti kebanyakan Balita di usianya walau saya agak kembang kempis ngatur emosi dan mood selama membersamai kilan melalui tahapan ini. Begitu pula sekarang, saat memasuki usia empat tahun.

Berkali- kali istighfar menghadapi tingkah laku Kilan yang kadang absurd dan diluar nalar normal saya. Tapi, Kilan tumbuh dengan sempurna. Kecuali berat badan.

Ya. Berat badan Kilan yang lagi - lagi menjadi issue yang mengkhawatirkan bagi saya dan suami. Walau berkali - kali Suami menguatkan saya kalau Kilan tumbuh dengan baik dan saya tidak perlu khawatir tetap saja, hati kecil saya tidak bisa dibohongi.

Terlebih saat saya sadar bahwa dalam hitungan delapan bulan Kilan akan memasuki usia lima tahun, usia yang sudah layak bagi Kilan memasuki Taman Kanak - Kanak. Saya pun tertegun menyadari betapa kecil dan mungilnya tubuh Kilan.
Lantas saya suarakan kekhawatiran saya pada suami, dan beliau menyarankan saya untuk tidak khawatir karena Kilan cerdas, tubuhnya kuat, jago loncat, hebat dalam berlari, pintar berhitung, pandai mengingat surat pendek dan do’a, jago menari gedruk, pandai mendongeng, pandai mengendarai mobil tanpa pedal dan dia memiliki toleransi yang cukup tinggi saat bermain dengan teman sebayanya. Persoalannya hanya satu, berat badan yang lagi - lagi dibawah standar.

Terlebih ibu mertua mengatakan bahwa, dulu ayahnya juga memiliki tubuh yang kurus saat seusia Kilan. Nampaknya ini hanya faktor genetik saja.


anak-kurus-tapi-sehat

Kilan Mendekati usia tahun. segini mah gemuk ya. Iya emang sempet gemuk waktu umur segini dia

balita-kurus

Kilan ketika usia 3 tahun

Meski demikian saya tetap khawatir karena berat badan kilan saat ini hanya 11,5 kg, sementara berat badan ideal anak usia 4 tahun untuk anak laki - laki adalah 12,7-21,2 kg. Lagi - lagi berat badan Kilan di bawah standar. Lantas perlu khawatirkan saya?

Usaha Mencari Tahu Mengapa Tubuh Balita Kurus


Saya masih enggan berkonsultasi dengan dokter anak, mengingat ada rasa takut dalam diri saya kalau Kilan mengalami gizi buruk. Karena, saya ingat betapa gigihnya saya menjaga asupan nutrisi kilan, Menyuapi makan yang effortnya luar biasa karena Kilan kerap melakukan GTM alias gerakan tutup mulut. Hal yang wajar dialami dan dilakukan Balita. Meski demikian, tetap saja berat badan kilan ya, segitu - segitu aja.

Lantas saya mencoba mengumpulkan beberapa informasi terkait Milestone yang apa yang dialami Kilan. Dan berikut hasilnya.

Perkembangan Balita Usia 4 Tahun


Berikut perkembangan balita usia 4 tahun serta hal yang perlu diwaspadai seiring pertumbuhan dan perkembangannya.
1. Tinggi dan berat badan ideal :
Anak perempuan : Tinggi 94,1-111,3 cm, Berat badan 12,3-21,5 kg
Anak Laki - laki : Tinggi 94,9-111,7 cm , Berat badan 12,7-21,2 kg
2. Kemampuan fisik
  • Tumbuh tinggi
  • memiliki kemampuan fisik yang baru
  • menguasai kemampuan motorik halus dan kasar
  • Lebih aktif untuk mencoba berbagai hal baru yang bisa dilakukan dengan fisik mereka ( menarik kursi, bermain bola, mewarnai, melengkapi puzzle, memilih baju yang akan dipakai.)
  • Kemampuan Kognitif
  • Bisa memecahkan teka teki yang mudah
  • Mahir menghafal jenis huruf dan warna.
  • Lebih aktif berbicara
3. Kemampuan Sosial
  • belajar tentang cara bersosialisasi dan konsep berteman yang baik
  • bersikap baik terhadap tema
  • Fase Tantrum mulai berkurang

Hal yang perlu diwaspadai Perkembangan Anak Usia 4 Tahun

  • Mengalami separation anxiety saat berpisah dari orangtua.
  • Mengalami gangguan tidur dan makan.
  • Mengalami kesulitan memegang alat tulis
  • Mengalami kesulitan melakukan hal keseharian
  • Selalu ketakutan, malu dan agresif pada orang lain
  • Tidak menunjukkan ketertarikan pada apapun.
  • Tidak melakukan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain
  • Tidak mau bermain dengan teman sebaya
  • Tidak bisa menyebutkan nama lengkapnya.
  • Balita Kurus Yang Sehat VS Balita Yang Kurang Gizi
Melihat informasi terkait Milestone Balita usia 4 tahun diatas, saya tidak perlu merasa khawatir, karena semua perkembangan balita usia 4 tahun telah dilalui Kilan. Tinggi badan Kilan 100 cm yang artinya masih berada dalam tinggi badan ideal untuk anak usia 4 tahun. Lingkar kepala Kilan pun masih berada dalam batas ideal yaitu 48 cm. Kedua perhitungan ini masuk ideal kecuali Berat Badan tentunya.

Tapi tetap saja, karena masalah berat badan ini lantas saya menduga-duga apakah Kilan termasuk balita kurus yang sehat atau balita yang kurang gizi? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya kembali menggali informasi terkait cara membedakan balita kurus yang sehat dan balita yang kurang gizi , melalui kanal Nakita.grid yang menyatakan seperti ini :

Untuk mengetahui apakah anak kita mengalami gizi buruk, kita dapat mengukur berat badan (BB) dan tinggi badannya (TB), apakah ideal atau tidak.

Untuk memperoleh persentase perbandingan dengan BB ideal caranya adalah sebagai berikut :

BB aktual : BB Ideal x 100%
Jika hasilnya di atas 110% berarti anak tergolong gemuk.
Berkisar 90-110% berarti BB-nya ideal.
Bila hanya 70-89% dikatakan gizi kurang.

Mari kita hitung milik Kilan :
BB Kilan 11,5 Kg
Berarti status gizinya adalah 11,5 : 12,7 x 100% = 90%
Alhamdulillah, Kilan masih termasuk BB Ideal

Tapi mengapa saya masih merasa khawatir karena saya baru menyadari bahwa tubuh Kilan masih tetap terlihat kurus? ternyata permasalahannya adalah adanya kemungkinan fungsi daya serap ususnya terganggu dimana sari makanan yang dibutuhkan ikut terbuang bersama pup.

Sampai bagian ini saya masih mencari tahu benarkan Kilan mengalami gangguan daya serap usus?

Lalu saya mendapat informasi dari kanal health.detik yang menyatakan bahwa ciri anak yang memiliki saluran cerna yang sehat adalah sebagai berikut :
  1. makanan terserap sempurna
  2. terjadi pergerakan makanan dari mulut ke usus.
  3. memiliki kekebalan tubuh yang sehat jug
  4. memiliki keseimbangan mikrobiota
Melihat empat ciri diatas tentu agak sulit bagi saya, karena untuk mengetahui hasilnya saya tentu harus berkonsultasi dengan ahli gizi anak. Lalu saya kembali mencari informasi lain terkait Gejala anak kurang gizi melalui kanal Hellosehat.

Ciri - ciri Balita Kurus yang mengalami kurang gizi
  1. Tidak memiliki nafsu makan
  2. Anak mengalami gagal tumbuh ( berat badan, tinggi badan atau keduanya tidak sesuai dengan perkembangan ideal usianya)
  3. Kehilangan lemak dan massa otot tubuh
  4. Kekuatan otot tubuh menghilang
  5. Mudah marah, lesu dan menangis berlebihan
  6. Mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar
  7. Sulit berkonsentrasi
  8. Kulit dan rambut kering serta mudah rontok
  9. Pipi dan mata tampak cekung
  10. Proses penyembuhan luka sangat lama
  11. Rentan terserang penyakit dan proses penyembuhan cenderung lama

Ciri - ciri Balita Kurus Tapi Tidak Mengalami kurang gizi

  1. GERAK GERIK: lincah atau tidak
  2. KULIT: warna, elastisitas, integritasnya (maksudnya, kalau dipegang terasa kencang atau tidak)
  3. KUKU: rapuh, berganti warna atau tidak
  4. MATA: bercahaya, kelopak mata merah atau pucat
  5. MULUT: banyak sariawan juga bisa menunjukkan anak menderita malnutrisi
  6. RAMBUT: cemerlang, warnanya bagus tidak kusam, batangnya kuat.

Melihat semua poin balita kurus kekurangan gizi dan balita kurus tapi tidak mengalami kekurangan gizi diatas saya sandingkan dengan perkembangan Kilan, alhamdulillah kilan tidak memiliki semua tanda di atas.

Terkadang ada kasus balita kurus atau anak kurus susah makan, penyebab anak kurus dan susah makan ini salah satunya adalah GTM, tapi Kilan melakukan GTM bukan tidak memiliki nafsu makan melainkan tidak suka dengan jenis makanan tertentu. Misalnya daging ayam bagian daging, sayur bayam, tahun bubuk dan masakan berbumbu kental.
anak-pandai-menari-gedruk
Kilan suka banget nari gedruk. kaos dalam dia pake buat jado kostum, dan itu wajib! hehehe


anak-bermain-kucing
Kilan dan kiki bermain bersama di balong 

Terlebih poin nomor tiga, walau Kilan terlihat seperti balita kurus tetapi Kilan memiliki kekuatan otot yang bagus. Dia kuat mengangkat tumpukan tiga hingga empat buah buku tebal, mengangkat air setengah ember, melempar batu yang cukup besar bahkan mengayuh mobil mainan dengan kakinya yang kuat.

Kilan juga jarang terkena sakit dan bahkan jika terluka cepat sekali sembuhnya. Rambut Kilan bahkan tumbuh lebat dan sehat. Soal konsentrasi, seperti yang saya sebutkan diatas Kilan cerdas dan daya ingatnya kuat.

Sampai poin ini saya tidak lagi “terlalu” merasa khawatir. Terlebih berdasarkan penuturan dari kanal Nakita yang menyatakan bahwa :
Anak kurus tapi aktif bukanlah sebuah masalah, asalkan gizi anak tetap terpenuhi. Anak yang kurang gizi akan membuat si kecil rentan terhadap pilek, kekurangan energi, sulit fokus saat belajar dan jadi sosok yang pemarah. Bahkan, kekurangan gizi juga dikaitkan dengan perilaku buruk dan sulit pada anak. jika anak masih aktif. Moms hanya perlu menjaga asupan nutrisinya dengan baik.

KESIMPULAN


anak-bermain-di-lapangan
anak-bermain-mobilan

Kilan aktif bermain bersama kakak dan kiki, lihat dia kuat bermain mobilan dengan kaki sendiri. tuh kaan ceria dan aktif ya, hehe


Terjawab sudah kekhawatiran saya terhadap kesadaran saya bahwa Kilan terlihat seperti balita kurus saat ini ketika akan menginjak usia lima tahun. Tugas saya selanjutnya adalah memberikan nutrisi dan gizi yang lengkap melalui kombinasi menu makanan sehari-hari agar secara perlahan berat badannya naik.

Meski demikian saya masih harus tetap waspada dan memberanikan diri untuk konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai kurusnya tubuh Kilan.

Informasi yang saya peroleh dari media online belum tentu benar seratus persen. Karena informasi disajikan untuk khalayak luas sebagai saran. Jika ada permasalahan seperti Kilan, memang lebih bijak untuk konsultasi dengan dokter anak.

Walau saya menyadari hal ini, rasa takut dalam diri saya masih ada. Mengingat betapa hal ini penting terlebih di masa Golden Age, sepertinya saya harus segera mengumpulkan keberanian untuk konsultasi dengan dokter anak sesegera mungkin.

Atau setidaknya saya masih harus mencari tahu mengenai tips agar berat badan anak cepat naik, vitamin untuk anak berbadan kurus dan cara agar berat badan anak naik drastis.

Kilan, maafkan mamah belum sempurna membersamai kamu ya nak. Semoga keberanian mamah segera muncul terlebih mama sadar, sebentar lagi kamu akan menjadi siswa Taman Kanak - Kanak.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Tulisan dengan tema "SADAR"
yang diselenggarakan oleh Komunitas 1M1C periode 9 - 14 Maret 2021


Daftar Referensi :
https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-3460792/kata-dokter-begini-ciri-ciri-saluran-cerna-anak-yang-sehat






5 Manfaat dan Tips mengajarkan anak bersepeda. Apa saja sih tipsnya? sebelum saya bahas 5 Manfaat Bersepeda dan Tips mengajarkan anak bersepeda, saya mau cerita nih tentang pengalaman Keenan, anak pertama saya saat pertama kali punya sepeda dan akhirnya bisa naik sepeda sendiri gak pake roda tiga.

Keenan dan Sepeda Kesayangan


Keenan punya sepeda yang desainnya mirip sepeda shiva, kartun yang sempat ngehits di stasiun TV. Ceritanya shiva ini adalah anak kecil yang jago bersepeda dan memberantas kejahatan. Anak-anak pasti suka dengan aksi heroik shiva di setiap mengejar penjahat dengan sepeda supernya. Termasuk Keenan. Tiada hari tanpa menonton Shiva baik di layar televisi maupun youtube.

Akhirnya, Neneknya memberikan sepeda sebagai hadiah ulang tahun Keenan yang ketiga. Keenan senangnya bukan main. Segera setelah sepeda datang dia ingin segera bermain, sayang sepeda yang neneknya berikan ukurannya ternyata untuk anak usia 5 tahun. Sehingga saat bermain sepeda masih harus dipegang dan diawasi walaupun sudah sudah menggunakan roda kecil di sebelah kanan dan kiri ban belakang. 


Akhirnya karena sepeda nya kebesaran untuk usia Keenan yang masih tiga tahun, sepedanya disimpan dulu di gudang sampai Keenan bisa bermain sepeda yaitu saat Keenan berusia lima tahun. Wah, cukup lama juga ya menanti dia bisa naik sepeda lagi, hehe. tapi sesekali dia ingin naik sepeda itu dan dengan terpaksa saya atau ayahnya menemani dia bermain sepeda sambil mendorong sepeda dan memegang stang atau jok sepedanya.

Saat Keenan berusia lima tahun akhirnya Keenan bisa menaiki sepedanya. Kali ini dia bisa bermain sepeda sendiri tanpa didampingi saya atau ayahnya. Bahkan entah bagaimana caranya, dia bisa bermain sepeda lepas roda kecil. Saya sendiri sampai kaget, bahkan dia bisa lepas tangan! Cepat sekali dia bisa belajar bermain sepeda tanpa bantuan roda tiga. Padahal baik saya maupun ayahnya tidak pernah secara khusus mengajarkan anak bersepeda. Ternyata dia bisa bermain sepeda tanpa memakai roda kecil berkat bantuan dari teman - temannya. Waahh, luar biasa. 

Setelah Keena pandai bermain sepeda, hampir setiap hari dia bermain sepeda sampai kulitnya hitam legam, hihihi. Tapi tak apa karena berkat bermain sepeda, kemandirian dan keberanian Keenan muncul. Juga rasa empati dan mau berbagi bermain sepeda dengan temannya yang tidak memiliki sepeda juga muncul. Bahkan fisiknya semakin kuat terutama kaki. Walaupun terkadang selesai bermain sepeda pada malam harinya sering mengeluh pegal. Tapi tidak apa, karena itu proses dari pengembangan motorik kasarnya. 

5 Manfaat Bersepeda Bagi Anak

Berikut lima manfaat bersepeda bagi anak, yaitu :

1. Melatih kepercayaan diri, Keberanian dan Kemandirian anak

Dengan bermain sepeda, anak dilatih untuk percaya diri dan memunculkan keberanian. Mengapa? karena saat belajar bersepeda, anak harus memiliki rasa percaya diri terlebih dahulu bahwa dia bisa mengayuh dan bersepeda dengan baik. Proses belajar bersepeda inilah yang pada akhirnya akan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri pada anak. Jika anak sudah berani dan percaya diri, maka dengan sendirinya dia akan bersepeda secara mandiri tanpa perlu didampingi orang tuanya lagi. Tetapi tetap ya, sesekali dampingi anak bersepeda untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan. 

2. Melatih Daya Konsentrasi Anak

Saat anak bersepeda maka anak akan dilatih untuk daya konsentrasinya dengan memperhatikan jalan dan menjaga keseimbangan badan serta sepedanya. Jika terus dilatih, maka anak akan memiliki daya konsentrasi tinggi. Hal ini dapat membantu anak berkonsentrasi di bidang lain, seperti saat belajar atau membuat karya. Terbukti dengan Keenan yang lebih mudah menyerap pelajaran di sekolahnya dan saat Keenan berkarya membuat mainan dari kertas dan karton bekas. 

3. Melatih Motorik Kasar Anak

Dengan bersepeda maka motorik kasar anak akan terlatih. Karena dibutuhkan tenaga yang cukup kuat untuk mengayuh dan menjaga keseimbangan badan selama bersepeda. Tubuh anak menjadi lebih sehat dan motorik kasarnya juga semakin terasah. 

4. Melatih Anak bersosialisasi dan empati

Saat bersepeda, anak pasti bersepeda dengan teman sebayanya. Dan tidak semua teman sebayanya memiliki sepeda. Hal ini dapat memunculkan empati untuk berbagi bermain sepeda dan melatih anak dalam bersosialisasi. 

5. Melatih Anak bertanggung jawab

Bersepeda juga ternyata dapat melatih rasa tanggung jawab pada anak. Anak akan belajar bertanggung jawab terhadap sepeda yang dimilikinya dengan merawat dan menjaga sepedanya dengan baik. Seperti tidak menyimpan sembarangan, meletakan sepeda di tempatnya setelah selesai bersepeda dan mencuci sepeda yang dapat dilakukan bersama dengan ayah atau ibu. 

5 Tips mengajarkan anak bersepeda Ala Mama Keenan

Dari pengalaman saya mendampingi Keenan bermain sepeda, berikut 5 tips cara mengajarkan anak bersepeda, yaitu :
  1. Berikan rasa percaya diri pada anak bahwa anak bisa bersepeda
  2. Dampingi anak selama proses belajar bersepeda
  3. Berikan semangat saat anak terjatuh selama proses belajar bersepeda
  4. Berikan apresiasi berupa pujian saat anak berhasil bersepeda tanpa roda tiga
  5. Berikan kepercayaan kepada anak bahwa anak bisa menjaga bersepeda sendiri dengan aman dan menjaga sepedanya agar tidak hilang
Itulah lima manfaat dan tips bersepeda anak yang saya paparkan berdasarkan pengalaman Keenan selama proses belajar bersepeda sampai akhirnya bisa bersepeda sendiri. Kalau pengalaman bunda mengajarkan anak bersepeda bagaimana nih? sharing yuk di kolom komentar.
Pendidikan Non Formal

Yuk, Kita Dukung Bakat Anak Melalui Pendidikan Non Formal. Ada rutinitas seru, lucu dan menggemaskan dari anak - anak saya setiap harinya saat playing time tiba, yaitu konser dadakan. Iya, konser dadakan dimana Kilan yang bermain gitar sementara kakaknya Keenan bermain drum sambil menyalakan lagu favorit mereka di channel youtube yaitu lagu ayah mereka. Semangat dan girang sekali kalau mereka sudah bermain musik khayalan mereka. 


Keenan dengan semangat bermain gitar


Kilan yang senang bernyanyi dengan gitar akustik 



Sense of Music mereka memang sudah saya stimulus sejak bayi, dimana  hampir setiap hari sejak dari kandungan, saya sudah mengenalkan mereka dengan musik terutama genre musik yang sangat saya sukai yaitu post rock. Bahkan ketika hamil  saya ajak jabang bayi menonton konser bahkan ketika usia kehamilan saya 8 bulan. 


kursus musik
Keenan dan Kilan mengenal musik
Dok. pribadi



Baik Keenan maupun Kilan senang sekali bermain gitar. Bukan gitar asli, tapi gitar mainan sambil berpura-pura jadi pemain band sambil nge genjreng didepan layar komputer. Beranjak usia 3 tahun, mereka mulai minta dibelikan gitar akustik kecil dan ukulele. Sang adik, Kilan masih berusaha keras belajar nge-genjreng sementara Keenan sedang belajar fingering ukulele.

Nampaknya antara dunia seni dan saya agak sulit dipisahkan, begitu pula dengan keluarga kecil saya. Saya sangat menyukai seni menggambar sementara suami saya sangat menyukai seni musik dan terjun di dunia musik . Sehingga ketika Keenan dan Kilan menunjukan ketertarikan terhadap musik, saya dan suami tentu bahagia dan bangga.


Pendidikan non formal
Keenan saat usia 3 tahun ikut naik panggung saat band ayahnya mengadakan showcase di Majestic Bandung

Melihat hobi dan bakat anak-anak saya, terbesit dalam benak saya untuk memberikan fasilitas lebih agar bakat mereka terasah dan berkembang sejak dini, yaitu memberikan mereka pendidikan non formal kursus musik. Tetapi karena pandemi, sehingga ayahnya yang sementara ini mengajarkan mereka fingering dan belajar tangga nada.

Bagi para ayah dan ibu yang berdomisili di Jakarta, saya ada rekomendasi tempat kursus belajar musik nih. Yaitu KBL Performing Arts. Wah, KBL? tempat kursus seperti apa sih? Yuk simak bersama penjelasan saya berikut ini. 

Pentingnya Pendidikan Non Formal Bagi Anak Usia Dini

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai pendidikan non formal KBL Performing Arts, yuk kita simak dulu apa sih pentingnya pendidikan non formal ini bagi anak usia dini. 

Mungkin ada sebagian orang tua yang bertanya-tanya, usia berapakah anak dikatakan masuk kategori usia dini? menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 , rentang usia anak usia dini adalah usia 0 - 6 tahun. 

Fase anak usia dini merupakan fase awal kehidupan dimana anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan terutama perkembangan motorik kasar, motorik halus dan perkembangan kognitif. 

Masa anak pada usia dini disebut juga periode golden age. Golden age adalah periode paling penting dalam pertumbuhan anak dimana pertumbuhan dan perkembangan ini nantinya akan menentukan kepribadian dan kecerdasan anak di masa mendatang.

Kita sebagai orangtua harus memanfaatkan periode golden age ini sebaik mungkin agar anak dapat tumbuh kembang dengan optimal.  Salah satunya adalah dengan mengenali dan menggali potensi anak. Bagaimana cara mengenali dan menggali potensi anak? salah satu caranya adalah dengan memberikan stimulasi pada anak sehingga anak akan nantinya akan menunjukkan ketertarikan dan minatnya. 

Stimulus yang diberikan cukup beragam, bisa dengan mulai mengajak berolahraga, bernyanyi, bermain musik, menggambar dan lain sebagainya. Stimulus yang diberikan ini pada akhirnya akan memperlihatkan ke arah mana minat anak serta anak akan memunculkan bakatnya. 

Setelah anak mulai menunjukan ketertarikan dan minat, maka kita sebagai orang tua sebaiknya mendukung potensi anak dengan memberikan arahan dan memfasilitasi minat dan bakat anak agar potensi berkembang.

Seperti yang saya ceritakan di atas, pendidikan non formal dapat menjadi salah satu solusi langkah kita sebagai orang tua dalam mendukung potensi anak. Mengapa harus pendidikan non-formal? 

Mengapa Harus Pendidikan Non Formal

Keluarga merupakan pondasi dasar pendidikan anak sebelum melangkah ke jenjang berikutnya yaitu pendidikan formal di sekolah dan pendidikan pendidikan non - formal Sehingga, keberlanjutan perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya akan lebih optimal dan sesuai dengan yang diharapkan.

Ketika orangtua terbentur dengan sumber daya ilmu pengetahuan serta waktu yang terbatas, maka memilih pendidikan non formal dapat menjadi solusi dan pelengkap dari pendidikan formal. Pendidikan non formal adalah upaya mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat. Salah satu jenis pendidikan non formal adalah pendidikan anak usia dini. 

Mengapa kita memilih pendidikan non formal sebagai pelengkap dari pendidikan formal? berikut keunggulan dari pendidikan non - formal :

  1. Fleksibilitas waktu 
  2. Bertujuan mengembangkan potensi peserta didik 
  3. Dilengkapi dengan sumber daya pendidik yang ahli dibidangnya
  4. Teknik mengajar yang telah teruji 

Wah, melihat kelebihan dari pendidikan non formal diatas tentu saya tidak ragu lagi kelak akan menggunakan pendidikan non formal terutama kursus musik untuk mendukung potensi, minat dan bakat anak - anak saya di bidang musik. Karena kami memiliki keterbatasan waktu serta ilmu di bidang musik bahkan ayahnya sendiri yang pemain gitar, i bahkan mengambil kursus gitar, hehehe.

Kursus Musik di KBL Performing Arts 

KBL Performing Arts


Kursus Vokal KBL (Karunia Bersama Lucky) yang memiliki website resmi di  Kbl.co.id adalah Lembaga kursus yang didirikan oleh Lucky Tampilang dimana beliau menyusun sendiri kurikulum KBL Performing Arts Dengan menggabungkan metode klasik dan modern. Beliau juga merekrut tenaga pengajar yang berpengalaman di bidangnya serta menggunakan teknik dan metode mengajar yang berbeda dengan pendidikan non formal serupa. 

Salah satu point penting dari prinsip mengajar di KBL performing art ini adalah, 

peserta didik akan mendapatkan pendidikan kursus yang berorientasi pada pengembangan  potensi anak melalui metode dan  teknik serta kualitas pendidik dengan terus mengikuti perkembangan musik dan ilmu terbaru. 

pendidikan non formal


Khusus untuk kursus musik, ada tiga level kursus musik yang terdapat dalam program kursus musik di KBL performing arts, yaitu :

1. BASIC

   Level 1

  • Nada dan tangga nada
  • Ketukan dan nilai ketukan
  • Tanda birama
  • Chords
  • Fingering left and right
  • Synchronization
  • Play several simple songs
  • Ionian scales in C
  • Dorian scales in C
  • Prygian scales in C
  • Lydian scales in C
  • Mixolydian scales in C
  • Aeolian scales in C
  • Locrian scales in C
Level 2
  • Hearing
  • Play all scales in G
  • How to build chords
  • Play songs in G

2.  INTERMEDIATE

Level 1
  • Music modes
  • Play all scales in D
  • Play all scales in A
  • Play songs in A
Level 2
  • Play all scales in E
  • Play songs in E
  • Play all scales in B
  • Play songs in B

3.  ADVANCED

Level 1
  • How to make an introduction, ad lib and ending cadences
  • Play all scales in F#
  • Play songs in F#
  • Play all scales in C#
  • Play songs in C#
Level 2
  • Improvisation
  • How to use the progression chords
  • Play all scales in F, Bes, Es dan As
Level 3
  • How to make an arrangement of a song
  • Digital Recording
  • Jangkauan Nada Minimal 5 oktaf
  • Improvisation 1
  • Aksi panggung 1 mencangkup Bahasa tubuh,
  • kontak mata dengan penonton, blocking panggung, ekspresi wajah
  • Analisa lagi 1

ADVANCED 2

  • Teknik vocal : Whistle voice
  • Jangkauan nada minimal 5 oktaf
  • Improvisasi 2
  • Aksi panggung 2 mencangkup bahada tubuh, kontak mata dengan penonton, blocking panggung, ekspresi wajah
  • Analisa lagu 2
  • Rekaman vocal dan klip video

Saya rasa, kurikulum pembelajaran kursus musik di KBL performing arts ini lengkap sekali. Jadi tidak ragu lagi deh mendaftarkan Keenan di KBL performing arts kelak. 

Ayah dan Bunda, yuk kita bersama kembangkan potensi anak kita serta dukung potensinya dengan memberikan pendidikan non formal di KBL Performing Arts. Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi website resmi KBL  Performing Arts di  Kbl.co.id 






Tinggi Tangguh Tanggap
Dokumen  Pribadi


Segudang Manfaat Indomilk Susu Bubuk Agar Anak Dapat tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap Dengan Optimal. 
Setiap orang tua pasti mengharapkan anak - anaknya dapat Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan optimal , termasuk saya. 

Keenan, anak pertama saya tahun ini berusia 6 tahun dan sedang berada dalam tahap usia dimana perkembangan motorik atau fisiknya berkembang dengan pesat. 

Akhir - akhir ini Keenan senang bereksplorasi melalui kegiatan fisik seperti bermain sepeda dan bermain layangan. Tentu bukan hal yang mudah bagi seorang anak berusia 6 tahun untuk bisa mengayuh sepeda sekuat tenaga dan juga bermain layangan dimana dibutuhkan ketangkasan menarik benang layangan dan konsentrasi penuh saat menerbangkannya.



Indomilk Susu Bubuk
Dokumen Pribadi di edit menggunakan Canva



Keenan juga sangat senang bermain ukulele hadiah ulang tahun dari ayahnya. Hampir setiap hari dia memainkan ukulele sambil belajar memetik gitar ukulele lewat channel youtube. Setiap hari dia semakin mahir bermain ukulele.Saya sebagai ibunya tentu bangga dong.

Oleh sebab itu maka saya bantu perkembangan keenan agar dapat tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan optimal dengan Indomilk Susu Bubuk.

Wah, susu apakah itu? Memang bisa ya membantu tumbuh kembang anak agar dapat tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan optimal ? apa sih manfaat susu bubuk? Yuk kenalan dengan Indomilk Susu Bubuk.

Keenan dan Produk  Indomilk Susu Bubuk

Keluarga kami adalah keluarga sahabat Indomilk. Itu beneran lho. Saya sendiri penyuka susu kental manis Indomilk sementara Keenan, sejak usia 2 tahun bersahabat dengan susu Indomilk Kids UHT rasa coklat. Begitu Pula dengan adiknya Kilan, penyuka berat susu Indomilk Kids UHT rasa coklat. 

Karena sekarang Keenan sudah berusia 6 tahun, saya berencana mengganti susunya dengan susu bubuk yang sesuai dengan kemampuan fisiknya yang semakin berkembang begitu pula dengan daya nalarnya. Nah, Karena Keenan sudah bersahabat dengan rasa coklat dari susu Indomilk kids UHT jadi saya gak ada tuh cerita galau memilih Susu Bubuk Untuk anak.


Tinggi, Tangguh, Tanggap
Dokumen Pribadi



Indomilk Susu Bubuk menjadi pilihan pertama Susu Bubuk Untuk anak saat memutuskan mengganti susu Keenan. Sementara adiknya, masih setia dengan susu Indomilk kids coklat. Gak mau pindah ke lain hati katanya, karena rasanya enak. Hehe

Segudang manfaat Indomilk Susu Bubuk

Ibu, tau gak sih manfaat Susu Bubuk bagi tumbuh kembang anak ? jadi, susu bubuk memiliki Kandungan gizi yang cukup kaya akan kandungan energi, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, kalium, seng, retinol, β-karoten, thiamine, riboflavin, niacin.

Manfaat susu bubuk
Dokumen Pribadi

Lantas, apa sih keunggulan dari Indomilk Susu Bubuk ini sampai saya gak mau pindah kelain hati? itu karena Indomilk Susu Bubuk merupakan susu bubuk yang dibuat dari susu segar yang dilengkapi dengan optinutri yang kaya akan Omega 3, Sumber Protein dan Kalsium Tinggi. 

Susu Bubuk Untuk anak
Dokumen Pribadi
Apa saja sih manfaat kandungan omega 3, protein dan kalsium yang terdapat pada Indomilk Susu Bubuk? berikut penjelasannya. 

1.  Manfaat Omega 3 Untuk Perkembangan Anak

Omega-3 merupakan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan tubuh yang terdapat pada berbagai jenis ikan berlemak seperti ikan salmon, ikan sarden dan ikan makarel. Untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega 3 pada anak, badan WHO bahkan menganjurkan anak - anak untuk makan ikan dua porsi per minggu. 

Saya tahu, tidak semua anak suka akan ikan, tapi sekarang ibu tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada Indomilk Susu Bubuk yang mengandung omega 3 sehingga lebih praktis untuk diminum sehari-hari. Adapun manfaat terbesar dari omega 3 adalah sebagai berikut : 
  • Menunjang perkembangan kognitif anak
  • Meningkatkan kecerdasan anak
  • Mencegah dari berbagai penyakit
  • Meningkatkan kesehatan mental pada anak

2.   Manfaat Protein 

Protein merupakan zat makanan berupa asam-asam amino yang memiliki manfaat besar dalam tubuh sebagai berikut :
  • Memproduksi Zat yang Diperlukan Tubuh
  • Sumber Energi
  • Membantu pembentukan struktur sel

3.  Manfaat Kalsium

Kalsium merupakan mineral yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan serta kepadatan tulang serta gigi sehingga anak dapat tumbuh tinggi secara fisik.

Melihat Begitu banyak manfaat omega 3, protein dan kalsium terhadap tumbuh kembang anak tentu saya tidak ragu lagi memilih Indomilk Susu Bubuk. Terlebih lagi Indomilk Susu Bubuk Optinutri ini tersedia dalam 3 varian rasa, yaitu coklat omega 3, instant omega 3 dan full cream omega 3 yang bebas gula. Susu Bubuk Indomilk dengan kandungan optinutri ini juga tersedia dalam gramasi 27 gram, 37 gram, 400 gram dan 800 gram. Sehingga ibu bisa memilih sesuai dengan kebutuhan sehari - hari.

Manfaat susu bubuk


Indomilk Susu Bubuk untuk Usia Berapa

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, Indomilk susu bubuk untuk usia berapa sih? apakah cocok untuk balita dan dewasa? jadi, Indomilk susu bubuk ini diperuntukkan bagi anak di usia 5 tahun keatas. Dengan kandungan optinutri, maka Indomilk susu bubuk sangat tepat untuk menunjang perkembangan dan tumbuh anak di usia tersebut agar anak dapat tumbuh dengan Tinggi, Tangguh, Tanggap Dengan Optimal.

Nah ibu, sekarang tidak ragu lagi kan ketika memilih susu bubuk anak yang tepat untuk putra dan putri ibu usia 5 tahun ke atas? yuk segera berburu Indomilk susu bubuk sekarang juga. Jangan takut kehabisan stok ya, karena tersedia banyak di supermarket.



Daftar Bacaan :

http://tinggitangguhtanggap.com/





Mengapa Memilih Pondok Pesantren


Pondok Pesantren menjadi pilihan terbaik anak - anak untuk belajar dan menimba ilmu? setujukah anda? Saya setuju.


Beberapa waktu yang lalu saya diresahkan oleh beberapa kejadian viral di seantero jagat twitter-land. Salah satunya adalah kasus Adhisty Zara eks JKT 48. Kasusnya seperti apa? Silahkan google sendiri ya, hehehe. Yang jelas, kasus viral itu bikin saya merinding dan lebih memikirkan lagi soal pilihan pendidikan anak – anak saya, keenan dan kilan. Terutama keenan yang tahun depan akan masuk sekolah dasar.


Memang, sekolah bukan satu-satunya lembaga yang bertugas memonitoring, mengasuh dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik. Dibutuhkan kerjasama orangtua agar anak – anak tidak melakukan hal-hal diluar norma agama dan sosial. Tetapi  jika anak sudah memiliki pondasi yang kuat terhadap agama, setidaknya disaat anak mengalami masa transisi pencarian jati diri dan memasuki dunia baru  dia akan berpegang teguh pada prinsipnya dan kembali ke rel yang benar.

Hal ini kemudian yang menjadi perhatian utama saya terhadap masa depan pendidikan dan pengembangan akhlak, budi pekerti dan falsafah hidup anak-anak saya. Saya memilih pondok pesantren sebagai pilihan utama pendidikan anak-anak saya.

Pesantren Jaman Now Lebih Terbuka


Alasan utama mengapa saya memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan anak- anak saya adalah karena di pondok pesantren, anak - anak akan memperoleh ilmu agama yang komprehensif  terkait ilmu agama. Bahkan pesantren modern saat ini tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mempelajari berbagai ilmu pengetahuan sebagaimana pada sekolah negeri atau umum lainnya. 

Di beberapa pesantren juga membekali para santri nya ilmu berwirausaha, berkebun dan beternak. Sehingga, siswa juga dibekali ilmu agar ketika mereka lulus tidak hanya menjadi seorang pengajar atau  ustad seperti kebanyakan tetapi juga wirausaha dan mampu memiliki usaha sendiri. hebat bukan??

Awalnya saya kira kegiatan di pondok pesantren itu menjenuhkan dan kurang menyenangkan. Tetapi ternyata, pondok pesantren jaman sekarang lebih terbuka dengan banyak pilihan kegiatan ekstrakulikuler, ilmu dan bidang studi.


Menyiapkan kesiapan anak masuk pondok pesantren


Lantas timbul pertanyaan, bagaimana mempersiapkan anak-anak agar mau bersekolah di pesantren? Usia berapa sebaiknya anak-anak mulai masuk pesantren?

Oke. Saya ambil contoh Keenan anak pertama saya. Sejak pertama kali Keenan mulai memasuki dunia pendidikan, saya sudah merencanakan sejak awal kemana Keenan akan bersekolah.

Pertama, Sekolah Taman Kanak – kanak RA


Saya mendaftarkan Keenan Sekolah Swasta Yayasan Al Misbah yang memiliki tiga jenjang pendidik yaitu RA ( setara TK), MI ( setara SD ) dan MTS ( setara smp ). Saya memilih Keenan sekolah pendidikan usia dini ke RA dan bukan TK, Mengapa?

RA merupakan singkatan dari Raudhatul Athfal yang artinya taman kanak – kanak. Secara skema lembaga, RA berada dibawah naungan Departemen Agama dan dikelola oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal ( IGRA ) . Salah satu kelebihan RA adalah, Selain memiliki kurikulum materi pengetahuan umum juga menyiapkan kurikulum materi dasar-dasar ajaran agama Islam. 


Keenan ikut kegiatan manasik haji  ( photo atas, keenan ketiga dari kiri )


Keenna Belajar jadi imam shalat
Keenan belajar menjadi imam shalat


Selain itu, dari segi atribut sekolah juga sudah disiapkan dan disesuaikan, yaitu untuk murid wanita berhijab dan pria seragam berlengan dan celana panjang. Khusus untuk hari jumat mereka memakai seragam berwarna putih. Kegiatan lainnya seperti manasik haji dan belajar praktek sholat juga rutin diadakan. Bahkan, hari santri pun ikut diperingati setiap tahunnya.

Salah satu yang saya rasakan besar manfaatnya menyekolahkan Keenan di RA adalah, dia mulai memahami konsep siapa Tuhan dan bahkan suatu hari Keenan pernah bertanya,

Mah, kenapa sih solat terus? Emang kenapa sih kita harus sholat? “ tanyanya terheran- - heran.

Pertanyaan ini sungguh menggelitik rasa haru saya. Mengapa tidak, di usianya yang masih lima tahun dia mampu berfikir sejauh itu. Lantas saya jawab,

Kakak udah kenal kan sama Allah? Tuhan yang memiliki juga menciptakan kakak, mamah, Kilan, babah dan semua yang ada di dunia ini. Nah, karena Allah sudah menciptakan semuanya untuk kita maka, kita wajib mentaati perintahnya Allah. Kalau gak, nanti Allah marah sama kakak. Takut kan ya kalau Allah marah?

Lalu dia kembali bertanya,

Gak ah, Keenan mah gak takut mah “ jawabnya polos

Lho kok gak takut? Harus takut lho. Gimana kalo kata Allah teh kakak harus solat tapi malah main layangan terus sampai gak solat, lalu Allah ngilangin semua layangan di seluruh dunia? Kakak pasti gak akan bisa main layangan lagi kan? Sedih kan? “ jawab saya berusaha menjelaskan,

Tinggal bikin we atuh layangan mah gampang “ jawabnya

Iya memang gampang, tapi gimana kalau Allah musnahin semua pohon bambu lewat bencana alam? Gunung meletus? Semua pohon bambu musnah! Gimana kakak mau bikin layangan? “ jawab saya. Lalu dia terdiam sambil berfikir. Nampaknya dia berfikir cukup keras tentang hal ini, hehehe

Kedua, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah ( MI )


Setelah Keenan menyelesaikan pendidikannya di TK Ra Al Misbah, tahun depan saya berencana untuk kembali mendaftarkan Keenan ke MI ( Madsarah Ibtidaiyah ) Al Misbah . Jika anda mengetikan kata kunci sekolah MI di google, maka yang pertama muncul adalah lokasi sekolah ini. Rupa-rupanya MI Al Misbah cukup terkenal sampai masuk page one google ya, hehehe. Alhamdulillah.


Sekolah Yayasan Al Misbah



Karena lokasi sekolah RA Al misbah masih berada dalam lingkungan yayasan Al Misbah, maka setiap kali saya mengantar dan menunggu Keenan sekolah, secara tidak langsung saya mengamati bagaimana kebiasaan siswa SD dan SMP di sekolah ini. Satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah, setiap pagi sebelum memulai KBM para siswa dibiasakan membaca do’a, surat-surat dan hadits. Sehingga, saya tidak ragu lagi jika nanti Keenan melanjutkan SD ke MI Al Misbah.


Lapangan Upacara yang sering digunakan untuk kegiatan olahraga dan warga sekitar

Sama halnya dengan RA, Madrasah ibtidaiyah ( MI ) yang setara dengan SD juga pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Mengenai Kurikulum, madrasah Ibtidaiyah juga memiliki kurikulum yang sama dengan kurikulum sekolah dasar, tetapi memiliki porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama . 

Berikut beberapa tambahan kurikulum di MI, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Alquran dan Hadits 

2. Aqidah dan Akhlaq 

3. Fiqih 

4. Sejarah Kebudayaan Islam 

5. Bahasa Arab.


Ketiga, Madrasah Tsanawiyah di Pesantren


Disinilah tujuan akhir pendidikan Keenan bermuara. Saya belum memilih dan mencari pilihan pondok pesantren nanti untuk Keenan . Tetapi jika melihat pengalaman ayahnya waktu pesantren dulu, sedikit banyak saya belajar mengenai pesantren dan dunia nya. Untuk tahap selanjutnya mungkin saya akan mempelajari lebih lanjut mengenai pesantren yang ada di Kota Bandung.

Mengapa memilih di Kota Bandung? Karena lebih dekat dekat tempat tinggal. Jadi kalau ada apa-apa lebih mudah. Tentu ada pertimbangan penting dalam memilih pesantren, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pertimbangan Madzhab dan Organisasi

Sebagaimana kita ketahui, islam memiliki banyak mazhab dan organisasi. Mulai dari pondok pesantren beraliran NU, Muhammadiyah, Pondok pesantren Modern, pondok pesantren tarbiyah (PKS) dan masih banyak lagi. Saya akan memilih pondok pesantren yang sejalan dengan pemahaman yang saya dan keluarga anut, untuk menghindari adanya konflik sosial antara anak dan keluarga kelak.

2. Program pendidikannya serta Kredibiltasnya terbukti baik.

Mulai dari prestasi, citra dan alumnus. Dengan melihat kredibiltas suatu pondok pesantren, maka kita bisa melihat bagaimana pondok pesantren ini mendidik, mengasuh dan mendidik para santri. Terlebih jika ada alumnus pondok pesantren yang berhasil dan sukes. Tentu hal ini menjadi nilai lebih dari pondok pesantren itu sendiri.

3. Biaya pendidikan.

Tidak ada pendidikan yang murah, terlebih lagi jika pondok pesantren tersebut memiliki kredibiltas baik, fasilitas lengkap dan kurikulum pendidikan yang komprehensif. Semisal gontor. Tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Untuk itu, maka perlu dipersiapkan biaya pendidikan untuk kedepannya. Dengan menabung atau deposito. Memilih pondok pesantren dengan biaya yang terjangkau juga bisa menjadi pilihan, tetapi jangan asal memilih yang murah tetapi tidak berkualitas. Tetapi pilihlah pondok pesantren dengan biaya yang terjangkau dan berkualitas.

4. Tindak Lanjut

Setelah Keenan lulus MTS nanti, tentu akan ada perencanaan yang dilakukan selanjutnya. Apakah akan meneruskan ke jenjang Madrasah Aliyah di pondok pesantren tersebut atau pindah ke pondok pesantren lainnya atau malah berpindah haluan ke SMA Negeri?

Semua hal tersebut bergantung kepada kemauan dan keinginan Keenan nantinya. Mengapa? Karena saya menyadari bahwa, anak juga memiliki hak untuk memilih mau kemana dia bersekolah dan menimba ilmu. Saya sebagai orang tua hanya sebatas mempersiapkan dan membimbing melalui jalur yang terbaik yang sudah saya persiapkan dengan tujuan awal saya. Tentu saya berharap Keenan akan bisa melanjutkan ke Madrasah Aliyah lalu melanjutkan ke Universitas berbasis agama islam. Tetapi kembali, saya harus melihat bagaimana perkembangan Keenan nantinya.

Pondok Pesantren Bukan Pilihan Utama


Perencanaan pendidikan yang saya uraikan di atas terlihat sempurna ya, Lalu bagaimana dengan respon dan keinginan Keenan terhadap rencana saya itu? Apakah Keenan tertarik dengan pondok pesantren?

Untuk sekarang belum terlihat bagaimana keinginan keenan sebetulnya. Tetapi ketika dia melihat sepupunya yang sekarang sekolah di MTS di pondok pesantren, dia pun mengatakan ingin sekolah di sana seperti sepupunya. Juga, ketika saya menceritakan bahwa dulu Babah ( ayahnya) juga sekolah di pondok pesantren, diapun terakagum-kagum.

Dan keenan semakin penasaran dengan konsep pondok pesantren ketika saya ceritakan bagaimana sepupunya Aldi, sekolah di pondok pesantren Baitul Hidayah Bandung dan pamannya yang dulu juga pondok pesantren dan sekarang mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di universitas terkenal di Irak. Mendengar kata LUAR NEGERI, keenan pun semakin tertarik dan terkesan. 

Saya juga meperlihatkan  video kegiatan pondok pesantren dimana sepupunya Aldi sekolah sekarang, dan dia tertarik. 







Keenan mengatakan dengan penuh semangat kalau dia ingin meneruskan sekolah ke MI Al Misbah tahun depan. Semoga nanti setelah lulus MI, keenan mau meneruskan ke jenjang MTS di pondok pesantren.

Bagaimana jika Keenan menolak? Tidak masalah


Ini terkesan bersebrangan dengan judul saya di atas, tetapi tidak. Saya memang membuat perencanaan dan menyediakan fasilitas terbaik untuk pendidikan anak-anak saya, tetapi yang menjalani semua itu bukan saya. Tetapi anak-anak saya. Sehingga, mereka harus memiliki keinginan yang kuat akan hal itu. Tidak bisa dipaksakan hanya karena “ambisi” saya semata.

Saya mengambil kasus dimana, sepupu saya pernah dipaksa oleh orangtuanya untuk belajar di pondok pesantren tanpa menanyakan bagaimana keinginan sepupu saya itu. Hasilnya, dia berontak dan kabur dari pondok pesantren. Berkaca ke peristiwa itu, maka saya tidak akan memaksakan anak-anak saya nanti untuk belajar di pondok pesantren.


Ibu Sebagai Madrasah Al - Ula



Seperti yang saya ceritakan di atas mengenai keresahan saya terkait gaya hidup anak – anak generasi sekarang, pondok pesantren memang menjadi pilihan saya agar Keenan dan kilan memiliki pondasi yang kuat terhadap agama sehingga mampu melewati segala macam rintangan dan godaan selama masa pencarian jati diri mereka.



Tetapi saya sadar, Pondok pesantren bukan lah pilihan utama. Pendidikan dasar agama masih bisa diperoleh melalui pengajian rutin di masjid setiap hari dan pengasuhan serta bimbingan dari kedua orangtua. Ini kemudian yang akan menjadi pekerjaan rumah saya terbesar jika Keenan atau Kilan menolak meneruskan belajar di pondok pesantren. Persiapan mental harus di siapkan sedari sekarang agar nantinya saya tidak kecewa.


Saya juga menyadari hal lain bahwa bagaimana seorang anak itu memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik dalam artian tidak melenceng dari norma agama dan sosial, bergantung pada bagaimana orangtua terutama ibu mendidik dan mengasuh anak-anak mereka. Mengapa?

Karena seorang Ibu merupakan madrasatul ula yang artinya sekolah utama dan pertama bagi seorang anak. Sejak dari kandungan hingga menjadi seorang manusia seutuhnya. Ibu lah yang pertama mengajari duduk, berjalan, berlari dan mengenal dunia di sekitarnya. Bahkan ibulah yang melihat, menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak – anaknya.

Seperti Ungkapan dari Hafiz Ibrahim yang menyatakan bahwa :

"Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”

Yang artinya, “Ibu adalah madrasah atau pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya “

Selama masa tumbuh dan kembang. seorang anak akan mempelajari banyak hal melalui sebuah proses yang disebut imitasi, dimana anak akan melihat, merespon lalu mengikuti bagaimana orang lain bersikap, berbicara dan bertingkah laku. Proses belajar inilah dilakukan anak dengan melihat ibu dan ayahnya.

Mempersiapkan anak – anak untuk belajar di pondok pesantren, secara tidak langsung juga “memaksa” saya dan ayahnya untuk kembali belajar. Belajar agama lebih dalam dan belajar pengasuhan sesuai fitrahnya.

Masa iya, cita-cita setinggi langit agar anak akhlakul karimah tetapi kedua orang tuanya tidak? Apa tidak malu? hehehe