Tampilkan postingan dengan label Pengasuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengasuhan. Tampilkan semua postingan
Pendidikan Non Formal

Yuk, Kita Dukung Bakat Anak Melalui Pendidikan Non Formal. Ada rutinitas seru, lucu dan menggemaskan dari anak - anak saya setiap harinya saat playing time tiba, yaitu konser dadakan. Iya, konser dadakan dimana Kilan yang bermain gitar sementara kakaknya Keenan bermain drum sambil menyalakan lagu favorit mereka di channel youtube yaitu lagu ayah mereka. Semangat dan girang sekali kalau mereka sudah bermain musik khayalan mereka. 


Keenan dengan semangat bermain gitar


Kilan yang senang bernyanyi dengan gitar akustik 



Sense of Music mereka memang sudah saya stimulus sejak bayi, dimana  hampir setiap hari sejak dari kandungan, saya sudah mengenalkan mereka dengan musik terutama genre musik yang sangat saya sukai yaitu post rock. Bahkan ketika hamil  saya ajak jabang bayi menonton konser bahkan ketika usia kehamilan saya 8 bulan. 


kursus musik
Keenan dan Kilan mengenal musik
Dok. pribadi



Baik Keenan maupun Kilan senang sekali bermain gitar. Bukan gitar asli, tapi gitar mainan sambil berpura-pura jadi pemain band sambil nge genjreng didepan layar komputer. Beranjak usia 3 tahun, mereka mulai minta dibelikan gitar akustik kecil dan ukulele. Sang adik, Kilan masih berusaha keras belajar nge-genjreng sementara Keenan sedang belajar fingering ukulele.

Nampaknya antara dunia seni dan saya agak sulit dipisahkan, begitu pula dengan keluarga kecil saya. Saya sangat menyukai seni menggambar sementara suami saya sangat menyukai seni musik dan terjun di dunia musik . Sehingga ketika Keenan dan Kilan menunjukan ketertarikan terhadap musik, saya dan suami tentu bahagia dan bangga.


Pendidikan non formal
Keenan saat usia 3 tahun ikut naik panggung saat band ayahnya mengadakan showcase di Majestic Bandung

Melihat hobi dan bakat anak-anak saya, terbesit dalam benak saya untuk memberikan fasilitas lebih agar bakat mereka terasah dan berkembang sejak dini, yaitu memberikan mereka pendidikan non formal kursus musik. Tetapi karena pandemi, sehingga ayahnya yang sementara ini mengajarkan mereka fingering dan belajar tangga nada.

Bagi para ayah dan ibu yang berdomisili di Jakarta, saya ada rekomendasi tempat kursus belajar musik nih. Yaitu KBL Performing Arts. Wah, KBL? tempat kursus seperti apa sih? Yuk simak bersama penjelasan saya berikut ini. 

Pentingnya Pendidikan Non Formal Bagi Anak Usia Dini

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai pendidikan non formal KBL Performing Arts, yuk kita simak dulu apa sih pentingnya pendidikan non formal ini bagi anak usia dini. 

Mungkin ada sebagian orang tua yang bertanya-tanya, usia berapakah anak dikatakan masuk kategori usia dini? menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 , rentang usia anak usia dini adalah usia 0 - 6 tahun. 

Fase anak usia dini merupakan fase awal kehidupan dimana anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan terutama perkembangan motorik kasar, motorik halus dan perkembangan kognitif. 

Masa anak pada usia dini disebut juga periode golden age. Golden age adalah periode paling penting dalam pertumbuhan anak dimana pertumbuhan dan perkembangan ini nantinya akan menentukan kepribadian dan kecerdasan anak di masa mendatang.

Kita sebagai orangtua harus memanfaatkan periode golden age ini sebaik mungkin agar anak dapat tumbuh kembang dengan optimal.  Salah satunya adalah dengan mengenali dan menggali potensi anak. Bagaimana cara mengenali dan menggali potensi anak? salah satu caranya adalah dengan memberikan stimulasi pada anak sehingga anak akan nantinya akan menunjukkan ketertarikan dan minatnya. 

Stimulus yang diberikan cukup beragam, bisa dengan mulai mengajak berolahraga, bernyanyi, bermain musik, menggambar dan lain sebagainya. Stimulus yang diberikan ini pada akhirnya akan memperlihatkan ke arah mana minat anak serta anak akan memunculkan bakatnya. 

Setelah anak mulai menunjukan ketertarikan dan minat, maka kita sebagai orang tua sebaiknya mendukung potensi anak dengan memberikan arahan dan memfasilitasi minat dan bakat anak agar potensi berkembang.

Seperti yang saya ceritakan di atas, pendidikan non formal dapat menjadi salah satu solusi langkah kita sebagai orang tua dalam mendukung potensi anak. Mengapa harus pendidikan non-formal? 

Mengapa Harus Pendidikan Non Formal

Keluarga merupakan pondasi dasar pendidikan anak sebelum melangkah ke jenjang berikutnya yaitu pendidikan formal di sekolah dan pendidikan pendidikan non - formal Sehingga, keberlanjutan perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya akan lebih optimal dan sesuai dengan yang diharapkan.

Ketika orangtua terbentur dengan sumber daya ilmu pengetahuan serta waktu yang terbatas, maka memilih pendidikan non formal dapat menjadi solusi dan pelengkap dari pendidikan formal. Pendidikan non formal adalah upaya mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat. Salah satu jenis pendidikan non formal adalah pendidikan anak usia dini. 

Mengapa kita memilih pendidikan non formal sebagai pelengkap dari pendidikan formal? berikut keunggulan dari pendidikan non - formal :

  1. Fleksibilitas waktu 
  2. Bertujuan mengembangkan potensi peserta didik 
  3. Dilengkapi dengan sumber daya pendidik yang ahli dibidangnya
  4. Teknik mengajar yang telah teruji 

Wah, melihat kelebihan dari pendidikan non formal diatas tentu saya tidak ragu lagi kelak akan menggunakan pendidikan non formal terutama kursus musik untuk mendukung potensi, minat dan bakat anak - anak saya di bidang musik. Karena kami memiliki keterbatasan waktu serta ilmu di bidang musik bahkan ayahnya sendiri yang pemain gitar, i bahkan mengambil kursus gitar, hehehe.

Kursus Musik di KBL Performing Arts 

KBL Performing Arts


Kursus Vokal KBL (Karunia Bersama Lucky) yang memiliki website resmi di  Kbl.co.id adalah Lembaga kursus yang didirikan oleh Lucky Tampilang dimana beliau menyusun sendiri kurikulum KBL Performing Arts Dengan menggabungkan metode klasik dan modern. Beliau juga merekrut tenaga pengajar yang berpengalaman di bidangnya serta menggunakan teknik dan metode mengajar yang berbeda dengan pendidikan non formal serupa. 

Salah satu point penting dari prinsip mengajar di KBL performing art ini adalah, 

peserta didik akan mendapatkan pendidikan kursus yang berorientasi pada pengembangan  potensi anak melalui metode dan  teknik serta kualitas pendidik dengan terus mengikuti perkembangan musik dan ilmu terbaru. 

pendidikan non formal


Khusus untuk kursus musik, ada tiga level kursus musik yang terdapat dalam program kursus musik di KBL performing arts, yaitu :

1. BASIC

   Level 1

  • Nada dan tangga nada
  • Ketukan dan nilai ketukan
  • Tanda birama
  • Chords
  • Fingering left and right
  • Synchronization
  • Play several simple songs
  • Ionian scales in C
  • Dorian scales in C
  • Prygian scales in C
  • Lydian scales in C
  • Mixolydian scales in C
  • Aeolian scales in C
  • Locrian scales in C
Level 2
  • Hearing
  • Play all scales in G
  • How to build chords
  • Play songs in G

2.  INTERMEDIATE

Level 1
  • Music modes
  • Play all scales in D
  • Play all scales in A
  • Play songs in A
Level 2
  • Play all scales in E
  • Play songs in E
  • Play all scales in B
  • Play songs in B

3.  ADVANCED

Level 1
  • How to make an introduction, ad lib and ending cadences
  • Play all scales in F#
  • Play songs in F#
  • Play all scales in C#
  • Play songs in C#
Level 2
  • Improvisation
  • How to use the progression chords
  • Play all scales in F, Bes, Es dan As
Level 3
  • How to make an arrangement of a song
  • Digital Recording
  • Jangkauan Nada Minimal 5 oktaf
  • Improvisation 1
  • Aksi panggung 1 mencangkup Bahasa tubuh,
  • kontak mata dengan penonton, blocking panggung, ekspresi wajah
  • Analisa lagi 1

ADVANCED 2

  • Teknik vocal : Whistle voice
  • Jangkauan nada minimal 5 oktaf
  • Improvisasi 2
  • Aksi panggung 2 mencangkup bahada tubuh, kontak mata dengan penonton, blocking panggung, ekspresi wajah
  • Analisa lagu 2
  • Rekaman vocal dan klip video

Saya rasa, kurikulum pembelajaran kursus musik di KBL performing arts ini lengkap sekali. Jadi tidak ragu lagi deh mendaftarkan Keenan di KBL performing arts kelak. 

Ayah dan Bunda, yuk kita bersama kembangkan potensi anak kita serta dukung potensinya dengan memberikan pendidikan non formal di KBL Performing Arts. Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi website resmi KBL  Performing Arts di  Kbl.co.id 






Tinggi Tangguh Tanggap
Dokumen  Pribadi


Segudang Manfaat Indomilk Susu Bubuk Agar Anak Dapat tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap Dengan Optimal. 
Setiap orang tua pasti mengharapkan anak - anaknya dapat Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan optimal , termasuk saya. 

Keenan, anak pertama saya tahun ini berusia 6 tahun dan sedang berada dalam tahap usia dimana perkembangan motorik atau fisiknya berkembang dengan pesat. 

Akhir - akhir ini Keenan senang bereksplorasi melalui kegiatan fisik seperti bermain sepeda dan bermain layangan. Tentu bukan hal yang mudah bagi seorang anak berusia 6 tahun untuk bisa mengayuh sepeda sekuat tenaga dan juga bermain layangan dimana dibutuhkan ketangkasan menarik benang layangan dan konsentrasi penuh saat menerbangkannya.



Indomilk Susu Bubuk
Dokumen Pribadi di edit menggunakan Canva



Keenan juga sangat senang bermain ukulele hadiah ulang tahun dari ayahnya. Hampir setiap hari dia memainkan ukulele sambil belajar memetik gitar ukulele lewat channel youtube. Setiap hari dia semakin mahir bermain ukulele.Saya sebagai ibunya tentu bangga dong.

Oleh sebab itu maka saya bantu perkembangan keenan agar dapat tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan optimal dengan Indomilk Susu Bubuk.

Wah, susu apakah itu? Memang bisa ya membantu tumbuh kembang anak agar dapat tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan optimal ? apa sih manfaat susu bubuk? Yuk kenalan dengan Indomilk Susu Bubuk.

Keenan dan Produk  Indomilk Susu Bubuk

Keluarga kami adalah keluarga sahabat Indomilk. Itu beneran lho. Saya sendiri penyuka susu kental manis Indomilk sementara Keenan, sejak usia 2 tahun bersahabat dengan susu Indomilk Kids UHT rasa coklat. Begitu Pula dengan adiknya Kilan, penyuka berat susu Indomilk Kids UHT rasa coklat. 

Karena sekarang Keenan sudah berusia 6 tahun, saya berencana mengganti susunya dengan susu bubuk yang sesuai dengan kemampuan fisiknya yang semakin berkembang begitu pula dengan daya nalarnya. Nah, Karena Keenan sudah bersahabat dengan rasa coklat dari susu Indomilk kids UHT jadi saya gak ada tuh cerita galau memilih Susu Bubuk Untuk anak.


Tinggi, Tangguh, Tanggap
Dokumen Pribadi



Indomilk Susu Bubuk menjadi pilihan pertama Susu Bubuk Untuk anak saat memutuskan mengganti susu Keenan. Sementara adiknya, masih setia dengan susu Indomilk kids coklat. Gak mau pindah ke lain hati katanya, karena rasanya enak. Hehe

Segudang manfaat Indomilk Susu Bubuk

Ibu, tau gak sih manfaat Susu Bubuk bagi tumbuh kembang anak ? jadi, susu bubuk memiliki Kandungan gizi yang cukup kaya akan kandungan energi, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, kalium, seng, retinol, β-karoten, thiamine, riboflavin, niacin.

Manfaat susu bubuk
Dokumen Pribadi

Lantas, apa sih keunggulan dari Indomilk Susu Bubuk ini sampai saya gak mau pindah kelain hati? itu karena Indomilk Susu Bubuk merupakan susu bubuk yang dibuat dari susu segar yang dilengkapi dengan optinutri yang kaya akan Omega 3, Sumber Protein dan Kalsium Tinggi. 

Susu Bubuk Untuk anak
Dokumen Pribadi
Apa saja sih manfaat kandungan omega 3, protein dan kalsium yang terdapat pada Indomilk Susu Bubuk? berikut penjelasannya. 

1.  Manfaat Omega 3 Untuk Perkembangan Anak

Omega-3 merupakan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan tubuh yang terdapat pada berbagai jenis ikan berlemak seperti ikan salmon, ikan sarden dan ikan makarel. Untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega 3 pada anak, badan WHO bahkan menganjurkan anak - anak untuk makan ikan dua porsi per minggu. 

Saya tahu, tidak semua anak suka akan ikan, tapi sekarang ibu tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada Indomilk Susu Bubuk yang mengandung omega 3 sehingga lebih praktis untuk diminum sehari-hari. Adapun manfaat terbesar dari omega 3 adalah sebagai berikut : 
  • Menunjang perkembangan kognitif anak
  • Meningkatkan kecerdasan anak
  • Mencegah dari berbagai penyakit
  • Meningkatkan kesehatan mental pada anak

2.   Manfaat Protein 

Protein merupakan zat makanan berupa asam-asam amino yang memiliki manfaat besar dalam tubuh sebagai berikut :
  • Memproduksi Zat yang Diperlukan Tubuh
  • Sumber Energi
  • Membantu pembentukan struktur sel

3.  Manfaat Kalsium

Kalsium merupakan mineral yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan serta kepadatan tulang serta gigi sehingga anak dapat tumbuh tinggi secara fisik.

Melihat Begitu banyak manfaat omega 3, protein dan kalsium terhadap tumbuh kembang anak tentu saya tidak ragu lagi memilih Indomilk Susu Bubuk. Terlebih lagi Indomilk Susu Bubuk Optinutri ini tersedia dalam 3 varian rasa, yaitu coklat omega 3, instant omega 3 dan full cream omega 3 yang bebas gula. Susu Bubuk Indomilk dengan kandungan optinutri ini juga tersedia dalam gramasi 27 gram, 37 gram, 400 gram dan 800 gram. Sehingga ibu bisa memilih sesuai dengan kebutuhan sehari - hari.

Manfaat susu bubuk


Indomilk Susu Bubuk untuk Usia Berapa

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, Indomilk susu bubuk untuk usia berapa sih? apakah cocok untuk balita dan dewasa? jadi, Indomilk susu bubuk ini diperuntukkan bagi anak di usia 5 tahun keatas. Dengan kandungan optinutri, maka Indomilk susu bubuk sangat tepat untuk menunjang perkembangan dan tumbuh anak di usia tersebut agar anak dapat tumbuh dengan Tinggi, Tangguh, Tanggap Dengan Optimal.

Nah ibu, sekarang tidak ragu lagi kan ketika memilih susu bubuk anak yang tepat untuk putra dan putri ibu usia 5 tahun ke atas? yuk segera berburu Indomilk susu bubuk sekarang juga. Jangan takut kehabisan stok ya, karena tersedia banyak di supermarket.



Daftar Bacaan :

http://tinggitangguhtanggap.com/





Mengapa Memilih Pondok Pesantren


Pondok Pesantren menjadi pilihan terbaik anak - anak untuk belajar dan menimba ilmu? setujukah anda? Saya setuju.


Beberapa waktu yang lalu saya diresahkan oleh beberapa kejadian viral di seantero jagat twitter-land. Salah satunya adalah kasus Adhisty Zara eks JKT 48. Kasusnya seperti apa? Silahkan google sendiri ya, hehehe. Yang jelas, kasus viral itu bikin saya merinding dan lebih memikirkan lagi soal pilihan pendidikan anak – anak saya, keenan dan kilan. Terutama keenan yang tahun depan akan masuk sekolah dasar.


Memang, sekolah bukan satu-satunya lembaga yang bertugas memonitoring, mengasuh dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik. Dibutuhkan kerjasama orangtua agar anak – anak tidak melakukan hal-hal diluar norma agama dan sosial. Tetapi  jika anak sudah memiliki pondasi yang kuat terhadap agama, setidaknya disaat anak mengalami masa transisi pencarian jati diri dan memasuki dunia baru  dia akan berpegang teguh pada prinsipnya dan kembali ke rel yang benar.

Hal ini kemudian yang menjadi perhatian utama saya terhadap masa depan pendidikan dan pengembangan akhlak, budi pekerti dan falsafah hidup anak-anak saya. Saya memilih pondok pesantren sebagai pilihan utama pendidikan anak-anak saya.

Pesantren Jaman Now Lebih Terbuka


Alasan utama mengapa saya memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan anak- anak saya adalah karena di pondok pesantren, anak - anak akan memperoleh ilmu agama yang komprehensif  terkait ilmu agama. Bahkan pesantren modern saat ini tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mempelajari berbagai ilmu pengetahuan sebagaimana pada sekolah negeri atau umum lainnya. 

Di beberapa pesantren juga membekali para santri nya ilmu berwirausaha, berkebun dan beternak. Sehingga, siswa juga dibekali ilmu agar ketika mereka lulus tidak hanya menjadi seorang pengajar atau  ustad seperti kebanyakan tetapi juga wirausaha dan mampu memiliki usaha sendiri. hebat bukan??

Awalnya saya kira kegiatan di pondok pesantren itu menjenuhkan dan kurang menyenangkan. Tetapi ternyata, pondok pesantren jaman sekarang lebih terbuka dengan banyak pilihan kegiatan ekstrakulikuler, ilmu dan bidang studi.


Menyiapkan kesiapan anak masuk pondok pesantren


Lantas timbul pertanyaan, bagaimana mempersiapkan anak-anak agar mau bersekolah di pesantren? Usia berapa sebaiknya anak-anak mulai masuk pesantren?

Oke. Saya ambil contoh Keenan anak pertama saya. Sejak pertama kali Keenan mulai memasuki dunia pendidikan, saya sudah merencanakan sejak awal kemana Keenan akan bersekolah.

Pertama, Sekolah Taman Kanak – kanak RA


Saya mendaftarkan Keenan Sekolah Swasta Yayasan Al Misbah yang memiliki tiga jenjang pendidik yaitu RA ( setara TK), MI ( setara SD ) dan MTS ( setara smp ). Saya memilih Keenan sekolah pendidikan usia dini ke RA dan bukan TK, Mengapa?

RA merupakan singkatan dari Raudhatul Athfal yang artinya taman kanak – kanak. Secara skema lembaga, RA berada dibawah naungan Departemen Agama dan dikelola oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal ( IGRA ) . Salah satu kelebihan RA adalah, Selain memiliki kurikulum materi pengetahuan umum juga menyiapkan kurikulum materi dasar-dasar ajaran agama Islam. 


Keenan ikut kegiatan manasik haji  ( photo atas, keenan ketiga dari kiri )


Keenna Belajar jadi imam shalat
Keenan belajar menjadi imam shalat


Selain itu, dari segi atribut sekolah juga sudah disiapkan dan disesuaikan, yaitu untuk murid wanita berhijab dan pria seragam berlengan dan celana panjang. Khusus untuk hari jumat mereka memakai seragam berwarna putih. Kegiatan lainnya seperti manasik haji dan belajar praktek sholat juga rutin diadakan. Bahkan, hari santri pun ikut diperingati setiap tahunnya.

Salah satu yang saya rasakan besar manfaatnya menyekolahkan Keenan di RA adalah, dia mulai memahami konsep siapa Tuhan dan bahkan suatu hari Keenan pernah bertanya,

Mah, kenapa sih solat terus? Emang kenapa sih kita harus sholat? “ tanyanya terheran- - heran.

Pertanyaan ini sungguh menggelitik rasa haru saya. Mengapa tidak, di usianya yang masih lima tahun dia mampu berfikir sejauh itu. Lantas saya jawab,

Kakak udah kenal kan sama Allah? Tuhan yang memiliki juga menciptakan kakak, mamah, Kilan, babah dan semua yang ada di dunia ini. Nah, karena Allah sudah menciptakan semuanya untuk kita maka, kita wajib mentaati perintahnya Allah. Kalau gak, nanti Allah marah sama kakak. Takut kan ya kalau Allah marah?

Lalu dia kembali bertanya,

Gak ah, Keenan mah gak takut mah “ jawabnya polos

Lho kok gak takut? Harus takut lho. Gimana kalo kata Allah teh kakak harus solat tapi malah main layangan terus sampai gak solat, lalu Allah ngilangin semua layangan di seluruh dunia? Kakak pasti gak akan bisa main layangan lagi kan? Sedih kan? “ jawab saya berusaha menjelaskan,

Tinggal bikin we atuh layangan mah gampang “ jawabnya

Iya memang gampang, tapi gimana kalau Allah musnahin semua pohon bambu lewat bencana alam? Gunung meletus? Semua pohon bambu musnah! Gimana kakak mau bikin layangan? “ jawab saya. Lalu dia terdiam sambil berfikir. Nampaknya dia berfikir cukup keras tentang hal ini, hehehe

Kedua, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah ( MI )


Setelah Keenan menyelesaikan pendidikannya di TK Ra Al Misbah, tahun depan saya berencana untuk kembali mendaftarkan Keenan ke MI ( Madsarah Ibtidaiyah ) Al Misbah . Jika anda mengetikan kata kunci sekolah MI di google, maka yang pertama muncul adalah lokasi sekolah ini. Rupa-rupanya MI Al Misbah cukup terkenal sampai masuk page one google ya, hehehe. Alhamdulillah.


Sekolah Yayasan Al Misbah



Karena lokasi sekolah RA Al misbah masih berada dalam lingkungan yayasan Al Misbah, maka setiap kali saya mengantar dan menunggu Keenan sekolah, secara tidak langsung saya mengamati bagaimana kebiasaan siswa SD dan SMP di sekolah ini. Satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah, setiap pagi sebelum memulai KBM para siswa dibiasakan membaca do’a, surat-surat dan hadits. Sehingga, saya tidak ragu lagi jika nanti Keenan melanjutkan SD ke MI Al Misbah.


Lapangan Upacara yang sering digunakan untuk kegiatan olahraga dan warga sekitar

Sama halnya dengan RA, Madrasah ibtidaiyah ( MI ) yang setara dengan SD juga pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Mengenai Kurikulum, madrasah Ibtidaiyah juga memiliki kurikulum yang sama dengan kurikulum sekolah dasar, tetapi memiliki porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama . 

Berikut beberapa tambahan kurikulum di MI, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Alquran dan Hadits 

2. Aqidah dan Akhlaq 

3. Fiqih 

4. Sejarah Kebudayaan Islam 

5. Bahasa Arab.


Ketiga, Madrasah Tsanawiyah di Pesantren


Disinilah tujuan akhir pendidikan Keenan bermuara. Saya belum memilih dan mencari pilihan pondok pesantren nanti untuk Keenan . Tetapi jika melihat pengalaman ayahnya waktu pesantren dulu, sedikit banyak saya belajar mengenai pesantren dan dunia nya. Untuk tahap selanjutnya mungkin saya akan mempelajari lebih lanjut mengenai pesantren yang ada di Kota Bandung.

Mengapa memilih di Kota Bandung? Karena lebih dekat dekat tempat tinggal. Jadi kalau ada apa-apa lebih mudah. Tentu ada pertimbangan penting dalam memilih pesantren, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pertimbangan Madzhab dan Organisasi

Sebagaimana kita ketahui, islam memiliki banyak mazhab dan organisasi. Mulai dari pondok pesantren beraliran NU, Muhammadiyah, Pondok pesantren Modern, pondok pesantren tarbiyah (PKS) dan masih banyak lagi. Saya akan memilih pondok pesantren yang sejalan dengan pemahaman yang saya dan keluarga anut, untuk menghindari adanya konflik sosial antara anak dan keluarga kelak.

2. Program pendidikannya serta Kredibiltasnya terbukti baik.

Mulai dari prestasi, citra dan alumnus. Dengan melihat kredibiltas suatu pondok pesantren, maka kita bisa melihat bagaimana pondok pesantren ini mendidik, mengasuh dan mendidik para santri. Terlebih jika ada alumnus pondok pesantren yang berhasil dan sukes. Tentu hal ini menjadi nilai lebih dari pondok pesantren itu sendiri.

3. Biaya pendidikan.

Tidak ada pendidikan yang murah, terlebih lagi jika pondok pesantren tersebut memiliki kredibiltas baik, fasilitas lengkap dan kurikulum pendidikan yang komprehensif. Semisal gontor. Tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Untuk itu, maka perlu dipersiapkan biaya pendidikan untuk kedepannya. Dengan menabung atau deposito. Memilih pondok pesantren dengan biaya yang terjangkau juga bisa menjadi pilihan, tetapi jangan asal memilih yang murah tetapi tidak berkualitas. Tetapi pilihlah pondok pesantren dengan biaya yang terjangkau dan berkualitas.

4. Tindak Lanjut

Setelah Keenan lulus MTS nanti, tentu akan ada perencanaan yang dilakukan selanjutnya. Apakah akan meneruskan ke jenjang Madrasah Aliyah di pondok pesantren tersebut atau pindah ke pondok pesantren lainnya atau malah berpindah haluan ke SMA Negeri?

Semua hal tersebut bergantung kepada kemauan dan keinginan Keenan nantinya. Mengapa? Karena saya menyadari bahwa, anak juga memiliki hak untuk memilih mau kemana dia bersekolah dan menimba ilmu. Saya sebagai orang tua hanya sebatas mempersiapkan dan membimbing melalui jalur yang terbaik yang sudah saya persiapkan dengan tujuan awal saya. Tentu saya berharap Keenan akan bisa melanjutkan ke Madrasah Aliyah lalu melanjutkan ke Universitas berbasis agama islam. Tetapi kembali, saya harus melihat bagaimana perkembangan Keenan nantinya.

Pondok Pesantren Bukan Pilihan Utama


Perencanaan pendidikan yang saya uraikan di atas terlihat sempurna ya, Lalu bagaimana dengan respon dan keinginan Keenan terhadap rencana saya itu? Apakah Keenan tertarik dengan pondok pesantren?

Untuk sekarang belum terlihat bagaimana keinginan keenan sebetulnya. Tetapi ketika dia melihat sepupunya yang sekarang sekolah di MTS di pondok pesantren, dia pun mengatakan ingin sekolah di sana seperti sepupunya. Juga, ketika saya menceritakan bahwa dulu Babah ( ayahnya) juga sekolah di pondok pesantren, diapun terakagum-kagum.

Dan keenan semakin penasaran dengan konsep pondok pesantren ketika saya ceritakan bagaimana sepupunya Aldi, sekolah di pondok pesantren Baitul Hidayah Bandung dan pamannya yang dulu juga pondok pesantren dan sekarang mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di universitas terkenal di Irak. Mendengar kata LUAR NEGERI, keenan pun semakin tertarik dan terkesan. 

Saya juga meperlihatkan  video kegiatan pondok pesantren dimana sepupunya Aldi sekolah sekarang, dan dia tertarik. 







Keenan mengatakan dengan penuh semangat kalau dia ingin meneruskan sekolah ke MI Al Misbah tahun depan. Semoga nanti setelah lulus MI, keenan mau meneruskan ke jenjang MTS di pondok pesantren.

Bagaimana jika Keenan menolak? Tidak masalah


Ini terkesan bersebrangan dengan judul saya di atas, tetapi tidak. Saya memang membuat perencanaan dan menyediakan fasilitas terbaik untuk pendidikan anak-anak saya, tetapi yang menjalani semua itu bukan saya. Tetapi anak-anak saya. Sehingga, mereka harus memiliki keinginan yang kuat akan hal itu. Tidak bisa dipaksakan hanya karena “ambisi” saya semata.

Saya mengambil kasus dimana, sepupu saya pernah dipaksa oleh orangtuanya untuk belajar di pondok pesantren tanpa menanyakan bagaimana keinginan sepupu saya itu. Hasilnya, dia berontak dan kabur dari pondok pesantren. Berkaca ke peristiwa itu, maka saya tidak akan memaksakan anak-anak saya nanti untuk belajar di pondok pesantren.


Ibu Sebagai Madrasah Al - Ula



Seperti yang saya ceritakan di atas mengenai keresahan saya terkait gaya hidup anak – anak generasi sekarang, pondok pesantren memang menjadi pilihan saya agar Keenan dan kilan memiliki pondasi yang kuat terhadap agama sehingga mampu melewati segala macam rintangan dan godaan selama masa pencarian jati diri mereka.



Tetapi saya sadar, Pondok pesantren bukan lah pilihan utama. Pendidikan dasar agama masih bisa diperoleh melalui pengajian rutin di masjid setiap hari dan pengasuhan serta bimbingan dari kedua orangtua. Ini kemudian yang akan menjadi pekerjaan rumah saya terbesar jika Keenan atau Kilan menolak meneruskan belajar di pondok pesantren. Persiapan mental harus di siapkan sedari sekarang agar nantinya saya tidak kecewa.


Saya juga menyadari hal lain bahwa bagaimana seorang anak itu memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik dalam artian tidak melenceng dari norma agama dan sosial, bergantung pada bagaimana orangtua terutama ibu mendidik dan mengasuh anak-anak mereka. Mengapa?

Karena seorang Ibu merupakan madrasatul ula yang artinya sekolah utama dan pertama bagi seorang anak. Sejak dari kandungan hingga menjadi seorang manusia seutuhnya. Ibu lah yang pertama mengajari duduk, berjalan, berlari dan mengenal dunia di sekitarnya. Bahkan ibulah yang melihat, menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak – anaknya.

Seperti Ungkapan dari Hafiz Ibrahim yang menyatakan bahwa :

"Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”

Yang artinya, “Ibu adalah madrasah atau pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya “

Selama masa tumbuh dan kembang. seorang anak akan mempelajari banyak hal melalui sebuah proses yang disebut imitasi, dimana anak akan melihat, merespon lalu mengikuti bagaimana orang lain bersikap, berbicara dan bertingkah laku. Proses belajar inilah dilakukan anak dengan melihat ibu dan ayahnya.

Mempersiapkan anak – anak untuk belajar di pondok pesantren, secara tidak langsung juga “memaksa” saya dan ayahnya untuk kembali belajar. Belajar agama lebih dalam dan belajar pengasuhan sesuai fitrahnya.

Masa iya, cita-cita setinggi langit agar anak akhlakul karimah tetapi kedua orang tuanya tidak? Apa tidak malu? hehehe




Pernah gak sih kamu ngalamin Bad day yang super bad sampai efeknya kaya beresonansi sampai berhari-hari??? udah gitu, si bad day gak cuman terjadi sekali, tapi dua kali, tiga kali bahkan empat kali berturut turut? saya pernah. 

Minggu lalu adalah minggu ter-hot sejak awal tahun ini sampai sekarang. Banyak banget peristiwa yang terjadi di minggu itu, bener-bener kaya roller coaster rasanya. 

Allah itu romantis kadang juga galak dan keras terhadap saya Lewat empat rangkaian peritiwa yang bisa dibilang naas, sepertinya itu adalah cara Allah SWT berkomunikasi dengan kita, eh saya maksudnya.


Selasa, 21 Juli 2020



Kalah Lomba Literasi

Menanti kabar itu terkadang tidak enak, membuat hati gelisah dan merana. Seperti menunggu jawaban dari si dia ( eeaaa ) , begitu juga perasaan saya.

Memang apa sih yang saya tunggu?

Jadi, saya lagi nunggu pengumuman pemenang dari empat lomba literasi yang saya ikuti. Rasanya deg-deg-an dan terus bertanya - tanya dalam hati, " lolos gak ya " seraya berharap lolos.

Tapi ternyata, saya tidak lolos dalam dua lomba literasi yang saya ikuti sejak bulan Mei lalu yaitu cerpen dan puisi. Ah mencelos hati saya, tapi tak apa. Masih ada dua lomba lagi. Semoga salah satunya menang. 

Tapi tetep, saya juga manusia. kecewa pasti dong, sedih apalagi. Ditambah ini bukan pertama kalinya saya ikut ajang perlombaan literasi. jadi rasanya, yah agak sesak juga. jadi saya obati kekecewaan ini dengan membahagiakan diri sendiri makan bakso favorit saya. Lumayan terobati dan mood saya tidak tergores sedikitpun.


Kamis, 23 Juli 2020


Kilan jatuh sakit


Mah, Kilan sakit perut! " keluh Kilan sambil berbaring di atas karpet ,

"Sakitnya sebelah mana? " tanya saya,

" sebelah sini, ini Kilan sakit banget perutnyaaaa! " jawab dia sambil nunjuk bagian pusar sambil nangis. duh, saya ga tega sungguh, lalu saya tanya lagi,

sakitnya kaya mau pup gak? atau perih kaya di tusuk? " tanya saya lagi,

sakit aja, gak mau pup " jawabnya memelas 


Duh, sakit apa ya?? saya bingung. Jadi ya saya gendong aja sambil terus mengusap-usap punggungnya sambil di balur kayu putih. 

Akhirnya dia tertidur di gendongan dan saya pindahin ke kamar. Satu jam berselang, dia bangun, mengeluh sakit sambil menangis keras. Saya makin panik dan pikiran di kepala udah ngebayangin yang serem-serem. 

Ini gara-gara saya abis googling tentang ciri-ciri sakit perut pada anak 3 tahun, jadi parno. padahal Pak Suami udah ngelarang! hiks . jadi saya mikirnya, Kilan kena usus buntu lah, maag, ginjal dan yang lainnya. Saya sempat kepikiran mau bawa Kilan ke UGD, tapi saya usahain dulu deh Kilan dibalur bawang merah pake kayu putih. 

Alhamdulillah abis itu dia tidur lelap. yah suka bangun terus mah wajar lah ya, masih agak sakit dan gak nyaman dia nya. Kalau udah gini, emak bergadang walau dia tidur pulas. 

Jadi, dalam tidur saya terbayang terus sakit perutnya kilan, terus terbangun dan langsung cek suhu tubuh dan perutnya. Alhamdulillah, Kilan membaik keesokan harinya, rupanya dia masuk angin. 

Ah, hari ini sungguh aduhai Ya, Allah. kali ini, Allah mungkin pengen nasihatin dan peringatin saya,

 " eka sayang, jangan terlalu keasyikan bloging!  sampai anak dibiarin main diluar, panas-panas-an maen siren head sama si raja! ga pake topi, jaket apalagi sepatu!! lain kali, perhatiin anak dulu baru ngonkrong depan PC! "


 Jum'at, 24 Juli 2020



Pukul 08.00 WIB



Kalah Lomba “lagi”



Akhirnya, pengumuman lomba literasi yang ketiga datang juga. 

Hasilnya? saya gak lolos lagi! 

Saya sedih? tentu
Saya kecewa ? iya dong
Saya down? sudah pasti

Why? yaahh, baru aja saya struggle melawan kekecewaan hari selasa kemarin dan sudah ok, lalu hari ini mental saya dihantam lagi dengan kegagalan. Memang sih, Kalah di dalam sebuah pertandingan itu biasa, saya juga sadar. 

Hanya saja saya jadi ingat, bagaimana proses pengerjaannya yang sampai membuat saya bergadang dan berjibaku dengan pekerjaan domestik yang never ending, PJJ Keenan, Tantrum Kilan yang oohh My God never ending, juga ditambah Kilan sakit kemarin...yah pada akhirnya saya down juga akhirnya. 

Hal ini membuat saya menjadi manusia paling galau sedunia. Galau pun di sebarkan lewat status WA yang gak lama kemudian saya hapus secepat kilat karena merasa alay dan rasanya agak geli , berasa cengeng! 

Tapi rupanya mood belum juga membaik. jadi seharian itu saya hidup kaya zombie. mata selayaknya panda, senyum irit dan males beresin rumah. Chat sama sahabat saya, Renny pun malah jadi kurang nyaman karena rupa-rupanya kita sama-sama lagi bad day juga. Walau kurang nyaman tapi setidaknya masih bisa ngobrol dan saling support. untuk satu hal ini, saya sangat bersyukur. karena di saat jatuh begini, Tuhan masih ngasih saya teman untuk berbagi. 

Saya sempat nangis di kamar mandi sambil ngocorin air bak biar gak kedengeran saya nangis sama anak-anak, Kan malu kalo ketahuan anak-anak , hehehe.

Lagian, udah lama juga saya gak nangis. kayanya pasti plong kalo bisa nangis. Tapi, ternyata saya gak bisa nangis. Kenapa? karena baru aja saya mau drama India nangis nangis sampai puas dikamar mandi, eh Kilan teriak minta dibikinin kepala Monster Siren Head! kan saya gak jadi nangisnya! Hehehe.

Sepertinya Allah SWT  kembali ingin melatih mental saya agar lebih kuat dan bisa menerima kekalahan lalu diakhiri dengan mengajak saya menertawai kekalahan dengan scene lucu di kamar mandi.



Pukul 20.38 WIB

Leila S. Chudori

Hadiah dari Allah SWT


" Say ... selamat ya dapat buku Jurnalistik Dasar Tempo, Horay . Kata siapa tulisannya gak layak menang? Proud of you " Sebuah ping di chat Wa dari sahabat saya Renovrainbow berbunyi,

"Ah yang bener? dapet info darimana?" jawab saya kaget setengah mati!!

" Udah ada di blog nya mas pringadi " jawabnya,

" Alhamdulillah ya Allah ... hiks! " jawab saya sambil menambahkan emoticon nangis,

" Aduh Naha ( kenapa ) kamu nangis " tanya nya lagi,

" Nangis sedih terharu teh, nuhun ya udah jadi editor aku " jawab saya berterimakasih tak terhingga.

Alhamdulillah, Makasih Ya Allah, Tulisan saya yang berjudul " Teruslah Menulis, Agar kisahmu Tetap Abadi walau ragamu telah tiada ",  menang di lomba menulis bersama Leila S.Chudori Tempo Institute yang bekerjasama dengan Mas Pringadi Abdi Surya. alhamdulillah ya Allah, terimakasih!!!

Allah SWT  itu memang Maha Penyayang , saya memang dihajar dengan kegagalan di tiga lomba lalu Tuhan kasih saya hadiah hiburan dengan menang di lomba ini. 

Tiba-tiba saya merasa kalau Allah SWT sebetulnya ingin mengajari saya untuk gak pantang menyerah dengan gagal di tiga lomba dan belajar soal menulis lagi dengan evaluasi diri di kemenangan lomba yang ke empat


Sabtu, 25 Juli 2020

Mensyukuri hidup

Malam ini malam minggu, kami sekeluarga punya kebiasaan unik. Yaitu Jalan - jalan ke Warban ( warung bandrek ) yang lokasinya ada di dekat Sekolah Krida. Terus, dalam perjalanan kami melewati "mantan" kios tempat kami ikhtiar mencari rezeki setiap hari selama 6 tahun terakhir.

Lalu, disana saya melihat, gerobak dagangan gorengan milik teman Pak Suami, sebut saja namanya Edi. Saya lihat istrinya menemani Edi dan melayani pembeli sambil menggendong anaknya yang masih berusia 2 tahun dan anak perempuannya yang sudah SMP membantu ibunya di sisinya. 

Dalam hati saya terenyuh dan berkata, 

" Duh, kasian itu istri sama anak-anaknya. sudah malam bukannya diam dirumah tapi di sini kedinginan dan bekerja membantu sang ayah " . 

lantas terbesit dalam hati saya rasa syukur hingga membuat saya nangis. Beneran, saya nangis. sedih banget rasanya. 

Saya sudah seharusnya bersyukur. di balik Pak Suami yang kadang gak romantis dan segudang kebiasaan buruk lainnya tapi dia tidak pernah sekalipun menyuruh saya membantu dia dagang di kios selama 6 tahun kami dagang hingga akhirnya bangkrut karena pandemi di bulan lalu. saya hanya membantu Pak Suami menyiapkan barang dagangan dan membuat adonan setiap hari. 

Setiap kali saya bilang saya ingin bantu, Pak Suami selalu menolak. dia bilang 

" Jangan, dagang itu cape dan anginnya gede kalo malam. kasian kamu, kasian anak-anak. Udah biar aku aja yang dagang, kan ada si Epul yang bantuin" . 

Pandemi memang berdampak besar terhadap perekonomian di setiap orang. Termasuk pedagang kaki lima seperti kami. Kalo gak kuat iman, bisa jadi melakukan hal yang tida-tidak. 

Saya sangat bersyukur karena selain dagang di kios, Pak Suami juga punya usaha lain yaitu jualan Thriftstore dan suami nge-band. Tapi nge-band tidak bisa diandalkan karena semua event dilarang selama pandemi, jadi si thrifstore ini andalan kami. At least, untuk keperluan sehari-hari Kami gak terlalu khawatir. 

Situasi kami masih bisa dikatakan sangat beruntung. Teman sesama pedagang bahkan ada yang sampai harus tinggal di masjid untuk sementara waktu karena gak mampu bayar kontrakan akibat dagangan yang gak laku-laku. Apa daya, kami ingin membantu tapi ekonomi kami pun pas – pas-an. Hanya bisa memberi sebesar kemampuan kami. Tapi alhamdulillah, Pak RT berbaik hati rela kontrakannya di tinggali teman Pak Suami itu dengan dibayar setengah harga normal. Ternyata, masih ada orang baik dimasa pandemi ini. 

Teman Pak Suami saya yang lain, katakanlah namanya Asep, juga mengalami hal yag sangat memprihatinkan. Awalnya dia punya usaha clothing yang sukses. Karena selama pandemi lesu penjualan sehingga barang di toko menumpuk sementara vendor terus menagih hutang produksi, akibatnya kontrakan rumahnya tak bisa di lunasi dan terpaksa tinggal di gudang milik temannya. Asep juga punya hutang pada kami, sehingga begitu kami ingin menangih..... tak tega rasanya. Jadi, yah kami ikhlaskan saja walau kami juga butuh. Semoga Tuhan mengganti lewat jalan yang lain.

Ingat perkataan Pak Suami itu dan melihat kondisi teman- teman Pak Suami, saya memang merasa sangat bersyukur. Bersyukur karena walau rumah kami sangat kecil dan sempit, tapi ini milik kami sendiri dan tidak ngontrak. 

Sekali Lagi Allah SWT menyapaku, untuk lebih banyak bersyukur.


Minggu, 26 Juli 2020

  
Tuhan menyapaku


Kilan si bungsu kembali berulah, kali ini dia rewel minta pedangnya harus lurus vertikal di gantung pake tali tapi cuman di ujungnya. 

Jadi dia tuh pengen maen “jeng-jeng” alias main gitar menggunakan pedang mainan dia. soalnya gitar plastik yang dia punya katanya kependekan . Kilan ingin gitar dengan ukuran normal seperti punya Babah. Katanya, dia mau konser pake lagu babahnya.

Tapi dia keukeuh, ingin pedangnya lurus. sementara tali yang dia jadikan Strap gitar hanya di ujung pegangan pedang aja. yah, mau bagaimanapun juga gak bakalan seimbang itu pedang, pasti jatuh, hihi. 

Akhirnya, saya gunakan seribu macam rayuan maut biar di dia paham. tapi yah namanya anak kecil usia 3 tahun, kan daya nalarnya belum sempurna betul. Jadi mau dibilangin sampai emaknya salto sambil tari jaipong juga gak bakalan ngerti. akhirnya, emak tandukan dan hilang kesabaran sampai agak bentak dan bilang,

" Ya udah! terserah kamu deh! susah bener dikasih tau! "


Teriakan saya ini rupanya cukup keras sampai ngebangunin naga yang lagi tidur, alias Pak Suami! hihihi. sambil bangun sempoyongan dan mata merah Pak Suami datang menghampiri kami layaknya monster buas sambil teriak,

" Ada apa ini??? Kenapa Kilan??? maunya apa sih??? ah segimana *hydgdhjd aja! "

*hydgdhjd, itu bukan typo ya, tapi kata-kata kasar Pak Suami. sekasar apa? ya kasarnya bahasa sunda untuk kata kamu. tapi bagi saya itu aja udah kasar sih. jadi saya bete! mau ngasih tau Pak Suami jangan bilang kasar takut disembur api naga! wkwkwk. ya udah saya milih diam sembari manyun! nahan bete dan kesel. dan hari pun berlalu sampai sore tiba.

Dalam hati saya udah bertekad mau nyemprot pak suami kalo sore ini ngomong kasar lagi, mau saya bilangin,

" Bisa aja babah bilang sama Keenan dan Kilan kalau marah boleh asal jangan ngomong kasar! tapi sendirinya? yey! " tapi tenyata pak suami udah gak marah lagi sih. tapi tetep aja saya mah masih bete. sampai ibu mertua tanya saya,

" Kenapa Eka kok manyun terus? kaya yang pundung?" saya tertunduk terus jawab,

" Gak lah mah, ini karena pilek terus batuk , kepala pusing " jawab saya lesu,

" Oh, kirain pundung karena Iyad " JLEB! kok tau sih??? pengen nangis!! dan meluk ibu mertuaku rasanya!!! akhirnya aku ngomong dong,

" Iya, emang pundung sama iyad. dia marah sama Kilan sampai ngomong kasar! kan sebel! bukan apa-apa, eka takut Kilan inget kata kasar dari ayahnya dan gak pernah lupa! kan bahaya! " ucap saya nyerocos kaya kereta api .

" Iya sih, Iyad emang suka gitu! sampai mamah kaget dan ikut sebel! " oh ibu mertuaku tersayang memang perhatian.

Setelah ditanya begitu sama ibu mertua, tiba-tiba rasa saya yang penuh dengan bete - sebel - kesel hilang seketika bagai di tiup bubuk ajaib!

Lagi-lagi Allah SWT  memperhatikan perasaan saya dan menyapa saya lewat ibu mertua.



Rabu, 29 Juli 2020



Sapaan Allah di setiap peristiwa  yang terjadi di minggu lalu memberi saya pencerahan soal banyak hal. Terutama soal mensyukuri hidup, bermental kuat dan menerima kekalahan.

Terkadang, saya sering luput akan hal besar yang saya miliki di depan mata dan lebih mempersoalkan hal kecil, hingga akhirnya Allah “turun tangan” mengingatkan saya lewat serangkaian kejadian yang bikin sedih bertubi-tubi. Mulai dari kalah lomba, anak sakit dan bertengkar dengan pasangan. 

Tapi Allah juga tidak lupa menghibur saya, dengan kemenangan di lomba terakhir dan memberikan saya teman – kakak – sahabat yang selalu suport saya siang dan malam . ini beneran, karena kami gak pernah stop chat setiap hari. Teman yang demikian adalah rezeki yang tak terbantahkan . Allah itu memang penuh kasih sayang bukan? 

Semoga kamu yang juga di dera peristiwa mencekam dan mengalami kekalahan bertubi-tubi dalam waktu yang bersamaan, tetep semangat ya. Karena kamu gak sendirian, Allah  selalu menyapamu dan memberimu semangat lewat sapaan dan pelukan dari hambaNYA yang lain. Tetap bersyukur dan mensyukuri hidup. 

Saya tutup cerita saya dengan puisi yang saya buat ketika saya kalah lomba . 
semoga berkenan.


Allah telah menegurku dengan cara yang paling bersahaja, halus dan lucu.
Lantas aku tersenyum namun takut sekaligus,
Ini peringatan yang nampak depan mata.
Sujud syukur saja tidak cukup,
Memohon ampunan perlu dilakukan,
Seraya berharap, Ya Allah, Tutuplah kesalahan dan dosaku,
Ampunilah Dosaku dan berikanlah aku keselamatan Dunia dan Akhirat.