Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Semakin dirasa semakin kuat, Akan semakin terikat, Terpaku oleh pikiran sendiri Terluka oleh pilihan sendiri Meradang ole...


Semakin dirasa semakin kuat,

Akan semakin terikat,

Terpaku oleh pikiran sendiri
Terluka oleh pilihan sendiri
Meradang oleh tangan sendiri
Lantas merana oleh asa sendiri,

Bukan wajahku, tapi hatiku yang berjelaga
Bukan anganku, tapi inginku yang terjaga
Wahai Sang pemilik semesta,
Kuatkan hamba,


Wahai Sang pemilik jiwa dan raga,
Rengkuhlah hamba,
Dalam kuasaMU akan hadirnya ia yang bernama hidayah dan inayah,

Agar aku tak lagi tergoda,
Si makhluk yang kerap bersorai dan berjingkrak kegirangan akan lengahku
Mencuri celah memasuki jiwa dan pikiranku,
Agar aku goyah dan durhaka kepadaMU

Wahai pemilik hari akhir,
Kuatkan hamba,
Agar selalu berjalan di atas ia yang bernama keyakinan,
Wahai sang pemilik surga dan neraka,
Ampunilah hamba.


Hand drawing by artjoka Jangan Bersedih, Allah Tidak Lupa, Saat kaki kita melangkah terseok, mengumpulkan serpihan keber...


Hand drawing by artjoka


Jangan Bersedih, Allah Tidak Lupa,

Saat kaki kita melangkah terseok,
mengumpulkan serpihan keberanian, 
merengkuh sisa harapan dan,
memegang erat remah asa yang terluka,

Jangan Bersedih, Allah tidak Lupa,

Saat kita merasa sangat payah dan teramat lelah,
saat kita merasa tak lagi berdaya,
dan ingin menyerah,

Jangan Bersedih, Allah Tidak Lupa,

Saat kita menangis tiada henti,
merasakan sakit tiada henti,
patah hati sebegitu dalamnya,
saat dunia mengkhianati kita,
saat mereka memperdaya kita,
saat kita akhirnya tenggelam dalam kerapuhan tak berujung,

Jangan Bersedih, Allah Tidak Lupa,

Pada kita yang berjuang tiada henti,
pada harapan yang tak kunjung tiba,
pada asa yang kerap tersakiti,

Jangan Bersedih, Allah Tidak Lupa.....tidak akan pernah lupa!!

lantas akupun bertanya,
mengapa kebahagiaan itu tak kunjung jua?
mengapa hanya derita yang selalu kuterima?
mengapa aku selalu merasa payah dan terluka?

apa doa'ku tidak di dengar?
apa usahaku tak terlihat?
apa dosaku sebegitu besar hingga aku layak menerima ini?

Jangan Bersedih, Allah tidak pernah lupa,

Do'a mu selalu di dengarNya,
Harapanmu selalu di IngatNya,
Sungguh, kebahagiaanmu adalah prioritas utamaNya,
DIA mencintaimu lebih dari kau mencintai duniamu,

Bukan karena do'a mu,
Bukan karena harapanmu,
Bukan karena dosa mu,

Tetapi, Allah ingin melihat perjuanganmu menghantarkanmu padaNya,
Sebagai imbalan yang pantas untuk kau bertemu denganNya kelak,
bukan pada bentuk surga, tapi pada bentuk pertemuan,
pertemuan paling indah dan romantis yang pernah ada,
antara Tuhan dengan hambaNya, itulah surga

Jangan lagi  bersedih, karena Allah tidak pernah lupa padamu,

Bersabarlah dan jangan berhenti berjuang,
karena beratnya hidup yang kau jalani akan berbuah manis,
bukankah kau ingin pulang kepadaNya?
maka, bersabarlah.

hanya itu.



kata pun tertunduk malu karna tak mampu bertutur sempurna tentangmu, suara pun terhenti bergerak karna tak mampu bernyanyi indah tenta...



kata pun tertunduk malu karna tak mampu bertutur sempurna tentangmu,
suara pun terhenti bergerak karna tak mampu bernyanyi indah tentangmu,
ibu,
sulit ku lukiskan tentangmu,
bukan ku tak mampu,
namun aku malu,
ibu,
aku tau, tak mudah bagimu menjadi ibu bagiku,
aku tau, tak mudah bagimu menjagaku,
aku tau, tak mudah bagimu merawatku,
aku tau, tak mudah bagimu mendidikku,
aku tau, tak mudah bagimu bertahan untukku,
karena aku juga, seorang ibu

entah berapa kali hatimu terasakiti olehku,
entah berapa kali hatiku tersakiti olehmu,
riaknya selalu sama dari tahun ke tahun,
gema nya selalu terdengar dari masa lalu hingga teraba olehku,
tangimu,
tangisku,
lukaku,
lukamu,

oh tidak, lukaku ibu, lukaku
yang terkadang terasa begitu besar hingga sulit memaafkanmu,
hingga lupa,
lukamu lebih besar dariku,
namun aku kerap lupa memaafkanmu,
tapi tidak denganmu,
tak perduli seberapa besar lukamu ditorehkan olehku,
kau selalu memaafkanku,

rinduku padamu selalu ibu,

Pagi ini, aku merindukanmu ibu sedari subuh hatiku merindu, Dinginya hembusan angin menggigit asa ku, lantas kubayangkan, senyu...




Pagi ini, aku merindukanmu ibu
sedari subuh hatiku merindu,
Dinginya hembusan angin menggigit asa ku,
lantas kubayangkan, senyum mu yang luar biasa hangat,
dadaku tetiba terasa hangat,
air mata serentak mengalir,
tak perlu berkata banyak,
akupun tau kau rindu padaku,

sunggung,
aku rindu padamu, ibu
tunggulah kedatanganku dan sambut aku dengan
hidangan kesukaanku,
yang sudah terasa bagaikan ribuan taun tak ku kecap,
hidangan buatan tanganmu yang penuh kasih,

sungguh aku rindu padamu, ibu
tak terhitung memang,
ntah berapa banyak kita saling melukai dan terluka bersama,
cacian-makian-hinaan-hujatan,
sungguh aku terluka ibu,
dan aku tau kau pun terluka,
walau kau tak tau sedalam apa luka-ku,
tapi tak apa,
karena rinduku padamu lebih besar dari luka-ku,

sungguh aku rindu padamu, ibu
tak terhitung memang,
ntah berapa banyak kita saling tertawa bersama dan bahagia,
kecupan, pelukan,pujian dan doa
sungguh aku merasa damai ibu,
dan aku tau kau pun tenang,
walau kau tak tau sedalam apa damai-ku,
tapi tak apa,
karena rinduku padamu, lebih besar dari rasa-ku

sungguh aku rindu padamu, ibu
maafkan aku dan terimakasih,
atas semua peluh keringat dan deraian air mata yang kau berikan, untuku
atas semua sayatan luka yang terkadang sengaja kulakukan saat aku marah,
atas semua senyuman hangat yang mengobati tiap luka-ku,
atas semua do'a yang selalu Tuhan wujudkan, untukku berkat dirimu

sungguh aku rindu padamu, ibu


Hai makhluk kecil,  Terkadang terasa sulit bagiku,  Untuk tidak dengan sengaja berteriak padamu saat  kau menghujaniku dengan permin...


Hai makhluk kecil, 
Terkadang terasa sulit bagiku, 
Untuk tidak dengan sengaja berteriak padamu saat  kau menghujaniku dengan permintaan tiada akhir  dimana aku sedang berada di puncak  lelah  letih teramat sangat,

Hai makhluk kecil, 
Terkadang sulit bagiku,  
Untuk tidak dengan sengaja marah padamu saat kau memintaku menemanimu bermain dimana aku baru ingin merebahkan tubuhku yang terasa remuk, meluruskan tulangpungguku yg terasa payah dan kakiku yang terasa kebas 

Hai makhkuk kecil, 
Terkadang sulit bagiku, 
Untuk tidak menahan sedikit saja kesalku terhadap kelakuanmu yg absurb dan aneh diluar akalku tapi lucu dan menyenangkan bagimu,  seperti bermain salju bedak atau bermain air hujan pancoran tetangga, 

Hai makhluk kecil, 
Terkadang sulit bagiku, 
Berdamai dengan amarahku saat kau menolak ku ajak belajar dan berteriak "tidak mau! " 

Hai makhkuk kecil, 
Terkadang sulit buatku, 
Menahan kantuk demi membacakan buku faporitemu

Hai makhkuk kecil, 
Terkadang sulit bagiku, 
Merayu dirimu yang sedang merajuk sementara aku dipenuhi pikiran yang sedang carut marut dan mood labil

Hal mahkluk kecil, 
Terkadang aku kalah dengan rasa lelah letih tiada akhir,
Terkadang aku kalah dengan emosiku,
Terkadang aku kalah dengan pikiranku,
Dan terkadang terasa sulit Menjadi ibumu,
Bukan karena tak ingin atau menolak,  aku hanya sedang lelah sekali,  
Hingga ingin aku menekan tombol pause dan berhenti sejenak, 
Walau masih terasa sulit,  aku tak pernah menyesal menjadi ibumu, 

Oh maafkan aku, 
Maafkan keterbatasanku, 
Maafkan ketidakmampuanku sedikit bersabar dan menahan amarahku,
Maafkan kesulitanku mengurai kesalku, 
Maafkan aku,  yang masih bergelut dengan luka lamaku, 

Maafkan aku, 
Yang masih belajar menjadi ibumu
Yang masih belajar mestabilkan emosiku
Yang masih belajar mengatur pikiranku
Yang masih belajar  menyesuaikan peranku
Yang masih belajar mengenai dirimu, 
Yang masih belajar ikhlas dan sabar, 
Yang masih berusaha mengurai dan menyembuhkan luka lamaku, 

Maafkan aku, dan
Terimakasih

Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa berarti
Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa dicintai
Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa dibutuhkan
Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa istimewa
Hadirmu sepenuhnya membuatku,  terasa seperti manusia




pikiran ini ingin selalu bertutur, asa ini ingin selalu berbagi, namun, lantas mengapa jiwa ini selalu merasa dihakimi? namun, la...






pikiran ini ingin selalu bertutur,
asa ini ingin selalu berbagi,
namun, lantas mengapa jiwa ini selalu merasa dihakimi?
namun, lantas mengapa setiap jejak terasa diabaikan?
namun, lantas mengapa aku selalu merasa salah langkah dan malu?
apakah karena aku tak sama?
apakah karena aku beda? dengan mereka?


sulit memang menjadi aku,
si ambivert
padahal dulu aku tak begini,
aku si ekstrovert, selalu

lantas apa yang merubahku?
ah , tugas ini, tanggung jawab ini, terkadang membuatku merasa menjadi manusia terisolasi

aku ingin menjadi sempurna, tapi tak mampu
aku terlihat tanpa cela, padahal biasa saja
aku ingin biasa saja, tapi itu bukan aku
bahkan, dia pun tak mengerti aku

saat ini aku hanya ingin bersandar,
pada bahu,
merebahkan lelah dan melelapkan kesadaranku,

itupun sulit,
selama para godzilla masih terbangun,

ah malam,
segeralah datang,
bebaskan aku

2019 Hanyalah angka berurutan, agar manusia tak lupa, Lupa terhadap peristiwa istimewa hingga yg membuat sedih merana, Lupa te...






2019
Hanyalah angka berurutan,
agar manusia tak lupa,
Lupa terhadap peristiwa istimewa hingga yg membuat sedih merana,
Lupa terhadap jiwa yang kerap kehilangan asa,

2019
Hanyalah angka berurutan, 
dimana akhirnya aku, kembali meracau dalam diam, 
terkadang dalam tawa atau getir serta tangis tengah malam,
dan membiarkan jemariku menari di atas keyboard komputerku,
menyuarakan isi hatiku yg lama tertahan, tertuang dalam jurnal dunia maya-ku,

Karna kita, perempuan, adalah manusia banyak kata dan punya pikiran bagai gurita,
dengan kemampuan bergerak super cepat,
Maka setiap peristiwa adalah layak di tuliskan di atas secarik kertas hingga berjilid banyaknya,
Karna kadang, 
suara tak mampu menampung banyaknya kata dan meninggalkannya di sudut ruang hingga berdebu dan tak tersentuh, 
hingga menjadikan diam sebagai tameng dan murka menjadi bahasa yang tak terbendung.

2019
Hanyalah angka berurutan, 
dimana aku menemukan bahwa, 
maha benar ego-ku dan maha suci ingin-ku hingga lupa, 
dia pun sama terlukanya denganku, sama lelahnya denganku, 
sama benar ego-nya dan sama suci inginnya denganku. 
Dia yang terkadang dalam diam selalu berkata terimakasih dan maaf padaku, 
atas semua peluh keringat kerja kerasku untuknya dan buah hati kami 
dan tangis tanpa suaraku di masa tersulit kami, 
karna malu telah merenggut keberaniannya tuk berkata sehingga senyum dan ramah tamahnya , kemudian menjadi hadiah bagiku. 

Dia yang tak pernah mengolok atau mempermasalahkan kelebihan berat badanku yang makin naik tak tertolong, dia selalu berkata, "tumpukan lemak tak jadi soal, jangan hiraukan". 
Dia yang selalu mendukung inginku mengoceh di jurnal dunia maya-ku tentang semua hal yg kupikirkan, tanpa menghakimi, 
Ah, kurasa aku tetap mencintai dia seperti di awal cerita kami bertemu

2019
Hanyalah angka berurutan,
Dimana aku tak berharap 2020 akan lebih baik ataupun istimewa,
Realistis saja kawan,
Tak ada resolusi,
Tak ada list to do,
Tak ada target,

jalani hidup layakya angin berhembus ke segala penjuru, 
layaknya air menembus setiap celah 
dan hujan yang mulai tak tentu kapan datangnya, 
karena hari esok, adalah misteri milik Tuhan, 
bukan milikku,

2020
Hanyalah angka berurutan, 
dimana aku memilih nonton korea, 
ketimbang turun kejalanan tiup terompet lalu teriak bersorai saat dentang jam tengah malam pergantian tahun bergema lantas pulang dengan hati hampa karena lelah tanpa arti.

Pergantian tahun, hanyalah perubahan urutan angka-angka, namun bukan berarti tak bermakna.



Hidup tak lebih dari rentetan peristiwa menyedihkan, lantas menguatkan.  Maka, jadilah kuat. Bahagia lah sekarang. Jangan di ...






Hidup tak lebih dari rentetan peristiwa menyedihkan, lantas menguatkan. 
Maka, jadilah kuat.
Bahagia lah sekarang.

Jangan di tunda,
Karna esok, semua akan terasa basi.


Tidurlah tidur,
Hingga kesadaran membangunkan raga dengan terpaksa.
Esok tak perlu di nanti,
Bahagia tak perlu di kejar,
Senyum tak perlu di ukir,
Tidurlah tidur,
Ragamu lelah,
Jiwa mu letih,

Rangkulah mimpi dan terbangun dengan, tersenyum