kata pun tertunduk malu karna tak mampu bertutur sempurna tentangmu,
suara pun terhenti bergerak karna tak mampu bernyanyi indah tentangmu,
ibu,
sulit ku lukiskan tentangmu,
bukan ku tak mampu,
namun aku malu,
ibu,
aku tau, tak mudah bagimu menjadi ibu bagiku,
aku tau, tak mudah bagimu menjagaku,
aku tau, tak mudah bagimu merawatku,
aku tau, tak mudah bagimu mendidikku,
aku tau, tak mudah bagimu bertahan untukku,
karena aku juga, seorang ibu

entah berapa kali hatimu terasakiti olehku,
entah berapa kali hatiku tersakiti olehmu,
riaknya selalu sama dari tahun ke tahun,
gema nya selalu terdengar dari masa lalu hingga teraba olehku,
tangimu,
tangisku,
lukaku,
lukamu,

oh tidak, lukaku ibu, lukaku
yang terkadang terasa begitu besar hingga sulit memaafkanmu,
hingga lupa,
lukamu lebih besar dariku,
namun aku kerap lupa memaafkanmu,
tapi tidak denganmu,
tak perduli seberapa besar lukamu ditorehkan olehku,
kau selalu memaafkanku,

rinduku padamu selalu ibu,




Pagi ini, aku merindukanmu ibu
sedari subuh hatiku merindu,
Dinginya hembusan angin menggigit asa ku,
lantas kubayangkan, senyum mu yang luar biasa hangat,
dadaku tetiba terasa hangat,
air mata serentak mengalir,
tak perlu berkata banyak,
akupun tau kau rindu padaku,

sunggung,
aku rindu padamu, ibu
tunggulah kedatanganku dan sambut aku dengan
hidangan kesukaanku,
yang sudah terasa bagaikan ribuan taun tak ku kecap,
hidangan buatan tanganmu yang penuh kasih,

sungguh aku rindu padamu, ibu
tak terhitung memang,
ntah berapa banyak kita saling melukai dan terluka bersama,
cacian-makian-hinaan-hujatan,
sungguh aku terluka ibu,
dan aku tau kau pun terluka,
walau kau tak tau sedalam apa luka-ku,
tapi tak apa,
karena rinduku padamu lebih besar dari luka-ku,

sungguh aku rindu padamu, ibu
tak terhitung memang,
ntah berapa banyak kita saling tertawa bersama dan bahagia,
kecupan, pelukan,pujian dan doa
sungguh aku merasa damai ibu,
dan aku tau kau pun tenang,
walau kau tak tau sedalam apa damai-ku,
tapi tak apa,
karena rinduku padamu, lebih besar dari rasa-ku

sungguh aku rindu padamu, ibu
maafkan aku dan terimakasih,
atas semua peluh keringat dan deraian air mata yang kau berikan, untuku
atas semua sayatan luka yang terkadang sengaja kulakukan saat aku marah,
atas semua senyuman hangat yang mengobati tiap luka-ku,
atas semua do'a yang selalu Tuhan wujudkan, untukku berkat dirimu

sungguh aku rindu padamu, ibu



Hai makhluk kecil, 
Terkadang terasa sulit bagiku, 
Untuk tidak dengan sengaja berteriak padamu saat  kau menghujaniku dengan permintaan tiada akhir  dimana aku sedang berada di puncak  lelah  letih teramat sangat,

Hai makhluk kecil, 
Terkadang sulit bagiku,  
Untuk tidak dengan sengaja marah padamu saat kau memintaku menemanimu bermain dimana aku baru ingin merebahkan tubuhku yang terasa remuk, meluruskan tulangpungguku yg terasa payah dan kakiku yang terasa kebas 

Hai makhkuk kecil, 
Terkadang sulit bagiku, 
Untuk tidak menahan sedikit saja kesalku terhadap kelakuanmu yg absurb dan aneh diluar akalku tapi lucu dan menyenangkan bagimu,  seperti bermain salju bedak atau bermain air hujan pancoran tetangga, 

Hai makhluk kecil, 
Terkadang sulit bagiku, 
Berdamai dengan amarahku saat kau menolak ku ajak belajar dan berteriak "tidak mau! " 

Hai makhkuk kecil, 
Terkadang sulit buatku, 
Menahan kantuk demi membacakan buku faporitemu

Hai makhkuk kecil, 
Terkadang sulit bagiku, 
Merayu dirimu yang sedang merajuk sementara aku dipenuhi pikiran yang sedang carut marut dan mood labil

Hal mahkluk kecil, 
Terkadang aku kalah dengan rasa lelah letih tiada akhir,
Terkadang aku kalah dengan emosiku,
Terkadang aku kalah dengan pikiranku,
Dan terkadang terasa sulit Menjadi ibumu,
Bukan karena tak ingin atau menolak,  aku hanya sedang lelah sekali,  
Hingga ingin aku menekan tombol pause dan berhenti sejenak, 
Walau masih terasa sulit,  aku tak pernah menyesal menjadi ibumu, 

Oh maafkan aku, 
Maafkan keterbatasanku, 
Maafkan ketidakmampuanku sedikit bersabar dan menahan amarahku,
Maafkan kesulitanku mengurai kesalku, 
Maafkan aku,  yang masih bergelut dengan luka lamaku, 

Maafkan aku, 
Yang masih belajar menjadi ibumu
Yang masih belajar mestabilkan emosiku
Yang masih belajar mengatur pikiranku
Yang masih belajar  menyesuaikan peranku
Yang masih belajar mengenai dirimu, 
Yang masih belajar ikhlas dan sabar, 
Yang masih berusaha mengurai dan menyembuhkan luka lamaku, 

Maafkan aku, dan
Terimakasih

Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa berarti
Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa dicintai
Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa dibutuhkan
Hadirmu sepenuhnya membuatku merasa istimewa
Hadirmu sepenuhnya membuatku,  terasa seperti manusia







Dari awal saya punya prinsip, perihal prestasi di sekolah atau dimanapun, saya sih gak masalah kalo keenan gak dapet ranking atau juara juga. saya ga pernah maksa keenan buat jadi juara, dalam hal apapun. terlebih soal perlombaan. saya kurang "suka" kalo keenan ikut perlombaan. karena yang saya lihat hanya sisi negatif-nya saja, yaitu jadi bikin anak tertekan karena harus ikut lomba dan menang, ujung - uijungnya biasanya si anak jadi ambisius dan jadi kecewa berat kalo kalah. si anak bisa depresi. ini yang saya hindari. 

walaupun, sisi positifnya juga banyak. Perlombaan bisa membangkitkan sisi semangat berkompetensi dan tidak mudah menyerah pada anak. anak jadi terbiasa bersaing dan belajar untuk bertahan. kalau kalah, si anak jadi bisa belajar gimana caranya untuk memperbaiki "kesalahan" dan tidak mengulang kembali. tapi buatku, untuk belajar semua sisi positife dari perlombaan itu, bisa di asah dengan cara yang lain. 

Contoh kecilnya, sekarang di TK. Dia mulai belajar menulis dan membaca. Ini gak mudah loh buat anak yang terbiasa seharian main lalu masuk sekolah dan langsung kenalan sama huruf dan angka lalu si anak harus belajar tiap hari, mengulang dan mempelajari hal yang sama, kalo masih salah akan terus di ulang sampai dia bisa, hal ini dilakukan bahkan sampai 12 bulan ke depan. Kesabaran, keuletan, kegigihan dan semangat harus terus dipupuk biar si anak gak mudah loyo lantas enggan belajar. Apalagi kalo si anak lihat temen-temen sekelasnya udah pada jago melafalkan huruf dan angka, bahkan yang lancar baca, hal ini pasti membangkitkan sisi berkompetensi anak, jadi gak mau kalah sama temen-temennya. atau justru sebaliknya, jadi makin hoream karena ngerasa gak mampu. sama persis dengan mengikuti ajang perlombaan. Bedanya di waktu aja, kalo lomba itu rentang waktunya singkat, kalo sekolah... yah lama. 

Begitulah prinsip saya di awal. 

Namun, setelah saya mengikuti pembagian raport mengaji keenan beberapa hari yang lalu, prinsip saya agak berubah sedikit. 

Akhirnya, tibalah dibacakan nama siapa saja yang juara kelas PAUD, kelas keenan mengaji. sambil merasa dag-dig-dug ser saya nunggu nama juara kelas di sebut, sambil berharap, "semoga anak gue juara, semoga ya Allah, semoga!", lalu sampai nama juara 3 disebut, nama keenan gak di panggil. saya-pun "sedikit" kecewa.

Geli gak sih? katanya gak masalah kalo anaknya gak juara atau gak dapet ranking, tapi begitu anaknya gak juara, ada rasa kecewa walau cuma se-uprit, lantas kemana gerangan si prinsip awal yang keukeuh di pertahankan itu? menguap bersamaan dengan hadirnya si kecewa ya? wkwkwkwkwk

Saya geli menertawakan diri sendiri, hahahaha. rupa-rupanya hati kecil saya ada juga keinginan keenan juara kelas! buat apa coba? yah buat rasa bangga aja dan kalo di hujani pertanyaan sama emak-emak yang lain bisa jawab dengan wajah mendongkak penuh rasa bangga lantas menjawab, "juara dong! "

Tetiba saya jadi ada rasa minder sedikit di hati, pasalnya, keenan rajin mengaji, bahkan hujan badai aja dia maksa buat tetep ngaji. tapi kok dia gak juara kelas ya, tapi JUARA MENGAJI! itu benar! keenan gak juara kelas tapi juara dalam kategori murid yang rajin masuk kelas mengaji! 

Kekecewaan saya agak dalam sebetulnya, sampai lupa ada rasa bangga lain yang harus di utamakan. Yang harus saya lihat harusnya prestasi keenan bukan pada angka rangking atau juara kelas, tapi kemampuan dia yang berkembang pesat dalam waktu 6 bulan terakhir. Itu yang disebut juara. juara dalam keinginan untuk belajar walau agak sulit buat dia. keenan satu-satunya murid pria di kelasnya. dan dia, termasuk anak yang gak bisa belajar serba cepat. daya ingatnya kurang, begitupun dengan daya tangkapnya dan harus selalu di ulang. Menulis juga kurang, bukan gak bisa atau malas, tapi ragu dan bingung. jadi, sampai sekarang dia masih menulis huruf hijaiyah pake panduan ( titik - titk huruf lalu di tebalkan), dia belum bisa menulis mandiri sesuai contoh. tapi, buat saya, keenan yang udah tau huruf hijaiyah dan segudang ilmu agama lainnya, itu adalah kemajuan yang sangat pesat. dibanding saya waktu belajar ngaji waktu kecil. 

Setelah menyadari hal ini saya buru-buru nyemangatin keenan, " gpp ya kak gak juara kelas juga, kakak udah hafal huruf hijaiyah walau masih suka lupa, surat-surat pendek, bahasa arab anggota tubuh, doa sebelum tidur, doa mau makan, nama malaikat, rukun islam, rukun iman, asmaul husna dan bahkan syahadat! lancar lagi bacanya! mamah bangga sama kakak! kakak hebat! besok-besok kita lebih giat lagi ya nge-hafal huruf hijaiyahnya dan nulis tanpa pake titik-titik! oke! semangat! " 

Respon keenan? biasa aja sih? hahahaha, gak deng! dia agak bangga juga juara rajin ngaji. buktinya dia pamerin hadiahnya ke kakek - neneknya. keenan, emang gak begitu pengen juara kelas dan harus maju ke depan. walaupun dia juara murid yang rajin ngaji, keenan malah nangis gak mau ke depan buat nerima hadiah! dia malu, dia gak pe-de!! aaah, disinilah saya menyadari bahwa prinsip awal saya agak memudar! yaitu apa? perlombaan itu penting untuk memunculkan rasa bangga pada anak terhadap dirinya dan juga rasa percaya diri!

Yup!

Akhirnya, saya jujur pada diri sendiri kalau juara itu memang perlu dan somehow emang bisa bikin bangga.  

Memang tidak masalah keenan tidak juara kelas, tapi kalau bisa, kenapa gak? selain bikin emaknya bangga sedikit ( ciee ), jadi juara bisa jadi nilai kebanggaan tersendiri buat si anak kalo ternyata dia hebat dan se-pintar itu. kalo udah bangga sama diri sendiri, rasa pe-de akan muncul dengan sendirinya. tapi, inipun tetap harus di "filter", rasa bangga yang muncul gak boleh kebablasan jadi sombong dan ambisius. disini tugas emak yang utama. jadi tukang filter pemahaman anak terhadap definisi juara. 

Jadi, kalo ada lomba menggambar atau mewarnai, saya mau mulai tawarin keenan. buat have fun aja. ngitung-ngitung ngelatih dia buat pe-de dan mau berada dalam situasi banyak orang ( keenan agak gak suka berada di keramaian ). kalo keenan mau, hayu atuh ku emak di dukung 100%, kalo gak mau, ya udah gpp. saya latih ke pe-de an dia dengan cara yang lain. 

Apapun prestasi keenan, dia mampu mengikuti pelajaran di sekolah/ngaji dan semangat, saya udah bangga. kalau akhirnya juara, emak mana coba yang gak bangga? 

Begitcuu ...



Artikel ini diikut sertakan minggu tema Jujur






pikiran ini ingin selalu bertutur,
asa ini ingin selalu berbagi,
namun, lantas mengapa jiwa ini selalu merasa dihakimi?
namun, lantas mengapa setiap jejak terasa diabaikan?
namun, lantas mengapa aku selalu merasa salah langkah dan malu?
apakah karena aku tak sama?
apakah karena aku beda? dengan mereka?


sulit memang menjadi aku,
si ambivert
padahal dulu aku tak begini,
aku si ekstrovert, selalu

lantas apa yang merubahku?
ah , tugas ini, tanggung jawab ini, terkadang membuatku merasa menjadi manusia terisolasi

aku ingin menjadi sempurna, tapi tak mampu
aku terlihat tanpa cela, padahal biasa saja
aku ingin biasa saja, tapi itu bukan aku
bahkan, dia pun tak mengerti aku

saat ini aku hanya ingin bersandar,
pada bahu,
merebahkan lelah dan melelapkan kesadaranku,

itupun sulit,
selama para godzilla masih terbangun,

ah malam,
segeralah datang,
bebaskan aku










Dari awal sejak saya berhasil merayap perlahan keluar dari kubangan baby blues syndrome, 6 bulan setelah melahirkan keenan, saya mulai tertarik pada montessori, saya follow akun montessori indonesia dan langsung bikin kurikulum montessori buat keenan sampai dia usia 1 tahun. saya bikin sendiri semua tools pembelajaran dan sebagian beli yang sesuai budget. tapi lepas 1 tahun, saya stop karena kepindahan ke rumah baru, 3 bulan setelah kepindahan saya lanjut montessori lagi, semua file pembelajaran dan print out udah siap, tinggal jalan. tapi lagi-lagi terhenti karena kehamilan anak kedua, kilan. repot dengan kehamilan kedua yang sering keluar masuk rumah-sakit dan my mental health agak terganggu, saya stop montessori keenan dan fokus sama kehamilan. setelah kilan lahir, selain mengurus bayi kilan, saya juga bergelut dengan sakit selama 2 tahun. sehingga, montessori, lagi-lagi terabaikan.

lalu sekarang setelah keenan akhirnya masuk sekolah TK, saya akhirnya memilih stop montessori keenan. saya nyerah. betulan. karena berbagai kesibukan urusan rumah tangga dan urusan mendulang rupiah terkadang masih menjadi prioritas saya. juga, secara pribadi saya ini orangnya sungguh sangat lack of patient and easy to give up when he say no! dan saya gak bisa konsisten dengan kurikulum dan schedule yang udah saya susun sedemikian rupa sampai matang. sayang sebetulnya, karena saya yang jadi kunci permasalahannya. bukan anak.

Tapi bukan berarti saya menyerah, akhirnya saya punya solusi yang bisa dibilang win-win solution, saya kasih keenan "kuliah lapangan" yang disesuaikan dengan kurikulum TK-nya, semisal belajar soal alam, yah saya bawa ke sawah dan ngumpulin tanah,pasir,kerikil, lumpur, tanaman, bunga, daun, ranting,akar dan lain-lainnya sambil komat-kamit cerita ttg bumi, matahari, gunung, sungai, laut dan lain-lain. kalo sekolah ngasih pe-er bikin karya atau bikin yang "aneh-aneh" saya malah suka. karena lewat praktek, anak jadi punya pengalaman walo 90% yang bikin pasti emak-nya. solusi kuliah lapangan ini akhirnya bisa ngasih saya waktu buat mengurus semua hal, urusan rumah tangga, urusan mencari rezeki dan pendidikan anak dan yah tentu urusan saya pribadi ( menulis dan menggambar ).



sampai di titik ini, impian saya buat homeschooling keenan memang masih jauh dari kenyataan, karena montessori-in aja masih kesulitan. saya cuman bisa ngacay tiap liat IG nya montessori indonesia, diyangjingga dan sahabat saya Evha Ummu Azmi , karena buat homeschollig-in anak itu butuh persiapan dan effort yang gak mudah, termasuk soal kesiapan emak yang 90% jadi sumber ilmu anak, extra sabar dan siap cape udah pasti, juga siap soal rupiah.

sama hal nya dengan montessori. memang kalau ada niat pasti ada jalan, buat montessori misalnya, gak harus pake tools yang mahal-mahal, kita bisa bikin dari bahan reuse-recycle yang ada disekitar kita, dan yah nambah beli ini itu dikit lah. tapi yah, idealisme saya pikir juga harus realistis, sesuaikan dengan potensi dan kondisi yang kita miliki. saat ini idealisme saya memang tidak seperti idealisme pendidikan yang saya harapkan, jauh. but at least, i do my best to give him best education as much as i can and as much as i can pay, hehe

saya gak berharap keenan & kilan masuk jajaran ranking terbesar nanti atau jadi bintang kelas, atau jadi anak yang cerewet pinternya dan cerdas melebihi teman-temannya yang lain. 
oh tidak demikian. Walau kalo misalnya keenan dan kilan akhirnya jadi juara kelas juga yah pasti bangga atuh, orangtua mana yang gak bangga kalo anaknya berprestasi?  tapi saya akan lebih bangga kalo mereka bisa berprestasi di bidang yang mereka suka. 

Mengapa saya keukeuh pisan keenan pengen saya homeschooling-in dan montessori, karena saya ingin memberikan mereka imu sebanyak-banyaknya bahkan diluar yang saya ketahui, saya ingin menawarkan seisi ilmu dunia dan akhirat kalau bisa, sehingga mereka bisa memilih jalan hidup yang paling cocok dengan mereka dan mereka konsisten disana. saya ingin mereka menjalani hidup yang bahagia dan penuh empati, penuh syukur dan mengetahui jati diri mereka sendiri lewat ilmu. karena saya menyukai ilmu, apalagi hal yang tidak saya ketahui. rasanya seperti menemukan kotak pandora dan terkejut bahagia dengan isi yang ada didalamnya.

sungguh, saya salut sama emak yang bisa konsisten dengan kurikulum dan schedule montessori mereka. itu gak mudah. two thumbs up!!!

Dan buat emak yang tebentur situasi seperti saya, kita ubah nilai idealisme kita dengan idealisme yang lebih realistis, sesuai kemampuan kita dan juga isi dompet!

begitcuu





2019
Hanyalah angka berurutan,
agar manusia tak lupa,
Lupa terhadap peristiwa istimewa hingga yg membuat sedih merana,
Lupa terhadap jiwa yang kerap kehilangan asa,

2019
Hanyalah angka berurutan, 
dimana akhirnya aku, kembali meracau dalam diam, 
terkadang dalam tawa atau getir serta tangis tengah malam,
dan membiarkan jemariku menari di atas keyboard komputerku,
menyuarakan isi hatiku yg lama tertahan, tertuang dalam jurnal dunia maya-ku,

Karna kita, perempuan, adalah manusia banyak kata dan punya pikiran bagai gurita,
dengan kemampuan bergerak super cepat,
Maka setiap peristiwa adalah layak di tuliskan di atas secarik kertas hingga berjilid banyaknya,
Karna kadang, 
suara tak mampu menampung banyaknya kata dan meninggalkannya di sudut ruang hingga berdebu dan tak tersentuh, 
hingga menjadikan diam sebagai tameng dan murka menjadi bahasa yang tak terbendung.

2019
Hanyalah angka berurutan, 
dimana aku menemukan bahwa, 
maha benar ego-ku dan maha suci ingin-ku hingga lupa, 
dia pun sama terlukanya denganku, sama lelahnya denganku, 
sama benar ego-nya dan sama suci inginnya denganku. 
Dia yang terkadang dalam diam selalu berkata terimakasih dan maaf padaku, 
atas semua peluh keringat kerja kerasku untuknya dan buah hati kami 
dan tangis tanpa suaraku di masa tersulit kami, 
karna malu telah merenggut keberaniannya tuk berkata sehingga senyum dan ramah tamahnya , kemudian menjadi hadiah bagiku. 

Dia yang tak pernah mengolok atau mempermasalahkan kelebihan berat badanku yang makin naik tak tertolong, dia selalu berkata, "tumpukan lemak tak jadi soal, jangan hiraukan". 
Dia yang selalu mendukung inginku mengoceh di jurnal dunia maya-ku tentang semua hal yg kupikirkan, tanpa menghakimi, 
Ah, kurasa aku tetap mencintai dia seperti di awal cerita kami bertemu

2019
Hanyalah angka berurutan,
Dimana aku tak berharap 2020 akan lebih baik ataupun istimewa,
Realistis saja kawan,
Tak ada resolusi,
Tak ada list to do,
Tak ada target,

jalani hidup layakya angin berhembus ke segala penjuru, 
layaknya air menembus setiap celah 
dan hujan yang mulai tak tentu kapan datangnya, 
karena hari esok, adalah misteri milik Tuhan, 
bukan milikku,

2020
Hanyalah angka berurutan, 
dimana aku memilih nonton korea, 
ketimbang turun kejalanan tiup terompet lalu teriak bersorai saat dentang jam tengah malam pergantian tahun bergema lantas pulang dengan hati hampa karena lelah tanpa arti.

Pergantian tahun, hanyalah perubahan urutan angka-angka, namun bukan berarti tak bermakna.



Setelah 5 tahun absen melihara kucing, akhirnya saya melihara kucing juga. namanya kiki. dia tiba-tiba datang kerumah. sekarang usianya sekitar 6 bulan. warnanya hitam putih, blesteran kampung-angora dibagian ekor. anak-anak sangat sayang sama si kiki ini.

Dulu saya juga pernah punya kucing, namanya M, motifnya sama dengan si kiki ini. cuman dia meninggal karena virus, dan gak tertolong alias udah almarhum. dari situ saya enggan lagi melihara kucing. bukan apa-apa, saya ga mau lagi ngalamin sedih dan nangis-nangis ampe berminggu-minggu kalo kucing peliharaan saya tetiba sakit parah kaya si M terus its dead! nyesek man!!






Nah, udah 3 hari ini kiki sakit cacing ( kotorannya ada cacing tambang-nya). dia ogah makan, diemnya di kolong meja terus. malahan dia pernah ngilang seharian, ga taunya nyumput di bawah saluran air/selokan!

Akhirnya di hari ke-3 saya putuskan buat bawa ke dokter hewan di key petshop , lokasinya deket banget dari rumah. juga itu petshop langganan saya beli pakan si kiki. saya terus langganan disana karna obatnya lengkap, pelayan nya ramah dan harga pakannya murah ( ini yang gue paling demen! wkwkwkwk ).

Duh rempong bener bawa si kiki ke dokter hewan! soalnya para krucil mau ikut juga! kebayang dong dalam satu motor bawa 2 toddler dan 1 hewan peliharaan tanpa pake kardus bekas indomie! soalnya gak punya keranjang, buat apa juga? jarang bawa kiki kemana-mana! hihihi

Yo wislah, berangkatlah kesana.

iiihh mak, dokter hewannya baiikkk bener! penjelasannya detail dan ramah, sabar nerangin ini itu. perlakuannya ke kiki juga lembut.

Sambil si kiki di njus obat 3x dan di periksa badannya, saya sambil was-was komat kamit dalam hati bicara, "astaga! 3 kali suntikan! brapa duit nih Tuhan??? duh semoga gak mahal!!!" ah ya, typical emak-emak banget ya? hahahahaha

Setelah selesai, bayar lah kita di depan kasir langsung sama dokternya. setelah di hitung, saya kaget luar binasa!! ternyata cost-nya MURAH PISAN!!!

Saya bandingin harganya ya, si M pernah sakit yang sama 5 tahun yang lalau, saya bawa ke dokter langganan di daerah arcamanik Bandung, costnya sekitar 150rb! nah sekarang, si kiki sakit yang sama dengan si M, costnya cuman 65rb!!! coba mau ga pingsan gimana saya??? harusnya ya, naik harga 100% kan setelah 5 tahun! tapi ya saya ga tau juga obatnya apa sama ato gak sama si M makanya murah.

tapi dokter bilang si kiki di kasih suntik obat radang, infeksi perut dan buat cacing. terus dikasih juga kapsul dan tambahan Drontal (obat cacing tablet) plus injeksi bekas buat ngasih makan kiki karna harus cair katanya.

Dengan harga yang segitu murahnya dan pelayannya yang memuaskan, saya pasti langganan nih sama drh. andri di key petshop, soalnya saya puas. bukan iklan ya, hehehe.

buat yang rumahnya disekitaran Bandung timur, silahkan berkunjung kesini. deket kampus UIN kok. depan Dj Resto.






























Hidup tak lebih dari rentetan peristiwa menyedihkan, lantas menguatkan. 
Maka, jadilah kuat.
Bahagia lah sekarang.

Jangan di tunda,
Karna esok, semua akan terasa basi.


Tidurlah tidur,
Hingga kesadaran membangunkan raga dengan terpaksa.
Esok tak perlu di nanti,
Bahagia tak perlu di kejar,
Senyum tak perlu di ukir,
Tidurlah tidur,
Ragamu lelah,
Jiwa mu letih,

Rangkulah mimpi dan terbangun dengan, tersenyum



Ketika pertama kali bisa menggambar, keenan baru bisa gambar coretan gak karuan atau bola kusut.
setelah sering menggambar, objek selanjutnya yang seneng dia gambar adalah orang atau anggota keluarganya atau temennya. kenapa ya?
menurut theasianparent.com :
" Saat anak sering menggambar anggota keluarga, dan dalam gambarnya anak juga ada di samping anggota keluarga yang lain, bisa memperlihatkan perasaannya bahwa anak Anda merasa dekat dengan anggota keluarga. Jika gambar anak juga memperlihatkan eskpresi wajah berbeda-beda pada gambar anggota keluarga, sebenarnya gambar ini bisa menunjukkan bagaimana anak melihat sosok anggota keluarga. "
wah, emang bener begitu, saya seneng bisa mengetahui kenapa keenan suka sekali gambar orang atau anggota keluarga, sebagai emak saya merasa dicintai anak saya sepenuhnya! hihihi

etapi, masih ada lagi lho. kita juga "mendeteksi" karakter anak kita lewat gambar orang yang dibuat anak kita, ini menurut today.line.me  :
" Sebagian besar balita masih menggambar orang dalam bentuk sederhana, seringkali menyerupai korek api. Meski begitu, bentuk tubuh, perbandingan ukuran, serta kelengkapan bagian tubuh dari gambar orang tadi ternyata bisa menunjukkan beberapa sifat balita " , seperti: 
  1. Anak pencemas: Sering menggambar orang tanpa mata, disertai gambar awan, hujan, dan burung yang sedang terbang.
  2. Anak pemalu: Orang yang digambar biasanya berukuran pendek dan kecil dengan kedua tangan yang berada dekat dengan tubuh, tetapi tidak disertai mata atau hidung
  3. Anak pemarah: Menggambar orang dengan jari dan gigi yang besar, lengan yang panjang, dan mata menyilang.
  4. Anak insecure: Menggambar orang dengan ukuran tubuh besar tapi memiliki kepala kecil, tanpa tangan, dan posisi tubuh cenderung miring.

tapi, kalo liat daftar diatas, gambar keenan dibawah ini masuk kategori yang mana ya? hemmm ....

\
 " gambar orang lagi pipis" , kata keenan

pic belong to nadin amizah


Jadi, waktu lagi hot-hotnya demen sama stars and rabbit, yang asli aku demen banget sampai-sampai waktu pak suami maen bareng sama mereka di acara besar nan megah, soundrenaline di GWK Bali  tahun 2016 silam, aku nitip beli-in album mereka plus minta di legalisir. aku gak bisa ikut karna keenan masih 2 tahun dan aku lagi hamil kilan. lalu aku dapet legalisir-an  mba elda ( little suri ), eh pak suami malah dapet foto bareng, cemburu aku! wkkwkwk, btw back to story, pas lagi hot-hot nya demen sama mereka, tetiba di explore IG aku ada IG nya NADIN AMIZAH, yang ternyata foto-fotonya banyak di like mba elda!!! ya iyalah wajar ajah nadin nongol di explore IG aku! wehehehe.

Nadin Amizah, anak SMA yg doyan nyanyi di IG pake gitar sendiri, aku ga  gubris, gak penting, pikirku, lagu-lagunya juga "biasa", aku gak suka, titik. tapi, temen aku sukaaa banget sama dia. mungkin karena lagu-lagunya melow, sendu dan liriknya bak puisi dan sajak. jadi rasanya terbawa arus galau dan jadi kaum rebahan (*eh), sementara aku, suka nya yaaah folk yang rada upbeat atau dreampop yang gak galau, hehehe. 

lantas, 3 tahun berselang tanpa ada perubahan yang pasti perihal aku dan nadin, tetiba minggu lalu, keenan sakit selama seminggu dan demam 5 hari tanpa ada turun-nya. aku panik, sedih dan stress. hatiku sedih dan merana, lalu youtube menghadirkan video terbaru nadin amizah di sudut TRENDING, aku klik video nya sepeti tulang dan didengerin lah lagunya pake headphone gaming, dan daaarrr! aku mewek. karena apa? lirik pertamanya adalah kata, "kecil"......aku langsung inget anakku yang lagi sakit. terus aku dengerin lagu nya ampe akhir dan ya... oh nadin! i'm in love!! mengapa tidak, aku bisa langsung tau kalo lagu ini tentang trauma dan rasa sakit yang membekas sulit hilang dan ntah kapan sembuh. aiihhh aku jadi melo-melo gitu jadi nya. 

Tanpa pikir panjang, aku langsung follow IG nya dan kepo lagu-lagu dia yang lain. dan aku jatuh cinta sama semua lagunya nadin, terutama sorai. 

se-magical apa sih lagunya nadin "seperti tulang"? monggo di simak aja video-nyah berikut liriknya. awas jangan sampai nangis-nangis bombay ya, hehehe



pic lyric belong to nadin amizah







Sejujurnya, saya sebel sama salah satu kebudayaan sunda yang sudah mengakar dalam darah dan jiwa anak-anak saya, BANGBARONGAN. 
kenapa? jawabannya pribadi sih, saya jijik aja ketika si bangbarongan mulai "jadi" alias kesurupan dan makan kaca, gelas atau apapun lalu muntah. 

Tapi sayangnya, keenan begitu terobsesi jadi Bangbarongan sampai minta dibikinin bangbarongan dari kardus bekas dan akhirnya minta dibeliin bangbarongan kayu, kuda lumping sampai terompetnya. yah, saya sebagai ortu sayang anak dibeliin aja deh daripada keenan rudet dan rungsing.







lalu saya tanya, " kenapa sih kakak suka banget sama bangbarongan? sampai lupa sama Spiderman?lalu dia jawab, " karena bisa jadi" ( maksudnya kesurupan), mungkin dalam pikirannya bangbarongan semacam makhluk magical yang punya kekuatan super layaknya spiderman kali ya.

sampai-sampai, dia gambar bangbarongan saking "cinta"-nya sama bangbarongan







"bangbarongan" karya keenan

Padahal, sebelum ketemu bangbarongan, dia idola banget sama spiderman. sampai dibeliin kostumnya dan minta di bikinin hand-gun yang ngeluarin jaring laba-laba.

aduh aduhhh, dasar anak-anak ya, ckckckck....

lalu yang jadi pertanyaan, kenapa asih anak-anak suka banget pura-pura jadi superhero?
aku gak tau jawabannya, lalu search lah di mbah gugle. dan ini lah jawabannya :

Menurut Ayahbunda.co.id : 

Mampu melompati gedung tinggi dengan satu ayunan tali, atau mengubah dunia dengan satu tiupan memang tak bisa manusia biasa lakukan, apalagi anak-anak kita. Namun memang berpura-pura atau meniru sedikit kekuatan super Spiderman, Batman, Ironman, Wonderwoman membuat anak merasa lebih besar dan lebih baik.

“Anda tak bisa mengurangi efek kebanggaan itu,” kata Lawrence Rubin, psikoterapis asal Australia, editor buku Using Superheroes in Counseling and Play Therapy.  “Itulah bagian dari pesona seorang tokoh pahlawan. Dunia ini besar dan anak-anak hanyalah benda kecil.”



jadi, ada rasa bangga gitu bagi anak bisa jadi superhero karena punya kekuatan super. lantas baik gak sih anak-anak terus main pura-pura?

Masih menurut ayahbunda.co.id

“Main pura-pura adalah bagian penting dalam perkembangan sosial anak. Permainan ini membantu anak mengembangkan kemampuan bergaul dengan teman sebaya,” kata Barber. Kemampuan anak memerankan sesuatu yang bukan dirinya—misalnya saat main “ibu-ibuan”- juga menandakan dia mengerti dirinya adalah pribadi yang terpisah dan berbeda dari ibu.

Permainan imajinatif membantu mengasah kemampuan anak memerkirakan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan orang lain. Juga, meningkatkan pemahaman anak akan dunia di sekitarnya. “Di dalam benaknya, anak-anak berusaha membangun kembali apa yang mereka dengar dan lihat di dunia nyata. Melakukan tindakan imajiner, membantunya memahami banyak hal, termasuk tindakan orang dewasa,” terang Barber.


eehhmmm, oh ya jadi begitu. 
baiklah kalo begitu, emak dukung deh anak-anak suka pura-pura jadi apapun, selama gak pura-pura sayang emak aja ya, hehehehe

pic credit pinterest

Busyeettt,
Baru baca 35 halaman pertama dari buku fenomenal nan viral , SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT karya Blogger handal yang akhirnya jadi penulis Mark Manson, aku udah jadi orang yang setengah bodo amat. 

oh mengapa tidak? baru baca segitu aja si abang Mark Manson mampu menjungkir balikan pondasi Law Of attraction yang selama ini udah jadi isme buatku. 

Pernyataan Si abang Mark menyoal Law Of attraction ( dalam hal ini kata-kata afirmasi positif ) dalam bukunya ini jelas lho, " ironisnya, pengarahan pemikiran pada hal-hal positif ini, tentang apa yang lebih baik, apa yang lebih unggul, hanya akan mengingatkan kita lagi dan lagi tentang kegagalan kita, kekurangan kita, apa yang seharusnya kita lakukan namun gagal kita wujudkan. bagaimanapun, jika seseorang sungguh bahagia, dia tidak akan merasa perlu untuk berdiri di depan cermin dan mengulang - ulang ucapan kalau dia bahagia, Dia bahagia ya bahagia begitu saja! "  ( Hal. 5 ) 

hemm, baiklah, di luar sana ( dunia maya ), banyaakk sekali perdebatan mengenai buku The secret ini, yang pro dan kontra sampai di bahas kaitannya ke ranah agama ( hadis mengenai prasangka kepada ALLAH swt ). well, semua kembali lagi ke laptop, eh salah ke pemahaman dan pendapat masing-masing sih kalo menurutku. Tapi buatku, untuk beberapa kasus, afirmasi diri dengan positive words terbukti ampuh. 

Misal, aku badmood nih pas bangun tidur, karna kesibukan pagi yang hectic sama urusan per-rumah-tanggaan jadi harus gerak cepat mengatasi si badmood  biar gak ngerusak semua kerjaan. karna kalo badmood dibiarkan berlarut, dijamin hoream ngapa-ngapain, bawaannya pasti marah-marah dan berujung bentak anak atau suami. waaah, bisa runyam hari-ku seharian itu. So, begitu bangun, cuci muka - wudhu - solat terus NGACA! iya, ngaca! sambil afirmasi diri sendiri, " bete kenapa? sih? ayo ah semangat! hari ini akan menyenangkan! kamu hebat! kamu keren! kamu ibu super! ayo senyum, semangat!!!  " dan berhasil.

Tapi, bukan berarti aku ga setuju sama isi 35 lembar halaman pertama buku nya Bang Mark manson. itu semua, aku setuju banget!! seperti, 

Halaman 4
" namun ketika anda berhenti sejenak dan sungguh menerenungkannya, nasihat hidup yang konvensional segala macam nasihat motivasi untuk menjadi pribadi yang positif atau menyenangkan yang selalu kita dengar, sebenarnya justru memberi penekanan pada kekurangan anda. nasihat ini langsung menyoroti apa yang anda anggap sebagai kekurangan dan kegagalan pribadi anda, kemudian menggarisbawahi hal tersebut untuk anda . anda mempelajari cara terbaik untuk mendapatkan uang karna anda sudah merasa tidak cukup uang. anda berdiri depan cermin dan terus mengatakan anda cantik karena anda merasa sudah tidak cantik. anda mengikuti tips berkencan dan menjalin hubungan karena anda merasa bahwa memang anda layak dicintai. anda melakukan latihan visuialisasi yang konyol karena anda memang merasa tidak cukup sukses"

halaman 6 - 9
" anda merasa cemas ketika harus menghadapi seseorang dalam kehidupan anda. kecemasan tersebut membuat anda tidak berdaya dan mulai bertanya-tanya mengapa anda bisa begitu cemas. sekarang anda mulai merasa cemas karena menjadi cemas. Oh tidak! kecemasan itu berlipat ganda! sekarang anda cemas tentang kecemasan anda yang menyebabkan anda lebih cemas!"

" atau katakanlah anda bermasalah dengan pengendalian amarah. anda gampang kesal terhadap hal paling bodoh tanpa tahu alasannya. dan fakta bahwa anda mudah sekali marah mulai membuat anda semakin sering marah. dan kemudian, ketika mulai reda, anda menyadari bahwa selalu marah-marah membuat anda menjadi seorang yang berfikiran dangkal dan kejam, dan anda benci hal itu. anda sangat membencinya, sehingga anda marah pada diri sendiri. sekarang lihat diri anda, anda marah pada diri anda yang marah-marah karena mudah marah. "

"itulah yang menjadi sumber kekacauan. kita merasa kecewa atas kekecewaan itu sendiri. kita merasa bersalah atas rasa bersalah itu sendiri. kita menjadi marah gara-gara amarah yang menyulut. kita jadi cemas karena perasaan cemas itu sendiri. apa yang salah dengan saya? inilah mengapa, bersikap bodo amat adalah kuncinya., inilah alasan mengapa itu akan menyelamatkan dunia. dan kuncinya adalah jika kita bisa menerima bahwa dunia ini benar-benar keparat dan itu tidak apa-apa, karena memang seperti itu dan akan seperti itu adanya. dengan tidak ambil pusing ketika anda merasa buruk, berarti anda memutus lingkaran setan. anda berkata pada diri anda sendiri "saya merasa sangat buruk, tapi terus kenapa?apa pedulimu? dan kemudian ibarat ditaburi debu ajaib peri, anda berhenti membenci diri anda sendiri saat merasa begitu kecewa "

nah, itu intinya, JANGAN AMBIL PUSING. hal ini untuk kasus-kasus urusan pikiran, perasaan, emosi dan badmood yang tidak jelas atau sudah jelas tapi kita teruuuusss mikirin hal itu sampai berhari-hari dan bikin rusak hari-hari kita. 

sebetulnya masih banyak point-point penting dari buku bang Mark manson yang sangat ingin aku kutip, tapi bisa kepanjangan nanti tulisanku, hehehehe. lagian, aku juga belum tamat baca bukunya, baru sampai halaman 35 yang kebetulan moment-nya pas pisan sama situasi yang lagi aku alamin. bak kedapetan uang ditengah jalan pas lagi butuh-butuhnya, begitulah buku si bang mark manson ini bagiku. 

lalu hubungannya apa sama kasusku? oke, udah baca tulisanku soal Ketika emak sama gak pede-nya sama sang anak belum? baca deh, and you'll know why aku ngerasa "kawin" sama bukunya mark manson.  kalo nanti buku bang Mark Manson udah beres aku baca, aku review ya. tunggu tulisan aku selanjutnya. semoga emak yang ngalamin kaya aku, di bully sama situasi dan perasaan sendiri, semoga terinspirasi. 










Kulwapp GRATIS dan KEREN buat Emak-emak jaman now : MENTAL HEALTH & FAMILY SUPPORT

“ Aduh kok aku bête terus nih? Kok aku sedih terus sih tanpa alas an? Apa aku ini waras? Apa aku harus ke psikolog? “

Pernah gak sih mak nanya begitu sama diri sendiri? Aku pernah! Terus jawabannya apa? Jawabannya, ikut KULWAPP ( kuliah watsapp ) ONLINE SHARING #4⁣

Ruang Keluarga, bertema : MENTAL HEALTH AND FAMILY SUPPORT⁣yang diadakan hari Rabu, 6 November 2019, 19.00-21.00 WIBdi GRUP WA RUANG KELUARGA.

Terjawab semua gak pertanyaan di atas? Emmm, gak semua sih, karena si aku kurang GERCEP sama peserta lain yang gak kalah heboh dan semangatnya! Hehehe. Tapi dari beberapa pertanyaan peserta dan jawaban narasumber yang ciamik, beberapa pertanyaan di atas terjawab. 

Jadi nih,


Awal ceritanya, sahabat baru saya di dunia maya yang karena jarak memisahkan kami sehingga belum juga bisa KOPDAR sampai sekarang, bikin status WA soal kulwapp ini. Begitu si aku liat judulnya yang terpampang jelas : MENTAL HEALTH AND FAMILY SUPPORT⁣

Waahhh, langsung DM sahabatku itu. Itu tuh, tulisan MENTAL HEALTH-nya itu yang keliatan ijoooooo banget di mataku! Apa aku ini gak waras sampai liat tulisan MENTAL HEALTH aja ijo? bukannya kalo liat duit warna merah yaah yang langsung ijo? Yaah itu juga dong! Hehehehe

So, why? Kok tertarik sih sama materi kulwapp nya #4⁣ Ruang Keluarga soal mental health ini? Itu karna, secara pribadi si aku ini memang merasa seperti sering ngerasa depresi atau anxiety gitu, apa ini self diagnosed atau hasil periksa psikolog? Self diagnose kok mak, makanya begitu liat itu tulisan MENTAL HEALTH mataku langsung berbinar binary kaya liat berlian 24 karat! 

Aku pengen tau soal “sakit jiwa” aku ini, bener atau cuman karna stress aja. Dan ternyata? Belum ter-diagnosa sih kalo soal depresi yang aku rasain, itu perlu diskusi pribadi langsung dengan narasumber sharing online #4 kali ini, mba nurul. Semoga ada waktu dan kesempatan nanti buat konsultasi dengan beliau.

LANJUT! 

Jadi, kulwapp kali ini sebetulnya ngebahas apa sih? Ya ngebahas soal KESEHATAN MENTAL dong Fernando! Masa soal kesehatan kucing! Hehehe

Di kulwapp kali ini saya menemukan bahwa, saya tidak sendirian. Maksudnya? Iya, yang merasa memiliki permasalahan personal seputar kesehatan mental ternyata bukan hanya saya, tapi banyak juga emak-emak dan bapak-bapak yang lain yang juga walau dalam kondisi masih revitalisasi diri masih tetap beraktivitas sesuai perannya setiap hari. So, intinya adalah ibarat lagu-nya the corrs, “everybody hurt”.

Ternyata bukan hanya saya yang sering merasa seakan-akan memiliki , trauma masa lalu dan masih bergelut dengan hal itu sampai sekarang, DISTIMIA (self-diagnose) atau depresi. 

Setelah saya mengikuti kulwapp, saya juga menemukan bahwa, jika merasa depresi atau trauma masa lalu kita sudah sedemikian parahnya mengganggu aktivitas kita sehari-hari, maka kita harus segera memiliki supporting system, atau segeralah mengunjungi psikolog/psikiater, karena menurut mba nurul, psikolog atau psikiater akan mampu membantu kita dalam melakukan analisa dan diagnose terhadap permasalahan psikologis kita dan intervensi yg dilakukan bisa tepat guna. Selain daripada itu, kesehatan mental yang sudah demikian parah efeknya terhadap keseharian kita, juga akan berimbas pada kesehatan keluarga.

Mengapa demikian?


Let’s say, aku misalnya, yang punya trauma GHOST PARENTING . Kalo aku gak segera “curhat” sama supporting system aku, yang dalam hal ini pak suamik sebagai bagian dari anggota keluarga, akan berimbas pada kualitas hubungan suami-istri dan juga ibu-anak. Kalo udah curhat, solusi seperti apa yang paling tepat pasti akan ketemu. Karena menurut mba nurul, dukungan pasangan bisa menjadi satu pondasi dasar bagi terjalinnya hubungan yang sehat dalam sebuah keluarga/rumah tangga.

Nah, untuk bisa “curhat” ini juga bisa menjadi permasalahan tersendiri lho, karena tidak semua istri bisa terbuka seterbukanya sama suami. Idealnya, memang keluarga yg sehat itu keluarga yg berani mengidentifikasi permasalahan yg ada di keluarganya, memetakannya, lalu menghadapinya bersama. Keluarga yg sehat sejatinya adalah keluarga yg belajar dari kesalahan, dari permasalahan yg ada. Tetapi yah, seperti yang saya bilang, tidak semua pasangan bisa terbuka mengenai luka masa lalu terhadap pasangannya, bisa karena takut, malu, segan atau “kaburu hoream curhat karena respon suami yang datar aja kaya papan triplek”

Tapi mak, kalo dibiarkan berlarut, efeknya besar lho. Yang jadi korban bukan hanya kehidupan kita, tapi juga anak. Menurut mba Nurul, memang tidak semua orang dilahirkan dalam keluarga yang membiasakan "ngobrol" antar anggota keluarganya dan tidak semua orang mempunyai kemampuan atau ketrampilan untuk dapat berkomunikasi secara sistematis, luwes dan efektif. Oleh karena itu, memang yg harus ditandaskan di awal pernikahan adalah pola komunikasi yg disepakati. Termasuk didalamnya adalah bersama-sama mengidentifikasi pola komunikasi masing-masing pasangan. 

Kembali menurut Mba Nurul, membuka komunikasi dengan pasangan memang tidak mudah, tapi bisa dilatih. Butuh effort yang tidak sedikit, dan membutuhkan waktu. Akan ada masa-masa putus asa, masa masa berucap "ini tdk bisa, ini tdk mungkin dilakukan, omong kosong" ,namun jika terus diupayakan, ditekuni, maka pola komunikasi sehat sedikit demi sedikit akan terbangun. Karena, komunikasi yang sehat akan berdampak jangka panjang. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga terhadap lingkungan keluarga dalam hal ini anak. Jika kita sebagai orangtua tidak meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mencoba menjalin harmoni dengan pasangan, lalu larut dalam komunikasi yang tidak sehat, maka anak-anak pun besar kemungkinan akan tumbuh dengan pola komunikasi yang serupa. 

Kenapa bisa begitu? 

Karena sejatinya sekolah anak yang paling mendasar adalah keluarganya (baca : orangtuanya). Anak belajar beremosi, berpikir, mencari solusi, juga berkomunikasi dr orangtuanya.

Namun demikian, sembari memperbaiki pola komunikasi, kita memang harus meningkatkan tata kelola mood/emosi yang kita miliki sehingga tidak berdampak negatif bagi diri sendiri terlebih bagi orang-orang penting di sekitar kita. 

Saya menggaris bawahi uraian mba Nurul, MENINGKATKAN TATA KELOLA MOOD/EMOSI , nah ini yang menurut saya penting. Sama persis dengan solusi yang saya buat untuk permasalahn ghost parenting yang saya alami. 

Lalu, gimana kalo yang memiliki gangguang kesehatan mental itu adalah pasangan kita dan bukan kita? Nah menurut mba nurul, ada yang bisa lakukan demi untuk membantu pasangan kita melalui permasalahannya sembari membentuk keluarga kita menjadi sehat secara mental. Yaitu dengan, Look and Listen. Ajak pasangan untuk lebih terbuka terhadap masa lalu yang mengganggu atau menghambat pola pikir positifnya. Dengarkan dengan cermat. Hadapi bersama, tela'ah dan kaji bersama. Petakan permasalahan dan ajak pasangan untuk memperluas sudut pandang dalam menilai permasalahan yang terjadi di masa lalu. Listen. Jika kita melihat pasangan kesulitan dalam mengurai permasalahan, maka libatkan orang lain yang dinilai dapat dipercaya, seperti orangtua, sahabat, atau pemuka agama. Jika kita melihat masalah yang dihadapi pasangan merupakan masalah yang berat dan menekan, maka kita bisa menghubungkannya dengan psikolog/psikiater. Semakin cepat masalah dapat diurai, maka semakin cepat penanganan bisa dilakukan.

Saya juga menemukan insight baru di kulwapp ini, menyoal ME TIME.

YESS!! Paporit saya, hehe. Kalo waktu me time-nya udah disepakati sama suami sih gak masalah yak mak, waktu kita buat sendiri dan anak-anak akan terbagi adil dan merata. Tapi gimana kalo karena kita ibu bekerja dan me-time kita dilakukan setelah kita pulang kerja? Oohhh yess jadi sebuah dilemma yaahh…


Kembali menurut Mba Nurul, ( ini nih yang paling meninspirasi) BUAT SKALA PRIOTITAS! 

Hobi sebagai mood booster dan juga penyeimbang memang diperlukan untuk kesehatan mental individu. Bahkan dianjurkan. Namun demikian, waktu untuk menemani dan mendampingi keluarga, terutama anak, untuk tumbuh dan berkembang juga sangat diperlukan. Terlebih waktu mereka bersama kita terbilang singkat sebelum mereka dewasa dan mempunyai urusan masing – masing. good things take times. Keluarga terutama anak, tidak hanya cukup dengan kualitas, namun juga kualitas. Karena sesungguhnya, sesuatu yg baik itu membutuhkan waktu untuk menumbuhkan dan juga waktu untuk memeliharanya.

Saran saya, kembali ke KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN, pilih waktu yang asoy geboy buat kita para emak bisa me time. Jadi, kita masih bisa melakukan hobi kita sebagai penyeimbang kesehatan mental dan anak-anak tetap terjaga dan terawasi. Kata kunci adalah manajemen hobi (juga waktu melakukan hobi) dan skala prioritas

Dari semua materi kulwapp kali ini, yang paling menohok saya dan yes!! Ini jawaban yang selama ini saya cari, adalah GIMANA CARANYA ME-MANAJEMEN EMOSI DAN DEPRESI dan gak melampiaskannya ke anak ?

Menurut pemaparan Mba Nurul, Cara untuk menekan emosi supaya kita tetap “sehat” dan tidak melampiaskan ke anak adalah dengan, Kita bisa menerapkan teknik pause time. 

Jika dlm kondisi emosi, dan kebetulan di deketnya ada anak, atau emosi krn anak, maka kita bisa sejenak berdiam diri, fokus pada nafas, jgn pikirkan apa2, lalu hitung sampai 10. Belum tenang? Ulang lagi prosesnya. Biasanya emosi akan sedikit banyak mereda. Dan anak tdk akan terlalu kena dampaknya.

Karena, Pada kasus depresi, pola pikir yg negatif (biasanya juga karena dipengaruhi oleh persepsi yg salam pada masa lalu) akan mempengaruhi emosi shg mjd negatif pula. Keduanya saling menguatkan dalam hal kenegatifan. Akibatnya, fisik pun mjd limbung. Tdk berenergi, muncul gangguan tidur, gangguan makan, dsb. Ketiganya kemudian akan bahu membahu saling menguatkan kenegatifan. 

Nah kalo udah gini kita harus begimana mak? mood atau emosi adalah salah satu yang sulit untuk diintervensi, meskipun bukan tdk mungkin. Jadi apa yang bisa dilakukan? OLAHRAGA! ZUMBA?AEROBIK?JOGGING? apa aja semua boleh, karena menurut mba nurul, semua Aktivitas tersebut akan menghasilkan hormon-hormon kesehatan mental, yg biasanya dipaksa untuk dihasilkan melalui injeksi obat-obatan dari psikiater. Jadi bisa bayangkan Jika fisik oke, Lalu hormone-hormon kesehatan mental dihasilkan, Emosi menjadi (sedikit demi sedikit) lebih stabil, maka intervensi kepada pikiran menjadi mngkin untuk dilakukan. 

Selain olahraga, kita juga bisa MENULIS, yess! Kesukaan saya yang lain! hehehehe.

Bikin buku harian, jurnal atau blog kaya saya, hehehe. Dengan menulis catatan harian, kita bisa mencoba belajar Memetakan permasalahan. Sulit awalnya karena tidak terbiasa , namun bagi sebagian orang terbukti sangat membantu. 

Kulwapp kali ini banyak pencerahan bagi saya, dan semoga juga bagi emak yang baca postingan saya kali ini. Semoga kedepannya ada kulwapp dari ruang keluarga lagi yang gak kalah menarik dan GRATIS tentunya ya, hehehe ( dasar emak-emak, hihihi )