hanya sebuah angka, bukan berarti tak bermakna






2019
Hanyalah angka berurutan,
agar manusia tak lupa,
Lupa terhadap peristiwa istimewa hingga yg membuat sedih merana,
Lupa terhadap jiwa yang kerap kehilangan asa,

2019
Hanyalah angka berurutan, 
dimana akhirnya aku, kembali meracau dalam diam, 
terkadang dalam tawa atau getir serta tangis tengah malam,
dan membiarkan jemariku menari di atas keyboard komputerku,
menyuarakan isi hatiku yg lama tertahan, tertuang dalam jurnal dunia maya-ku,

Karna kita, perempuan, adalah manusia banyak kata dan punya pikiran bagai gurita,
dengan kemampuan bergerak super cepat,
Maka setiap peristiwa adalah layak di tuliskan di atas secarik kertas hingga berjilid banyaknya,
Karna kadang, 
suara tak mampu menampung banyaknya kata dan meninggalkannya di sudut ruang hingga berdebu dan tak tersentuh, 
hingga menjadikan diam sebagai tameng dan murka menjadi bahasa yang tak terbendung.

2019
Hanyalah angka berurutan, 
dimana aku menemukan bahwa, 
maha benar ego-ku dan maha suci ingin-ku hingga lupa, 
dia pun sama terlukanya denganku, sama lelahnya denganku, 
sama benar ego-nya dan sama suci inginnya denganku. 
Dia yang terkadang dalam diam selalu berkata terimakasih dan maaf padaku, 
atas semua peluh keringat kerja kerasku untuknya dan buah hati kami 
dan tangis tanpa suaraku di masa tersulit kami, 
karna malu telah merenggut keberaniannya tuk berkata sehingga senyum dan ramah tamahnya , kemudian menjadi hadiah bagiku. 

Dia yang tak pernah mengolok atau mempermasalahkan kelebihan berat badanku yang makin naik tak tertolong, dia selalu berkata, "tumpukan lemak tak jadi soal, jangan hiraukan". 
Dia yang selalu mendukung inginku mengoceh di jurnal dunia maya-ku tentang semua hal yg kupikirkan, tanpa menghakimi, 
Ah, kurasa aku tetap mencintai dia seperti di awal cerita kami bertemu

2019
Hanyalah angka berurutan,
Dimana aku tak berharap 2020 akan lebih baik ataupun istimewa,
Realistis saja kawan,
Tak ada resolusi,
Tak ada list to do,
Tak ada target,

jalani hidup layakya angin berhembus ke segala penjuru, 
layaknya air menembus setiap celah 
dan hujan yang mulai tak tentu kapan datangnya, 
karena hari esok, adalah misteri milik Tuhan, 
bukan milikku,

2020
Hanyalah angka berurutan, 
dimana aku memilih nonton korea, 
ketimbang turun kejalanan tiup terompet lalu teriak bersorai saat dentang jam tengah malam pergantian tahun bergema lantas pulang dengan hati hampa karena lelah tanpa arti.

Pergantian tahun, hanyalah perubahan urutan angka-angka, namun bukan berarti tak bermakna.


17 komentar:

  1. dia yang tak pernah protes karena berat badan naik itu lebih enak daripada dia yang selalu protes tubuh istri terlihat mengurus. huhu

    BalasHapus
  2. Aku malah memilih tidur saat pergantian tahun dan melalui hari hari seperti biasa😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama siihh ujung ujungnya bobo syantiikk, hihihi

      Hapus
  3. Wow. Wow.. pertama yg aku perhatiin ilustrasi nya dong... Itu keren gambar penuh makna. Baru setelahnya aku baca puisinya hehe

    BalasHapus
  4. Jago puisi juga mba eka. Keren deh kata2nya dalem tapi pembawaannya ringan. Pertams aku liat ilustrasinya kaya lady gaga apa ya artis luar negri . Kaya nyata sih gambarnya kaya ada cerita gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak kalo jago mah, bukan pujangga, hihihi. hanya rintihan hati yang galau, wkwkwk

      Hapus
  5. Kesan pertama, GAMBARNYA BAGUS BANGEEET! hehe..

    Semenjak menikah, tiap tahun baru selalu bakaran, kalo enggak juga maraton film horor, hihi.. Udah males keluar, apalagi ramenya nggak jelas gitu. Mending nonton konser, hehe..

    BalasHapus
  6. Coba blog ini udah TLD pasti moncer banget perkembangannya. Udah gambarnya cakep bikin sendiri ditambah kontennya juga oke punya. Keren mba Eka. Btw pergantiaan tahun aku tidur hihi

    BalasHapus
  7. Refleksi akhir tahun dan awal tahun dalam bentuk puisi. Gak kerasa ya udah pertengahan 2020 aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. tau - tau udah mau akhir tahun, yaaaa gak kerasa ya waktunya

      Hapus
  8. Setuju banget soal perempuan... Konon katanya kan kita punya 20 ribu kata sehari untuk dilampiaskan, ya. Dan aku termasuk yang lebih suka nulis daripada ngobrol, makanya milih ngeblog... walaupun sering juga tulisannya teronggok di draft aja hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seriusan! kirain saya aja yang doyan koleksi draf daripada postingan! wkwkwkwk, nyampe 30 malah! semua minta di posting, ntah kapan selesai nya tapi, hiks

      Hapus
  9. Keren kak puisinya. Tipe saya banget nih, milih nonton drama korea dibanding niup trompet dan turun ke jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak anda,
      wah tos virtual dong kita, wehehehehe

      Hapus