Apakah kita semua memiliki bakat?


Apakah-kita-semua-memiliki-bakat
credit pic @weirdgenius instagram 


Apakah kita semua memiliki bakat? Adalah pertanyaan yang bergelayut dipikiran saya beberapa hari ini. Di sela menunggu jam buka puasa sambil menggoreng kulit ayam crispy pesanan Pak Suami, saya putar beberapa lagu melalui youtube.
 
Secara Tidak sengaja saya menemukan video musik dari LATHI & SWEET SCAR w/ WEIRD GENIUS & NI/CO. Seketika saya merinding dan gak berhenti takjub dengan aransement lagu lathi versi yang ini. Selain Lathi versi Sweet Scar x Weird Genius ini, saya juga dihibur Penyanyi yang sedang viral yaitu PAMUNGKAS dengan lagu hitsnya To The Bone lantas di tutup lagunya TERSIMPAN DI HATI - Eka Gustiwana (ft. Prince Husein & Sara Fajira). Saya makin merinding cuy!!

Tiba-tiba Pak Suami nongol ntah darimana dan komen,

Ini ndaaaa, si Pamungkas yang lagi viral itu!

wah, iya aku udah denger. gila keren pisan! “jawab saya

Iya, aransement musiknya bagus, smooth terus benang lah kanu hate! “ jawabnya sengit

Iya Ndaa. terus ini lagu lathi versi nya Sweet Scar x Weird Genius, genius pisan Ya Allah! keren pisan. eh ini si weird genius eka gustiwana itu kan? yang nongol di billboard Times Square New York, Amerika Serikat tea? “ Sahut saya

Iya!!! keren pisan nyak? genius emang!

Kok bisa sih bikin lagu siga kieu? bisaan gitu ngeracik nada, nempatin nada dan apalah aku teu ngarti “ tanya saya heran,

Anugerah! “ jawabnya singkat

Ah ndaa mah! yang bener! masa anugerah! bakat meureun diasah dari kecil! “ jawab saya

Bukan ndaa, gift alias anugerah! beda sama bakat. nya eta mah udah dikasih we anugerah kelebihan bisa bikin nada, ngeransement nada sebagus itu. eta teh butuh feel yang luar biasa. siga eta si Gerald Liu yang punya anugerah mah! kayanya bunyi kentongan di galon aja dia bisa tau itu nadanya apa. bukan alat musik lho! “ jelas Pak Suami

saya melongo, takjub dan gak habis pikir. Ah teori saya mengenai bakat selama ini hancur berkeping-keping! Lebay, wkwkwkwk




Iya, selama ini saya meyakini kalo yang namanya bakat itu gak ada. Yang ada minat dan latihan terus jadi skill yang terus diasah sampai akhirnya bisa, hal ini tentu didukung lingkungan keluarga dan pertemanan yang kondusif. Misal, keluarga seniman ada kemungkinan anaknya jadi suka juga dengan dunia seni.
 
Saya jadi ingat, beberapa tahun yang lalu saya pernah menanyakan hal yang sama terkait salah satu band post rock favorit kami berdua yaitu Explosion in the sky. Percakapan di pagi hari sembari nonton Lone Survivor,

" Ndaa, kenapa sih si explosions bisa bikin lagu enak pisan. Gak banyak nada ribet tapi kena! " tanya saya

" Cuman 1 ato 2 ya? klo nonton konser mereka gak perlu liat mereka, cukup dengerin aja. Nikmatin " Jawab pak suamik 

" iya betul. Kok bisa sih?" Tanya saya

" Anugerah Tuhan " jawab pak suamik,

Saya, " (-_-) heemmmm "


lone-survivor


See, jawaban Pak Suami selalu sama. Bahkan beliau menambahkan, kalau seorang kurt cobain itu suaranya fals dan main gitarnya jelek. Tapi kenapa coba kalau udah performance walau dia cuman jreng standar begitu nyanyi bisa langsung kena di hati yang denger? ya itu anugerah namanya!

Jadi, benarkah seseorang itu emang gak punya bakat? misal menggambar,main musik, jenis olahraga tertentu atau menulis? segitu pentingkah sebuah gift atau anugerah bagi perkembangan skill?

Saya mau coba mengurai permasalahan ini, kita sedikit berteori. Jangan ngantuk ya, hihihihi

Definisi Bakat


Ada banyak sekali definisi bakat yang saya temukan di dunia maya, salah satunya adalah menurut situs gurupendidikan yang menyatakan bahwa,
Bakat merupakan suatu kemampuan yang telah dimiliki oleh setiap manusia untuk mempelajari sesuatu dengan sangat cepat dalam waktu yang pendek dibandingkan dengan orang lain dan memiliki hasil yang lebih baik pula. Bakat telah dimiliki oleh setiap manusia dia lahir ke dunia ini.
Sementara definisi bakat berdasarkan beberapa ahli adalah sebagai berikut :
  1. KBBI : Bakat merupakan dasar “kepandaian, sifat dan pembawaan” yang dibawa sejak lahir.
  2. Freeman (1963) : Bakat adalah sifat – sifat yang memberi petunjuk akan adanya kemampuan yang dimiliki seseorang, yang dengan melalui latihan – latihan dapat direalisir menjadi kemampuan – kemampuan yang nyata, terutama dalam bidang – bidang khusus, misalnya dalam bidang bahasa, seni musik dan bidang teknik.
  3. Bingham (1968) : Bakat merupakan kondisi atau kemampuan yang dimiliki seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus dapat memperoleh suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, missal kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik atau menciptakan musik.
  4. Crow dan crow (1989) : Bakat merupakan kualitas dalam diri manusia yang memiliki tingkatan beragam dan berbeda.
  5. Conny Semiawan dkk (1984) : “Bakat sebagai aptitude biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potensial ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih”.
Kesimpulannya memang benar ternyata, bakat merupakan kemampuan khusus yang dimiliki seseorang sejak dia lahir. Pertanyaannya, dari manakah bakat itu berasal?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mencari tahu melalui situs kompas mengenai bakat yang menyatakan bahwa,
Saat manusia lahir manusia akan memiliki 100 miliar neuron. Tiga bulan neuron yang kita miliki tersebut berkomunikasi satu sama lain dan membentuk jalinan yang dinamakan dengan axon.


Ketika jalinan terbentuk, sebuah sinapsis pun otomatis terbentuk hingga pada usia tiga tahun, setiap 100 miliar neuron tersebut telah menciptakan jaringan sinapsis dengan neuron lainnya. Nah, koneksi antar neuron inilah yang menjadi awal mula munculnya bakat. Misal, anak suka bermain bola hingga tampak tidak bosan, bermain gitar tiada henti, menggambar hingga berjam-jam setiap hari.

Tetapi, benarkah itu bakat? perlu digaris bawahi bahwa sign atau tanda yang kita anggap sebagai bakat yang muncul pada anak usia dua atau tiga tahun tersebut , hal itu akan menjadi bakat atau tidak akan sangat tergantung pada minat anak kelak. Tetapi “bibit” bakat itu sudah ada.

Hal ini akhirnya membuktikan bahwa setiap jalinan sinapsis akan terus mendorong diri untuk tidak henti melakukan apa pun yang kita mau terkait minat kita. Melalui latihan, dorongan atau support serta arahan akan menggiring benih bakat sehingga anak akan fokus pada satu minat saja.

Bagaimana kalau saya sudah dewasa? apakah saya memiliki bakat terpendam? saya rasa punya mengingat penjelasan diatas. Benih bakat sepertinya akan muncul jika kembali dibangkitkan dan diasah melalui latihan. Misal, tiba-tiba di usia yang sudah 30 tahun minat untuk menggambar. Melalui latihan yang konsisten dan belajar teknik menggambar, bakat akan muncul dan skill akan terbentuk.

Tetapi apakah ini merupakan bakat atau kemampuan yang diasah? bisa jadi keduanya. tapi untuk lebih paham, yuk simak jenis-jenis bakat berikut ini.

Jenis-jenis bakat


  1. Bakat umum : merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
  2. Bakat khusus : merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, pemimpin, penceramah, olahraga.
Jadi, meskipun bakat ini muncul setelah dewasa ternyata masih bisa dimunculkan di rangsang melalui berbagai macam latihan yang konsisten. Lantas apa saja sih faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat?

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat


Interaksi dalam diri dan Lingkungan
Bakat dapat berkembang melalui sebuah proses interaksi dari dalam diri dan lingkungannya. Jika kedua faktor ini saling mendukung maka bakat yang ada akan dapat berkembang secara optimal.

Minat
Benih bakat yang muncul sejak lahir dan terlihat pada usia balita hanya akan berkembang hingga batas – batas tertentu jika tidak disertai minat yang cukup tinggi terhadap bidang atau hal yang sesuai dengan bakat tersebut.

Motivasi
Suatu bakat tidak akan berkembang bila diri tidak memiliki motivasi , karena motivasi erat kaitannya dengan daya juang seseorang untuk mencapai suatu tujuan, bagaimana memahami konsep diri, rasa percaya diri, keteguhan dan konsistensi dalam mengembangkan bakat.

Bakat, skill atau anugerah apakah berkorelasi?


Seperti yang saya ceritakan di awal artikel mengenai percakapan saya dengan Pak Suami mengenai bakat dan anugerah, ya tentu ada hal yang tidak bisa kita pungkiri kalau seseorang ada kemungkinan akan memiliki gift atau anugerah khusus terkait bakat.

Kalau saya sih bilangnya sense ya. Orang yang dianugerahi kelebihan dari bakatnya memiliki sense yang berbeda dengan orang kebanyakan dengan bakat yang sama. 

Seperti salah satu member Weird Genius yaitu Gerald Liu yang timeline twitternya selalu muncul di beranda saya karena saya sengaja mengaktifkan notifikasi update twitter dari Gerald. Gerald adalah salah satu musisi yang berbakat dengan anugerah pendengaran yang luar biasa. Bagaimana bisa seorang gerald mengetahui suatu nada hanya dari dentuman, petikan atau pukulan sekalipun? saya mengamini ucapan Pak Suami kalau itu anugerah khusus.

Gerald kecil mungkin sudah memiliki bakat terhadap musik, lingkungan mendukung dan melalui latihan skill nya terbentuk. Sense of music nya terbentuk dan dengan luar biasa mampu mengenali nada bahkan nada sumbang sekalipun. Nah, sense ini muncul karena Gerald rupanya sudah banyak makan asam garam dalam dunia musik. Gerald berprofesi sebagai Dj dan pernah ajang musik EDM The Remix Season 2 di NET dan keluar sebagai runner up. Gerald juga aktif sebagai produser musik rapper.

Selain Gerald, partnernya di Weird Genius yaitu Eka Gustiwana juga memiliki anugerah yang sama dalam dunia musik. Bagaimana seorang Eka akhirnya bisa menjadi produser weird genius dan menciptakan musik yang memang jenius?

Dikutip dari Kuyou.id, Eka Gustiwana lahir di Jakarta pada 1 Agustus 1989 yang sudah jatuh cinta dengan musik sejak usianya 11 tahun dimana pada saat itu, ayahnya memperkenalkannya dengan gitar dan digital audio workstation dan setelah lulus SMA, eka bermain keyboard di kafe-kafe. Sejak saat itu eka konsisten terjun di dunia musik dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi musik hingga membuat musik jingle.

Saya Rasa, bakat yang muncul di usia 11 tahun ini lantas di asah dan terus diasah sehingga seorang eka memiliki anugerah sense of music diatas rata-rata.

Apakah saya bisa memiliki bakat dan anugerah?


Salah satu sahabat blogger saya, kak Tri pernah membuat status twitter yang membuat saya ingin merespon twitternya ( dalam artian mensupport ya ) yang intinya menyatakan bahwa “ kalau gak ada bakat bisa menggambar gak sih?
Terus saya jawab, “ Semua punya bakat kok, aku sih gak terlalu percaya bakat ya. Yang utama adalah minat dan mau latihan. Lama - lama skill nya pasti ke bentuk kak




Yess, ini yang saya yakini di awal. Dan masih meyakini hal ini sampai sekarang. Terkait anugerah, saya memang setuju dengan pendapat Pak Suami tetapi saya juga memahami bahwa anugerah terbentuk bukan tanpa proses. Tidak muncul seperti sihir yang ojol-ojol ada. Tetapi melalui proses latihan dan belajar yang dilakukan terus menerus sehingga sense itu muncul dengan sendirinya.

For example, saya sendiri sangat suka sekali menggambar. Apakah saya punya bakat? mungkin karena saya suka menggambar sejak SD. awalnya hanya menggambar kue dan layout rumah. Lalu setelah SMP saya mulai membuat komik manga dan setelah SMA mulai menggambar menggunakan media cat air. Hingga sekarang saya masih konsisten menggambar dengan berbagai media, baik secara konvensional maupun digital. Bahkan merambah ke desain flyer, poster dan sejenisnya.

Apakah saya memiliki anugerah seni yang berbeda dengan kebanyakan seniman? Suami saya bilang sih ada. Dan saya yakin semua seniman memiliki anugerah ini. Menggambar dibutuhkan daya imajinasi cukup tinggi. Sambil menggambar biasanya saya sambil membayangkan bagusnya gambar ini saya kasih warna apa ya yang cocok, latar belakangnya bagaimana ya dan lain sebagainya. Insting atau senses of art ini juga didukung oleh ilmu desain dan seni yang saya peroleh ketika kuliah arsitektur lansekap.

Saya masih ingat dosen saya pernah bilang, ketika kita membuat sebuah desain pikirkan dan bayangkan bagaimana desain itu akan terbentuk, prosesnya dan bagaimana bisa begitu. Misal, sebuah pulpen, mengapa bentuknya panjang? mengapa warnanya hitam? mengapa pada pulpen ada bagian bergerigi yang melingkar? untuk apa fungsinya? dicermati bentuknya dan dipikirkan jawabannya.
Ilmu ini lantas menjadi kebiasaan saya setiap membuat desain flyer atau membuat ilustrasi. Ada keseimbangan dan harmoni pada desain. itu yang selalu yang pertimbangkan. kelebihan saya yang bisa menjadi anugerah kecil mungkin adalah kemampuan membayangkan letak, komposisi warna dan konsep desain.

Lain ceritanya dengan suami saya yang saya rasa dia juga punya anugerah sense of music yang tidak dia sadari.

Bagi saya, suami saya jenius. Selain karena dia adalah owner band sendiri dan founder juga dia yang paling jago meracik nada dan mengaransement lagu hampir di setiap lagu yang UTBBYS buat. Saya bisa bilang begini karena menyaksikan sendiri bagaimana UTBBYS membuat sebuat lagu bertahun - tahun lamanya.

UTBBYS adalah band post-rock instrumental minus vocal. Artinya, kekuatan band ini ada pada bagaimana menyajikan performance musik dari tiga gitar, satu bass dan satu drum. Tentu bukan hal yang mudah. Biasanya ketika membuat sebuah lagu, Suami membuat konsep cerita. Apa yang akan diceritakan? bagaimana nada awalnya, seperti apa chorusnya dan klimaksnya?

Konsep ini biasanya sudah ada di kepala dan yang ditulis hanya lirik lagu berupa puisi. Lalu suami memancing ide rekan-rekannya untuk membuat nada yang sesuai dengan puisi. Masing-masing member akan memberikan nada, kemudian pak suami yang mengatur nada si A di awal atau diakhir, lalu masuk nada dari SI B dan begitu seterusnya hingga lagu tercipta.

Ibarat memainkan sebuah piano oleh lima orang, pak suami yang menentukan si A masuk di nada ini dan si B di nada itu. Sederhananya, Pak suami yang meracik aransemen lagu. Ini adalah anugerah Suami yang saya lihat tidak dimiliki oleh member lain.

UTBBYS sesi latihan dan membuat lagu beberapa tahun silam 

Sense of music nya kuat juga, cuman dia gak sadar! hahahaha

Bagaimana sense suami terhadap musik terbentuk? rupanya sejak SD suami emang udah suka sekali dengan musik. Berawal dari The Beatles hingga akhirnya jatuh cinta dengan musik Nirvana dan sosok Kurt Cobain lalu bertemu dengan musik alternative. Hingga akhirnya memantapkan hatinya untuk berlabuh di genre post rock instrumental.

Kesimpulan Akhir


aoakah-kita-semua-mempunyai-bakat
Ilustrasi by artjoka - ceritanya saya ikut latihan bareng band Pak Suami , UTBBYS dan having fun :)


Memang, beberapa orang di dunia ini memilki bakat yang diasah dan dilatih secara terus menerus ditambah diberikan anugerah lebih atau anugerah ini terbetuk karena ditempa sejak lama, sejak kecil melalui proses yang panjang dan tidak mudah.

Tetapi bukan berarti kita yang merasa tidak memilki bakat emang gak ada bakat. Bakat itu ada kok, buktinya Eka Gustiwana baru berminat terhadap musik di usia 11 tahun. 

Jadi, jangan berkecil hati jika kita merasa “ duh saya gak bakat!” atau “duh saya mah gak bisa” , karena selama ada minat dan motivasi yang kuat bakat itu akan muncul dengan sendirinya dan sense juga akan terbentuk.
Saya sudah berusia lewat 30 an nih, masih bisa gak ya? tentu bisa! tidak ada kata terlambat untuk memulai.

Yuk gali minat, asah minat dengan belajar ilmunya dan terus latihan setiap hari. Bukan hanya dalam dunia seni, tetapi menulis, olahraga, fotografi dan lain sebagainya. Jika kita konsisten, jalan kesuksesan hanya soal proses dan waktu,
Semangat ya!

Salam Artjoka.

translate :
benang lah kanu hate! : kena di hati
siga kieu? : kaya gini
teu ngarti : gak ngerti
meureun : mungkin
eta teh : itu
ojol-ojol : tiba-tiba




17 komentar:

  1. Nah saya jadi ingat juga waktu nonont Queen's Gambit (film catur fenomenal) di mana pemerannya adalah cewek. Diceritakan bahwa anak itu sejak SD udah minat ama catur, bisa belajar tanpa diajari.

    Bahkan di usian kecil dia sudah bisa mengalahkan ahli catur yang udah besar
    Saat besar akhirnya dia mengalahkan banyak orang.

    Sayangnya beberapa kali dia tidak fokus karena masalah pribadi, akhirnya beberapa kali kalah gak bisa lawan yg paling kuat.

    Setelah dia fokus, akhirnya bisa mengalahkan yang kuat itu.

    Nah, bener dia itu udah punya gift yang sense caturnya dia bisa bayangin tanpa bermain, tapi jika tidak diasah dengan baik maka akan sia-sia.

    Makasih ulasannya Mbak Eka. Intinya motivasi dan terus diasah ya 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Kak Tri,
      wah aku belum nonton euy queen of gambit, aku jadi pengen nonton nih, hehehehe
      nah iya, bakat itu udah ada sejak lahir ternyata ya. tapi kalau gak diasah yang percuma juga. setelah diasah nah kan keliatan dan muncul ya. kita juga pasti gitu, asal ada kemauan, motivasi dan terus latihan pasti muncul.

      sama-sama kak Tri. terimakasih banyak atas inspirasi status twitter nya dan jadi sumber inspirasi artikel saya kali ini, gomawooooo :)

      Hapus
  2. Hei, kalian mah punya bakat yg luar biasa, yg satu musik, yg satu gambar, keren pisan lah pokokna *luv

    kalo aku sebenernya punya bakat juga dimusik, eh tapi sangat kurang sekali diasah, wkwk.. dan semangat-semangatnya pas waktu sekolah aja, walau juga belum terlalu dikenal, hahaha..

    Kalau sekarang juga aku nggak tau ini bakat apa yang aku punya, hihi.. yang jelas kalau memang bisa dilakuin ya lakuin, kalau enggak yaudah, dasar ya aku ini, hewhew..

    Tapi sebagai blogger ya harusnya bisa lebih mengasah bakat nulis ya, teh, dan itu yang masih kupelajari sekarang, hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloooo kak Ky :)
      bisaa aja bikin idung sayah terbang! wkwkwkwkwk. terlove jugaa deh, hehehehe

      ih kakak pan jago nge bass, kembangin dong, pengen liat aksi kakak maen bass. bareng suami laahhh ajakin, hehehehe

      tau gak bakat kakak apa? bikin aku seneng! wkwkwkw, ngak deng. kakak jago SEO tauuuuu!!!! dan bareng sama suami duuuhh kompak banget deh! kalian berdua sama-sama berbakat. pasti turun nanti ke bang Rasyid jadi jago coding! keren kaaann???

      ter love

      Hapus
  3. Iya, yah kalau itu anugerah dan tidak diasah jadi bukan bakat hehe.
    Kalau aku bakatnya sekarang adalah belajar nulis di blog. Biar hasil tulisannya nyaman dibaca bertahun-tahun kemudian wkwkw
    baru aku tulis bulan lalu, dibaca lagi kaya aneh gitu deh tulisannya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak ovieee paling kece seantaro dunia, hehehe
      iyaaa alau anugerah gak diasah juga percuma jadinya kan ya. asyiikk nih bakat menulis! semoga jadi penulis pro ya nanti, bikin buku dong kak ikutan antologi, hehehe.

      kalau nulis emang suka gitu, baca tulisan lama kaya baca tulisan diary masa lalu. bikin malu! wkwkwkwk

      Hapus
  4. Hai mbaa Eka. Salam kenal yah. Kayaknya tim favorit lagu kita samaan dong, eh yang lathi sama pamungkas deng keren dah memang bakatnya anugrah dri Tuhan yang luar biasa...

    Etapi kalau dipikir-pikir bakat aku belajar nulis artikel sama menghayati lagu kalau dengarin lagu itu sampe ke sukma2 pokoknya mau bahagia kek sedih kek udah jadi moodbosteer hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo kak Ulfah, salam kenal juga :)
      iyesss, tosss virtua dong kita and yess mereka emang puna bakat yang luar biasa ya
      waaahhh awesome, bakat menulis perlu di asah terus nih kak. insyallah bisa jadi penulus profesional yaa. apa sih lagu favorite kakak yang lain?

      Hapus
  5. Mantul prnjelasannya kak dangat detail

    BalasHapus
  6. Kayaknya aku termasuk golongan orang yang gak ngerti bakatnya di apa nih, Kak Eka. Kok rasa-rasanya aku biasa-biasa aja, dan gak ada bakat yang bisa ditonjolkan 🙈. Apakah pas masa remaja aku kurang mengeksplore minat yang ada di diriku ini ya, Kak? 🤔

    Ngomong-ngomong aku selalu salut sama orang-orang yang bisa menemukan dan mengembangkan bakatnya 😆. Contohnya Kak Eka, nih. Aku suka sekali sama ilustrasinya. 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Kak Roem,
      ih kak roem itu jago review beuaty lhoooo, jago dandan juga. itu bakat lho, aku malah gak bisaaa!!! huhuhuhuhu nah kan kakak udah jadi beuaty blogger ...udah oke tuh kak

      duh kak roem lagi-lagi bikin saya ge er terus niih, hehehe makasih banyak yaaaa
      yuk sama-sama kembangkan bakat kaakk

      with love

      Hapus
  7. Yeayy akhirnya ada translatenya hihi. Mantep Kak Eka ... 👏😆
    Aku kasih bintang 5 buat tulisannya 🌟🌟🌟🌟🌟

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe, makasih kak Tri. kayanya aku harus ngurangin roaming bahasa ya di artikel, biar pada paham maksudnya apa, hahaha. kebiasaan sihhh. maaf, hehehe

      Hapus
  8. Aku kadang suka bingung kalau ditanyai orang bakatnya apa, wkwkwk
    Mungkin karena masih bingu bedain antara minat sama bakat kali yaa..
    Tapi berkat tulisan mba ini, aku jadi ada gambaran dan mulai bisa paham.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak Pida,
      kalau bakat itu udah keliatan sih dari kecil ya tapi akan percuma kalo gak ada minat. nah kalo minat itu semacam ketertarikan yang bisa jadi bakat kalau di latih dan terus di latih kaaak, hehehehe

      selamat mencari minat dan bakay yaaa

      Hapus
  9. saya juga kadang bertanya, apakah masing-masing orang dianugerahi bakat?
    JUjur saja, sampai sedewasa ini, saya belum tahu apa bakatku, huhuhu

    BalasHapus