Sihir galau itu bernama Post Rock


art by artjoka, re draw photo pak suamik waktu lagi manggung


Adalah Explosions In The Sky , band Post Rock pertama yang berhasil menyihir saya sampai lupa daratan dan merasa ada negeri awan. kok bisa? padahal musiknya bisa dibilang datar dan minus vokal. Justru itulah kelebihannya.



Permainan twinkle antar tiga gitaris yang seakan saling menyahut dan bernyanyi sungguh mampu menyuguhkan irama dan nada yang indah dan sejuk ditelinga. alur lagu pun di buat seperti ombak, terkadang telinga dan emosi kita di giring sampai ke titik bawah lalu tiba-tiba di bangunkan oleh hentakan dan beat drum yang tiba-tiba muncul seiring dengan nada gitar yang semakin meninggi.

sulit dimengerti ya? hehe, awalnya memang. tapi jika kamu terbiasa mendengarkan lagu klasik, katakanlah karya-karya Mozart dan Bethoven , begitu mendengar musik berlairan Post Rock , kamu akan bisa lebih bisa memahaminya. 

MUSIK TANPA VOKAL

Di awal kemunculannya, Post-rock merupakan Amalgamasi musik rock , dimana musik Kraut-rock dan Psychadelic Rock merger di tahun 70-an . 

Kebanyakan band Post rock mengusung format tanpa vokal, tapi ada juga yang pakai seperti Sigur Ros yang sempat konser di jakarta beberapa tahun silam. band seperti Sigur Ros tentu akan lebih mudah  dinikmati tanpa susah payah untuk dipahami dan mencari celah kenikamatan didalamnya. 

Bagaimana dengan band Post rock minus vokal? bagaimana lagu mereka bisa menjadi sebuah lagu? liriknya bagaimana? bagaimana cara menikmatinya?

CARA MENIKMATI LAGU

Cara menikmati musik Post rock yang minus vokal ini sebetulnya mudah :

Buka kerelaan hati dan telinga untuk menerima jenis musik baru. Dan bersabar. Hanya itu. 

Musik Post rock minus vokal ini bukan tidak memiliki cerita dan lirik. sama halnya dengan jenis musik lain yang ber-vokal, post rock juga memiliki lirik dan alur cerita. Tapi, bagimana kita bisa tau lirik dan ceritanya? apalagi kalau lagunya gak ada video clipnya. 

Seperti saya bilang di awal, musik post rock banyak mengalunkan permainan nada twinkle gitar, nah si nada twinkle ini biasanya diracik sedemikian rupa hingga memiliki  dinamika nada yang dibuat tinggi/nyaring atau lembut/rendah (crescendo dan drescendo) . Permainan twinkle nada ini biasanya di gabung dengan efek-efek sound dari synthesizer atau FX yang dreamy atau eksperimental jenis sound dari alat musik lain, misal alat musik tradisional seperti band Sigur Ros .

Nah, perpaduan ramuan tersebut akan menghasilkan  alunan nada sehingga sebuah lagu seakan membentuk sebuah cerita yang memiliki tingkatan emosi dan klimaks,  seolah-olah mengajak pendengarnya untuk ikut merasakan emosi dan kisah yang di usung lagu tersebut.  


SEJARAH MUSIK POST ROCK

Musik post-rock pertama kali diperkenalkan oleh Simon Reynolds, yang pada tahun 1994  mereview album dari Bark Psychosis -Hex . Beliau berpendapat kalau Bark Psychosis - Hex "Memainkan musik bukan rock dengan instrumen rock, dan lebih mengutamakan texture dan timbre daripada power chord" .

Setelah itu sekitar tahun 1996-1997 muncullah Band Mogwai yang memainkan musik Instrumental Rock yang pada saat itu kebanyakan penikmat musik menganggap musik mereka merupakan musik dengan  genre post-rock. sejak saat itu, beberapa band post-rock mulai bermunculan, seperti Godspeed You! Black Emperor,Mono,Hammock,This Will Destroy You,Sigur ros.


POST ROCK DI INDONESIA

Evolusi musik post-rock di Indonesia berkembang dari band-band Britpop, bukan Grunge yang memang pada saat itu menguasai dunia musik 90-an.

Yang akhirnya dikembangkan lagi menjadi musik shoegaze oleh band asal Bandung, The Milo dan Friday , baru setelah itu muncul tren musik experimental seperti yang dibawakan oleh Polyester Embassy dari Bandung pada kemunculan pertamanya di tahun 2006 .

Pada tahun 2008, band-band shoegazing & post-rock  Jakarta - Bandung, berkolaborasi mengadakan Supersonic Fest yaitu sebuah tur musik di sekitaran pulau Jawa. Tur ini banyak melahirkan banyak band-band keren, seperti MellonYellow, Whistler Post, Sharesprings, JellyBelly

Sejak saat itu, Musik post-rock tumbuh menjadi besar dan berhasil mencuri perhatian penikmat musik di Indonesia. Baru lah setelah itu lahir band-band lokal yang lebih ‘modern’ seperti A Slow In Dance, Echolight, Under The Big Bright Yellow Sun, Space and Missile yang berasal dari Bandung.

Post Rock di indonesia semakin berkembang dengan mulai bermunculannya acara gigs lokal yang diadakan oleh Komunitas-komunitas post-rock . Berawal dari  acara komunitas yang umumnya gratisan inilah, para pemuda-pemudi generasi Z hingga milenial diperkenalkan pada scene musik post rock.  Mungkin tidak banyak yang tahu, acara seperti Silent May dan Quiet Loud  yang merupakan acara gigs post rock hasil kerjasama "barudak" Post Rock  Jakarta-Bandung , ikut andil dalam lahirnya acara gigs scene Post Rock di Indonesia, hingga saat ini. salah satu komuntas Post Rock yang aktif ngadain gigs di Bandung adalah, Post Rock Bandung. 


artwork saya untuk komunitas Post Rock Bandung
artwork by artjoka, redraw dari photo mereka

Jadi, bisa dikatakan bahwa berkembangnya musik Post Rock di Indonesia lahir dan besar oleh komunitas Post Rock itu sendiri.

Mengapa tidak? karena kurangnya informasi seputar scene postrock juga minim acara di stasiun TV nasional yang menampilkan musik serupa membuat para penggemar musik Post Rock "berang" sehingga marah dalam kekecewaan dan membentuk scene dan acara sendiri.

Post Rock Indonesia pun mengalami puncak kejayaannya ketika akhirnya band Sigur Ros konser di jakarta pada tahun  2013 silam dan membuka gerbang kesuksesan bagi band Post Rock Indonesia melebarkan sayapnya di panggung acara musik besar di Indonesia. 

MAU BUKTI ?

Band Post Rock seperti Polyster Embassy dan Under The Big Bright Yellow Sun yang keduanya asal Kota Bandung mulai sering diajak "main" di acara besar oleh event musik besar, seperti Kickfest, synchronize fest dan Soundrenaline dan menjadi "langganan" tetap dari tahun ke tahun seiring dengan semakin banyaknya penggemar musik Post Rock. Under The Big Bright Yellow Sun ( UTBBYS) juga kerap berkolaborasi dengan musisi lain seperti band Jeruji dan KOIL.


Adalah Under The Big Bright Yellow sun ( UTBBYS),  yang merupakan Band Post Rock kelahiran 2007 silam, hingga saat ini masih konsisten bermain musik di scene Post Rock dan bahkan sudah menelurkan 3 album dalam kurung waktu kurang lebih 14 tahun berkarya. untuk sebuah band di genre yang bisa dibilang underatted ini adalah sebuah prestasi. padahal awalnya, mereka hanya bermain di acara komunitas, lalu beranjak di acara kampus sampai akhirnya event musik besar dan bahkan masuk acara musik TV nasional ( Global TV - DCDC sekitar tahun 2018 ) dan berhasil melakukan Tur Sumatera pada tahun 2016 . 


Konsistensi mereka bahkan menggiring mereka menuju puncak kesuksesan dengan seringnya menjadi Band yang bermain di stage utama di event musik besar yang saya sebutkan di atas. bahkan, dipinang oleh event  musik di Singapura berkelas internasional seperti Mozaic Festival dan di minta secara terhormat untuk mewakili Indonesia bermain di negara kangguru, Australia di even musik besar mereka yaitu OZ ASIA Festival tahun 2017 silam. Dan masih banyak lagi bergudang-gudang "prestasi" yang mereka raih disepanjang perjalanan karir mereka. 





SIHIR GALAU ITU BERNAMA POST ROCK

Apa kelebihan genre musik Post Rock sehingga banyak diminati kaum rebahan? hehehe. tiada lain dan bukan dikarenakan Musik Post Rock umumnya memiliki durasi yang panjang ( 3 menit - 10 menit ) , mengawang dan penuh nada-nada minor sehingga dianggap cocok untuk ber-galau riau, aktivitas paporit kaum rebahan termasuk saya, wehehehe.


etapi, musik post rock bukan hanya asyik buat nemenin kegalauan kamu, tapi juga buat nemenin kamu nulis di blog , benerin motor, berkebun, piknik , nemenin di perjalanan dan zumba? oh gak zumba mah, beda genre musik itu mah, wkwkwk




Nah, sekarang sudah kenal kan sama musik Post Rock, ayo relakan hati dan telingamu untuk mendengarkan satu lagu saja dari band Post Rock yang sudah saya sebutkan diatas. saya kasih Sigur Ros dan UTBBYS ya.

Duh, saya jadi kangen nge-gigs nih, hiks.


sumber referensi :

  • https://www.kompasiana.com/ryokavertikal/551ab612a333114721b65984/mengenal-musik-post-rock
  • https://www.pengertianmenurutparaahli.com/pengertian-crescendo-dan-decrescendo/#:~:text=Arti%20crescendo%20dan%20decrescendo%20adalah,musik%20yang%20dibuat%20secara%20bertahap.&text=Decrescendo%20adalah%20kebalikan%20dari%20crescendo.
  • https://www.cekaja.com/info/7-band-post-rock-indonesia-yang-inspiratif-dan-lagunya-enak-didengar/#:~:text=Sejarah%20musik%20post%2Drock%20pertama,dan%20timbre%20daripada%20power%20chords.%E2%80%9D
  • https://www.facebook.com/postrock.indonesia/posts/post-rock-sihir-musik-yang-galaukata-galau-sudah-tidak-asing-lagi-dalam-obrolan-/416783738336317/


11 komentar:

  1. Saya pernah download ep nya Space and Missile dari netlabel. Suka banget.

    BalasHapus
  2. Jujur, aku nggak pernah denger nama-namanya, tapi serius jujurnya, aku suka walau baru denger pertama kali 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. welcome to the club mba, hehehe. donlot gratis bisa di bandcamp. tinggal klin nama bandny ntar keluar lagulagunya

      Hapus
  3. Gak pernah denger sebelumnya. Tapi aku kok suka yaaa explosions in the sky 🤩 aku gak tau banyak soal musik sih, lebih ke penikmat aja. Tapi berasa banget britpopnya pas suara drumnya keluar. Mau coba dengarkan yang lain ahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. rekomendasi aku, FIRST BREATH AFTER COMA. klimaks lagunya duhai, wehehehe

      Hapus
  4. ommo
    aku baru tahu ada genre ini dari tulisan kaka. Terus kuputer sambil bacain pos kaka ini. Ternyata lagunya asik banget ya buat ngegalau. Terus kalo LIVE gitu berarti bener-bener dengerin instrumen musik aja ya...hmm hmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, sekarang udah kenal kan ya, tinggal kepo kepo aja lagu lagunya di yutup. kalo live JUSTRU LEBIH MAGICAL kak, feel dan emosi nya lebih dapet. biasanya, yang blm pada tau apa itu psotrock, jatuh cintanya pas liat LIVE

      Hapus
    2. oh gituuu. Malah lebih menyentuh jiwa ya kalo LIVE hehe
      tapi sayangnya sekarang karena wabah jadi ga bisa lagi ya nonton konser untuk sementara waktu yang entah sampai kapan baru bisa lagi huhuhu

      Hapus
    3. iya, karena tanpa lirik itu kanm jadi performance mereka yang jadi fokus utama. iya, sedih tauuu hiks

      Hapus