Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Memaknai Hidup bersama Buku Narasi Gurunda. Bagaimana cara kita memaknai hidup? tentu berbeda satu dan yang lainnya, tergantung pada prinsip hidup yang dijalani. Hal ini tentu selaras dengan definisi kata Makna hidup, yaitu hal yang dianggap penting dan berharga yang dapat dijadikan tujuan dalam hidup.

Tetapi sebagai seorang muslim bagaimana memaknai hidup sifatnya krusial dan berbanding lurus antara kehidupan didunia dan di akhirat. Bagaimana seorang muslim Memaknai hidup nya di dunia akan berdampak terhadap kehidupan akhiratnya.

Ketika mencari makna hidup maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah  dengan ngomong sama diri sendiri atau self talk, “ apa itu hidup dalam islam? “ . Yah ini semacam pertanyaan retorika sih, pertanyaan yang semua muslim tahu jawabannya. Iya kan? tentu saja jawabannya adalah ibadah.

Yang jadi pertanyaan adalah, ibadah yang seperti apa? tentu dong ibadah yang sesuai dengan Al-qur'an dan Hadits. Tetapi jawaban inipun maknanya luas. Diperlukan pemahaman melalui serangkaian kajian yang mungkin butuh waktu gak sebentar hingga paham, mengerti dan menjalani.

Tetapi daripada kita mikir yang ngejelimet soal ini ada satu cara bagaimana memaknai hidup lebih sederhana tapi besar dampaknya, yaitu melalui membaca buku. seriusan!

Melalui membaca buku, ntah itu buku novel, biography, agama apalagi motivasi tentu ada banyak sekali hikmah yang bisa diambil dan menjadi bagian dari cara memaknai hidup kita.

Seperti buku yang saya bahas kali ini, Narasi Gurunda karya Jihan Mawaddah atau yang biasa saya sapa Mba Ji.

Ada banyak poin penting dalam buku biography ini yang gak terlalu berat bahkan sederhana yang dapat menambah keimanan , keyakinan dan tentu lebih mudah dalam memaknai hidup.

Seperti ketika membaca halaman awal, belum apa - apa saya saya sudah "disindir" oleh pesan yang tersirat pada halaman 29.

" Lepas isya tidak boleh berlama - lama bersenda gurau hingga lalai karena urusan dunia"

Well, that's me setahun belakangan ini. Somehow, wejangan ini so relate dengan kondisi saya yang sedang down saat ini. Down secara fisik dan mental. Dan ternyata inilah sumber keterpurukan saya, lalai karena urusan dunia. Akibatnya, saya pun jatuh sakit.

Tapi tak mengapa, jika tidak disentil Allah lewat sakit mungkin saya akan makin lalai dan lupa dengan Allah. Saya rasa, bab sakit ini adalah salah satu perjalanan spiritual saya.

Perjalanan spiritual seseorang tidak sama antara satu dan yang lainnya. Ada yang dilalui melalui serangkaian tragedi yang dialami sejak kecil, musibah yang dialami, pola asuh orangtua hingga sederhananya hidup yang dijalani. Apapun prosesnya, seyogyanya semua itu bisa menghantarkan kita sebagai umat Islam menjadi pribadi muslim yang menjalani hidup sebagaimana mestinya.

Seperti kisah yang ditulis Mba Jihan Mawadah tentang perjalanan hidup dan spiritual sang Ayang tercinta dalam buku Bertajuk, Narasi Gurunda.

Buku Sederhana Syarat Hikmah Kehidupan


Judul Buku: Narasi Gurunda
Penulis: Jihan Mawaddah
Jumlah Halaman : 161 Halaman
ISBN : 978-623-92548-1-0
Penerbit: Sanggar Baca Caraka
Cetakan Pertama : Desember 2019
Cetakan Kedua : Februari 2020
Distributor Tunggal : Kampus Nulis Aja Community


Buku biografi yang ditulis dengan jumlah 161 halaman ini menceritakan perjalanan hidup sang ayah sejak masih kecil hingga masa pensiun menjelang.

Tidak seperti kebanyakan buku biografi lainnya, mba Jihan menulis biografi sang Ayah dengan inspirasi buku Biografi seperti novel biografi KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul Sang Penakluk Badai dan novelisasi biografi KH. Ahmad Dahlan dengan judul Sang Pencerah.

Alasannya sederhana, Mba Ji ingin membuat biography dengan alur cerita yang tidak membosankan. Dan Faktanya, memang tidak membosankan. Saya malah hanyut terbawa cerita dari awal hingga akhir.

Bukan sekadar kisah hidup sang ayah yang penuh Lika-liku kehidupan tapi juga syarat makna kehidupan Ada begitu banyak pesan terkait bagaimana memaknai kehidupan yang disampaikan kisah sang ayah tercinta dalam buku ini.

Hidup, ibarat buih di lautan dan akan muncul dan lenyap begitu saja lalu menjadi sia - sia jika tidak dimaknai sebagaimana mestinya.

Narasi Gurunda, mengajak saya memaknai hidup lebih dalam namun sederhana. Hal - hal sederhana namun bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan keimanan dan tujuan hidup yang kuat. Karena ujian hingga mutiara hikmah bisa didapatkan juga tidak mudah.

Konsistensi dan Kegigihan Seorang Taufiq


Buku ini menceritakan seorang Taufiq yang merupakan ayahanda tercinta dari Mba Ji yang terdiri dari 11 bab yang mana setiap bab menceritakan perjalanan hidup Taufiq.

Setiap bab diceritakan layaknya sebuah novel. Saya seakan ikut hadir disana mengikuti perjalanan spiritual dan karir hingga rumah tangga yang dilalui Taufiq sepanjang hidupnya.

Setiap bab memiliki konflik batin yang dilalui Taufiq disertai solusi dan tentu saja hikmah dibalik konflik. Ini yang saya suka.

Setiap bab menceritakan konsistensi dan kegigihan Taufiq dalam mengejar impiannya sebagai guru. Langkah langkah dalam mengejar impiannya pun konsisten, selalu pada jalur yang benar. Benar dalam artian disertai tawakal, ikhtiar dan sabar serta tak pernah lepas dari prinsip agama yang dia pegang sejak kecil.

Ada satu kisah yang paling membekas di hati saya, yaitu Bab 4 : Ibu Kost Yang Malang. Bab ini menceritakan dilema Taufiq yang pada saat itu sedang kuliah dan tinggal di kost - kost an dengan uang pas - pas an.

Dalam situasi keuangan yang tercekik, tiba - tiba ibu kost minta bantuan Taufiq untuk meminjamkannya uang karena ia sedang butuh.

Dengan penuh dilema, akhirnya Taufiq memutuskan memberikan sisa uang yang dimilikinya untuk ibu Kost.

Stress memang setelahnya, tapi Taufiq tidak pernah putus asa terhadap Rahmat dan pertolongan Allah. Tidak lama kegundahannya soal mendapat uang dari mana terjawab ketika ada yang memintanya mengajar ngaji. Bukan hanya uang yang didapat, tapi juga cemilan dan makan enak secara gratis.

Matematika Allah dan manusia memang beda ya. Itulah makna kehidupan yang saya ambil dalam bab ini.

Bab lain juga sama, banyak sekali hikmah yang bisa dijadikan ibrah yang dapat menambah cara kita memaknai hidup.

Penutup : Poin Hikmah Narasi Gurunda


Ada beberapa poin penting hikmah yang menambah cara saya dalam memaknai hidup yang saya ambil dari Narasi Gurunda dari setiap bab nya , yaitu :

  1. Jangan pernah tinggalkan sholat wajib dan tahajud
  2. Hidupkan Nur Al Qur'an
  3. Jadilah Manusia Yang Bermanfaat
  4. Matematika Allah berbeda dengan Manusia
  5. Adopsi Filsafat Cina
  6. Tidak boleh Zalim Terhadap Diri Sendiri
  7. Laki - laki harus berpijak di atas kaki sendiri
  8. Dunia hanya sebatas Hembusan Angin
  9. Ujian Tak Kan Pernah Usai
  10. Pertanggungjawaban Peran Orangtua Di Hadapan Allah

10 poin ini terlihat sederhana bukan? Nggak ngejelimet. Tapi untuk bisa seperti Taufiq dalam menjalani hidupnya tentu tidak mudah. Tetapi pasti bisa.

Terimakasih Mba Ji sudah menghadirkan novel biography ayahanda yang sarat makna sehingga dapat menjadi salah satu cara bagaimana saya memaknai hidup secara sederhana sesuai dengan keyakinan saya, keyakinan Islam.
Childfree-dan-Hak-Perempuan-dalam-60-Hadits Shahih





Childfree dan Hak - Hak Perempuan dalam 60 Hadits Shahih. Beberapa waktu yang lalu sempat viral mengenai statement seorang influencer, Gita Savitri akan keputusannya dengan pasangannya dalam hal pernikahan tanpa anak atau childfree. Issue ini lantas menjadi hal yang ramai diperdebatkan, yang pro dan kontra. Tidak sedikit yang menyatakan bahwa keputusan Gitsav ini egois dan menyalahi kodrat perempuan. Benarkah demikian? setujukah saya dengan konsep childfree? bagaimana islam memandang hal ini?

Menilik Pemahaman Patriarki


Beberapa waktu yang lalu, sahabat saya Ibu Kafa secara tidak terduga mengirimkan buku karya K.H Faqih yang bertajuk 60 Hadits Shahih : Khusus tentang Hak - Hak Perempuan Dalam Islam dilengkapi penafsirannya. Buku yang sangat istimewa yang ditulis oleh seorang pencetus konsep  mubadalah

Jujur, secara pribadi istilah persamaan gender atau kesalingan dalam kehidupan pribadi saya tak memiliki nilai sama sekali. Saya lahir dan besar dalam lingkungan patriarki dan sekarang memiliki suami dengan keluarga yang menganut hal yang sama. Bahkan beberapa organisasi dan pemahaman agama yang pernah saya pelajari juga lebih mengutamakan keistimewaan pria/suami dibandingkan perempuan/istri.

Tapi alhamdulillah tidak dengan suami saya, meski secara personal beliau menolak paham feminisme, kenyataannya dalam kehidupan sehari - hari kami secara tidak langsung mempraktekan prinsip kesalingan. Seperti banyak berdiskusi atas suatu perkara meski tak selamanya mulus, agak alot dan harus melalui drama hingga akhirnya kami sepakat. untuk urusan domestik juga saya banyak dibantu suami, termasuk pilihan alat kontrasepsi dan memiliki anak “lagi”.

Memang, pemahaman patriarki begitu sudah mendarah daging dan menjadi pemahaman berjamaah sebagian besar masyarakat kita. Sehingga ketika dalam sebuah komunikasi pernikahan, tidak sedikit yang menyatakan “istri durhaka” ketika dia mengeluarkan pendapat atau menentang pendapat pasangannya. 

Ada hal yang menggelitik rasa haru saya, pada Halaman 7 Buku 60 Hadits Shahih, Pak Kyai Faqih menulis seperti ini :

“ …….ingatan orang mengenai hadits-hadits tentang perempuan adalah tentang penciptaan dari tulang rusuk yang bengkok atau tentang pesona mereka yang seakan menjerumuskan laki - laki atau tentang mereka sebagai penghuni neraka terbanyak, kurang akal dan kurang agama. Harus ditemani mahram ketika keluar rumah, shalat mereka harus di tempat tersembunyi, mereka bisa membatalkan shalat seseorang jika lewat di hadapannya, harus taat suami, laknat atas keenganan mereka melayani suami dan hal - hal yang menitikberatkan kewajiban besar mereka untuk selalu melayani dan menyenangkan suami. “

Pernyataan Pak Kyai seakan mengingatkan saya pada kehidupan perempuan - perempuan dalam novel karya Fatima Mernissi berjudul “ perempuan - perempuan Haremku “. Apa yang buku tersebut ceritakan sungguh tragis mengenai nasib kehidupan seorang perempuan yang ditindas oleh paham patriarki garis keras. Dan saya yakin, di Indonesia pemahaman patriarki sudah lama menjadi penjara bagi hak - hak perempuan.

Childfree dan Hak Perempuan Akan Tubuhnya


Saya ingat, chef Juna pernah diwawancara oleh Deddy corbuzier bulan November 2020 terkait memiliki anak atau bahkan childfree. Dengan gamblang Chef Juna berkata,

“ Apakah saya ingin anak-anak? Jika istri saya menginginkan anak, kami punya anak. Jika istri saya tidak ingin anak, maka kita tidak harus punya anak,"

"Apakah kamu akan hamil sembilan bulan? Tidak, kan? Bagaimana Anda bisa menekan pasangan Anda untuk menderita seperti itu jika dia tidak menginginkannya (untuk punya anak)?” lanjutnya.


Salut saya dengan keterbukaan Chef Juna. Memang benar demikian menurut pandangan saya. Perempuan, tidak boleh dipandang hanya sebagai objek “ Pabrik anak “ dan kewajiban mengurus seabrek urusan domestik yang gak kelar - kelar atas nama ibadah.

Maaf saya gunakan sample tokoh publik "umum" karena, toh tidak ada salahnya kan? Nabi pernah berkata " ambil ilmu dari siapa saja, jangan lihat status" bahkan kalau ilmu itu datangnya dari seorang anak kecil, apalagi yang berbeda keyakinan.

Saya kira, urusan punya anak atau tidak dan menjadi childfree adalah hak setiap pasangan. Tidak ada kaitannya dengan egois atau menyalahi kodrat.

Kodrat perempuan sering dikaitkan dengan melahirkan, menyusui dan menyapih lantas tiga kodrat ini dijadikan kodrat wajib perempuan. Memang, pada dasarnya mengandung, melahirkan dan menyusui  menjadi kodrat perempuan secara biologis . Tetapi perlu digaris bawahi bahwa meskipun itu adalah kodrat perempuan, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa suami sebagai laki-laki faktanya bisa kok ikut berperan membantu memudahkan perempuan dalam menjalani proses biologis tersebut.


Q.S Luqman ayat 14,

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhụ fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Ayat Al-qur’an saja sering “salah” ditafsirkan apalagi hadits. Oleh sebab itu, kehadiran Buku 60 Hadits Shahih saya kira mampu mengenalkan sisi lain yang lebih fundamental dari hadits - hadits populer yang beredar di “pasaran” yang notabene mendiskriminasikan hak - hak perempuan.

60 Hadits Shahih : Kompilasi Lengkap Mengenai Hadits - Hadits Hak Perempuan


Buku 60 Hadits shahih adalah sebuah buku kompilasi hadits mengenai hak - hak perempuan yang terinspirasi karya besar Syekh Abdul Halim Abu Syuqqah ( 1924 - 1995 ), tafsir al - mar'ah fi ‘Ashr ar Risalah mengenai penguatan hak - hak perempuan dalam islam dari keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Kompilasi 60 Hadits Shahih ini dimaksudkan untuk memudahkan para pemula yang ingin mengenal hadits - hadits inti terkait kesetaraan gender dan relasi laki - laki dan perempuan yang lebih fundamental yaitu prinsip kesalingan.

Dalam buku ini memuat 15 tema kelompok yaitu :

  1. Prinsip Relasi laki - laki dan perempuan
  2. Pengakuan atas hal - hak perempuan
  3. Memuliakan dan menghormati perempuan
  4. Perempuan dan kedekatan dengan Tuhan
  5. Perempuan dan tuntutan haknya
  6. Protes perempuan terhadap kekerasan
  7. Larangan memukul perempuan
  8. Teladan Nabi Muhammad SAW tanpa kekerasan
  9. Musyawarah untuk kebaikan
  10. Hak Perempuan atas dirinya
  11. Keterlibatan Perempuan dalam ibadah jenazah
  12. Keterlibatan perempuan dalam bela negara
  13. Perempuan, kerja, infaq dan nafkah
  14. Relasi kesalingan Suami istri
  15. Musyawarah Bil Ma’ruf

Terkait isu childfree, teman - teman bisa melihat tema Bagian 10 : Hak Perempuan atas dirinya, juga Tema 14 : Relasi kesalingan suami-istri dan tema 15 : Musyawarah Bil ma’ruf.

Buku 60 Hadits Shahih setebal 276 halaman ini saya rasa lengkap dan jelas terkait pemaparan dan tafsir hadits - hadits populer yang beredar di masyarakat terkait perempuan. Bisa menjadi sumber informasi dan keilmuan atau bahan diskusi dengan teman bahkan pasangan. Saya rasa perempuan harus menjadi lebih aware terhadap hak - haknya sebagai perempuan dan istri Tapi tidak dengan egois menyatakan pendapat mengenai hak - hak ini terhadap pasangan. Mengingat tidak semua pasangan memiliki pemahaman yang sama. Diperlukan strategi dan cara - cara tertentu untuk menyampaikan hal ini.

Penutup

Pada halaman 8 dan 9, Pak Kiyai menyatakan harapannya mengenai buku ini,

“ Melalui kompilasi kecil ini, diharapkan masyarakat muslim bisa mengenali sikap islam terhadap perempuan dari teks sumber yang sangat otoritatif. kompilasi ini menegaskan bahwa posisi dan peran perempuan dalam islam sebagai manusia yang utuh adalah setara dengan laki - laki “

“ Prinsip ini berlaku untuk hal - hal teologis-ritual, kerja-kerja publik dan domestik. Sehingga, prinsip meritokrasi yang ditegaskan dalam islam adalah siapa yang berbuat dialah yang memperoleh apresiasi dan balasan. “

“ Ukuran keutamaan dalam islam adalah ketakwaan, keimanan, amal perbuatan dan kiprah kebaikan pada keluarga, masyarakat. Siapapun itu baik laki - laki atau perempuan. Inilah akhlak islam, inilah islam yang rahmatan lil’ alamin “ .

Bagaimana dengan issue childfree? 


Jika teman - teman membaca keseluruhan isi buku, maka teman - teman akan menemukan bahwa menjadi childfree sama sekali tidak bertentangan dengan agama apalagi menyalahi kodrat perempuan. Perempuan memiliki hak atas tubuhnya yang tidak dapat diganggu gugat oleh pasangannya.

Namun keputusan untuk menjadi Childfree, bukan pula keputusan egois perempuan atas nama hak mereka akan tubuhnya. Menjadi childfree atau tidak haruslah disepakati bersama dengan pasangan. Karena 60 hadits shahih ini juga memaparkan prinsip kesalingan, musyawarah dan saling menghormati serta menghargai pasangan.

Secara sederhana, perempuan memang memiliki hak akan tubuhnya, pendapat, pilihan karir, pendidikan, pernikahan dan lain sebagainya akan tetapi jangan lupa, posisikan pasangan juga sejajar dengan kita. Mengajak diskusi, bermusyawarah dan silang pendapat tentu perlu dilakukan bukan? untuk apa? tentu saja untuk mencapai 5 pilar utama pernikahan , yaitu :

  1. Mitsaqa ghalidlan, keyakinan bahwa pernikahan adalah janji yang kokoh sehingga tidak boleh dipermainkan
  2. Zaawaj, mengembangkan sikap saling melengkapi dan kerjasama untuk kebaikan;
  3. Mu’asyarah bil ma’ruf, suami istri saing memperlakukan pasangannya dengan bermartabat;
  4. Musyawarah, suami istri saling berdiskusi maupun bernegosiasi untuk mencapai mufakat;
  5. Taradlin, suami istri saling menjaga kerelaan pasangannya dalam setiap tindakan.

Jadi, sebelum memutuskan childfree, pertimbangkan banyak hal dari segala sudut pandang termasuk komunikasi dengan pasangan.


trevi pro hibrkraft




Kekasih Semusim Memahami Cinta dan Menghargai Sejarah





Tanos Reading Challenge Day 1. Hari ini saya gak enak badan. Batuk pilek di puncaknya. Jadi, seharian praktis dan saya gogoleran dan nemenin anak sambil nonton Drakor. Whaat!!!! Saya kembali menonton Drakor??? Dan bukannya baca buku? Elueh - eleuh, kabina bina ya saya! Wkwkwk

Maafkan saya, saya gak kuat nih lagi marathon Private Live udah eps 8, tinggal 2 episode lagi sambil nunggu si Drakor bersambung Minggu depan. Hahaha

Tapi, tentu saja saya baca buku dong. Tapi malem. Karena selepas ashar saya mulai beberes rumah setelah dari jam 9 pagi saya diem di kasur sambil sesekali cek sosmed dan blog sambil nonton Drakor.

Hari ini kakak mulai ngaji lagi di masjid. Karena covid, ngaji nya jadi hanya tiga kali seminggu yaitu setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at. Selesai mandiin kakak lanjut mandiin Kilan dan lanjut cuci piring dan mandi. 

Lepas isya, bantu Kakak belajar baca dan nulis. Setelah itu makan malam dan akhirnya jam 20.30 tiba, waktunya bobo. Dan me time saya akhirnya datang. Lanjut nonton Drakor? Gak lah! Kan udah tamat tadi siang, wkwkwk

Book Of Today


Hari ini, saya baca buku yang udah dibeliin Pak suami sejak bulan Juni lalu. Belum juga tamat dibaca karena sejuta alasan yang intinya, males! hadeuh! kok baca buku bisa males sih? iya, saya agak kurang excited baca buku beberapa bulan kebelakang karena udah lama juga saya gak baca buku. 

anak juga manusia



Terakhir saya baca buku sekitar akhir tahun lalu, buku karya Paulo Coelho berjudul Sang Iblis dan Nona Prym. Itupun buku milik Pak suami semasa kuliah dulu sebagai salah satu bahan mata kuliahnya. 

Jadi, buku apakah yang saya baca di Tanos Reading Challenge Day 1? Anak Juga Manusia karya Angga Setyawan . Saya tahu buku ini karena pengikut setiap akun IG Anak juga Manusia. Pernah ikut kulwap nya juga beberapa kali dan jadi tertarik aja kepengen beli bukunya. Karena saat itu saya masih bergelut dengan Inner child dan ghost parenting yang alhamdulillah sekarang sudah gak lagi. 

Saya mulai membaca pukul 21.40 sampai 22.00 ( sekitar 20 menit ) sebanyak 40 halaman sampai akhirnya tertidur karena ternyata ngantuk berat karena lelah beberes rumah tadi sore.

anak juga manusia



Buku ini disambut dengan testimoni dari beberapa orang terkenal yaitu artis Mona Ratuliu, Pendidik Munif Chatib dan Psikolog Aprilianto di Halaman pertama. Dilanjut dengan testimoni timeline nya akun twitter anak juga manusia. 

Lalu halaman berikutnya ada semacam kutipan yang mengingatkan bahwa anak adalah mahakarya Tuhan yang sempurna. Bagian ini agak menohok , oleh sebab itu bolehkah saya share ya kutipannya :


Anak - Anak
adalah Mahakarya Tuhan
Yang sempurna
Tidak ada yang pernah salah
dengan desain Tuhan
Semua anak terlahir suci.

Anak kita hari ini adalah serangkaian 
apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan
jangan bermimpi untuk mendidik anak - anak
dengan baik, jika kita tidak mengubah cara-cara kita 
dalam mendidik anak, yaitu mengubah cara-cara kita 
memperlakukan anak dengan lebih baik

jangan bermimpi untuk mengubah cara-cara kita 
dalam memperlakukan anak jika kita tidak mau 
mengubah cara kita dalam memandang anak
jangan bermimpi untuk mengubah cara kita 
dalam memandang anak, jika kita tidak mau BELAJAR


Prakata dari penulis juga cukup mendalam. intinya tentang di awal pernikahan, kebanyakan pasangan hanya berfokus pada persiapan pernikahan yang sempurna yang hanya akan diselenggarakan selama satu hari, tetapi lupa akan persiapan mendidik anak yang prosesnya akan dijalani seumur hidup. Akibatnya, banyak pasangan yang kebingungan saat menjadi orangtua pertama kali.

Buku ini terdiri dari 26 Bab yang setiap bab memiliki judul dan tema yang menghantarkan kita pada bagaimana sih seharusnya kita sebagai orang tua dan bagaimana sih seharusnya kita memperlakukan anak - anak kita dengan memahami mereka sebagai manusia yang berproses. 

Di hari pertama ini saya baru menghabiskan empat bab, dan rasanya sudah tidak sanggup melanjutkan membaca karena banyak sekali bahan evaluasi dan perenungan. banyak sekali poin yang harus dicatat dan selalu diingat. 

Itulah pengalaman dan review saya di hari pertama Tanos Reading Challenge. Bagaimana dengan pengalaman pejuang Tanos lainnya hari ini ya? Yuk Kepo kesereuan mereka di IG @tanos.challenge


Pejuang Tanos















Winner Of Today

Selamat untuk Kak Fanny, pemilik Blog D'catqueen sebagai pemenangn hari pertama. Menurut saya dan kak renny, ceritanya menarik dan menambah insight bagi kami yang ikut membaca review buku yang dibaca kak Fanny di hari pertama Tanos reading challenge. Selamat ya













Kecanduan drakor? Lawan dengan Tanos Reading Challenge - Drakor udah jadi hantu gentayangan di kehidupan saya beberapa bulan terakhir ini. Rasa kecanduan drakor ini melebihi ketagihan saya akan bakso, keju, Thai tea dan bobo siang, hihihihi. Saat santai, saya milih nonton drakor ketimbang tidur siang apalagi baca buku.

Ditambah sekarang ini drakor makin banyak yang baru - baru dan bagus pula. Soal aktor, Bae Suzy, Kystal, Choi Jin Hyuk, Lee Dong Wook, dan beberapa pemain terkenal lainnya yang bukan hanya akting tapi juga jalan cerita bagus banget. Mulai dari soal Zombie, perjalanan lintas waktu, konspirasi politik sampai kisah cinta dibalut penipuan.  Saya malah lagi marathon nih nunggu drakor terbaru. Sebut saja  Tale Of The Nine Tailed, Kairos, Search, Private Live, The Penthouse dan Start up.

Sebelumnya saya baru aja sedih karena  kisah Park Bo Gum udah tamat di Record Of Youth begitu pula kisah perjuangan seorang ibu yang di tuduh membunuh suaminya di Lies Of Lies. kesedihan saya itu terhibur dengan drakor baru yang bermunculan yang gak kalah seru, hahahaha.

Ampun kan kecanduan saya sama drakor ampe segitunyah???
Dulu sih saya hobi banget nonton film hollywood dan ogah nonton film lain. Tapi sekarang film hollywood kalo bukan Box Office rata- rata filmnya bikin ngeri dan pengen muntah. Genre horror, pembunuhan sampai psikopat merajalela. Ada sih yang menghibur, tapi gak bisa lepas dari scene wikwik. kan ya....males banget nontonnya! wkwkwk

Kembali ke soal membaca, saya sering sih membaca .... tapi buku cerita anak  yang saya bacain sebelum anak - anak  tidur atau saat mengajari Keenan belajar membaca. 

Tapi membaca buku pribadi dengan target pribadi, sudah lupa rasanya entah kapan terakhir saya baca buku dengan lahap. Masalah waktu me time yang sedikit dan efisiensi waktu untuk menghibur diri akhirnya drakor menjadi pilihan saya mengisi waktu istirahat saya.

Hal ini bukan tanpa akibat lho, ya itu tadi akibatnya yaitu jadi kecanduan drakor. Saya mau coba nih, melawan kecanduan drakor ini dengan  memaksa diri sendiri untuk membaca buku dengan bantuan  program Tanos terbaru, yaitu TANOS READING CHALLENGE. 

Selain karena kecanduan drakor, challenge ini juga di hadirkan agar kita paksakan diri kita setidaknya beberapa menit saja dalam sehari untuk membaca buku. Cuman 15 menit lho dalam 24 jam waktu yang kita punya dalam sehari, masa gak bisa? iya kaannn? anggap aja baca bukunya sambil nemenin anak main tanah, main dilapangan atau sambil nyuapin. Asal jangan sampai salah masukin nasi aja yang harusnya ke mulut ini malah ke idung saking terlalu fokus ke Hp! aku pernah soalnya kaya gitu! hahahahaha

Begitulah kira-kira pemikiran saya dan kak Renny waktu bikin ide challenge Tanos bulan ini.
Alasan seriusnya sih, udah jelas ya banyak banget manfaat dari membaca ini. karena membaca itu penting sekali bukan? Apalagi bagi kita yang mengaku seorang blogger atau penggiat literasi. Masa iya sih blogger tapi jarang baca buku?? maluu kan, hihihihi.

Pentingnya Membaca Buku


reading challengeTau gak, Siapa salah satu idola saya di dunia literasi ? adalah penulis buku fenomenal Harry Potter, Yaitu J.K Rowling. 

Kekaguman saya terhadap seorang J.K Rowling adalah karena kegigihan dan kejeniusan beliau dalam membuat kisah Harry Potter.

Saya sempat membaca kisah perjalanan seorang J.K Rowling bagaimana dia menjalani hidupnya sebagai seorang penulis sembari mengasuh anak semata wayangnya Jessica waktu itu. sementara dia seorang ibu tanpa suami. Saya yakin berat rasanya, tetapi J.K Rowling termasuk ibu yang gigih dan pantang menyerah. 

Keinginan J.K Rowling  begitu kuat untuk menjadi seorang penulis walau hidupnya bisa dikatakan ambyar secara emosional dan finansial. Sampai akhirnya dia merampungkan Harry Potter dan sekarang, menjadi penulis terkenal dan masih produktif menulis. Salah satu kesuksesan J.K Rowling adalah karena, ia tidak pernah malas untuk membaca dan saya yakin beliau akan melawan rasa malas membaca saat jenuh datang. 

That’s the point. Membaca bukan hanya sebagai sarana menambah pengetahuan tapi juga inspirasi dan beberapa point dibawah ini, yaitu : 

1.  Menjaga dan Mencegah Penyakit di Otak

Saat kita masih muda, otak masih memiliki sel - sel yang segar. Sementara semakin kita bertambah usia, tidak demikian.Membaca buku ternyata dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan otak seperti sering lupa, pikun sampai Alzheimer ( Penelitian oleh jurnal Proceeding of National Academy of Sciences pada tahun 2001 ). Dengan kita sering membaca buku maka mental daya ingat akan terangsang sehingga penurunan daya ingat akan berlangsung lebih lambat.

2. Membuat Rilex

Ada sebuah hasil  penelitian di Mindlab International, University of Sussex tahun 2009 yang menyatakan  bahwa membaca merupakan salah satu solusi mengatasi  stres. 

3. Memperpanjang usia

Sebuah riset di Yale University menyatakan bahwa meluangkan waktu 30 menit dalam sehari untuk membaca buku dapat menurunkan risiko kematian hingga 20 persen dalam 12 tahun ke depan. 

4. Mudah memahami perasaan orang lain

Membaca dapat diibaratkan seperti menyelam kedalam sebuah kisah dan ikut tenggelam di dalamnya. Hal ini secara tidak langsung dapat  memperkuat kemampuan untuk membaca pikiran. sehingga dengan kata lain,  membaca buku dapat menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan sosial dan rasa kemanusiaan. Yang mana, nilai kepekaan terhadap lingkungan dan kemanusiaan ini  menjadi penting untuk ditularkan kepada anak sejak usia dini.

Itulah 4 manfaat penting membaca baik bagi kesehatan maupun mental. Kalau buat saya pribadi sih, asyik aja gitu kalau udah membaca. Seperti masuk dunia lain dan kalau membaca buku yang mirip - mirip Mark Manson gitu suka jadi semangat dan terinspirasi buat hidup lebih baik. 

Tanos Reading Challenge

Jadi, seperti apa sih tantangan membaca ala Tanos kali ini? jadi caranya sangat sederhana sekali. 

Seperti yang saya sebutkan di atas, challenge ini hanya memakan waktu 15 menit aja dalam sehari. Buku apa aja yang harus dibaca? apa aja! Bebas! mau buku tentang keuangan, buku sekolah, majalah, buku cerita anak dan e book. bebas. asal bukan buku hutang ya, wkwkwkwk.

Setelah kita baca, lalu segeralah sombongkan diri dan congkak keseruan membaca mu di IG. Bukunya di foto dan diberi caption tentang pengalaman selama membaca, review buku, berapa lama baca dan berapa halaman. 

Hanya itu saja! mudah banget kan???



tanos reading challenge

tantangan membaca

hobi membaca

kecanduan drakor

hobi membaca buku

Seperti challenge sebelumnya, kali ini Tanos juga membuka partisipan bagi siapa saja yang mau ikutan tantangan ini. Biar apa sih pake acara mengundang peserta segala? ya biar seru atuh acara programnya. Lagipula, kebiasaan baik kan lebih baik kalo di sebarluaskan dan dilakukan bersama - sama. pasti besar manfaatnya.

Alhamdulillah nih, total ada 12 orang ( termasuk saya dan kak Renny ) yang bergabung dengan challenge ini. 


tanos reading challenge


reading challenge



Tunggu kabar dari saya dan partisipan yang lain setiap harinya ya. pasti seru nih. Oh iya bagi yang mau ikutan, boleh banget lho walau challenge akan kita mulai besok. 

Yuk, lebih giat lagi membaca dan tetep kecanduan drakor (*eh) hihihihi. Jangan atuh ya, gak apa - apa tetep nonton drakor juga tapi diminimalisir aja jangan sampai kecanduan drakor. Bagi waktunya dan berimbang. Agar membaca tetep bisa jalan.

Oia , bagi yang kepo kebangetan soal challenge ini, bisa cuzz meluncur ke IG Tanos.challenge  ya. Terus jangan kepo aja, tapi juga daftar ya, hihihi

Happy reading ya. 

Tulisan ini ikut serta dalam Minggu tema : MELAWAN 

yang diadakan oleh Komunitas 1 Minggu 1 Cerita