Mengapa Memilih Pondok Pesantren


Pondok Pesantren menjadi pilihan terbaik anak - anak untuk belajar dan menimba ilmu? setujukah anda? Saya setuju.


Beberapa waktu yang lalu saya diresahkan oleh beberapa kejadian viral di seantero jagat twitter-land. Salah satunya adalah kasus Adhisty Zara eks JKT 48. Kasusnya seperti apa? Silahkan google sendiri ya, hehehe. Yang jelas, kasus viral itu bikin saya merinding dan lebih memikirkan lagi soal pilihan pendidikan anak – anak saya, keenan dan kilan. Terutama keenan yang tahun depan akan masuk sekolah dasar.


Memang, sekolah bukan satu-satunya lembaga yang bertugas memonitoring, mengasuh dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik. Dibutuhkan kerjasama orangtua agar anak – anak tidak melakukan hal-hal diluar norma agama dan sosial. Tetapi  jika anak sudah memiliki pondasi yang kuat terhadap agama, setidaknya disaat anak mengalami masa transisi pencarian jati diri dan memasuki dunia baru  dia akan berpegang teguh pada prinsipnya dan kembali ke rel yang benar.

Hal ini kemudian yang menjadi perhatian utama saya terhadap masa depan pendidikan dan pengembangan akhlak, budi pekerti dan falsafah hidup anak-anak saya. Saya memilih pondok pesantren sebagai pilihan utama pendidikan anak-anak saya.

Pesantren Jaman Now Lebih Terbuka


Alasan utama mengapa saya memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan anak- anak saya adalah karena di pondok pesantren, anak - anak akan memperoleh ilmu agama yang komprehensif  terkait ilmu agama. Bahkan pesantren modern saat ini tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mempelajari berbagai ilmu pengetahuan sebagaimana pada sekolah negeri atau umum lainnya. 

Di beberapa pesantren juga membekali para santri nya ilmu berwirausaha, berkebun dan beternak. Sehingga, siswa juga dibekali ilmu agar ketika mereka lulus tidak hanya menjadi seorang pengajar atau  ustad seperti kebanyakan tetapi juga wirausaha dan mampu memiliki usaha sendiri. hebat bukan??

Awalnya saya kira kegiatan di pondok pesantren itu menjenuhkan dan kurang menyenangkan. Tetapi ternyata, pondok pesantren jaman sekarang lebih terbuka dengan banyak pilihan kegiatan ekstrakulikuler, ilmu dan bidang studi.


Menyiapkan kesiapan anak masuk pondok pesantren


Lantas timbul pertanyaan, bagaimana mempersiapkan anak-anak agar mau bersekolah di pesantren? Usia berapa sebaiknya anak-anak mulai masuk pesantren?

Oke. Saya ambil contoh Keenan anak pertama saya. Sejak pertama kali Keenan mulai memasuki dunia pendidikan, saya sudah merencanakan sejak awal kemana Keenan akan bersekolah.

Pertama, Sekolah Taman Kanak – kanak RA


Saya mendaftarkan Keenan Sekolah Swasta Yayasan Al Misbah yang memiliki tiga jenjang pendidik yaitu RA ( setara TK), MI ( setara SD ) dan MTS ( setara smp ). Saya memilih Keenan sekolah pendidikan usia dini ke RA dan bukan TK, Mengapa?

RA merupakan singkatan dari Raudhatul Athfal yang artinya taman kanak – kanak. Secara skema lembaga, RA berada dibawah naungan Departemen Agama dan dikelola oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal ( IGRA ) . Salah satu kelebihan RA adalah, Selain memiliki kurikulum materi pengetahuan umum juga menyiapkan kurikulum materi dasar-dasar ajaran agama Islam. 


Keenan ikut kegiatan manasik haji  ( photo atas, keenan ketiga dari kiri )


Keenna Belajar jadi imam shalat
Keenan belajar menjadi imam shalat


Selain itu, dari segi atribut sekolah juga sudah disiapkan dan disesuaikan, yaitu untuk murid wanita berhijab dan pria seragam berlengan dan celana panjang. Khusus untuk hari jumat mereka memakai seragam berwarna putih. Kegiatan lainnya seperti manasik haji dan belajar praktek sholat juga rutin diadakan. Bahkan, hari santri pun ikut diperingati setiap tahunnya.

Salah satu yang saya rasakan besar manfaatnya menyekolahkan Keenan di RA adalah, dia mulai memahami konsep siapa Tuhan dan bahkan suatu hari Keenan pernah bertanya,

Mah, kenapa sih solat terus? Emang kenapa sih kita harus sholat? “ tanyanya terheran- - heran.

Pertanyaan ini sungguh menggelitik rasa haru saya. Mengapa tidak, di usianya yang masih lima tahun dia mampu berfikir sejauh itu. Lantas saya jawab,

Kakak udah kenal kan sama Allah? Tuhan yang memiliki juga menciptakan kakak, mamah, Kilan, babah dan semua yang ada di dunia ini. Nah, karena Allah sudah menciptakan semuanya untuk kita maka, kita wajib mentaati perintahnya Allah. Kalau gak, nanti Allah marah sama kakak. Takut kan ya kalau Allah marah?

Lalu dia kembali bertanya,

Gak ah, Keenan mah gak takut mah “ jawabnya polos

Lho kok gak takut? Harus takut lho. Gimana kalo kata Allah teh kakak harus solat tapi malah main layangan terus sampai gak solat, lalu Allah ngilangin semua layangan di seluruh dunia? Kakak pasti gak akan bisa main layangan lagi kan? Sedih kan? “ jawab saya berusaha menjelaskan,

Tinggal bikin we atuh layangan mah gampang “ jawabnya

Iya memang gampang, tapi gimana kalau Allah musnahin semua pohon bambu lewat bencana alam? Gunung meletus? Semua pohon bambu musnah! Gimana kakak mau bikin layangan? “ jawab saya. Lalu dia terdiam sambil berfikir. Nampaknya dia berfikir cukup keras tentang hal ini, hehehe

Kedua, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah ( MI )


Setelah Keenan menyelesaikan pendidikannya di TK Ra Al Misbah, tahun depan saya berencana untuk kembali mendaftarkan Keenan ke MI ( Madsarah Ibtidaiyah ) Al Misbah . Jika anda mengetikan kata kunci sekolah MI di google, maka yang pertama muncul adalah lokasi sekolah ini. Rupa-rupanya MI Al Misbah cukup terkenal sampai masuk page one google ya, hehehe. Alhamdulillah.


Sekolah Yayasan Al Misbah



Karena lokasi sekolah RA Al misbah masih berada dalam lingkungan yayasan Al Misbah, maka setiap kali saya mengantar dan menunggu Keenan sekolah, secara tidak langsung saya mengamati bagaimana kebiasaan siswa SD dan SMP di sekolah ini. Satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah, setiap pagi sebelum memulai KBM para siswa dibiasakan membaca do’a, surat-surat dan hadits. Sehingga, saya tidak ragu lagi jika nanti Keenan melanjutkan SD ke MI Al Misbah.


Lapangan Upacara yang sering digunakan untuk kegiatan olahraga dan warga sekitar

Sama halnya dengan RA, Madrasah ibtidaiyah ( MI ) yang setara dengan SD juga pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Mengenai Kurikulum, madrasah Ibtidaiyah juga memiliki kurikulum yang sama dengan kurikulum sekolah dasar, tetapi memiliki porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama . 

Berikut beberapa tambahan kurikulum di MI, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Alquran dan Hadits 

2. Aqidah dan Akhlaq 

3. Fiqih 

4. Sejarah Kebudayaan Islam 

5. Bahasa Arab.


Ketiga, Madrasah Tsanawiyah di Pesantren


Disinilah tujuan akhir pendidikan Keenan bermuara. Saya belum memilih dan mencari pilihan pondok pesantren nanti untuk Keenan . Tetapi jika melihat pengalaman ayahnya waktu pesantren dulu, sedikit banyak saya belajar mengenai pesantren dan dunia nya. Untuk tahap selanjutnya mungkin saya akan mempelajari lebih lanjut mengenai pesantren yang ada di Kota Bandung.

Mengapa memilih di Kota Bandung? Karena lebih dekat dekat tempat tinggal. Jadi kalau ada apa-apa lebih mudah. Tentu ada pertimbangan penting dalam memilih pesantren, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pertimbangan Madzhab dan Organisasi

Sebagaimana kita ketahui, islam memiliki banyak mazhab dan organisasi. Mulai dari pondok pesantren beraliran NU, Muhammadiyah, Pondok pesantren Modern, pondok pesantren tarbiyah (PKS) dan masih banyak lagi. Saya akan memilih pondok pesantren yang sejalan dengan pemahaman yang saya dan keluarga anut, untuk menghindari adanya konflik sosial antara anak dan keluarga kelak.

2. Program pendidikannya serta Kredibiltasnya terbukti baik.

Mulai dari prestasi, citra dan alumnus. Dengan melihat kredibiltas suatu pondok pesantren, maka kita bisa melihat bagaimana pondok pesantren ini mendidik, mengasuh dan mendidik para santri. Terlebih jika ada alumnus pondok pesantren yang berhasil dan sukes. Tentu hal ini menjadi nilai lebih dari pondok pesantren itu sendiri.

3. Biaya pendidikan.

Tidak ada pendidikan yang murah, terlebih lagi jika pondok pesantren tersebut memiliki kredibiltas baik, fasilitas lengkap dan kurikulum pendidikan yang komprehensif. Semisal gontor. Tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Untuk itu, maka perlu dipersiapkan biaya pendidikan untuk kedepannya. Dengan menabung atau deposito. Memilih pondok pesantren dengan biaya yang terjangkau juga bisa menjadi pilihan, tetapi jangan asal memilih yang murah tetapi tidak berkualitas. Tetapi pilihlah pondok pesantren dengan biaya yang terjangkau dan berkualitas.

4. Tindak Lanjut

Setelah Keenan lulus MTS nanti, tentu akan ada perencanaan yang dilakukan selanjutnya. Apakah akan meneruskan ke jenjang Madrasah Aliyah di pondok pesantren tersebut atau pindah ke pondok pesantren lainnya atau malah berpindah haluan ke SMA Negeri?

Semua hal tersebut bergantung kepada kemauan dan keinginan Keenan nantinya. Mengapa? Karena saya menyadari bahwa, anak juga memiliki hak untuk memilih mau kemana dia bersekolah dan menimba ilmu. Saya sebagai orang tua hanya sebatas mempersiapkan dan membimbing melalui jalur yang terbaik yang sudah saya persiapkan dengan tujuan awal saya. Tentu saya berharap Keenan akan bisa melanjutkan ke Madrasah Aliyah lalu melanjutkan ke Universitas berbasis agama islam. Tetapi kembali, saya harus melihat bagaimana perkembangan Keenan nantinya.

Pondok Pesantren Bukan Pilihan Utama


Perencanaan pendidikan yang saya uraikan di atas terlihat sempurna ya, Lalu bagaimana dengan respon dan keinginan Keenan terhadap rencana saya itu? Apakah Keenan tertarik dengan pondok pesantren?

Untuk sekarang belum terlihat bagaimana keinginan keenan sebetulnya. Tetapi ketika dia melihat sepupunya yang sekarang sekolah di MTS di pondok pesantren, dia pun mengatakan ingin sekolah di sana seperti sepupunya. Juga, ketika saya menceritakan bahwa dulu Babah ( ayahnya) juga sekolah di pondok pesantren, diapun terakagum-kagum.

Dan keenan semakin penasaran dengan konsep pondok pesantren ketika saya ceritakan bagaimana sepupunya Aldi, sekolah di pondok pesantren Baitul Hidayah Bandung dan pamannya yang dulu juga pondok pesantren dan sekarang mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di universitas terkenal di Irak. Mendengar kata LUAR NEGERI, keenan pun semakin tertarik dan terkesan. 

Saya juga meperlihatkan  video kegiatan pondok pesantren dimana sepupunya Aldi sekolah sekarang, dan dia tertarik. 







Keenan mengatakan dengan penuh semangat kalau dia ingin meneruskan sekolah ke MI Al Misbah tahun depan. Semoga nanti setelah lulus MI, keenan mau meneruskan ke jenjang MTS di pondok pesantren.

Bagaimana jika Keenan menolak? Tidak masalah


Ini terkesan bersebrangan dengan judul saya di atas, tetapi tidak. Saya memang membuat perencanaan dan menyediakan fasilitas terbaik untuk pendidikan anak-anak saya, tetapi yang menjalani semua itu bukan saya. Tetapi anak-anak saya. Sehingga, mereka harus memiliki keinginan yang kuat akan hal itu. Tidak bisa dipaksakan hanya karena “ambisi” saya semata.

Saya mengambil kasus dimana, sepupu saya pernah dipaksa oleh orangtuanya untuk belajar di pondok pesantren tanpa menanyakan bagaimana keinginan sepupu saya itu. Hasilnya, dia berontak dan kabur dari pondok pesantren. Berkaca ke peristiwa itu, maka saya tidak akan memaksakan anak-anak saya nanti untuk belajar di pondok pesantren.


Ibu Sebagai Madrasah Al - Ula



Seperti yang saya ceritakan di atas mengenai keresahan saya terkait gaya hidup anak – anak generasi sekarang, pondok pesantren memang menjadi pilihan saya agar Keenan dan kilan memiliki pondasi yang kuat terhadap agama sehingga mampu melewati segala macam rintangan dan godaan selama masa pencarian jati diri mereka.



Tetapi saya sadar, Pondok pesantren bukan lah pilihan utama. Pendidikan dasar agama masih bisa diperoleh melalui pengajian rutin di masjid setiap hari dan pengasuhan serta bimbingan dari kedua orangtua. Ini kemudian yang akan menjadi pekerjaan rumah saya terbesar jika Keenan atau Kilan menolak meneruskan belajar di pondok pesantren. Persiapan mental harus di siapkan sedari sekarang agar nantinya saya tidak kecewa.


Saya juga menyadari hal lain bahwa bagaimana seorang anak itu memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik dalam artian tidak melenceng dari norma agama dan sosial, bergantung pada bagaimana orangtua terutama ibu mendidik dan mengasuh anak-anak mereka. Mengapa?

Karena seorang Ibu merupakan madrasatul ula yang artinya sekolah utama dan pertama bagi seorang anak. Sejak dari kandungan hingga menjadi seorang manusia seutuhnya. Ibu lah yang pertama mengajari duduk, berjalan, berlari dan mengenal dunia di sekitarnya. Bahkan ibulah yang melihat, menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak – anaknya.

Seperti Ungkapan dari Hafiz Ibrahim yang menyatakan bahwa :

"Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”

Yang artinya, “Ibu adalah madrasah atau pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya “

Selama masa tumbuh dan kembang. seorang anak akan mempelajari banyak hal melalui sebuah proses yang disebut imitasi, dimana anak akan melihat, merespon lalu mengikuti bagaimana orang lain bersikap, berbicara dan bertingkah laku. Proses belajar inilah dilakukan anak dengan melihat ibu dan ayahnya.

Mempersiapkan anak – anak untuk belajar di pondok pesantren, secara tidak langsung juga “memaksa” saya dan ayahnya untuk kembali belajar. Belajar agama lebih dalam dan belajar pengasuhan sesuai fitrahnya.

Masa iya, cita-cita setinggi langit agar anak akhlakul karimah tetapi kedua orang tuanya tidak? Apa tidak malu? hehehe


Cerita Hari Ini

Tanos walking challenge Hari ini, alhamdulillah the best day of challenge so far. Kenapa? karena akhirnya saya memboyong seluruh anggota keluarga, kecuali si kiki untuk ikut jalan kaki ke TANRISE. hahahaha, senangnyah! 

Naik motor sih perginya, tapi udah sampai sana jalan kaki selama 21 menit terus ditambah lari kecil bareng paksu ( sementara anak-anak duduk sambil maen game! wkwkwk ). Lari kecil sekitar 5 keliling lalu saya lanjut aerobik ringan.

Bagaimana rasanya? wow luar biasa.






Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya jadi para pejuang Tanos yang setiap hari sungguh - sungguh mencari tempat untuk melakukan tantangan kali ini. Salut saya dengan kalian semua!! 

Karena memang berbeda dengan saya kemarin-kemarin yang hanya keliling di lapangan rumah atau ambil rute sambil beli  ini dan itu. Gak berasa olahraganya memang. Tapi kalo di niatkan 100%, ngahaja kalo bahasa sunda nya mah....jadi beda memang rasanya.





Sambil jalan kaki, pikiran saya sedikit terlepas dari segala kerudetan urusan parenting dan selling juga blogging? wehehehe. saya merasakan angin, mendengar kicau burung dan daun di pohon yang bergerak. Indah sekali. Sungguh, ini adalah piknik singkat buat saya.



coba aktifin speaker atau nikin volume, akan terdengar suara angin dan burung berkicau


Dan Ternyata alasan kenapa si aplikasi gak nge track langkah saya kemarin kemarin, itu karena emang jalan saya lambat kaya siput. Tapi setelah tadi di Tanrise betul-betul jalan ngagidig , iya ke deteck dong. Ah senangnya! sepertinya besok saya mau kesana lagi.

Pasti penasaran kan, Tanrise itu apa? hehehe. Saya cerita sedikit ya


Tanrise itu semacam pusat ruko layaknya MTC, Surapati Core dan Pascal Hypersguare. Bedanya, Tanrise ini belum dibangun sepenuhnya oleh pihak pemilik. Baru di bangun ruko di bagian depan dan gudang. sisanya, 80% lahan masih kosong molongpong. Di penuhi ilalang tinggi sampai mencapai 2 meter lebih dan jalan raya yang ditanami pohon trembesi dan paving block yang rapih. Jadi, setiap hari tempat ini sering digunakan warga yang ingin olahraga. Hari minggu juga sering digunakan sebagai pasar kaget.


Ada sejarah penting lho dibalik Tanrise ini. Tanrise yang juga bernama Tritan Point ini dulu, merupakan  kawasan bangunan pabrik pemintalan yang dikenal dengan patal cipadung . Kawasan yang lengkap dengan hunian pegawai, lapangan sepak bola, lapangan tenis, kolam renang, TK sampai rumah makan. Saya sendiri sering bermain di sana waktu SD sampai SMA. Berenang dan naik pohon di lapangan sepak bola. Kadang piknik. karena pohonnya sudah berusia tua dan tinggi juga besar. Pokonya kalau udah piknik suka sampai lupa waktu. 


Tanrise


Sayang, karena terkait masalah korupsi akhirnya pabrik ini ditutup dan dijual. Dan sekarang jadilah Tanrise. Hal yang paling membuat saya sedih adalah, semua fasilitas bahkan pohon - pohon besar yang jumlahnya puluhan itu di tebang dan dibabat habis. Tanah diratakan semua. Untunglah,  masjid tua Asiraj patal gak ikut di musnahkan juga.

Begitulah cerita saya hari ini. Hey, apa kabarmu parthner yang lagi gak enak badan? huhuhu, cepat sembuh dan fit lagi yaaa renovrainbow.  Lalu, apa kabarnya para pejuang Tanos ya?? yuk kepo-kepo di profil ig mereka. Link di bawah ya. 

Para Pejuang Tanos


Apa kabar para #pejuangtanos lainnya ya? Silahkan klik link di masing-masing profil para pejuang Tanos di bawah ini ya.





3. Vivi
4. Dita 
9.  Bundav_26
10 Meti

Winner Of Today : Day 4


Di hari keempat ini pengalaman dan cerita para pejuang Tanos sangat menarik. Ada yang  sama kaya saya akhirnya bawa pengikut, yaitu pasangan, ada yang menjadikan tantangan ini sekalian ajang olga diberbagai tempat baru yang belum pernah dikunjungi dan jalan kaki ditempat yang sama setiap hari tapi gak pernah bosen karena view dan suasananya. waaahhhh pokoknya, amaze deh cerita hari ini.

Dan yah, seperti biasa. Saking gemes dan terpukaunya dengan semua cerita, saya dan kak renov kebingungan nih pilih yang mana. Tapi akhirnya, kami memutuskan, kak  Vivi  sebagai winner of today .  Selamat ya kak  (^__^)










Cerita Hari Ini

Walking challenge hari ke tiga ini, gak begitu banyak cerita, karena rute sama aja. Keliling lapangan deket rumah karena si bungsu gak mau ditinggal dan maunya maen di sana.






Durasi 30 menitan dan lumayan bikin ngucur kesang. Saya gak pake track step  lagi karena rasanya ribet pegang hp. Pengen jalan santai sambil lepas tangan dan menyapa angin ceritanya.

Akhir acara, iseng liat sekeliling kolam dan liat tanaman yang kadang kita abai, padahal kalo di liat liat... Cantik.  Gimana ceritamu hari ini hai para #pejuangtanos dan Kak renovrainbow?  Masih semangat kaann ??

Rute Perjalanan

Hari ini saya tidak mengambil rute khusus karena alasan di atas. Jadi, hanya berjalan mengelilingi lapangan Al misbah saja. Lumayan bikin pegel dan kadang boring karena pemandangangannya itu - itu saja. Tapi demi tantangan ini, yaahh dijalani saja, hehehe. 






Para Pejuang Tanos

Apa kabar para #pejuangtanos lainnya ya? Silahkan klik link di masing-masing profil para pejuang Tanos di bawah ini ya.

3. Vivi
4. Dita 
9.  Bundav_26
10 Meti

Winner Of Today : Day 3



Di hari ketiga ini, pengalaman dan cerita para pejuang Tanos sangat menarik. Ada yang berniat sedari subuh berangkat demi mencari surabi, jalan-jalan ajak anggota keluarga dan sehabis pulang kerja dan lain - lain. 

Dan yah, seperti biasa. Saking gemes dan terpukaunya dengan semua cerita, saya dan kak renov kebingungan nih pilih yang mana. Tapi akhirnya, kami memutuskan, kak  Anilawati Nurwakhidin sebagai winner of today .  Selamat ya Teh Anil (^__^)



Selamat ya kak, kami berharap Teh anil bisa menemukan surabi impian *eh, hihihihi





Cerita Hari Ini


Walking Challenge Journal Day 2 hari ini saya mencoba memakai aplikasi step tracker atau pengukur langkah yang dapat digunakan secara offline tanpa jaringan internet. Awalnya sih saya kayak gak yakin gitu, apalagi saya belum pernah olahraga pakai aplikasi seperti ini. Pernah sih sekali pakai aplikasi fat secret waktu diet, tapi itu menghitung kalori yang terbuang saat olahraga. 

Dan ternyata benar saja, aplikasi ini gak akurat menghitung jumlah langkah sampai hitungan km dan waktu tempuh. nelangsa dong! hahahaha. ya sudahlah gpp. ini jadi pengalaman, lain kali download aplikasi yang bisa online aja ( dan beli kuota khusus untuk challenge ini, hehehehe )





Setelah saya tanya kak renovrainbow, ada kemungkinan karena langkah saya terlalu lamban sehingga di aplikasi gak bisa nge-track jumlah langkak kaki. eehmm....ada benarnya sih. karena saya jalannya emang lambat kaya siput. mengapa? karena tentu saja saya memboyong anak-anak saya ikut serta, hihihi. bayangkanlah kalau saya jalan cepat?? kasian mereka kan?? hihihi

Rute Perjalanan


Kalau kemarin saya ambil jalur atas sampai minimarket, maka hari ini saya ambil rute bawah sekalian ke toko pulsa dan fotocopyan buat beli gorengan! eehhh salah deng! hahahaha, beli pulsa lah dan stabilo kuning. wkwkwkwk

Sehabis dari beli pulsa dan stabilo, kami lanjut jalan sambil pulang melalui jalur gang diseblah inna salon. gangnya sempit sekali, sekitar dua meter saja. Keenan dengan semangat jalan di depan lari-lari kecil sambil nyanyi apapun yang ada di kepala dia. lucunya Saya mah, jalan smabil gandeng tangan Kilan, hehehe




Gang kecil ini berbelok dan akhirnya sampai ke Al misbah dimana rumah saya yang kecil, mungil nan cantik berada. dari atas gang, terlihat pemandangan sawah dan balong yang dimiliki oleh Paman nya Pak suami. Saya sih berharap sawah dan balong ini gak pernah hilang. Karena membuat al misbah sejuk dan adem.

Begitulah cerita #tanoswalkingchallenge hari ke dua saya. 

Para Pejuang Tanos

Apa kabar para #pejuangtanos lainnya ya? Silahkan klik link di masing-masing profil para pejuang Tanos di bawah ini ya.

3. Vivi
4. Dita 
9.  Bundav_26
10 Meti

Winner Of Today : Day 2


Di hari kedua ini, para pejuang Tanos sudah melewati tantangan masing-masing dan punya cerita dan pengalaman yang berbeda dan menarik. Sampai saya dan kak renov kebingungan nih pilih yang mana. Tapi akhirnya, kami memutuskan, kak  @kebulibandung sebagai winner of today karena kami merasa pengalamannya paling berkesan.  Berikut copas caption dari feed instagram milik beiau. 



・・・Menikmati tantangan dari seorang sahabat lama @renovrainbow dan karibnya @efila_ untuk berjalan kaki setidaknya 20menit sehari #tanoschallenge.

Tertantang karena #tanoschallenge ini selain "memaksa" untuk olahraga juga menulis, dua hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Dua-duanya menjaga kesehatan, fisik dan kewarasan rasa .

Karena #tanoschallenge hari ke 2 ini, Alhamdulillah menikmati Gunung Manglayang dari berbagai "angle" Dan pencahayaan matahari yg berbeda karena sore hari menjelang terbenam matahari....I really enjoyed how light changed into the dark in a short time that I didn't even realize....time flies really.#tanoswalkingchallenge


Selamat ya kak, semoga menjadi pemantik untuk tetap semangat mengikuti #tanoswalkingchallenge hingga akhir ya kak. 










Walking challenge Day 1


Alhamdulillah, walking challenge dimulai hari ini.
Bagaimana rasanya? seperti yang saya ceritakan diatas, berat tapi seneng. semoga besok badan bisa lebih fit dan kuat ya.

Hari ini saya walking challenge-nya muter-muter aja di lapangan deket rumah di sore hari. kenapa milih sore? karena cuaca hangat dan enak kayanya buat jalan-jalan sore. Gak nyangka, saya di suguhkan pemandangan aduhai, seperti capung, sawah dan tanaman liar di pinggir kolam.




Gimana ya cerita partner saya renovrainbow hari ini?




Oh iya, saya sangat bersyukur sekali karena ternyata yang berpartispasi ikutan tantangan ini cukup banyak. senang rasanya mendapat perhatian dan support dari teman - teman. terimakasih banyak ya. 

Mau tau gak siapa aja yang gabung? ... jeng jeng jeng.... ini diaaaa!!










3. Vivi





4. Dita 














9.  Bundav_26



10 Meti








Terimakasih banyak untuk semua teman-teman yang berpartisipasi. biar nambah semangat nih, team TANOS memberi apresiasi WINNER OF THE DAY, dimana teman - teman yang berpartisipasi yang memiliki story yang paling inspiring yaitu @ani_laura_lubna



Yess! selamat ya kak Ani.














Ayo para pejuang TANOS, tetap semangat ya! masih ada 6 hari lagi nih. Di hari akhir akan ada kejutan lagi lho dari team TANOS. apa sih? tunggu aja ya, biar penasaran! hehehe


Salam Tanos








#jurnalkilan

Senin, 24 Agustus 2020
23.08 WIB



Pagi ini Kilan bangun dengan tangisan manjaaaaah khas toddler yang mau menuju usia 4 tahun. Guess what? merengek? TENTU saja! hihihi. Dan seperti biasa, do'i minta gendong. What??? iya, dia udah mau usia 4 tahun tapi masih pengen di eyong terus. Apalagi kalo lagi tantrum! Rupa - rupanya anxiety separation dia cukup hebat kalo di banding kakaknya. Yo wis lah, gpp. Toh Gak selamanya kan saya akan gendong dia terus?? hehehe (( menghibur diri ))

Setelah saya ajak dia belanja di warung Teh Neng, saya rayu dia agar turun dari gendongan dengan senjata andalan saya, SUSU KUDA dan Channel yutub-nya si Diwan! hahaha (^▿^)

Haahh! ibuh macam apa akuh inih yaaahh??? wkwkwkwk (>‿◠)✌

Yah, mau gimana lagi...Paksu lagi ke rumah sakit ngurus pendaftaran untuk Bapak mertua yang harus kontrol hari ini. Jadi, yutub adalah penyelamat saya pagi ini.

Lalu saya kembali ke Dapur yang hanya berjarak 2 meter dari ruang tamu. Mulai memasak Semur Ati ayam untuk anak - anak dan Sayur Tahu sabe ijo buat Paksu. Pas lagi asyiknya saya masak ditemenin lagu blekping, be te es, gidel dkk ..... e e e ehhh Kilan rewel dong minta pake celana yang dia pake kotor - kotoran kemarin, yaitu celana kakaknya. 

Hadeeuuuh, saya tepok jidat sembari ngelus dada mencoba sabar-sabarin diri sendiri. Soalnya, itu celana baru aja saya cuci kemarin sore dan masih menggantung di jemuran. Masih setengah basah!! Tapi dia terus merengek minta celana itu walau agak basah juga. 

Usut punya usut ternyata dia mau bermain jadi Parkour vs Joker, channel nya Thunderbird. Iya, dia suka banget sama video itu. Dia suka loncat - loncat kaya kijang kesana kemarin menirukan gaya para parkour di video itu! seneng sih saya, dengan begitu motorik kasar dia ke asah. Untuk yang satu ini, saya tidak khawatir lagi. Karena untuk anak se usia Kilan, dia tuh termasuk di bawah rata-rata untuk Berat badan. Badanya terlihat kurus seperti yang kurang gizi ( saya pernah dikatain gitu sama bidan di puskesmas, sebe deh ). Sempet khawatir Kilan stunting. Tapi, tinggi badan dia masuk kategori rata-rata dan dia aktif juga ceria. 

Mungkin, badan dia yang ramping menurun dari babahnya. Waktu kecil babahnya juga kecil dan ramping mirip Kilan.

Back to the story soal celana, Jadi dengan terpaksa saya setrika celana kakaknya itu basah - basah. Mau gimana lagi? yang penting dia seneng dan saya bisa masak lagi walau agak bete karena lagi hot masak tadi.

Pagi itu, Kilan sepenuhnya ceria setelah pake celana kakaknya dan loncat sana dan sini persis kutu loncat. ckckck...

Siang hari,
saya ajak Kilan nemenin kakaknya main layangan. Sementara dia sendiri berpetualang jadi Si Bolang, nongkrong depan Balong sambil lemparin batu dan ngumpulin "fosil" keong. Di temani si kiki, dia kumpulin cangkang keong satu per satu sambil di hitung. lalu tiba - tiba dia nyeletuk dong,





" Wah...cuaca cerah ya " ucap dia sambil senyum - senyum,

Sontak saya ketawa terbahak - bahak! Lucu banget denger dia ngomong begitu. lalu saya tanya, 

" Kilan tau dari mana kalimat itu? "
" Ituuu maah, si bebibas suka ngomong gitu " jawabnya sambil monyong - monyong,

Ya Ampuuun, beneran anak yutub ya! wkwkwkwk

Lalu sore hari tiba dan setelah saya selesai dengan urusan tikus yang kembali merajalela di rumah saya dan ibu mertua, saya mandi dan solat magrib. Kilan udah mandi duluan, begitu juga kakaknya. Lalu gak  lama ayahnya pulang dan kami family time seperti biasa. Ngapain aja? Yahhh you know-lah permainan anak laki-laki kaya gimana?....naik punggung ayahnya lalu gantian punggung saya sampai...duhhhh pundak sakit nih. Terus main gitar - gitar-an dan main adu jotos. 

Saya sebagai perempuan satu-satunya di rumah ini (selain ibu mertua) merasa sangat tertindas sodara-sodara. Kadang pengen gitu, family time nya tenang.....baca buku, nonton channel discovery atau kartun upin - ipin. Tapi itu hanya khayalan, karena baru baca buku sebentar......drama rebutan buku di mulai, lalu pindah ke drama rebutan nonton channel youtube....lalu pindah rebutan mainan .....eeeaaaaa.....bayangan family time pun buyar seketika! wkwkwkwk

Tetapi, malam ini saya terselamatkan! oleh panggilan ibu mertua. Serta merta saya menuju rumah Ibu mertua yang jaraknya? gak berjarak, karena rumah kami nempel! hahahaha (^▿^) selesai dengan percakapan ibu mertua, saya rebahan di kamar paksu waktu masih bujang yang sekarang jadi studio foto produk @bekasbagus__ 


Gak lama kemudian Kilan nyusul sambil teriak gordes alias gorowok desa ( teriak kencang ) manggil emaknya. Lalu masuk kamar dan liat saya rebahan kaya ikan paus, dia pun ikutan rebahan sambil memboyong bantal - guling - selimut miliknya sendiri.


Lalu, tiba-tiba dia cerita,

atau lebih tepatnya mendongeng tentang Serigala yang sangat takut dengan api unggun.  Terus dia cerita lagi soal dia yang udah besar sekarang dan bla bla bla....cerita tiada henti dengan api semangat berkobar sampai bikin saya ketawa terpingkal - pingkal.

Jadi, yang cerita sebelum tidur bukan saya tapi sebaliknya! hahahaha

Jadi terbesit sebuah ide brilian. Cerita kilan, mungkin akan saya jadikan cerita buku anak, karena memang cerita dia karangan dia sendiri. Saya bersyukur Kilan se-imajinatif itu. 

Tapi untuk membuat sebuah buku cerita anak, berproses kali ya. Ngumpulin dulu ilustrasi nya. Untungnya, cerita kilan tadi saya rekam pake hp. jadi saya akan ingat selalu cerita, suara dan gaya dia berbicara. 

Membuat buku cerita anak sebetulnya bukan hal baru buat saya. Sudah lama sekali saya ingin membuatnya. Tapi setiap memulai membuat cerita, selalu buntu dan kesulitan memulai. Bertanya pada Kang Iwok Abqary pun sudah saya lakukan.

Mungkin, saya masih membutuhkan semedi dan tekad serta  niat yang serius untuk  menggarap buku cerita anak ini. Mengapa harus buku cerita anak? karena saya suka menggambar dan awalnya sih ingin buku cerita anak ini saya wariskan buat anak-anak saya. hihihi... so sweet gak sih? 

Anak, terkadang memberi kita banyak inspirasi. Nampaknya, saya harus rajin bawa jaring biar ide nya gak kabur dan saya tampung.