Cara Menghadapi Mom shaming


Ilustrasi Momshaming

Cara Menghadapi Mom Shaming. mom shaming dan baby shaming merupakan dua nama lain dari bullying yang terjadi dalam dunia parenting. Bullying dalam dunia parenting? memang ada ya? tentu saja ada. Tetapi karena perlakuan ini sudah terjadi sejak jaman nenek - moyang kita, maka sindiran dan nyinyir pada para ibu dan kondisi bayi ini tidak terasa seperti bullying. Padahal sesungguhnya dampak yang terjadi akibat mom shaming ini cukup berat.


Saya dan pengalaman di Bully


Pagi ini, tiba-tiba Kilan demam sementara keenan berdarah gusi nya. Hal ini memang kerap terjadi, dimana anak-anak sakit pada saat bersamaan. Jika ditelusuri, ada kemungkinan demam si bungsu karena tertular dari saya yang memang sudah sakit flu dan batuk sejak seminggu yang lalu. Sementara panas dalam Si Cikal bisa diakibatkan karena kurang minum air putih dan terlalu banyak mengkonsumsi minuman dingin dan snack. 


Padahal sesekali saya memberikan tambahan vitamin untuk mempertahankan daya tahan tubuh mereka. Tetapi, rupa nya pemberian vitamin ini tidak dapat melawan takdir kalau mereka harus sakit.


Memberikan paracetamol syrup adalah langkah pengobatan pertama saya. Selain itu saya juga melarang anak-anak mengkonsumsi minuman dingin, snack dan mie instan. Soal minuman dingin dan snack sih tidak masalah ya. Tetapi lain cerita dengan mie instan. 


Keenan sangat menyukai mie instan, saking sukanya dia hampir mengkonsumsi mie instan setiap hari. Tentu jenis mie instan yang saya berikan adalah mie instan seharga seribu rupiah dan terkenal dengan slogan tinggal seduh. Bukan soal hemat, tetapi tekstur mie nya tidak keras dan tidak menimbulkan efek sakit perut setelah mengkonsumsinya.


Jadi, seharian itu Keenan tantrum karena ingin makan mie instan. Tentu saja saya larang. Saya coba membujuk dengan jajan makanan lain dan saya ajak jalan-jalan. Tapi dia menolak dan tetap memaksa ingin mie instan. Awalnya saya masih bisa sabar dan menahan diri, tetapi karena Keenan sulit dirayu akhirnya saya berang juga. Saya kesal dan membentak Keenan. Hal yang paling membuat kesal adalah, Keenan rewel di depan teras rumah yang sudah pasti dilihat banyak orang yang lalu lalang. Sungguh membuat saya panik sekaligus malu. 


Dalam keadaan kakak tantrum, tiba tiba seorang  tetangga lewat dan bertanya,


"Kenapa anaknya Bu kok nangis ?" tanyanya, 

"Dia pengen mie instan"  jawab saya singkat sambil berharap si tetangga lantas pergi dan berlalu. Tapi ternyata si tetangga makin penasaran dan berkata,

"Kasih aja atuh daripada nangis " ucapnya. Sungguh saya makin kesal dibuatnya. Masalahnya, saya masih dalam keadaan jengkel dengan tantru, Keenan lalu tiba-tiba ada orang lain yang ikut campur.


Lantas dengan nada kesal saya berkata, 

“ Gak bisa Bu, anak saya lagi panas dalam. Kalau saya kasih bisa makin parah sakitnya “ 

" Oh, ya gpp kasih mie anaknya terus tinggal kasih cap kaki tiga aja atuh beres. Kasian kan anaknya nangis begitu, kalau saya sih gak tega bu. Udah kasih aja Bu daripada nangis terus!"

MASYAAAA ALLAAHH! KESEL ! 


Nah, kebayang kan situasi emak buibu? So imagined if it happen to you. Lagi rempong ngurusin dua anak yg lagi tantrum terus di recokin harus mengalah pada keinginan anak?? Yah bayangkanlah keselnya seperti apa. Hal ini malah membuat saya makin jengkel dan semakin membentak Keenan untuk berhenti rewel dan menuruti perintah saya. Manjur memang, seketika Keenan diam sambil menahan tangis. Tapi akibatnya, Keenan pasti merasa sakit dalam hati karena saya bentak! 


Definisi Mom Shaming


Cerita saya di atas merupakan salah satu contoh mom shaming yang ringan dari tindakan mom shaming. Sebetulnya apa sih definisi mom shaming?


Mom Shaming adalah tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok untuk membuat malu seorang ibu atas pola pengasuhan terhadap anaknya seolah-olah pola pengasuhan pelaku mom shaming adalah pola pengasuhan yang lebih baik jika dibandingkan korban.


Mungkin kasus saya hanya kasus kecil, dimana saya direcokin tetangga yang tiba-tiba muncul ntah darimana trus ngasih wejangan sementara yang saya butuhkan adalah bantuan kecil gimana caranya menenangkan si kecil biar ga mau mie lagi. 


Masih ada kasus mom shaming lainnya yang lebih berat, seperti mengkritik cara memberikan ASI dan mengkritik cara mengasuh lainnya. Apa dampak mom shaming? dampaknya adalah psikologis para ibu terguncang dan mengalami mental breakdown.


Ibu yang mengalami mom shaming akan mengalami minder dan hilang kepercayaan diri. Ibu juga akan memiliki perasaan tidak layak menjadi seorang ibu karena secara terus menerus di kritik. Mom shaming dapat berakibat fatal jika terjadi pada ibu baru melahirkan. Jika ibu baru melahirkan terus menerus di cerca dengan kritikan dan saran yang tidak dibutuhkan seputar mengurus bayi, lambat laun hal ini dapat menyebabkan baby blues syndrome dimana ibu akan mengalami mental breakdown, hilang selera makan, sulit tidur dan merasa sedih berkepanjangan. Akibatnya, kesehatan fisik akan terganggu.


Cara Mengatasi Mom Shaming


Jika Bunda mengalami hal seperti saya dan mendapat sindiran, kritikan hingga nyinyiran terkait pola asuh kita, segeralah menghindar dan menjauh dari pelaku mom shaming. 


Bagaimana yang melakukannya ternyata ibu kandung atau ibu mertua kita sendiri? bersabarlah bun. Faktanya memang mereka memiliki pengalaman yang lebih soal mengurus, mengasuh dan mendidik anak. Walaupun ada kemungkinan metode mereka tidak akan sesuai  jika diterapkan pada zaman sekarang. Tetapi bukan berarti poin - poin penting terkait parenting hilang dan tidak bermanfaat sama sekali. Terkadang perkataan orang tua ada benarnya. Pilihlah saran yang memang sesuai dan jangan lakukan yang menurut kita tidak sesuai. 


Bukan hanya menjauhi pelaku mom shaming, Bunda juga perlu detox social media. Kecuali Bunda siap dengan kritikan peda para netizen. 


Pesan Untuk Pelaku Mom Shaming


Wahai yang hobi nya memberi saran tidak perlu dan selalu ingin ikut campur urusan pengasuhan orang lain, pahamilah bahwa terkadang yang dibutuhkan oleh para ibu baru bukanlah  nasihat atau wejangan melainkan dukungan berupa pelukan hangat, makanan yang enak, senyum yang tulus dan pertanyaan yang membuat beban di hati berkurang seperti, " Gimana perasaan kamu? are you okay?" hanya itu.


Biarlah para ibu belajar dengan sendirinya untuk menjadi ibu melalui proses. Walaupun para ibu baru akan kebingungan, para ibu pasti akan meminta bantuan dengan bertanya atau googling


Lantas bagaimana dengan diri sendiri? pernahkan tiba-tiba memberi saran tidak perlu kepada ibu baru? tiba-tiba menawarkan segudang ilmu parenting seakan kita ahlinya hanya karena sudah pengalaman lebih dulu? pasti pernah kan? belum pernah? yakin?


Coba deh evaluasi, ketika kita mengunjungi teman yang baru  melahirkan hal pertama yang kita lakukan adalah bertanya sederetan pertanyaan seperti, 


" Anaknya lahir normal atau cesar? udah bisa nyusu? udah bisa jalan? nanti kalo udah waktunya mpasi kasih ini ya... kasih itu ya dan bla bla bla.... "

Pasti pernah kan? saya pernah lho! hehe. Mulai sekarang yuk berhenti menjadi mom shammer dan dukun para ibu baru dengan memberikan kenyamanan dan bukan pertanyaan mengkritik atau sindiran.

Tetapi karena perlakuan ini sudah terjadi sejak jaman nenek - moyang kita, maka sindiran dan nyinyir pada para ibu dan kondisi bayi ini tidak terasa seperti bullying. Padahal sesungguhnya dampak yang terjadi akibat mom shaming ini cukup berat.


Saya dan pengalaman di Bully


Pagi ini, tiba-tiba Kilan demam sementara keenan berdarah gusi nya. Hal ini memang kerap terjadi, dimana anak-anak sakit pada saat bersamaan. Jika ditelusuri, ada kemungkinan demam si bungsu karena tertular dari saya yang memang sudah sakit flu dan batuk sejak seminggu yang lalu. Sementara panas dalam Si Cikal bisa diakibatkan karena kurang minum air putih dan terlalu banyak mengkonsumsi minuman dingin dan snack. 


Padahal sesekali saya memberikan tambahan vitamin untuk mempertahankan daya tahan tubuh mereka. Tetapi, rupa nya pemberian vitamin ini tidak dapat melawan takdir kalau mereka harus sakit.


Memberikan paracetamol syrup adalah langkah pengobatan pertama saya. Selain itu saya juga melarang anak-anak mengkonsumsi minuman dingin, snack dan mie instan. Soal minuman dingin dan snack sih tidak masalah ya. Tetapi lain cerita dengan mie instan. 


Keenan sangat menyukai mie instan, saking sukanya dia hampir mengkonsumsi mie instan setiap hari. Tentu jenis mie instan yang saya berikan adalah mie instan seharga seribu rupiah dan terkenal dengan slogan tinggal seduh. Bukan soal hemat, tetapi tekstur mie nya tidak keras dan tidak menimbulkan efek sakit perut setelah mengkonsumsinya.


Jadi, seharian itu Keenan tantrum karena ingin makan mie instan. Tentu saja saya larang. Saya coba membujuk dengan jajan makanan lain dan saya ajak jalan-jalan. Tapi dia menolak dan tetap memaksa ingin mie instan. Awalnya saya masih bisa sabar dan menahan diri, tetapi karena Keenan sulit dirayu akhirnya saya berang juga. Saya kesal dan membentak Keenan. Hal yang paling membuat kesal adalah, Keenan rewel di depan teras rumah yang sudah pasti dilihat banyak orang yang lalu lalang. Sungguh membuat saya panik sekaligus malu. 


Dalam keadaan kakak tantrum, tiba tiba seorang  tetangga lewat dan bertanya,


"Kenapa anaknya Bu kok nangis ?" tanyanya, 

"Dia pengen mie instan"  jawab saya singkat sambil berharap si tetangga lantas pergi dan berlalu. Tapi ternyata si tetangga makin penasaran dan berkata,

"Kasih aja atuh daripada nangis " ucapnya. Sungguh saya makin kesal dibuatnya. Masalahnya, saya masih dalam keadaan jengkel dengan tantru, Keenan lalu tiba-tiba ada orang lain yang ikut campur.


Lantas dengan nada kesal saya berkata, 

“ Gak bisa Bu, anak saya lagi panas dalam. Kalau saya kasih bisa makin parah sakitnya “ 

" Oh, ya gpp kasih mie anaknya terus tinggal kasih cap kaki tiga aja atuh beres. Kasian kan anaknya nangis begitu, kalau saya sih gak tega bu. Udah kasih aja Bu daripada nangis terus!"

MASYAAAA ALLAAHH! KESEL ! 


Nah, kebayang kan situasi emak buibu? So imagined if it happen to you. Lagi rempong ngurusin dua anak yg lagi tantrum terus di recokin harus mengalah pada keinginan anak?? Yah bayangkanlah keselnya seperti apa. Hal ini malah membuat saya makin jengkel dan semakin membentak Keenan untuk berhenti rewel dan menuruti perintah saya. Manjur memang, seketika Keenan diam sambil menahan tangis. Tapi akibatnya, Keenan pasti merasa sakit dalam hati karena saya bentak! 


Definisi Mom Shaming


Cerita saya di atas merupakan salah satu contoh mom shaming yang ringan dari tindakan mom shaming. Sebetulnya apa sih definisi mom shaming?


Mom Shaming adalah tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok untuk membuat malu seorang ibu atas pola pengasuhan terhadap anaknya seolah-olah pola pengasuhan pelaku mom shaming adalah pola pengasuhan yang lebih baik jika dibandingkan korban.


Mungkin kasus saya hanya kasus kecil, dimana saya direcokin tetangga yang tiba-tiba muncul ntah darimana trus ngasih wejangan sementara yang saya butuhkan adalah bantuan kecil gimana caranya menenangkan si kecil biar ga mau mie lagi. 


Masih ada kasus mom shaming lainnya yang lebih berat, seperti mengkritik cara memberikan ASI dan mengkritik cara mengasuh lainnya. Apa dampak mom shaming? dampaknya adalah psikologis para ibu terguncang dan mengalami mental breakdown.


Ibu yang mengalami mom shaming akan mengalami minder dan hilang kepercayaan diri. Ibu juga akan memiliki perasaan tidak layak menjadi seorang ibu karena secara terus menerus di kritik. Mom shaming dapat berakibat fatal jika terjadi pada ibu baru melahirkan. Jika ibu baru melahirkan terus menerus di cerca dengan kritikan dan saran yang tidak dibutuhkan seputar mengurus bayi, lambat laun hal ini dapat menyebabkan baby blues syndrome dimana ibu akan mengalami mental breakdown, hilang selera makan, sulit tidur dan merasa sedih berkepanjangan. Akibatnya, kesehatan fisik akan terganggu.


Cara Mengatasi Mom Shaming


Jika Bunda mengalami hal seperti saya dan mendapat sindiran, kritikan hingga nyinyiran terkait pola asuh kita, segeralah menghindar dan menjauh dari pelaku mom shaming. 


Bagaimana yang melakukannya ternyata ibu kandung atau ibu mertua kita sendiri? bersabarlah bun. Faktanya memang mereka memiliki pengalaman yang lebih soal mengurus, mengasuh dan mendidik anak. Walaupun ada kemungkinan metode mereka tidak akan sesuai  jika diterapkan pada zaman sekarang. Tetapi bukan berarti poin - poin penting terkait parenting hilang dan tidak bermanfaat sama sekali. Terkadang perkataan orang tua ada benarnya. Pilihlah saran yang memang sesuai dan jangan lakukan yang menurut kita tidak sesuai. 


Bukan hanya menjauhi pelaku mom shaming, Bunda juga perlu detox social media. Kecuali Bunda siap dengan kritikan peda para netizen. 


Pesan Untuk Pelaku Mom Shaming


Wahai yang hobi nya memberi saran tidak perlu dan selalu ingin ikut campur urusan pengasuhan orang lain, pahamilah bahwa terkadang yang dibutuhkan oleh para ibu baru bukanlah  nasihat atau wejangan melainkan dukungan berupa pelukan hangat, makanan yang enak, senyum yang tulus dan pertanyaan yang membuat beban di hati berkurang seperti, " Gimana perasaan kamu? are you okay?" hanya itu.


Biarlah para ibu belajar dengan sendirinya untuk menjadi ibu melalui proses. Walaupun para ibu baru akan kebingungan, para ibu pasti akan meminta bantuan dengan bertanya atau googling


Lantas bagaimana dengan diri sendiri? pernahkan tiba-tiba memberi saran tidak perlu kepada ibu baru? tiba-tiba menawarkan segudang ilmu parenting seakan kita ahlinya hanya karena sudah pengalaman lebih dulu? pasti pernah kan? belum pernah? yakin?


Coba deh evaluasi, ketika kita mengunjungi teman yang baru  melahirkan hal pertama yang kita lakukan adalah bertanya sederetan pertanyaan seperti, 


" Anaknya lahir normal atau cesar? udah bisa nyusu? udah bisa jalan? nanti kalo udah waktunya mpasi kasih ini ya... kasih itu ya dan bla bla bla.... "


Pasti pernah kan? saya pernah lho! hehe. Mulai sekarang yuk berhenti menjadi mom shammer dan dukun para ibu baru dengan memberikan kenyamanan dan bukan pertanyaan mengkritik atau sindiran.


10 komentar:

  1. Iyaa betul banget, dalam motherhood ada istilah pepatah mengatakan teman yg baik akan memberi saran saat temannya bertanya... jd stlh jd ibu, saya pun lebih banyak diam dan akan memberi masukan berupa pengalaman pribadi jika ditanya 😁

    BalasHapus
  2. Bener banget mba. Tanpa di sadari kadang terjadi yang kaya gini.

    Paling penting untuk sesama mom adalah support ya.

    BalasHapus
  3. Betul mba rina, support psikologis yg paling utama 😊

    BalasHapus
  4. Kesel ya Mom. Mind your own business gitu ya. Semangat terus ya Momm ��

    BalasHapus
  5. Kesel di awal aja sih, usah ga esmosi mah tenang lagi, hehe

    BalasHapus
  6. Tips anak supaya jadi ga suka mie, dulu saya pernah mencoba ini ke anak saya yg besar, tapi mmg aga jahat sih bun😭
    Mie kan suka ada bumbu pedesnya tuh kan, nah saya iseng semua bumbunya saya masukin semua, dan anak kepedesan,dari situ dia nangis2, memang belum ilang sih rasa maunya,tapi jadi hanya 1minggu sekali saja makan mie hehe

    "Maafkan bunda nak" (dalam hati)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak heny, wah sayangnya keenan suka makan mie pede, hahahaha. harus cari cara lain mungkin ya biar ga terlalu sering makan mie

      Hapus
  7. Bener nih, secara gak sadar kita pasti pernah nglakuin hal ini.. Kadang orang tua/mertua sendiri juga sering kayak gini.. Mungkin kalo aku agak di cuek in aja kalau bener" lagi gak mau denger.. Di "iya" in aja.. Hihiii,,

    BalasHapus
  8. Saya jadi tanya diri sendiri nih pernah gak ya sotoy ngasih masukan ke mommy mommy yg lain ☹️. Semoga kl pernah gk sampe bikin orang nya sakit hati. Saya tau bgt rasanya di bully ketika br jd ibu

    BalasHapus