Tampilkan postingan dengan label self love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self love. Tampilkan semua postingan

 

menjaga asupan air
artwork artjoka

Menjaga Asupan Air dalam Tubuh lewat Tanos Drink Water Challenge. Saya mau berbagi cerita nih tentang pengalaman gak enak soal sakit dan agak bikin merinding kalo di ingat. Efeknya jadi bikin agak trauma gitu, apalagi kalo liat UGD. Udah serem aja bayangannya. Tapi setelah sekian purnama berlalu dan si sakit gak kambuh lagi, saya merasa jadi orang bebas dari segala penyakit dan melakukan hal-hal yang kalau dibiarkan bisa bikin si sakit datang lagi suatu saat. Uh serem kan ya

Untuk mengantisipasinya, saya harus bangkit nih. Iya bangkit dari merasa keenakan karena gejala udah gak kambuh lagi. Soalnya saya mulai kebablasan soal makanan dan minuman yang saya konsumsi setiap hari. Sebut saja, mie instan, bakso, sambel, makanan bersantan, makanan gurih, seblak, lumpia basah sampai yang paling sulit ditolak yaitu gorengan! semua saya lahap tanpa mikir efeknya nanti bagaimana kalau dibiarkan memakan semua itu tanpa di jadwal atau dijeda. 

Menolak gorengan, mie instan dan bakso memang agak sulit bagi saya. Jadi sebagai langkah awal, saya putuskan untuk lebih disiplin aja dulu deh buat minum air putih setiap hari. Mengapa? karena ternyata ada banyak banget manfaat air bagi tubuh kita dan negatifnya juga banyak kalau sampai jarang minum air putih. Salah satunya adalah, penyakit yang menyerang saya 3 tahun yang lalu yaitu sakit batu empedu.


Saya dan Si Batu Empedu


Tahun 2017 silam saya pernah sakit parah hingga menyebabkan saya langganan UGD dan Dokter Spesialis penyakit dalam di rumah sakit. Sakit apakah? yaitu sakit batu empedu

Awalnya saya sering mengeluh sakit bagian punggung bagian tengah, sesak nafas dan nyeri di perut tepat dibawah ulu hati. Setiap periksa ke dokter umum saya selalu di diagnosa maag atau GERD. Itu yang namanya Omeprazole, Magnesium hidroksida, Ranitidin dan Simethicone sudah jadi sahabat karib saya selama setahun! huhuhu

Setahun berlalu si sakit tak kunjung hilang. Yang terjadi malah si serangan sakit dengan gejala yang saya sebutkan diatas makin sering datang tanpa diundang dan dapat berlangsung semalaman. Jangan tanya deh soal gimana rasanya kalau sudah kambuh. Yang pasti makan gak enak, tidur apalagi. kebanyakan malah gak bisa tidur. duduk salah berbaring apalagi. Sampai kadang kalo sabar sudah habis stoknya, saya suka jedotin kepala ke tembok, huhuhuhu

Akhirnya episode serangan datang selalu berakhir di UGD dan dokter langsung ngasih saya injeksi pereda sakit yang lebih ampuh dari Asam mefenamat. Baru setelah itu saya baikan. Tapi entah kenapa, dalam seminggu saya bisa mendapat serangan yang sama sampai dua kali. sampai akhirnya saya menyerah dan lari ke rumah sakit. 

Setelah USG abdomen atas dan bawah, hasilnya ketahuan kalau saya sakit batu empedu ringan dan bukannya maag apalagi GERD. Wajar aja sih kalau setiap berobat ke dokter umum selalu dikasih obat GERD, karena gejalanya emang mirip. 

Setelah konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, dokter menyarankan saya untuk segera operasi pengangkatan kantong empedu. Lemes deh badan saya seketika. Operasi lagi? oh tidak marisol! baru aja setahun yang lalu saya operasi cesar waktu melahirkan Kilan dan sekarang harus operasi lagi. Duh gusti.

Dengan ringanya Pak dokter bilang, 

iya bu...ibu kena batu empedu. siap operasi ya?? sebentar kok cuman 10 menit. gak lama. oke ya“ 

Saya fak jawab karena tiba-tiba merasa dag dig dug serr, hihihihi. setelah berembuk dengan Pak suami akhirnya yo wis lah, segera saya siapkan BPJS dan mengurus registrasi lainnya. 

Namun ketika waktunya tiba, saya malah mundur dari operasi walau sangat ingin sembuh. Alasannya waktu itu Kilan si bungsu masih berusia satu tahun dan sulit dipisahkan dari saya. Kilan tidak bisa titipkan pada siapapun karena tidak dekat dengan siapapun. Selain itu Kilan kerap tantrum yang kadang bikin saya sebagai ibunya aja sering kewalahan, apalagi kalau orang lain yang jaga.

Akhirnya setelah diskusi dengan Pak suami saya mencari cara penyembuhan lain melalui pengobatan alternatif. Alhamdulillah, setelah satu tahun gonta-ganti metode penyembuhan si gejala gak kambuh lagi sampai sekarang. Total lama saya sakit sampai gejala gak kambuh lagi itu sekitar 2 tahun. 

Sekarang sih saya belum USG lagi jadi saya tidak bisa katakan apakah si batu empedu itu sudah hilang atau masih ada. Agak takut juga USG, hehe.

Setelah saya kepo - kepo ke dokter spesialis penyakit dalam yang memeriksa saya, kenapa sih saya bisa kena batu empedu. Jawabannya hanya dua, terlalu banyak makanan berlemak dan kurang dalam menjaga asupan air dalam tubuh!!

Hadeuuuhh

Akhirnya sejak saat itu saya berusaha untuk menjaga asupan air dalam tubuh dengan rutin minum delapan gelas sehari bahkan sampai di jadwal dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan sampai akhir tahun lalu. Didampingi diet kalori dan menjaga asupan makanan dengan say no to mie instan, bakso, gorengan dan minuman berasa seperti minuman kemasan dan semacam thai tea. kalau ingin yang manis-manis paling bantar saya bikin teh manis jadi bisa nakar ukuran manisnya. 

Lalu sekarang saya Lengah dengan si gejala yang gak kambuh lagi, tahun ini saya kembali nakal dan ceroboh soal minum air putih yang jarang diminum dan makan makanan yang berlemak terutama gorengan ,mie instan dan bakso. 

Manusia kadang suka gitu emang ya, kalau udah sehat suka lupa sama rasa sakit waktu dulu dan akhirnya lengah lantas melakukan hal yang sama dan akhirnya si sakit kembali berulang. Wah ini sih gak bisa dibiarkan, harus segera jaga kesehatan biar gak kebablasan dan akhirnya si sakit kambuh lagi. 

Menjaga Kesehatan Tubuh Dengan Tanos Drink Water Challenge


Menyadari betapa nakal dan ceroboh saya soal menjaga kesehatan saya terutama si kantong empedu, saya berencana ingin kembali disiplin soal mengontrol makanan yang saya makan setiap hari dan menjaga asupan air dalam tubuh.

Semua akan saya awali dengan disiplin minum air putih. Kalau dilaksanakan sendiri rasanya bisa gak bertanggung jawab ya, bisa bolos dan kembali lengah. Akhirnya saya ajukan tantangan minum air putih kepada partner saya renovrainbow untuk mengadakan tantangan ini bulan Oktober 2020. Alhamdulillah direspon positif dan hayu tarik maangg!!! hehe

Sebelum saya bahas lebih lanjut soal Tanos drink water challenge, kita bahas dulu yuk dampak negatif dan positif jika tubuh kita kekurangan cairan.

Persentase kadar air dalam tubuh

Tahu gak sih berapa sebetulnya kadar air yang ada dalam tubuh kita? yuk simak sama-sama

  1. Usia 0 Bulan - beberapa bulan kedepan : 75%. 
  2. Anak usia di bawah 6 bulan : 64-84% atau rata-rata sekitar 74%. 
  3. Anak usia 6-12 bulan : 57-64% atau rata-rata 60% 
  4. Anak usia 1-12 tahun : 49-75% atau rata-rata sekitar 69%
  5. Pria usia 12-18 tahun : 52-66% 
  6. Usia dewasa 19-51 tahun : 43-73% dengan rata-rata sekitar 59%. 
  7. Usia 51 tahun ke atas : 47-67% dan rata-rata sekitar 56%.
  8. Wanita usia 12-18 tahun : 49-63% dan rata-rata sekitar 56%. 
  9. Usia dewasa 19-51 tahun : 40-60% dengan rata-rata sekitar 50%. 
  10. Usia 51 tahun ke atas : 39-57% dan rata-rata sekitar 47%.

Lantas berapa sih jumlah air yang dibutuhkan untuk menjaga asupan air dalam tubuh tetap aman yang diperlukan bagi orang dewasa? menurut Profesor Hiromi Shinya MD yang merupakan seorang pakar enzim sekaligus guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, menyatakan bahwa tubuh membutuhkan pasokan air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) .

Manfaat air untuk tubuh


  1. Membantu proses pembuangan sisa metabolisme dan racun yang masuk ke dalam tubuh dan mengeluarkannya melalui urine serta keringat 
  2. Membantu meringankan permasalahan pada tulang belakang
  3. Mengatur suhu tubuh
  4. Mencegah konstipasi
  5. Melarutkan zat gizi
  6. Membawa oksigen ke jaringan tubuh lain
  7. Menjaga elastisitas wajah dan awet muda

Dampak Buruk Jika Tubuh Kekurangan Air


Dilansir dari American College of Sports Medicine berikut adalah dampak buruk  jika tubuh mengalami kekurangan cairan, yaitu  :

  1. Mempengaruhi kestabilan emosi serta memicu stres

  2. Dehidrasi 

  3. Mengalami gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak yaitu menjadi mudah lupa dan sulit berkonsentrasi

  4. Rentan terhadap penyakit  infeksi kandung kemih

  5. Kulit jadi kusam 

  6. Gangguan fungsi ginjal dan kantung empedu


Pelaksanaan Tanos Drink Water Challenge


Sebagai aksi dari perencanaan untuk menjaga asupan air dalam tubuh melalui disiplin minum air sebanyak 2 liter per hari, maka saya dan kak renovrainbow membuat Tanos drin water challenge. Kapan sih pelaksanaannya ? Yuk simak dibawah ini


Tujuan tantangan : Untuk minum air putih minimal 2 Liter setiap harinya

Waktu : 12 - 18 Oktober 2020

  

Metode         :



Kebutuhan asupan air di setiap orang berbeda - beda. Semua tergantung pada usia, pola hidup, aktivitas, riwayat penyakit, dll. Sehingga teman-teman tentu bisa memodifikasi sesuai dengan aktivitas teman-teman. Jumlah minum air putih sebanyak 8 gelas merupakan anjuran dari ahli kesehatan untuk menjaga jumlah asupan air dalam tubuh tetap terjaga, tentu saja kita bisa minum lebih dari 8 gelas sehari asal tidak berlebihan. 

Teman - teman bisa menggunakan metode berikut untuk menjaga asupan air dalam tubuh , yaitu :

  1. 1 gelas air putih 200 ml, setiap bangun tidur.

  2. 1 gelas air putih 200 ml, 30 menit sebelum sarapan pagi.

  3. 1 gelas air putih 200 ml, satu jam setelah sarapan pagi.

  4. 1 gelas air putih 200 ml, 30 menit sebelum lunch.

  5. 1 gelas air putih 200 ml, satu jam setelah lunch.

  6. 1 gelas air putih 200 ml, 30 menit sebelum dinner.

  7. 1 gelas air putih 200 ml, satu jam setelah dinner.

  8. 1 gelas air putih 200 ml, 30 menit sebelum tidur malam.


Atau disesuaikan saja dengan jadwal aktivitas seperti dibawah ini :

  • Bangun pagi

  • Sarapan

  • Sebelum aktivitas

  • Menjelang siang

  • Makan siang

  • Menjelang sore

  • Makan malam

  • Sebelum tidur

Tambahan    :
  1. Bagi yang melakukan Intermittent Fasting (IF), bisa diganti dengan 2 gelas air 250 ml, diatur interval waktunya.
  2. Jadwal Waktu Minum
  3. Untuk menambahkan rasa pada air, bisa ditambahkan dengan mentimun, atau lemon misalnya.
  4. Jangan minum air sekaligus misal 1 liter, cukup ikuti saja pola di atas.
  5. Minum air putih 30 menit sebelum makan bertujuan untuk membantu pencernaan
  6. Minum air putih satu jam setelah makan bertujuan agar tubuh mampu menyerap nutrisi yang dibutuhkan.


pelaksanaan tanos drink water challenge
artwotk artjoka















minum 8 gelas sehari



Bagi temen - teman yang ingin bergabung dengan tantangan ini, yuk bisa banget. caranya hanya dengan daftar melalui akun instagram kami.


Caranya mudah sekali, Repost flyer #tanosdrinkwaterchallenge. Sertakah tagar #tanosdrinkwaterchallenge, #tanoschallenge, tag IG @renovrainbow dan IG @efila_. Tanos drink water challenge akan berlangsung dari tanggal 5 – 12 Oktober 2020. Setiap peserta dapat memposting pengalamannya, dengan menyertakan tagar #tanosdrinkwaterchallenge, #tanoschallenge, tag IG @renovrainbow dan IG @efila_


Info lebih lanjut, teman-teman bisa kunjungi blog partner saya renovrainbow yaaa.


sampai ketemu di tantangan,

Salam Tanos,


Eka Artjoka x Renovrainbow


open participant
artwork hand drawing artjoka dan design layout dengan canva


Yuk berbagi pengalaman teman-teman selama mengikuti Tanos Drink Water Challenge yang seru dan menyenangkan.



Daftar Bacaan :

https://www.genpi.co/berita/31802/minum-air-putih-8-gelas-sehari-harus-segitu-banyak?page=2
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3627690/penting-ini-8-fungsi-air-bagi-tubuh-anda
https://wolipop.detik.com/health-and-diet/d-2128214/ini-akibatnya-jika-anda-malas-minum-air-putih
https://www.sehatq.com/artikel/seperti-apa-cara-menghitung-kebutuhan-cairan-tubuh
https://doktersehat.com/persentase-air-dalam-tubuh/



  •  







Melepas Impian demi anak, Bukan Akhir dari Segalanya

Banyak hal yang kita korbankan, sebagai seorang ibu untuk anak-anak kita. Jangan tanya soal waktu dan tenaga, itu sudah pasti. Yang terberat dari semua itu adalah, meninggalkan impian.

 

Menjadi  seorang Arsitektur Lanskap adalah impian saya. Dan dengan terpaksa saya Melepas Impian saya itu layaknya menerbangkan burung merpati, lepas bebas di angkasa. Sedih rasanya, sesak di dada dan membuat saya kehilangan harapan dan semangat. Tapi, saya tidak punya pilihan. 

 

Cerita Awal

 

Tahun 2009, saya memutuskan untuk meneruskan kuliah saya ke jenjang S1 ( dulu lulus DIII ) dan ambil jurusan Arsitektur lanskap. Bukan keputusan mudah untuk kuliah lagi di saat usia saya hampir mendekati 30-an. 

 

Masalah biaya, teman kuliah yang usianya terpaut jauh serta waktu yang harus saya atur agar masih bisa bekerja. Untungya, para dosen sangat mendukung dan berbaik hati mau mengatur jadwal kuliah agar saya masih bisa kuliah sambil bekerja.

 

Tapi, dengan semakin padatnya mata kuliah dan kuliah lapangan. Akhirnya saya harus memilih, antara meninggalkan pekerjaan atau berhenti kuliah. Dilema yang terasa sangat berat, sungguh.

 

Karena di satu sisi, saya masih membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi hidup saya yag sudah tidak bisa lagi bergantung pada ibu saya. Tapi di sisi lain, akhirnya saya menemukan impian dan karir yang ingin saya capai. Yaitu menjadi seorang Arsitektur Lanskap.

 

Bersyukur saya bertemu Dosen yang luar biasa baik hati . Beliau rela merogoh koceknya untuk membiayai kuliah saya satu semester dan mengijinkan saya bekerja dengannya. Menjadi drafter dan assisten dosen. Bahkan, masa depan karir saya sudah beliau rancang sedemikian rupa sehingga saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan lapangan pekerjaan setelah lulus kuliah. Saya sangat bersyukur.

 

Lalau Dua tahun kuliah, saya bertemu jodoh saya dan menikah.  Saya tetap kuliah dan Pak Suami mendukung 100%. Dua tahun kemudian saya hamil anak pertama saya, Keenan.

 

Selama hamil, saya ajak Keenan jadi pinter. Karena saya harus sidang skripsi. Saya ajak bimbingan dan  bolak-balik ke tempat penelitian. Rempong gak sih? Iya, banget! Tapi alhamdulillah Paksu selalu setia menemani jadi babang ojeg kemanapun saya  menuju.

 

Ada kejadian lucu  tapi sebetulnya naas  selama masa bimbingan ini. Jadi, waktu itu musim hujan. setiap pulang bimbingan pasti keujanan. Jas hujan selalu siap sedia. Tapi sayangnya waktu itu  hujannya gede banget, udah kaya badai aja. Dan malangnya, perempatan GedeBage, banjir.

 

Akibatnya, motor kami mogok dan terpaksa Paksu mendorong motor melewati batas banjir yang sampai  selutut itu dari perempatan hingga pasar GedeBage. Saya ngikutin dari belakang sambil komat-kamit baca solawat karena takut terpeleset. Saya takut si calon jabang bayi di perut saya yang sudah memasuki usia 8 bulan ini kenapa – napa . Karena saya jalannya sangat lamban dan hati-hati, saya tertinggal cukup jauh dari Paksu dan berusaha mengejar Paksu. Ditengah jalan, tiba-tiba saya terjatuh dan terperosok! Masuk got! Gak keliatan karena tertutup banjir.

 

Semua orang berusaha menolong saya yang berusaha bangkit sambil menangis. Saya gak bisa lihat dimana Suami saya dan saya takut si utun kenapa napa. Seorang bapak-bapak lantas bertanya,

 

Bu, gak apa-apa? Dimana suami ibu? “ tanyanya,

 

Suami saya? Eng ...eng..dimana ya pak suami saya? “ tanya saya balik bertanya sambil menangis.

 

Si Bapak malah bingung dan membantu saya berjalan sampai jalan raya yang tidak tergenang banjir.  Di ujung jalan, tiba-tiba saya melihat sosok suami saya dan berlari  layaknya scene film AADC. Sambil menangis saya teriak,

 

Babah.... Babaaahhh!! “ teriak saya. Paksu kaget melihat saya dan bertanya,

 

Ndaa tadi kemana? Aku nyariin!! Aku takut kamu kenapa – napa! Gpp kan? Kok nangis? “ tanyanya khawatir

 

Tadi aku jatuh ke solokan. Gak keliatan! Aku takut! “ jawabku masih sambil nangis.

Ya Allah! Maafin aku ya ninggalin kamu. Maafin aku belum bisa beliin kita mobil! Maafin yaa.... udah jangan nangis lagi “ jawabnya sambil meluk saya erat-erat.

 

Akhirnya kami pulang, sambil mendorong motor sampai rumah yang jaraknya hampir 5 KM!  Hari itu sungguh luar biasa naas, tapi lucu kalo dipikir – pikir!

 

Kalo mengingat moment itu, sungguh luar biasa perjuangan saya yang tetap meneruskan kuliah sambil hamil besar.

 

Melahirkan Keenan

 

Malam itu saya resah. Perut saya tak enak dan saya sulit tidur karena saya merasakan mules yang tiada henti. Ibu saya bilang saya akan segera melahirkan. Lalu esoknya kami ke bidan. Dan setelah di cek, saya sudah pembukaan satu. Lalu kami pulang dan menunggu di rumah. 

Pukul 10 pagi, saya merasakan mules yang semakin hebat. Tidak kuat rasanya sampai meminta Paksu mengantar saya ke bidan dan menunggu disana sampai saya melahirkan. Dengan gerak cepat Paksu ambil motor dan antar saya ke bidan. 

Lucunya, ditengah jalan sedang ada razia motor. Kami yang naik motor tanpa mengenakan helm, sudah pasti di stop Pak Polisi. 

Selamat siang pak, maaf bapak saya tilang karena tidak menggunakan helm! “ sapa pak polisi, 

Aduh pak! Maaf istri saya ini mau melahirkan! “ jawab Paksu teriak 

Ooohh... aduuuh... baiklah pak! Maaf kalau begitu, ayo cepat segera ke rumah sakit. Hati-hati dijalan ya Pak “ jawab pak polisi yang malah jadi panik dan bingung!  Dan kami pun tidak  jadi ditilang dan kami sampai di bidan dengan selamat, Hehehehe. 

Setelah menunggu hampir 12 jam, pembukaan tetap di angka satu. Gak naik-naik. Bidan akhirnya memutuskan menggunakan induksi agar pembukaan saya cepat naiknya. 

Iya sih jadi cepet naik kaya roket, saking cepetnya saya gak bisa nahan itu rasa mules sampai terus nangis dan meringis. 

Enam jam kemudian akhirnya saya pembukaan 10 dan siap melahirkan. Rasanya? Sakit banget buuu!! Sampai saya ga tahan dan teriak kaya orang gila. Padahal udah komat kamit baca doa dan solawat. Tapi tetep saya gak kuat nahannya. Sampai-sampai pak suami abis babak belur badan sama kepalanya saya cubit , cakar dan jambak rambutnya! Huhuhu, maafkan aku Paksu. 

Alhamdulillah, keenan lahir dengan selamat dan sehat sempurna. Rasanya? Bahagia sekali. Dan gak nyangka. Tapi sayangnya, saya mengalami Ruptur stadium empat yaitu tingkatan tertinggi dalam ruptur perineum setelah melahirkan. 

Robekan ini memanjang hingga ke dinding rektum, dimana jalan lahir sobek parah hingga anus yang berpotensi menyebabkan disfungsi dasar panggul dan saluran pencernaan. Hingga akhirnya bidan menyerah dan membawa saya ke rumah sakit dan saya di operasi bius total. 

Alhamdulillah proses operasi lancar. Tapi tidak dengan proses pembayaran operasi. Total biaya operasi memakan uang hingga 15juta! 

Suami saya sampai syok dan menangis di depan saya setelah saya siuman. Kami tidak punya tabungan sebanyak itu. Kami hanya menyiapkan dana 5 juta saja untuk persalinan. Itupun sudah habis untuk biaya persalinan di bidan. 

Ingin saya memohon bantuan pada ibu, tapi tiba – tiba saya ingat kalau beliau masih menanggung biaya kuliah adik bungsu saya. Lalu saya ingat ayah saya, saya coba telpon beliau tapi sayangnya setelah setengah jam menelpon, panggilan saya tidak dijawab. Orang tua saya sudah bercerai, sehingga suasana ini makin membuat hati saya sedih dan merana. 

Saya tertegun diam dan berfikir segalam macam alternatif solusi. Hingga akhirnya saya memutuskan suatu hal yang saya tau saya akan merasa sangat terpukul dan sedih teramat sangat karenanya. 

Saya lihat, Paksu juga berusaha menelpon kesana dan kemari mencari pinjaman. Tapi sepertinya gagal. Karena beliau datang menghampiri saya dengan wajah sendu. Melihat Paksu begitu kebingungan, akhirnya saya angkat bicara , 

Bah, pake aja uang buat sidang dan wisuda aku “ ucap saya 

Hah? Apa ndaa? Pake uang kuliah ndaa? “ jawab paksu terperangah kaget, 

iyaa..... “ jawabku sambil nangis, 

Tapi ndaa.... “ jawabnya getir 

Gak apa-apa Bah, aku ikhlas “ jawabku berusaha nahan tangisan. 

Lalu kami saling memandang dan berpelukan. Ya Allah, sesungguhnya aku sedih dan bingung. Tapi, kami tak punya pilihan.

Keputusan Akhir


Akhirnya, inilah moment dimana saya harus melepas impian terbesar saya demi kesembuhan saya setelah melahirkan keenan, anak pertama kami. Saya sedih? Tentu. Kecewa? Tidak. 

Pada akhirnya saya merasa, menjadi Arsitektur Lanskap mungkin bukan jodoh saya. Mungkin Allah hendak mengantarkan saya menuju impian lain dan menyiapkan saya untuk rencanaNYA yang lebih besar. Wallahualam. 

Terkadang saya merana, setiap kali Dosen yang baik hati itu menelpon atau watsapp menanyakan kabar saya dan menyemangati saya untuk meneruskan kuliah. Tapi dengan berat hati saya selalu menolak dengan alasan anak saya tidak ada yang menjaga. Padahal, sesungguhnya bukan itu alasannya. 

Ingin rasanya meneruskan kembali, tapi situasi finansial kami masih belum stabil. Usaha Paksu juga masih dirintis sementara kebutuhan bayi dan rumah tangga selalu meminta tiada henti setiap hari. 

Akhirnya, saya ikhlaskan dan melepas Impian saya. 

Tapi, Allah itu memang Maha Baik dan Penyayang. Seiring berjalannya waktu , akhirnya saya menemukan impian baru. Menjadi illustrator dan Menulis. 

Iya, saya tetap meneruskan hobi menggambar saya hingga berbuah manis yaitu di pinang saah satu clothing di Bandung dan menjadi illustrator mereka selama hampir 5 tahun terakhir. 

Saya juga kembali menekuni hobi saya yang lain yaitu menulis di Blog dan memutuskan untuk menjadi Blogger. Akhirnya, disinilah passion saya tertambat dan berlabuh. Entah ada rencana besar apa yang Allah siapkan untuk saya di impian baru saya ini. Apapun itu, saya tetap bersyukur. Karena melalui menulis, saya bertemu banyak relasi dan kawan baru yang saling support dan menyemangati. Dan yang paling utama, saling menguatkan dan menginspirasi. Untuk yang satu ini, saya tidak bisa berhenti bersyukur. Terimakasih Ya Allah. 

Terkadang, rencana yang sedemikian dirancang degan sempurna pada akhirnya bisa ambyar dan tidak tercapai. Terkesan tidak adil memang, tapi rencaa Allah lebih besar dan hebat dari rencana kita manusia. Jadi, tidak apa akhirnya saya tidak menjadi Arsitektur Lanskap. Karena sekarang saya menjadi “arsitektur” masa depan anak-anak saya. 

END

-----------------------------------------

Tulisan ini memenangkan juara pertama dalam sayembara menulis Paidguestpost#1 bertema THOUGHT yang diselengarakan oleh pemilik blog CREAMENO 



Silaturahmi dengan teman baru lewat Tanos walking challenge



Saya masih ingat alasan mengapa saya mengusulkan tema challenge Tanos bulan September pada partner saya Renovrainbow adalah #walkingchallenge, yaitu 

" Teh, aku tuh pengen banget gak gampang cape kalo abis beraktivitas padat, bikin challenge olahraga yuk! " 

Dan Renov setuju walau sesungguhnya saya tau do'i lebih rajin olahraga dibanding saya, hehehe. I really want to say thank's a lot to you sis, karena sudah mewujudkan harapan emak yang mulai melar badannya selama masa pandemi ini, hihihi. 

Lalu digelar lah Tanos walking challenge yang berlangsung pada tanggal 07 - 13 September 2020. Dan kali ini, kami sepakat untuk mengajak teman satu komunitas kami di 1minggu1cerita dan teman - teman kami yang lainnya lewat undangan terbuka di platform social media Instagram. 


Review Tantangan

Lalu bagaimana pengalaman saya sendiri selama melaksanakan tantangan kali ini? 
apakah masih suka cepat lelah setelah beraktivias? 
apakah ingin meneruskan tantangan?

Klise jika saya katakan anak-anak jadi alasan, tapi demikianlah adanya guys! hihihi. Jadi, rute saya hampir selalu sama setiap hari, yaitu keliling lapangan terdekat di rumah atau keliling RW. Karena, anak-anak gak mau diajak jalan-jalan terlalu jauh. Iya sih, kasian ya jalan jauh bisa bikin kaki mereka pegal-pegal. Dan saya juga gak bisa berjalan lebih dari 20 menit walau sangat ingin, percayalah. Baru muter satu keliling aja, Kilan udah histeris minta pulang! wkwkwk. Jadi, emak harus mengeluarkan jurus, " Jajan lah sama kakak ya, nih uangnya " hehehehe. Aman.

Karena ini olahraga ringan, jadi efeknya juga ringan. Belum bisa membuat saya turun BB ( hadeeuuhh yang emak harapkan terlalu besar ya! hehehe ) tetapi cukup menjadi pembuka bagi emak untuk kembali zumba di rumah. Iya, olahraga favorit saya memang zumba. selain mudah, murah dan dirumah. Jadi anak-anak gak akan meraung-raung minta pulang atau ini dan itu, hehehehe.





Berbeda dengan cerita saya yang itu-itu aja, partner terbaik saya kak Renovrainbow memiliki cerita yang berwarna dengan menelusuri kota Wuppertal dimana do'i tinggal sekarang. Keren lah.

Btw, Ilustrasi artikel ini kaya yang gak nyambung sama bahasan ya? hihihi. Nyambung kok bagi yang suka nonton animasi karya Studio Ghibli, " Kiki Delivery Service"  pasti ngeh.. Disana diceritakan kalo kiki kabur dari rumah karena ingin mengejar impiannya menjadi penyihir dan di kota itulah dia ketemu banyak orang-orang baru yang baik hati dan mendukung kiki menjadi penyihir. 

Ibaratnya, Tanos walking challenge itu begitu bagi saya. Mungkin sebagian peserta ada yang sudah saling mengenal, tapi saya tidak mengenal semua terkecuali Kak Renov, teh Ail dan Kak Hani karena kami tergabung dalam komunitas 1m1c. Dan suatu kehormatan serta kebahagiaan tersendiri bagi saya untuk bisa berkenalan dengan teman-teman yang lain.

Harapan di luar pengharapan


Alhamdulillah, respon dan antusiasme dari partisipan luar biasa. Bahkan di luar harapan kami. Semua partisipan semangat dan saya sendiri merasa sangat terharu sekaligus terhibur dengan caption kocak para partisipan. 

Semangat para partisipan dalam mengikuti #tanoswalkingchallenge ini bahkan mengalahkan saya sebagai panitia, hehehe. Betapa tidak, para partisipan bahkan berjalan hingga melebihi batas minimal syarat tantangan ini yaitu yang hanya 20 menit saja. Rata - rata para partisipan berjalan hingga 1 - 3 jam per hari. Luar biasa bukan? tentu dengen menerapkan protokol kesehatan ya yaitu jaga jarak dan mengenakan masker.

Satu hadiah yang kami terima selama tantangan ini adalah bahwa kegiatan tantangan kali ini di liput oleh salah satu peserta partisipan yang biasa kami panggil dengan #pejuangtanos, yaitu Kang Huyogo yang ternyata adalah seorang wartawan. Beliau meliput kegiatan Tanos walking challenge di portal media online Liputan 6. Alhamdulillah. Saya berasa jadi artis, hihihihi. Terimakasih banyak Kang. 







Apa kata mereka


Alhamdulillah, reson dari setiap partisipan luar biasa. Soal semangat jangan ditanya deh. Semua sangat semangat. Siapa aja sih para pejuang Tanos yang hebat - hebat itu? ini diaaa

  1. Kak Adi
  2. Kak Ani,
  3. Kak Anil,
  4. Kak Devina,
  5. Kak Dita,
  6. Kak Endah “Kebuli Bandung”,
  7. Kak Hani,
  8. Kak Hugo,
  9. Kak Meti,
  10. Kak Michelle,
  11. Kak Netta,
  12. Kak Thea,
  13. Kak Vivi. 


Saya sangat bersyukur juga sangat menghargai apresiasi dari para pejuang Tanos hingga dituangkan dalam sebuah tulisan tersendiri di blog para pejuang tanos yaitu Kak Anilawati  Devina, Vivi dan kak HaniTerimakasih banyak ya. 


Yuk kita simak testimoni dari para pejuang tanos di hari terakhir #tanoswalkingchallenge berikut ini.




















Selanjutnya ada apa ya?
Melihat antusiasme para pejuang Tanos yang masih semangat melakukan challenge bahkan hingga tantangan usai dan juga beberapa teman kami yang ingin bergabung, maka challenge ini akan diperpanjang hingga batas waktu ..... tidak ada batasnya! hehehe.





Semoga tantangan ini bisa menjadi sebuah kebiasaan baru yang positif ya teman - teman. Bagi yang mau ikutan #tanoswalkingchallenge generasi kedua, ciee.... yuk ikutan. Caranya gampang banget. Cukup repost postingan di feed kak Renovrainbow di akun IG nya @renovrainbow yaaa... sampai ketemu di  #tanoswalkingchallenge

Salam Tanos


Cerita #tanoswalkingchallenge hari ini

It's Final Day!!! Horeeee

Yes, hari ini adalah hari terakhir Tanos walking challenge. Akhirnya berhasil melaksanakan tantangan selama tujuh hari tujuh malam, eh....enggak deng, hanya tujuh hari saja! hihihi

Hari ini masih berlanjut di rumah nenek. Kali ini ambil rute mencari Mang Bacang judulnya. Karena Kilan keukeuh pengen . Kita bertiga jalan melewati jalan komplek dan bertemu hal - hal unik di perjalanan.

Seperti,  ketemu cafe yang bangunanya bangus banget. Dengan tanaman rambat bebrunga putih menjuntai dari atap hingga jendela. Serasa ada  di bali . Lalu ketemu tupai! iua tupai tapi dalam sangkar burung yang tinggi dan besar. Kasian banget sih aku liatnya. 

Apalagi ya, oh ojol ojol ada truk gede ikut parkir belakang rumah dan nemu tulisan unik. Jalan kakinya 21 menit lumayanlah ya.

Hatur nuhun pisan buat partner terbaik, renovrainbow dan juga semua pejuang tanos yang udah konsisten dan semangatnya luar biasa mengalahkan kami paniciaaa, hihihihi











Para Pejuang Tanos


Apa kabar para #pejuangtanos lainnya ya? Silahkan klik link di masing-masing profil para pejuang Tanos di bawah ini ya.


3. Vivi
4. Dita 
9.  Bundav_26
10 Meti

Winner Of Today : Day 7


Dan yah, seperti biasa. Saking gemes dan terpukaunya dengan semua cerita, saya dan kak renov kebingungan nih pilih yang mana. Tapi akhirnya, kami memutuskan, kak Meti dan Kak Adi sebagai winner of today .  Selamat ya kak  (^__^)