Perbedaan Desain Interior Skandinavia dan Minimalis

17 komentar

Perbedaan Desain Interior Skandinavia dan Minimalis
Perbedaan Desain Interior Skandinavia dan Minimalis


Desain interior Skandinavia dan minimalis merupakan dua jenis desain interior yang sedang tren saat ini. Tidak hanya desain arsitektur perumahan, desain Skandinavia dan minimalis juga memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap desain interior, furniture dan peralatan rumah tangga. .

Tidak sedikit developer perumahan dan pelaku usaha furniture seta interior yang fokus terhadap desain Skandinavia dan Minimalis. Coba saja anda browsing meja makan, kursi, sofa, lemari pakaian hingga peralatan rumah tangga di salah satu marketplace maka anda akan disuguhkan berbagai macam produk interior, furniture dan rumah tangga yang memiliki desain Skandinavia dan minimalis.

Namun tahukah kamu jika ternyata terdapat perbedaan mendasar antara desain interior skandinavia dan desain minimalis. Kaget kan? Yess, saya juga demikian awalnya.karena saya menilai sama antara desain interior skandinavia dan desain interior minimalis karena memiliki persamaan yaitu sederhana dan minimalis.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh yuk baca lebih lanjut mengenai perbedaan dua jenis desain interior yang tengah menjadi tren saat ini.


Desain Interior Skandinavia


ciri desain interior skandinavia
ciri desain interior skandinavia


Desain skandinavia merupakan desain interior yang memiliki pondasi lima filosofis hidup masyarakat skandinavia yaitu Lagom, Hygge, Sisu, Fika dan Lyyke.

Lima filosofis masyarakat skandinavia tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk desain interior yang menghasilkan desain yang sederhana, praktis, fungsional, santai, menyisakan ruang untuk menambah luas ruangan serta menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan bahkan daur ulang.

Untuk mempermudah perbandingan desain interior Skandinavia dan minimalis maka saya membaginya kedalam empat nilai yaitu nilai kesederhanaan, nilai keberlanjutan, Nilai Fungsi serta Pemilihan bentuk dan warna.

1. Nilai Kesederhanaan

Desain interior Skandinavia sangat berfokus pada nilai kesederhanaan furniture dan peralatan rumah tangga serta dekorasi untuk rumah dan apartemen menjadi lebih nyaman. Nilai kesederhanaan desain interior Skandinavia tercermin melalui furniture berikut ini :

  • Desain interior Skandinavia minim dekorasi dan hanya menambahkan satu hingga dua hiasan dinding
  • Desain interior Skandinavia tidak menggunakan karpet dan lebih mengutamakan penggunaan kayu untuk lantai. Penggunaan karpet hanya ditempatkan di area tertentu seperti ruang keluarga, kamar tidur dan dapur.
  • Desain interior Skandinavia memiliki bentuk furniture yang simple dengan bentuk geometris yang jelas seperti garis, kubus, persegi panjang, bulat atau kotak. Disinilah letak nilai utama kesederhanaan desain interior Skandinavia.

2. Nilai Keberlanjutan

Desain interior skandinavia sangat peduli terhadap kepedulian lingkungan. Furniture yang digunakan dalam desain interior Skandinavia menggunakan material ramah lingkungan dan menerapkan konsep reuse material-material lama serta recycle.

Desain interior Skandinavia juga mengutamakan penggunaan material alami, kuat sehingga tahan lama dan ramah lingkungan. Selain material kayu, desain interior Skandinavia juga menggunakan material besi, kulit, atau kaca.


3. Nilai Fungsi

Desain interior Skandinavia sangat mengutamakan nilai fungsional pada furniture. Misalnya desain furniture kursi yang fokus pada pemilihan material yang kuat dan tahan lama, penggunaan kayu sebagai rangka dengan desain minimalis dan warna netral seperti krem atau pink pastel. Tidak terdapat begitu banyak lekukan atau dekorasi kursi yang tidak dibutuhkan.

Jika diibaratkan, desain kursi ya sesuai bentuk kursi pada umumnya, tidak neko-neko dengan dekorasi dan detail yang tidak perlu. Begitu juga untuk meja, lemari dan peralatan rumah tangga lainnya.

4. Pemilihan Warna

Desain interior Skandinavia memiliki warna netral tanpa kombinasi dua warna atau lebih. Umumnya, warna dinding adalah putih dan beberapa warna pada furniture seperti biru, abu-abu, juga pink pastel.

Pemilihan warna furniture desain Skandinavia berfokus pada keseimbangan antara bagian yang terang dan mencolok dengan warna dingin yang menenangkan.


Desain Interior Minimalis


ciri desain interior minimalis
ciri desain interior minimalis


Apa itu desain interior minimalis? Mengutip dekoruma, desain interior minimalis merupakan desain yang berfokus pada penghematan dalam dekorasi melalui penggunaan furniture yang fungsional, memiliki bentuk geometris, serta kombinasi dua warna. Berikut ciri khas desain interior minimalis berdasarkan empat nilai, yaitu :

1. Nilai Kesederhanaan

Secara filosofis, desain Interior minimalis mewakili semangat dan gaya hidup modern, urban, dan dekorasi sederhana namun estetik. Sama halnya dengan nilai kesederhanaan desain interior Skandinavia, desain interior minimalis juga memiliki nilai kesederhanaan yang sama yaitu sederhana tanpa banyak memiliki dekorasi yang tidak perlu.

Nilai kesederhanaan desain interior minimalis tercermin melalui furniture berikut ini :
  • Desain interior minimalis memiliki dekorasi yang cukup bervariasi namun dengan bentuk minimalis atau sederhana. Berbeda dengan desain interior Skandinavia yang hanya memiliki dua hiasan dinding, pada desain interior minimalis jumlah dekorasi lebih dari dua namun disesuaikan dengan luas ruangan, nilai keseimbangan dan nilai fungsi. Jika dekorasi berjumlah terlalu banyak tentu ruangan tersebut tidak menjadi minimalis lagi bukan?
  • Desain interior minimalis menggunakan karpet dengan material bervariasi dan digunakan hampir di semua area yang membutuhkan penggunaan karpet. Lantai kayu juga kerap digunakan namun tidak sepenuhnya digunakan. Beberapa area tetap menggunakan lantai ubin bahan lantai semen yang memiliki nilai estetika.
  • Desain interior Minimalis memiliki bentuk furniture dan perabotan yang lebih bervariasi dengan mengeksplorasi bentuk geometris seperti segi empat, segi enam, segi delapan, gelombang, dan berbagai bentuk geometris lainnya.

2. Nilai Keberlanjutan

Berbeda dengan desain interior Skandinavia, pada desain interior minimalis tidak terlalu mengutamakan nilai keberlanjutan namun tetap mengutamakan nilai daya tahan furniture. Desain interior minimalis menggunakan furniture dan peralatan rumah tangga dengan material plastik yang kuat dan tahan lama, kayu dikombinasikan dengan besi anti karat dan umumnya furniture dibuat menggunakan material baru.

3. Nilai Fungsi

Desain interior minimalis memiliki filosofis dasar less is more yang berfokus pada penggunaan furniture dan perabotan utama yang memang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ruangan. Ya, tidak jauh berbeda memang dengan nilai fungsi desain interior Skandinavia.

Desain interior minimalis pada dasarnya merupakan desain interior yang berfokus pada bagaimana mendesain interior di dalam rumah baik itu ruang kerja dilahan terbatas dan juga ruang area lainnya.

4. Pemilihan warna

Desain interior minimalis memiliki elemen warna lebih banyak dan bervariasi bahkan mengkombinasikan dua warna. Umumnya warna yang digunakan adalah warna terang, pastel dan warna tegas namun tidak mencolok. Desain interior minimalis juga menggunakan warna-warna yang tengah menjadi tren namun bukan warna yang mencolok.


Kesimpulan


Perbedaan desain skandinavia dan minimalis
Perbedaan desain skandinavia dan minimalis

Sekilas memang tidak terlalu terlihat perbedaan desain interior Skandinavia dan minimalis. Namun dari penjelasan desain interior Skandinavia dan minimalis diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan keduanya terletak pada nilai keberlanjutan, penggunaan material furniture serta peralatan yang digunakan, bentuk dan warna.

Seiring dengan berjalannya waktu, desain interior Skandinavia dan minimalis melebur menjadi satu kesatuan dan menciptakan desain interior tersendiri. Seperti pemilihan warna yang lebih bervariasi pada desain interior Skandinavia dan penggunaan material ramah lingkungan pada desain interior minimalis.

Pada akhirnya, memang tidak ada perbedaan yang signifikan pada dua jenis desain interior ini. Kamu dapat memilih kolaborasi desain interior Skandinavia dan minimalis untuk mempercantik ruangan sembari turut serta menjaga lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global dengan memilih material ramah lingkungan, membuat furniture atau perabotan daur ulang dan reuse serta menggunakan material berdaya tahan lama dengan desain minimalis dan berfokus pada nilai fungsi.

Menarik bukan? Sudah siap renovasi interior rumahmu? Yuk mulai dari sekarang.
Eka FL
Mom Blogger Bandung, illustrator, art enthusiasts

Related Posts

17 komentar

  1. Aku baru tahu banget nih model desain interior seperti ini, beneran cakep ya kalau di terapkan dirumah apalagi ini menjaga lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global. Pas banget dengan keadaan saat ini

    BalasHapus
  2. Selama ini saya kira Skandinavia ini memang desain minimalist, ternyata ada perbedaan yang cukup banyak yaaa. Menarik, sekarang saya jadi tau bedanya apa.

    BalasHapus
  3. Suka dua-duanya, baik interior skandinavian maupun interior minimalis keduanya memberikan kesan sederhana namun tetap elegan dengan warna-warna naturalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kak, aku juga suka dua-duanya, karena memang aku pribadi yang suka sama desain yang sederhana tapi tetap elegan hihihi.

      Hapus
  4. Jujurly, aku suka sama keduanya sih, teh Eka. Apalagi, penerapan nilai²nya yg bermakna dikehidupan. Desain keduanya juga nggak jauh beda dilihat dari nilai²nya juga. Aku mikirnya, ini desain rumah yg pasti bikin betah sih, xixixi..

    BalasHapus
  5. Sering kecele dengan penyebutan desain interior ala skandinavia karena terlihat minimalis. Ternyata bedanya cukup kentara kalau diperhatikan secara saksama ya. Termasuk dalam pemilihan bahan untuk furniture.

    BalasHapus
  6. aku jadi bingung. aku suka taneman desain ala skandinavia tp somehow juga sukanya minimalis yang ringkes bersih gtu. kalo ada taneman kan kudu siram atau jemur ya hehe ketahuan banget pemalasnya aku

    BalasHapus
  7. Duh, kalo buat orang awam seperti saya pasti tidak akan bisa membedakan mana yang desain minimalis dan Skandinavia. Keduanya terlihat sangat mirip.

    BalasHapus
  8. Keduanya konsep design yang menarik buat diterapkan di hunian ataupun kamar. Kebayang ya itu kalau pas WFH terus kitanya pengen foto produk, nah bakalan bagus jadinya dari segi background dan suasana

    BalasHapus
  9. Yess banget hampir mirip yaa...dan saya suka yang simple2 tapi tahan lama karena bukan type yang suka beli2 furniture, beli disaat butuh krn ada yg rusak...jadi pilihan dari bahan kayu yg kuat spt jati adalah kesukaanku. (Gusti yeni)

    BalasHapus
  10. Menurutku, minimalis lebih ke optimalisasi fungsi dibanding skandinavian yang lebih mementingkan estetika. Tapi semua jenis desain ini punya keunikan yang bisa disesuaikan dgn selera. Tapi seleraku lebih pengen ke skandinavian sih.

    BalasHapus
  11. Sepintas mirip, tapi ternyata beda di nilai-nilai yang diambil ya. Kalau Skandinavia lebih ke estetik, kalau minimalis lebih ke fungsi

    BalasHapus
  12. Saya lebih suka ke Skandinavia, dengan desain interiornini jadi terlihat lebih menarik. (Sugianto)

    BalasHapus
  13. Wah kupikir interior minimalis itu seperti gaya hidup minimalis yang mengedepankan keberlanjutan barang ternyata malah skandinavia ya yang begitu

    BalasHapus
  14. Ingin rasanya bisa memiliki rumah dengan desain Skandinavia atau minimalis.
    HIhi.. karena rumahku jadi gak minimalis setelah usia pernikahan lebih dari 10 tahun. Rasanya jadi barang dari tahun ke tahun nambah teruuss... huhuhu~

    BalasHapus
  15. aku juga hampir tidak bisa membedakan dan sekarang sudah tau ternyata aku lebih suka desain Skandinavia :D

    BalasHapus
  16. Aku suka minimalis. Tapi skandinavia juga keren ya. Jadi suka juga

    BalasHapus

Posting Komentar