Siapa bilang film zombie isinya cuma aksi kejar-kejaran yang mencekam atau adegan gore yang bikin mual? My Daughter is A Zombie justru hadir dengan cara yang beda banget.
My Daughter is A Zombie adalah film drama komedi Korea Selatan yang diproduksi oleh Studio N, Next Entertainment World (NEW) yang diadaptasi dari webcomic berjudul asli "Zombiega Dweeeobeorin Naui Ddal” karya Lee Yoon-Chang.
Berdurasi 114 menit, My Daughter is A Zombie bercerita tentang seorang ayah tunggal bernama Jung Hwan (Choo Jung-seok) yang stress dan ketakutan luar biasa ketika putrinya bernama Soo Ah (Choi Yoo-Ri), berubah menjadi zombie setelah wabah virus melanda kota mereka.
Enggan menghilangkan nyawa putrinya, Jung Hwan membawa Soo-A ke kampung halamannya dimana ibunya, Bam Sun (Lee Jeong-eun) berada.
Jung Hwan memang se-cinta itu pada Soo Ah, anak perempuan kesayangannya.
Tapi siapa Soo Ah sebenarnya bagi Jung Hwan adalah sebuah plot twist yang bakal bikin sudut pandang kamu berubah drastis saat menonton. Status Soo Ah ini bukan cuma pelengkap cerita, tapi kunci utama kenapa Jung Hwan sebegitu hancurnya saat melihat kondisi Soo Ah.
Film ini menawarkan banyak scene lucu dan menggemaskan yang bikin yang terpingkal-pingkal dan menangis di scene berbeda. Saya kira, jalan ceritanya yang sederhana menjadikan film ini memang banyak disukai penonton.
Informasi Film dan Daftar Pemain My Daughter is a Zombie
Awalnya saya gak ngeh dengan siapa yang memerankan Soo-A, tapi setelah cek dan ricek….oh ini mah yang main jadi Kim Tae Ri kecil di film Alienoid.
Selain Soo-A, tokoh favorit saya adalah nenek galak, cerewet tapi lucu dan menggemaskan yang diperankan dengan begitu piawai oleh Lee Jung-Eu si "nenek segala film", julukan yang layak diperolehnya karena totalitasnya memerankan karakter ibu atau eomma yang ikonik.
Dengan kemampuan akting luar biasa, Lee Jung-Eun konsisten membintangi berbagai proyek populer, seperti Law School, dan The Day I Died: Unclosed Case dan tentu saja Film Parasite (2019).
Selain Lee Jung-Eun, film My Daughter is A Zombie juga dibintangi Cho Yeo-Jung, yang ternyata reunian nih bareng Lee Jung Eun pasca sama - sama membintangi Parasite (2019). Berbeda dengan perannya di Parasite yang memerankan tokoh wanita kaya raya, di film ini Cho - Yeo-Jung memerankan tokoh perempuan yang merupakan cinta pertama Lee Jeung-Hwan bernama Shin Yeon-Hwa, yang punya dendam kesumat terhadap zombie.
Berikut nama pemain My Daughter is a Zombie secara lengkap, yaitu :
- Choo Jung-seok : Seorang ayah bernama Lee Jeung-Hwan
- Choi Yu-Ri : Anak perempuan Lee Jeung-Hwan bernama Lee Soo-A yang berubah menjadi zombie.
- Lee Jung-Eun : Neneknya Lee Soo-A
- Cho Yeo-Jung : Cinta pertama Lee Jeung-Hwan bernama Shin Yeon-Hwa,
- Yoon Kyung-Ho : Sahabat di kampungnya Lee Jeung-Hwan bernama Jo Dong-Bae
Selain deretan nama aktor dan aktris terkenal, hal menarik lainnya dari film ini adalah, sisi drama dan kemanusiaan yang bikin terharu berkat kepiawaian sutradara Pil Kam-sung dan produser Kwon Michelle ditemani Kim Woo Taek dan dibantu sederetan tim produksi yang expert di bidangnya, yaitu :
- Penulis Skenario: Pil Gam-Seong, Kim Hyun
- Penata Kamera: Kim Tae Soo
- Penyunting Gambar: Nam Na Young
- Penata Artistik: Chae Kyung Hwa
- Penata Musik: Kim Tae-seong
- Penata Suara: Kim Suk Won
My Daughter is A Zombie bukanlah film baru di tahun 2026, melainkan film tahun 2025 yang dirilis di bioskop Korea Selatan pada 30 Juli 2025 dan di bioskop indonesia pada 8 Agustus 2025.
![]() |
| Daftar pemain film My Daughter is A Zombie |
My Daughter is A Zombie, Bukan Film Zombie Biasa Tapi Tentang Mencintai Tanpa Batas
Cerita dimulai saat Jung Hwan (Choo Jung-seok), seorang ayah tunggal, harus menghadapi kenyataan pahit ketika wabah virus melanda kota mereka. Bayangkan betapa hancur hatinya saat mendapati putrinya sendiri, Soo Ah (Choi Yoo-Ri), malah berubah menjadi zombie.
Alih-alih kabur atau melenyapkan nyawa Soo Ah demi keamanan negara, Jung Hwan justru memilih jalan berisiko. Ia membawa Soo Ah pulang ke kampung halaman untuk menyembunyikannya di rumah sang nenek, Bam Sun (Lee Jeong-eun).
Kehidupan mereka di desa pun berubah jadi sangat kocak sekaligus mengharukan. Sebagai mantan pelatih harimau, Jung Hwan mencoba menggunakan keahliannya untuk "menjinakkan" insting zombie Soo Ah. Dibantu sahabatnya Dong Bae yang awalnya ogah-ogahan, mereka mulai melatih Soo Ah agar bisa bersikap seperti manusia lagi.
Salah satu momen paling juara adalah saat sang nenek yang diperankan dengan apik oleh "nenek segala film" Lee Jung-Eun, sibuk merias wajah Soo Ah supaya nggak kelihatan kayak zombie. Bahkan ada scene ikonik saat mereka menari lagu "No. 1" milik BoA hanya demi mengelabui kerumunan zombie lainnya. Asli, bagian ini bikin terpingkal-pingkal!
Namun, di balik semua komedi slapstick itu, film ini sebenarnya bicara soal grief atau rasa duka yang belum selesai.
Kita diajak melihat bagaimana seorang ayah berjuang mati-matian mempertahankan sisi kemanusiaan anaknya. Rasa haru bakal meledak saat kita melihat Soo Ah mulai menunjukkan sisa-sisa memori dan emosi manusianya. Film ini jadi metafora kehidupan yang sangat nyata tentang bagaimana kita memperlakukan orang yang kita sayangi saat mereka sudah tak lagi mengenali kita.
Scene terakhir dimana akhirnya Soo-A ditemukan oleh "polisi zombie", adalah scene ter-nyesek dan bikin saya sakit kepala karena nahan nangis. Malu atuh iih nangis di sebelah anak saya yang juga ikutan nonton, hahaha.
Tapi beneran se-nyesek itu sih. Jung Hwan rela pasang badan melindungi putri kesayangannya dan ditembak mati. Tapi apakah Jung Hwan beneran mati atau gak? Plot twist sih ini, hehe.
Jadi, gak salah kalau saya kasih statement film ini bukan film zombie biasa. Terlebih saya gak begitu suka film zombie karena biasanya penuh aksi berdarah dan gore. Selain Train To Busan, film ini adalah film zombie kedua yang jadi favorit saya.
Melihat Jung Hwan yang berdiri sendirian di garis depan demi melindungi dunianya, kita seolah diingatkan tentang betapa sunyinya perjuangan seseorang yang harus menjadi tameng tunggal bagi anaknya. Ada beban yang tak kasat mata saat seseorang harus memikul tanggung jawab besar tanpa pundak lain untuk bersandar, tentang bagaimana rasanya tetap harus terlihat kuat dan waras, padahal hati sendiri sudah babak belur menghadapi kenyataan.
Pengorbanan Jung Hwan adalah bukti bahwa kasih sayang bukan cuma soal memberi makan atau tempat tinggal, tapi soal kesiapan untuk menjadi orang yang tidak pernah menyerah.
Di saat dunia sudah angkat tangan dan menganggap semuanya sia-sia, ia tetap memilih untuk berdiri tegak, pasang badan, dan memastikan bahwa apa pun yang terjadi, anaknya tidak akan terluka sendirian. Ini adalah bentuk cinta yang paling murni sekaligus paling menyakitkan, sebuah pembuktian bahwa bagi seorang pelindung, tidak ada kata 'pulang' sebelum memastikan anaknya aman.
Saya jadi teringat ibu saya, a fighter single mother yang meski hubungan kami love-hate realationship, saya bisa merasakan sebesar apa perjuangan dan kasih sayang yang diberikannya tanpa syarat dan batas, kepada kami, anak-aaaknya.
Fakta Menarik Dibalik Film Korea My Daughter is A Zombie
Selain mengharukan, film ini juga lucu dan bikin saya ketawa terutama scene Soo-A dan sang ayah yang menari lagu BoA "No.1" dan menirukan gerakan zombie yang patah-patah untuk mengelabui zombie agar mereka keluar dari kepungan zombie, apakah berhasil? Tentu tidak. Akhirnya mereka tetap harus lari demi menghindari kejaran zombie.
Selain lucu, My Daughter is A Zombie juga punya fakta menarik, yaitu hadirnya kucing yang lucunya minta ampun.
Saya sempat mengira kalau kucing itu hasil editan AI karena, kok bisa sih kucing duduknya begitu enjoy, bisa mengedipkan kedua mata dan lain sebagainya. Tapi Ternyata , kucing dalam film My Daughter is A Zombie beneran kucing nyata bernama Geum Dong, kucing dari agen Pet Focus yang sudah terlatih.
![]() |
| Geum Dong, kucing lucu di film My Daughter Is A Zombie |
![]() |
| Tokoh di film My Daughter Is A Zombie yang paling saya suka, Nenek Lee Jung-Eu, selalu bawa penggaruk punggung yang ternyata, Soo-A takut dengan penggaruk itu |
![]() |
| Salah satu scene lucu di film My Daughter Is A Zombie, asli bikin ngakak sih |
Fakta lainnya, akting keren Choi Yoo-Ri sebagai Soo-A, tokoh zombie di film ini bukanlah hasil akting karbitan, melainkan hasil pengalaman akting yang matang dari keterlibatannya dalam film -film terkenal seperti Alienoid, Hip Hop King, Class of Lie, My Strange Hero, Priest , Clean With Passion For Now, Mother dan masih banyak lagi.
Fakta terakhir, berkat prestasinya nangkring tanpa goyah di posisi teratas Box Office selama sepuluh hari tanpa putus sejak perilisan perdananya, My Daughter is A Zombie meraih penghargaan Blue Dragon Film Award Audience Choice Award for Most Popular Movie, bahkan film ini juga memecahkan rekor pembukaan tertinggi untuk genre komedi di sepanjang sejarah film Korea Selatan.
Namun, bagi saya, Kolaborasi akting pemain yang sempurna dan kepiawaian sang sutradara serta sinematografis yang apik dan alur cerita yang sederhana tapi manis-lah yang berhasil menyabet award tertinggi sebagai film drama-komedi terbaik tahun ini, hehehe.
Kesimpulan
My Daughter is A Zombie bukanlah film zombie biasa yang digarap “yang penting gore”, melainkan serius dan penuh perhatian mulai dari narasi, pemilihan aktor dan aktris, pemilihan tim produksi hingga fakta menarik dibalik film itu sendiri.
Fakta-fakta tersebut menjadi gambaran awal mengapa film ini mampu diterima luas oleh penonton. Selain itu, My Daughter is A Zombie, adalah salah satu film yang mampu meninggalkan jejak emosi cukup kuat setelah menontonya, lebih dari sekadar film zombie, melainkan metafora kehidupan nyata terkait isu sosial.









wah pasti ngakak banget, jadi pengen nonton juga :D
BalasHapus