Menjadi Seniman Adalah Jalan Ninjaku

jalan ninjaku menjadi seniman


Menjadi Seniman Adalah Jalan Ninjaku. Waktu pertama kali membaca cuitan “ Ini Jalan ninjaku ” berseliweran di twitter, saya gak begitu “ngeh” atau paham. Saya pikir cuitan jalan ninjaku artinya ya memang jalan menjadi ninja.


Usut punya usut ternyata Jalan ninjaku diambil dari kata-kata bijak Naruto, "Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku.” Tetapi karena saya bukan penggemar Naruto jadi ya gak begitu saya perhatikan. Tapi setelah saya googling ternyata jalan ninjaku memiliki makna dalam juga.

Dikutip dari blog nya fandom Naruto, Jalan Ninjaku adalah aturan pribadi yang dimiliki shinobi. Jalan ninjaku adalah cara hidup, moto mereka, keyakinan, atau "mimpi" para shinobi. Jalan ninjaku merupakan terjemahan dari bahasa jepang Nindō (忍道) yang secara harfiah berarti "Jalan Ninja".

Begitu dalam ya, bisa dibilang jalan ninjaku ini semacam prinsip hidup seseorang. Jadi wajar saja jika lantas filosofis dasar ini digunakan oleh seantero netizen Indonesia sebagai jalan ninja hidup mereka. Termasuk saya kah? iya! wkwkwk

Mengapa saya menjadikan seniman sebagai jalan Ninjaku?


Seniman itu apa sih? Yuk kita berteori sedikit, jangan ngantuk ya! hihihi

Dikutip dari Wikipedia ( seperti biasa, hehe ), Seniman atau artis adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Seniman merujuk kepada orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik.

Jadi kalau kamu suka bikin DIY, Suka menulis ( baik di blog atau karya sastra lainnya ) dan kamu suka menggambar lantas hal itu menjadi bagian dari hidup kamu, maka kamu termasuk Seniman.

Kebetulan, saya suka menulis dan menggambar dan menjadikan keduanya bagian dari hidup saya maka Fix deh saya menjadikan Seniman  jalan ninjaku tapi bukan the way of life. Bagi saya pribadi itu dua hal yang berbeda.

Menjadi Seniman adalah bagian dari Jiwa, Bukan Way Of Life


Mengapa saya menjadikan seniman sebagai jalan Ninjaku? Karena memang dasarnya jiwa saya ya jiwa seniman. Saya menyukai seni sejak kecil dan seni menjadi motivasi hidup saya. Tidak hanya seni menggambar, tetapi juga sastra dan seni audio visual seperti film dan musik. Tapi menjadi Seniman bukan jalan hidup saya. Jalan hidup saya memegang prinsip lain yang lebih utama, yaitu agama.

Yups. Menjadi Seniman memang jalan ninjaku tapi bukan my way of life. Mengapa? baiklah saya sedikit cerita sebelum bobo ya, hehe

Jadi, saya menyukai seni sejak kecil dan seni menjadi motivasi hidup saya. Tidak hanya seni menggambar, tetapi juga sastra dan seni audio visual seperti film dan musik.

Saya tidak lahir dari keluarga seni, tidak ada satupun keluarga saya yang berprofesi sebagai seniman. Kalaupun ada itu mungkin dari ibu saya yang ketika muda nya memiliki hobi yang sama dengan saya namun tidak dilanjutkan karena berbenturan dengan kondisi satu dan yang lainnya.

Semuanya berawal dari kegemaran saya menonton film Little House on Prairie dan Friday the 13th ketika saya masih SD. Kegemaran menonton film lantas makin menggila ketika saya kerap merasakan kesepian karena setiap hari ditinggal dirumah sendirian. Kedua orangtua saya bekerja sehingga saya kerap merasa kesepian. Rasa sepi tersebut lantas mendorong saya mencari “pelarian” untuk menumpahkan rasa sepi dan sedih. Lantas menggambar dan menulis kemudian menjadi pelarian saya.

Saya mengamini quote Kurt Cobain “ Tragedy, thanks for the art “ yang mana quote ini muncul karena, jika bukan karena hidup Kurt Cobain yang bisa dibilang dramatis dan penuh dengan muatan tragedi maka seorang kurt cobain tidak akan menjadi musisi dan seniman yang diakui karyanya oleh dunia. Seni adalah pelarian sekaligus rumah bagi jiwa nya yang rentan, sepi dan penuh dengan gejolak emosi lainnya.


Jadi, ya baik dari dulu hingga sekarang seni adalah rumah bagi jiwa saya dan rumah bagi saya menumpahkan segala emosi. Tetapi menjadi Seniman bukan way of life, bukan bagaimana saya menjalani hidup. Sekali lagi saya katakan, itu dua hal yang berbeda.

Hal ini berkaitan dengan jiwa seni. Nah, makin bingung kan? wkwkwk. Yuk kita kembali berteori, siapkan keripik dan minuman ya biar gak ngantuk, hihihi

Jiwa Seni Adalah Jalan Ninjaku


Coba deh saya tanya, ketika saya sebutkan kata Seniman apa sih yang ada dipikiran teman-teman? sosok seperti apa?

saya yakin Seniman yang ada di dalam pikiran dan bayangan teman-teman adalah sosok orang yang hidupnya bebas, rambut gondrong (kalau cowok), gaya fashion nya nyentrik, idealis, gaya bicara slenge-an, tidak suka aturan dan terkesan hidup semau gue! iya kan? wehehe

Tidak salah memang persepsi Seniman yang ada dalam bayangan teman-teman seperti itu. Karena stereotip Seniman seperti diatas memang melekat kuat dalam jiwa seorang Seniman yang mana cukup erat kaitannya dengan salah satu tipe kepribadian yaitu ISFP.

Wah apaan itu ISFP?

ISFP merupakan singkatan dari introversion, sensing, feeling, dan perceiving.

Saya bukan orang yang ahli dalam menganalisa kepribadian seseorang karena saya tidak memiliki background pendidikan terkait hal itu. Tetapi dikutip dari Voi.Id yang membahas mengenai jenis kepribadian yang satu ini menyatakan bahwa,

ISFP merupakan tipe kepribadian yang senang mengeksplorasi berbagai jenis konvensi sosial dan dengan talentanya menyulapnya menjadi sebuah karya yang kaya akan nilai etis dan estetis dan memiliki ciri - ciri umum sebagai berikut :

  1. Introvert. Mereka akan terlihat sebagai orang yang penyendiri dan pendiam, terutama di lingkungan yang tidak mereka kenal. Tetapi mereka memiliki kelebihan fokus pada detail dan sangat peka terhadap suara, rasa, perasaan, dan bau. Jadi, kehidupan mereka selalu dipenuhi dengan sensasi.
  2. Tidak tertarik untuk jadi seorang pemimpin karena mereka tidak suka mengontrol orang lain.
  3. Memiliki nilai-nilai yang digenggam erat dan konsisten dengan nilai yang mereka percayai itu.
  4. Senang bekerja di tempat yang mengizinkan mereka bebas berekspresi
  5. Seorang yang ingin hidup bebas.
  6. Tidak suka mengatur orang lain dan tidak ingin diatur oleh orang lain.
  7. Meskipun Introvert, seorang ISFP tergolong cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bertindak lebih baik daripada orang lain. Seorang ISFP memiliki Kepribadian yang juga ramah sehingga sangat menarik bagi lingkungan sekitarnya.
  8. Tidak suka dikritik yang to the point, menusuk dan kurang dewasa
  9. Tidak Menyukai tugas yang rutin kecuali kalau memang hal tersebut diperlukan.
  10. Tidak menyukai Hal-hal yang terlalu teoritis dan lebih suka hal-hal yang praktis
  11. Lebih suka menghindari konflik dan lebih memilih untuk tidak memaksa kan pendapat atau nilai yang dipercayainya kepada orang lain.

Udah, itu aja dulu deh. Soalnya masih banyak lagi poin-poin yang lain tapi saya rangkum saja. Kalau mau tau lebih jauh tentang kepribadian ISFP silahkan googling sendiri yaa.

Jadi, mengapa saya bisa menyatakan bahwa mostly seniman memiliki kepribadian ISFP dikarenakan banyak teman-teman seniman saya yang seperti itu, termasuk saya dan suami yang sama-sama terjun di dunia seni.

Yang paling terlihat sih kami menyukai kebebasan berekspresi dan tidak menyukai aturan. Tapi bukan berarti kami hidup tanpa aturan. Dan tidak semua seniman juga memilki kepribadian ISFP. Saya rasa diperlukan serangkaian tes yang valid terkait hal ini, apakah kamu termasuk jenis kepribadian ini atau tidak.

Tetapi yang jelas, menjadi Seniman bagi saya harus memiliki jiwa seni dimana seniman memiliki sense of beauty and aesthetic, kreatif, inovatif , jeli dan sensitif terhadap hal-hal yang tidak umum yang tidak biasa. Untuk itu, jiwa harus memiliki ruang untuk bergerak bereksperimen dan berkreasi tanpa batasan dan aturan. Karena batasan dan aturan terkadang membuat para seniman stuck dalam berkarya.

Makanya kenapa kebanyakan Seniman terlihat seperti hidup semau gue dan gak suka aturan! wkwkwk dan itu lah jiwa saya, jiwa seni yang menyukai keindahan dan kebebasan dalam berekspresi dan tidak suka aturan. Karakter ini lantas menjaid bagian dari prinsip hidup saya.

Bebas! iya. Itulah mengapa menjadi Seniman adalah jalan ninjaku.

Lagi-lagi harus saya ingatkan, bebas disini bukan bebas tanpa batas. Justru sebaliknya. melalui kebebasan ini saya menemukan way of life. Apakah itu? naaah penasaran kan????

Menjadi Seniman artinya Menjadi Manusia Seutuhnya


Dalem banget gak sih? wkwkwk

Iya, melalui seni saya bisa melihat banyak hal yang tidak biasa dan merasakan hal yang tidak biasa juga. Melalui seni, saya juga menemukan way of life, filosofis hidup, solusi permasalahan hidup, teman seperjuangan dan menemukan jati diri.

Dalem kan ya, wkwkwk.

Setiap Seniman akan memiliki tujuan dari menciptakan karya yang berbeda, apakah karena kepuasan batin, ekspresi jiwa atau tujuan kebermanfaatan bagi orang lain.

Terkait hal ini, saya menemukan ulasan menarik terkait Seni dan Filsafat seni. Di kutip dari Serupa.id menyatakan bahwa,

Seorang seniman harus memiliki filsafat seninya sendiri kemudian mampu mengaplikasikan pada karyanya agar dapat memberikan perkembangan bagi budaya seni dan kehidupan manusia.

Misalnya, seorang seniman yang senang membaca literasi sosialis maka akan menggunakan prinsip-prinsip teori tersebut dalam karyanya dan menyampaikan pesan moral positif. Inilah yang disebut Seniman yang berkontribusi nyata bagi budaya seni dan kehidupan manusia.

Dan inilah maksud lain mengapa menjadi Seniman sebagai jalan ninja saya.

Untungnya hidup saya tidak senaas Kurt Cobain yang memilih mengakhiri hidupnya. Seni tidak menolong hidupnya. Tapi tidak bagi saya.Kecintaan saya terhadap seni, terutama sastra, literasi dan gambar justru menggiring saya menemukan insight dan motivasi hidup.


freedom writers



Seperti Film Little House On Prairie, Freedom Writer atau buku favorit saya Totto-chan, Buku - buku karya Torey Hayden , Buku - buku Islam dan masih banyak lagi. Kalau bukan karena film dan buku - buku tersebut, rasa sepi, tidak sabar dan ikhlas menerima situasi keluarga tentu akan membuat saya melakukan hal yang diazab Allah SWT.

Bagaimana dengan lagu?

Masa - masa kelabu saya banyak dibantu oleh lagu - lagu dari Linkin Park, Avril Lavigne dan Kelly Clarkson. Lagu bertema sama, yaitu tentang broken home. Lagu Numb nya Linkin Park berdampak cukup besar terhadap hidup saya. Selain karena saya dan almarhum Chester sama - sama berasal dari keluarga broken home, tetapi juga video klip Numb ini juga menceritakan kisah seorang gadis yang juga korban broken home dan lari ke dunia seni ( menggambar) , tentu dong jiwa saya terasa terwakili, hehe

Somehow, saat saya sedih lalu mendengar lagu mereka saya merasa jadi terwakili dan lebih kuat.



Linkin Park "Numb"



Kami Seniman Bebas Tapi Memiliki Batas


Pada akhirnya, melalui seni saya menemukan bagaimana seharusnya saya menjalankan hidup. Memang, stereotip seniman diluar sana umumnya adalah mereka yang hidup bebas dan aturan dan memiliki tampilan dengan rambut awut-awutan, pola pikir yang tidak biasa dan penuh ide-ide yang tidak dipahami oleh orang lain. Tidak salah memang, tapi tidak semua seniman begitu.

Pada satu titik seorang seniman juga akan menemukan batas untuk hidupnya. Ada suatu masa ketika trend hijrah meningkat di kalangan musisi indie di Bandung. Tidak sedikit bahkan banyak yang melakukan hijrah total hingga membakar alat musik yang mereka miliki sebagai simbolis hijrah mereka. Saya tidak menjudge, toh itu pilihan hidup mereka dan kepercayaan mereka. Tetapi pilihan saya dan suami berbeda.

Suami yang khatam pesantren sejak SMP hingga SMA menjadi dasar agama yang cukup kuat baginya menjadi seorang musisi. Walau masa mudanya banyak bergelut dengan gaya hidup rock and roll yang cukup kelam tetapi tidak menjerumuskan terlalu dalam.

Bahkan teman - teman seprofesi heran melihat suami yang , maaf - maaf ya... Tidak minum atau sejenisnya. Sambil berkelakar suami sering di goda, " masa rocker gak minum? " , Yaaa begitulah. Tapi gak sedikit juga teman seprofesi yang menghormati suami yang tidak minum dan menawarkan kopi yang sayangnya juga tidak mengkonsumsi dan pada akhirnya hanya ditawarkan juice atau air mineral, wkwk

Pada akhirnya setiap pengalaman hidup, apa yang dirasakan dan dilihat di sekitar suami tuangkan dalam musik yang dia buat bersama band nya sekarang. Hampir semua lagu UTBBYS menceritakan kehidupan sehari - hari dengan harapan pesan dalam lagu tersampaikan ke telinga pendengar dan dirasakan cukup dalam sehingga berimbas terhadap hidup mereka menjadi lebih baik or at least feel better setelah bergelut dengan kehidupan. Musik mereka bahkan minus kisah cinta. Hanya satu deng, dan itu hadiah untuk saya! wkwkwkw, uhuuuyy



Salah satu lagu UTBBYS berjudu; " Time Is Near" menceritakan tentang salah satu ayat Al-Qur'an yaitu surat An-naas sebagai inspirasi nya



Lagu UTBBYS berjudu; " Ironic" menceritakan tentang ketimpangan sosial


Lain kali saya akan cerita tentang lirik lagu - lagu mereka dan cerita dibalik lagu - lagu mereka ya.

Begitu juga dengan saya. Hijrah yang pernah saya lalui ketika SMA dan khatam mengikuti berbagai macam aktivitas Rohis hingga masuk berbagai “genre” menjadi dasar yang cukup juga bagi saya menjadi seorang seniman. Ada setitik keinginan dimana saya ingin membuat buku seperti abunada, membuat ilustrasi islami dan kisah-kisah islami disertai ilustrasi dengan harapan karya seni yang saya buat memiliki impact terhadap hidup seseorang, entah itu menjadi terinspirasi, menjadi termotivasi atau menjadi semangat menghadapi amukan badai kehidupan.



artjoka
Beberapa karya saya yang terinspirasi dari isu sosial dan lingkungan


Untuk bisa ke tahap itu tentu masih banyak proses yang harus saya lalui. Ilmu agama yang masih harus terus digali, hidayah yang masih harus dikejar dan konsistensi menjalankan ibadah yang dipertahankan. Dan inilah salah satu alasan kuat mengapa Menjadi Seniman adalah jalan ninjaku.

See, tidak semua hal yang berbau seni itu ya seperti itulah. Tapi ya kembali lagi kepemahanan masing -masing terkait seni ya. Karena pemahaman terkait seni ini masih pro dan kontra di luar sana.

Apa Sih Jalan Ninjamu?


Setiap orang pasti memiliki jalan hidup yang berbeda yang akhirnya mengantarkan mereka ke muara pencarian jati diri. Apapun prinsip nya yang menjadikan prinsip itu sebagai jalan ninja, semoga bisa membantu diri dalam mencapai keseimbangan dan keselarasan hidup.

Bagi saya pribadi, jalan hidup itu harus menghantar kan ke jalan yang sesuai dengan prinsip agama dan kepercayaan saya. Jalan ninja itu harus bisa menyelamatkan saya dunia dan akhirat. Karena menjadi hamba Allah juga kan perlu seni bukan? seni memahami, seni menghayati dan seni mengamalkan.

Senang sekali jika teman-teman bersedia sharing seperti apa sih jalan ninja teman-teman? yuk berbagi cerita di kolom komentar.


Tulisan ini masuk kedalam Minggu Tema 
" Jalan " di komunitas 1 Minggu 1 Cerita




11 komentar:

  1. Mba Eka... Keren banget seniman tuh, aku selalu kagum.. karena diriku nggak ada jiwa seni sama sekali wkwk

    Bagus2 gambarnya.. semoga makin bersinar di jalan ninjanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak Monikaaa,
      yakin deh kakak juga pasti ada jiwa seni nya cuman butuh di trigger aja. kakak kan suka nulis, nah itu juga bagian dari seni kan, hehehe. selamat mengulik jiwa seni ya kak

      Hapus
  2. Kagum banget sama Kak Eka dan suami 😆. Yang satu di bidang gambar dan literasi, yang satunya di musik. Dan kalian berdua sama-sama kerennya 😍. Gimana gak keren, kalau seni yang digeluti gak cuma bisa dinikmati, tapi tetap bisa beriringan dengan nilai beragama.

    Aku sendirinya pernah menganggap kalau seniman terutama di bidang musik rock lebih dekat dengan hal-hal yang negatif. Ternyata gak semua kayak gitu. Contohnya suaminya Kak Eka, nih. Bahkan ngopi aja nggak dong 😆. Aku jadi ngerasa kalah nih. Soalnya aku udah diperingatkan orang-orang terdekat buat berhenti ngopi, tapi tetep gak bisa. 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. ka Roem, makasih udah berkunjung
      aduuuh idung saya terbang nih karena ge er di puji mba roem, hehehehe
      alhamdulillah aja mba kami konsisten bidang yang kami suka, hihihihi.

      ayo kak stop minum kopi, aku juga stop terpaksa jadinya karena kemarin malah sakit gara-gara kopi+gadang, huhuhuhu

      Hapus
  3. mbakk ekk, aku salfok sama templatenya, makin seger
    aku suka nulis, bisa disebut seniman juga berarti ya, sayangnya kalau urusan menggambar ga pinter banget :D

    akutuh kalau liat seniman di luar sana suka kagum, gimana nggak kagum kalau karya dan pemikirannya bener bener out of the box buat aku, aku aja ga pernah terpikir hal "A" misalnya, ehh para seniman bisa berpikir sampe ke hal itu dan menciptakan sesuatu yang unik

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba ainuunnn, halooooo
      aduuh makasih kak. iya nih aku ganti template ( pake yang gratisan sih, wehehehe ) dan ganti konsep. biar seger ke aku nya dan juga yang berkunjung. seneng banget kalo ternyata kakak sukaaa, makasih yaaa

      iyesss, kakak bisa dikatakan seniman juga. tinggal ngulik, banyak latihan dan terus belajar pasti bisa jadi penulis sukses kak

      nah seniman yang out of the box ini adalah seniman yang dikasih anugerah atau gift sendiri kak, beda sih sama aku yang kadang malah banyak mandeg nya, wkwkwkwkwk

      Hapus
  4. yaampun kak! Kita nulisnya setemaaa hihi tapi kak Eka lebih lengkap kap kap....

    Ternyata kak eka itu ISFP toh?? Aku INFJ hehe

    aku baru tau loh kalo MV dari Numb itu tentang anak broken home... Eh tapi liriknya juga emang ngarah ke situ juga yaaakk Huaa deep....

    jalan ninjaku apa yaaa? Jadi mikir dalem 🤔🤔🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai haaiii kakak,
      sebetulnya aku kurang paham nih soal kepribadian, aku kutip dari salah satu web aja tentang jiwa seniman itu biasanya ada di tipe kepribadian apa. eh tapi ternyata kepribadian INFJ juga bisa banget jadi seniman lho, hehehe
      kebanyakan lagu linkin park sih so deep dan dark gitu ya, tentang hati yang kecewa dan sebagainya. mungkin karena chester yang bikin kali yaaaa, jadi luapan emosi dia gitu.

      hayooooo yuk cari - cari apa jalan ninjaku ya? hehehe, selamat mencari yaaa

      with love

      Hapus
  5. Kalau dipikir-pikir, jalan ninja ini mirip-mirip sama ikigai yaa mbak Eka🤔 Aku baru kepikiran setelah baca sampai beres, wkwk. Karena jalan ninja itu bukan sesuatu yg jadi landasan kuat untuk kita hidup, tapi sesuatu yg mana ada sparks and joy di dalamnya yg membuat kita merasa lebih "hidup".

    Kalau ditanya, apa jalan ninjaku, waduuuhhh bingung mbaak, hahah😆 Baru kemarin ditodong pertanyaan serupa sama mbak Frisca, sekarang "ditodong" lagi sama mbak Eka🤣 yang jelas untuk sekarang sih kayaknya membuat karya adalah jalan ninjaku. entah itu karya tulisan di blog, atau di podcast. namun apakah aku akan jadikan ini way for living, itu dia yg belum kebayang:') Maklum lah newbie ini mesti realistis dulu mbak, belum bisa earn money dari passion seperti mbak Eka😭 Huhu saluuudd sama mbak Eka😍

    By the way, berarti mbak Eka introvert yaa? Akupuuuun, hihi. Tapi mbti-nyaa intp nih😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak awal, seneng banget nih blog aku di kunjungi, hihihi ❤️

      Hayooo apa nih jalan ninja nya kak awl, hihihi. Seiring waktu pasti ketemu. Prosesnya panjang dan kakak masih muda, ceileee hehehehe. Btw congrat yaa udah lulus, pasti legaaaaa

      Naahh itu ketemu jalan ninja nya, bikin karya terus. Jangan dulu mikir bercuan atau tidak, soal cuan mah ngikutin. Kebetulan aja lewat jalan ninja versi aku bisa bercuan walau gak banyak, cukup lah buat modal beli alat gambar, hahahaha


      Aku ambivert sih kak, kadang intrivert tapi kalau situasi mendukung bisa jadi extrovert, hihihi

      Hapus
  6. Applause nih buat teh Eka. Ortuku keduanya seniman, keknya teh Eka udah tau ya kalo aku mantan anak band yg gagal, wkwk..

    Yah, jalan ninjaku sekarang jadi blogger, masih tercium bau bau seninya walo dikit, haha..

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan isi artikel, tidak meninggalkan link dan tidak ditulis anonim ( atau saya hapus). Terimakasih

All illustrations created by artjoka. Diberdayakan oleh Blogger.