Tampilkan postingan dengan label ilustrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilustrasi. Tampilkan semua postingan


Malaikat Tak Bersayap Itu Bernama, IbuPagi itu cerah dan matahari bersinar hangat. Saya duduk di depan teras sambil menyeruput teh manis di temani goreng ulen dan obrolan hangat bersama ibu. Nikmat sekali, bahkan kami mengobrol di temani lagu kpop favorit saya dan ibu tidak keberatan, hehe

Sambil ngobrol banyak hal, saya memperhatikan betapa sayangnya saya dengan sosok yang satu ini. Ibu adalah sosok yang tegar dan kuat sekaligus bagai malaikat tak bersayap bagi saya.

Walau ibu bercerita banyak hal sambil tersenyum dan tertawa lebar, saya bisa melihat banyak sekali gurat kesedihan dan kerapuhan di setiap keriput yang mulai muncul di wajah ibu. Seketika rasa sesal menyeruak dalam dada saya, rasa sesal karena pernah menyakiti Ibu.

Hal ini membuat saya selalu bertanya, masih adakah waktu bagi saya untuk dapat membuat ibu bahagia ? masih banyak kah waktu yang tersisa bagi saya untuk mewujudkan impian Ibu? 

Saya terus menanyakan hal yang sama pada Tuhan di setiap sujud. Rasa sesal yang bergelayut dalam hati saya bersumber pada satu hal, dosa besar yang saya takut Tuhan akan murka karena dosa saya itu. 

Dosa saya adalah pernah membenci Ibu saya dalam waktu yang cukup lama dan menyalahkan Ibu atas semua peristiwa buruk yang terjadi dalam hidup saya. Kami bahkan hidup bertahun - tahun lamanya dalam konflik tiada akhir dan setiap bertemu sering bertengkar hebat berujung saling menyakiti. 

Mengapa saya pernah membenci ibu saya dan menyalahkan ibu atas semua peristiwa buruk dalam hidup saya sampai sekian lamanya?

Tumbuh Dengan Rasa Kesepian


Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua orangtua saya bekerja setiap hari dan libur hanya di hari Minggu. Hal ini menyebabkan saya sering di tinggal sendiri di rumah dengan adik. 

Ada rasa sepi selama saya ditinggal bekerja oleh orang tua saya. Karena, setiap hari saya berangkat sekolah, makan siang dan mengaji sendiri. Tanpa memberi salam atau disambut pulang sekolah dengan gembira oleh ibu. Selain itu saya juga harus menjaga dan menyiapkan segala keperluan adik saya. 

Tidak jarang saya juga bermain sendiri, karena teman - teman seumuran saya rumahnya jauh.

Hal ini membuat saya tumbuh menjadi anak yang kesepian dan tidak percaya diri.
Hal ini ditambah dengan hubungan saya dengan orangtua sangat kaku dan formal. Ibu memiliki karakter agak keras, begitu juga ayah. 

Ayah sangat disiplin dan galak. Beliau termasuk orang tua yang tidak bisa mentolerir kesalahan meskipun usia saya masih sembilan tahun. Hukuman fisik sudah jadi langganan saya ketika saya melakukan kesalahan. Bentakan dan kata - kata kurang pantas juga sering saya terima. Terkadang saya lari ke pelukan ibu untuk mencari perlindungan, tapi naasnya ibu lebih sering diam ketimbang menghibur saya apalagi meraih hati saya.

Hal ini terkadang membuat saya berfikir kalau saya ini anak adopsi dan bukan anak kandung mereka. Rasa kesepian ini ditambah dengan keinginan saya yang kuat untuk memiliki ibu yang lemah lembut dan pengertian, tapi kenyataannya ibu adalah ibu yang tidak demikian. Benih tidak suka dan agak benci ibu berawal dari sini. Mungkin lebih tepatnya bukan benci, tapi kecewa.

Terkadang saya tidak mengerti, kenapa ibu selalu galak dan bersikap kurang lembut pada saya? apa saya anak yang nakal? apa saya menyebalkan? apa saya kurang pintar?

Saat itu saya tidak bisa menemukan jawaban apapun. mengingat usia saya masih sembilan tahun. Tapi sayangnya, perasaan ini terus berlanjut bahkan ketika saya mencapai usia sekolah menengah atas karena saya masih merasakan ibu masih tetap sama, sering marah dan galak. Tak ada sama sekali bayangan atau sebuah opini tentang ibu sebagai malaikat tak bersayap di benak saya saat itu. 

Perceraian Orangtua


Saya masih ingat, saat itu pertengahan bulan Juni tahun 1999. Suatu pagi yang cerah dan langit berwarna biru serta awan berarak ditemani matahari yang teduh . Pagi hari yang sempurna. Tidak ada tanda kemurungan. 

Pagi itu saya, ayah, ibu dan kedua adik sarapan bersama seperti biasanya. Saya duduk manis menunggu ibu menyiapkan sarapan sementara adik bernyanyi riang. Lalu kami sarapan bersama dengan nikmat. 

Lalu tiba-tiba tanpa peringatan dan aba-aba, ayah dengan wajah tegang dan kaku berkata,

jadi, teteh sama aa mau ikut siapa? Ayah atau ibu?” 
DARR!!! Saya merasa seperti terkena sambaran petir saat itu juga!! 
Saya hanya bisa berkata dalam hati, “what?!!! Apa Apaan ini??? Maksudnya ayah sama ibu mau cerai? On no!

Seketika saya seperti terkena sengatan listrik yang membuat sekujur tubuh saya berubah menjadi kaku dan kelu. Hilang semua kata dan pikiran. Pagi itu laksana hujan badai disertai amukan kilat, tak seindah cuaca cerah di luar sana. Sungguh ironis. 

Saya melihat Ibu hanya mampu berteriak seraya berkata, “ apa-apaan ini ayaaah? ayah bercanda? Maksudnya apa iniiiiii?” sambil terus menangis tiada henti. 

Ayah tidak menggubris pertanyaan dan tangis isak Ibu, ayah pergi meninggalkan meja makan dengan layu dan punggung tertunduk rapuh lantas berlalu meninggalkan kami di meja makan masih duduk tegang dan kaku. 

Saya bisa apa? Selain duduk mematung dengan pikiran berkecamuk tak percaya. lalu saya ingat harus sekolah, seketika saya bangkit dan berusaha memecahkan kekakuan tubuh lalu bergegas berangkat sekolah. Saking bingung dan masih merasa tidak percaya, saya berangkat sekolah seakan kejadian tadi pagi tidak terjadi. Saya bahkan gak nangis! 

Sejak kisah pagi yang tragis itu, hidup saya tidak pernah sama lagi. Saya rasa, inilah akhir dari segala drama keluarga selama ini. Drama keluarga? Iya, drama keluarga dimana ayah dan ibu sebelum kejadian naas itu memang sering bertengkar. Mereka kerap bertengkar hampir di setiap kesempatan.Entah apa yang diributkan, semua pertengkaran selalu berakhir dengan teriakan, bentakan dan bantingan pintu kamar tidur. 

Orang Tua saya memang bukan orang tua yang harmonis sejak awal pernikahan mereka. jadi sebetulnya, walaupun mereka akhirnya bercerai juga saya tidak heran. Tapi tetap saja, menghadapi gerbang perceraian mereka di depan mata rupanya membuat saya syok dan meninggalkan bekas luka yang selalu basah dan tak kunjung sembuh. 

Saya pun merasa perceraian mereka disebabkan oleh ibu yang tidak mampu menjaga dan melindungi keluarga hingga akhirnya mereka berpisah. Kalau saja ibu tidak selalu marah - marah dan galak, saya yakin ayah akan betah di rumah. Kalau saja ibu tidak egois dan gak selalu ingin didengar, ayah pasti gak akan lari dari pernikahan. Kalau saja. Semua gara - gara Ibu!! kadang saya sesumbar dalam hati, apa itu istilah ibu sebagai malaikat tak bersayap? nonsense!!

Konflik Tiada Akhir


Setelah perceraian mereka, drama keluarga pun dimulai. Urusan hak asuh anak, uang bulanan sampai pernikahan ibu yang kedua. Baik Ibu maupun saya, kami masing - masing berjuang menghadapi perceraian. 

Ibu yang berusaha menyusun kembali serpihan emosi dan kewarasannya sendiri dan saya yang depresi karena merasa kehilangan sosok ayah dan keluarga yang tidak utuh. 

Kami tidak bisa saling menguatkan karena ibu enggan membagi rasa sedihnya dan melimpahkan tugas domestik pada saya, seperti urusan memasak, mencuci, menyetrika, membersihkan rumah sampai urusan sekolah kedua adik saya. 

Sementara ibu banyak menghabiskan waktu di kantor dan dengan bebas pergi kemanapun dia suka dan lupa kalau dia punya anak - anak rapuh yang harus diperhatikan di rumah. hal ini kemudian yang membuat saya semakin kecewa dan membenci ibu. Hal ini bahkan berlanjut sampai saya lulus kuliah dan mulai bekerja. 

Lelah dengan semua emosi negatif yang saya rasakan baik terhadap ibu dan hidup saya, akhirnya saya memutuskan untuk mengubah hidup saya, selamanya. 

Sebuah Titik Balik


Amarah, kecewa dan rasa kesepian yang menggelayuti hidup saya selama bertahun - tahun akhirnya menemui titik terang cahaya. Cahaya itu adalah Keenan, anak saya yang pertama.

Setelah menikah dan menjadi ibu akhirnya saya bisa memahami Ibu dan mencoba mengerti dan memaafkan ibu bahkan menyesal pernah membenci ibu segitu hebatnya. 

Proses ini tidak mudah dan panjang sekali. Prosesnya di mulai sejak saya masih kuliah tingkat D3 dulu sampai saya menikah. Setiap proses terasa sangat berat karena berbenturan dengan ego dan trauma.

Trauma dari perceraian dan bagaimana dulu saya diperlakukan kasar semasa kecil berimbas pada cara saya mengasuh anak saya. Trauma yang akhirnya baru terselesaikan setelah lebih dari dua puluh tahun berjuang. 

Pada akhirnya saya memahami bagaimana sudut pandang ibu tentang semua ini. Seperti kepingan puzzle, saya mencoba menyusun satu per satu bagian cerita dari sudut pandang ibu sebagai pribadi dan ibu sebagai ibu. 

Ibu Juga Manusia


Ibu juga manusia, perempuan yang memiliki perasaan, harapan, cita - cita dan keterbatasan. Gelar Ibu tidak serta merta menjadikannya makhluk sempurna tanpa cacat. Sebagai pribadi, ibu juga berproses menemukan jati dirinya. 

Ibu juga punya rasa sakit dan trauma. 

Saya masih ingat, Ibu pernah bercerita mengenai trauma yang beliau rasakan saat masih kecil. Saat itu usia ibu sekitar sepuluh tahun dan seperti kebanyakan anak di usia tersebut terkadang bermain bersama teman terkadang juga bertengkar. 

Naasnya, ketika ibu bertengkar dengan salah satu temannya, Ibu dari teman ibu saya itu mengadu pada kakek kalau pertengkaran anak mereka di sebabkan oleh Ibu saya, padahal teman Ibu saya itu yang memulai lebih dulu. Akibatnya, Ibu mendapat hukuman dari Kakek. Dengan menggunakan sapu lidi, pantat dan kaki ibu dipukul hingga memerah dan bengkak. Ya Tuhan, kalau mengingat cerita Ibu itu, hati saya sedih.

Ibu adalah anak kelima dari 8 bersaudara. Keluarga ibu termasuk keluarga kaya tapi gak kaya - kaya amat, cukup berada sampai kakek dan nenek waktu itu bisa menyekolahkan anak - anaknya hingga SMA. 

Kakek adalah seorang perwira ABRI berpangkat, saya tidak tahu pangkatnya apa tapi kakek pernah menjadi pemimpin sebuah tim saat ada konflik di Irian Barat dulu. Sementara nenek adalah keturunan bupati Cianjur, jadi bisa di bilang nenek berasal dari keluarga Raden.

Keluarga ibu cukup keras dan disiplin dalam mendidik anak - anaknya. Ibu juga sering merasa diperlakukan tidak adil mengingat ibu anak ketujuh dari delapan bersaudara. Ibu juga mengalami masa sulit di sepanjang masa mudanya. Banyak impian Ibu yang harus kandas demi kakak dan juga kami anak - anaknya.

Sewaktu kecil, Ibu memiliki hobi dan cita - cita sebagai penulis dan pelukis. wahh ternyata hobi ibu menurun pada saya ya, hehehe. waktu kecil ibu sering mengikuti lomba menggambar dan juara. Karena kakek dan nenek tidak menyetujui hobi ibu, jadi ibu mengikuti setiap perlombaan dengan diam - diam. Lalu darimana ibu mendapat alat tulis dan gambar? dari setiap hadiah lomba yang ibu terima. waahhh, ibu hebat yaa.

Saya rasa pengalaman ibu semasa kecil membuatnya menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan keras. Ibu berusaha untuk selalu berjuang dalam hidupnya. Memperjuangan harapan dan cita - citanya. Berjuang untuk mendapat kasih sayang dari keluarga dan orang sekitarnya. Saya bisa merasakan, ibu juga tumbuh dalam kesepian dan merasa kurang disayangi. 

Dengan Memahami bagaimana hidup ibu semasa kecil hingga dewasa, membuat rasa benci saya perlahan luntur. 

Kebencian saya terhadap ibu semakin luntur setelah saya menikah. Saya merasakan sendiri betapa sulitnya mempertahankan biduk rumah tangga. Tak semudah membalikan telapak tangan. Setelah saya sendiri mengalami konflik rumah tangga dan menjadi ibu bagi kedua anak saya, akhirnya saya paham bagaimana rasanya menjadi ibu ketika menghadapi perceraian mereka dahulu. Akhirnya saya mengiyakan istilah ibu sebagai malaikat tak bersayap. 

Memang tidak mudah menjadi ibu dan istri dengan segala tugas dan tanggung jawabnya. Tidak sedikit hal pribadi yang dikorbankan. Bukan hanya waktu, tapi tenaga, uang dan cita - cita. Menjadi ibu bukan hal yang mudah. Mulai dari kurang tidur sampai kelelahan tiada akhir mengurus mereka dari bayi. Belum termasuk stress mencari uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan anak. 

Saya jadi ingat, walau ibu jarang ada di rumah lalu ketika pulang sering marah, galak dan disiplin terhadap saya, Ibu tetap memperhatikan kebutuhan saya. Untuk urusan jajan dan perut saya tidak pernah kekurangan sedikitpun. Tidak ada istilah kelaparan atau gak punya mainan. Walau masa kecil saya kesepian, perut saya kenyang. Satu hal yang layak disyukuri sebetulnya. 

Perceraian juga bukan hal yang mudah bagi Ibu, saya bisa bayangkan betapa sulitnya menghadapi perceraian dan berjuang menyusun kembali kepingan jati diri setelahnya. Akhirnya saya dapat memaklumi ketika akhirnya ibu menjadi depresi dan hilang kendali setelah bercerai dengan ayah. Saya membayangkan kalau saya jadi ibu, mungkin akan sama depresinya dengan ibu. 

Dalam keadaan depresi pun, ibu tetap berjuang mencari nafkah untuk saya dan adik - adik saya. Bahkan saya bisa kuliah berkat perjuangan ibu. Ibu memang tangguh dan kuat. 

Sampai titik ini, saya semakin tersadar dan mulai merasa bersalah pada ibu karena pernah membencinya.

Permohonan Maaf


Setelah saya melahirkan Keenan, Ibu menemani saya selama tiga hari di rumah ibu mertua. Ibu membuatkan saya sup daun katuk dan daun kelor setiap hari. Mengajari saya memandikan Keenan, memakaikan baju dan menyusui. Saya merasa tenang dan nyaman selama ibu ada di sisi saya selama tiga hari itu. Saya sangat bersyukur masih memiliki ibu di sisi saya yang bisa mengajari saya bagaimana mengurus bayi yang baru lahir.

Sayangnya, karena ibu harus kembali bekerja ibu tidak bisa lama menemani saya. Hal ini membuat saya sedih dan kalang kabut hingga akhirnya membuat saya mengalami Baby Blues Syndrome. Ternyata melahirkan lalu mengurus anak baru lahir itu tidak mudah. Lelah dan stress nya luar biasa. 

Setelah saya melahirkan anak kedua, saya semakin menyadari pentingnya kehadiran ibu. Betapa saya sangat membutuhkan ibu dan menginginkannya selalu ada di sisi saya. Ibu adalah malaikat tak bersayap milik saya.

Saya mulai menyadari banyak hal mengenai ibu. Mulai bisa memahami dan memaklumi ibu saya. 
Setiap kali saya berlibur ke rumah ibu, saya bisa melihat ibu semakin tua dan fisiknya tidak sekuat dulu lagi. Saya juga bisa melihat banyak sekali gurat kesedihan dan kerapuhan di setiap keriput yang mulai muncul di wajah ibu. Seketika rasa sesal meyeruak dalam dada saya dan saya sadar kalau saya belum pernah sekalipun membahagiakan Ibu.

Ya Tuhan, sampai kapan saya akan membenci, marah , kecewa dan menyalahkan Ibu atas semua tragedi dalam hidup saya? Pantaskah saya menyalahkan beliau? Perceraian Ayah dan Ibu, apakah Ibu yang menciptakan dan menginginkan? Ibu juga berjuang mempertahan kan harga diri dan kewarasan beliau selama ini. 

Kalaupun ibu menjadi pribadi yang keras itu karena tuntutan ibu harus demikian demi kami anak - anaknya. Selama bertahun - tahun ibu bekerja tiada henti sampai pinjam sana dan pinjam sini demi biaya kuliah saya dan adik - adik saya. Sendirian! Karena ayah tak bisa diandalkan.

Ibu juga ingin bahagia. 

Saya tak pernah memikirkan hal itu. Ibu juga ingin memiliki pasangan hidup untuk saling berbagi dan menyayangi. Tapi kenyataanya, ibu kurang beruntung soal ini. Pertama perceraian dengan ayah dan dengan suami nya yang kedua yang lagi - lagi harus kandas. Saya yakin, ibu juga sama kesepiannya dengan saya. 

Mengapa saya sangat egois sekali dan hanya memikirkan penderitaan diri sendiri. Ibu juga sama kesakitannya, sama berjuang untuk dirinya sendiri. Ibu juga ingin bahagia, sama seperti saya.

Ya Tuhan, maafkan saya.

Akhirnya suatu hari saya memutuskan untuk bertaubat dan memohon ampunan pada ibu. Saya memilih hari ulang tahunnya sebagai hari taubat. Jauh - jauh hari sengaja saya menabung untuk membelikan jam tangan kesukaan ibu, jam tangan berlapis sepuhan emas. Dengan perasaan dag dig dug dan tegang, saya serahkan hadiah ulang tahun pada ibu. 

Ibu, selamat ulang tahun ya “ ucap saya, 

waahh apa ini teteh? hadiah buat ibu? waah, makasih teh. padahal mah gak usah repot - repot “ Jawab ibu dengan wajah senang.

gak apa -apa bu, teteh udah nyiapin ini udah lama kok, hihihi. buka dong “ jawab saya lalu ibu membuka hadiahnya dan terkejut.

waahh teteh, ini jam tangan emas ya? aduh pasti mahal! teteh gak lagi gak punya uang, padahal mah gak usah “ jawab ibu terkejut, lagi di kasih hadiah aja ibu masih mikirin masih keuangan saya. duh makin mencelos hati saya.

Gak kok bu, ini mah sepuhan kok, bukan emas beneran. hehehe “ jawab saya malu - malu

Ibu tampak bahagia sekali. saya senang dan hati saya terasa sangat hangat. Tanpa ragu lagi saya langsung memegang kedua tangan ibu lalu bersujud sambil menangis.

Ibu maafin teteh ya, teteh sering nyakitin perasaan ibu dan sering bikin ibu sakit hati. sering merepotkan dan selalu bentak ibu. maafin teteh ya Bu “ ucap saya sambil menangis. Tenggorokan rasanya seperti tercekik dan tangisan pun semakin sulit dikendalikan. 

Ibu terkejut dan ikut menangis. sambil mengangkat tangan dan kepala saya ibu berkata, 

Teteh… udah jangan nangis lagi, gak apa - apa teh…. gak apa - apa gak usah minta maaf sama ibu sampai kayak gini. Jauh sebelum teteh minta maaf , ibu udah maafin semua kesalahan teteh. maafin ibu juga ya

Lalu saya bangkit dari tangisan dan menatap wajah ibu yang terlihat basah oleh air mata di antara kerutan wajahnya. Kami berpelukan dan hati saya lega sudah. 

Lalu kami duduk bersebelahan sambil saling memegang tangan dan ibu mengusap air mata saya. lalu saya berkata, 

Maaf ya teteh belum bisa membalas semua kebaikan, kerja keras dan usaha ibu sejak teteh bayi sampai sekarang

Gak apa - apa teh, jangan mikirin itu. Ibu ikhlas mengurus teteh sampai sekarang. Buat ibu, melihat teteh bahagia sama anak - anak, pernikahan teteh bahagia dan teteh sukses ….ibu udah bahagia, itu hadiah terbaik buat ibu. yaaa selain sering dibawakan batagor sama roti bakar lah bonusnya, heheh” jawab itu menenangkan hati saya sambil bercanda. 

Ah, terimakasih Ya Allah. Saya masih diberi waktu dan kesempatan untuk memohon maaf pada ibu. Terimakasih. 

Hadiah untuk Ibu

Saya sangat bersyukur, sekarang hubungan saya dan ibu jauh lebih baik . Saya bersyukur masih diberikan ibu hingga usia ini dan masih diberikan kesempatan memohon maaf. 

Sekarang setiap kali kami bertemu, kami selalu bercerita banyak hal, ke salon bersama dan luluran bersama Hal - hal seputar dunia perempuan dan kecantikan yang tidak pernah kami lakukan waktu dulu. Bahkan kami sama - sama menyukai drakor, hehe.

Penyesalan saya hanya satu, saya belum punya cukup banyak uang untuk membalas semua perjuangan ibu untuk saya selama ini. Saya ingin sekali mewujudkan impian Ibu untuk memiliki rumah di desa lengkap dengan kolam ikan dan kebun anggrek, bunga favoritnya.

Ketika saya melontarkan keinginan saya ini, ibu hanya berkata, 

Yang terpenting buat Ibu sekarang, Teteh bahagia dengan pernikahan Teteh dan sukses. itu saja cukup buat ibu. gak perlu banyak ngasih hadiah. ya kalau ibu di kasih rezeki tentu gak ibu tolak ya, kan lumayan. hehehe “ jawab ibu sambil bercanda. 

Ibu doakan teteh sukses dengan menulis di blognya dan sukses jadi seniman. Cita - cita ibu yang gak pernah terwujud. Mendengar teteh juara lomba waktu itu terus kemarin dapet hadiah wacom, ibu seneng banget. Itu aja udah jadi hadiah buat ibu. Berarti ibu berhasil mengantar anaknya sukses “ lanjut ibu. 

Jawaban ibu memang ibu - ibu banget ya, saya juga merasakan hal yang sama untuk anak - anak saya. Yang terpenting adalah kebahagiaan dan kesuksesan anak - anaknya. Urusan kebahagiaan sendiri, itu belakangan. 

Untuk saat ini rezeki saya memang masih terbatas. Saya baru bisa memberikan ibu small things sebagai hadiah. Pijatan di kepala dan badan , general cleaning rumah ibu, memasak dan mencuci baju. serta jajanan sederhana. Semoga secepatnya saya bisa mewujudkan impian ibu ya.

Sebuah Pencerahan


selamat  hari ibu
me and mom


Ibu juga manusia, beliau tidak luput dari kesalahan dan ketidaksempurnaan. Ibu juga berproses dalam memahami dirinya sendiri dan mengobati luka lama.


Sungguh sangat egois jika kita sebagai anak hanya memikirkan luka batin sendiri, bagaimana dengan ibu? ibu juga punya trauma dan luka yang sama.

Jika dibandingkan dengan segala perjuangannya tanpa henti dan pamrih, luka batin yang saya alami sungguh tiada tandingannya. Mengingat semua perjuangan ibu, bagi saya ibu adalah malaikat tak bersayap. Sungguh.

Meminta maaf sekali saja rasanya tidak cukup, begitu pula dengan ucapan terimakasih. ada baiknya memang kita lebih sering menyapa hati ibu, menanyakan kabarnya dan mengatakan banyak terimakasih dan diakhiri dengan ucapan i love you ibu. Saya yakin Ibu akan sangat bahagia.

Sudahkan kita menyapa ibu kita hari ini? sudahkan meminta maaf? sudahkah memberikan small things yang bisa membuat wajahnya tersenyum? sudahkan kita mengatakan padanya, I Love you mom, thank you for everything ?
Sudahkan? yuk kita sapa ibu kita sebelum segalanya terlambat.


"Tulisan  saya ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba menulis Blog yang di selenggarakan oleh  Female Blogger Banjarmasin dan  Gloskin Banjarmasin, dengan Tema : Hadiah terindah untuk Ibu"







 Photo Challenge


Ikutan Photo Challenge Berhadiah Rasa Syukur dan Empati - Judulnya menggoda tidak? hehehe. Menggoda dong, di jaman serba sibuk seperti sekarang kadang kita sering luput akan hal kecil yang membuat kita lupa bersyukur dan memunculkan rasa empati baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita. Nah lewat tantangan foto ini, yuk kita kembali melihat hal kecil tersebut dan ceritakan kisah di baliknya. Sebelum lanjut, yuk kita bahas dulu mengenai foto dan fotografi. 

Definisi Foto dan Fotografi


Foto, siapa yang gak suka foto? mengambil foto atau bahkan di foto? nampaknya semua orang suka ya?. Lantas apa sih foto itu sebetulnya?

Menurut wikipedia, Foto adalah gambar diam baik berwarna maupun hitam-putih yang dihasilkan oleh kamera yang merekam suatu objek atau kejadian atau keadaan pada suatu waktu tertentu.

Sementara Fotografi merupakan serapan dari bahasa Inggris photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo" yang memiliki arti melukis/menulis. Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. 

Di jaman modern ini, siapapun bisa menjadi fotografer dan mengambil foto tidak hanya menggunakan alat fotografi yang canggih seperti kamera analog atau DSLR. Berkat kemajuan teknologi, handphone di masa sekarang banyak dilengkapi dengan fitur kamera yang bisa digunakan untuk mengambil foto dengan kualitas yang baik.

Hal ini tentu menjadi peluang bagi siapapun untuk belajar fotografi dan sekedar mengabadikan momen dengan kualitas foto terbaik. 

Tujuan Foto dan Fotografi


Jika melihat lebih dalam ke dunia fotografi, tujuan dari fotografi itu maknanya dalam dan filosofis. Fotografis sangat berkaitan erat dengan karakter personal kita, imajinasi dan kejelian kita dalam mengamati momen, cahaya, bentuk, warna dan unsur fotografi lainnya. 

Nampaknya fotografi ini sudah mirip dengan melukis atau menggambar ya, sama - sama mengambil momen atau peristiwa. Yang membedakan hanya media nya saja. Sama dengan menggambar, foto juga memilki manfaat. Apa saja sih? Berikut delapan manfaat dari foto, yaitu :

  1. Sebagai bukti sejarah 

  2. sebagai dokumentai

  3. Sebagai bukti otentik

  4. Sebagai kenang-kenangan

  5. Sebagai motivasi

  6. Sebagai sumber penghasilan

  7. Sebagai citra diri

  8. Sebagai sumber informasi


wah, banyak juga ya manfaat foto. Tetapi bagi kita orang awam yang belum banyak mengetahui ilmu fotografi, nampaknya tujuan mengambil foto yang utama adalah untuk mengabadikan momen atau kenang - kenangan dan citra diri ya. 

Nah, terkait mengabadikan momen ini, ada hal yang sangat filosofis. Sebagaimana kita tahu kalau sebuah foto dapat menangkap momen atau peristiwa, maka foto tersebut pasti memiliki cerita atau kisah yang dapat kita jadikan motivasi dan pencerahan .Terkadang lewat foto bisa mendapat inspirasi dan motivasi yang dapat membuat hidup kita lebih semangat dan penuh makna. 

Kadang, saking sibuknya kita dengan kegiatan sehari - hari baik sebagai ibu maupun personal kita sering melupakan hal - hal kecil yang membuat kita lupa untuk bersyukur dan memunculkan rasa empati terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Memang, rasa bersyukur dan empati bisa kita dapatkan lewat perenungan tetapi sebuah foto bisa memunculkan rasa itu seketika. Nah, tujuan inilah yang kemudian menjadi landasan saya mengikuti salah satu tantangan yang akan dilaksanakan sebentar lagi lewat Tanos Photo Challenge. 

Tanos Photo Challenge


Secara pribadi, foto bagi saya memiliki banyak peranan penting. Setiap milestone anak - anak saya sudah pasti saya abadikan lewat foto. Ketika saya hamil dan melahirkan. Lalu ketika anak - anak pertama kali bisa tengkurap, berdiri, merangkak, duduk dan berjalan. Bahkan ketika ,mereka bisa loncat dan makan sendiri. Semua perkembangan anak - anak saya abadikan lewat foto. 

Kali ini saya ingin mengambil sebuah foto lewat Tanos Challenge Photo dengan tema rasa syukur dan empati selama tujuh hari. Jadi, setiap hari saya akan mengambil foto yang memiliki arti dan makna tersebut. 









Nah sekarang gak ada lagi alasan sok sibuk untuk berhenti sejenak dan memperhatikan hal kecil serta lebih banyak bersyukur.

Bagi teman - teman yang mau ikutan, walau sudah closed pendaftaran masih bisa ikutan kok. Silahkan berkunjung ke instagramnya @tanos.challenge dan ikuti petunjuk pendaftarannya di link bio. salam fotografi, eh salam Tanos. hehe


Tulisan ini di buat untuk Tanos Photo Challenge 
dan Tema "Sibuk" Minggu Komunitas Menulis 1 Minggu 1 Cerita




Tanos Reading Challenge Day 1. Hari ini saya gak enak badan. Batuk pilek di puncaknya. Jadi, seharian praktis dan saya gogoleran dan nemenin anak sambil nonton Drakor. Whaat!!!! Saya kembali menonton Drakor??? Dan bukannya baca buku? Elueh - eleuh, kabina bina ya saya! Wkwkwk

Maafkan saya, saya gak kuat nih lagi marathon Private Live udah eps 8, tinggal 2 episode lagi sambil nunggu si Drakor bersambung Minggu depan. Hahaha

Tapi, tentu saja saya baca buku dong. Tapi malem. Karena selepas ashar saya mulai beberes rumah setelah dari jam 9 pagi saya diem di kasur sambil sesekali cek sosmed dan blog sambil nonton Drakor.

Hari ini kakak mulai ngaji lagi di masjid. Karena covid, ngaji nya jadi hanya tiga kali seminggu yaitu setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at. Selesai mandiin kakak lanjut mandiin Kilan dan lanjut cuci piring dan mandi. 

Lepas isya, bantu Kakak belajar baca dan nulis. Setelah itu makan malam dan akhirnya jam 20.30 tiba, waktunya bobo. Dan me time saya akhirnya datang. Lanjut nonton Drakor? Gak lah! Kan udah tamat tadi siang, wkwkwk

Book Of Today


Hari ini, saya baca buku yang udah dibeliin Pak suami sejak bulan Juni lalu. Belum juga tamat dibaca karena sejuta alasan yang intinya, males! hadeuh! kok baca buku bisa males sih? iya, saya agak kurang excited baca buku beberapa bulan kebelakang karena udah lama juga saya gak baca buku. 

anak juga manusia



Terakhir saya baca buku sekitar akhir tahun lalu, buku karya Paulo Coelho berjudul Sang Iblis dan Nona Prym. Itupun buku milik Pak suami semasa kuliah dulu sebagai salah satu bahan mata kuliahnya. 

Jadi, buku apakah yang saya baca di Tanos Reading Challenge Day 1? Anak Juga Manusia karya Angga Setyawan . Saya tahu buku ini karena pengikut setiap akun IG Anak juga Manusia. Pernah ikut kulwap nya juga beberapa kali dan jadi tertarik aja kepengen beli bukunya. Karena saat itu saya masih bergelut dengan Inner child dan ghost parenting yang alhamdulillah sekarang sudah gak lagi. 

Saya mulai membaca pukul 21.40 sampai 22.00 ( sekitar 20 menit ) sebanyak 40 halaman sampai akhirnya tertidur karena ternyata ngantuk berat karena lelah beberes rumah tadi sore.

anak juga manusia



Buku ini disambut dengan testimoni dari beberapa orang terkenal yaitu artis Mona Ratuliu, Pendidik Munif Chatib dan Psikolog Aprilianto di Halaman pertama. Dilanjut dengan testimoni timeline nya akun twitter anak juga manusia. 

Lalu halaman berikutnya ada semacam kutipan yang mengingatkan bahwa anak adalah mahakarya Tuhan yang sempurna. Bagian ini agak menohok , oleh sebab itu bolehkah saya share ya kutipannya :


Anak - Anak
adalah Mahakarya Tuhan
Yang sempurna
Tidak ada yang pernah salah
dengan desain Tuhan
Semua anak terlahir suci.

Anak kita hari ini adalah serangkaian 
apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan
jangan bermimpi untuk mendidik anak - anak
dengan baik, jika kita tidak mengubah cara-cara kita 
dalam mendidik anak, yaitu mengubah cara-cara kita 
memperlakukan anak dengan lebih baik

jangan bermimpi untuk mengubah cara-cara kita 
dalam memperlakukan anak jika kita tidak mau 
mengubah cara kita dalam memandang anak
jangan bermimpi untuk mengubah cara kita 
dalam memandang anak, jika kita tidak mau BELAJAR


Prakata dari penulis juga cukup mendalam. intinya tentang di awal pernikahan, kebanyakan pasangan hanya berfokus pada persiapan pernikahan yang sempurna yang hanya akan diselenggarakan selama satu hari, tetapi lupa akan persiapan mendidik anak yang prosesnya akan dijalani seumur hidup. Akibatnya, banyak pasangan yang kebingungan saat menjadi orangtua pertama kali.

Buku ini terdiri dari 26 Bab yang setiap bab memiliki judul dan tema yang menghantarkan kita pada bagaimana sih seharusnya kita sebagai orang tua dan bagaimana sih seharusnya kita memperlakukan anak - anak kita dengan memahami mereka sebagai manusia yang berproses. 

Di hari pertama ini saya baru menghabiskan empat bab, dan rasanya sudah tidak sanggup melanjutkan membaca karena banyak sekali bahan evaluasi dan perenungan. banyak sekali poin yang harus dicatat dan selalu diingat. 

Itulah pengalaman dan review saya di hari pertama Tanos Reading Challenge. Bagaimana dengan pengalaman pejuang Tanos lainnya hari ini ya? Yuk Kepo kesereuan mereka di IG @tanos.challenge


Pejuang Tanos















Winner Of Today

Selamat untuk Kak Fanny, pemilik Blog D'catqueen sebagai pemenangn hari pertama. Menurut saya dan kak renny, ceritanya menarik dan menambah insight bagi kami yang ikut membaca review buku yang dibaca kak Fanny di hari pertama Tanos reading challenge. Selamat ya













Kecanduan drakor? Lawan dengan Tanos Reading Challenge - Drakor udah jadi hantu gentayangan di kehidupan saya beberapa bulan terakhir ini. Rasa kecanduan drakor ini melebihi ketagihan saya akan bakso, keju, Thai tea dan bobo siang, hihihihi. Saat santai, saya milih nonton drakor ketimbang tidur siang apalagi baca buku.

Ditambah sekarang ini drakor makin banyak yang baru - baru dan bagus pula. Soal aktor, Bae Suzy, Kystal, Choi Jin Hyuk, Lee Dong Wook, dan beberapa pemain terkenal lainnya yang bukan hanya akting tapi juga jalan cerita bagus banget. Mulai dari soal Zombie, perjalanan lintas waktu, konspirasi politik sampai kisah cinta dibalut penipuan.  Saya malah lagi marathon nih nunggu drakor terbaru. Sebut saja  Tale Of The Nine Tailed, Kairos, Search, Private Live, The Penthouse dan Start up.

Sebelumnya saya baru aja sedih karena  kisah Park Bo Gum udah tamat di Record Of Youth begitu pula kisah perjuangan seorang ibu yang di tuduh membunuh suaminya di Lies Of Lies. kesedihan saya itu terhibur dengan drakor baru yang bermunculan yang gak kalah seru, hahahaha.

Ampun kan kecanduan saya sama drakor ampe segitunyah???
Dulu sih saya hobi banget nonton film hollywood dan ogah nonton film lain. Tapi sekarang film hollywood kalo bukan Box Office rata- rata filmnya bikin ngeri dan pengen muntah. Genre horror, pembunuhan sampai psikopat merajalela. Ada sih yang menghibur, tapi gak bisa lepas dari scene wikwik. kan ya....males banget nontonnya! wkwkwk

Kembali ke soal membaca, saya sering sih membaca .... tapi buku cerita anak  yang saya bacain sebelum anak - anak  tidur atau saat mengajari Keenan belajar membaca. 

Tapi membaca buku pribadi dengan target pribadi, sudah lupa rasanya entah kapan terakhir saya baca buku dengan lahap. Masalah waktu me time yang sedikit dan efisiensi waktu untuk menghibur diri akhirnya drakor menjadi pilihan saya mengisi waktu istirahat saya.

Hal ini bukan tanpa akibat lho, ya itu tadi akibatnya yaitu jadi kecanduan drakor. Saya mau coba nih, melawan kecanduan drakor ini dengan  memaksa diri sendiri untuk membaca buku dengan bantuan  program Tanos terbaru, yaitu TANOS READING CHALLENGE. 

Selain karena kecanduan drakor, challenge ini juga di hadirkan agar kita paksakan diri kita setidaknya beberapa menit saja dalam sehari untuk membaca buku. Cuman 15 menit lho dalam 24 jam waktu yang kita punya dalam sehari, masa gak bisa? iya kaannn? anggap aja baca bukunya sambil nemenin anak main tanah, main dilapangan atau sambil nyuapin. Asal jangan sampai salah masukin nasi aja yang harusnya ke mulut ini malah ke idung saking terlalu fokus ke Hp! aku pernah soalnya kaya gitu! hahahahaha

Begitulah kira-kira pemikiran saya dan kak Renny waktu bikin ide challenge Tanos bulan ini.
Alasan seriusnya sih, udah jelas ya banyak banget manfaat dari membaca ini. karena membaca itu penting sekali bukan? Apalagi bagi kita yang mengaku seorang blogger atau penggiat literasi. Masa iya sih blogger tapi jarang baca buku?? maluu kan, hihihihi.

Pentingnya Membaca Buku


reading challengeTau gak, Siapa salah satu idola saya di dunia literasi ? adalah penulis buku fenomenal Harry Potter, Yaitu J.K Rowling. 

Kekaguman saya terhadap seorang J.K Rowling adalah karena kegigihan dan kejeniusan beliau dalam membuat kisah Harry Potter.

Saya sempat membaca kisah perjalanan seorang J.K Rowling bagaimana dia menjalani hidupnya sebagai seorang penulis sembari mengasuh anak semata wayangnya Jessica waktu itu. sementara dia seorang ibu tanpa suami. Saya yakin berat rasanya, tetapi J.K Rowling termasuk ibu yang gigih dan pantang menyerah. 

Keinginan J.K Rowling  begitu kuat untuk menjadi seorang penulis walau hidupnya bisa dikatakan ambyar secara emosional dan finansial. Sampai akhirnya dia merampungkan Harry Potter dan sekarang, menjadi penulis terkenal dan masih produktif menulis. Salah satu kesuksesan J.K Rowling adalah karena, ia tidak pernah malas untuk membaca dan saya yakin beliau akan melawan rasa malas membaca saat jenuh datang. 

That’s the point. Membaca bukan hanya sebagai sarana menambah pengetahuan tapi juga inspirasi dan beberapa point dibawah ini, yaitu : 

1.  Menjaga dan Mencegah Penyakit di Otak

Saat kita masih muda, otak masih memiliki sel - sel yang segar. Sementara semakin kita bertambah usia, tidak demikian.Membaca buku ternyata dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan otak seperti sering lupa, pikun sampai Alzheimer ( Penelitian oleh jurnal Proceeding of National Academy of Sciences pada tahun 2001 ). Dengan kita sering membaca buku maka mental daya ingat akan terangsang sehingga penurunan daya ingat akan berlangsung lebih lambat.

2. Membuat Rilex

Ada sebuah hasil  penelitian di Mindlab International, University of Sussex tahun 2009 yang menyatakan  bahwa membaca merupakan salah satu solusi mengatasi  stres. 

3. Memperpanjang usia

Sebuah riset di Yale University menyatakan bahwa meluangkan waktu 30 menit dalam sehari untuk membaca buku dapat menurunkan risiko kematian hingga 20 persen dalam 12 tahun ke depan. 

4. Mudah memahami perasaan orang lain

Membaca dapat diibaratkan seperti menyelam kedalam sebuah kisah dan ikut tenggelam di dalamnya. Hal ini secara tidak langsung dapat  memperkuat kemampuan untuk membaca pikiran. sehingga dengan kata lain,  membaca buku dapat menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan sosial dan rasa kemanusiaan. Yang mana, nilai kepekaan terhadap lingkungan dan kemanusiaan ini  menjadi penting untuk ditularkan kepada anak sejak usia dini.

Itulah 4 manfaat penting membaca baik bagi kesehatan maupun mental. Kalau buat saya pribadi sih, asyik aja gitu kalau udah membaca. Seperti masuk dunia lain dan kalau membaca buku yang mirip - mirip Mark Manson gitu suka jadi semangat dan terinspirasi buat hidup lebih baik. 

Tanos Reading Challenge

Jadi, seperti apa sih tantangan membaca ala Tanos kali ini? jadi caranya sangat sederhana sekali. 

Seperti yang saya sebutkan di atas, challenge ini hanya memakan waktu 15 menit aja dalam sehari. Buku apa aja yang harus dibaca? apa aja! Bebas! mau buku tentang keuangan, buku sekolah, majalah, buku cerita anak dan e book. bebas. asal bukan buku hutang ya, wkwkwkwk.

Setelah kita baca, lalu segeralah sombongkan diri dan congkak keseruan membaca mu di IG. Bukunya di foto dan diberi caption tentang pengalaman selama membaca, review buku, berapa lama baca dan berapa halaman. 

Hanya itu saja! mudah banget kan???



tanos reading challenge

tantangan membaca

hobi membaca

kecanduan drakor

hobi membaca buku

Seperti challenge sebelumnya, kali ini Tanos juga membuka partisipan bagi siapa saja yang mau ikutan tantangan ini. Biar apa sih pake acara mengundang peserta segala? ya biar seru atuh acara programnya. Lagipula, kebiasaan baik kan lebih baik kalo di sebarluaskan dan dilakukan bersama - sama. pasti besar manfaatnya.

Alhamdulillah nih, total ada 12 orang ( termasuk saya dan kak Renny ) yang bergabung dengan challenge ini. 


tanos reading challenge


reading challenge



Tunggu kabar dari saya dan partisipan yang lain setiap harinya ya. pasti seru nih. Oh iya bagi yang mau ikutan, boleh banget lho walau challenge akan kita mulai besok. 

Yuk, lebih giat lagi membaca dan tetep kecanduan drakor (*eh) hihihihi. Jangan atuh ya, gak apa - apa tetep nonton drakor juga tapi diminimalisir aja jangan sampai kecanduan drakor. Bagi waktunya dan berimbang. Agar membaca tetep bisa jalan.

Oia , bagi yang kepo kebangetan soal challenge ini, bisa cuzz meluncur ke IG Tanos.challenge  ya. Terus jangan kepo aja, tapi juga daftar ya, hihihi

Happy reading ya. 

Tulisan ini ikut serta dalam Minggu tema : MELAWAN 

yang diadakan oleh Komunitas 1 Minggu 1 Cerita








Sepatu Favorit Sepanjang Masa saya adalah sneaker converse. Mudah ditebak gak sih? hehehe. Sebetulnya dari sejak sekolah sih, jaman masih pake sepatu sneaker yang wajib itu yang merk compass yang belakangan jadi ngehits sampai harganya mencapai 10 juta per pasang. Padahal dulu mah jaman saya sekolah masih kisaran 12ribuan, hihihi.

Kenapa sih sepatu sneaker converse jadi sepatu favorit sepanjang masa bagi saya? karena kesannya rebel gitu dan keren, hahahaha. Jadi walau sudah emak - emak saya tetep sih suka pake sepatu converse kalau jalan - jalan. Termasuk olahraga. Eh tapi, si sneaker ini masuk kriteria sepatu olahraga bukan sih?? yuk yuk kita cari tahu

Jenis - Jenis Sepatu Olahraga


Ayo ngacung dong siapa yang suka olahraga? pasti semua suka kan ya, minimal jogging lah. Sepatu jenis apa sih yang teman- teman suka pakai untuk olahraga? sudah tau belum sih jenis - jenis sepatu olahraga itu apa saja? yuk kita cari tahu apakah sepatu - sepatu di bawah ini masuk kedalam kategori sepatu favorit sepanjang masa teman - teman?

1. Sepatu Untuk Berjalan


Tanos Walking Challenge masih berjalan lho, ayo Untuk mendukung aktivitas Tanos walking challenge ini, yuk pilih sepatu untuk berjalan yang paling nyaman dan sesuai selera. Apa sih kriterianya? sederhana saja, pilihlah sepatu yang ringan tapi lebih kaku di bagian depan agar jari kaki nyaman saat berjalan.

2. Sepatu untuk Lari


Mungkin kedepannya, Tanos akan mengadakan challenge lari. Nah persiapkan Yuk dari sekarang sepatu khusus buat lari. Apa sih kriteria dari sepatu lari ini? Sepatu lari haruslah memiliki desain sepatu yang mampu menyerap guncangan saat kita lari juga terasa ringan dan mampu menjaga keseimbangan kita saat lari. 

Bisanya merk sepatu lari yang terkenal sih Nike, Adidas dan Reebok. Soal harga? yah sesuai dengan kualitas desain dan material ya...pasti mahal, hehehe. Tapi kalau mau mencari produk lokal juga banyak, soal kualitas? gak kalah lho. Sebut saja merk Ardiles, Piero, Spec, Eagle dan Tomkin. Saya sendiri penggemar sepatu lari merk Eagle sejak jaman SD sampai kuliah.

3. Sepatu Fitnes dan aerobik


Saya suka zumba nih, udah pasti harus pake sepatu khusus. Gak bisa pakai converse, karena sakit. Jadi apa sih kriteria sepatu untuk aerobik atau fitness? yang utama adalah sol sepatu harus tebal untuk meredam aksi loncatan dan goncangan selama senam. sepatu juga memiliki material mudah menyerap keringat dan tentu saja saat digunakan pas di kaki. dan tingginya mencapai pergelangan kaki kita. 

4. Sepatu Sepak bola


Sepatu ini dikenali dari bagian luar solnya yang memiliki grip paku. Fitur ini dibuat agar pengguna dapat mengontrol pergerakan kaki saat berlari di lapangan berumput. Sepatu ini khusus didesain agar pemain sepakbola mudah berbelok, mengubah tujuan arah, mengoper dan menendang.

5. Sepatu Futsal


Ada perbedaan antara olahraga futsal dan sepakbola. Walau sama-sama olahraga menendang bola yang diperebutkan oleh dua team, futsal dilakukan didalam ruangan sementara sepakbola dilapangan. Melihat perbedaan tersebut, tentu penggunaan sepatu juga akan berbeda. Sepatu futsal memiliki desain yang merupakan penggabungan antara sepatu sepakbola dan sepatu badminton. 

6. Sepatu Tenis


Sepatu untuk olahraga tenis harus memiliki penopang setengah kaki dan melebar ke samping, sehingga memiliki cengkraman untuk pergerakan mendadak penggunanya. Jadi, sepatu ini memang dirancang untuk lari berpindah-pindah mengejar bola tenis. Sol sepatu tenis juga lebih ringan dan atasannya lebih tebal untuk menahan beban tubuh penggunanya.

7. Sepatu voli


Sepatu untuk kegiatan olahraga voli harus memiliki sol karet yang cengkramannya lebih kuat dari sepatu lari. Desain sepatu voli juga disesuaikan dengan pergerakan oleh para pemainnya. Sepatu voli umumnya memiliki bagian depan yang terdapat lapisan yang bisa membantu menyerap guncangan ketika meloncat atau mendarat.

8. Sepatu hiking


Sepatu hiking memiliki desain yang mampu melindungi kaki dan pergelangan kaki selama hiking tanpa menyebabkan cedera, kaki kelelahan atau ruam di tumit.


Nah, itulah 8 jenis sepatu sesuai dengan jenis kegiatan olahraga. Apakah ada salah satunya yang menjadi sepatu favorit sepanjang masa teman - teman? Dan ternyata untuk kegiatan olahraga ringan gak bisa ya pakai sepatu sneaker Converse, hehe. Tetapi walau begitu, Converse tetap sih menjadi sepatu favorit sepanjang masa bagi saya. 

Lantas,apa sih korelasi antara memilih sepatu favorit sepanjang masa dengan jurnal Tanos drink water challenge hari ke enam? Jelas ada dong.

Tanos walking challenge akan berjalan dengan lancar kalau kita memilih sepatu yang tepat dan memang sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk jalan kaki. Jadi memilih sepatu untuk kegiatan Tanos walking challenge tidak hanya soal memilih sepatu favorit sepanjang masa. Tapi karena saya belum punya sepatu khusus untuk TWC, jadi untuk sementara saya masih tetap menggunakan sepatu favorit sepanjang masa yaitu sneaker. Akibatnya ada, baru jalan 1 km aja udah pegel banget kaki nya. udah gitu lecet di bagian tumit. Jadi ya memang sudah seharusnya menggunakan sepatu khusus untuk jalan kaki untuk TWC ini.

Jangan lupa untuk minum air putih selama melakukan Tanos walking challenge ya agar gak dehidrasi. Saya sih biasanya bekel satu botol aqua. Kalo kurang ya beli lagi di jalan, hihihi. 

Tanos Drink Water Challenge Day 5

Di hari kelima Tanos drink water challenge ini alhamdulillah saya minum 2 liter sesuai target! . Inilah cerita saya di hari ketiga, apa kabar cerita kak Renovrainbow yaaa??



Pencapaian Peserta TDWC Hari ke 5





Berikut rekap pencapaian tantangan para pejuang Tanos. Buat teman - teman yang penasaran dengan perjalanan para pejuang Tanos selama mengikuti challenge ini, silahkan kepo - kepo instagram saya dan kak Renovrainbow ya. 





cara menanak nasi dengan kompor gas
Ilustrasi artjoka



Cara Memasak Nasi Dengan Kompor Gas dari Ibu ini tidak akan pernah saya lupakan. Karena Ibu saya yang mengajari saya pertama kali memasak nasi waktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar ( SD ). 

Saya masih ingat, waktu itu saya masih kelas 3 SD dan pertama kali diberi tanggung jawab memasak nasi langsung dengan dandang oleh ibu saya. Ibu mengajari saya bagaimana cara memasak nasi dengan kompor gas karena waktu itu rice cooker belum lahir, hehehe. Awalnya agak sulit dan pegal, tapi lama kelamaan jadi terbiasa hingga berlanjut sampai akhirnya keluarga kami beralih ke rice cooker.

Sekilas memang memasak nasi dengan kompor gas lebih ribet jika dibandingkan dengan menggunakan rice cooker. Tetapi, dari segi rasa, nasi yang dihasilkan dengan cara memasak nasi dengan kompor gas ini terasa lebih nikmat dan harum. Terlebih lagi kalau kita menggunakan beras Cianjur atau Garut, Udah deh, begitu uap nasi mulai tercium dari dandang, perut seketika minta makan, hehe

Jadi, seperti apa sih Tips Cara memasak Nasi Dengan Kompor Gas dari Ibu saya? yuk kita bongkar rahasianya

Tips Cara Memasak Nasi Manual Dengan Dandang


Dandang yang dalam bahasa sunda biasa disebut “aseupan sangu” adalah panci yang dibuat khusus untuk memasak nasi dengan kompor gas. Sekarang banyak marketplace yang menjual berbagai macam jenis dandang mulai dari bahan alumunium dengan harga murah hingga dandang bermerk yang mahal. Perbedaannya dimana? tentu saja dari kualitas bahan. Jenis aluminium serta ketebalan bahan yang digunakan menjadi dasar kualitas dari dandang itu sendiri. 

Dulu, ibu saya mengajari cara memasak nasi dengan kompor gas menggunakan dandang yang biasa dijual di pasar yang desainnya jadul abis. Bentuknya lucu sih menurut saya karena mirip terompet dan menggunakan aseupan bambu sebagai wadah untuk menyimpan nasi yang sudah dimasak setengah matang terlebih dahulu di panci. Dandang jadul ini memiliki diameter 30 cm tinggi 35 cm. Sekarang sih dandang jenis ini jadi legenda, alias jarang banget orang yang pakai. Termasuk saya, hehehe.

menanak nasi dengan dandang
Ilustrasi artjoka



Tetapi, inilah rahasia nasi yang dihasilkan memiliki rasa dan aroma yang khas serta jauh lebih nikmat jika dibandingkan dengan menggunakan dandang modern bahkan rice cooker sekalipun. Yaitu penggunaan kerucut bambu sebagai wadah menanak nasi nya. Ibu saya bilang, bambu membuat aroma nasi terkunci dan mengeluarkan aroma yang khas. tentu belum ada penelitian ilmiah terkait hal ini, tapi memang terbukti nasi yang dihasilkan lebih wangi, pulen dan nikmat. 

Namun, setelah menggunakan dandang jadul beberapa waktu akhirnya kami beralih menggunakan dandang silinder yang lebih mirip panci berukuran besar. tidak ada alasan khusus sih selain daripada mengikuti perkembangan jaman. Dandang jadul akhirnya tersimpan di dalam lemari dan jadi bagian sejarah keluarga kami. semacam ada kenangan yang tiba-tiba muncul ketika membuka lemari dan melihat dandang jadul ini. Kenangan ketika pertama kali menanak nasi secara manual dan kenangan memasak bersama dengan ibu. Nilai historis ini yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. 

Cara Memasak Nasi Dengan Kompor Gas Ala Ibu


Ibu saya, mengajarai saya cara memasak nasi dengan kompor gas dengan menggunakan dandang modern yang memiliki bentuk lebih mirip panci berukuran besar. Dandang ini memiliki dua bagian yang disekat oleh saringan alumunium, dimana bagian bawah untuk menyimpan air dan bagian atas untuk menyimpan nasi yang telah dimasak setengah matang di panci lain sebelumnya.Kain saringan menjadi pengganti aseupan bambu sebagai wadah menyimpan nasi hingga matang sempurna.

Berikut cara memasak nasi dengan kompor gas

Berikut cara memasak nasi manual dengan dandang di kompor gas berdasarkan resep dari ibu saya, yaitu :

1. Mengambil Beras


Ambil beras sekitar 1 liter lalu cuci bersih hingga air cucian beras berwarna bening. jangan buang air cucian berasnya karena bisa digunakan untuk menyiram tanaman agar lebih subur

2.  Menyiapkan Panci


Siapkan panci khusus untuk memasak nasi hingga setengah matang atau biasa disebut nasi gigih. panci ini berbahan alumunium dan memiliki diameter sekitar 20 cm

3. Menanak Nasi


Masukan beras kedalam panci lalu tambahkan air ke dalam panci. Takaran air memasak nasi adalah melebihi satu ruas jari di atas beras. Ibu saya bilang, takaran air menanak nasi ini adalah resep rahasia agar nasi nantinya tidak terlalu lembek atau terlalu keras.

Agar nasi cepat matang, gunakan api besar sambil sesekali diaduk agar nasi tidak gosong dan tidak lengket di permukaan dasar panci. nah bagian ini nih yang memerlukan perhatian khusus dan memang bikin pegal, hehehe

setelah nasi terlihat agak setengah matang ( dalam bahasa sunda disebut nasi gigih ) matikan kompor dan siapkan dandang

4. Memasak Nasi Menggunakan Dandang


Siapkan Dandang dan Isi air ke dalam dandang hingga ¾ bagian bawah dandang dan jangan lupa letakan saringan aluminium di atasnya. Siapkan saringan kain dan letakan nasi gigih tadi di dalamnya . Gunakan api sedang agar nasi cepat matang dan jangan lupa tutup ya. Tunggu hingga 30 menit atau jika nasi dirasa sudah cukup matang sesuai selera


Nah, itulah cara cara memasak nasi dengan kompor gas dari Ibu saya. Sesekali sih saya rindu memasak nasi dengan kompor gas  ini. karena seperti yang saya sebutkan diatas, aromanya khas dan rasanya lebih nikmat. tetapi karena efisiensi waktu akhirnya kami beralih juga ke rice cooker, hehe.

Kalau teman - teman, ada kenangan khusus gak menanak nasi manual dengan dandang? seperti apa sih cara memasak nasi dengan kompor gas ala teman - teman? pasti ada ya, yuk berbagi kenangan di kolom komentar

menjadi gemuk


Menjadi Gemuk dan Bahagia, Benarkah? : Tanos Drink Water Challenge Journal : Day 3


Its sooo late post, beneran! Tapi gpp ya yang penting setor, eeaaa. Kali ini saya mau bahas soal dilema berkepanjang selama masa pandemi, yaitu kenaikan berat badan yang gak tangung - tanggung mencapai 5 kg! dahsyat ya!

Apa sih yang membuat berat badan saya melambung tinggi ke angkasa gini? sudah barang tentu pola makan dan pola tidur yang tidak benar. Katakanlah, hobi bergadang dan makan seenak jidat. apa aja dilahap, termasuk sang raja gorengan dan mie instan. Porsi makan pun gak masuk akal, bahkan pasangan saya bilang porsi makan saya udah layaknya monster yang kelaparan. hadeeuuuh.

Sedih gak sih? iya sedih, terlebih begitu pasangan beliin saya celana baru eh ternyata gak muat dong! wkwkwk. Terpaksa lah dibalikin lagi ke tokonya dan ganti dengan size 36! Subhanallah.

Bahagiakan saya menjadi gemuk  

Bahagiakan saya menjadi gemuk dan santay? jawabannya adalah iya. Lho kok bisa? memang, saya sempat kalang kabut begitu ketemu jadwal suntik KB karena pasti ketemu sama yang namanya timbangan berat badan. Udah deh, nimbang badan sembari tutup mata! dan bener aja, begitu liat angka kaann saya syok! hahahaha. akhirnya, ya udah lah ya....saya terima aja deh diri ini menjadi gemuk bahkan sering djadiin samsak permainan smekdown anak-anak karena dibilang badan emak asoy buat jadi samsak, hadeuuh.

Beruntung saya punya pasangan yang gak begitu peduli apakah saya menjadi gemuk atau kurus, selama saya baik hati dan tidak sombong sih dia asoy aja. Walau kadang suka nyemprit juga sih nyuruh zumba atau olahraga, tapi bukan ke nurunin berat badan melainkan biar tetap sehat dan fit. 

Dan ya, saya bahagia dengan kegemukan saya saat ini. Bahagia itu kan datang dari diri sendiri yang menerima keadaan diri sendiri. Jadi stress no more sih. Tapi, bukan berarti gemuk ini saya biarkan tanpa batas ya. Tetep ada koridornya dong, kalo gak nanti kebablasan dan kesehatan yang jadi taruhannya. Betul?

Kesehatan tetep nomer satu, karena bahagia juga kalo sakit ujung-ujungnya kan gak bahagia dan malah meriwehkeun orang sekitar. jadi, kalo berat badan saya akhirnya menjadi 66kg udah deh stop! harus ditakar lagi porsi makan, kurangi garam dan gula dan sebisa mungkin kurangi tuh beli beli thai tea! Dan tentu saja jangan berhenti minum air putih at least 2 liter sehari buat buang toxic dan lemak di tubuh.

Dan di hari ketiga Tanos drink water challenge ini saya bolos minum 2 gelas! bravo! nakal aku yaa...hihihi. Inilah cerita saya di hari ketiga, apa kabar cerita kak Renovrainbow yaaa??


Tanos drink water challenge
Tanos drink water day 3


Apa Kabar nih para pejuang Tanos hari ini?


Halo partner ku kak Renovrainbow, gimana cerita tantangan Tanos drink water challenge hari kedua? pasti seru ya. Pengalaman dari para pejuang Tanos lainnya juga seru - seru. 


Tanos
Report TDWC Day 3 para peserta

Buat teman - teman yang penasaran dengan perjalanan para pejuang Tanos selama mengikuti challenge ini, silahkan kepo - kepo instagram saya dan kak Renovrainbow ya.