Kenapa sih saya pengen jadi full time mother? jawabannya sederhana, karena saya gak mau anak-anak saya ngalamin apa saya alami waktu kecil, yaitu jadi anak yang tumbuh dengan rasa "kesepian".

Ortu saya dua-duanya PNS, masa kecil sampai dewasa saya penuh dengan kata mandiri dan sagala serba sendiri. Berangkat sekolah sendiri, pulang sekolah dirumah sendiri, makan siang sendiri, berangkat ngaji sendiri dan baru ketemu emak saya sore jam 5. Dan semua itu bikin saya tumbuh dengan perasaan kesepian. Inilah alasan saya gak mau keenan dan kilan, anak-anak saya ngerasain hal yang sama. karena rasanya? gak enak banget! 

No judgement ya mak, ibu bekerja ataupun tidak, sama - sama adalah ibu. mom always know the best.

Semua ada sisi positife dan negatife nya, Ibu bekerja, akan kehilangan banyak sekali quality time dengan anak dan harus menebusnya di hari libur, sementara kadang hari libur ingin istirahat dan leha - leha karena lelah bekerja, pun dalam kegiatan sehari - hari, kadang menjalani hari yang lelah selama bekerja di kantor/tempat bekerja membuat lelah juga saat pulang melihat rumah berantakan dan harus cuddle time dengan anak, ini jauh bikin lelah para ibu bekerja. Tapi, kebutuhan finansial keluarga tercukupi, tidak kekurangan dan ibu bisa "sedikit' terhibur dari rasa bosan dan jenuh menjalani rutinitas ke-emak-an setiap hari.

Terus, setelah 5 tahun menjalani profesi baru menjadi full time mother apa yang saya rasakan? LUAR BINASA rasanya. cape pisan geuningan jadi full time mother

Jadi ibu bekerja juga sama sih cape nya, malah double menurut saya. karena pagi-pagi harus jadi bajing luncat segala beres sebelum anak-anak sekolah dan kembali beres-beres rumah begitu pulang kerja. 

Tapi, jadi ibu rumah tangga itu, beres-beresnya TIADA AKHIR,  hehehe


Sehari bisa 4-5x beres beres ( klo mau rumahnya kinclong kaya gambar-gambar di pinterest :P ), apalagi anak saya dua-duanya laki-laki! bisa anda bayangkan gimana rasanyah??? hehehe. anak - anak saya masih usia toddler, jadi selain rumah berantakan kaya semangka murag,ambayatak (geuleuhih,hahaha), rengekan, teriakan dan permintaan yang tiada henti dari kedua bocah saya terima dan makan tiap hari!! 

Terkadang saya jenuh, cape dan merengek minta libur sama pak suamik. etapi, gak bisa libur, mana ada hari libur buat emak, sekalinya libur juga karena sakit yang bisa langsung sembuh begitu denger anak juga ikutan sakit. 

Rutinitas yang sama, penerimaan yang sama atas perilaku anak-anak imut dan lagi berkembang ini, bener-bener bisa bikin kepala mau meledak rasanya. jenuh udah gak bisa di hindari. klo sudah begini, obatnya hanya dua mak,  

Yang kesatu, minta ME TIME sama pak suamik, walau itu hanya 6 jam atau bahkan 4 jam, yang biasanya saya lakukan hanya dengan makan bakso sendirian ( klo ke salon kelamaan mak, kilan keburu ngamuk kaya dinosaurus!! ) atau motormotoran aja deket rumah terus nongkrong makan gorengan dan seruput STMJ di warung atas. lumayan lah, walo pulang kembali dapet teriakan dinosaurs dari anak - anak, hehe.

Dan yang kedua, KANG IBING! why Kang ibing? percayalah mak, mendengar tausyiah almarhum Kang Ibing, dijamin seuserian teu eureun berikut hate jadi tiis, cukup lah buat nge-charge spiritual 80% buat kembali menghadapi auman dinosaurus anak-anak :P