Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Tips pernikahan


Selamat, Kamu Kena Prank! Pernah gak sih kalian menemukan situasi dimana sepertinya bakalan dapat surprise menyenangkan eh gak taunya gak? atau situasi yang diharapkan bahagia nyatanya malah banyak drama? atau merasa tertipu? pernah? Toss dulu dong! hihihi. 

Gak enak banget ya rasanya, seperti merasa terperangkap dan kecewa berat tapi harus ditelan bulat - bulat karena sudah kadung. 

kalau kalian, situasi kaya gimana sih yang membuat kalian merasa seperti kena prank? kalau saya sih  merasa kena prank sama yang namanya pernikahan! 

what?? seriously? ah masa sih? Kok bisa sih saya bilang kena prank sama yang namanya pernikahan? iyalah, karena awalnya saya merasa kalau pernikahan itu seperti  di film, happy ending. eh gak taunya banyak drama! ampyun deh, wkwkwk

Saya Kena Prank!

Bayangan saya terhadap lembaga pernikahan sangat indah. Seindah film-film romantis hollywood. Tapi pada kenyataannya pernikahan tidak seindah itu. Saya sempat kaget dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada diri saya dan pasangan. Hal ini ternyata disebabkan seiring dengan bertambahnya peran saya sebagai ibu. 

Perubahan peran ini sedikit banyak mempengaruhi saya dan pasangan secara psikologis dan mengubah sudut pandang saya mengenai pernikahan.

Setelah menikah saya kosong selama dua tahun karena memang kami berdua belum memutuskan untuk memiliki momongan. Dan selama dua tahun itu pernikahan kami rasanya honeymoon terus sepanjang tahun. Yah kalau pertengkaran kecil pasti ada, tapi bisa dengan mudah diselesaikan tanpa berlarut - larut.

Masalah mulai timbul justru saat kami memiliki anak pertama. Peran menjadi ibu dan ayah baru rupanya cukup menguras tenaga, pikiran , waktu dan uang. Masing - masing dari kami mengalami perubahan yang cukup drastis sampai - sampai kami tidak saling mengenal satu sama lain lagi. 

Peralihan peran rupanya membuat saya kehilangan diri saya sendiri dan saya terjebak dalam rutinitas peran baru.

Baik saya maupun pasangan sibuk dengan perannya masing - masing, saya sebagai ibu mengurus bayi dan urusan domestik sementara pasangan sebagai ayah bekerja. Kami jarang memiliki pillow talk atau bahkan quality time berdua,  karena sejak lepas dzuhur hingga tengah malam suami bekerja di kios yang kami rintis sejak tahun 2014. Sedikit sekali waktu yang kami miliki bersama. sok sibuk pisan ya? wkwkwk

Saya rasa, pasangan berubah menjadi pribadi yang keras dikarenakan rasa tanggung jawabnya sebagai suami yang harus mencari nafkah. Sehingga tak ada lagi ruang di dalam pikirannya untuk meributkan hal yang sepele seperti sikap baper saya dan masalah baby blues yang saya alami sepanjang masa pengasuhan anak kami. Hal ini membuat saya sendirian dan kesepian dalam pernikahan. 

Karena idealnya, kesulitan selama masa pengasuhan harus dilalui bersama dengan pasangan. Sayangnya saya tidak demikian.  Terkadang kalau saya sudah di puncak emosi dan akhirnya meledak, saya menangis tanpa bicara sepatah katapun. Hal ini tentu membuat pasangan kebingungan dan geram. Entahlah, karena jarangnya kami berkomunikasi dari hati ke hati, jadi saya agak segan curhat unek-unek dan lebih memilih diam dan menangis saat sendirian. kasian banget ya gue? wkwkwkwk

Hal ini juga dipicu karena setiap kami bertengkar karena anak rewel atau saya yang uring-uringan karena kelelahan, pasangan lebih memilih tidak membahas panjang lebar ketimbang bertanya kenapa saya uring - uringan dan mendengar keluhan saya. padahal hanya tinggal pasang kuping aja tanpa harus ngasih saran bijaksana layaknya Mario Teguh. Sayangnya dia tidak begitu. 

Pasangan saya tipe yang agak malas membahas soal perasaan, karena dia sudah cukup stress memikirkan bisnis kami yang stagnan dan penghasilannya kecil  sementara kebutuhan kami banyak dan bahkan melebihi pemasukan. sehingga urusan saya yang mudah baper dan perasaan saya agak membuat beban pikiran dia bertambah. Lama kelamaan hal ini membuat saya merasa menjadi single fighter dan rasanya seperti kena prank pernikahan. 

Sampai akhirnya, saya pasrah aja sama Allah.  

Alhamdulillah berapa bulan sejak saya memutuskan pasrah lalu melakukan evaluasi serta mencari solusi, hubungan saya dan pasangan membaik dari hari ke hari. Pasangan lebih banyak senyum, ramah dan jarang berkata tegas. Lebih mau mendengar dan menawarkan bantuan. Sungguh diluar bayangan. 

Saya rasa, perubahan ini selain karena ikhtiar doa yang tidak putus juga karena saya kembali menulis buku harian. Baik di jurnal maupun di blog yang hanya saya sendiri yang bisa membacanya. Menulis sebagai pelepasan stress dan self healing saya rasa ada benarnya. Karena hal ini mampu mengubah  respon dan psikologis kita menjadi lebih tenang. Hal ini akan berimbas juga pada respon kita terhadap permasalahan yang kita hadapi sehari - hari.

karena akhirnya perasaan saya plong, saya bisa bersikap lebih tenang saat kelelahan yang pada akhirnya pasangan juga jadi lebih bereaksi positif terhadap saya. Setelah lebih sering menulis di blog pribadi yang di kunci itu, saya jadi bisa lebih spontan dan terbuka terhadap pasangan. Tidak canggung saat berbicara dan masa bodo saat bercerita apa saja walaupun dia hanya manggut - manggut dan jawabannya hanya , “ oh ya?” atau “wah” saja. Yang penting saya plong udah cerita! hahahaha.

Saya memang kena prank pernikahan, tapi saya tidak menyesal. Saya rasa setiap pasangan yang menikah pasti akan melewati fase seperti ini. Apalagi saya baru memasuki tahap 10 tahun awal pernikahan yang katanya merupakan fase saling mengenal satu sama lain. 

Mengapa saya harus menyesal? setelah saya akhirnya menyadari bahwa perubahan pasangan saya itu merupakan proses pendewasaan dia sebagai seorang suami dan ayah?

mengapa saya harus menyesal? karena sekarang kami dikaruniai anak - anak yang sehat dan lucu walau gak sedikit kami dibuat stress dan kadang bertengkar karena masa tantrum mereka?

Mengapa saya harus menyesal? karena sekarang hidup saya damai dan tentram. Hati saya penuh dengan cinta dan saya tak lagi memendam trauma.

Toh hingga detik ini, pasangan tetap memegang janjinya dari awal, yaitu akan membuat saya bahagia dan tidak sedih lagi kalau mengingat masalah keluarga. Dan dia menepati janji itu. Sudah seharusnya saya bersyukur, teramat sangat.

yah, saya kena prank dan saya tidak menyesal.

Bagaimana Persiapan agar kamu tidak kena prank pernikahan?


Satu saran saya, jangan berharap lebih terhadap sebuah pernikahan dan persiapkan mental dan pengetahuan sebelum memutuskan untuk menikah. 

Saya tau, terlalu banyak cerita drama bahkan film sampai dongeng yang mengisahkan kalau pernikahan merupakan happy ending. Padahal kenyataannya gak gitu. Siapapun yang ingin dan akan menikah harus memikirkan poin penting, yaitu KENALI PERAN BARU - PAHAMI - RESAPI - SIAPKAN DIRI. 

Saya tidak bermaksud menakut - nakuti mereka yang ingin menikah hingga menjadi enggan. Tetapi justru sebaliknya, andai saya punya mesin waktu saya ingin sekali kembali ke masa sebelum menikah dan bertanya pada diri saya yang sekarang APA YANG HARUS SAYA SIAPKAN SEBELUM MENIKAH?  tapi kenyataanya gak mungkin kan? akhirnya semua proses adaptasi itu harus saya lalui sendiri dan cerita saya menjadi pembelajaran bagi mereka yang ingin dan akan menikah. 

Jangan mau menikah karena usia atau sudah lelah mencari cinta yang selalu kandas atau karena pacaran sudah terlalu lama. Menikahlah karena memang sudah siap menjadi seorang istri dan ibu. Itu dua peran penting yang akan dilalui bagi kita kaum hawa. 

Hal ini termasuk menikah dengan alasan beribadah. It's a good intentions, menikah karena  ibadah. Tapi memahami nilai beribadah dalam pernikahan juga itu sama pentingnya. Ibadah seperti apa setelah menikah? ini yang harus betul - betul dipahami agar siap bukan hanya sekedar akibat kepincut godaan menikah muda atau mendapat pasangan halal semata. 

Karena setelah menikah, kamu tidak hanya akan menjadi seorang isteri tapi juga seorang ibu, seorang menantu, kakak/adik ipar, tetap seorang anak dari orang tua kandungmu, dan tetap menjadi diri sendirimu sendiri. Semua peran itu tidak serta merta membuat pernikahan mulus kaya kulit semangka, awal adaptasi pasti ga enak banget. apalagi ada stigma kalo keluarga mertua itu mirip film horor. Kenyataannya? tentu tidak seperti itu. 


Bagaimana Jika Saya Terjebak Dalam Prank Pernikahan?


Nasi sudah jadi bubur, dan kita sudah berada dalam ikatan pernikahan dengan pasangan. Mau tidak mau harus tetap maju dan mulai adaptasi. Karena, jika  mundur dan menyerah maka akan banyak sekali pertimbangannya. Terutama soal anak. 

Jadi, bagaimana nih kalau kamu sudah terlanjur kena prank pernikahan? saya tidak bisa memberikan tips yang banyak, tetapi hal - hal berikut mungkin menjadi solusi ketika kamu merasa terjebak dalam permasalahan pernikahan.

Pertama, melakukan self healing

Ini penting. Karena apapun yang menjadi sumber trauma kita bisa menjadi tembok berlin bagi hubungan kita dengan pasangan. Kita harus menemukan akar permasalahan dari apa yang selalu menjadi gangguan bagi diri kita sendiri. Misal, saya dengan masalah keluarga saya, trauma akibat perceraian orangtua dan inner child. Wah, banyak sekali ya. 

Tetapi ketika semua trauma ini satu per satu terselesaikan, hidup kita akan terasa lebih ringan dan bisa melihat situasi apapun menjadi lebih baik. Soal menjadi bahagia, relative ya. Tapi ketika kita tidak lagi merasa terganggu dan menerima kisah masa lalu kita dengan segala trauma dan dramanya, kita bisa move on dan melanjutkan hidup kita yang ada di depan mata. Perhatian kita tidak lagi berpusat pada trauma yang tidak pernah usai lantas melampiaskan pada pasangan. Maksudnya?

ketika saya belum menyelesaikan konflik saya dengan ibu saya, saya sering melampiaskannya pada pasangan. Ketika pasangan menjadi cuek, tidak perhatian apalagi tidak mau mendengarkan keluh kesah saya, tiba - tiba saya merasa seperti diperlakukan sebagaimana ibu saya memperlakukan saya dulu. Akhirnya saya menumpuk emosi dan kecewa terhadap pasangan saya. 

Padahal, bukan salah suami saya pada akhirnya saya merasa tidak diperhatikan dan diabaikan. Bisa jadi situasinya tidak tepat saja. Saat saya kelelahan dan memerlukan perhatian lebih dari pasangan tapi kenyataannya pasangan juga sedang mengalami situasi yang sama tapi kita tidak menyadari hal itu karena terlalu gelap dengan emosi dan trauma sendiri. 

Sampai sini bisa dipahami? semoga bisa dipahami ya. 

Berhentilah menyakiti diri sendiri dengan terus menggenggam trauma hingga bertahun -tahun lamanya. Emang enak terus berada dalam trauma? gak kan ya? pasti jadi beban lah. Makanya, hempaskan si  trauma itu. Caranya? Bicara dengan diri sendiri. 

Enaknya sih memang pergi ke psikolog atau psikiater ya, tapi kan mahal ya bayar jasanya! hahaha. Jadi yang bisa kita lakukan adalah bicara dengan diri sendiri. Curhat sama diri sendiri . Bisa dengan menulis diary, jurnal, blog atau apapun lah medianya. Lalu uraikan. Contohnya? artikel saya tentang inner child dan penyelesaian konflik saya dengan ibu saya bisa menjadi salah satu contoh. 

Hidup terlalu indah kalau kita melewatkan semuanya. Semua hal yang baik yang ada di depan mata dan sekeliling kita akan menjadi nampak buruk dan terasa seperti sebuah kesialan dan kemalangan. 

Pasangan yang sebetulnya baik dan perhatian akan terlihat menyebalkan dan membuat kita tersiksa hanya karena satu hal sepele,  anak - anak yang ceria dan sehat dan menggemaskan akan terasa seperti mimpi buruk dan teman serta sahabat yang selalu mendukung akan terasa seperti ancaman yang sewaktu waktu akan menikam dari belakang. Sehingga akhirnya kita memilih menyakiti mereka lebih dulu sebelum kita yang tersakiti sebagai bentuk benteng pertahanan agar kita tidak tersakiti “lagi”. 

padahal kenyataanya, kita sendiri yang menyakiti diri sendiri. Pasangan sih baik hati dan selalu menyayangi kita, anak - anak sih menyayangi kita apa adanya dan sahabat pasti menerima kita apa adanya juga dan tetap mendukung kita dalam situasi apapun. 

Kita yang merasa sebaliknya hanya karena punya trauma yang belum terselesaikan. paham?

Kedua, Jangan berharap lebih.

Idealnya memang, setiap pasangan dalam pernikahan memiliki prinsip kesalingan , tetapi kenyataannya tidak semua pasangan dalam pernikahan memiliki prinsip seperti ini. Banyak juga pasangan yang memiliki perbedaan “mazhab” soal kesalingan ini, Suami yang patriarki beserta keluarganya bisa menjadi mimpi buruk. Tetapi, itulah ladang pertempuran kita. 

Rasa iri melihat pasangan lain yang saling terbuka dan bahu membahu menjalani biduk rumah tangga pasti ada. Tetapi jangan iri atau berkecil hati lantas bertanya pada Allah, “ Ya Allah kok saya dikasih jodoh yang begini sih? gak adil!! “ , karena setiap manusia diberikan ladang pertempuran yang berbeda. Segera ubah sudut pandang kita terhadap konsep pernikahan. Ubah menjadi, pernikahan adalah ladang ibadah. Terkesan toxic optimistic ya? bisa dikatakan begitu, tapi ini realistis. Daripada kamu terus tersiksa dengan harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan? iya kan? lebih baik niatkan dalam hati menikah untuk ibadah.

walaupun suatu pernikahan terlihat baik - baik saja, kita tidak pernah tahu seberat apa masalah yang mereka hadapi. Jadi jangan merasa iri, setiap pernikahan memiliki pertarungannya masing-masing. 

Cara yang terbaik adalah menerima pasangan apa adanya, lengkap dengan segala kebaikan dan kebiasaannya yang absurd. Terkadang ada saja kebiasaan yang jauh berbeda dengan kita, tapi itulah seni nya pernikahan. Indahnya di sana. 

Ketiga, Kendorkan ego dan pahami

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa pernikahan membuat kita dan pasangan berubah dikarenakan perubahan peran. baik kita maupun pasangan sama-sama beradaptasi terhadap peran baru ini. Maka pahamilah bahwa segala macam pertengkaran, perbedaan pendapat dan situasi yang tidak sesuai harapan merupakan bagian proses adaptasi.

Hanya dengan memahami hal ini saja kita tidak akan lagi merasa terjebak dalam unhappy marriage dan merasa kena prank. 

Bagaimana kalau pasangan malas bekerja dan mencari nafkah? dukung dia. Maksudnya? pasti ada alasan mengapa dia malas dan enggan mencari nafkah. Gali akar permasalahannya dan berikan solusi.  Kok rasanya aneh ya? harusnya kan suami gitu lho yang sadar diri buat cari nafkah dan bukannya sebaliknya! hahaha. Yah, sayangnya begitulah kondisi kita. Itulah ladang pertempuran kita. 

Tapi sebelum memulai, siapkan dulu stok sabar dan ikhlas ya. Menerima suami sedang berada dalam situasi seperti itu pasti gak akan mudah. apalagi kalau kita berpikir, buat apa susah susah mikirin itu? toh itu tanggung jawab suami! dia peduli sama aku aja gak! 

Iya sih, tapi kalau suami gak kerja terus kita sendiri gak kerja lha mau ngasih makan anak - anak gimana? oke, aku yang kerja! oh jangan! jangan bebani diri sendiri dengan prinsip seperti ini. Bukan hanya lelah fisik dan juga hati karena terus memendam rasa kecewa pada suami dan terus merasa menjadi single fighter. 

satu hal yang saya pahami dalam pernikahan adalah, para suami memiliki ego lebih atas kekuasaan dan harga diri. Dan ego itu terletak pada uang dan otoritas. Ya ya tidak semua suami begitu tapi mostly ya.

Jadi jangan lukai harga dirinya dengan merendahkan dan berkata kasar pada suami seperti, “ suami tiada guna” atau “ suami pemalas” atau “ suami gak bertanggung jawab “ . Percayalah, dalam hatinya pasti ada rasa bersalah saat tidak mampu memberikan yang layak pada keluarganya. Ada hati yang terluka disana. Jadi, dukunglah dia dengan tetap bersabar, ikhlas dan tersenyum. Klise ya? hahaha, memang! emang ada solusi lain?

Gimana cara mendukungnya? bisa kita arahkan dengan menawarkan pekerjaan atau bisnis yang pasangan sukai. Misal, hobinya burung nih… arahkan untuk bisnis burung. Saya dengar lumayan lho omsetnya. Atau hobinya main game, arahkan bikin warnet game atau jadi gamers yang berpenghasilan. Atau hobinya main bulu tangkis, arahkan untuk buka bisnis peralatan bulu tangkis dan olahraga lainnya. 

Kami gak punya modal dan gak punya jaminan? mintalah sama Allah. Kalau kita sudah berniat membantu suami, insya allah pasti dikasih jalan sama Allah. 

Tapi gimana nih, kalau suami bukan tipe orang yang mau dikasih masukan dan menolak mentah - mentah masukan solusi dari kita? gampang - gampang susah memang, tapi biasanya pasangan memang gengsi diberi masukan dan merasa apa yang dijalani adalah pilihan yang tepat. Gak masalah, terus aja kasih masukan karena informasi dari kita sebetulnya dia simpan dan dipertimbangkan, Cuman responnya aja yang terlihat seperti yang menolak, hihihi

Disinilah peran kendorkan ego dan pahami sangat diperlukan. Bukan hanya soal finansial, tapi juga saat kita menuntut lebih perhatian pada pasangan. Ingat bahwa pasangan juga menginginkan hal yang sama dari kita. Bukan hanya kita. Pahami hal ini dan mulai perhatikan kebutuhan batin pasangan. Insya Allah, hubungan dengan pasangan akan membaik. 

Keempat, Jadikan pernikahan sebagai ladang ibadah

Saat kita sudah berusaha dan melakukan segala cara untuk mempertahankan identitas diri dalam pernikahan dan mempertahankan pernikahan itu sendiri tapi masih tidak membuahkan hasil, maka ubah mindset kita menjadi “ jadikan pernikahan sebagai ladang ibadah”

mengapa? karena akhirnya saya menyadari bahwa, mengapa Rasulullah S.A.W  mengatakan bahwa menikahlah karena ibadah karena memang ladang ibadahnya banyak banget. Mulai dari melayani suami, mengurus rumah tangga dan juga anak - anak. Belum termasuk kepada orangtua kandung dan mertua. Tapi ujiannya juga banyak. Tapi setimpal lah dengan nilai pahalanya. 

kalau sudah mengubah mindset, ujungnya jadi nothing to lose dan Allah pasti kasih jalan yang terbaik untuk kita. Tapi bukan berarti lantas hanya pasrah saja tanpa usaha. semua point di atas bisa dijalankan sembari tetap pasrah dan tawakal. 

Kelima, cari cara komunikasi yang unik dengan pasangan

Setelah keempat poin diatas kita coba praktekan, saya yakin outputnya hati kita akan lebih lega dan plong. Sehingga kita bisa mencari solusi cara berkomunikasi yang unik sesuai dengan karakter pasangan. Misal, komunikasi sambil bercanda tapi menyimpan pesan yang cukup penting. Kita bisa lebih mencari lagi alternatif cara berkomunikasi jika hati dan pikiran kita sudah tidak penuh dengan emosi atau rasa kecewa lagi. percayalah. 

Semua point di atas menurut saya berkesinambungan dan tidak bisa hanya dilakukan satu poin saja. Karena akar permasalahan yang ada dalam diri kita yang harus di hempaskan dan diselesaikan terlebih dahulu, setelah itu baru bisa tidak berharap lebih kemudian mengendorkan ego dan memahami pasangan dan akhirnya mengubah mindset pernikahan menjadi ladang ibadah dan endingnya bisa berkomunikasi dengan lancar dengan pasangan.

Satu tips terakhir yang sangat penting, yaitu bersyukur. Bersyukurlah memiliki pasangan yang diberikan Allah yang lengkap dengan segala kebaikan dan kekurangannya.Bukankah dengan bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dalam hidup kita? tentu mau dong. Jadi, jangan lupa bersyukur ya.

Karena biasanya orang yang kena prank, walau awalnya dongkol ujungnya pasti tertawa lucu kan? mirip dengan kebiasaan Kilan Si Bungsu yang sering nge-prank saya pura-pura nangis, tentu saya kaget, setelah saya kaget tiba-tiba dia buka tangan dan mata dia lalu berkata, " iiihhh mamah kena prank! hahaha !! "







5 Manfaat dan Tips mengajarkan anak bersepeda. Apa saja sih tipsnya? sebelum saya bahas 5 Manfaat Bersepeda dan Tips mengajarkan anak bersepeda, saya mau cerita nih tentang pengalaman Keenan, anak pertama saya saat pertama kali punya sepeda dan akhirnya bisa naik sepeda sendiri gak pake roda tiga.

Keenan dan Sepeda Kesayangan


Keenan punya sepeda yang desainnya mirip sepeda shiva, kartun yang sempat ngehits di stasiun TV. Ceritanya shiva ini adalah anak kecil yang jago bersepeda dan memberantas kejahatan. Anak-anak pasti suka dengan aksi heroik shiva di setiap mengejar penjahat dengan sepeda supernya. Termasuk Keenan. Tiada hari tanpa menonton Shiva baik di layar televisi maupun youtube.

Akhirnya, Neneknya memberikan sepeda sebagai hadiah ulang tahun Keenan yang ketiga. Keenan senangnya bukan main. Segera setelah sepeda datang dia ingin segera bermain, sayang sepeda yang neneknya berikan ukurannya ternyata untuk anak usia 5 tahun. Sehingga saat bermain sepeda masih harus dipegang dan diawasi walaupun sudah sudah menggunakan roda kecil di sebelah kanan dan kiri ban belakang. 


Akhirnya karena sepeda nya kebesaran untuk usia Keenan yang masih tiga tahun, sepedanya disimpan dulu di gudang sampai Keenan bisa bermain sepeda yaitu saat Keenan berusia lima tahun. Wah, cukup lama juga ya menanti dia bisa naik sepeda lagi, hehe. tapi sesekali dia ingin naik sepeda itu dan dengan terpaksa saya atau ayahnya menemani dia bermain sepeda sambil mendorong sepeda dan memegang stang atau jok sepedanya.

Saat Keenan berusia lima tahun akhirnya Keenan bisa menaiki sepedanya. Kali ini dia bisa bermain sepeda sendiri tanpa didampingi saya atau ayahnya. Bahkan entah bagaimana caranya, dia bisa bermain sepeda lepas roda kecil. Saya sendiri sampai kaget, bahkan dia bisa lepas tangan! Cepat sekali dia bisa belajar bermain sepeda tanpa bantuan roda tiga. Padahal baik saya maupun ayahnya tidak pernah secara khusus mengajarkan anak bersepeda. Ternyata dia bisa bermain sepeda tanpa memakai roda kecil berkat bantuan dari teman - temannya. Waahh, luar biasa. 

Setelah Keena pandai bermain sepeda, hampir setiap hari dia bermain sepeda sampai kulitnya hitam legam, hihihi. Tapi tak apa karena berkat bermain sepeda, kemandirian dan keberanian Keenan muncul. Juga rasa empati dan mau berbagi bermain sepeda dengan temannya yang tidak memiliki sepeda juga muncul. Bahkan fisiknya semakin kuat terutama kaki. Walaupun terkadang selesai bermain sepeda pada malam harinya sering mengeluh pegal. Tapi tidak apa, karena itu proses dari pengembangan motorik kasarnya. 

5 Manfaat Bersepeda Bagi Anak


Berikut lima manfaat bersepeda bagi anak, yaitu :


1. Melatih kepercayaan diri, Keberanian dan Kemandirian anak


Dengan bermain sepeda, anak dilatih untuk percaya diri dan memunculkan keberanian. Mengapa? karena saat belajar bersepeda, anak harus memiliki rasa percaya diri terlebih dahulu bahwa dia bisa mengayuh dan bersepeda dengan baik. Proses belajar bersepeda inilah yang pada akhirnya akan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri pada anak. Jika anak sudah berani dan percaya diri, maka dengan sendirinya dia akan bersepeda secara mandiri tanpa perlu didampingi orang tuanya lagi. Tetapi tetap ya, sesekali dampingi anak bersepeda untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan. 

2. Melatih Daya Konsentrasi Anak


Saat anak bersepeda maka anak akan dilatih untuk daya konsentrasinya dengan memperhatikan jalan dan menjaga keseimbangan badan serta sepedanya. Jika terus dilatih, maka anak akan memiliki daya konsentrasi tinggi. Hal ini dapat membantu anak berkonsentrasi di bidang lain, seperti saat belajar atau membuat karya. Terbukti dengan Keenan yang lebih mudah menyerap pelajaran di sekolahnya dan saat Keenan berkarya membuat mainan dari kertas dan karton bekas. 

3. Melatih Motorik Kasar Anak


Dengan bersepeda maka motorik kasar anak akan terlatih. Karena dibutuhkan tenaga yang cukup kuat untuk mengayuh dan menjaga keseimbangan badan selama bersepeda. Tubuh anak menjadi lebih sehat dan motorik kasarnya juga semakin terasah. 

4. Melatih Anak bersosialisasi dan empati


Saat bersepeda, anak pasti bersepeda dengan teman sebayanya. Dan tidak semua teman sebayanya memiliki sepeda. Hal ini dapat memunculkan empati untuk berbagi bermain sepeda dan melatih anak dalam bersosialisasi. 

5. Melatih Anak bertanggung jawab


Bersepeda juga ternyata dapat melatih rasa tanggung jawab pada anak. Anak akan belajar bertanggung jawab terhadap sepeda yang dimilikinya dengan merawat dan menjaga sepedanya dengan baik. Seperti tidak menyimpan sembarangan, meletakan sepeda di tempatnya setelah selesai bersepeda dan mencuci sepeda yang dapat dilakukan bersama dengan ayah atau ibu. 

5 Tips mengajarkan anak bersepeda Ala Mama Keenan


Dari pengalaman saya mendampingi Keenan bermain sepeda, berikut 5 tips cara mengajarkan anak bersepeda, yaitu :
  1. Berikan rasa percaya diri pada anak bahwa anak bisa bersepeda
  2. Dampingi anak selama proses belajar bersepeda
  3. Berikan semangat saat anak terjatuh selama proses belajar bersepeda
  4. Berikan apresiasi berupa pujian saat anak berhasil bersepeda tanpa roda tiga
  5. Berikan kepercayaan kepada anak bahwa anak bisa menjaga bersepeda sendiri dengan aman dan menjaga sepedanya agar tidak hilang
Itulah lima manfaat dan tips bersepeda anak yang saya paparkan berdasarkan pengalaman Keenan selama proses belajar bersepeda sampai akhirnya bisa bersepeda sendiri. Kalau pengalaman bunda mengajarkan anak bersepeda bagaimana nih? sharing yuk di kolom komentar.

  Dove Hair

Tips Hair Spa Di Rumah Agar Lebih  Menyenangkan. Asyik ga tuh? pasti asyik lah, secara gitu para ibu seperti saya terkadang kesulitan mencari waktu untuk me time walaupun itu sekedar memanjakan diri di salon untuk bisa mendapatkan hair spa. Terlebih lagi si bungsu sedang ada dalam fase separations anxiety yang cukup parah. Jangankan ke salon, ibu nya menghilang sebentar ke kamar mandi saja, nangisnya seperti ditinggal ibu ke Maroko! hihihi
Selain itu, di masa pandemi seperti sekarang rasa-rasanya agak was-was kalau harus pergi ke salon. Jadi hair spa dirumah menurut saya pilihan me time paling aman. Sekarang para ibu bisa sedikit mendapatkan relaksasi lewat me time bersama rangkaian produk Dove Hair Spa. Eit tunggu dulu, spa itu sebetulnya apa sih?

DEFINISI, MANFAAT , JENIS SPA 


Definisi Spa adalah salah satu perawatan yang ditawarkan oleh salon atau tempat khusus dengan pelayanan spa. Kata Spa sendiri dari bahasa latin “solus per aqua” atau “sante par aqua” yang artinya kegiatan terapi dengan air.
Spa juga merujuk kepada kota Spa di Belgia, yang merupakan sebuah tempat yang memiliki sumber air yang menyehatkan, seperti pemandian air panas atau mineral.
Manfaat Spa sendiri adalah untuk relaksasi tubuh dan pikiran yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dan kulit seperti membersihkan dan mencerahkan kulit. 
Terdapat beberapa Jenis spa, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Destination Spa : Merupakan program khusus yang menawarkan treatment relaksasi, edukasi kesehatan, olahraga , tips dan konsultasi menu makan sehat. Destination Spa lebih kepada memberikan pelayanan berupa peremajaan tubuh dan pikiran secara holistik .
  2. Day spa : Merupakan jenis spa dengan treatment berkala seperti Hair spa, manicure, pedicure, facial, body massage, dan scrubbing.
  3. Medical Spa : Merupakan layanan spa yang menggunakan tenaga terapis profesional yang memiliki lisensi medis. Layanan spa ini bertujuan untuk merawat sekaligus meremajakan tubuh melalui prosedur medis yang menggunakan alat-alat medis dalam pelayanannya. 
  4. Health Spa : Merupakan layanan spa yang menggunakan tenaga terapis profesional yang memiliki lisensi medis yang berfokus kepada merawat kesehatan secara keseluruhan
  5. Resort Spa : Merupakan layanan spa yang ditawarkan oleh sebuah resort atau hotel. Resort spa biasanya memiliki pilihan treatment yang bertujuan untuk memulihkan kebugaran tubuh dan mental. 
  6. Mineral Spring Spa : Merupakan perawatan spa yang menggunakan bahan - bahan alami dan hidroterapi yang menggunakan air yang berasal dari sumber mata air alam. 

Hair Spa Di Rumah Juga Bisa Menyenangkan


Sedikitnya waktu yang dimiliki oleh para ibu karena aktivitas pengasuhan dan domestik, terkadang membuat para ibu kesulitan mendapatkan waktu untuk melakukan perawatan tubuh dan pikiran termasuk soal perawatan rambut. Padahal rambut merupakan salah satu bagian tubuh yang cukup penting terkait penampilan, terlebih untuk sebagian besar wanita.
Tidak sedikit permasalahan rambut banyak dialami oleh para ibu, seperti ketombe, rambut rusak, rambut kering, kusam dan rambut rontok. Saya sendiri mengalami hampir semua kerusakan rambut tersebut. Yang paling parah sih rambut rontok dan ketombe.
Dengan melakukan hair spa, rambut akan kembali sehat. Mengapa? karena Hair spa merupakan terapi yang diberikan kepada rambut dengan cara memberikan vitamin ke kulit kepala. Memang sih lebih asyik melakukan hair spa di salon, tapi hair spa dirumah juga bisa menyenangkan kok dan caranya sangat mudah, yuk simak

1. Tentukan Waktu yang Tepat 


Para ibu biasanya sudah tahu pukul berapa anak tidur atau playtime. Gunakan waktu ketika anak - anak tidur untuk melakukan hair spa dirumah. Saya rasa ada cukup waktu 1 hingga 2 jam untuk hair spa. Jika anak - anak tidak terbiasa tidur siang seperti anak - anak saya, maka saya menggunakan waktu playtime mereka untuk hair spa dirumah . 
Yang terpenting bagi anak - anak sih, ibunya keliatan depan mata! hehehe. jadi saya bisa sounding dulu sebelum melakukan hair spa pada mereka, saya katakan “ Nak, ibu mau mandi dulu ya. ibu di kamar mandi kok gak kemana - mana. oke! “ . Agar kegiatan hair spanya lebih lancar, ibu bisa memberikan mainan favorit atau channel youtube kesukaan. 
Kalau anak - anak sudah dalam suasana aman dan terkendali, maka acara ahri spa dirumah bisa lancar dan menyenangkan. 

2. Siapkan produk Hair Spa


Ini yang paling Utama. Jangan sampai lupa menyediakan produk hair spa. Dove memiliki rangkaian produk untuk hair spa di rumah lho. apa aja sih? 
  • Dove Ritual Shampoo 
  • Dove Ritual Conditioner dan Damage Treatment Conditioner
  • Dove Hair Vitamins
  • Dove Treatment Tonic
  • Dove Creambath Hair Growth Ritual
Semua produk Dove Hair memiliki banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan Dove Ritual Conditioner kondisi kesehatan rambut. Menurut saya pilihan produknya lengkap, karena Dove hair memiliki produk untuk semua jenis kerusakan pada rambut. 

3. Siapkan Lagu Favorit


Ini nih yang bikin hair spa dirumah makin menyenangkan. Siapkan playlist di mp3 lagu - lagu kesukaan kita atau lagu yang menyenangkan dan menenangkan hati. setelah hair spa dirumah selesai, bukan hanya rambut yang ternutrisi dan kembali sehat, tapi juga hati dan pikiran kita. 

Langkah-langkah melakukan hair spa di rumah


Setelah Mengkondisikan anak - anak, menyiapkan produk hair spa dai Dove dan menyiapkan playlist lagu kesukaan, maka yuk kita hair spa dirumah sekarang, Ikuti tahapannya dibawah ini untuk mendapatkan hasil maksimal dari perawatan hair spa dirumah.

1. Keramas

Sudah tentu dong langkah awal dari hair spa dirumah adalah keramas. Ibu - ibu bisa menggunakan produk shampo dari Dove karena banyak sekali pilihannya dan bisa di sesuaikan dengan kondisi rambut kita. Apa saja produknya? 
  • Thickening Ritual Shampoo ( Shampoo dengan manfaat menutrisi rambut dan membuatnya lebih tebal dari akar hingga ujung rambut )
  • Hair Growth Rtual Shampoo ( Shampoo dengan manfaat menutrisi dan mempertahankan rambut dari kerusakan. membuat rambut tumbuh panjang dan sehat )
  • Glowing Ritual Shampoo ( Shampoo dengan nutrisi rambut dan membuat rambut lebih cantik dan berkilau )
  • Total Damage Treatment Shampoo ( Shampoo dengan nutrisi mengembalikan kekuatan rambut patah )
  • Nourishing oil care shampoo ( Shampoo yang dapat mengontrol rambut kusut dan menjadikannya lembut. shampo ini juga cocok untuk rambut yang ujungnya bercabang )
  • Nourishing Black shampoo ( Shampoo yang dapat menutrisi rambut hitam dari akar hingga ujung rambut )
  • Daily Shine Shampoo ( Shampoo yang dapat digunakan sehari - hari untuk mendapatkan rambut berkilau dan ternutrisi )
Saat keramas, pastikan rambut dibersihkan sampai bagian tepi rambut dan bilas kulit kepala dan rambut dari busa shampoo. 

2. Gunakan conditioner

Keramas sudah selesai yuk lanjut dengan mengaplikasikan conditioner. Apa sih manfaat conditioner? tentu saja menutrisi rambut agar menjadi sehat. Dove memiliki beberapa produk conditioner yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan para ibu, seperti : 
  • Hair Growth Ritual Conditioner 
  • Glowing Ritual Conditioner
  • Volume Nourishment Conditioner
  • Dove 1 minute Conditioner - Intensive Hair fall treatment
  • Dove 1 minute super conditioner - Intensive damage treatment
  • Daily Shine conditioner

3. Vitamin rambut

Keramas sudah begitu juga conditioner, langkah selanjutnya dari rangkaian treatment hair spa dirumah adalah mengaplikasikan vitamin rambut. Dove juga memiliki vitamin untuk rambut lho, yaitu Nourishing oil care daily hair vitamin dan Intensive repair daily hair vitamins.
Saat mengaplikasikan vitamin ke kulit kepala, aplikasikan vitamin sambil memijat-mijat kepala agar vitamin lebih cepat diserap oleh kulit. 

4. Steam

Steam adalah Langkah terakhir dalam rangkaian kegiatan me time dengan melakukan hair spa dirumah . Tujuan steam adalah membuka pori-pori kulit kepala agar vitamin lebih cepat meresap kedalam kulit kepala dan rambut.
Kalau di salon sih, ada mesin uap. kalau dirumah, ibu bisa menggunakan handuk panas yang digunakan ke seluruh area rambut . Sebelum melakukan steam, gunakan dulu krim atau vitamin. Dove juga punya produk Dove Creambath Hair Growth Ritual yang dapat digunakan untuk krim selama proses steam hair spa dirumah. 
Nah, sekarang bisa kan me time menyenangkan dirumah aja dengan melakukan hair spa di rumah. Apalagi dengan menggunakan produk dari Dove, saya yakin hasilnya akan lebih maksimal.