Bahagia Itu Absurd

Bahagia itu absurd


Bahagia itu absurd. Itu sih pendapatku, kenapa? Sebelum aku jawab aku pengen kalian baca beberapa statement dibawah ini,

" Bahagia banget anak - anak Soleh dan rewel "
" Duh bahagia banget di kasih kiriman nih "
"Duh bahagia banget menang lomba"
"Bahagia itu sederhana, makan dengan keluarga"
"Bahagia deh ketemu temen lama"
" Berbagi dengan sesama adalah suatu kebahagian "
"Happy banget gue, film Marvel yang baru udah keluar"
" Duh, makasih ya udah bikin aku happy dengan cerita konyol kamu. Aku udah gak sedih lagi "
" I'm so happy menikmati senja sore ini "
" This travel make me happy "


Ada yang mau menambahkan?

Kira - kira gitu deh statement saat kita ketemu moments yang kita rasa bikin happy atau bahagia. Tapi berapa lama feeling itu dirasakan? Hanya beberapa hari atau bahkan mungkin hitungan jam. Setelah itu? Ya biasa aja.

Betul gak?

Lantas, apa sih bahagia itu? Bahagia itu absurd, tergantung bagaimana perasaan dan logika kamu menerima dan merespon situasi. Bahagia itu sifatnya gak abadi dan kadang perlu effort agar bisa bahagia yang kadang terkesan maksa, hanya supaya gak stress. Tapi nyatanya malah nambah stress. Udah ngerjain ini itu kok gak happy? Berarti ada yang salah.

Aku pernah gitu soalnya. Waktu isoman kemarin maksa banget nonton film lucu, tapi aku gak ketawa apalagi feeling happy. Aku juga terus afirmasi positife tapi gak mempan.

Ternyata emang yang aku butuhkan curhat dan menerima situasi.

Jadi, jangan maksain ya kasian diri sendiri. Karena bahagia itu gak bisa dipaksakan, dia alami tapi masih bisa diusahakan. Tapi diusahakan juga dengan good feeling dan sedikit percikan semangat biar sehingga bisa ngerjain apapun dengan "happy".

Bahagia menurutku sifatnya jadi moodbooster harian, bukan hal yang sifatnya menetap. Ibaratnya udah mirip kamu beli thai tea atau booba deh buat moodbosster, atau denger lagu favorite. Ya bahagia seperti itu.

Tapi bukan berarti kita gak bisa do something agar kita feel happy. Maksudku adalah jangan maksa. Jangan terus afirmasi positife padahal kamu gak mood, ya gak akan masuk.

When you feel sad or down, kamu bisa mengusahakan beberapa hal yang bikin sedikit happy dan gak badmood. Seperti bicara dengan diri sendiri terus lakukan apa yang bisa bikin gak terlalu sad. Apapun yang kamu suka. Joget sambil dengerin lagu favorite, nonton film favorite, rebahan seharian, chat teman lama, nonton Reels di IG dan apapun lah kamu yang lebih tahu.

Tapi, soal bahagia ini Menurutku sih jangan jadikan sebagai tujuan hidup. Banyak kan dari kita - kita yang bikin statement :

Tujuan hidupku adalah mencari kebahagian

Duh, menurutku ini kurang baik sih. Kasian diri sendiri seakan - akan hidupnya nyari terus kebahagian dan terkesan gak mau Nerima sisi sedih dan luka dalam hidup.

Padahal hidup ya gitu deh, naik turun. Kadang senang, kadang rudet dan kadang gak jelas.

Menerima seluruh paket dalam hidup, bagian yang bikin sedih, bikin kecewa, bikin sakit hati, bikin ketawa sampai terpingkal - pingkal, bikin bahagia meski sesaat adalah kebahagiaan.

Bahagia adalah, menerima dan menjalani hidup dengan apa yang kita miliki apa adanya. Dengan begitu, perasaan terasa lebih tenang, damai dan gak badmood. Segitu aja udah bahagia kan?

That's why aku bilang bahagia itu absurd alias gak jelas. Tapi bukan berarti sudut pandang seperti ini jadi pagar untuk gak mengejar "ambisi" atau "harapan" ya. Justru dengan punya perasaan bahagia, moodbooster dan semangat untuk mengejar itu semakin besar

Satu hal lagi, bahagia itu kadang euphorianya bisa bikin kalang kabut. Jadi, ada baiknya dikendalikan meski gak gampang sih. Bukan apa - apa, pas giliran jatuh atau feel sad juga jatuhnya bener - bener. Sesuai lah porsinya.

Kalau dapet hal yang membahagiakan, cukup say thank you To God, alias Alhamdulillah. Abis itu udah, keep feeling-nya buat jadi moodbooster ngerjain apapun yang mau dikerjain. Gak usah heboh sampai bikin status di semua sosmed atau happy yang kebablasan ( padahal sendirinya suka gitu! Wkwkwk )

Aku lagi mikir aja, selain karena nulis sesuai tema komunitas 1m1c juga emang lagi mikir, apa sih yang bikin bahagia? Kenapa feeling-nya gak bertahan lama ya? Harus Gimana biar bahagia terus?

Ya gak bisa bahagia terus Marisol. Harus terima bagian sad nya. Itu lah hidup. Itulah bahagia itu sendiri, se-sederhana  itu sih tapi aplikasinya…. Maha berat. Ya kan? Hehehe

Bahagia yang aku bahas seputar feeling dan respon ya? Hehe. Tapi bicara soal kebahagian hidup, kita bisa sedikit effort agar hidup bisa lebih bahagia. Caranya? Menjalani hidup dengan apa yang kita yakini, filosofi hidup kita. Seperti apa? Ya kita yang lebih tau. 

Coba merenung untuk memikirkan hal ini, hidup seperti apa yang ingin saya jalani? Hidup seperti apa yang bisa membuat hidup saya lebih bahagia?

Hidup yang agamis? It's good and sudah seharusnya. 

Hidup minimalis? It's good too, tapi jangan maksain biar gak dibilang gak ngikutin tren ya. Hidup minimalis itu sesuai dengan filosofis dan keyakinan diri juga. Hidup Minimalis juga bisa jadi way of life, karena menurutku kesederhanaan dalam hidup emang bisa bikin lebih bahagia 

Sederhana dalam memiliki dan menggunakan barang juga sederhana dalam berfikir dan merasakan. Aku sih belum sepenuhnya paham soal ini, karena aku juga lagi coba belajar cara berfikir hidup minimalis. I think it's a good one, klo banyak barang dirumah emang bikin sumpek dan aku udah menjalani hidup minimalis dari segi minimalis interior,  barang dan sampah udah sejak sebelum menikah, tapi soal minimalis dalam berfikir dan perasaan? Wah aku juga belum banyak belajar. 

Kesimpulan

Jadi intinya? Walau aku bilang bahagia itu absurd atau gak jelas karena sifatnya yang sementara. Tergantung respon kita terhadap suatu keadaan , situasi dan kondisi.  Yang krusial menurutku, bahagia itu adalah self love, mencintai diri sendiri dan hidup yang dimiliki apa adanya.

Btw, ini pertama aku nulis artikel di hp. Ternyata repot juga. Aku jadi appreciate banget blogger yang sampai sekarang masih nulis di hp. Dengan segala keterbatasan masih bisa berkarya walo aku tau kadang sedih juga, tapi masih tetep berkarya. Itu lah hidup bahagia. 

Ada yang mau nambah? Atau gak setuju dengan statement aku? Boleh lah balas di komen ya.

Aku berharap, kita semua bahagia dengan hidup kita agar bisa saling membahagiakan satu sama lain sehingga kita bisa saling menghibur saat satu sama lain Saat sedang terpuruk atau sekedar badmood lalu munculah ucapan syukur,

" Makasih banget ya, aku jadi happy nih karena kamu "


Tulisan ini ditulis sesuai Minggu tema " Bahagia " komunitas menulis 1 Minggu 1 cerita.

2 komentar:

  1. dan bahagia itu kita sendiri yang ciptakan, kita gak boleh menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, hehehe

    BalasHapus
  2. aku setujuuuuu mbak
    bahagian kita yang ciptakan, bahagia kalau kita awalnya bisa mencintai diri sendiri dulu
    ada benernya yang dibilang mbak eka, kalau pas lagi traveling misalnya, waktu traveling bawaannya pasti hepi pol, habis traveling ya balik lagi ke mood hari hari biasa kalau pas kerja, ada pegel, kesel sedih campur aduk

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan isi artikel, tidak meninggalkan link dan tidak ditulis anonim ( atau saya hapus). Terimakasih