kenapa sih, anak suka bertingkah kayak GODZILLA saat bersama emak?





Hari ini saya full temani keenan di sekolah TK tanpa bawa adiknya,
Alhamdulillah kilan anteng “main” sama bapaknya.
Bapaknya bilang kilan di ajak nonton film hantu, “valak” dan dia ngikutin filmnya ampe akhir.
Dia duduk terus di sebelah bapaknya sambil nonton, Gak minta jajan dan gak rewel ini itu. Syukurlah, saya lega.

Tapi, begitu saya pulang, tiba-tiba kilan bertingkah layaknya orang yang bebas dari penjara!Saya kaget!
Dia lari kesana kesini, dia keluarin semua mainan dari lemari mainan dan mulai merengek pengen ini dan itu dengan suara lengkingan khas setengah menangis, 

mamaaaaa……ini….”

mamaaaaaaaa……..ituuuuuuuuuuuuuuuu!!!” 
dan begitu seterusnya sampai kuping saya panas dan mood saya berantakan. 
Padahal saya lumayan cape sehabis nemenin kakak di TK.

Saya heran,
Kenapa selama dengan bapaknya dia layaknya kelinci putih yang manis, 
tapi begitu ketemu emaknya langsung meraung bak godzilla mengamuk??

Gak jadi deh saya “ngerjain” bapaknya biar beliau merasakan yang saya rasakan 
( di kasih rewel anak! ) karena nyatanya gak gitu, hihihihi

Why oh why?

Pendapat ahli  tentang anak bertingkah layaknya GODZILLA saat bersama ibu


Menurut psikolog  Marta Falaguasta, tingkah laku anak yang demikian merupakan hal yang wajar, yaitu karena anak tidak merasa bebas menjadi diri sendiri nya saat bersama orang tertentu ( kakek-nenek, paman-bibi, teman orang tua dan bahkan ayah sendiri! )

"ketika anak lahir, secara naluriah dia akan mempelajarri semua hal tentang ibu nya, hal tersebut dimulai saat sang ibu mulai menyusui hingga MPASI pertama "  ucap Falaguasta,

Sedangkan menurut psikolog Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog dari Biro Psikologi Castra Tangerang,  dalam  artikel  : 

https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-3323378/anak-jadi-bertingkah-saat-ada-ibunya-tanda-ia-nyaman-dengan-sang-ibu menyatakan bahwa,  


“ memang ada penelitian bahwa bayi ketika ada ibu justru lebih sering menabgis dibanding saat tidak ada ibunya ". Dikatakan Wikan, hal itu memang terjadi secara alami di mana anak jadi lebih manja jika ada ibunya.

"Nah, kalau anak jadi lebih bertingkah saat ada ibunya, ada betulnya bahwa itu tanda dia sudah nyaman dengan ibu. Artinya, bagi si anak ibu adalah sosok yang aman kalau dia menunjukkan sosok aslinya, jadi anak nggak perlu jaim lagi kayak pas lagi nggak ada ibunya," tutur Wikan saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (18/10/2016).

Sedangkan menurut : 

https://id.theasianparent.com/mengapa-anak-berperilaku-lebih-buruk-saat-ada-ibu


menyatakan Pendapat dokter tentang anak berperilaku lebih buruk saat ada ibu adalah karena :

“Ibu melambangkan ‘kebutuhan’ untuk anak-anak, dan anak-anak menghubungkan kebutuhan mereka akan makanan dan kelangsungan hidup dengan Ibu mereka,” kata Ann Corwin Ph.D, dokter konsultasi di Parenting Doctor.

Itulah sebabnya anak-anak akan meningkatkan perilaku buruk mereka untuk mendapatkan perhatian dari Ibu kapanpun mereka bisa.

Peran ayah, di sisi lain, melambangkan ‘kepercayaan’, ‘keberanian’ mengambil risiko dan ‘bermain’ untuk anak-anak.

Sehingga anak-anak tidak terlihat begitu putus asa untuk mendapatkan perhatian dari ayah mereka, karena ayah tidak berperan penting untuk kelangsungan hidup (menurut mereka).

Nah, udah ketemu alasannya why oh why
Klo sudah begini, saya berusaha buat pasrah aja sambil sekuat tenaga buat ikhlas menerima lemparan rewel anak – anak setiap hari yang tiada akhirnya, karena Saat anak berprilaku seperti itu, sebenarnya  kita sudah berhasil menjadi sosok ibu yang sangat dibutuhkan oleh anak  dan menganggap kita  sebagai tempat yang sangat nyaman dan mampu menjaganya dari gangguan apapun.

Oke deh,


So, take it as a good sign and remember this: They save it all for you!

Do your kids start speaking tongue, crying, releasing their bowels and clinging to you when you walk in the door? Take it as a sign that they love you and just know that I’m sending you lots of love the next time it happens, because I know… Oh, I know… it drives us all bonkers-up-the-wall!

2 komentar:

  1. Kalau anak saya sama bapaknya anteng juga, tapi tetep nangis nyari emaknya >___< apalagi kalau sudah lapar, hahaha.

    BalasHapus