Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan
IDN Times


Balada Si Roy, Film Perdana IDN Pictures Ini Membuat Penasaran. Saya termasuk yang penasaran lho. Pasalnya, ibu saya juga penggemar novel Balada Si Roy karya karya Gol A Gong. Saya tahu itu karena saya pernah menemukan novel ini di antara koleksi novel karya Agatha Christie milik beliau. Tapi saya sendiri belum pernah membacanya, nah ini lah yang membuat saya penasaran. 

Saya rasa ibu saya juga akan sama penasarannya dengan saya, sebagai seorang penggemar pasti akan sangat bangga jika novel kesukaannya diadaptasi ke layar lebar. 

Terimakasih tak terhingga kepada IDN Picture yang mengangkat novel Balada Si Roy ke Layar lebar sebagai film perdananya. Sekilas mungkin ada sebagian teman - teman yang tidak tahu apa atau siapa IDN Pictures itu, benar kan?

Geliat IDN Pictures Di Industri Film Indonesia

Semua berawal dari proses akuisisi perusahaan film Demi Istri Production pada Mei 2020 silam oleh IDN Media . Kemudian IDN Media meluncurkan IDN Pictures sebagai bentuk dukungan terhadap industri film Indonesia . IDN Picture dipimpin oleh Fajar Nugros (Sutradara Film Balada Si Roy dan Head of IDN Pictures) dan Susanti Dewi ( Produser Film Balada Si Roy dan Head of IDN Pictures).

IDN Pictures membuktikan dukungannya terhadap perfilman Indonesia dengan mengangkat novel legendaris Balada Si Roy sebagai film pertama IDN Pictures yang dipublikasikan pada bulan November 2020 silam. Film Balada Si Roy akan dirilis pada tahun 2021 dan disutradarai oleh Fajar Nugros dan Susanti Dewi sebagai produser film.

Bagi yang belum mengenal Fajar Nugros dan Susanti Dewi mungkin bisa mengenal kedua orang hebat ini lewat karya film - film sebelumnya, yaitu seperti Cinta Brontosaurus (2013), Moammar Emka’s Jakarta Undercover (2017), Yowis Ben (2018 & 2019), dan Terbang Menembus Langit (2018). Melihat betapa suksesnya semua film besutan kedua orang hebat ini, maka saya tak ragu lagi jika Balada Si Roy akan sama bagusnya. 

Pemeran Balada Si Roy

konferensi pers virtual Balada Si Roy


Pada Desember 2020 yang lalu, IDN Pictures menggelar acara konferensi pers virtual dimana deretan nama pemain film Balada Si Roy diumumkan. Film Balada Si Roy ternyata melibatkan aktor/aktris muda dan juga senior yang kualitas aktingnya sudah tidak diragukan lagi. Siapa saja mereka? berikut deretan nama pemain di film Balada Si Roy : 
  1. Abidzar Al Ghifari sebagai Roy.
  2. Feby Rastanty sebagai Ani.
  3. Bio One sebagai Dullah
  4. Zulfa Maharani sebagai Wiwik
  5. Sitha Marino sebagai Dewi
  6. Jourdy Pranata sebagai Andi
  7. Omara Esteghlal sebagai Toni
  8. Yusuf Mahardika sebagai Edi
  9. Dea Aditya sebagai Iwan
  10. Fachri Muhammad sebagai Sodik
  11. Maudy Koesnaedi sebagai ibu dari Roy
  12. Kiki Narendra sebagai ayah dari Ani
Fil Balada Si Roy

Novel Balada Si Roy


Melihat deretan nama pemain Balada Si Roy diatas, rasa penasaran saya semakin bertambah nih. Terlebih lagi terhadap akting putra almarhum Ustad jefri sebagai tokoh utamanya, yaitu Abidzar Al Ghifari. Teman - teman juga penasaran kan?

Tanggapan Positif Dari Penggemar Balada Si Roy

Pada acara acara konferensi pers virtual film Balada Si Roy pada Desember 2020 yang lalu, IDN Pictures juga turut mengundang salah satu inisiator komunitas Sahabat Balada Si Roy, yaitu Daniel Mahendra. Pada kesempatan tersebut, Daniel Mahendra menyampaikan respon positifnya terkait novel Balada Si Roy yang akhirnya diangkat ke layar lebar oleh IDN Pictures. Daniel mengatakan, 

                             
Terkait pemilihan para pemain film Balada Si Roy, Daniel sepenuhnya mempercayakan hal ini kepada tim IDN Pictures. Daniel mengatakan, 

Membalas pernyataan dari Daniel , Fajar Nugros selaku sutradara sekaligus Head of IDN Pictures mengatakan, 

Hal yang senada pun di ungkapkan oleh Susanti Dewi yang merupakan produser film Balada Si Roy sekaligus Head of IDN Pictures, 

Wow, menurut saya IDN Pictures keren sih. Bukan hanya mengangkat novel legendaris Indonesia di era 80-90an, tapi juga menggaet komunitas penggemarnya. Saya rasa ini bentuk kepedulian yang tulus dan luar biasa hebat. Karena dalam proses pembuatan film saya yakin sudut pandang penggemar akan sangat dibutuhkan untuk menyelami apa yang diharapkan oleh para penggemar Balada Si Roy terhadap filmnya nanti. Sehingga para penggemar akan puas dengan hasil filmnya dan orang awam seperti saya akan semakin tertarik untuk menonton.    

Komunitas Balada Si Roy memiliki nama, Sahabat Balada Si Roy. Komunitas ini ternyata telah berdiri sejak 11 tahun yang lalu dengan anggota komunitas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Komunitas ini muncul pertama kali di sebuah grup Facebook. Tapi jauh sebelum komunitas ini bertemu di Facebook, ternyata penggemar Balada Si Roy sudah ada sejak awal lahirnya novel. Namun karena terbatasnya media Komunikasi agak sulit melakukan komunikasi dengan sesama penggemar. Berkat adanya platform Facebook , penggemar Balada Si Roy lebih terintegrasi dan hingga saat ini jumlah anggotanya mencapai 1982 orang.

Saya tidak menyangka lho, berawal dari satu kesamaan yang sama bisa melahirkan bentuk pertemanan yang cukup kuat dan bertahan lama. Hal ini terbukti dengan sering diadakannya gathering ke berbagai kota di Indonesia hingga saat ini. Apa sih yang dibicarakan saat para penggemar Balada Si Roy ini bertemu? Daniel mengatakan bahwa saat mereka bertemu mereka saling bercerita seputar Balada Si Roy. Daniel juga mengatakan bahwa, 
Saya semakin penasaran nih dengan film Balada Si Roy. Apalagi sekarang film Balada Si Roy telah memasuki tahap syuting di daerah Banten, seperti Serang dan Rangkasbitung. Semoga proses produksi film Balada Si Roy lancar ya, sehingga nanti saya bisa mengajak ibu saya bernostalgia  sambil nobar alias nonton bareng, saya yakin ibu akan senang. 
Teachers

Kocaknya adu akting Yova Gracia & Estelle Linden di Film Teacher . Ketika pertama kali saya mendengar judul film Teacher, saya kira film ini bergenre thriller dan suram. Sebelumnya saya memang belum melihat posternya. Kemudian baru saya lihat poster dan menonton trailernya ketika akan menghadiri pemutaran film Teachers yang diselenggarakan secara daring. Dan ternyata, asumsi saya salah. Film Teachers bukan film thriller, melainkan film komedi yang kocak abis! hehehe
Wah, saya beruntung deh bisa ikutan nonton tayangan perdana film ini secara daring dalam acara Ajang Online Screening & Press Conference Film Teachers bersama ratusan teman - teman blogger lainnya pada hari Jumat, 8 Januari 2021. Bagi teman - teman yang ingin menyaksikan Film Teachers, bisa kok menontonya melalui STRO, yang merupakan aplikasi streaming film berbasis subscription (SVOD) dari Stroworld.

SUTRADAR FILM TEACHERS

Acara ini dihadiri oleh sutradara Film Teachers, Sarjono Sutrisno. Selain itu, para pemeran utama dan juga beberapa pihak di belakang layar produksi film Teachers juga turut hadir beserta dengan ratusan penonton eksklusif yang diambil dari dari fanbase para pemain serta subscribers aplikasi STRO. 

SINOPSIS dan REVIEW FILM TEACHERS 


YOVA GRACIA


Begitu saya lihat poster dan menonton trailernya, saya bisa menebak kalau Film Teachers merupakan film bergenre aksi komedi. Pasti seru nih, pikir saya. Dan ternyata iya. Film Teachers ini kocak banget, bukan hanya saya tapi juga anak - anak yang awalnya enggan ikut nobar alias nonton bareng pun akhirnya ikut nonton dan tertawa terpingkal - pingkal di sepanjang film. 
Adu akting Yova Gracia & Estelle Linden terasa pas. Yova yang memerankan Agnes, seorang polisi dan Estelle Linden sebagai guru sekolah dasar bernama Mec. Karakter Agnes yang pemuja film Die Hard nya Bruce Willis memiliki karakter yang unik, lucu, tegas tapi juga kikuk karena harus berpura-pura menjadi guru. Sementara Mec memiliki karakter guru yang sempurna, penyabar tapi juga full of surprise. Adu akting keduanya membuat film teacher hidup dan terasa “bernyawa”. 
Film Teachers bercerita mengenai rencana penangkapan sindikat narkoba yang terselubung di sebuah sekolah dasar oleh polisi bernama Agnes. Demi mencari sindikat narkoba, Agnes harus menyamar menjadi guru olahraga. Awalnya dia merasa kikuk dan bete sepanjang hari. Tapi lama kelamaan setelah mengenal para murid, Agnes pun menaruh rasa simpati dan peduli terhadap murid-muridnya. terbukti dengan ia mau melatih para murid untuk kejuaraan sepakbola. 
Berbagai upaya dilakukan Agnes sampai akhirnya penyamaran Agnes terbongkar secara tidak sengaja oleh Mec. Mereka pun menjadi partner dalam mencari sindikat narkoba di sekolah. 
Sampai akhir film saya terus menduga - duga, siapa sih sindikat narkoba itu? Jangan - jangan Mec, bisa saja kan dia? Biasanya peran cantik, imut dan polos ternyata orang yang berbahaya. Kemudian saya menduga - duga mungkin si guru olahraga saingan Agnes atau bahkan si kepala sekolah! aaahhh gemes deh. 
Dan ternyata sindikat narkobanya adalah…...jeng jeng jeng…….RAHASIA! wkwkwkwk. Nonton dong filmnya di aplikasi STRO. hehehe 
Saya jamin deh gak bakalan nyesel nonton film Teachers dan siap - siap aja, tertawa terpingkal- pingkal sepanjang film. Karena, selain Yova dan Estelle juga turut hadir comedian senior seperti Tarzan , Epy Kusnandar & Rizki Mocil. Akting lucu dari Garry Iskak, dan Teddy Syah juga membuat film semakin menarik. Sssst, di film Teacher juga hadir beberapa Cameo yang menjadi kejutan di setiap adegan Lho. 


Saking menikmati keseruan dan kelucuan Film Teachers, durasi 80 menit bahkan tidak terasa. Dan hebatnya, anak - anak terus menonton sampai akhir, padahal jarang-jarang lho mereka mau menonton film berdurasi selama itu! hihihi. 
Film Teachers ini merupakan salah satu karya sutradara Sarjono Sutrisno sebagai sutradara yang sudah sejak 2008 menggeluti perfilman nasiona. Beliau juga merupakan Executive producer untuk Skylar pictures,Aletta Pictures dan SAS Films. Keren ya! 

STRO, APLIKASI STREAMING FILM - FILM KEREN

STRO merupakan aplikasi streaming berbasis Subscriptions ( SVOD) dari Stroworld yang menyediakan film karya anak bangas seperti Skylar Pictires, Aletta Pictures dan yang lainnya. STRO juga menyediakan film original dan film produksi sendiri yang semuanya dapat dengan mudah di akses melalui aplikasi di ANdroid, iOS maupun browser web. 
Kalau saya sih gak lama - lama buat download STRO secepatnya. Gak mau ketinggalan menikmati film - film keren dan berkualitas lainnya yang tersedia di STRO. kalau kamu? Ayo dong segera download juga dan jangan lupa follow Instagram @STROTV untuk info update lainnya. 




Pelakor udah jadi istilah khatam para emak seantaro indonesia.  semua emak pasti matanya langsung menyipit tajam begitu liat kata "pelakor", mulai dari meme, cerita selebriti sampai drama korea alias drakor!

Adalah The world of the married yang jadi perbincangan hangat diantara para emak se-indonesia. apalagi di masa pandemi ini yang diwajibkan para emak beserta keluarga stay at home, nonton drama korea akhirnya menjadi pilihan hiburan para emaktermasuk emak-emaknya temen-temen anak saya yang awalnya gak doyan drakor, hihihi. status watsapp meraka di akhir minggu pasti soal dokter ji atau lee tae oh diiringi emot wajah marah dan nangis, hehe

Saya sendiri nonton drakor ini justru mulai dari eps. 6, dimana doker ji udah tau kalo suaminya selingkuh. jujur, saya agak malas nonton drakor tipe beginian. males baper dan ujung-ujungnya pasti jadi ikut esmosi jiwa. mending nonton drakor bertema psikopat atau pembunuh berantai sekalian, dag-dig-dug-ser nya pasti soal siapa dalangnya. tapi kenapa saya tonton juga drakor The world of married? karna penasaran juga, saya kan termasuk emak yang khatam istilah pelakor, hehehe

Agak nge-ganjel gak sih endingnya? walau puas liat si Tae oh hidupnya hancur berantakan begitu terus sesungkur minta balikan lagi sama dokter ji, tapi kaburnya lee joo young dari rumah terus endingnya ntah joo young nya pulang atau gak emang agak bikin nyesek gitu. kenapa ga dibikin happy ending ajah buat dokter ji, misal hidup tenang sama joo young di suatu tempat ntah berantah? betul gak?



Tapi kdrama ini justru menyuguhkan ending yang realistis mak, anak adalah korban utama dari perceraian kedua orang tua nya. mau sesungseb apapun hidup dokter ji karena diselingkuhin terus hidup merana selama 2 tahun, tapi luka itu pasti akan pudar seiring waktu dan mungkin dapat pengganti lagi.

Tapi  gak demikian buat joo young. dari awal joo young udah jadi rebutan egois kedua orang tua nya. pindah kerumah ayahnya, lalu balik lagi ke emaknya.... terus aja gitu muter kaya kolecer disesuaikan dengan ada konflik atau gak-nya sama si ayah atau si emak. jadi gak heran kalo joo  young jadi klepto. masih mending klepto jadi-jadian, kalo nyugseb di dunia kriminal plus geng narkoba gimana coba? tapi untungnya gak, si penulis naskah gak ngebikin tokoh joo young se-nyungseb itu, walau pada realitanya banyak anak korban perceraian yang begitu.

Memang banyak hikmah dibalik drakor yang satu ini, dari mulai menjaga hubungan pernikahan, menjaga kualitas pertemanan, gimana caranya jadi emak yang strong dan tegar sampai peringatan kalau sekali selingkuh bakalan selingkuh lagi sampai dibikin meme ala-ala sinetron hidayah indosiar dan meme meme lainnya.

 

Tetapi yang paling krusial dari drakor ini menurut saya adalah hidup Joon Young. gak akan ada pengganti ayah bagi joon young se-bejat apapun Tae young karena udah selingkuhin emak-nya, dan agak akan ada pengganti emaknya mau se-egois apapun emaknya karena sebetulnya kan yang bikin ancur hidup Tae young yah dokter ji sendiri yang udah ngehasud Da kyung dan bokap nya Da Kyung. walau gak ada pengganti, tetep bagi Joon Young ayahnya udah "mati" karena selain selingkuhin emaknya, juga nampar Joon Young. hal ini kan yang bikin dia pengen balik lagi hidup sama emaknya. tapi diam-diam emaknya sebetulnya masih pengen balikan lagi sama bapaknya, tapi Joon Young gak mau. bingung diantara pilihan, Joon Young milih hidup sendiri tanpa kedua orangtuanya. bahasa sunda na mah, tibatan lieur kajeun hirup sorangan, begitu lah kira-kira.

Seriusan nih mak, memang menjaga pernikahan itu gak semudah jaga kandang ayam. kadang rasanya pengen jedotin kepala ke tembok atau nguwel-nguwel kepala pasangan kalo lagi berantem, tapi kalo urusannya selingkuh, yaaah akuh pun pasti kaya dokter ji laahh geram sampai pengen balas dendam. tapi ending balas dendam , yah tetep anak yang jadi korban.

Jadi intinya apa? intinya udah jangan nonton drakor mulu! bulan ramadhan bukannya khatam al-quran malah khatam drakor, wkwkwkwkwkwk




illustrasi bikin sendiri nyontek dari scene film miss virginia (2019)

Pada suatu masa, sebelum liburan akhir semester sekolah keenan tahun lalu, POMG ngadain rapat mau piknik kemana kita, pilihannya antara naik kereta api terus ke museum iptek seharga 220rb per pasangan ibu-anak  atau renang yang hanya 130rb per ibu-anak.

Dan, 80% semua ortu siswa memilih renang. Aku agak kecewa sih sebetulnya.

Mengapa?  Karena coba bayangkanlah, kita se-TK sewa 1 gerbong kereta api, terus bakalan ada ahli edukasi per-kereta-apian dari pihak PT.KAI alias tour guide yang bakalan ngejelasin ke anak-anak tentang kereta api , trus udahnya langsung cuzzzz ke MUSEUM IPTEK dan diakhiri dengan NONTON FILM 4D!!!! mo gimana gak lengkap ga tuh program outing-class-nya alias belajar dilapangan anak-anak yang ntah kapan keenan bisa dapet kesempatan kaya gitu lagi?!!!! 

Yah, saya akui harga outing-class semester memang MAHAL, 220rb memang bisa di bilang mahal mengingat kita sebagai ortu masih punya kewajiban pembayaran lain yang sama pentingnya. tapi buatku pribadi, mahal dikit kagak napa-napa lah, yang penting anak-anak bisa belajar. apalagi beda-nya "cuman" 100rb yang kalopun jadi renang, kita bakalan tetep ngeluarin duit lebih segitu buat JAJAN!!!! Jadi jatoh-nya sama aja mahal Fernando! hehehehe

Emang sih, anak TK daya serap ilmu nya belum sempurna dan kalopun dijelasin panjang lebar se-panjang kereta api , mereka cuman pelanga-pelongo sambil manggut-manggut ntah ngerti ntah kagak, dan mungkin emang gak ngerti sama sekali apa yang di omongin tour guide, TAPI PENGALAMAN ITU PENTING!!! 

Bayangkan senangnya anak TK naik kereta untuk pertama kali, terus ke museum iptek dan merasa takjub dengan semua perkembangan teknologi yang belum mereka pahami, siapa yang tahu, setelah mereka naik kereta api jadi pengen jadi masinis atau bahkan ilmuwan yang bikin kereta api? siapa yang tahu setelah ke museum iptek mereka jadi pengen jadi engineer yang menciptakan teknologi baru??? Siapa yang tau??

Yaah, 
Realita yang menyakitkan ini mengingatkan saya akan realita yang dikisahkan oleh sutradara R. J. Daniel Hanna dalam film Miss Virginia (2019), film berdasarkan kisah nyata milik Virginia Walden Ford, seorang kulit hitam, single parents dan bisa dibilang secara ekonomi hidupnya pas-pas-an. Mereka tinggal lingkungan yang penuh dengan peredaran narkoba dan pembunuhan. Hal itu menyebabkan Virginia, merasa harus kerja keras agar anak laki-lakinya yang berusia 15 tahun tidak mengalami apa yang dialami anak-anak lain di lingkungan rumahnya, berakhir dipenjara atau terbunuh dijalanan.



Anaknya, james sekolah disekolah umum milik pemerintah yang broke-down dan under-funded. James sering jadi korban bully. Virginia tahu hal itu dan akhirnya pindahin james ke sekolah swasta. 

Dilema muncul kemudian ketika Virginia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa, biaya sekolah swasta itu mahal cuy!! Dia gak sanggup bayar sisa pembayaran uang daftar sekolah james yang baru! Padahal dia udah double job sebagai janitor di kantor salah satu anggota DPR, Lorraine Townsend, yang kemudian mereka jadi ce-es karena persamaan pandangan terhadap pendidikan, bahkan si Lorraine Townsend ngajak Virginia ke acara pertemuan warga di Town Hall buat ngasih suara di Town hall meeting. 

Acara hearing session di Town Hall meeting, waktunya pas pisan sama si virginia yang lagi galau karna masalah yang dia hadapi, ketika Virginia ditunjuk kedepan untuk buka suara, dia gak ngasih suara dukungan ke anggota DPR Lorraine Townsend, tapi dia malah curhat! 

Soal si Virginia menemui kenyataan bahwa dia ga punya duit buat lunasin pembayaran sekolah james yang baru dan james harus pindah lagi ke sekolah lama yang bagaikan neraka bagi james dan ada kemungkinan james gak punya masa depan lebih baik, apa jadi dokter, pengacara bahkan anggota DPR dan mungkin malah akan berakhir jadi pengedar narkoba atau mati dijalanan, hanya karena emaknya kagak punya duit buat sekolahin james di sekolah yang bagus!!!. Virginia minta beasiswa untuk anak seperti james, yang ingin sekolah disekolah yang bagus tapi gak mampu. Tapi sayangnya beasiswa semacam itu gak ada.

Sungguh malang, Curhatan virginia malah berbuntut dipecat sama si anggota DPR. Sedih dong dan hancur hati Virginia berkeping-keping, tapi dia gak nyerah. Dia bawa kasus anaknya ke anggota DPR lain yang jauh punya pengaruh politik lebih kuat. Daaann… perjuangan pun dimulai. Akhirnya begimana? Yah tonton ajah di web sebelah ya…

Ini yang aku maksud, realita yang kualami sama menyakitkanya dengan film miss Virginia, kita sama dalam pandangan pendidikan dimana anak layak dapat pendidikan terbaik walau ada harga yang harus dibayar. Tapi beda-nya Virginia berjuang sampai ranah politik biar anaknya dan anak-anak yang lain bisa dapat beasiswa, sedangkan saya ? Baru sampai begadang tiap hari ngerjain gambar!  Wkwkwk

Virginia itu hebat lho, udah single parents terus rela kerja keras banting tulang biar anaknya bisa masuk sekolah yang the best. 

Tapi saya udah gak kesel lagi kok, it’s not a big deal sebenernya. Klopun keenan gak jadi belajar soal kereta api, gampang, saya ajak ajah naik kereta api dari gedebage ampe cicalengka terus saya yang jadi tour guide-nya.

Gak jadi ke museum iptek? yah gpp, saya ajak aja dulu ke museum geologi dan saya yang jadi tour guide-nya nerangin soal dinosaurus. Gak jadi nonton film 4D? Saya suruh aja anak  nonton film pake kacamata 3D bikin sendiri. Jadi lebih kreatif kan ya sebetulnya. 

Yah,  selalu ada jalan menuju roma wahai mercedes,  selalu ada.  Virginia aja ga nyerah,  masa kamu nyerah??  Hehe

wassalam,







Sebelum jauh-jauh hari para netizen baper berjamaah dalam film kim ji young born 1982, sebelumnya saya udah baper duluan di tahun 2018 silam lewat Film The Escape (2017). Film apik yang dibintangi Gemma Arterton.

Dari awal film saya udah dibawa baper sampai nangis-nangis Bombay. Tanpa banyak percakapan dari scene awal, emosi saya udah di giring sedemikian hebatnya hanya lewat visual akting Gemma Arterton sebagai Tara, ibu yang kelelahan dan berada di titik jenuh dengan rutinitas serta diam-diam menderita postpartum depression. Lihat saja ekspresi wajahnya yang datar, dingin dan tidak bersemangat menjalani aktivitasnya sehari-hari yang gak jauh dari urusan rumah-dapur-kasur-sekolah.

Begitu setiap hari. Bayangkanlah Fernando, mau ga jenuh gimana mbok ya rutinitasnya begitu selama bertahun-tahun. Sehingga wajar kalo akhirnya si emak Tara selalu merasa sedih, murung, banyak menangis, dia sangat tidak bahagia. Situasi tersebut, sungguh sangat terasa nyata buat saya, Seketika saya bisa merasakan kehampaan yang besar yang dirasakan. Saya langsung banjir air mata sampai nangis sesugukan sambil masih nonton itu film, sendirian, di malam hari saat anak-anak sudah terlelap tidur. 



Ada percakapan Tara dengan wanita asing di paris bernama Anna diakhir scene yang menghantarkan Tara pada solusi akhir permasalahannya, juga bagi masalah saya. 

kadang kita membutuhkan keberanian lebih untuk bertahan daripada untuk pergi. Memang berat bagi wanita. Menjadi bebas dan terikat dengan pernikahan itu berbanding terbalik. Jenuh menjadi ibu sudah pasti. Tapi keputusan itu harus dibuat, agar kita bisa menemukan siapa diri kita sebenarnya. 

The Escape memang tidak menawarkan solusi manis semanis endingnya film si mba kim Ji Young, tapi itu yang saya suka, pilihannya ada pada diri kita sendiri, mau melanjutkan hidup seperti apa, pasrah nerima takdir sebagai ibu atau memilih berlari dengan resiko tersendiri. kalo saya, memilih, nerimo aja sih ya….... jadi ibu itu kan udah resiko wahai Mercedes! Resiko yang kita tanggung begitu kita punya keinginan punya anak, yah, jalani aja lah. Anak kan gak lahir sama manual book-nya, jadi semua ya, wayahna atuh harus diselami, diresapi dan di-ikhlas-i. bukan maksud nge judge ending film The escape lho ya, tapi kalo memilih lari dari kenyataan kaya si mba Tara ini, ya masa iya sih? Dimana letak tanggung jawab kita sebagai emak? Iya kaannn? 

Walau sama bertutur soal depresi ibu rumah tangga tapi, The escape jauh berbeda dengan Kim Ji Young. Menurut saya, mba kim ini memiliki situasi ideal bagi seorang ibu, terlepas dari sering berbedanya pendapat dengan ibu mertua dan perihal feminisme di dunia kerja. 

Mengapa tidak, di film itu si mba kim di gambarkan punya sosok suami yang MasyaAllah deh, sabar dan perhatian banget sama istri. Istri di suruh istirahat kalo cape, mau bantuin kerjaan rumah dan bahkan, waktu mba kim pengen kerja, si pak suami malah rela ambil cuti kerja dan jadi bapak rumah tangga demi si mba kim bisa merasakan sedikit udara kebebasan dan lepas dari belenggu jenuh jadi ibu rumah tangga yang sebetulnya baru sekitar 3 tahunan dia rasakan. Hebatnya lagi, yang sadar kalo si mba kim mental health-nya terganggu itu justru suami nya, bukan istrinya. 

Sementara The escape? Semua permasalahan mental health yang dialami mba Tara, ya di kunyah sendiri. Jadi solusinya juga yah, segimana inginnya sendiri dengan resiko yang begitu besar. 

Jadi, permasalahan ibu rumah tangga itu memang kompleks dan Tugas jadi emak itu emang gak ada akhirnya wahai mercedes. Cape, lelah dan bikin stress sih iya, tapi inget, Karena ini, tugas mulia yang langsung ditugasin dari Allah swt, kalo kita nya cukup sabar dan ikhlas, surga loh hadiahnya! 

Klo udah kerasa pikiran rada-rada mulai gak waras dan mood ambyaarr? Mintalah me time atuh sama pak suami. Itu bukan dosa! Walo kadang pas lagi me time suka inget juga sama anak dirumah, yah ndak apa-apa, begitulah emak. me time bisa me-restart energi dan mood. me time juga bisa menjadi PERMULAAN bagi kita para emak kembali ke dunia nyata, menjadi ibu. 

Untuk para ibu, bertahanlah, kamu hebat!