![]() |
Pernahkah kamu merasa, terkadang kata-kata tak cukup mewakili perasaan? Pernahkah kamu merasa, di saat tertentu yang kita butuhkan hanyalah duduk dalam diam lantas membiarkan telinga mendengar getaran frekuens? Jika ya, kita sama. Saya menyebutnya, keheningan yang ramai.
Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang penuh opini dan bisingnya rutinitas kota, terkadang kita butuhkan barangkali bukan percakapan, melainkan jeda, duduk dalam diam, membiarkan bunyi-bunyi tanpa lirik mengalir memenuhi udara.
Di hadapan pertunjukan nada instrumental, waktu melambat, dan pikiran diberi kebebasan untuk beristirahat tanpa diarahkan.
Inilah esensi yang akan dihadirkan dalam Lintas Suara, sebuah panggung kolaboratif yang mempertemukan kedalaman kurasi Beyond Production dengan energi musikalitas dari Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS).
Pertunjukan ini bukan sekadar konser musik biasa, ini adalah sebuah undangan untuk merenung, merasakan, dan melakukan perjalanan ke dalam diri.
![]() |
Grup musik post-rock Indonesia Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) di Teater Salihara |
Musik Instrumental : Ruang Bunyi, Tempat Perasaan Bertutur Melantur Teratur
Mengapa musik instrumental nirvokal seringkali terasa lebih "dalam" bagi sebagian orang? Jawabannya sederhana, karena ia memberi kita ruang bagi perasaan bertutur dengan bebas meski terkadang melantur lantas bermuara pada kesadaran yang merangkul.
Tanpa dikte lirik, kita tidak dipaksa untuk merasakan apa yang dirasakan penulis lagu. Sebaliknya, kita dibiarkan bebas menjelajahi setiap lembah ambient yang tenang hingga puncak distorsi yang meledak-ledak.
Dalam pertunjukan UTBBYS di Teater Salihara nanti, topografi melodi yang mereka bangun akan menjadi kendaraan untuk menceritakan apa yang sering kali gagal diungkapkan oleh lirik, dan ajaibnya akan terasa berbanding lurus dengan apapun yang dirasakan oleh pendengar.
Kita diajak untuk sejenak melepaskan beban pikiran dan kembali pada kemampuan dasar manusia yang paling murni, merasakan.
Mengenal Under The Big Bright Yellow Sun
Berdiri sejak tahun 2007 di Kota Kembang, Under The Big Bright Yellow Sun yang digawangi oleh Yadi Musholih, Adin Dimyati, Rizal Januar, Ferdian Yuren, dan Harry Pangabdian bukanlah sekadar band post rock.
Dengan formasi unik yang menempatkan tiga gitar sebagai pilar utamanya, UTBBYS membangun gedung-gedung emosi yang megah namun tetap berpijak pada dinamika bass dan drum yang intens.
Bagi UTBBYS, musik adalah refleksi dari keseharian yang kita jalani. Mereka percaya bahwa tak perlu lirik eksplisit untuk menceritakan kesedihan yang mendalam, harapan yang membuncah, atau keriuhan hidup yang melelahkan.
Reputasi mereka pun tidak main-main, band post rock yang merilis single bertajuk MERDEKA tahun lalu ini, memiliki perjalanan musik mereka telah menjangkau panggung internasional, mulai dari Singapura hingga Australia. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa bahasa musik instrumental mereka bersifat universal dan mampu melampaui batas-batas geografis maupun budaya.
Sinergi Idealisme Salihara Arts Center dan Beyond Production
Pertunjukan "Lintas Suara" lahir dari sebuah pertemuan dua idealisme besar, yaitu Salihara Arts Center yang berdiri pada 2008 atas inisiasi tokoh sastra Goenawan Mohamad dan Beyond Production.
Salihara bukan sekadar gedung pertunjukan; melainkan ruang kurasi yang sangat ketat di mana seni "garda depan" dan pemikiran kritis bertemu. Setiap karya yang tampil di sini telah melalui proses seleksi estetika yang sangat matang.
Di sisi lain, ada Beyond Production yang telah aktif sejak 2011 dan menjadi kompas bagi para musisi independen untuk menemukan panggung-panggung prestisius yang layak bagi idealisme mereka.
Kerja sama ini melahirkan "Lintas Suara", sebuah jembatan yang menghubungkan penonton lintas generasi,mulai dari mereka yang merawat memori di Utan Kayu hingga generasi muda yang haus akan kebaruan artistik dan pengalaman audio-visual yang berbeda.
Eksklusivitas dalam Keintiman Teater Salihara
Jika konser musik pada umumnya menawarkan keriuhan masif di lapangan terbuka atau aula besar, Teater Salihara menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu keintiman eksklusif.
Selain itu, Teater Salihara merupakan Teater Black Box pertama di Indonesia yang memiliki daya tampung mencapai angka 200+ audience. Pengaturan panggung dan tempat duduk menggunakan Format teater yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan & keinginan.
Teater Black Box Salihara didukung dengan distribusi pencahayaan dan suara yang modern dan memadai, sehingga ambience dari pertunjukan dapat terbangun dengan baik. Di sini, setiap detail bunyi mendapatkan tempatnya yang paling terhormat.
- Akustika yang Presisi
Akustika yang Presisi Ruang teater Salihara dirancang sedemikian rupa agar setiap frekuensi suara dapat tertangkap dengan jujur. Melalui akustika yang presisi, petikan gitar paling lirih sekalipun dapat terdengar jernih oleh penonton.
Desain teknis ini memastikan tidak ada bagian dari komposisi rumit UTBBYS yang hilang atau terdistorsi oleh pantulan ruang yang buruk. Pesan emosional dari instrumen akan sampai utuh ke telinga dan hati Anda.
- Koneksi Tanpa Jarak
Salah satu kekuatan utama Teater Salihara adalah jarak yang sangat dekat antara panggung dan kursi penonton. Di sini, batas itu seolah meluruh. Kamu tidak hanya melihat personel UTBBYS dari kejauhan, tapi bisa merasakan langsung energi fisik dan letupan emosional saat mereka "bertarung" dengan instrumen mereka. Kamu bisa melihat keringat, ekspresi, dan kesungguhan di balik setiap nada yang mereka lempar ke udara.
- Pengalaman Kurasi Tanpa Kompromi
Menonton pertunjukan di Salihara berarti mempercayakan waktu kamu pada standar kurasi yang tinggi. Penampilan UTBBYS bukan sekadar hiburan semalam, melainkan sebuah pernyataan musikalitas yang matang. Ini adalah jaminan bahwa apa yang kamu saksikan adalah sebuah karya seni yang dipersiapkan dengan dedikasi penuh.
![]() |
| Teater Balck Box pertama di Indonesia, Teater Salihara |
![]() |
| Ruangan Teater Salihara |
Mengapa Kamu Harus Hadir?
Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, "Lintas Suara" bersama Under The Big Bright Yellow Sun adalah momen untuk melakukan jeda sejenak. Ini adalah waktu bagi kamu untuk berhenti berlari, duduk tenang dalam kegelapan teater yang nyaman, dan membiarkan diri larut dalam frekuensi beralpis yang menyembuhkan.
Kamu akan datang sebagai penonton, tapi mungkin akan pulang dengan perasaan yang lebih ringan, perspektif yang lebih segar, dan energi yang benar-benar baru.
Jangan sampai kehilangan kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan frekuensi yang memorabel ini. Karena kapasitas Teater Salihara yang sengaja dibuat terbatas demi menjaga kualitas pengalaman audiens, sangat disarankan untuk mengamankan kursi kamu secepat mungkin.
Detail Pertunjukan
Acara: Lintas Suara: Under The Big Bright Yellow Sun
Lokasi: Teater Salihara, Jakarta Selatan
Waktu : Jum’at, 30 Januari 2026
Tiket : Presale (hingga 16 Januari 2026) : Rp110.000 (*kuota terbatas), Mulai 17 Januari 2026 : Rp150.000
Pesan Tiket : Klik Tiket UTBBYS Salihara
Informasi lebih lanjut : https://www.instagram.com/p/DTckFvlgSGZ/
Sampai jumpa di Teater Salihara.








Posting Komentar
Posting Komentar