artjoka

Review Furiosa : A Mad Max Saga, Prequel Sempurna!

11 komentar
review furiosa a mad max saga
Review Furiosa A Mad Max Saga


Berbekal ajakan si adik kesayangan untuk nonton Furiosa A Mad Max Saga  di IMAX dan tanpa nonton dulu trailernya, So i was blind at all ini film tentang apa unless, it's obvious pemerannya adalah Anya Taylor - Joy dan Chris Hemsworth, that’s it.

Lalu hasilnya? Furiosa : A Mad Max Saga was beyond my imagination. Its awesome, dan keren.

Meski demikian ada beberapa hal yang dirasa kurang tapi masih tertutupi dengan hal lainnya. Beberapa kritikan terhadap film Furiosa Saga juga beragam. But overall, Furiosa A Mad Max Saga sangat berkesan.

Penasaran? Lanjut dong baca Review Furiosa A Mad Max Saga dari artjoka kali ini.

Furiosa Saga, Prequel Sempurna!


informasi film furiosa saga
Informasi film Furiosa A Mad Max Saga

furiosa saga cast
Furiosa A Mad Max Main Cast


Mad Max : Fury Road adalah masterpiece dari keseluruhan franchise Mad Max. Charlize Theron, Tom Hardy dan Nicholas Hoult sukses membuat Mad Max Fury Road memperoleh enam penghargaan Oscars, 8.3 rating rottentomatoes, dan 8.1 rating IMDB. Bahkan The Washington Post menyatakan bahwa :
'Mad Max: Fury Road,' precursor to 'Furiosa,' is a progressive masterpiece in every sense
Tentu saja, prestasi Mad max fury road yang mengagumkan menjadi beban bagi Anya Taylor - Joy, Chris Hemsworth dan George Miller terhadap kesuksesan “adiknya”, Furiosa : A Mad Max Saga.

Tapi nyatanya, mereka berhasil. Bagi saya pribadi, Mad Max Furiosa seakan menghapus dahaga prequel Mad Max Fury Road. Kehadiran Anya Taylor - Joy sebagai Furiosa muda, bahkan menggenapi karakter Imperator Furiosa “Charlize Theron”.

Gak hanya itu, sinematografis khas Mad Max dari jaman baheula (dulu)  yang nongol tahun 70-an, gak luntur kecuali kualitas film dan landscape yang agak berbeda dimana Fury Road dan Furiosa gak se-hijau itu jika dibandingkan Mad Max 1979. Wajar sih ya mengingat latar belakang cerita kedua film berbeda.

Aksi thriller sejak menit pertama hingga akhir yang penuh dengan kejar - kejaran dan aksi tembak menembak mendominasi seluruh film Fury Road, tapi tidak demikian dengan Furiosa. At least, saya bisa sedikit bernafas dalam beberapa scene.

TIdak seperti kebanyakan film Post-Apocalypse, Furiosa A Mad Max Saga menampilkan dunia distopia khas Mad Max di padang pasir yang tandus, gersang dan berdebu. Dunia distopia Mad Max pun semakin terasa dengan aksi rampok, saling membunuh hanya demi air bersih dan makananan. 

Dunia dimana Max Rockatansky dan Imperator Furiosa lahir, bertahan hidup, menjadi tangguh dan bengis namun masih menyimpan harapan palsu akan dunia yang lebih baik dengan tetap memiliki sebongkah empati dan simpati yang justru, menjerumuskan mereka dalam masalah yang mengancam nyawa.

Tapi, apalah arti sebuah film distopia jika sang protagonis tidak memiliki jiwa kepahlawanan bukan? Lihat saja film distopia sejenis seperti Black Knight (Korea, 2023), Blade Runner, Divergent Trilogy dan lain sebagainya.

Sinematografer Simon Duggan, berhasil dengan sempurna mengeksekusi cuplikan setiap cuplikan video yang menghasilkan dunia distopia Mad Max seperti halnya beberapa film karyanya seperti Hacksaw Ridge, Warcraft, 300 : Rise of an Empire, Knowing, hIngga Underworld Evolution dan The Mummy : Tomb of the Dragon Emperor. Furiosa : A Mad Max Saga, Prequel Sempurna!.


Apa Yang Bikin Furiosa A Mad Max Saga Worth To Watch?


Furiosa: A Mad Max Saga (2024) adalah film kelima franchise Mad Max karya George Miller yang menjadi prekuel dan spin-off Mad Max: Fury Road (2015). Rating Tomatoes memberikan rating 8 dan IMDB di 7.9. Lantas apa sih yang bikin Furiosa A Mad Max worth to watch?

1. Furiosa Menjawab Kepenasaran Di Mad Max Fury Road


Furiosa : A Mad Max Saga merupakan spin-off Fury Road yang mengisahkan the beginning story of the Imperator Furiosa.

Bagi kalian yang penasaran dengan kisah buntungnya lengan kiri Furiosa, maka rasa penasaran kalian akan terjawab di Furiosa A Mad Max Saga. Pun terkait asal usul dan kisah mengapa Furiosa bisa berlabuh di Citadel.

Tidak hanya itu, kalian juga akan mengunjungi tempat - tempat yang hanya dibicarakan di Fury Road seperti Bullet Farm dan Gas Town.

Namun, jika kalian penasaran dengan kisah yang empunya dunia Mad Max yaitu Max Rockatansky jangan harap bisa menemukannya di Furiosa Saga. Karena dari judulnya saja sudah jelas bukan? Furiosa!

2. Anya Taylor - Joy Adalah Pilihan yang Tepat


anya taylor - joy furiosa
Anya Taylor - Joy sebagai Furiosa di Furiosa A Mad Max Saga


Anya Taylor - Joy berhasil memerankan Furiosa yang penuh dendam, gesit, jago tembak dan pemberani. Yaaah layaknya woman hero lainnya lah seperti Katnis Everdeen yang membara, Black Widow yang tangkas dan gesit and ofkors, Anya memiliki tatapan kejam dan bengis seakan bisa membunuh hanya dengan tatapan mata saja layaknya Furiosa “Charlize Theron”.

George Miller sebagai sutradara begitu cerdik dan jeli dalam pemilihan pemain film Furiosa A Mad Max Saga.

Awalnya, Kepikiran dong George Miller untuk memakai teknologi De-Aging yang memadukan teknologi CGI dan VFX seperti film Captain America: Civil Wars (2016) dan Benjamin Button (2018).

Tapi, George Miller tampaknya lebih suka cara konvensional ketimbang menggunakan teknologi De-Aging, dan keputusannya sangat tepat meski untuk Furiosa kecil yang diperankan Alyla Browne, Miller menggunakan sedikit efek CGI agar mirip dengan Anya.

Bicara soal akting, Anya nampaknya memang memiliki karakter khusus terkait "strong woman" atau "karakter rebel" seperti karakter Margot di film The Menu. Saya pun cukup penasaran dengan aktingnya sebagai Furiosa, dan memuaskan. 


furiosa anya taylor-joy
Furiosa, Anya Taylor - Joy

anya taylor joy vs charlize theron
Furiosa, Anya Taylor - Joy vs Charlize Theron

3. Furiosa Mampu Menjembatani Fury Road


Furiosa A Mad Max Saga memang bukanlah karya masterpieces layaknya fury road, tapi lebih kaya akan narasi dibanding Fury Road.

Wajar mengingat Fury Road tidak menggunakan CGI sama sekali, beneran menggunakan the real fire, the real vehicle and the real landscape. Sementara Furiosa Saga diakui Miller menggunakan CGI untuk efek- efek tersebut.

Namun demikian, Furiosa dan Fury Road pada akhirnya menjadi kesatuan ketika scene terakhir Furiosa berakhir dengan adegan dimana Furiosa memberikan buah apel kepada para istri Immortan Joe lalu membawa kabur mereka. Scene yang merupakan pembuka Mad Max : Fury Road.

4. Durasi Panjang Tapi Tidak Membosankan


Durasi Furiosa A Mad Max Saga sepanjang 148 menit tidak terasa karena alur cerita yang tidak hanya penuh aksi thriller tapi juga cerita yang menggambarkan penderitaan Furiosa muda secara fisik dan psikis.

Furiosa memang tidak terus terusan tancap gas seperti di Fury Road, tapi Miller berhasil mengatur waktu setiap scene dengan tepat dan jeli, setiap narasi dan adegan aksi.

Terdapat banyak scene mengejutkan, menegangkan dan menyedihkan sehingga, durasi Furiosa Saga yang memakan waktu 2 jam lebih pun tak terasa membosankan dan melelahkan.

Scene terbaik dari Furiosa bagi saya adalah, ketika Furiosa mengambil alih kemudi dua The War Rig dan dengan lihai, tangkas, bengis, dan tangguh menghajar pasukan Dementus, menembak, menendang dan memanah! Wahh keren!



furiosa on war rig
Furiosa on  the war rig

The best scene of Furiosa Saga
The best scene of Furiosa Saga 

5. Chris Hemsworth, Villain Garing

Memerankan Dementus bagai “angin segar” bagi Chris Hemsworth yang sudah kadung di cap sebagai “superhero” sebagai Thor sejak tahun 2011.

Lantas apakah Chris Hemsworth, Lumayan Cocok Jadi Villain? Well tergantung penerimaan yaaa, kalau saya pribadi ngasih 7/10. Why? Karena capek gitu melihat sosok Dementus ini, sosok villain yang digambarkan agak sinting, ngelucu tapi garing.

Dementus sebagai pencetus balas dendam Furiosa, saya nilai kurang greget, gahar dan dark sebagai villain. Kurang berimbang dengan Furiosa yang sudah menggebu - gebu jika dibandingkan Dementus yang terkesan sembrono, ugal - ugalan, sinting dan garing.

Dementus yang Chris perankan terkesan sebagai “lelucon” dari tokoh Thor yang selalu diperankan dengan atribut yang dikenakan Dementus.

Salah satunya adalah, jubah yang dia kenakan yang tentunya sama dengan Thor bukan? Jubah warna putih yang begitu terkena tembakan gas merah milik Citadel berubah jadi warna merah dan nama Dementus pun menjadi The Red Dementus.

Tapi, Chris Hemsworth cukup lihai memerankan tokoh Dementus yang sinting dan jahat yang berhasil bikin penonton jengkel. Banyak kritiks bilang sih, proporsinya di film kurang. Tapi menurut saya, udah deh jangan kebanyakan, ntar keselnya makin numpuk! wkwkwkwk.


furiosa vs dementus
Furiosa vs Dementus


dementus furiosa saga
The warlord Dementus, Furiosa A Mad Max Saga

Sinopsis Furiosa : A Mad Max Saga, Spoiler Alert!


Bagi kamu yang gak suka baca sinopsis penuh spoiler, maka skip deh paragraf ini. Tapi saya sih tipe yang justru makin penasaran kalo ketemu review penuh spoiler, jadi kek pengen membuktikan seseru, se-seram dan seasyik apa filmnya.

Ibarat sebuah novel, Furiosa Saga dibagi kedalam lima bab ( five chapter) dimana setiap chapter menceritakan kisah Furiosa yang berbeda dengan alur maju mulai dari masa Furiosa muda usia 10 tahun  hingga usia remaja sekitar 15 tahun. 

Setiap chaper memiliki judulnya masing - masing, yaitu : 
  1. The Pole of Inaccessibility
  2. Chapter II: Lessons from the Wasteland
  3. Chapter III: The Stowaway
  4. Chapter IV: Homeward
  5. Chapter V: Beyond Vengeance

Kisah berawal dari sebuah lokasi bernama Green Place di pusat benua Australia yang gersang, tandus dan kering, nampak Furiosa kecil bersama adiknya sedang memetik buah apel.

Tak lama terdengar suara berisik orang - orang di bawah lembah. Tak ayal, Furiosa pun turun ke bawah untuk melakukan cek dan ricek. Ternyata, bener kan itu pasukan orang - orang jahat lagi nyembelih kuda.

Anya pun, eh Furiosa pun memotong saluran bensin motor milik mereka tapi sialnya, keburu ketangkap sebelum berhasil. Diculik Lah si Furiosa dan semua kisah sedih di hari minggu-nya Furiosa berawal dari sini.

Ibunya Furiosa, ofkors mengejar pasukan Dementus dengan naik kuda lalu menembak salah satu anggota geng Dementus dan lumpuh. Ganti kuda dong dengan motor, kalo gak ya kali lama ngejarnya, keburu subuh, wkwkwk.

Aksi sang ibu yang diperankan Charlee fraser juga gak kalah kerennya. The power of emak-emak banget deh pokoknya, kalian para emak pasti cirambay (nangis) melihat aksi penyelamatan yang dilakukan Mary Jo Bassa sang ibu.

And then, selamatkah Furiosa dari genggaman Dementus? Oh tentu tidak! Akhirnya si emak malah is dead di tangan Dementus dan Furiosa menjadi tawanan Dementus yang akhirnya malah diakuinya jadi anaknya, Gila gak sih?

Furiosa muda pun menaruh dendam kesumat terhadap Dementus dan berjanji akan mengejarnya sampai dia berhasil dibunuh.

Lantas, gimana ceritanya Furiosa bisa jadi warga Citadel dibawah kepemimpinan Immortan Joe? Wah ini sih di luar prasangka dan yang pasti, Furiosa jadi tahanan di Citadel dan menjadi bakal calon ketua partai, ehhh salah….bakal calon istri Immortan Joe.

Ofkors Furiosa menolak dan berupaya melakukan apapun untuk lepas dari genggaman salah satu anaknya Immortan Joe lalu menjadi War Boy hingga akhirnya menjadi The Praetorian Furiosa bersama Pretorian Jack berusaha kabur dari Citadel membalaskan dendam Furiosa lalu pulang kampung ke Green Place. Gimana caranya? Berhasilkah? Nonton deh di Imax kelanjutannya, hehe.


pasukan motor dementus
Pasukan motor Dementus di Green Place

Mary Jo Bassa
Mary Jo Bassa, Ibu kandung Furiosa

Alyla Browne  Furiosa
Alyla Browne, sebagai Furiosa muda 


Kesimpulan, Wajib Nonton Furiousa Saga di IMAX


Mengapa kudu di IMAX? Karena IMAX memiliki layar bioskop dengan resolusi yang jauh lebih besar, gambar lebih jernih dan detail dengan layar yang hampir memenuhi keseluruhan dinding bioskop. Gak cuman itu, IMAX juga punya sound system yang lebih nge-bass, lebih tajam dan detail. 

Gak rugi lah nonton Furiosa Saga di Imax, harga tiket cuman beda tipis dengan XXI biasa. Mumpung masih anget dari oven nih, yang domisili di Bandung bisa menonton aksi laga Mba Furiosa di IMAX Summarecon, Empire XXI dan Fesival Citylink  XXI.

Mau nunggu film di Netflix? Wah saya kurang tahu apakah Furiosa Saga akan tayang di Netflix, tapi Fury Road suah tersedia di Netflix. 

Saya yakin kalian bakalan merasakan apa yang saya rasakan dan bagi saya Furiosa : A Mad Max Saga merupakan film yang beneran powerful, menegangkan, mengharukan dan after effect yang bener - bener “gila”, sama persis dengan judul filmnya bukan? Mad!

Referensi :
https://www.instagram.com/madmaxsaga/
https://en.wikipedia.org/wiki/Furiosa:_A_Mad_Max_Saga
https://www.imdb.com/title/tt12037194/
https://www.rottentomatoes.com/m/furiosa_a_mad_max_saga
https://screenrant-com.translate.goog/furiosa-anya-taylor-joy-age-charlize-theron-fury-road-comparison/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://screenrant.com/furiosa-mad-max-movie-chapter-titles-explained/
Eka FL
Mom bloger yang hobi menggambar dan bikin kue kering. Pecinta kucing dan tanaman, suka banget mie ramen dan bakso yang ngakunya post rocker tapi playlist KPop semua.

Related Posts

11 komentar

  1. Walaupun saya bukan termasuk orang yang suka banget sama nonton film, tapi baca tulisan tentang review furiosa mad max saga ini sepertinya seru.. harus nonton! :)

    BalasHapus
  2. Saya biasanya kurang suka film genre ini..tapi membaca review ini kok jadi penasaran dan ingin nonton juga! Haha... Cuma pengen tahu juga, klo blm menonton film sebelumnya apakah masih kan seru menikmati film ini?

    BalasHapus
  3. Saya pun tipe orang yang harus baca review penuh spoiler dulu, baru tertarik nonton filmnya mbak, hehe.
    Anw baca sinopsisnya bikin jantung dag dig dug gitu, nggak sih.
    Semoga happy ending, biar yang sudah geregetan ketika Foriusa kecil diculik, bisa ikut happy.

    BalasHapus
  4. Salah satu film yang berhasil menarik penonton ke dalammnya, Mad Max Fury Road. Saya seolah diajak untuk jalan-jalan ke masa lalu yang keras. Teringat bukunya Umberto Eco tentang simulasi. Menurut saya film Mad Max Fury Road adalah simulasi yang sempurna. Nah bagaimana sekuelnya? jadi penasaran setelah membaca reviewnya teh Eka ya...

    BalasHapus
  5. Film Mad Max ini kayaknya emang pas banget ya ditonton di bioskop IMAX, pasti sensasinya berasa jadi dobel lebih seru dari segi layar dan suara. Mantull. Btw aku baru ngeh nih ternyata IMAX ada di empire juga ya ? aku kira baru ada di Summarecon aja.

    BalasHapus
  6. Anya Taylor Joy ke sini sini makin bersinar ya. Saya tahu dari film The Witch, terus terakhir The Menu. Keren dan berwibawa sih. Membintangi Furiosa ini cocok badai.

    BalasHapus
  7. Kangen nonton film kaya gini bareng temen-temen. Sementara sekarang belum bisa pergi-pergi apalagi nonton bioskop karena harus mengasuh bayi. Senoga ada kesempatan nonton di platform digital deh.

    BalasHapus
  8. saya paling suka film dengan karakter perempuan yang kuat. Saya pikir ada di film ini. Meskipun sebenarnya saya masih menyukai pembawaan Charlize theron tapi Anya sudah lebih baik memerankan masa mudanya. Film ini menjadi tontonan favorit saya tahun ini.

    BalasHapus
  9. terima kasih reviewnya kak, tapi sepertinya saya skip dulu filmnya, karena sedang capek nonton film yang berat, menurut saya sih berat ya, lagi pengen nonton yang komedi dulu nih, beneran butuh hiburan yang bisa bikin ngakak

    BalasHapus
  10. Wah, film yang cukup berat ceritanya
    Namun nampaknya menarik ya. Aku jadi penasaran pengen nonton

    BalasHapus
  11. nonton film genre ini emang butuh media yang full support ya biar ga bosen, dan menikmati meski berat materinya, hehe. syukurlah IMAX bisa mengakomodir itu semua, baik layar jernih ataupun sound system dengan detail yang jernih pula.

    BalasHapus

Posting Komentar