Tampilkan postingan dengan label curhat emak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat emak. Tampilkan semua postingan

menjadi gemuk


Menjadi Gemuk dan Bahagia, Benarkah? : Tanos Drink Water Challenge Journal : Day 3


Its sooo late post, beneran! Tapi gpp ya yang penting setor, eeaaa. Kali ini saya mau bahas soal dilema berkepanjang selama masa pandemi, yaitu kenaikan berat badan yang gak tangung - tanggung mencapai 5 kg! dahsyat ya!

Apa sih yang membuat berat badan saya melambung tinggi ke angkasa gini? sudah barang tentu pola makan dan pola tidur yang tidak benar. Katakanlah, hobi bergadang dan makan seenak jidat. apa aja dilahap, termasuk sang raja gorengan dan mie instan. Porsi makan pun gak masuk akal, bahkan pasangan saya bilang porsi makan saya udah layaknya monster yang kelaparan. hadeeuuuh.

Sedih gak sih? iya sedih, terlebih begitu pasangan beliin saya celana baru eh ternyata gak muat dong! wkwkwk. Terpaksa lah dibalikin lagi ke tokonya dan ganti dengan size 36! Subhanallah.

Bahagiakan saya menjadi gemuk  

Bahagiakan saya menjadi gemuk dan santay? jawabannya adalah iya. Lho kok bisa? memang, saya sempat kalang kabut begitu ketemu jadwal suntik KB karena pasti ketemu sama yang namanya timbangan berat badan. Udah deh, nimbang badan sembari tutup mata! dan bener aja, begitu liat angka kaann saya syok! hahahaha. akhirnya, ya udah lah ya....saya terima aja deh diri ini menjadi gemuk bahkan sering djadiin samsak permainan smekdown anak-anak karena dibilang badan emak asoy buat jadi samsak, hadeuuh.

Beruntung saya punya pasangan yang gak begitu peduli apakah saya menjadi gemuk atau kurus, selama saya baik hati dan tidak sombong sih dia asoy aja. Walau kadang suka nyemprit juga sih nyuruh zumba atau olahraga, tapi bukan ke nurunin berat badan melainkan biar tetap sehat dan fit. 

Dan ya, saya bahagia dengan kegemukan saya saat ini. Bahagia itu kan datang dari diri sendiri yang menerima keadaan diri sendiri. Jadi stress no more sih. Tapi, bukan berarti gemuk ini saya biarkan tanpa batas ya. Tetep ada koridornya dong, kalo gak nanti kebablasan dan kesehatan yang jadi taruhannya. Betul?

Kesehatan tetep nomer satu, karena bahagia juga kalo sakit ujung-ujungnya kan gak bahagia dan malah meriwehkeun orang sekitar. jadi, kalo berat badan saya akhirnya menjadi 66kg udah deh stop! harus ditakar lagi porsi makan, kurangi garam dan gula dan sebisa mungkin kurangi tuh beli beli thai tea! Dan tentu saja jangan berhenti minum air putih at least 2 liter sehari buat buang toxic dan lemak di tubuh.

Dan di hari ketiga Tanos drink water challenge ini saya bolos minum 2 gelas! bravo! nakal aku yaa...hihihi. Inilah cerita saya di hari ketiga, apa kabar cerita kak Renovrainbow yaaa??


Tanos drink water challenge
Tanos drink water day 3


Apa Kabar nih para pejuang Tanos hari ini?


Halo partner ku kak Renovrainbow, gimana cerita tantangan Tanos drink water challenge hari kedua? pasti seru ya. Pengalaman dari para pejuang Tanos lainnya juga seru - seru. 


Tanos
Report TDWC Day 3 para peserta

Buat teman - teman yang penasaran dengan perjalanan para pejuang Tanos selama mengikuti challenge ini, silahkan kepo - kepo instagram saya dan kak Renovrainbow ya. 




Melepas Impian demi anak, Bukan Akhir dari Segalanya

Banyak hal yang kita korbankan, sebagai seorang ibu untuk anak-anak kita. Jangan tanya soal waktu dan tenaga, itu sudah pasti. Yang terberat dari semua itu adalah, meninggalkan impian.

 

Menjadi  seorang Arsitektur Lanskap adalah impian saya. Dan dengan terpaksa saya Melepas Impian saya itu layaknya menerbangkan burung merpati, lepas bebas di angkasa. Sedih rasanya, sesak di dada dan membuat saya kehilangan harapan dan semangat. Tapi, saya tidak punya pilihan. 

 

Cerita Awal

 

Tahun 2009, saya memutuskan untuk meneruskan kuliah saya ke jenjang S1 ( dulu lulus DIII ) dan ambil jurusan Arsitektur lanskap. Bukan keputusan mudah untuk kuliah lagi di saat usia saya hampir mendekati 30-an. 

 

Masalah biaya, teman kuliah yang usianya terpaut jauh serta waktu yang harus saya atur agar masih bisa bekerja. Untungya, para dosen sangat mendukung dan berbaik hati mau mengatur jadwal kuliah agar saya masih bisa kuliah sambil bekerja.

 

Tapi, dengan semakin padatnya mata kuliah dan kuliah lapangan. Akhirnya saya harus memilih, antara meninggalkan pekerjaan atau berhenti kuliah. Dilema yang terasa sangat berat, sungguh.

 

Karena di satu sisi, saya masih membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi hidup saya yag sudah tidak bisa lagi bergantung pada ibu saya. Tapi di sisi lain, akhirnya saya menemukan impian dan karir yang ingin saya capai. Yaitu menjadi seorang Arsitektur Lanskap.

 

Bersyukur saya bertemu Dosen yang luar biasa baik hati . Beliau rela merogoh koceknya untuk membiayai kuliah saya satu semester dan mengijinkan saya bekerja dengannya. Menjadi drafter dan assisten dosen. Bahkan, masa depan karir saya sudah beliau rancang sedemikian rupa sehingga saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan lapangan pekerjaan setelah lulus kuliah. Saya sangat bersyukur.

 

Lalau Dua tahun kuliah, saya bertemu jodoh saya dan menikah.  Saya tetap kuliah dan Pak Suami mendukung 100%. Dua tahun kemudian saya hamil anak pertama saya, Keenan.

 

Selama hamil, saya ajak Keenan jadi pinter. Karena saya harus sidang skripsi. Saya ajak bimbingan dan  bolak-balik ke tempat penelitian. Rempong gak sih? Iya, banget! Tapi alhamdulillah Paksu selalu setia menemani jadi babang ojeg kemanapun saya  menuju.

 

Ada kejadian lucu  tapi sebetulnya naas  selama masa bimbingan ini. Jadi, waktu itu musim hujan. setiap pulang bimbingan pasti keujanan. Jas hujan selalu siap sedia. Tapi sayangnya waktu itu  hujannya gede banget, udah kaya badai aja. Dan malangnya, perempatan GedeBage, banjir.

 

Akibatnya, motor kami mogok dan terpaksa Paksu mendorong motor melewati batas banjir yang sampai  selutut itu dari perempatan hingga pasar GedeBage. Saya ngikutin dari belakang sambil komat-kamit baca solawat karena takut terpeleset. Saya takut si calon jabang bayi di perut saya yang sudah memasuki usia 8 bulan ini kenapa – napa . Karena saya jalannya sangat lamban dan hati-hati, saya tertinggal cukup jauh dari Paksu dan berusaha mengejar Paksu. Ditengah jalan, tiba-tiba saya terjatuh dan terperosok! Masuk got! Gak keliatan karena tertutup banjir.

 

Semua orang berusaha menolong saya yang berusaha bangkit sambil menangis. Saya gak bisa lihat dimana Suami saya dan saya takut si utun kenapa napa. Seorang bapak-bapak lantas bertanya,

 

Bu, gak apa-apa? Dimana suami ibu? “ tanyanya,

 

Suami saya? Eng ...eng..dimana ya pak suami saya? “ tanya saya balik bertanya sambil menangis.

 

Si Bapak malah bingung dan membantu saya berjalan sampai jalan raya yang tidak tergenang banjir.  Di ujung jalan, tiba-tiba saya melihat sosok suami saya dan berlari  layaknya scene film AADC. Sambil menangis saya teriak,

 

Babah.... Babaaahhh!! “ teriak saya. Paksu kaget melihat saya dan bertanya,

 

Ndaa tadi kemana? Aku nyariin!! Aku takut kamu kenapa – napa! Gpp kan? Kok nangis? “ tanyanya khawatir

 

Tadi aku jatuh ke solokan. Gak keliatan! Aku takut! “ jawabku masih sambil nangis.

Ya Allah! Maafin aku ya ninggalin kamu. Maafin aku belum bisa beliin kita mobil! Maafin yaa.... udah jangan nangis lagi “ jawabnya sambil meluk saya erat-erat.

 

Akhirnya kami pulang, sambil mendorong motor sampai rumah yang jaraknya hampir 5 KM!  Hari itu sungguh luar biasa naas, tapi lucu kalo dipikir – pikir!

 

Kalo mengingat moment itu, sungguh luar biasa perjuangan saya yang tetap meneruskan kuliah sambil hamil besar.

 

Melahirkan Keenan

 

Malam itu saya resah. Perut saya tak enak dan saya sulit tidur karena saya merasakan mules yang tiada henti. Ibu saya bilang saya akan segera melahirkan. Lalu esoknya kami ke bidan. Dan setelah di cek, saya sudah pembukaan satu. Lalu kami pulang dan menunggu di rumah. 

Pukul 10 pagi, saya merasakan mules yang semakin hebat. Tidak kuat rasanya sampai meminta Paksu mengantar saya ke bidan dan menunggu disana sampai saya melahirkan. Dengan gerak cepat Paksu ambil motor dan antar saya ke bidan. 

Lucunya, ditengah jalan sedang ada razia motor. Kami yang naik motor tanpa mengenakan helm, sudah pasti di stop Pak Polisi. 

Selamat siang pak, maaf bapak saya tilang karena tidak menggunakan helm! “ sapa pak polisi, 

Aduh pak! Maaf istri saya ini mau melahirkan! “ jawab Paksu teriak 

Ooohh... aduuuh... baiklah pak! Maaf kalau begitu, ayo cepat segera ke rumah sakit. Hati-hati dijalan ya Pak “ jawab pak polisi yang malah jadi panik dan bingung!  Dan kami pun tidak  jadi ditilang dan kami sampai di bidan dengan selamat, Hehehehe. 

Setelah menunggu hampir 12 jam, pembukaan tetap di angka satu. Gak naik-naik. Bidan akhirnya memutuskan menggunakan induksi agar pembukaan saya cepat naiknya. 

Iya sih jadi cepet naik kaya roket, saking cepetnya saya gak bisa nahan itu rasa mules sampai terus nangis dan meringis. 

Enam jam kemudian akhirnya saya pembukaan 10 dan siap melahirkan. Rasanya? Sakit banget buuu!! Sampai saya ga tahan dan teriak kaya orang gila. Padahal udah komat kamit baca doa dan solawat. Tapi tetep saya gak kuat nahannya. Sampai-sampai pak suami abis babak belur badan sama kepalanya saya cubit , cakar dan jambak rambutnya! Huhuhu, maafkan aku Paksu. 

Alhamdulillah, keenan lahir dengan selamat dan sehat sempurna. Rasanya? Bahagia sekali. Dan gak nyangka. Tapi sayangnya, saya mengalami Ruptur stadium empat yaitu tingkatan tertinggi dalam ruptur perineum setelah melahirkan. 

Robekan ini memanjang hingga ke dinding rektum, dimana jalan lahir sobek parah hingga anus yang berpotensi menyebabkan disfungsi dasar panggul dan saluran pencernaan. Hingga akhirnya bidan menyerah dan membawa saya ke rumah sakit dan saya di operasi bius total. 

Alhamdulillah proses operasi lancar. Tapi tidak dengan proses pembayaran operasi. Total biaya operasi memakan uang hingga 15juta! 

Suami saya sampai syok dan menangis di depan saya setelah saya siuman. Kami tidak punya tabungan sebanyak itu. Kami hanya menyiapkan dana 5 juta saja untuk persalinan. Itupun sudah habis untuk biaya persalinan di bidan. 

Ingin saya memohon bantuan pada ibu, tapi tiba – tiba saya ingat kalau beliau masih menanggung biaya kuliah adik bungsu saya. Lalu saya ingat ayah saya, saya coba telpon beliau tapi sayangnya setelah setengah jam menelpon, panggilan saya tidak dijawab. Orang tua saya sudah bercerai, sehingga suasana ini makin membuat hati saya sedih dan merana. 

Saya tertegun diam dan berfikir segalam macam alternatif solusi. Hingga akhirnya saya memutuskan suatu hal yang saya tau saya akan merasa sangat terpukul dan sedih teramat sangat karenanya. 

Saya lihat, Paksu juga berusaha menelpon kesana dan kemari mencari pinjaman. Tapi sepertinya gagal. Karena beliau datang menghampiri saya dengan wajah sendu. Melihat Paksu begitu kebingungan, akhirnya saya angkat bicara , 

Bah, pake aja uang buat sidang dan wisuda aku “ ucap saya 

Hah? Apa ndaa? Pake uang kuliah ndaa? “ jawab paksu terperangah kaget, 

iyaa..... “ jawabku sambil nangis, 

Tapi ndaa.... “ jawabnya getir 

Gak apa-apa Bah, aku ikhlas “ jawabku berusaha nahan tangisan. 

Lalu kami saling memandang dan berpelukan. Ya Allah, sesungguhnya aku sedih dan bingung. Tapi, kami tak punya pilihan.

Keputusan Akhir


Akhirnya, inilah moment dimana saya harus melepas impian terbesar saya demi kesembuhan saya setelah melahirkan keenan, anak pertama kami. Saya sedih? Tentu. Kecewa? Tidak. 

Pada akhirnya saya merasa, menjadi Arsitektur Lanskap mungkin bukan jodoh saya. Mungkin Allah hendak mengantarkan saya menuju impian lain dan menyiapkan saya untuk rencanaNYA yang lebih besar. Wallahualam. 

Terkadang saya merana, setiap kali Dosen yang baik hati itu menelpon atau watsapp menanyakan kabar saya dan menyemangati saya untuk meneruskan kuliah. Tapi dengan berat hati saya selalu menolak dengan alasan anak saya tidak ada yang menjaga. Padahal, sesungguhnya bukan itu alasannya. 

Ingin rasanya meneruskan kembali, tapi situasi finansial kami masih belum stabil. Usaha Paksu juga masih dirintis sementara kebutuhan bayi dan rumah tangga selalu meminta tiada henti setiap hari. 

Akhirnya, saya ikhlaskan dan melepas Impian saya. 

Tapi, Allah itu memang Maha Baik dan Penyayang. Seiring berjalannya waktu , akhirnya saya menemukan impian baru. Menjadi illustrator dan Menulis. 

Iya, saya tetap meneruskan hobi menggambar saya hingga berbuah manis yaitu di pinang saah satu clothing di Bandung dan menjadi illustrator mereka selama hampir 5 tahun terakhir. 

Saya juga kembali menekuni hobi saya yang lain yaitu menulis di Blog dan memutuskan untuk menjadi Blogger. Akhirnya, disinilah passion saya tertambat dan berlabuh. Entah ada rencana besar apa yang Allah siapkan untuk saya di impian baru saya ini. Apapun itu, saya tetap bersyukur. Karena melalui menulis, saya bertemu banyak relasi dan kawan baru yang saling support dan menyemangati. Dan yang paling utama, saling menguatkan dan menginspirasi. Untuk yang satu ini, saya tidak bisa berhenti bersyukur. Terimakasih Ya Allah. 

Terkadang, rencana yang sedemikian dirancang degan sempurna pada akhirnya bisa ambyar dan tidak tercapai. Terkesan tidak adil memang, tapi rencaa Allah lebih besar dan hebat dari rencana kita manusia. Jadi, tidak apa akhirnya saya tidak menjadi Arsitektur Lanskap. Karena sekarang saya menjadi “arsitektur” masa depan anak-anak saya. 

END

-----------------------------------------

Tulisan ini memenangkan juara pertama dalam sayembara menulis Paidguestpost#1 bertema THOUGHT yang diselengarakan oleh pemilik blog CREAMENO 







#jurnalkilan

Senin, 24 Agustus 2020
23.08 WIB



Pagi ini Kilan bangun dengan tangisan manjaaaaah khas toddler yang mau menuju usia 4 tahun. Guess what? merengek? TENTU saja! hihihi. Dan seperti biasa, do'i minta gendong. What??? iya, dia udah mau usia 4 tahun tapi masih pengen di eyong terus. Apalagi kalo lagi tantrum! Rupa - rupanya anxiety separation dia cukup hebat kalo di banding kakaknya. Yo wis lah, gpp. Toh Gak selamanya kan saya akan gendong dia terus?? hehehe (( menghibur diri ))

Setelah saya ajak dia belanja di warung Teh Neng, saya rayu dia agar turun dari gendongan dengan senjata andalan saya, SUSU KUDA dan Channel yutub-nya si Diwan! hahaha (^▿^)

Haahh! ibuh macam apa akuh inih yaaahh??? wkwkwkwk (>‿◠)✌

Yah, mau gimana lagi...Paksu lagi ke rumah sakit ngurus pendaftaran untuk Bapak mertua yang harus kontrol hari ini. Jadi, yutub adalah penyelamat saya pagi ini.

Lalu saya kembali ke Dapur yang hanya berjarak 2 meter dari ruang tamu. Mulai memasak Semur Ati ayam untuk anak - anak dan Sayur Tahu sabe ijo buat Paksu. Pas lagi asyiknya saya masak ditemenin lagu blekping, be te es, gidel dkk ..... e e e ehhh Kilan rewel dong minta pake celana yang dia pake kotor - kotoran kemarin, yaitu celana kakaknya. 

Hadeeuuuh, saya tepok jidat sembari ngelus dada mencoba sabar-sabarin diri sendiri. Soalnya, itu celana baru aja saya cuci kemarin sore dan masih menggantung di jemuran. Masih setengah basah!! Tapi dia terus merengek minta celana itu walau agak basah juga. 

Usut punya usut ternyata dia mau bermain jadi Parkour vs Joker, channel nya Thunderbird. Iya, dia suka banget sama video itu. Dia suka loncat - loncat kaya kijang kesana kemarin menirukan gaya para parkour di video itu! seneng sih saya, dengan begitu motorik kasar dia ke asah. Untuk yang satu ini, saya tidak khawatir lagi. Karena untuk anak se usia Kilan, dia tuh termasuk di bawah rata-rata untuk Berat badan. Badanya terlihat kurus seperti yang kurang gizi ( saya pernah dikatain gitu sama bidan di puskesmas, sebe deh ). Sempet khawatir Kilan stunting. Tapi, tinggi badan dia masuk kategori rata-rata dan dia aktif juga ceria. 

Mungkin, badan dia yang ramping menurun dari babahnya. Waktu kecil babahnya juga kecil dan ramping mirip Kilan.

Back to the story soal celana, Jadi dengan terpaksa saya setrika celana kakaknya itu basah - basah. Mau gimana lagi? yang penting dia seneng dan saya bisa masak lagi walau agak bete karena lagi hot masak tadi.

Pagi itu, Kilan sepenuhnya ceria setelah pake celana kakaknya dan loncat sana dan sini persis kutu loncat. ckckck...

Siang hari,
saya ajak Kilan nemenin kakaknya main layangan. Sementara dia sendiri berpetualang jadi Si Bolang, nongkrong depan Balong sambil lemparin batu dan ngumpulin "fosil" keong. Di temani si kiki, dia kumpulin cangkang keong satu per satu sambil di hitung. lalu tiba - tiba dia nyeletuk dong,





" Wah...cuaca cerah ya " ucap dia sambil senyum - senyum,

Sontak saya ketawa terbahak - bahak! Lucu banget denger dia ngomong begitu. lalu saya tanya, 

" Kilan tau dari mana kalimat itu? "
" Ituuu maah, si bebibas suka ngomong gitu " jawabnya sambil monyong - monyong,

Ya Ampuuun, beneran anak yutub ya! wkwkwkwk

Lalu sore hari tiba dan setelah saya selesai dengan urusan tikus yang kembali merajalela di rumah saya dan ibu mertua, saya mandi dan solat magrib. Kilan udah mandi duluan, begitu juga kakaknya. Lalu gak  lama ayahnya pulang dan kami family time seperti biasa. Ngapain aja? Yahhh you know-lah permainan anak laki-laki kaya gimana?....naik punggung ayahnya lalu gantian punggung saya sampai...duhhhh pundak sakit nih. Terus main gitar - gitar-an dan main adu jotos. 

Saya sebagai perempuan satu-satunya di rumah ini (selain ibu mertua) merasa sangat tertindas sodara-sodara. Kadang pengen gitu, family time nya tenang.....baca buku, nonton channel discovery atau kartun upin - ipin. Tapi itu hanya khayalan, karena baru baca buku sebentar......drama rebutan buku di mulai, lalu pindah ke drama rebutan nonton channel youtube....lalu pindah rebutan mainan .....eeeaaaaa.....bayangan family time pun buyar seketika! wkwkwkwk

Tetapi, malam ini saya terselamatkan! oleh panggilan ibu mertua. Serta merta saya menuju rumah Ibu mertua yang jaraknya? gak berjarak, karena rumah kami nempel! hahahaha (^▿^) selesai dengan percakapan ibu mertua, saya rebahan di kamar paksu waktu masih bujang yang sekarang jadi studio foto produk @bekasbagus__ 


Gak lama kemudian Kilan nyusul sambil teriak gordes alias gorowok desa ( teriak kencang ) manggil emaknya. Lalu masuk kamar dan liat saya rebahan kaya ikan paus, dia pun ikutan rebahan sambil memboyong bantal - guling - selimut miliknya sendiri.


Lalu, tiba-tiba dia cerita,

atau lebih tepatnya mendongeng tentang Serigala yang sangat takut dengan api unggun.  Terus dia cerita lagi soal dia yang udah besar sekarang dan bla bla bla....cerita tiada henti dengan api semangat berkobar sampai bikin saya ketawa terpingkal - pingkal.

Jadi, yang cerita sebelum tidur bukan saya tapi sebaliknya! hahahaha

Jadi terbesit sebuah ide brilian. Cerita kilan, mungkin akan saya jadikan cerita buku anak, karena memang cerita dia karangan dia sendiri. Saya bersyukur Kilan se-imajinatif itu. 

Tapi untuk membuat sebuah buku cerita anak, berproses kali ya. Ngumpulin dulu ilustrasi nya. Untungnya, cerita kilan tadi saya rekam pake hp. jadi saya akan ingat selalu cerita, suara dan gaya dia berbicara. 

Membuat buku cerita anak sebetulnya bukan hal baru buat saya. Sudah lama sekali saya ingin membuatnya. Tapi setiap memulai membuat cerita, selalu buntu dan kesulitan memulai. Bertanya pada Kang Iwok Abqary pun sudah saya lakukan.

Mungkin, saya masih membutuhkan semedi dan tekad serta  niat yang serius untuk  menggarap buku cerita anak ini. Mengapa harus buku cerita anak? karena saya suka menggambar dan awalnya sih ingin buku cerita anak ini saya wariskan buat anak-anak saya. hihihi... so sweet gak sih? 

Anak, terkadang memberi kita banyak inspirasi. Nampaknya, saya harus rajin bawa jaring biar ide nya gak kabur dan saya tampung. 




Halo Orang Baper-an

Pernah gak sih, kamu mengalami hari yang ambyar dimana semua itu di akibatkan hal sepele yang terjadi dipagi hari ?

Kalo iya, wah sama dong.

Iya sama - sama suka rudet dengan hal sepele terus kadang di bawa pikiran sampai berhari-hari, kalau sudah begini suka kaya yang depresi gitu. 

Kalo Jawaban kamu GAK! Yakin nih gak? Hihihi. Coba cek yuk apakah kamu termasuk orang yang baper-an atau gak

Tanda kamu termasuk orang Baper
  • Apakah kamu intuitif dan memikirkan sesuatu sampai detail hingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memutuskan sesuatu?
  • Apakah kamu sering merespon cepat secara emosinal akan sesuatu hal? baik itu respon positif maupun negatif.
  • Apakah kamu seorang dengan empati tinggi dan sering mengalami emosi yang intens? misal ketika orang lain sedih, kamu cepat merasa hanyut dalam suasana sedih
  • Apakah merasa sensitif terhadap lingkungan kamu? Misal bau, suara bising, atau bahkan nada bicara tinggi, cahaya yang terlalu terang, yang orang lain tidak menganggap itu sebagai masalah

Oke cukup! Sudah dijawab dengan jujur?

Kalo jawaban kamu kebanyakan adalah YA, maka kamu satu tim dengan saya. Welcome to the clubnya manusia dengan tingkat BAPER level dewa, wehehe.

Ada istilah keren dalam psikologis untuk kondisi ini, namanya HSPS alias Highly Sensitive Person (HSP). Istilah ini pertama kali  dikemukakan oleh Dr. Elaine Aron dalam bukunya yang berjudul The Highly Sensitive Person (1997) yaitu studi tentang sensory-processing sensitivity,  dimana HSP di definisikan sebagai :
Orang yang memiliki kesadaran terhadap hal-hal kecil di sekelilingnya dan lebih mudah merasa kewalahan ketika berada di lingkungan yang sangat menstimulasi inderanya.
Apakah ini sesuatu hal yang buruk? TIDAK! semua balik lagi ke kamu. Coba jawab lagi pertanyaan berikut : 

1.    Nyaman gak kalau selalu merasa mudah jatuh saat di kritik ? 
2.    Nyaman gak kalau selalu merasa mudah sedih ? 
3.    Nyaman gak kalau selalu punya hari buruk cuman gara-gara kamu fast respon yang cenderung emosi negatif terhadap suatu peristiwa yang kurang menyenangkan?

Kalau jawabannya adalah TIDAK NYAMAN, ya ubah dong. Se sederhana itu kok. MEMANG BISA? Tentu bisa! batu yang keras aja bisa jadi berlubang kalau di tetesin air terus – menerus , masa kamu gak. iya kan? hehe

Cara Agar Gak Baper 

Jadi orang Baper-an itu, It’s not a bad thing sebetulnya, kebiasaanmu yang suka detail dan penuh dengan kreatifitas serta daya imaginasi tinggi, hal itu  bagus dalam menghasilkan karya yang gak biasa yang bahkan orang lain gak akan kepikiran.

Tapi kalo interval feeling nya kuat dan sering terjadi terus sampai menganggu aktivitas, Hal ini bisa menjadi ancaman bagi  kesehatan mental kamu sendiri. cape kan?
Jadi, wahai hati yang keras dan rasa takut yang terlalu erat merangkul jiwa, yuk  paksakan diri untuk keluar dari cangkang dan hirup udara segar. Kasihanilah dirimu yang sudah sedemikian ringkih menahan beban berat emosi dan psikologis ini berlama-lama, terlalu lama sampai berakar dan beranak pinak. 
Kekurangan dari jadi orang baper-an itu adalah kalo terlalu ekstrim bapernya, bisa  berpengaruh pada hidup orang lain. apalagi buat kamu yang sudah menikah harus berhati-hati, karena bisa berpengaruh terhadap keharmonisan berumah tangga.


Gak percaya? Nih curhatan saya soal sisi buruk dari jadi orang BAPER-an

Di suatu pagi yang biasa saja,  saya bangun tidur terus mikir segudang rencana yang akan dilakukan hari itu. Saat saya sedag melamun, tiba-tiba Pak Suami bertanya ,

Mah, ikan tongkol udah di ambil belum di warung teh neng? "  tanya Pak Suami,
Belum, aku ambil abis solat ya " jawab saya sambil berkata dalam hati, Ya Allah! aku lupa!!

"Ok" Jawab Pak Suami

Sehabis solat saya bergegas ke warung Teh Neng lalu ambil ikan tongkol nya. 

Semua jadi berapa Teh Neng" tanya saya,

80 ribu teh " jawab Teh Neng, 

HAH? Eh Busyet!! 80 ribu!!! kok jadi mahal banget?

Wah mahal ya tongkolnya teh?  " tanya saya getir,

Teteh pesennya Kan 1 kilo teh " jawab Teh Neng,

MASYA ALLAH!!!!! saya mau bikin abon atau mau dagang abon? Saya salah pesen! Harusnya seperempat kilo aja. itu juga cukup buat ngisi 1 toples! Hah! bete gue! aslinya! Lalu saya pulang sambil berjalan terhuyung dan rasa lapar yang tiba-tiba hilang.

Bah, uangnya kurang " ucap saya pada Pak Suami,

"Hah, kurang? emang berapaeun semuanya? ' tanya Pak Suami keheran, 

80 ribu! "jawab saya sambil agak pelan ngomongnya, 

Hah??? Astagfirulloh!!! yang bener Mah?? gak salah? beli berapa banyak? " wah Pak Suami marah nih, 

1 kilo " jawab saya sambil nunduk, 

Ya Allah. Mamah ngelamun ya??? kan aku udah bilang jangan banyak-banyak dulu. dikit aja" ucap Pak Suami dengan nada kesal,

Iya, maaf Bah " Jawab saya agak bete

End of conversation.

Lalu kami pun sarapan bareng walau saya tak ada nafsu makan. Lantas, saya sudahi sarapan yang tak berselera dan bergegas mengerjakan kerjaan domestik biar mood agak enakan. Rumah kinclong mood baikan, pengennya gitu. Tapi abis beberes kelar, nih mood masih aja buruk.

Masalahnya, dalam hati saya merasa dan berfikir, 

Duh Pak Suami jahat! lebih mikirin duit ketimbang perasaan aku!!  ini kan bukan masalah besar. uangnya gak ilang, ikannya ada! cuman lebih banyak aja. Tinggal di bikin. Kenapa harus marah begitu? Kaya yang aku ini ngelakuin kejahatan besar gitu! sebe! " . 

Kemurungan dan bad mood saya makin menjadi-jadi. rasanya jadi pengen kabur dan lari .

Tapi tiba-tiba saya ingat, kejadian kaya gini udah sering terjadi berulang kali. beda cerita tapi ujungnya sama. Biasanya kalo udah gini, hari saya bakalan buruk sepanjang hari sampai menjelang tidur malam harinya. akibatnya, masalah suka beresonansi sampai berhari-hari. Duh, saya cape ngadepin hal kaya gini.

Lalu saya mandi dan sambil mandi saya ngomong sama diri sendiri, 

Oh Eka sayang, udahlah. jangan cemberut aja. ini bukan masalah gede, sayangilah harimu yang indah ini kalau jadi berantakan hanya karena perasaan kamu. "

Pahamilah suami-mu, dia lagi rudet sama penjualan gak menentu kaya arah angin selama pandemi ini. Dia bukan mentingin duit dibanding feeling-mu, tapi memang kan ya duit itu penting untuk kelangsungan hidup. Jadi maklumi aja, itu bentuk khawatirnya dia aja. Lain kali jangan lupa-an dan gegabah. ayo semangat lagi atuh!! "

Eh busyet, tetiba mood saya melesat naik ke level terindah, maksudnya jadi jauuuhhhh lebih baik!!! Lalu saya memutuskan pake baju paporit saya, dandan secantik mungkin dan pasang senyum. lalu masak bikin abon sambil dengerin lagu blekping yang baru sambil joged dan nyanyi, 

ha...ha.....ha....yu laik dat??? ..... haw yu laik dat....daradat dat dat dat dat dat"

Alhamdulillah, sisa hari saya berubah menjadi indah dan bahagia. lebay yah, wkwkwk. Tapi ini beneran, karena saya merubah reaksi saya dengan cepat jadi output nya Pak Suami gak lama-lama ngambeknya. Begitu ketemu dia lagi, saya udah cantik dan wangi sambil memasang wajah manis tersenyum, dia juga jadi kesemsem kan ya....hehe. Akhirnya suasana mencair dan terus begitu sampai malam hari tiba. 

Akhirnya saya mengerti, mengubah respon itu kuncinya.

Gak semua pikiran dan prasangka buruk kita itu benar adanya, terkadang memang bisikan dan rayuan maut setan di telinga kita terasa seperti supporting system yang mendukung rasa sedih kita, Padahal kata setan,

Eit.... jangan salah, aku ajak kamu terjerumus pada lembah pertengkaran hebat dengan suami mu! huahahaha " sambil bayangin ketawa jahat setan yaa...biar dramatis wkwk

TANOS CHALLENGE

Sebetulnya, pemahaman saya soal self love ini juga berkat banyak diskusi ngaler ngidul (kesana kemari) seputar menulis di blog dan soal self love sama sahabat saya renovrainbow selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini. ditambah saya baca postingan si doi yang ternyata juga suka ngalamin hal kaya saya ini

Ada upaya nyata yang harus kita lakukan agar kita bisa menjadi better person. Salah satunya adalah dengan menantang diri sendiri. kok bisa?

Jika di lihat cerita saya di atas yang tentang tragedi salah beli ikan tongkol? nah itu kan karena saya termasuk orang yang sangat cepat bereaksi  dan sayangnya reaksi  ini negatif dan kejadian yang sama sering berulang.

Ini sangat mengganggu dan saya ingin berubah. Lalu apa langkah konkritnya? Yaitu menantang diri sendiri lewat serangkaian tantangan terkait self love. Apa itu Self love?

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa kepo-kepo web tetangga sebelah, eh bukan... blog Renovrainbow karena bulan ini, blog kak renovrainbow akan membahasa soal Self Love.

Tapi kalau kamu penasaran apa itu Self Love, saya bahas sedikit ya. Jadi, menurut psikolog Deborah Khoshaba Psy.D, self love itu adalah : 

Self-love adalah keadaan apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual kita—tindakan yang membuat kita dewasa (Psychology Today, 2012).
Memahami dan mempraktikkan self-love merupakan hal yang esensial, karena seseorang yang tidak mencintai dirinya sendiri dapat berujung pada self-esteem (harga diri)—penilaian seseorang mengenai dirinya sendiri—yang rendah, terlalu fokus pada pikiran negatif, menyalahkan diri sendiri, melakukan tindakan melukai diri sendiri, dan menunjukkan sikap denial (penyangkalan). 

Oke, udah kebayang kan? Ternyata saya memang kurang mencintai diri sendiri, buktinya kebiasaan saya yang kerap bereaksi  cepat yang negatif terhadap  suatu kejadian yang tidak menyenangkan, berakibat cukup fatal terhadap  kehidupan keseharian saya. Oleh karena itu, saya perlu nih memaksakan diri mempraktekan self love. salah satunya adalah dengan melakukan challenge terkait self  love.

Jadi, saya dan Kak renovrainbow sepakat untuk bekerjasama menguasai dunia! hohoho, Oh bukan, sepakat untuk saling support dan evaluasi pengembangan diri lewat challenge atau tantangan. Dan tantangan ini akan terus berlanjut setiap bulan dan di evaluasi hasilnya, 

1.    Apakah akan kami teruskan atau tidak 
2.    Apakah berdampak postif atau tidak 
3.    Apakah pada akhirnya tantangan ini menjadi bagian dari kebiasaan baru yang positif dalam keseharian kami? 

Tantangan ini kami beri nama TANOS alias TAntangan NaON Sih ??







Seperti namanya, tantangan ini akan berpusat terhadap point pengembangan diri. Seperti tantangan melatih rasa bersyukur setiap hari, tantangan melatih positif  thingking, tantangan melatih empati , memaafkan diri sendiri dan lain sebagainya.

Harapan nya sih, kami bisa menjadi versi the best of me yang jauuh lebih baik dari hari ini dan hidup bahagia dengan mencintai diri sendiri. kenapa?

Karena dengan mencintai diri sendiri, kita akan memiliki pandangan yang positif terhadap hidup yang kita jalani. melalui self love, kita juga bisa melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda dan bahagia dengan hal yang teramat sangat sederhana. 

Jadi seperti apa sih wujud asli tantangan TANOS ini? pantengin terus akun Ig kami ya @renoverainbow dan @efila_ info update TANOS ini pasti akan kami posting di akun instagram kami masing – masing dan juga di Blog.

Jadi, ayo segera paksakan dirimu untuk keluar dari cangkang ke-baper-an lalu melangkah menuju dirimu yang lebih baik dan hidup berbahagia.

Tapi, kalau lagi masak udang, cangkang udang sih jangan dilepas ya, enak tuh di goreng kering. Eehmm yummy, nyam – nyam ( jadi laper kan ya! Hihihi )





Referensi :




Pernah gak sih kamu ngalamin Bad day yang super bad sampai efeknya kaya beresonansi sampai berhari-hari??? udah gitu, si bad day gak cuman terjadi sekali, tapi dua kali, tiga kali bahkan empat kali berturut turut? saya pernah. 

Minggu lalu adalah minggu ter-hot sejak awal tahun ini sampai sekarang. Banyak banget peristiwa yang terjadi di minggu itu, bener-bener kaya roller coaster rasanya. 

Allah itu romantis kadang juga galak dan keras terhadap saya Lewat empat rangkaian peritiwa yang bisa dibilang naas, sepertinya itu adalah cara Allah SWT berkomunikasi dengan kita, eh saya maksudnya.


Selasa, 21 Juli 2020



Kalah Lomba Literasi

Menanti kabar itu terkadang tidak enak, membuat hati gelisah dan merana. Seperti menunggu jawaban dari si dia ( eeaaa ) , begitu juga perasaan saya.

Memang apa sih yang saya tunggu?

Jadi, saya lagi nunggu pengumuman pemenang dari empat lomba literasi yang saya ikuti. Rasanya deg-deg-an dan terus bertanya - tanya dalam hati, " lolos gak ya " seraya berharap lolos.

Tapi ternyata, saya tidak lolos dalam dua lomba literasi yang saya ikuti sejak bulan Mei lalu yaitu cerpen dan puisi. Ah mencelos hati saya, tapi tak apa. Masih ada dua lomba lagi. Semoga salah satunya menang. 

Tapi tetep, saya juga manusia. kecewa pasti dong, sedih apalagi. Ditambah ini bukan pertama kalinya saya ikut ajang perlombaan literasi. jadi rasanya, yah agak sesak juga. jadi saya obati kekecewaan ini dengan membahagiakan diri sendiri makan bakso favorit saya. Lumayan terobati dan mood saya tidak tergores sedikitpun.


Kamis, 23 Juli 2020


Kilan jatuh sakit


Mah, Kilan sakit perut! " keluh Kilan sambil berbaring di atas karpet ,

"Sakitnya sebelah mana? " tanya saya,

" sebelah sini, ini Kilan sakit banget perutnyaaaa! " jawab dia sambil nunjuk bagian pusar sambil nangis. duh, saya ga tega sungguh, lalu saya tanya lagi,

sakitnya kaya mau pup gak? atau perih kaya di tusuk? " tanya saya lagi,

sakit aja, gak mau pup " jawabnya memelas 


Duh, sakit apa ya?? saya bingung. Jadi ya saya gendong aja sambil terus mengusap-usap punggungnya sambil di balur kayu putih. 

Akhirnya dia tertidur di gendongan dan saya pindahin ke kamar. Satu jam berselang, dia bangun, mengeluh sakit sambil menangis keras. Saya makin panik dan pikiran di kepala udah ngebayangin yang serem-serem. 

Ini gara-gara saya abis googling tentang ciri-ciri sakit perut pada anak 3 tahun, jadi parno. padahal Pak Suami udah ngelarang! hiks . jadi saya mikirnya, Kilan kena usus buntu lah, maag, ginjal dan yang lainnya. Saya sempat kepikiran mau bawa Kilan ke UGD, tapi saya usahain dulu deh Kilan dibalur bawang merah pake kayu putih. 

Alhamdulillah abis itu dia tidur lelap. yah suka bangun terus mah wajar lah ya, masih agak sakit dan gak nyaman dia nya. Kalau udah gini, emak bergadang walau dia tidur pulas. 

Jadi, dalam tidur saya terbayang terus sakit perutnya kilan, terus terbangun dan langsung cek suhu tubuh dan perutnya. Alhamdulillah, Kilan membaik keesokan harinya, rupanya dia masuk angin. 

Ah, hari ini sungguh aduhai Ya, Allah. kali ini, Allah mungkin pengen nasihatin dan peringatin saya,

 " eka sayang, jangan terlalu keasyikan bloging!  sampai anak dibiarin main diluar, panas-panas-an maen siren head sama si raja! ga pake topi, jaket apalagi sepatu!! lain kali, perhatiin anak dulu baru ngonkrong depan PC! "


 Jum'at, 24 Juli 2020



Pukul 08.00 WIB



Kalah Lomba “lagi”



Akhirnya, pengumuman lomba literasi yang ketiga datang juga. 

Hasilnya? saya gak lolos lagi! 

Saya sedih? tentu
Saya kecewa ? iya dong
Saya down? sudah pasti

Why? yaahh, baru aja saya struggle melawan kekecewaan hari selasa kemarin dan sudah ok, lalu hari ini mental saya dihantam lagi dengan kegagalan. Memang sih, Kalah di dalam sebuah pertandingan itu biasa, saya juga sadar. 

Hanya saja saya jadi ingat, bagaimana proses pengerjaannya yang sampai membuat saya bergadang dan berjibaku dengan pekerjaan domestik yang never ending, PJJ Keenan, Tantrum Kilan yang oohh My God never ending, juga ditambah Kilan sakit kemarin...yah pada akhirnya saya down juga akhirnya. 

Hal ini membuat saya menjadi manusia paling galau sedunia. Galau pun di sebarkan lewat status WA yang gak lama kemudian saya hapus secepat kilat karena merasa alay dan rasanya agak geli , berasa cengeng! 

Tapi rupanya mood belum juga membaik. jadi seharian itu saya hidup kaya zombie. mata selayaknya panda, senyum irit dan males beresin rumah. Chat sama sahabat saya, Renny pun malah jadi kurang nyaman karena rupa-rupanya kita sama-sama lagi bad day juga. Walau kurang nyaman tapi setidaknya masih bisa ngobrol dan saling support. untuk satu hal ini, saya sangat bersyukur. karena di saat jatuh begini, Tuhan masih ngasih saya teman untuk berbagi. 

Saya sempat nangis di kamar mandi sambil ngocorin air bak biar gak kedengeran saya nangis sama anak-anak, Kan malu kalo ketahuan anak-anak , hehehe.

Lagian, udah lama juga saya gak nangis. kayanya pasti plong kalo bisa nangis. Tapi, ternyata saya gak bisa nangis. Kenapa? karena baru aja saya mau drama India nangis nangis sampai puas dikamar mandi, eh Kilan teriak minta dibikinin kepala Monster Siren Head! kan saya gak jadi nangisnya! Hehehe.

Sepertinya Allah SWT  kembali ingin melatih mental saya agar lebih kuat dan bisa menerima kekalahan lalu diakhiri dengan mengajak saya menertawai kekalahan dengan scene lucu di kamar mandi.



Pukul 20.38 WIB

Leila S. Chudori

Hadiah dari Allah SWT


" Say ... selamat ya dapat buku Jurnalistik Dasar Tempo, Horay . Kata siapa tulisannya gak layak menang? Proud of you " Sebuah ping di chat Wa dari sahabat saya Renovrainbow berbunyi,

"Ah yang bener? dapet info darimana?" jawab saya kaget setengah mati!!

" Udah ada di blog nya mas pringadi " jawabnya,

" Alhamdulillah ya Allah ... hiks! " jawab saya sambil menambahkan emoticon nangis,

" Aduh Naha ( kenapa ) kamu nangis " tanya nya lagi,

" Nangis sedih terharu teh, nuhun ya udah jadi editor aku " jawab saya berterimakasih tak terhingga.

Alhamdulillah, Makasih Ya Allah, Tulisan saya yang berjudul " Teruslah Menulis, Agar kisahmu Tetap Abadi walau ragamu telah tiada ",  menang di lomba menulis bersama Leila S.Chudori Tempo Institute yang bekerjasama dengan Mas Pringadi Abdi Surya. alhamdulillah ya Allah, terimakasih!!!

Allah SWT  itu memang Maha Penyayang , saya memang dihajar dengan kegagalan di tiga lomba lalu Tuhan kasih saya hadiah hiburan dengan menang di lomba ini. 

Tiba-tiba saya merasa kalau Allah SWT sebetulnya ingin mengajari saya untuk gak pantang menyerah dengan gagal di tiga lomba dan belajar soal menulis lagi dengan evaluasi diri di kemenangan lomba yang ke empat


Sabtu, 25 Juli 2020

Mensyukuri hidup

Malam ini malam minggu, kami sekeluarga punya kebiasaan unik. Yaitu Jalan - jalan ke Warban ( warung bandrek ) yang lokasinya ada di dekat Sekolah Krida. Terus, dalam perjalanan kami melewati "mantan" kios tempat kami ikhtiar mencari rezeki setiap hari selama 6 tahun terakhir.

Lalu, disana saya melihat, gerobak dagangan gorengan milik teman Pak Suami, sebut saja namanya Edi. Saya lihat istrinya menemani Edi dan melayani pembeli sambil menggendong anaknya yang masih berusia 2 tahun dan anak perempuannya yang sudah SMP membantu ibunya di sisinya. 

Dalam hati saya terenyuh dan berkata, 

" Duh, kasian itu istri sama anak-anaknya. sudah malam bukannya diam dirumah tapi di sini kedinginan dan bekerja membantu sang ayah " . 

lantas terbesit dalam hati saya rasa syukur hingga membuat saya nangis. Beneran, saya nangis. sedih banget rasanya. 

Saya sudah seharusnya bersyukur. di balik Pak Suami yang kadang gak romantis dan segudang kebiasaan buruk lainnya tapi dia tidak pernah sekalipun menyuruh saya membantu dia dagang di kios selama 6 tahun kami dagang hingga akhirnya bangkrut karena pandemi di bulan lalu. saya hanya membantu Pak Suami menyiapkan barang dagangan dan membuat adonan setiap hari. 

Setiap kali saya bilang saya ingin bantu, Pak Suami selalu menolak. dia bilang 

" Jangan, dagang itu cape dan anginnya gede kalo malam. kasian kamu, kasian anak-anak. Udah biar aku aja yang dagang, kan ada si Epul yang bantuin" . 

Pandemi memang berdampak besar terhadap perekonomian di setiap orang. Termasuk pedagang kaki lima seperti kami. Kalo gak kuat iman, bisa jadi melakukan hal yang tida-tidak. 

Saya sangat bersyukur karena selain dagang di kios, Pak Suami juga punya usaha lain yaitu jualan Thriftstore dan suami nge-band. Tapi nge-band tidak bisa diandalkan karena semua event dilarang selama pandemi, jadi si thrifstore ini andalan kami. At least, untuk keperluan sehari-hari Kami gak terlalu khawatir. 

Situasi kami masih bisa dikatakan sangat beruntung. Teman sesama pedagang bahkan ada yang sampai harus tinggal di masjid untuk sementara waktu karena gak mampu bayar kontrakan akibat dagangan yang gak laku-laku. Apa daya, kami ingin membantu tapi ekonomi kami pun pas – pas-an. Hanya bisa memberi sebesar kemampuan kami. Tapi alhamdulillah, Pak RT berbaik hati rela kontrakannya di tinggali teman Pak Suami itu dengan dibayar setengah harga normal. Ternyata, masih ada orang baik dimasa pandemi ini. 

Teman Pak Suami saya yang lain, katakanlah namanya Asep, juga mengalami hal yag sangat memprihatinkan. Awalnya dia punya usaha clothing yang sukses. Karena selama pandemi lesu penjualan sehingga barang di toko menumpuk sementara vendor terus menagih hutang produksi, akibatnya kontrakan rumahnya tak bisa di lunasi dan terpaksa tinggal di gudang milik temannya. Asep juga punya hutang pada kami, sehingga begitu kami ingin menangih..... tak tega rasanya. Jadi, yah kami ikhlaskan saja walau kami juga butuh. Semoga Tuhan mengganti lewat jalan yang lain.

Ingat perkataan Pak Suami itu dan melihat kondisi teman- teman Pak Suami, saya memang merasa sangat bersyukur. Bersyukur karena walau rumah kami sangat kecil dan sempit, tapi ini milik kami sendiri dan tidak ngontrak. 

Sekali Lagi Allah SWT menyapaku, untuk lebih banyak bersyukur.


Minggu, 26 Juli 2020

  
Tuhan menyapaku


Kilan si bungsu kembali berulah, kali ini dia rewel minta pedangnya harus lurus vertikal di gantung pake tali tapi cuman di ujungnya. 

Jadi dia tuh pengen maen “jeng-jeng” alias main gitar menggunakan pedang mainan dia. soalnya gitar plastik yang dia punya katanya kependekan . Kilan ingin gitar dengan ukuran normal seperti punya Babah. Katanya, dia mau konser pake lagu babahnya.

Tapi dia keukeuh, ingin pedangnya lurus. sementara tali yang dia jadikan Strap gitar hanya di ujung pegangan pedang aja. yah, mau bagaimanapun juga gak bakalan seimbang itu pedang, pasti jatuh, hihi. 

Akhirnya, saya gunakan seribu macam rayuan maut biar di dia paham. tapi yah namanya anak kecil usia 3 tahun, kan daya nalarnya belum sempurna betul. Jadi mau dibilangin sampai emaknya salto sambil tari jaipong juga gak bakalan ngerti. akhirnya, emak tandukan dan hilang kesabaran sampai agak bentak dan bilang,

" Ya udah! terserah kamu deh! susah bener dikasih tau! "


Teriakan saya ini rupanya cukup keras sampai ngebangunin naga yang lagi tidur, alias Pak Suami! hihihi. sambil bangun sempoyongan dan mata merah Pak Suami datang menghampiri kami layaknya monster buas sambil teriak,

" Ada apa ini??? Kenapa Kilan??? maunya apa sih??? ah segimana *hydgdhjd aja! "

*hydgdhjd, itu bukan typo ya, tapi kata-kata kasar Pak Suami. sekasar apa? ya kasarnya bahasa sunda untuk kata kamu. tapi bagi saya itu aja udah kasar sih. jadi saya bete! mau ngasih tau Pak Suami jangan bilang kasar takut disembur api naga! wkwkwk. ya udah saya milih diam sembari manyun! nahan bete dan kesel. dan hari pun berlalu sampai sore tiba.

Dalam hati saya udah bertekad mau nyemprot pak suami kalo sore ini ngomong kasar lagi, mau saya bilangin,

" Bisa aja babah bilang sama Keenan dan Kilan kalau marah boleh asal jangan ngomong kasar! tapi sendirinya? yey! " tapi tenyata pak suami udah gak marah lagi sih. tapi tetep aja saya mah masih bete. sampai ibu mertua tanya saya,

" Kenapa Eka kok manyun terus? kaya yang pundung?" saya tertunduk terus jawab,

" Gak lah mah, ini karena pilek terus batuk , kepala pusing " jawab saya lesu,

" Oh, kirain pundung karena Iyad " JLEB! kok tau sih??? pengen nangis!! dan meluk ibu mertuaku rasanya!!! akhirnya aku ngomong dong,

" Iya, emang pundung sama iyad. dia marah sama Kilan sampai ngomong kasar! kan sebel! bukan apa-apa, eka takut Kilan inget kata kasar dari ayahnya dan gak pernah lupa! kan bahaya! " ucap saya nyerocos kaya kereta api .

" Iya sih, Iyad emang suka gitu! sampai mamah kaget dan ikut sebel! " oh ibu mertuaku tersayang memang perhatian.

Setelah ditanya begitu sama ibu mertua, tiba-tiba rasa saya yang penuh dengan bete - sebel - kesel hilang seketika bagai di tiup bubuk ajaib!

Lagi-lagi Allah SWT  memperhatikan perasaan saya dan menyapa saya lewat ibu mertua.



Rabu, 29 Juli 2020



Sapaan Allah di setiap peristiwa  yang terjadi di minggu lalu memberi saya pencerahan soal banyak hal. Terutama soal mensyukuri hidup, bermental kuat dan menerima kekalahan.

Terkadang, saya sering luput akan hal besar yang saya miliki di depan mata dan lebih mempersoalkan hal kecil, hingga akhirnya Allah “turun tangan” mengingatkan saya lewat serangkaian kejadian yang bikin sedih bertubi-tubi. Mulai dari kalah lomba, anak sakit dan bertengkar dengan pasangan. 

Tapi Allah juga tidak lupa menghibur saya, dengan kemenangan di lomba terakhir dan memberikan saya teman – kakak – sahabat yang selalu suport saya siang dan malam . ini beneran, karena kami gak pernah stop chat setiap hari. Teman yang demikian adalah rezeki yang tak terbantahkan . Allah itu memang penuh kasih sayang bukan? 

Semoga kamu yang juga di dera peristiwa mencekam dan mengalami kekalahan bertubi-tubi dalam waktu yang bersamaan, tetep semangat ya. Karena kamu gak sendirian, Allah  selalu menyapamu dan memberimu semangat lewat sapaan dan pelukan dari hambaNYA yang lain. Tetap bersyukur dan mensyukuri hidup. 

Saya tutup cerita saya dengan puisi yang saya buat ketika saya kalah lomba . 
semoga berkenan.


Allah telah menegurku dengan cara yang paling bersahaja, halus dan lucu.
Lantas aku tersenyum namun takut sekaligus,
Ini peringatan yang nampak depan mata.
Sujud syukur saja tidak cukup,
Memohon ampunan perlu dilakukan,
Seraya berharap, Ya Allah, Tutuplah kesalahan dan dosaku,
Ampunilah Dosaku dan berikanlah aku keselamatan Dunia dan Akhirat.