Review Film Snakehead ( 2021) Film Tentang Human Trafficking

film tentang trafficking terbaik

Review Film Snakehead (2021), adalah Film Tentang Human Trafficking bergenre crime drama action-thriller tentang bisnis human trafficking di Chinatown - New York USA. 
Bercerita tentang perjuangan seorang ibu bernama Sister Tse yang demi mencari anaknya yang hilang, rela menjadi imigran gelap. Disinilah perjuangan Sister Tse untuk menemukan anaknya dan juga bertahan hidup di Chinatown, New York Amerika. Mulai dari menjadi pekerja prostitusi, koki restoran dumpling sampai akhirnya jadi pelaku trafficking itu sendiri. 

-----------------------------------------

Film Snakehead merupakan film besutan Evan Jackson Leong yang dibintangi Shuya Chang, Jade Wu dan Sung kang. Penggemar Fast and Furious pasti kenal Sung Kang yang memerankan tokoh Han, begitu pula aku. Begitu lihat wajah dia terpampang di poster filmnya, gak pake mikir aku nonton thriller nya terus langsung nonton film ini bareng Pak Suami sambil makan siang.

Film Snakehead premier di acara Toronto International Film Festival lalu pada acara New York Asian Film Festival pada pertengahan tahun 2021 di bawah naungan rumah produksi Samuel Goldwyn Film.

Siapa yang gak kenal Samuel Goldwyn Film? pasti tau kan? banyak film bagus yang lahir dari rumah produksi film yang satu ini. Sebut saja Master and Commander: The Far Side of the World (2003), Lassie ( 2005), The Whistleblower (2010), Zoo (2017) dan masih banyak lagi. Bintang film yang pernah bekerja sama pun sekelas Russel Crow dan Rachel Weisz lho.

Jadi begitu visual Samuel Goldwyn muncul sebagai pembuka film Snakehead, aku yakin nih film bakalan bagus. Dari segi sinematografi, Film Snakehead memiliki kualitas dan pengambilan gambar yang baik dan durasi yang tepat yaitu 1 jam 29 Menit. Sayangnya Rottentomatoes memberikan rating rendah, hanya 68% saja. Begitu pula IMDB yang cuman ngasih rating 5.1/10.



rating film Snakehead
Score Rottentomatoes untuk film Snakehead


film tentang human trafficking berjudul snakehead
Trailer Film Snakehead (2021)


Rating rendah banget untuk kategori film yang memiliki tema isu sensitif dan mengemukakan fakta. Padahal dari segi jalan cerita, cukup bagus kok. Karakter Sister Tse, Rambo dan Dai Mah nya cukup kuat.

Cuman emang sih, kalau nyari tegang ya emang kurang. Apalagi waktu Sister Tse tertangkap FBI dan di interogasi. Terus ya emang kalah dari sisi pemainnya. Mostly bukan bintang film terkenal kecuali Sung Kang. Dan memang dialah penarik film ini. Buktinya aku yang juga tertarik nonton film ini karena Sung Kang.

Terlepas dari rating rendah, secara keseluruhan film ini memperoleh rating 8/10 dari artjoka dan layak ditonton.


sung kang maind i film snakehead
Sung Kang, memerankan tokoh Rambo

Bicara soal Sung Kang, berbeda dengan akting sebelumnya dimana ia memerankan tokoh nice guy di Too Fast and Furious, disini justru sebaliknya. Sung Kang memerankan tokoh bernama Rambo, anak ketua geng di chinatown bernama Dai Mah. Dan ternyata akting dia not bad, malah bisa dibilang bagus. Tapi bukan akting Sung Kang yang aku soroti, melainkan akting Shuya Chang yang memerankan tokoh Sister Tse si tokoh utama.

Sebagai seorang emak, aku auto simpati sih sama karakter Sister Tse. Simpati karena apa sih? karena Sister Tse ceritanya pergi ke amerika lewat jalur human trafficking melalui jaringan Snakehead demi mencari anaknya. Waahhh, udah kebayang kan? para emak pasti dibikin baper sama karakter Sister Tse. Jadi meski aku agak sungkan nonton film bergenre crime drama action-thriller, ya aku hajar aja karena aku suka karakter dan jalan cerita si Sister Tse di film ini.

Film Snakehead Film Tentang Human Trafficking

Snakehead merupakan istilah atau sebutan bagi pelaku trafficking. Praktek human trafficking nyatanya masih berjalan sampai sekarang padahal dunia sudah modern menuju metaverse. Tapi rupanya hal ini gak ada kaitannya dengan bentuk dunia mau kayak gimana. Ada banyak penyebab mengapa human trafficking masih terjadi.

Dilansir dari Researchgate.net dan pustaka.unpad.ac.id menyatakan bahwa human trafficking yang merupakan praktik perekrutan, perpindahan, pengiriman orang yang bertujuan untuk eksploitasi sumber daya manusia untuk digunakan sebagai :
  • Pekerja migran
  • Pekerja domestic
  • Pekerja seks
  • Perbudakan berkedok pernikahan
  • Pekerja Anak
  • Pengemis
  • Pemuja Agama Tertentu ( sekte )
Pada prosesnya, human trafficking menggunakan tindakan yang tidak manusiawi meliputi kekerasan, penipuan dan pemaksaan. Korban terbanyak dari human trafficking adalah perempuan dan anak-anak dan sebagian kecil laki-laki.

Pelaku human trafficking bukanlah pelaku perorangan, melainkan kejahatan berjamaah dari para :
  1. Agen perekrut tenaga kerja
  2. Agen swasta
  3. Pemerintah
  4. Majikan
  5. Pemilik dan Pengelola lokalisasi
  6. Calo pernikahan
  7. Orang Tua dan sanak saudara
  8. Suami.
Dari delapan list di atas terdapat orangtua dan suami yang juga termasuk pelaku human trafficking. Agak miris memang, tapi faktanya di China banyak orangtua yang “terpaksa” menjual anaknya pada masa one child one nation. Selain karena alasan kebijakan pemerintah terkait satu anak di China, berikut beberapa alasan terjadinya human trafficking di seluruh dunia :
  • Kemiskinan
  • Tingkat pendidikan yang rendah
  • Kualitas sumber daya manusia yang rendah sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang layak
  • Tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga
  • Maraknya fenomena pernikahan dini
  • Kenakalan remaja
  • Faktor lingkungan yang tidak kondusif bagi masyarakat yang menyebabkan masyarakat sangat beresiko.
Ternyata pelaku human trafficking bukan hanya satu tetapi terbentuk dalam jaringan yang saling bekerja sama. Ibarat miselium pada jamur yang memiliki jaringan yang luas, melebar dan terkoneksi dengan banyak seluler, begitulah jaringan Snakehead bekerja. Sulit dipecahkan dan di urai.


tokoh trafficking sister pig
Tokoh Nyata Sister Pig, yang jadi inspirasi Film Snakehead


Tapi bukan berarti tidak bisa dipecahkan atau setidaknya diminimalisir. Film Snakehead yang diangkat dari beberapa cerita nyata, menghadirkan kisah hancurnya bisnis human trafficking Snakehead di Chinatown oleh seorang ibu yang getir dan bertahan hidup sebagai imigran gelap, Sister Tse.

Sang Sutradata Leong took mengambil sosok nyata seseorang trafficking yang beroperasi di New York dari tahun 1980 - 2000an bernama Cheng Chui Ping.

Sister Tse dan Caranya Bertahan Hidup

Berbeda dengan tujuh alasan terjadinya human trafficking di atas, Sister Tse dalam film Snakehead memiliki alasan sendiri mengapa ia nekat menjadi imigran gelap. Bukan karena Harapan semu akan american dream malinkan mencari anaknya.

shuya chang memerangkan tokoh sister tse
Tokoh Sister Tse




tokoh dai mah film snakehead
Dai Mah, ketua Snaehead Chinatown, New York

Setibanya di New York, Sister Tse bekerja kepada Snakehead untuk membayar hutang sebesar 52.000 USD di lokalisasi prostitusi milik Snakehead.

Menderita menjadi pekerja prostitusi, Sister Tse berang dan kabur lalu hampir membunuh kaki tangan Dai Mah, ketua jaringan Snakehead di Chinatown. Melihat potensi Sister Tse yang pemberani dan punya power, Dai Mah mengangkatnya sebagai koki di restoran dumpling miliknya. 

Restoran yang merupakan kedok “kantor” human trafficking miliknya. Bukan hanya jual beli manusia, tapi juga narkoba. Selain sebagai koki, Sister Tse juga ditunjuk sebagai kaki tangannya Dai Mah terkait bisnis human traffickingnya.

Disini aku bisa melihat, betapa kuatnya daya juang Sister Tse untuk bertahan hidup di Amerika demi menemukan anaknya. Jalan apapun dia lakukan selama bayarannya pantas sehingga ia bisa melunasi hutangnya kepada Snakehead.


shuya chang jadi cewek tangguh di film trafficking
Sister tse yang tangguh


Sayang, jalan baginya tak selalu mulus. Sister Tse yang masih memiliki hati nurani dan trauma menjadi imigran gelap membawa dia kepada ketidakberuntungan hingga tertangkap FBI dan diminta menjadi mata-mata Dai Mah. Akhirnya Sister Tse berhasil membalaskan dendam pada Dai Mah atas kematian Zareeb, sahabatnya di restoran dumpling dengan menjebloskan Dai Mah ke tangan FBI. Dan hancurlah bisnis human trafficking dinasti Dai Mah.

Zareeb dan America Dream


zareeb sahabat sister tse di film snakehead
Zareeb, sahabat Sister Tse


Zareeb, sahabat Sister Tse menjadi imigran gelap karena harapan american dream. Ia bermimpi untuk memilki restoran dumpling dan mengajak anak serta istrinya ke New York suatu hari nanti. Naas, impian belum terwujud tapi nyawa Zareeb melayang dibunuh Rambo. Hal serupa juga banyak terjadi pada mereka yang menjadi imigran gelap karena tergiur harapan palsu American Dream.

American dream itu apa sih?

Dilansir dari Wikipedia, American Dream merupakan pandangan hidup Amerika Serikat mengenai freedom atau kebebasan yang meliputi kesempatan untuk makmur dan sukses, dan mobilitas sosial keatas melalui kerja keras. Pandangan freedom ini lantas di simbolkan oleh patung Liberty yang memberikan makna harapan dan kesempatan baru dalam hidup, sebuah impian yang mengilhami American Dream.

Jadi sebetulnya, adanya kasus imigran gelap bukan karena ada si Snakehead tapi karena manusianya itu sendiri yang “ngeyel” pengen pindah ke negara lain terlepas dari apapun alasannya.

Film ini juga menceritakan tentang distribusi imigran gelap refugees atau pengungsi. Faktanya memang banyak para pengungsi dari negara lain karena negaranya sedang perang seperti Afganistan, Palestina, Somalia dan negara konflik lainnya. Mereka masuk ke Amerika atau negara lain melalui sindikat Snakehead.

Hal ini mereka lakukan karena mereka tidak punya pilihan. Tinggal di negara sendiri tersiksa dan hidup dalam ketakutan, menjadi imigran gelap dirasa sebagai solusi mereka. Terlebih pemerintah tidak memberi perlindungan dan jika ingin mengajukan imigrasi ke UNHCR, persyaratannya ribet amat dan sulit.

Terkadang Kita Tak Punya Pilihan

Terlepas dari rating rendah yang diperoleh Film Snakehead, film ini masih layak banget ditonton karena film tentang human trafficking bisa bikin kita aware terhadap kasus trafficking.  

Hal yang paling aku suka dari film Snakehead adalah karakter Sister Tse yang tangguh dan gak ngoyo. Superwoman banget deh. Mirip karakternya Han So hee di film My Name. Aku suka sih karakter wanita tangguh dan punya daya juang tinggi. Jadi bikin semangat.

Berkaca pada tokoh Sister Tse, terkadang kita gak punya pilihan dalam hidup kita selain berjuang bertahan hidup. Meski harus melewati jalan yang salah dan rintangan yang begitu besar. Bukan hal yang layak dicontoh, tetapi daya juangnya perlu kita contoh. Terlebih bagi kita para emak yang kadang mudah ngoyo dan baper hanya karena satu atau dua hal.

Hidup itu memang keras, maka kita harus punya daya juang yang sama kerasnya agar bisa bertahan hidup dan ya, semoga impian kita tercapai karena kerja keras kita itu.

Referensi :
thecinemaholic
hollywoodreporter
imdb
Wikipedia
screenrant
akun instagram boxofficemovie_
akun instagram sungkang_fanclub
akun instagram snakeheadmovie
fetechinoise
diepprojects
masumista

22 Komentar

  1. Penasaran pengen nonton, kayaknya seru nih filmnya. Apalagi kalau membahas isu sensitif.

    BalasHapus
  2. Pesan sosialnya masuk, review film salam bahasa tulis sangat melekat di masyarakat

    BalasHapus
  3. Menaaariiik mba Eka. Aku suka film2 bertema gini.

    Tapi memang aku ga selalu percaya Ama rating IMDb kok. Waktu itu aja pernah nonton film yg rating tinggi, tapi ternyata B aja buat seleraku. Lagi2 balik ke preference masing2.

    Tuh film2 yg sering menang kompetisi, pas ditonton banyak ga mudeng nya 🤣🤣

    Aku mau cari film snakehead ini ah.

    Tema american dreams sampe skr masih jadi godaan buat banyak orang yaaa. Aku lagi baca novel yg terkait American dreams juga. Dari negeri China, mencari rezeki ke Amerika . Kejadiannya di tahun 1911. Mungkin sih kalo di tahun2 awal, Amerika memang penuh peruntungan. Tapi makin kesini ya berat lah 😄

    BalasHapus
  4. Isu yang dibawa memang sangat sensitif ya. Pastinya praktek human trafficking ini tidak hanya terjadi di Amerika, tetapi di belahan dunia lainnya juga

    BalasHapus
  5. Aku suka Sung Kang. Hehehe. Ngikutin dia gak cuma di F2F, tapi juga sejak di Ninja Assasin. Suami udah nonton ini di bioskop. Aku belum sama sekali. Ada sih ini di aplikasi ilegal, cuma kok ya gak tega nontonnya. Huhuhu. Mungkin nunggu rilis di Google Movie aja kali ya, sewa 20 ribuan sekali nonton.

    Keren ih ceritanya. Terima kasih yaaa reviewnya mba. Jadi ada gambaran. I like spoiler loh sebenarnya.

    BalasHapus
  6. Terimakasih reviewnya Mba..
    Saya termasuk yang tidak suka nonton, tapi baca review mba, jelas banget. Dapat gambarannya, apalagi di artikel dijelasin tentang istilah2 yang ada d film.
    Menambah pengetahuan.

    BalasHapus
  7. Isu soal human trafficking emang ngeri sih kalau dijadikan film gini. Suka miris sendiri. Kejahatan berjamaah yang rapi banget melibatkan banyak pihak. Nggak cuma di film, di dunia nyata juga saat ini banyak kok praktik human trafficking apalagi korbannya remaja. Aku nggak kuat nonton film genre ginian. Suka greget sendiri. Hehehe

    BalasHapus
  8. Terima kasih ulasannya, Mbak.
    Penasaran pengen nonton, nih. Dan bener, biasanya film dengan isu sensitif ratingnya nggak terlalu tinggi, kecuali film itu berada di "tangan" yang tepat..

    BalasHapus
  9. Luar biasa masyaAllah, mba bisa menceritakan sedetail ini, bahasanya pun enak. Thankyou for sharing mba.

    BalasHapus
  10. Sepertinya aku pernah nontn film ini si kak, tp ga selesai, krn di awal menurut ku agak ngebosenin, ternyata alurnya keren juga

    BalasHapus
  11. Wah, dalem banget, nih, mba ceritanya. Ibu mmg siap berkorban demi keselamatan anaknya. Thankyou for sharing, mba.

    BalasHapus
  12. Aku suka dengan film film bertemakan perempuan dan anak. Apalagi kalau basic ceritanya tentang ibu yang mencari anak
    Mesti seru dan bikin penasaran Jadi ingin nonton filmnya.

    BalasHapus
  13. Suka banget dengan tema film ini, terlebih cara pengulasannya yang gamblang dan jelas. Bravo ada orang seperti Sister Tse yang ingin menyamar sebagai korban human trafficking tapi punya misi untuk penyelamatan anak.

    BalasHapus
  14. aku baru tahu film ini, karna aku suka kepoin film rom-com. Jadi, penasaran mau nonton film ini

    BalasHapus
  15. Selama baca ulasan ini, napasku megap-megap. Selain karena lagi pilek, tapi aku juga mikir, njuk terus nasib anaknya Sister Tse gimana? Ketemu kah? Duh, ini jadi ngingetin sama kisah nyata siapa tu orang Indonesia yang dulu juga terperangkap human traficking? Sedih, pilu banget ya rasanya...

    BalasHapus
  16. Tema human trafficking memang sensitif apalaagi kalau diangkat dari kisah nyata.keren sekali sister pig ini ya

    BalasHapus
  17. Isu human traficking sangat sensitif banget, tapi kalau dikemas dalam film gini menarik banget buat ditonton

    BalasHapus
  18. Bisa jadi rating rendah dari Rotten dan IMDB karena mungkin pemaparan isu lokalnya kurang dipahami penonton umum. Rotten dan IMDB itu kan audiensnya seluruh dunia. Banyak film-film yang berusaha bercerita tentang kearifan lokalnya, tapi karena satu dan lain hal, jadi sulit diterima masyarakat.

    BalasHapus
  19. Mungkin karena drama banget juga ya, maka ratingnya gak tinggi.
    Namun dengan tayangan seperti itu, jadi bisa membuka tentang trafficking juga sih

    BalasHapus
  20. Wah ada Han! auto mikir wah pasti seru banget, pasti banyak adegan actionnyaaa ~
    ternyata human trafficking ga sekadar eksploitasi kerja ya sampe ada pemujaan sekte segala! makin-makin ngeri. Kalau baca cerita Sister Tse tuh bener-bener ya perjuangan ibu untuk nemuin dan nyelametin anaknya tuh ga bisa diukurrr, merinding!

    BalasHapus
  21. Penasaran sih. Tapi tiap kali aku nonton film yang berbau human trafficking, selalu jadi kebayang terus. Apalagi aku punya anak perempuan, jadi merasa takut banget.

    BalasHapus
  22. rating artjoka lebih tinggi ketimbang rottentomatoes ya.. aku jadi penasaran mau nonton film Snakehead ini. Menarik sih temanya

    BalasHapus