Menemukan Kembali Fokus Utama Melalui Tanos Sleep Challenge



sleep challenge


Fokus utama saya dalam kegiatan Blogging setahun terakhir ini menyedot konsentrasi dan fokus saya. Membuat jadwal harian dan konsisten di dalamnya menjadi PR besar saya selama berbulan-bulan. Terkadang tercapai terkadang tidak. Sayangnya lebih banyak tidak tercapainya. Begadang menjadi salah satu faktor kendalanya.
Mengapa ngeblog harus sampai begadang? kendalanya ada di waktu. Mom Blogger seperti saya biasanya terkendala soal pengaturan waktu. Sejak bangun tidur sampai lepas dzuhur biasanya saya sibuk mengurus pekerjaan domestik dan sekolah anak-anak. Terkadang sampai menjelang ashar. Baru bisa istirahat menuju magrib. Kegiatan support blogging pun terkadang dilakukan mencuri - curi waktu saat memasak, menunggu anak beres mandi, nemenin anak main ( yang seharusnya tidak dilakukan! duh ) , sambil setrika dan malam hari setelah anak - anak tidur.

Nah, bedtime anak - anak ini adalah surga bagi saya. Bukan tanpa dampak negatif, keasyikan mengerjakan kegiatan blogging lepas bedtime anak-anak terkadang membuat saya lupa waktu. Apalagi jika ada deadline. Terkadang saya menulis sampai terdengar suara adzan awal. Parah banget kan? dan ini berlangsung selama berbulan - bulan.

Tidak jarang saya langganan kena flu, batuk dan masuk angin. Lalu berlabuh dalam pelukan paracetamol atau asam mefenamat jika masuk anginnya parah sampai bikin sakit punggung dan perut saya kambuh.

Lantas saya berpikir, hal ini tidak bisa berlangsung terus menerus. Sekarang mungkin saya masih merasa baik-baik saja, tapi jika kebiasaan begadang ini terus berlangsung cukup lama maka kesehatan saya di hari tua jadi taruhannya.
Pemikiran inilah yang menjadi ide awal dilaksanakannya tantangan TANOS bulan februari, yaitu Tanos Sleep Challenge.

Tanos Sleep Challenge


Tanos sleep challenge adalah tantangan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tidur. Tantangan ini berlangsung mulai dari tanggal 15 - 21 Februari 2021. Cara mengikuti tantangan ini cukup mudah, hanya dengan mengikuti point dalam tabel yang berisi panduan untuk meningkatkan kualitas tidur. Setiap hari poin ini berbeda dan dilakukan berulang di keesokan harinya. Misal, tantangan di hari pertama akan di ulang di hari kedua, ketika hingga ketujuh.

Tanos Sleep Challenge

Bagi saya yang terkendala disiplin jam tidur, tentu permasalahannya hanya perlu mendisiplinkan diri. Tetapi lain halnya dengan mereka yang memang mengalami kesulitan tidur karena insomnia.

Beberapa checklist berikut bisa membantu teman-teman yang mengalami kesulitan tidur karena insomnia dan beberapa poin bisa digunakan untuk mom blogger seperti saya yang “nakal” soal jam tidur.

Sleep Challenge

Overview Tanos Sleep Challenge

Hari Pertama

Tantangan di hari pertama cukup mudah. Saya menentukan jam tidur pukul dua belas malam dan bangun tidur pukul lima pagi. Lalu menghindari cafein enam jam sebelum tidur, menghindari gadget sebelum tidur dan jika terbangun di malam hari tidak menyalakan lampu. Ini hal yang mudah, karena biasanya hari pertama semangat ya, hehe

Hari kedua

Tantangan hari kedua juga cukup mudah, yaitu berjemur lima belas menit di pagi hari dan membuka tirai sambil menikmati sinar matahari pagi. Sayangnya dua poin ini tidak bisa saya lakukan karena hujan turun dan awan mendung. Bukan hanya matahari yang enggan keluar, saya juga sama. Saya memilih tarik selimut lepas solat subuh dan kembali rebahan, hehe.

Lalu bagaimana kelanjutannya tantangan hari pertama? saya gagal dalam menghindari gadget dan menyalakan lampu saat terbangun. Lagi-lagi dikarenakan ada deadline yang harus saya kerjakan. Jam tidur pun menjadi mundur dimana saya tidur pukul dua pagi

Hari ketiga

Lagi-lagi karena efek dari begadang, di hari ketiga saya tidur karena kelelahan. Padahal tantangannya cukup mudah. Hanya perlu meredupkan lampu, membuat ruangan agak gelap dan mematikan sambungan WIFI di hp. Hal ini dikarenakan si bungsu tidur selepas ashar dan bangun sebelum magrib, Akibatnya, dia akan terus bangun sampai merasa ngantuk. Akhirnya, Kerja gak bisa dan ngantuk pun ditahan. Karena nemenin dia main sampai ngantuk adalah keharusan, kalo gak bisa bikin gaduh satu RT.

Lalu saya bangun keesokan harinya sekitar jam lima pagi dan langsung mengerjakan tugas domestik lanjut PJJ si cikal. Feel unwell akhirnya karena exhausted sampai ketiduran di atas karpet lepas ashar. Saya tertidur sambil masih nemenin si bungsu main, jadi saya tidur tapi telinga sambil mendengar dia teriak teriak manggil emaknya.

Tidur yang hanya sebentar itu malah membuat saya masuk angin dan bangun tidur dalam kondisi badan Tremor dan headache parah.
Begitulah jadi ibu, jam tidur? sudah bukan soal kualitas lagi, kadang harus berkorban. Ngantuk ditahan dan dalam tidur juga masih tetap di "ganggu" , tidur malam apalagi. Semalam bisa bangun sampai lima kali karena mereka masih minum susu. Setelah pak suami ngasih susu beruang Alhamdulillah pagi hari mendingan

Hari Keempat

Nampaknya saya masih bergelut dengan disiplin jam tidur. Lagi-lagi pekerjaan blog harus segera saya selesaikan ditengah deadline. Akhirnya saya kembali begadang dan tidur pukul tiga pagi. Hal ini secara otomatis membuat saya gagal melakukan semua tantangan sejak hari pertama hingga hari keempat.

Saya juga tidak sempat menulis gratitude journal apalagi curhat keluarin unek - unek. No time buat curhat karena kesibukan, hehehe.

Hari Kelima

Dikarenakan saya tidak memiliki TV, maka tantangan hari kelima mudah sekali saya lakukan. Yaitu tidak makan atau nonton TV di tempat tidur. Tetapi lagi-lagi saya gagal menghindari gadget dan mematikan sambungan WIFI sebelum tidur. Karena saya tertidur sambil masih “ngoprek” Hp. Tantangan hari kedua juga gagal dilakukan karena hari hujan. Tapi setidaknya sebelum tidur saya sempat matikan semua lampu dan meredupkan lampu kamar yang tanpa perlu usaha keras. Karena lampu kamar memang redup, hahaha.

Saya juga tidak sempat menulis gratitude journal dan curhat. Karena tidur setelah selesai menulis artikel dan langsung tidur karena ngantuk berat. Tapi saya curhat keesokan harinya pada pasangan.

Hari Keenam

Hari keenam jatuh pada hari Sabtu. Malam ini saya tidak mengerjakan kegiatan blogging karena badan saya sudah terasa sangat payah. Saya tidur lebih awal dan berhasil melewati tantangan hari pertama dan ketiga kecuali poin menghindari dan mematikan WIFI di gadget.

Cuaca yang masih sendu juga membuat saya tidak berjemur dan menikmati pelukan hangat matahari. jadi, saya gagal mengerjakan tantangan hari kedua di hari keenam ini. Tapi saya berhasil menaklukan tantangan di hari keenam. Yaitu menulis gratitude journal dimana saya sangat bersyukur memiliki keluarga kecil yang support saya, anak-anak yang sehat dan suami yang aduhai romantisnya. Suami tiba-tiba belikan bakso dan es campur kesukaan saya sambil membuat candaan konyol ketika dia tahu saya sedang susah hati beberapa hari ini karena satu hal.

Hari Ketujuh

Yes! its final day. Hari minggu memang hari yang cocok untuk olahraga, tapi saya enggan olahraga. Badan saya lemas akibat begadang beberapa hari yang lalu. Hari ini saya banyak rebahan karena badan lemas dan mood agak berantakan. Tapi saya cukup mendapat banyak waktu untuk istirahat dan tidur siang hingga tiga jam lamanya. Cukup membuat saya terasa berenergi setelah bangun.

Soal jam tidur? yaah saya kembali nakal. Saya berniat berniat melayangkan sebuah artikel ke salah satu Platform Website penyedia berita yang jadi incaran saya sejak lama, saya terlena dalam merangkai kata hingga saya tidur menjelang adzan awal.

Evaluasi Tanos Sleep Challenge


Secara keseluruhan saya gagal melewati tantangan Tanos kali ini. Lagi-lagi saya menyalahkan kegiatan blogging saya yang tidak teratur. Hal ini lantas membuat saya mengevaluasi diri dan memikirkan ulang tujuan dan fokus utama saya.
Bukan perkara apa yang saya dapat dari blogging secara materi, atau pada akhirnya saya menjalani apa yang menjadi passion saya. Tetapi, saya yang menjadi mom blogger pada kenyataannya mengakibatkan saya terdistraksi dari fokus utama saya sebagai ibu.

Saya yang sering mencuri waktu saat menemani anak bermain dan belajar demi kelangsungan kegiatan blogging saja sudah melenceng dari fokus utama. Apa sih fokus utama saya? fokus utama saya seharusnya adalah pendidikan dan pengasuhan anak-anak.

Sudah cukup rasanya saya mengorbankan waktu bersama dengan mereka demi kegiatan blogging selama setahun terakhir. Baik saat bermain maupun belajar. Karena terlalu sering begadang, jam tidur saya ngaco, kesehatan saya terganggu dan fokus utama saya memudar.

Terkadang saya kehilangan momen lucu dan gemes mereka dan secara tidak langsung sering melampiaskan emosi negatif saya pada mereka saat saya terbentur masalah. Saya rasa ini tidak sehat bagi perkembangan psikologis mereka.

Momen perkembangan mereka hanya sebentar hingga tiba waktunya mereka beranjak menjadi anak - anak dan remaja. Jika saya tidak kembali pada fokus utama saya yaitu membersamai mereka, maka mereka akan kehilangan dasar perkembangan psikologis dan bakat mereka. Terlebih untuk anak pertama saya yang sebentar lagi masuk SD hanya dalam hitungan bulan.

Situasi pandemi memaksa dia akan masuk SD masih dalam situasi PJJ. hal ini membuat saya kembali merenungkan boundary atau batasan bagi kegiatan blogging saya. Bukan berhenti, tapi membatasi. kKalau harus berhenti menjadi blogger, saya pun enggan. Karena di sinilah passion saya tertaut. Dan sudah nyaman menjadi Blogger.

Tetapi, Jika kegiatan blogging saat ini tidak dibatasi maka PJJ Keenan saat masuk SD nanti akan kacau. Saya akan stress dan Keenan lebih stress lagi. Karena, kurikulum TK dan SD akan jauh berbeda, Materi pembelajaran dan tugas saat SD nanti akan lebih banyak.

Jika saya tidak spare time khusus untuk jam pembelajaran Keenan, maka hanguslah momen pertama keenan mengenal ilmu sekolah dasar. Yang akan terjadi adalah, kami fokus pada mengerjakan tugas dan gugur kewajiban bukan pada pembelajaran.

Walau saya gagal dalam tantangan kali ini, ada satu hal positif yang bisa saya ambil. Yaitu menemukan kembali fokus utama saya. Kegagalan menaklukan tantangan jelas dikarenakan saya masih sibuk begadang, Kedepannya saya sudah membuat jadwal ulang harian, jadwal tantangan pribadi terkait peribadatan, blogging dan juga jam belajar anak-anak.

Bismillah aja dulu, semoga Allah mempermudah langkah saya karena tujuan dan niatnya baik. Menjalankan fokus utama yaitu mewujudkan amanah dari Allah, mengasuh dan membersamai anak - anak.

Begitulah evaluasi tantantangan Tanos sleep challenge versi saya. Bagaimana versi rekan saya Renovrainbow? teman - teman bisa cek di blog pribadinya ya. Dan jika ingin mengetahui perjalanan saya dan Renov dalam menaklukan tantangan ini seperti apa, bisa di cek langsung di IG @tanos.challenge. Ceklist tantangan ini bisa teman-teman gunakan juga lho untuk memperbaiki kualitas tidur.

Semoga artikel ini membantu teman-teman yang mengalami kesulitan tidur dan kesulitan mengatur waktu sebagai mom blogger. Siapa tau setelah melalui tantangan ini, teman-teman juga menemukan insight seperti halnya saya.






14 komentar:

  1. Hehe saya penasaran, mengapa dinamakan TANOS challenge yah Bund?

    BalasHapus
  2. Masya Allah mbak, tak bisa kubayangkan betapa beratnya kepala dengan jam tidur yang sedemikian rupa. Tapi cukup memberiku pelajaran agar membuat skala prioritas, bener banget saat ini anak-anak adalah fokus utama. Semoga sehat selalu ya mbak ..

    BalasHapus
  3. Mbak, sama. Aku suka begadang ngerjain ini itu. Pada akhirnya harus bikin skala prioritas. Dan aku tertarik sama tanos sleeping challenge. Pingin nerapin itu juga hehe

    BalasHapus
  4. menghindari kafein mah aku banget, aku ga biasa begadang ditemenin kopi tapi micin :D

    BalasHapus
  5. Aku pernah di keadaan itu dulu. Bukan karena kerjaan sih cuma karena emang tubuh sukanya susah tidur dan bangun cepat.

    Akhirnya dua tahun terakhir ini berangsur normal. Dimulai dgn ubah mindset. Aku milih menjadi morning person.. Jadi bangun lebih awal dan kerjakan urusan sendiri dlu itung2 me time. Nanti anak bangun baru kita belajar hadir utk mereka.

    BalasHapus
  6. Wah asli ya aku turut prihatin kak, sampe perlu challenge kaya gini supaya teratur lagi jam tidurnya. Aku nggak tidur sehari aja langsung oleng

    BalasHapus
  7. Aduh aku sejujurnya jadi malu, padahal belum ada yang diurus kerjaan seharian cuman nyantai tapi tetap aja malamnya begadang terus dengan alasan ini itu belum kelarπŸ™ƒ

    BalasHapus
  8. Kemarin may ikut sleep challenge ini trus lupa kak eka πŸ˜”πŸ˜” sbnernya aku jg butuh ini padahaall. Biar lebih berkualitas. Lebih produktif.

    BalasHapus
  9. akau sudah lama pengin ikut Tanos ini. Ya Ampun programnya bagus-bagus banget. Tapi kayaknya belum bisa fokus. Aduh alesan aja ya.

    BalasHapus
  10. Sama banget nih kalau emak2 pasti urusannya sama anak wkwkkw.. apalagi saya anaknya masih 3 tahun, jadi bisa "bergerak" tuh ketika anak tidur. Eh apesnya anak saya hampir jarang tidur siang wkwkkw.. alhasil begadang deh. Selalu berulang setiap hari. Heuheu

    BalasHapus
  11. Ini tuh sebetulnya aturan ala Bapak saya almarhum. Namun karena saya merasa terlalu ketat, saya tidak menjalankannya lagi. Sepertinya harus mulai lagi nih. Ini seperti reminder buat saya.

    BalasHapus
  12. perlu banget diterapkan disiplin tidur ya ... apalagi anakku yg cowok udah susah banget disuruh tidur siang ... maunya main aja

    BalasHapus
  13. Alhamdululilah, saya jarang sekali bergadang di tengah malam hari. Cuman kebiasaan buruk yang paling sering itu main gadget sebelum tidur, hehehe.

    BalasHapus
  14. sama nih Mbak, Mom Blogger yang punya anak kecil (apalagi lebih dari satu) ya tantangannya ya emang gini, terkadang (mungkin malah sering) harus relakan waktu tidur demi kegiatan kesenangan ini, Blogging, seperti sekarang ini, anak-anak udah pada tidur emaknya masih ngerjain hutang BW :D

    jadi pengen coba juga lho ini tantangannya biar hidup bisa jadi teratur juga :)

    BalasHapus