Tampilkan postingan dengan label curhat emak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat emak. Tampilkan semua postingan

Tips pernikahan


Selamat, Kamu Kena Prank! Pernah gak sih kalian menemukan situasi dimana sepertinya bakalan dapat surprise menyenangkan eh gak taunya gak? atau situasi yang diharapkan bahagia nyatanya malah banyak drama? atau merasa tertipu? pernah? Toss dulu dong! hihihi. 

Gak enak banget ya rasanya, seperti merasa terperangkap dan kecewa berat tapi harus ditelan bulat - bulat karena sudah kadung. 

kalau kalian, situasi kaya gimana sih yang membuat kalian merasa seperti kena prank? kalau saya sih  merasa kena prank sama yang namanya pernikahan! 

what?? seriously? ah masa sih? Kok bisa sih saya bilang kena prank sama yang namanya pernikahan? iyalah, karena awalnya saya merasa kalau pernikahan itu seperti  di film, happy ending. eh gak taunya banyak drama! ampyun deh, wkwkwk

Saya Kena Prank!

Bayangan saya terhadap lembaga pernikahan sangat indah. Seindah film-film romantis hollywood. Tapi pada kenyataannya pernikahan tidak seindah itu. Saya sempat kaget dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada diri saya dan pasangan. Hal ini ternyata disebabkan seiring dengan bertambahnya peran saya sebagai ibu. 

Perubahan peran ini sedikit banyak mempengaruhi saya dan pasangan secara psikologis dan mengubah sudut pandang saya mengenai pernikahan.

Setelah menikah saya kosong selama dua tahun karena memang kami berdua belum memutuskan untuk memiliki momongan. Dan selama dua tahun itu pernikahan kami rasanya honeymoon terus sepanjang tahun. Yah kalau pertengkaran kecil pasti ada, tapi bisa dengan mudah diselesaikan tanpa berlarut - larut.

Masalah mulai timbul justru saat kami memiliki anak pertama. Peran menjadi ibu dan ayah baru rupanya cukup menguras tenaga, pikiran , waktu dan uang. Masing - masing dari kami mengalami perubahan yang cukup drastis sampai - sampai kami tidak saling mengenal satu sama lain lagi. 

Peralihan peran rupanya membuat saya kehilangan diri saya sendiri dan saya terjebak dalam rutinitas peran baru.

Baik saya maupun pasangan sibuk dengan perannya masing - masing, saya sebagai ibu mengurus bayi dan urusan domestik sementara pasangan sebagai ayah bekerja. Kami jarang memiliki pillow talk atau bahkan quality time berdua,  karena sejak lepas dzuhur hingga tengah malam suami bekerja di kios yang kami rintis sejak tahun 2014. Sedikit sekali waktu yang kami miliki bersama. sok sibuk pisan ya? wkwkwk

Saya rasa, pasangan berubah menjadi pribadi yang keras dikarenakan rasa tanggung jawabnya sebagai suami yang harus mencari nafkah. Sehingga tak ada lagi ruang di dalam pikirannya untuk meributkan hal yang sepele seperti sikap baper saya dan masalah baby blues yang saya alami sepanjang masa pengasuhan anak kami. Hal ini membuat saya sendirian dan kesepian dalam pernikahan. 

Karena idealnya, kesulitan selama masa pengasuhan harus dilalui bersama dengan pasangan. Sayangnya saya tidak demikian.  Terkadang kalau saya sudah di puncak emosi dan akhirnya meledak, saya menangis tanpa bicara sepatah katapun. Hal ini tentu membuat pasangan kebingungan dan geram. Entahlah, karena jarangnya kami berkomunikasi dari hati ke hati, jadi saya agak segan curhat unek-unek dan lebih memilih diam dan menangis saat sendirian. kasian banget ya gue? wkwkwkwk

Hal ini juga dipicu karena setiap kami bertengkar karena anak rewel atau saya yang uring-uringan karena kelelahan, pasangan lebih memilih tidak membahas panjang lebar ketimbang bertanya kenapa saya uring - uringan dan mendengar keluhan saya. padahal hanya tinggal pasang kuping aja tanpa harus ngasih saran bijaksana layaknya Mario Teguh. Sayangnya dia tidak begitu. 

Pasangan saya tipe yang agak malas membahas soal perasaan, karena dia sudah cukup stress memikirkan bisnis kami yang stagnan dan penghasilannya kecil  sementara kebutuhan kami banyak dan bahkan melebihi pemasukan. sehingga urusan saya yang mudah baper dan perasaan saya agak membuat beban pikiran dia bertambah. Lama kelamaan hal ini membuat saya merasa menjadi single fighter dan rasanya seperti kena prank pernikahan. 

Sampai akhirnya, saya pasrah aja sama Allah.  

Alhamdulillah berapa bulan sejak saya memutuskan pasrah lalu melakukan evaluasi serta mencari solusi, hubungan saya dan pasangan membaik dari hari ke hari. Pasangan lebih banyak senyum, ramah dan jarang berkata tegas. Lebih mau mendengar dan menawarkan bantuan. Sungguh diluar bayangan. 

Saya rasa, perubahan ini selain karena ikhtiar doa yang tidak putus juga karena saya kembali menulis buku harian. Baik di jurnal maupun di blog yang hanya saya sendiri yang bisa membacanya. Menulis sebagai pelepasan stress dan self healing saya rasa ada benarnya. Karena hal ini mampu mengubah  respon dan psikologis kita menjadi lebih tenang. Hal ini akan berimbas juga pada respon kita terhadap permasalahan yang kita hadapi sehari - hari.

karena akhirnya perasaan saya plong, saya bisa bersikap lebih tenang saat kelelahan yang pada akhirnya pasangan juga jadi lebih bereaksi positif terhadap saya. Setelah lebih sering menulis di blog pribadi yang di kunci itu, saya jadi bisa lebih spontan dan terbuka terhadap pasangan. Tidak canggung saat berbicara dan masa bodo saat bercerita apa saja walaupun dia hanya manggut - manggut dan jawabannya hanya , “ oh ya?” atau “wah” saja. Yang penting saya plong udah cerita! hahahaha.

Saya memang kena prank pernikahan, tapi saya tidak menyesal. Saya rasa setiap pasangan yang menikah pasti akan melewati fase seperti ini. Apalagi saya baru memasuki tahap 10 tahun awal pernikahan yang katanya merupakan fase saling mengenal satu sama lain. 

Mengapa saya harus menyesal? setelah saya akhirnya menyadari bahwa perubahan pasangan saya itu merupakan proses pendewasaan dia sebagai seorang suami dan ayah?

mengapa saya harus menyesal? karena sekarang kami dikaruniai anak - anak yang sehat dan lucu walau gak sedikit kami dibuat stress dan kadang bertengkar karena masa tantrum mereka?

Mengapa saya harus menyesal? karena sekarang hidup saya damai dan tentram. Hati saya penuh dengan cinta dan saya tak lagi memendam trauma.

Toh hingga detik ini, pasangan tetap memegang janjinya dari awal, yaitu akan membuat saya bahagia dan tidak sedih lagi kalau mengingat masalah keluarga. Dan dia menepati janji itu. Sudah seharusnya saya bersyukur, teramat sangat.

yah, saya kena prank dan saya tidak menyesal.

Bagaimana Persiapan agar kamu tidak kena prank pernikahan?


Satu saran saya, jangan berharap lebih terhadap sebuah pernikahan dan persiapkan mental dan pengetahuan sebelum memutuskan untuk menikah. 

Saya tau, terlalu banyak cerita drama bahkan film sampai dongeng yang mengisahkan kalau pernikahan merupakan happy ending. Padahal kenyataannya gak gitu. Siapapun yang ingin dan akan menikah harus memikirkan poin penting, yaitu KENALI PERAN BARU - PAHAMI - RESAPI - SIAPKAN DIRI. 

Saya tidak bermaksud menakut - nakuti mereka yang ingin menikah hingga menjadi enggan. Tetapi justru sebaliknya, andai saya punya mesin waktu saya ingin sekali kembali ke masa sebelum menikah dan bertanya pada diri saya yang sekarang APA YANG HARUS SAYA SIAPKAN SEBELUM MENIKAH?  tapi kenyataanya gak mungkin kan? akhirnya semua proses adaptasi itu harus saya lalui sendiri dan cerita saya menjadi pembelajaran bagi mereka yang ingin dan akan menikah. 

Jangan mau menikah karena usia atau sudah lelah mencari cinta yang selalu kandas atau karena pacaran sudah terlalu lama. Menikahlah karena memang sudah siap menjadi seorang istri dan ibu. Itu dua peran penting yang akan dilalui bagi kita kaum hawa. 

Hal ini termasuk menikah dengan alasan beribadah. It's a good intentions, menikah karena  ibadah. Tapi memahami nilai beribadah dalam pernikahan juga itu sama pentingnya. Ibadah seperti apa setelah menikah? ini yang harus betul - betul dipahami agar siap bukan hanya sekedar akibat kepincut godaan menikah muda atau mendapat pasangan halal semata. 

Karena setelah menikah, kamu tidak hanya akan menjadi seorang isteri tapi juga seorang ibu, seorang menantu, kakak/adik ipar, tetap seorang anak dari orang tua kandungmu, dan tetap menjadi diri sendirimu sendiri. Semua peran itu tidak serta merta membuat pernikahan mulus kaya kulit semangka, awal adaptasi pasti ga enak banget. apalagi ada stigma kalo keluarga mertua itu mirip film horor. Kenyataannya? tentu tidak seperti itu. 


Bagaimana Jika Saya Terjebak Dalam Prank Pernikahan?


Nasi sudah jadi bubur, dan kita sudah berada dalam ikatan pernikahan dengan pasangan. Mau tidak mau harus tetap maju dan mulai adaptasi. Karena, jika  mundur dan menyerah maka akan banyak sekali pertimbangannya. Terutama soal anak. 

Jadi, bagaimana nih kalau kamu sudah terlanjur kena prank pernikahan? saya tidak bisa memberikan tips yang banyak, tetapi hal - hal berikut mungkin menjadi solusi ketika kamu merasa terjebak dalam permasalahan pernikahan.

Pertama, melakukan self healing

Ini penting. Karena apapun yang menjadi sumber trauma kita bisa menjadi tembok berlin bagi hubungan kita dengan pasangan. Kita harus menemukan akar permasalahan dari apa yang selalu menjadi gangguan bagi diri kita sendiri. Misal, saya dengan masalah keluarga saya, trauma akibat perceraian orangtua dan inner child. Wah, banyak sekali ya. 

Tetapi ketika semua trauma ini satu per satu terselesaikan, hidup kita akan terasa lebih ringan dan bisa melihat situasi apapun menjadi lebih baik. Soal menjadi bahagia, relative ya. Tapi ketika kita tidak lagi merasa terganggu dan menerima kisah masa lalu kita dengan segala trauma dan dramanya, kita bisa move on dan melanjutkan hidup kita yang ada di depan mata. Perhatian kita tidak lagi berpusat pada trauma yang tidak pernah usai lantas melampiaskan pada pasangan. Maksudnya?

ketika saya belum menyelesaikan konflik saya dengan ibu saya, saya sering melampiaskannya pada pasangan. Ketika pasangan menjadi cuek, tidak perhatian apalagi tidak mau mendengarkan keluh kesah saya, tiba - tiba saya merasa seperti diperlakukan sebagaimana ibu saya memperlakukan saya dulu. Akhirnya saya menumpuk emosi dan kecewa terhadap pasangan saya. 

Padahal, bukan salah suami saya pada akhirnya saya merasa tidak diperhatikan dan diabaikan. Bisa jadi situasinya tidak tepat saja. Saat saya kelelahan dan memerlukan perhatian lebih dari pasangan tapi kenyataannya pasangan juga sedang mengalami situasi yang sama tapi kita tidak menyadari hal itu karena terlalu gelap dengan emosi dan trauma sendiri. 

Sampai sini bisa dipahami? semoga bisa dipahami ya. 

Berhentilah menyakiti diri sendiri dengan terus menggenggam trauma hingga bertahun -tahun lamanya. Emang enak terus berada dalam trauma? gak kan ya? pasti jadi beban lah. Makanya, hempaskan si  trauma itu. Caranya? Bicara dengan diri sendiri. 

Enaknya sih memang pergi ke psikolog atau psikiater ya, tapi kan mahal ya bayar jasanya! hahaha. Jadi yang bisa kita lakukan adalah bicara dengan diri sendiri. Curhat sama diri sendiri . Bisa dengan menulis diary, jurnal, blog atau apapun lah medianya. Lalu uraikan. Contohnya? artikel saya tentang inner child dan penyelesaian konflik saya dengan ibu saya bisa menjadi salah satu contoh. 

Hidup terlalu indah kalau kita melewatkan semuanya. Semua hal yang baik yang ada di depan mata dan sekeliling kita akan menjadi nampak buruk dan terasa seperti sebuah kesialan dan kemalangan. 

Pasangan yang sebetulnya baik dan perhatian akan terlihat menyebalkan dan membuat kita tersiksa hanya karena satu hal sepele,  anak - anak yang ceria dan sehat dan menggemaskan akan terasa seperti mimpi buruk dan teman serta sahabat yang selalu mendukung akan terasa seperti ancaman yang sewaktu waktu akan menikam dari belakang. Sehingga akhirnya kita memilih menyakiti mereka lebih dulu sebelum kita yang tersakiti sebagai bentuk benteng pertahanan agar kita tidak tersakiti “lagi”. 

padahal kenyataanya, kita sendiri yang menyakiti diri sendiri. Pasangan sih baik hati dan selalu menyayangi kita, anak - anak sih menyayangi kita apa adanya dan sahabat pasti menerima kita apa adanya juga dan tetap mendukung kita dalam situasi apapun. 

Kita yang merasa sebaliknya hanya karena punya trauma yang belum terselesaikan. paham?

Kedua, Jangan berharap lebih.

Idealnya memang, setiap pasangan dalam pernikahan memiliki prinsip kesalingan , tetapi kenyataannya tidak semua pasangan dalam pernikahan memiliki prinsip seperti ini. Banyak juga pasangan yang memiliki perbedaan “mazhab” soal kesalingan ini, Suami yang patriarki beserta keluarganya bisa menjadi mimpi buruk. Tetapi, itulah ladang pertempuran kita. 

Rasa iri melihat pasangan lain yang saling terbuka dan bahu membahu menjalani biduk rumah tangga pasti ada. Tetapi jangan iri atau berkecil hati lantas bertanya pada Allah, “ Ya Allah kok saya dikasih jodoh yang begini sih? gak adil!! “ , karena setiap manusia diberikan ladang pertempuran yang berbeda. Segera ubah sudut pandang kita terhadap konsep pernikahan. Ubah menjadi, pernikahan adalah ladang ibadah. Terkesan toxic optimistic ya? bisa dikatakan begitu, tapi ini realistis. Daripada kamu terus tersiksa dengan harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan? iya kan? lebih baik niatkan dalam hati menikah untuk ibadah.

walaupun suatu pernikahan terlihat baik - baik saja, kita tidak pernah tahu seberat apa masalah yang mereka hadapi. Jadi jangan merasa iri, setiap pernikahan memiliki pertarungannya masing-masing. 

Cara yang terbaik adalah menerima pasangan apa adanya, lengkap dengan segala kebaikan dan kebiasaannya yang absurd. Terkadang ada saja kebiasaan yang jauh berbeda dengan kita, tapi itulah seni nya pernikahan. Indahnya di sana. 

Ketiga, Kendorkan ego dan pahami

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa pernikahan membuat kita dan pasangan berubah dikarenakan perubahan peran. baik kita maupun pasangan sama-sama beradaptasi terhadap peran baru ini. Maka pahamilah bahwa segala macam pertengkaran, perbedaan pendapat dan situasi yang tidak sesuai harapan merupakan bagian proses adaptasi.

Hanya dengan memahami hal ini saja kita tidak akan lagi merasa terjebak dalam unhappy marriage dan merasa kena prank. 

Bagaimana kalau pasangan malas bekerja dan mencari nafkah? dukung dia. Maksudnya? pasti ada alasan mengapa dia malas dan enggan mencari nafkah. Gali akar permasalahannya dan berikan solusi.  Kok rasanya aneh ya? harusnya kan suami gitu lho yang sadar diri buat cari nafkah dan bukannya sebaliknya! hahaha. Yah, sayangnya begitulah kondisi kita. Itulah ladang pertempuran kita. 

Tapi sebelum memulai, siapkan dulu stok sabar dan ikhlas ya. Menerima suami sedang berada dalam situasi seperti itu pasti gak akan mudah. apalagi kalau kita berpikir, buat apa susah susah mikirin itu? toh itu tanggung jawab suami! dia peduli sama aku aja gak! 

Iya sih, tapi kalau suami gak kerja terus kita sendiri gak kerja lha mau ngasih makan anak - anak gimana? oke, aku yang kerja! oh jangan! jangan bebani diri sendiri dengan prinsip seperti ini. Bukan hanya lelah fisik dan juga hati karena terus memendam rasa kecewa pada suami dan terus merasa menjadi single fighter. 

satu hal yang saya pahami dalam pernikahan adalah, para suami memiliki ego lebih atas kekuasaan dan harga diri. Dan ego itu terletak pada uang dan otoritas. Ya ya tidak semua suami begitu tapi mostly ya.

Jadi jangan lukai harga dirinya dengan merendahkan dan berkata kasar pada suami seperti, “ suami tiada guna” atau “ suami pemalas” atau “ suami gak bertanggung jawab “ . Percayalah, dalam hatinya pasti ada rasa bersalah saat tidak mampu memberikan yang layak pada keluarganya. Ada hati yang terluka disana. Jadi, dukunglah dia dengan tetap bersabar, ikhlas dan tersenyum. Klise ya? hahaha, memang! emang ada solusi lain?

Gimana cara mendukungnya? bisa kita arahkan dengan menawarkan pekerjaan atau bisnis yang pasangan sukai. Misal, hobinya burung nih… arahkan untuk bisnis burung. Saya dengar lumayan lho omsetnya. Atau hobinya main game, arahkan bikin warnet game atau jadi gamers yang berpenghasilan. Atau hobinya main bulu tangkis, arahkan untuk buka bisnis peralatan bulu tangkis dan olahraga lainnya. 

Kami gak punya modal dan gak punya jaminan? mintalah sama Allah. Kalau kita sudah berniat membantu suami, insya allah pasti dikasih jalan sama Allah. 

Tapi gimana nih, kalau suami bukan tipe orang yang mau dikasih masukan dan menolak mentah - mentah masukan solusi dari kita? gampang - gampang susah memang, tapi biasanya pasangan memang gengsi diberi masukan dan merasa apa yang dijalani adalah pilihan yang tepat. Gak masalah, terus aja kasih masukan karena informasi dari kita sebetulnya dia simpan dan dipertimbangkan, Cuman responnya aja yang terlihat seperti yang menolak, hihihi

Disinilah peran kendorkan ego dan pahami sangat diperlukan. Bukan hanya soal finansial, tapi juga saat kita menuntut lebih perhatian pada pasangan. Ingat bahwa pasangan juga menginginkan hal yang sama dari kita. Bukan hanya kita. Pahami hal ini dan mulai perhatikan kebutuhan batin pasangan. Insya Allah, hubungan dengan pasangan akan membaik. 

Keempat, Jadikan pernikahan sebagai ladang ibadah

Saat kita sudah berusaha dan melakukan segala cara untuk mempertahankan identitas diri dalam pernikahan dan mempertahankan pernikahan itu sendiri tapi masih tidak membuahkan hasil, maka ubah mindset kita menjadi “ jadikan pernikahan sebagai ladang ibadah”

mengapa? karena akhirnya saya menyadari bahwa, mengapa Rasulullah S.A.W  mengatakan bahwa menikahlah karena ibadah karena memang ladang ibadahnya banyak banget. Mulai dari melayani suami, mengurus rumah tangga dan juga anak - anak. Belum termasuk kepada orangtua kandung dan mertua. Tapi ujiannya juga banyak. Tapi setimpal lah dengan nilai pahalanya. 

kalau sudah mengubah mindset, ujungnya jadi nothing to lose dan Allah pasti kasih jalan yang terbaik untuk kita. Tapi bukan berarti lantas hanya pasrah saja tanpa usaha. semua point di atas bisa dijalankan sembari tetap pasrah dan tawakal. 

Kelima, cari cara komunikasi yang unik dengan pasangan

Setelah keempat poin diatas kita coba praktekan, saya yakin outputnya hati kita akan lebih lega dan plong. Sehingga kita bisa mencari solusi cara berkomunikasi yang unik sesuai dengan karakter pasangan. Misal, komunikasi sambil bercanda tapi menyimpan pesan yang cukup penting. Kita bisa lebih mencari lagi alternatif cara berkomunikasi jika hati dan pikiran kita sudah tidak penuh dengan emosi atau rasa kecewa lagi. percayalah. 

Semua point di atas menurut saya berkesinambungan dan tidak bisa hanya dilakukan satu poin saja. Karena akar permasalahan yang ada dalam diri kita yang harus di hempaskan dan diselesaikan terlebih dahulu, setelah itu baru bisa tidak berharap lebih kemudian mengendorkan ego dan memahami pasangan dan akhirnya mengubah mindset pernikahan menjadi ladang ibadah dan endingnya bisa berkomunikasi dengan lancar dengan pasangan.

Satu tips terakhir yang sangat penting, yaitu bersyukur. Bersyukurlah memiliki pasangan yang diberikan Allah yang lengkap dengan segala kebaikan dan kekurangannya.Bukankah dengan bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dalam hidup kita? tentu mau dong. Jadi, jangan lupa bersyukur ya.

Karena biasanya orang yang kena prank, walau awalnya dongkol ujungnya pasti tertawa lucu kan? mirip dengan kebiasaan Kilan Si Bungsu yang sering nge-prank saya pura-pura nangis, tentu saya kaget, setelah saya kaget tiba-tiba dia buka tangan dan mata dia lalu berkata, " iiihhh mamah kena prank! hahaha !! "

aplikasi halodoc
Ilustrasi oleh artjoka

 

Halodoc solusi Konsultasi dengan Dokter Pilihan Di Masa Pandemi. Pandemi. Satu kata yang mampu merubah dunia. Setuju? Saya setuju. Banyak hal yang berubah secara drastis akibat adanya pandemi. Saya berharap semoga secepatnya vaksin virus corona tersedia dan kami bisa hidup normal lagi. Karena saya percaya pandemi telah menjadi trauma tersendiri bagi kita semua. Termasuk saya. Situasi pandemi membuat saya enggan berobat ke rumah sakit besar dan menghindari tempat yang ramai. Sehingga jika saya atau anggota keluarga sakit, saya memilih konsultasi dengan dokter pilihan melalui web atau aplikasi Halodoc lalu berobat ke dokter praktek atau klinik. Seperti cerita saya berikut ini. 

Berkat Pertolongan Halodoc

Bulan Mei yang lalu ibu saya sakit. Seluruh tubuhnya terasa ngilu, sakit dada dan muncul bintik merah di badannya. Persis cacar air. 
Saya langsung membawa ibu menemui dokter spesialis penyakit dalam di daerah Antapani. Dengan menggunakan masker dan sarung tangan serta memesan taxi online dengan fitur perlindungan Covid saya membawa ibu. Ketika datang ke klinik dokter tersebut kami di test suhu tubuh dan di suruh menunggu di luar. Pandemi ini semakin terasa mencekam apalagi ketika ibu mengalami sakit seperti ini.
Hasil pemeriksaan dari dokter tersebut cukup membuat saya kaget. Indikasinya ibu terkena sakit jantung atau sakit selaput paru. Sang dokter memberikan surat rujukan untuk ibu berobat ke rumah sakit besar dan melakukan tes rontgen thorax.
Hal ini membuat saya kalang kabut. Pasalnya kami menghindari berobat ke rumah sakit besar karena saat itu pandemi sedang di masa puncaknya. 
Dalam keadaan bingung agak tidak percaya dengan hasil analisa dokter spesialis penyakit dalam Antapani, akhirnya saya buka web Halodoc dan menggunakan fitur chat dokter untuk menanyakan kira - kira ibu saya sakit apa. Fitur chat dokter di Halodoc lengkap sekali. kita tidak hanya bisa berkonsultasi dengan dokter umum, tetapi juga konsultasi dengan dokter pilihan kita. 
Setelah konsultasi dengan dokter pilihan di Halodoc dan menjelaskan gejala sakit ibu saya, hasilnya ibu saya kemungkinan terkena cacar dan disarankan untuk segera menemui dokter terdekat. Ah saya sedikit lega. Dengan harapan benar ibu saya terkena cacar dan bukannya radang selaput paru, saya mencari klinik terdekat dengan rumah saya yang menyediakan fasilitas rontgen thorax dan EKG melalui web Halodoc. Hasilnya adalah Klinik Kimia Farma. Dengan sigap saya langsung menelpon pihak klinik Kimia Farma dan melakukan pendaftaran untuk rontgen esok hari. 
Lalu keesokan pagi harinya saya membawa ibu berobat ke Klinik Kimia Farma dan melakukan rontgen thorax serta EKG sekaligus daftar konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Alhamdulillah ternyata benar apa yang dikatakan dokter di Halodoc, ibu saya terkena cacar air tahap 2. Saya agak lega mendengarnya. Alhamdulillah setelah berobat ibu perlahan pulih dan sembuh.
Semua berkat konsultasi dengan dokter pilihan di web halodoc, sehingga ibu saya bisa saya bawa berobat ke tempat yang tepat.
 

Mengatasi trauma pandemi melalui Halodoc

Seperti yang saya ceritakan di atas, saya punya trauma sendiri dengan pandemi Covid ini, yaitu enggan berobat ke rumah sakit besar karena kekhawatiran terpapar virus corona. Saya sangat berharap sekali vaksin virus corona segera tersedia sehingga kita bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi terjadi.
Tetapi kita tidak bisa selamanya hidup dalam ketakutan dan trauma bukan? akhirnya saya segera mencari tahu kabar terbaru mengenai ketersediaan vaksin virus corona di web Halodoc. Ternyata selain kita bisa konsultasi dengan dokter pilihan, Halodoc juga menyediakan informasi terkait perkembangan ketersediaan vaksin virus corona. Setelah membaca informasi di Halodoc terkait hal itu, trauma saya berangsur hilang dan digantikan dengan harapan yang cukup besar akan ketersediaan vaksin virus corona.
Menurut informasi di Halodoc, saat ini kelompok ilmuwan dari seluruh belahan dunia gencar mengerjakan vaksin virus corona. Dan tidak sedikit kelompok ilmuwan yang telah mengklaim menemukan vaksin virus corona. Hal ini tentu membawa angin segar berita baik dan pengharapan bagi kita semua. 
Vaksin virus corona telah dikembangkan sejak ilmuwan Cina berbagi urutan genetik virus dan daya tersebut disebarkan ke dalam database publik online. Hasilnya, kelompok ilmuwan dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) telah mengembangkan vaksin virus corona. CEPI merupakan organisasi non profit yang fokus mendanai pengembangan vaksin penyakit menular baru, termasuk vaksin virus corona. Kelompok ilmuwan yang sedang mengembangkan vaksin virus corona adalah sebagai berikut :
  1. Inovio Pharmaceuticals Inc. 
  2. Moderna Inc.
Namun kita masih harus bersabar karena walaupun saat ini vaksin virus corona sedang dikembangkan, vaksin tersebut masih harus melalui rangkaian uji klinis dan hal ini dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Proses uji coba pada hewan lalu pada relawan sangat perlu dilakukan. Tahapan uji klinis ini tentu bertujuan untuk memastikan bahwa vaksin virus corona memiliki efektivitas tinggi dan aman digunakan dengan nilai efek samping yang seminimal mungkin. 

Aplikasi Halodoc, mempermudah konsultasi dengan Dokter Pilihan

Aplikasi Halodoc


Sembari menunggu ketersediaan vaksin virus corona, ada baiknya kita tetap menjalankan protokol kesehatan selama pandemi dimanapun kita berada. Bukan hanya untuk kita dan keluarga tetapi juga untuk kita semua. 
Jangan malas menggunakan masker dan bersikap acuh hanya karena merasa sesak nafas. saya malah merasa aman jika keluar rumah menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. Juga, jangan pernah lupa untuk sesering mungkin cuci tangan setelah keluar rumah dan hendak melakukan aktivitas apapun. 
Menjaga kesehatan juga penting dilakukan. caranya? makan makanan sehat dan bergizi serta tak lupa konsumsi vitamin. Halodoc juga menyediakan vitamin dan masker lho. jadi, selain kita bisa konsultasi dengan dokter pilihan dan mencari informasi seputar perkembangan vaksin virus corona, kita juga bisa mendapatkan informasi lainnya terkait kesehatan sekaligus membeli obat dan vitamin serta masker. 
Jika kita merasa tidak sehat, ada baiknya kita konsultasi dengan dokter pilihan di Halodoc terlebih dahulu sebelum berobat di dokter terdekat seperti yang saya lakukan, tujuannya sih agar kita merasa lebih yakin dan hilang semua kebingungan terkait kesehatan kita, hehe. Kita bisa mencari informasi di Halodoc melalui website resmi dan aplikasinya. Halodoc punya aplikasi? punya dong. Hal ini jadi mempermudah akses kita untuk konsultasi dengan dokter pilihan dan mencari tahu informasi kesehatan lainnya.
Caranya mudah sekali, kita tinggal download aplikasi Halodoc melalui playstore. Fitur yang tersedia di aplikasi Halodoc sama lengkapnya kok dengan di website resminya. 
Menurut saya sih ini lebih efisien ya, apalagi kalau kita sedang di luar rumah dan hendak mencari tahu informasi terkait kesehatan. Apa aja sih fitur di aplikasi Halodoc? 
  1. Fitur membeli obat
  2. Chat Dengan dokter
  3. Pengingat minum obat
  4. Sambungkan Asuransi Kesehatan
  5. Artikel terkait kesehatan
Aplikasi Halodoc juga memiliki fitur baru lho, apa saja sih?
  1. Halofit
  2. Kesehatan hewan
  3. Kalender menstruasi
  4. Kesehatan jiwa
  5. Paket Sehat
  6. Tes Covid - 19
  7. Kalkulator BMI

konsultasi dengan dokter pilihan
Fitur di Aplikasi Halodoc


Wah lengkap sekali ya fitur di aplikasi Halodoc. Saya sarankan segera download aplikasinya dan memanfaatkan seluruh fitur di aplikasi Halodoc untuk kebutuhan informasi kesehatan kita.
Salam sehat untuk kita semua. 

Memanjakan diri sendiri dengan Rangkaian Produk Scarlett Brightening Body Care - Saya termasuk wanita yang agak cuek soal urusan kecantikan dan kesehatan kulit. Padahal waktu masih gadis, wiiihhh tiap minggu maskeran dan luluran.

Biasanya saya maskeran dan luluran pakai produk yang memang sengaja beli di toko kosmetik atau bikin sendiri. Saya juga gak pernah lepas dari yang namanya hand and body lotion. soal sabun mandi? sudah pasti selalu pakai yang berbentuk cair karena praktis dan lebih higienis. Saya juga sering ke salon sekedar untuk facial atau keramas lalu rambut di blow yang minimal saya lakukan 2 kali seminggu.

Lalu bagaimana sekarang setelah menikah dan memiliki dua anak laki - laki? alhamdulillah, udah gak pernah lagi!! hahahaha. Karena kendala waktu dan sekarang saya lebih mikir saving money buat yang lain daripada keperluan sendiri mungkin ya. Naluri emak - emak ya begitu , hehehe. 

Tapi setelah enam tahun bergelut dengan dunia pengasuhan dan domestik, sudah seharusnya saya dapat reward nih, laahhh minta bonus setelah jadi emak, hahaha. Iya, reward yang bisa bikin saya happy, yaitu me time atau waktu untuk diri sendiri dengan body care yang bisa bikin saya merasa muda lagi. 

Iyess, saya emang gak terlalu peduli dengan kecantikan dan kesehatan kulit. tapi saya gak bisa menolak merasa gelisah saat kulit mulai menampakan selulit dan tidak halus juga kusam serta gak wangi! lama kelamaan saya cemas juga, hahaha. 

Jadi yang saya butuhkan adalah body care yang oke banget yang bisa bikin saya ngerasa jadi saya waktu muda dulu, hehe. Pilihan saya jatuh kepada rangkaian Scarlett Brightening Body care By Felicya Angelista. 




Awalnya sih tergoda sama adik ipar saya yang pake body lotion nya Scarlett Brightening Body Lotion Freshy yang warna kuning. Dan saya suka sama wanginya, bener - bener ngingetin saya waktu saya masih muda dulu, hihihihi. Saya langsung minta jatah Pak Suami buat dibeliin produk Body Care Scarlett yang lainnya, yaitu Scarlett Brightening Shower Scrub pomegrante dan Scarlett Body Scrub Romansa. 



Ketiga produk Scarlett Brightening Body care ini menurut saya udah paling lengkap sih. Habis Mandi pakai Scarlett Brightening Body Shower Scrub Pomegrante terus luluran pakai Scarlett Body Scrub Romansa dan ditutup dengan Scarlett Fragrance Brightening Body lotion Freshy. Dan hasilnya setelah setelah pemakaian? Sesuai dong dengan namanya yang mengusung Brightening, emang langsung mencerahkan. Asyik kan? 


SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANATE 


TEKSTUR , WARNA DAN WANGI





Wangi dari Scarlett Brightening shower Scrub Pomegrante ini enak banget, bikin seger dan setelah mandi kulit badan jadi terasa lembut dan gak lengket. Teksturnya berbentuk gel dan dipakai sedikit aja busanya banyak. Warna gelnya ungu dan warna scrubnya biru dan merah.
Terus ada lagi nih kelebihan dari Scarlett Brightening shower Scrub Pomegrante ini, yaitu ada butiran scrubnya. jadi Scarlett Brightening shower Scrub Pomegrante ini double manfaat, yaitu membersihkan badan dari kotoran, sel kulit mati dan juga menghaluskan kulit lewat scrub itu tadi secara maximal. Dan tekstur scrub nya sama sekali gak bikin perih di kulit. Mantap banget deh. Jadi mandi nya sambil luluran juga, hehehe. Tapi untuk hasil maximal tentu dong nanti pakai Scarlett Body scrubnya. 

KEMASAN



Saya termasuk yang suka ribet kalau mau liburan ke rumah ibu atau berkunjung ke rumah mertua apalagi kalau hendak menginap. Iya ribet menyiapkan semua keperluan termasuk peralatan Body Care. Udah paling praktis banget tuh bawa Scarlett Brightening shower Scrub Pomegrante, karena ukurannya cukup yaitu 300 ml juga kemasannya aman serta botolnya mudah di bawa serta gak makan banyak tempat di cosmetic bag saya. 

KANDUNGAN 

Scarlett Brightening shower Scrub Pomegrante ini mengandung GLUTATHIONE dan VIT. E yang bermanfaat untuk mencerahkan, melembabkan, dan menutrisi kulit. Sudah tau kan manfaat Glutathione dan Vit. E terhadap kulit? 
Beberapa manfaat diantaranya adalah mengandung antioksidan yang membuat kulit lebih sehat dan terlindung dari radikal bebas serta meningkatkan kelembaban kulit. Produk ini juga sudah terbukti Not tested on animals. 


SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA 



Yess, saya bisa me time sambil luluran di rumah. Perkenalkan produk luluran favorit saya terbaru yaitu Scarlett Body Scrub Romansa. 

TEKSTUR DAN WANGI 







Satu hal yang saya suka dari Scarlett Body Scrub Romansa ini adalah teksturnya yang halus berwarna putih dan butiran scrub yang gak bikin perih ke kulit saat kita pakai. Soal wangi? jangan ditanya deh karena udah pasti Wangi banget dan saya suka karena wanginya gak menyengat dan enak. Kalau suami saya bilang sih, wanginya kaya di hotel mewah, hihihi 

KEMASAN 

Scarlett Body Scrub Romansa ini dikemas dalam kemasan yang unik dan lucu, berbentuk tabung pendek ( jar) berbahan plastik yang kuat yang tutupnya berbentuk ulir ( diputar ) sehingga aman. Selain tutup yang berbentuk ulir, kemasannya juga terdapat lapisan stainless agar produk tidak tumpah dan aman jika dibawa travelling. 
Pastikan beli produk yang asli dimana produk asli akan terdapat stiker hologram dan sticker cara pemakaian disertai barcode. 

KANDUNGAN 

Scarlett Body Scrub Romansa ini mengandung Glutathione dan Vitamin E yang fungsinya mencerahkan dan menutrisi kulit juga sebagai antioksidan. Butiran scrubnya Juga mampu mengangkat sel kulit mati dan kotoran secara maximal. Produk ini juga sudah terbukti Not tested on animals. 

SCARLETT FRAGRANCE BRIGHTENING BODY LOTION FRESHY 




Soal Body lotion saya satu suara dengan Suami, beli yang jumlah volumenya banyak dan bisa dipakai berdua, biar hemat! hehehe. Begitu saya tawarkan Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy, suami saya pun suka dan malah dia yang banyak pakai! hahahaha 

TEKSTUR DAN WANGI 



Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy adalah produk pertama dari Scarlett yang bikin saya kepincut. Kenapa? karena wangi banget. Suami saya pun bahkan suka. Ternyata Scarlett Fragrance Brightening Body lotion freshy ini memiliki wangi parfum Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Hmm, pantesan wangi ya. 

Bicara soal tekstur, Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion ini terlihat seperti padat , tapi ternyata selain gak lengket juga begitu dipakai tidak terlalu encer. Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion ini terasa cepat meresap dikulit. 

KEMASAN 

Seperti saya sebutkan diatas, saya paling ribet kalau traveling karena harus menyiapkan urusan body care. Nah, aman deh kalau saya bawa Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion ini karena isi volumenya pas yaitu 300 ml dan memiliki packaging seperti pompa dan ada safety lock-unlock nya. jadi aman deh kalau mau dibawa tanpa merasa khawatir si pompa nya kepencet karena sudah terkunci. 

KANDUNGAN 

Sama dengan rangkaian Scarlett Brightening Body Care lainnya di atas, Scarlett Fragrance Brightening Body lotion ini juga mengandung Glutathione dan Vitamin E yang fungsinya mencerahkan dan menutrisi kulit juga sebagai antioksidan. Produk ini juga sudah terbukti Not tested on animals. 

CIRI - CIRI PRODUK ASLI RANGKAIAN SCARLETT BRIGHTENING BODY CARE 


Produk Scarlett by Felicya Angelista ini ternyata cukup terkenal di pasaran sehingga tidak heran jika banyak yang menjual kualitas KW nya. Jadi, pastikan untuk membeli rangkaian produk Scarlet Body Care yang asli ya, yang terdapat hologram dan stiker cara pemakaian disertai Registered by BPOM dan barcode nya. 

HARGA DAN TEMPAT PEMBELIAN


Harga satuan Produk Scarlett Brightening Body care : Rp. 75.000 
Info Order : 087700163000 Harga paket hemat ( 5 item ) : Rp. 300.000 (dapet box exclusive+free gift) 
Info Order : 087700163000 

Wow harga yang sangat ekonomis dengan isi volume 300 ml ya, terus ada harga paket hemat nya lagi. Wah asyik nih, mengingat para emak kan mikirnya saving money tapi dapet banyak, hehehe. 
Soal packaging kurir, jangan khawatir ya karena produk di kemas sangat aman dan rapih menggunakan box karton yang cukup tebal dan double perlindungan produk menggunakan bubble wrap. 
Ayo tunggu apa lagi, segera manjakan diri sendiri lewat rangakaian Produk Scarlet Brioghtening Body Care. 







cara menanak nasi dengan kompor gas
Ilustrasi artjoka



Tips Cara Memasak Nasi Dengan Kompor Gas dari Ibu ini tidak akan pernah saya lupakan. Karena Ibu saya yang mengajari saya pertama kali memasak nasi waktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar ( SD ). 

Saya masih ingat, waktu itu saya masih kelas 3 SD dan pertama kali diberi tanggung jawab memasak nasi langsung dengan dandang oleh ibu saya. Ibu mengajari saya bagaimana cara memasak nasi dengan kompor gas karena waktu itu rice cooker belum lahir, hehehe. Awalnya agak sulit dan pegal, tapi lama kelamaan jadi terbiasa hingga berlanjut sampai akhirnya keluarga kami beralih ke rice cooker.

Sekilas memang memasak nasi dengan kompor gas lebih ribet jika dibandingkan dengan menggunakan rice cooker. Tetapi, dari segi rasa, nasi yang dihasilkan dengan cara memasak nasi dengan kompor gas ini terasa lebih nikmat dan harum. Terlebih lagi kalau kita menggunakan beras Cianjur atau Garut, Udah deh, begitu uap nasi mulai tercium dari dandang, perut seketika minta makan, hehe

Jadi, seperti apa sih Tips Cara memasak Nasi Dengan Kompor Gas dari Ibu saya? yuk kita bongkar rahasianya

Tips Cara Memasak Nasi Manual Dengan Dandang


Dandang yang dalam bahasa sunda biasa disebut “aseupan sangu” adalah panci yang dibuat khusus untuk memasak nasi dengan kompor gas. Sekarang banyak marketplace yang menjual berbagai macam jenis dandang mulai dari bahan alumunium dengan harga murah hingga dandang bermerk yang mahal. Perbedaannya dimana? tentu saja dari kualitas bahan. Jenis aluminium serta ketebalan bahan yang digunakan menjadi dasar kualitas dari dandang itu sendiri. 

Dulu, ibu saya mengajari cara memasak nasi dengan kompor gas menggunakan dandang yang biasa dijual di pasar yang desainnya jadul abis. Bentuknya lucu sih menurut saya karena mirip terompet dan menggunakan aseupan bambu sebagai wadah untuk menyimpan nasi yang sudah dimasak setengah matang terlebih dahulu di panci. Dandang jadul ini memiliki diameter 30 cm tinggi 35 cm. Sekarang sih dandang jenis ini jadi legenda, alias jarang banget orang yang pakai. Termasuk saya, hehehe.

menanak nasi dengan dandang
Ilustrasi artjoka



Tetapi, inilah rahasia nasi yang dihasilkan memiliki rasa dan aroma yang khas serta jauh lebih nikmat jika dibandingkan dengan menggunakan dandang modern bahkan rice cooker sekalipun. Yaitu penggunaan kerucut bambu sebagai wadah menanak nasi nya. Ibu saya bilang, bambu membuat aroma nasi terkunci dan mengeluarkan aroma yang khas. tentu belum ada penelitian ilmiah terkait hal ini, tapi memang terbukti nasi yang dihasilkan lebih wangi, pulen dan nikmat. 

Namun, setelah menggunakan dandang jadul beberapa waktu akhirnya kami beralih menggunakan dandang silinder yang lebih mirip panci berukuran besar. tidak ada alasan khusus sih selain daripada mengikuti perkembangan jaman. Dandang jadul akhirnya tersimpan di dalam lemari dan jadi bagian sejarah keluarga kami. semacam ada kenangan yang tiba-tiba muncul ketika membuka lemari dan melihat dandang jadul ini. Kenangan ketika pertama kali menanak nasi secara manual dan kenangan memasak bersama dengan ibu. Nilai historis ini yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. 

Cara Memasak Nasi Dengan Kompor Gas Ala Ibu


Ibu saya, mengajarai saya cara memasak nasi dengan kompor gas dengan menggunakan dandang modern yang memiliki bentuk lebih mirip panci berukuran besar. Dandang ini memiliki dua bagian yang disekat oleh saringan alumunium, dimana bagian bawah untuk menyimpan air dan bagian atas untuk menyimpan nasi yang telah dimasak setengah matang di panci lain sebelumnya.Kain saringan menjadi pengganti aseupan bambu sebagai wadah menyimpan nasi hingga matang sempurna.

Berikut cara memasak nasi dengan kompor gas

Berikut cara memasak nasi manual dengan dandang di kompor gas berdasarkan resep dari ibu saya, yaitu :

1. Mengambil Beras


Ambil beras sekitar 1 liter lalu cuci bersih hingga air cucian beras berwarna bening. jangan buang air cucian berasnya karena bisa digunakan untuk menyiram tanaman agar lebih subur

2.  Menyiapkan Panci


Siapkan panci khusus untuk memasak nasi hingga setengah matang atau biasa disebut nasi gigih. panci ini berbahan alumunium dan memiliki diameter sekitar 20 cm

3. Menanak Nasi


Masukan beras kedalam panci lalu tambahkan air ke dalam panci. Takaran air memasak nasi adalah melebihi satu ruas jari di atas beras. Ibu saya bilang, takaran air menanak nasi ini adalah resep rahasia agar nasi nantinya tidak terlalu lembek atau terlalu keras.

Agar nasi cepat matang, gunakan api besar sambil sesekali diaduk agar nasi tidak gosong dan tidak lengket di permukaan dasar panci. nah bagian ini nih yang memerlukan perhatian khusus dan memang bikin pegal, hehehe

setelah nasi terlihat agak setengah matang ( dalam bahasa sunda disebut nasi gigih ) matikan kompor dan siapkan dandang

4. Memasak Nasi Menggunakan Dandang


Siapkan Dandang dan Isi air ke dalam dandang hingga ¾ bagian bawah dandang dan jangan lupa letakan saringan aluminium di atasnya. Siapkan saringan kain dan letakan nasi gigih tadi di dalamnya . Gunakan api sedang agar nasi cepat matang dan jangan lupa tutup ya. Tunggu hingga 30 menit atau jika nasi dirasa sudah cukup matang sesuai selera


Nah, itulah cara cara memasak nasi dengan kompor gas dari Ibu saya. Sesekali sih saya rindu memasak nasi dengan kompor gas  ini. karena seperti yang saya sebutkan diatas, aromanya khas dan rasanya lebih nikmat. tetapi karena efisiensi waktu akhirnya kami beralih juga ke rice cooker, hehe.

Kalau teman - teman, ada kenangan khusus gak menanak nasi manual dengan dandang? seperti apa sih cara memasak nasi dengan kompor gas ala teman - teman? pasti ada ya, yuk berbagi kenangan di kolom komentar

menjadi gemuk


Menjadi Gemuk dan Bahagia, Benarkah? : Tanos Drink Water Challenge Journal : Day 3


Its sooo late post, beneran! Tapi gpp ya yang penting setor, eeaaa. Kali ini saya mau bahas soal dilema berkepanjang selama masa pandemi, yaitu kenaikan berat badan yang gak tangung - tanggung mencapai 5 kg! dahsyat ya!

Apa sih yang membuat berat badan saya melambung tinggi ke angkasa gini? sudah barang tentu pola makan dan pola tidur yang tidak benar. Katakanlah, hobi bergadang dan makan seenak jidat. apa aja dilahap, termasuk sang raja gorengan dan mie instan. Porsi makan pun gak masuk akal, bahkan pasangan saya bilang porsi makan saya udah layaknya monster yang kelaparan. hadeeuuuh.

Sedih gak sih? iya sedih, terlebih begitu pasangan beliin saya celana baru eh ternyata gak muat dong! wkwkwk. Terpaksa lah dibalikin lagi ke tokonya dan ganti dengan size 36! Subhanallah.

Bahagiakan saya menjadi gemuk  

Bahagiakan saya menjadi gemuk dan santay? jawabannya adalah iya. Lho kok bisa? memang, saya sempat kalang kabut begitu ketemu jadwal suntik KB karena pasti ketemu sama yang namanya timbangan berat badan. Udah deh, nimbang badan sembari tutup mata! dan bener aja, begitu liat angka kaann saya syok! hahahaha. akhirnya, ya udah lah ya....saya terima aja deh diri ini menjadi gemuk bahkan sering djadiin samsak permainan smekdown anak-anak karena dibilang badan emak asoy buat jadi samsak, hadeuuh.

Beruntung saya punya pasangan yang gak begitu peduli apakah saya menjadi gemuk atau kurus, selama saya baik hati dan tidak sombong sih dia asoy aja. Walau kadang suka nyemprit juga sih nyuruh zumba atau olahraga, tapi bukan ke nurunin berat badan melainkan biar tetap sehat dan fit. 

Dan ya, saya bahagia dengan kegemukan saya saat ini. Bahagia itu kan datang dari diri sendiri yang menerima keadaan diri sendiri. Jadi stress no more sih. Tapi, bukan berarti gemuk ini saya biarkan tanpa batas ya. Tetep ada koridornya dong, kalo gak nanti kebablasan dan kesehatan yang jadi taruhannya. Betul?

Kesehatan tetep nomer satu, karena bahagia juga kalo sakit ujung-ujungnya kan gak bahagia dan malah meriwehkeun orang sekitar. jadi, kalo berat badan saya akhirnya menjadi 66kg udah deh stop! harus ditakar lagi porsi makan, kurangi garam dan gula dan sebisa mungkin kurangi tuh beli beli thai tea! Dan tentu saja jangan berhenti minum air putih at least 2 liter sehari buat buang toxic dan lemak di tubuh.

Dan di hari ketiga Tanos drink water challenge ini saya bolos minum 2 gelas! bravo! nakal aku yaa...hihihi. Inilah cerita saya di hari ketiga, apa kabar cerita kak Renovrainbow yaaa??


Tanos drink water challenge
Tanos drink water day 3


Apa Kabar nih para pejuang Tanos hari ini?


Halo partner ku kak Renovrainbow, gimana cerita tantangan Tanos drink water challenge hari kedua? pasti seru ya. Pengalaman dari para pejuang Tanos lainnya juga seru - seru. 


Tanos
Report TDWC Day 3 para peserta

Buat teman - teman yang penasaran dengan perjalanan para pejuang Tanos selama mengikuti challenge ini, silahkan kepo - kepo instagram saya dan kak Renovrainbow ya. 




Melepas Impian demi anak, Bukan Akhir dari Segalanya

Banyak hal yang kita korbankan, sebagai seorang ibu untuk anak-anak kita. Jangan tanya soal waktu dan tenaga, itu sudah pasti. Yang terberat dari semua itu adalah, meninggalkan impian.

 

Menjadi  seorang Arsitektur Lanskap adalah impian saya. Dan dengan terpaksa saya Melepas Impian saya itu layaknya menerbangkan burung merpati, lepas bebas di angkasa. Sedih rasanya, sesak di dada dan membuat saya kehilangan harapan dan semangat. Tapi, saya tidak punya pilihan. 

 

Cerita Awal

 

Tahun 2009, saya memutuskan untuk meneruskan kuliah saya ke jenjang S1 ( dulu lulus DIII ) dan ambil jurusan Arsitektur lanskap. Bukan keputusan mudah untuk kuliah lagi di saat usia saya hampir mendekati 30-an. 

 

Masalah biaya, teman kuliah yang usianya terpaut jauh serta waktu yang harus saya atur agar masih bisa bekerja. Untungya, para dosen sangat mendukung dan berbaik hati mau mengatur jadwal kuliah agar saya masih bisa kuliah sambil bekerja.

 

Tapi, dengan semakin padatnya mata kuliah dan kuliah lapangan. Akhirnya saya harus memilih, antara meninggalkan pekerjaan atau berhenti kuliah. Dilema yang terasa sangat berat, sungguh.

 

Karena di satu sisi, saya masih membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi hidup saya yag sudah tidak bisa lagi bergantung pada ibu saya. Tapi di sisi lain, akhirnya saya menemukan impian dan karir yang ingin saya capai. Yaitu menjadi seorang Arsitektur Lanskap.

 

Bersyukur saya bertemu Dosen yang luar biasa baik hati . Beliau rela merogoh koceknya untuk membiayai kuliah saya satu semester dan mengijinkan saya bekerja dengannya. Menjadi drafter dan assisten dosen. Bahkan, masa depan karir saya sudah beliau rancang sedemikian rupa sehingga saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan lapangan pekerjaan setelah lulus kuliah. Saya sangat bersyukur.

 

Lalau Dua tahun kuliah, saya bertemu jodoh saya dan menikah.  Saya tetap kuliah dan Pak Suami mendukung 100%. Dua tahun kemudian saya hamil anak pertama saya, Keenan.

 

Selama hamil, saya ajak Keenan jadi pinter. Karena saya harus sidang skripsi. Saya ajak bimbingan dan  bolak-balik ke tempat penelitian. Rempong gak sih? Iya, banget! Tapi alhamdulillah Paksu selalu setia menemani jadi babang ojeg kemanapun saya  menuju.

 

Ada kejadian lucu  tapi sebetulnya naas  selama masa bimbingan ini. Jadi, waktu itu musim hujan. setiap pulang bimbingan pasti keujanan. Jas hujan selalu siap sedia. Tapi sayangnya waktu itu  hujannya gede banget, udah kaya badai aja. Dan malangnya, perempatan GedeBage, banjir.

 

Akibatnya, motor kami mogok dan terpaksa Paksu mendorong motor melewati batas banjir yang sampai  selutut itu dari perempatan hingga pasar GedeBage. Saya ngikutin dari belakang sambil komat-kamit baca solawat karena takut terpeleset. Saya takut si calon jabang bayi di perut saya yang sudah memasuki usia 8 bulan ini kenapa – napa . Karena saya jalannya sangat lamban dan hati-hati, saya tertinggal cukup jauh dari Paksu dan berusaha mengejar Paksu. Ditengah jalan, tiba-tiba saya terjatuh dan terperosok! Masuk got! Gak keliatan karena tertutup banjir.

 

Semua orang berusaha menolong saya yang berusaha bangkit sambil menangis. Saya gak bisa lihat dimana Suami saya dan saya takut si utun kenapa napa. Seorang bapak-bapak lantas bertanya,

 

Bu, gak apa-apa? Dimana suami ibu? “ tanyanya,

 

Suami saya? Eng ...eng..dimana ya pak suami saya? “ tanya saya balik bertanya sambil menangis.

 

Si Bapak malah bingung dan membantu saya berjalan sampai jalan raya yang tidak tergenang banjir.  Di ujung jalan, tiba-tiba saya melihat sosok suami saya dan berlari  layaknya scene film AADC. Sambil menangis saya teriak,

 

Babah.... Babaaahhh!! “ teriak saya. Paksu kaget melihat saya dan bertanya,

 

Ndaa tadi kemana? Aku nyariin!! Aku takut kamu kenapa – napa! Gpp kan? Kok nangis? “ tanyanya khawatir

 

Tadi aku jatuh ke solokan. Gak keliatan! Aku takut! “ jawabku masih sambil nangis.

Ya Allah! Maafin aku ya ninggalin kamu. Maafin aku belum bisa beliin kita mobil! Maafin yaa.... udah jangan nangis lagi “ jawabnya sambil meluk saya erat-erat.

 

Akhirnya kami pulang, sambil mendorong motor sampai rumah yang jaraknya hampir 5 KM!  Hari itu sungguh luar biasa naas, tapi lucu kalo dipikir – pikir!

 

Kalo mengingat moment itu, sungguh luar biasa perjuangan saya yang tetap meneruskan kuliah sambil hamil besar.

 

Melahirkan Keenan

 

Malam itu saya resah. Perut saya tak enak dan saya sulit tidur karena saya merasakan mules yang tiada henti. Ibu saya bilang saya akan segera melahirkan. Lalu esoknya kami ke bidan. Dan setelah di cek, saya sudah pembukaan satu. Lalu kami pulang dan menunggu di rumah. 

Pukul 10 pagi, saya merasakan mules yang semakin hebat. Tidak kuat rasanya sampai meminta Paksu mengantar saya ke bidan dan menunggu disana sampai saya melahirkan. Dengan gerak cepat Paksu ambil motor dan antar saya ke bidan. 

Lucunya, ditengah jalan sedang ada razia motor. Kami yang naik motor tanpa mengenakan helm, sudah pasti di stop Pak Polisi. 

Selamat siang pak, maaf bapak saya tilang karena tidak menggunakan helm! “ sapa pak polisi, 

Aduh pak! Maaf istri saya ini mau melahirkan! “ jawab Paksu teriak 

Ooohh... aduuuh... baiklah pak! Maaf kalau begitu, ayo cepat segera ke rumah sakit. Hati-hati dijalan ya Pak “ jawab pak polisi yang malah jadi panik dan bingung!  Dan kami pun tidak  jadi ditilang dan kami sampai di bidan dengan selamat, Hehehehe. 

Setelah menunggu hampir 12 jam, pembukaan tetap di angka satu. Gak naik-naik. Bidan akhirnya memutuskan menggunakan induksi agar pembukaan saya cepat naiknya. 

Iya sih jadi cepet naik kaya roket, saking cepetnya saya gak bisa nahan itu rasa mules sampai terus nangis dan meringis. 

Enam jam kemudian akhirnya saya pembukaan 10 dan siap melahirkan. Rasanya? Sakit banget buuu!! Sampai saya ga tahan dan teriak kaya orang gila. Padahal udah komat kamit baca doa dan solawat. Tapi tetep saya gak kuat nahannya. Sampai-sampai pak suami abis babak belur badan sama kepalanya saya cubit , cakar dan jambak rambutnya! Huhuhu, maafkan aku Paksu. 

Alhamdulillah, keenan lahir dengan selamat dan sehat sempurna. Rasanya? Bahagia sekali. Dan gak nyangka. Tapi sayangnya, saya mengalami Ruptur stadium empat yaitu tingkatan tertinggi dalam ruptur perineum setelah melahirkan. 

Robekan ini memanjang hingga ke dinding rektum, dimana jalan lahir sobek parah hingga anus yang berpotensi menyebabkan disfungsi dasar panggul dan saluran pencernaan. Hingga akhirnya bidan menyerah dan membawa saya ke rumah sakit dan saya di operasi bius total. 

Alhamdulillah proses operasi lancar. Tapi tidak dengan proses pembayaran operasi. Total biaya operasi memakan uang hingga 15juta! 

Suami saya sampai syok dan menangis di depan saya setelah saya siuman. Kami tidak punya tabungan sebanyak itu. Kami hanya menyiapkan dana 5 juta saja untuk persalinan. Itupun sudah habis untuk biaya persalinan di bidan. 

Ingin saya memohon bantuan pada ibu, tapi tiba – tiba saya ingat kalau beliau masih menanggung biaya kuliah adik bungsu saya. Lalu saya ingat ayah saya, saya coba telpon beliau tapi sayangnya setelah setengah jam menelpon, panggilan saya tidak dijawab. Orang tua saya sudah bercerai, sehingga suasana ini makin membuat hati saya sedih dan merana. 

Saya tertegun diam dan berfikir segalam macam alternatif solusi. Hingga akhirnya saya memutuskan suatu hal yang saya tau saya akan merasa sangat terpukul dan sedih teramat sangat karenanya. 

Saya lihat, Paksu juga berusaha menelpon kesana dan kemari mencari pinjaman. Tapi sepertinya gagal. Karena beliau datang menghampiri saya dengan wajah sendu. Melihat Paksu begitu kebingungan, akhirnya saya angkat bicara , 

Bah, pake aja uang buat sidang dan wisuda aku “ ucap saya 

Hah? Apa ndaa? Pake uang kuliah ndaa? “ jawab paksu terperangah kaget, 

iyaa..... “ jawabku sambil nangis, 

Tapi ndaa.... “ jawabnya getir 

Gak apa-apa Bah, aku ikhlas “ jawabku berusaha nahan tangisan. 

Lalu kami saling memandang dan berpelukan. Ya Allah, sesungguhnya aku sedih dan bingung. Tapi, kami tak punya pilihan.

Keputusan Akhir


Akhirnya, inilah moment dimana saya harus melepas impian terbesar saya demi kesembuhan saya setelah melahirkan keenan, anak pertama kami. Saya sedih? Tentu. Kecewa? Tidak. 

Pada akhirnya saya merasa, menjadi Arsitektur Lanskap mungkin bukan jodoh saya. Mungkin Allah hendak mengantarkan saya menuju impian lain dan menyiapkan saya untuk rencanaNYA yang lebih besar. Wallahualam. 

Terkadang saya merana, setiap kali Dosen yang baik hati itu menelpon atau watsapp menanyakan kabar saya dan menyemangati saya untuk meneruskan kuliah. Tapi dengan berat hati saya selalu menolak dengan alasan anak saya tidak ada yang menjaga. Padahal, sesungguhnya bukan itu alasannya. 

Ingin rasanya meneruskan kembali, tapi situasi finansial kami masih belum stabil. Usaha Paksu juga masih dirintis sementara kebutuhan bayi dan rumah tangga selalu meminta tiada henti setiap hari. 

Akhirnya, saya ikhlaskan dan melepas Impian saya. 

Tapi, Allah itu memang Maha Baik dan Penyayang. Seiring berjalannya waktu , akhirnya saya menemukan impian baru. Menjadi illustrator dan Menulis. 

Iya, saya tetap meneruskan hobi menggambar saya hingga berbuah manis yaitu di pinang saah satu clothing di Bandung dan menjadi illustrator mereka selama hampir 5 tahun terakhir. 

Saya juga kembali menekuni hobi saya yang lain yaitu menulis di Blog dan memutuskan untuk menjadi Blogger. Akhirnya, disinilah passion saya tertambat dan berlabuh. Entah ada rencana besar apa yang Allah siapkan untuk saya di impian baru saya ini. Apapun itu, saya tetap bersyukur. Karena melalui menulis, saya bertemu banyak relasi dan kawan baru yang saling support dan menyemangati. Dan yang paling utama, saling menguatkan dan menginspirasi. Untuk yang satu ini, saya tidak bisa berhenti bersyukur. Terimakasih Ya Allah. 

Terkadang, rencana yang sedemikian dirancang degan sempurna pada akhirnya bisa ambyar dan tidak tercapai. Terkesan tidak adil memang, tapi rencaa Allah lebih besar dan hebat dari rencana kita manusia. Jadi, tidak apa akhirnya saya tidak menjadi Arsitektur Lanskap. Karena sekarang saya menjadi “arsitektur” masa depan anak-anak saya. 

END

-----------------------------------------

Tulisan ini memenangkan juara pertama dalam sayembara menulis Paidguestpost#1 bertema THOUGHT yang diselengarakan oleh pemilik blog CREAMENO