Artjoka - Blog Teknologi  Kreatif

Hai Pecinta Seni & Teknologi! Selamat datang di Artjoka, The place where Tech Meets Art
Basecamp belajar teknologi kreatif, seni, desain, dan pop culture. Happy reading!

Insto Dry Eyes, Solusi agar Momen Menonton Konser Tetap Nyaman Tanpa Gangguan Mata Kering

Insto Dry Eyes, Solusi agar Momen Menonton Konser Tetap Nyaman Tanpa Gangguan Mata Kering



Pernah gak, kamu nunggu terwujudnya satu momen “ajaib” sampai bertahun-tahun lamanya? Pastinya pernah ya.

Buat saya, momen bahagia yang ditunggu bertahun-tahun itu adalah nonton konser band post rock asal Texas, Explosions In The Sky di festival Soundrenaline 2023. 

Udah lama banget emang, tapi itu momen yang bener-bener spesial banget karena, nunggunya sampai lima belas tahun! Dan lebih spesial lagi karena nonton bareng pasangan, hehe. 

Explosions In The Sky sudah menjadi bagian dalam hidup saya bahkan jauh sebelum bertemu pasangan. Tapi, siapa sangka, justru musik merekalah yang mempertemukan kami. Jadi, menyaksikan mereka tampil langsung adalah mimpi yang sejak lama ingin kami rayakan bersama.

Setelah menanti selama lima belas tahun, akhirnya momen itu terwujud meski tiket Soundrenaline 2023 baru berhasil kami dapatkan pada H-1.

Sayangnya, momen yang sudah saya tunggu selama lima belas tahun itu sempat terganggu hal yang waktu itu saya pikir biasa aja, hal yang sepele yang ntar juga hilang sendiri gitu, yaitu gejala mata kering. 

Duh! Mata kering? Iya, gejala mata kering yang bikin mata terasa SEpet, PErih, dan LEla itu loh.

Buat sebagian orang, gejala mata kering mungkin terdengar SePeLe (termasuk saya). Padahal, aktivitas sehari-hari yang dekat dengan dunia digital mulai dari menatap layar berjam-jam, bekerja, scrolling media sosial, sampai menikmati hiburan seperti konser bisa bikin mata lebih mudah mengalami gejala mata kering.

Padahal, momen nonton konser seharusnya dikenang karena kebahagiaannya, bukan karena rasa gangguan yang sebetulnya bsia diantasipiasi sejak gejala pertama udah mulai terasa.

Jadi, sebetulnya mata kering itu apa sih? Gimana saya bisa mengalami gejala mata kering dan gimana akhirnya saya memilih INSTO DRY EYES sebagai solusinya biar momen nonton konser impian gak terganggu mata kering?

Nah, buat kamu yang sering dan suka bnaget nonton konser, artikel saya kali ini bisa bantu prepare lebih optimal sebelum nonton konser selanjutnya tanpa gangguan mata kering. Keep reading ya!


Momen Konser Impian dan Awal Gejala Mata Kering


Akhirnya hari yang dinanti datang juga. Excited dong!

Bersama pasangan dan rombongan band-nya yang juga penggemar Explosions In The Sky (EITS), kami melakukan perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Kami bahkan bikin banner dadakan bertuliskan, "Jamaah postrokiyah" hehehe. Terniat ya!

Sesampainya di kawasan Carnaval Ancol, kami disambut oleh udara panas khas pantai Jakarta dan angin yang cukup kencang dan pengunjung yang mulai berdatangan. Ehmmm.......berasa banget festival musiknya.

Setelah pengecekan di gerbang tiket, saya berjalan masuk dan langsung terdengar musik dari beberapa panggung saling bersahutan. Selain suasana festival, hal lain yang saya perhatikan adalah outfit. para pengunjung.

Gaya pakaian para pengunjung keren - keren dan beberapa mengenakan kaos band favorit mereka. Sementara saya, karena terburu-buru hanya mengenakan sweater rajut merah dan saya serahkan satu-satunya kaos EITS yang saya miliki untuk dikenakan pasangan.

Romantis? Gak juga sih, karena gak ada lagi, hahaha. Sebagai ganti traktiran tiket, saya serahkan kaos EITS kesayangan untuk dikenakan pasangan. Karena, penantian ini bukan hanya milik saya, tapi juga pasangan.

Kami tiba di Carnaval Ancol pukul lima sore sementara Explosions in the Sky baru tampil pukul sepuluh malam. Aduduh, lima jam terasa seperti selamanya. Jadi, sambil nunggu saya berpindah dari satu panggung ke panggung lain.

Rasanya seperti udah nonton semua penampilan artis dan band di semua stage tapi waktu masih terasa lambat. Persis seperti nungguin cinta pertama lewat di depan kelas saat masih sekolah, hehehe.

Untuk mengusir rasa gelisah, saya mengisi perut dulu biar kuat berjingkrak, berteriak dan nangis-nangis ketika nonton EITS nanti.

Sampai akhirnya, penampilan Explosions in the Sky tiba juga.

Dari kejauhan saya melihat area depan panggung sudah mulai dipenuhi penonton. Tanpa pikir panjang, saya langsung lari menuju barisan paling depan diikuti suami dan rombongan band-nya. Ya kali saya nonton di barisan belakang, gak mungkin-lah saya nonton konser impian dari kejauhan, hahaha.

Sambil nunggu kru merapikan stage, menyiapkan alat dan lain sebagainya, saya menyiapkan smartphone untuk siap jepret momen langka ini. Saat itulah saya mulai ngerasain ada yang gak beres nih dengan mata saya, mulai terasa SEpet. Setiap kali berkedip, rasanya ada sensasi mengganjal. Duh!

Ya udahlah, cape aja kali nih mata udah nonton banyak artis dan band sejak sore, ditambah angin dan udara yang panas-lembab. Saya mengabaikannya dan gak ngeh kalau saat itu saya mulai ngalamin mata kering. Fokus saya hanya satu, konser impian yang datang sekali seumur hidup jauh lebih penting daripada gangguan kecil yang saya yakin bakalan hilang dengan sendirinya.


Momen menonton konser impian
Momen menonton konser impian

Momen menonton konser impian bersama pasangan
Momen menonton konser impian bersama pasangan



Gejala  Mata Kering yang Saya Alami Saat Menonton Konser, Penyebab dan Solusinya 


Lampu panggung perlahan meredup dan sorak penonton semakin riuh ketika para personel Explosions In the Sky berjalan memasuki panggung. Akhirnya momen yang ditunggu pun tiba. Wooow!!!

Munaf Rayani sang gitaris, menyapa penggemar, “Kami senang akhirnya bisa berada di sini setelah sekian lama. Terima kasih sudah bersama kami malam ini. Kami dari Ledakan di Langit”

Duh Bang Munaf, lucu banget sih kamu menyapa dan ngenalin EITS sebagai "Ledakan di Langit" dalam bahasa Indonesia. Tentu saja saya ikut berteriak histeris sekencang-kencangnya, hahaha.

Gak lama kemudian, dentingan gitar lagu pertama, “First Breath After Coma” pun terdengar. Aduh! ini lagu favorit saya dan pasangan. Dada langsung terasa sesak dan air mata yang saya tahan akhirnya meleleh.

Wah, kalau ingat masa - masa itu emang ajaib sih. Hampir sepanjang pertunjukan saya gak berhenti jingkrak, teriak dan nangis! Sesekali saya dan pasangan saling bersandar sambil menikmati setiap alunan musik dan itu tuh feel-nya seperti…..it’s done! Tuntas sudah semua obrolan kami tentang harapan bisa nonton EITS.

Lucunya, EITS itu kan band instrumental, jadi gak liriknya. Nah, sebagai gantinya, saya dan penonton lain "bernyanyi" lewat setiap melodi. Caranya? Cukup bernyanyi “Na…na…na” mengikuti alunan gitar, wkwkwk.

Cuplikan Video, part karokean bareng EITS


Sesekali kami teriak, sesekali terdiam, lalu... nangis berjamaah. Beneran, saya pikir saya doang yang cry-cry baby, tapi begitu melirik ke seluruh arah penonton, pada nangis juga dong! Hahaha.

Lalu, momen romantis itu terjadi tepat di encore ketika lagu The Only Moment We Were Alone dimainkan.

Seakan semesta turut mendukung, hujan gerimis turun. Bahkan, Munaf ikutan terharu sambil menunjukkan jarinya ke langit lalu mengepalkan tangannya ke dada. Romantis gak sih? Hehe.

Sayangnya, di tengah momen yang romantis dan magical itu, mata justru semakin terasa gak nyaman. Sejak awal kan emang udah kerasa ada yang mengganjal gitu, gak taunya beneran berlanjut. Air mata yang terus mengalir bercampur dengan gerimis bikin saya berkali-kali mengusap wajah dan mengucek mata. Saya gak ngeh, kalau saat itu saya udah ngalamin gejala mata kering.


Setiap kali berkedip, mata terasa makin SEpet dan mulai PErih, apalagi ketika sorot lampu panggung dan layar LED menyala bergantian. Lama-kelamaan mata juga terasa LElah. 

Gak nyaman banget! Saya sampai beberapa kali memejamkan mata sebentar sebelum kembali menatap panggung, berharap rasa itu segera hilang.

Setelah Munaf bilang itu lagu terakhir dan mengucapkan salam perpisahan, dengan rasa enggan kami pulang dan berjalan kaki menuju parkiran.

Saya pulang dengan hati yang penuh oleh kebahagiaan karena akhirnya bisa ketemu EITS secara langsung,  tapi perjalanan pulang malah terganggu dengan rasa PErih di mata yang gak juga hilang. Saat itu saya masih mengira semuanya cuma efek capek setelah seharian beraktivitas. Ehmmm, ternyata saya salah.


Gejala mata kering yang saya rasakan waktu nonton konser EITS
Gejala mata kering yang saya rasakan waktu nonton konser EITS


Penyebab Mata Kering Saat Menonton Konser


Sebetulnya kami enggan pulang karena penampilan EITS yang "hanya" 45 menit terasa kurang. Tapi ya tetap saya syukuri dong. Kapan lagi coba, saya dan pasangan bisa merayakan momen yang dinanti selama belasan tahun? Hehe.

Sesampainya di parkiran, selain perut yang mulai keroncongan karena kehabisan tenaga, mata yang udah mulai terasa perih senyata itu bikin saya cemas, Kok gak ilang-ilang sih? Agak menyisakan sedikit drama sih sebetulnya.

Jadi, setibanya di rumah saya langsung cuci kaki, tangan dan wajah. Setelah puas ngegosipin momen nonton EITS bareng pasangan, saya langsung tidur karena capek banget dan berharap setelah tidur semalaman rasa PErih itu hilang dengan sendirinya.

Untungnya, beberapa hari kemudian mata mulai terasa lebih nyaman. Tuh kan, mata SEpet dan PErih itu memang cuma efek kecapekan setelah seharian beraktivitas.

Tapi, saya baru ngeh kalau mata perih yang saya rasakan waktu nonton EITS tuh bukan cuman karena capek aja, tapi gejala mata kering waktu saya nonton konser lagi beberapa bulan kemudian.  

Bukan EITS dong, hahaha. Tapi nonton pasangan tampil bareng band-nya yang juga  musik beraliran post rock, Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS). Waktu nonton UTBBYS, gejala yang sama muncul lagi, mata terasa perih.

Lagi-lagi, saya menganggap hal itu wajar mengingat perjalanan ke venue menggunakan motor, terkena debu dan asap serta angin.

Setibanya di rumah, setelah ngobrol ini dan itu dengan pasangan lalu rebahan, mata makin terasa sepet dan itu ganggu banget. Iseng dong saya mulai nyari tahu di internet. Soalnya kalau sampai tiga kali mengalami hal yang sama, wah... kebangetan sih. Masa iya sih setiap momen penting harus terganggu hal yang sama? Gak dong!

Seingat saya waktu itu saya Googling dan ketemu informasi penyebab mata kering saat nonton konser itu apa, katanya karena debu, angin, keringat dan paparan sinar lampu panggung. Ehm, wajar sih ya karena waktu nonton EITS yaa saya ngalamin semua itu. 

Lalu, saat ini saya lebih aware lagi tuh soal mata perih karena saya ngalamin lagi mata kering, sepet dan gak nyaman gitu. Tapi bukan lagi nonton konser melainkan abis kerja berjam-jam depan laptop, meanwhile sebentar lagi saya mau menghadiri hearing season album terbaru band pasangan. 

Gak mau dong kalau mata kering ini jadi distraksi yang gak bikin gak nyaman? Penasaran harus digimanain, ya saya nyari tahu apa sih sebetulnya mata kering itu?

Ketemulah artikel kesehatan mata dari situs resmi KEMENKES, Direktorat Jendral Kesehatan Lanjutan yang menyatakan bahwa Mata kering atau dalam istilah medis disebut dengan dry eye syndrome adalah kondisi dimana tear film tidak stabil dari segi jumlah dan kualitas sehingga kehilangan kemampuan untuk melindungi permukaan mata. 

Produksi air mata yang menurun atau air mata mudah menguap menyebabkan kurangnya jumlah air mata dan ketidakstabilan ini sehingga mata mulai terasa kering. Kondisi ini bukanlah kondisi yang jarang terjadi, bahkan penelitian di Amerika Serikat menyatakan 50% peserta yang berusia lebih dari 18 tahun mengalami dry eye syndrome ini.

Gong-nya lagi, saya menemukan penjelasan lebih detail tentang mata kering dari American Academy of Ophthalmology (AAO) dan beberapa sumber lain, dan langsung ngeh…..oh ternyata mata SEpet, PErih, dan LElah yang saya rasain ternyata gak selalu tanda kelelahan melainkan gejala mata kering! Wah, plot twist sih ini.

Jadi,  gejala mata kering diantaranya adalah : 
  1. Mata terasa terasa perih sampai sensasi nyeri
  2. Gatal dan kering pada mata
  3. Kelopak mata sering lengket saat bangun tidur
  4. Mata terasa berat dan terlihat merah
  5. Mudah merasa silau
  6. Pandangan kabur dan tidak bisa fokus
  7. Sensasi seperti berpasir di dalam bola mata
  8. Mata mudah berair

Pengertian mata kering
Pengertian mata kering

Gejala umum mata kering
Gejala umum mata kering


Yang bikin saya bener-bener, "Oooh gitu..." adalah, penyebab mata kering ternyata sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari, cuman seringnya kita gak sadar aja, termasuk saya.

Seperti yang dinyatakan oleh American Academy of Ophthalmology, penggunaan layar digital termasuk laptop, smartphone atau tablet dalam waktu lama bisa membuat mata lebih jarang berkedip, akibatnya air mata lebih cepat menguap.


Saya langsung nyeletuk, "Pantesan aja..." lalu inget mata saya lagi perih karena kerja depan laptop berjam-jam.  

Tapi guys, ternyata, penyebab terjadinya mata kering tuh gak cuman karena penggunaan gadget atau debu dan angin ketika nnton konser aja, tapi ada beberapa faktor lain seperti yang dinyatakan oleh National Institutes of Health (NIH), yaitu:

1. Faktor usia dan hormonal
  • Pertambahan usia, terutama pada usia lanjut
  • Perubahan hormonal pada perempuan, khususnya saat menopause dan pascamenopause
  • Penggunaan kontrasepsi oral atau terapi hormon tertentu
2. Faktor medis dan pengobatan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antihistamin dan antidepresan
  • Riwayat operasi mata, seperti LASIK atau PRK
  • Kondisi yang memengaruhi produksi atau kualitas air mata
3. Aktivitas dan kebiasaan sehari-hari
  • Menatap komputer atau layar dalam waktu lama
  • Membaca dan menonton televisi dalam durasi panjang
  • Mengemudi dalam waktu lama
  • Pemakaian lensa kontak jangka panjang
  • Pola makan tertentu dapat berkaitan dengan risiko DED
  • Merokok
4. Faktor lingkungan
  • Udara dengan kelembapan rendah
  • Ruangan ber-AC, mobil, dan kabin pesawat
  • Cuaca atau suhu yang terlalu panas maupun dingin
  • Paparan angin, debu, dan sinar matahari
  • Polusi udara

Penyebab mata kering
Penyebab mata kering

Nah, kalau diingat-ingat lagi, hampir semua faktor pemicu itu memang saya alami saat menonton Explosions in the Sky di Soundrenaline 2023. Kalau dirangkum, penyebabnya kurang lebih seperti ini:
  1. Berada di area konser sejak sore hingga malam, sehingga mata terpapar panas, angin, debu, dan asap dalam waktu lama. Menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan, membuat permukaan mata lebih mudah kehilangan kelembapan.
  2. Jarang berkedip karena terlalu fokus ke panggung, takut melewatkan satu momen pun.
  3. Sering membuka ponsel untuk memotret dan merekam video, sehingga mata bergantian fokus ke layar ponsel dan panggung.
Pantas saja mata saya mulai terasa SEpet, PErih, dan LElah. Rupanya bukan konsernya yang membuat mata kering, melainkan kombinasi berbagai faktor selama menikmati konser yang memicu gejala tersebut.

Saya juga baru tahu kalau mata kering tidak ditangani, dapat meningkatkan risiko iritasi dan peradangan pada permukaan mata. Heemm, agak spooky sih ya.

Hal lain yang membuat saya makin “Oh iyaa ya…” adalah penjelasan bahwa banyak orang baru menyadari mengalami mata kering setelah rasa tidak nyaman mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Ya, kebanyakan orang itu termasuk saya sih, hehe.


Penyebab mata kering waktu nonton konser EITS
Penyebab mata kering waktu nonton konser EITS



 Insto Dry Eyes: Solusi yang Selama Ini Saya Butuhkan


Apa yang saya alami di Soundrenaline 2023 silam tentu saja jadi pembelajaran berharga.

Terutama ketika saya mulai merasakan sesuatu yang gak biasa pada mata saya, seperti sepet, perih dan Lelah. Jadi, sejak itu saya mulai tuh, ngikutin saran dari Mayo Clinic dengan cara menjaga kesehatan mata mengingat saya kerja depan laptop lebih dari 4 jam sehari.

Saya mulai melakukan kebiasaan baru (meski awalnya sering lupa), yaitu lebih sering berkedip ketika kerja depan laptop, mengurangi kebiasaan mengucek mata, dan memastikan tubuh tetap terhidrasi.

Satu lagi yang penting, solusi mata kering menurut Mayo Clinic salah satunya adalah penggunaan air mata buatan. Auto nyari dong air mata buatan yang aman apa dan langsung meluncur ke Indomaret untuk membeli Insto Dry Eyes.

Wah, kenapa harus Insto Dry Eyes sih?

Ya, karena sebelum membeli saya sempat membandingkan kandungannya dengan informasi yang saya baca.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa air mata buatan umumnya menggunakan bahan pelumas seperti Hypromellose (Hydroxypropyl Methylcellulose/HPMC), Carboxymethyl Cellulose (CMC), Polyethylene Glycol, Propylene Glycol, atau Glycerin. Untuk produk dengan pengawet, penggunaannya juga perlu mengikuti aturan pakai agar tetap aman.

Nah, setelah saya cek, Insto Dry Eyes mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose (Hypromellose) 3,0 mg sebagai bahan pelumas serta Benzalkonium Chloride 0,1 mg sebagai zat pengawet dalam setiap 1 mL larutan steril. Dari situ saya merasa lebih yakin untuk mencobanya.

Kandungan tersebut memang diformulasikan untuk membantu memberikan kelembapan pada mata kering sekaligus membantu meredakan gejala mata SEpet, PErih, dan LElah.

Jadi, buat saya Insto Dry Eyes cocok digunakan ketika gejala mata kering mulai muncul, baik setelah bekerja berjam-jam di depan laptop maupun saat menghabiskan waktu lama di luar ruangan seperti menonton konser atau gigs.

Begitu diteteskan sesuai aturan pakai... duuuh nyesss banget, adem. Gak nunggu lama, mata terasa lebih segar dan gak PErih lagi. Saya bisa lanjut menonton penampilan band selanjutnya tanpa gangguan mata kering. Nyaman banget!

Agar penggunaannya aman, tentu saja saya juga membaca aturan pakai dong. Salah satunya, jangan gunakan tetes mata berpengawet lebih dari 4 kali sehari. Alasannya ilmiah banget sih, setelah saya Googling, zat pengawet Benzalkonium Chloride dapat memicu iritasi jika diteteskan terlalu sering pada mata yang sensitif.

Aturan lainnya, lepaskan softlens karena Insto Dry Eyes bukan cairan untuk softlens, dan memperhatikan masa kadaluarsa setelah dibuka. Kalau botolnya sudah dibuka, jangka waktu pemakaian hanya 30 hari. Jadi, meski cairannya masih ada, harus dibuang untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Selain formulanya yang oke banget, harganya juga affordable sih, menurut saya worth it buat selalu ada di tas.

Jadi, kalau udah mulai tuh gejala mata kering muncul karena, yaaa namanya juga manusia, kadang masih suka khilaf, hehe. Sudah tahu kelamaan depan laptop, eh tetap aja lanjut. Kalau gejala mata kering mulai muncul, ya udah... tetesin Insto Dry Eyes.

Buat saya, Insto Dry Eyes menjadi solusi praktis untuk membantu mengatasi gejala mata kering tanpa harus ke dokter, terutama ketika gejalanya mulai terasa saat beraktivitas.

Selain itu, new packaging Insto Dry Eyes itu lucu banget. Ukurannya mungil imut gitu jadi mudah disimpan di dalam tas kecil tanpa memakan banyak tempat. Buat saya yang sering pakai tas sling bag rotan saat nonton konser atau menemani pasangan manggung, hal kecil seperti ini bantu banget.



Insto Dry Eyes, solusi mengatais gejala mata kering
Insto Dry Eyes, solusi mengatais gejala mata kering


The problem, solved!

Menjaga kenyamanan mata tuh sama pentingnya dengan menyiapkan tiket konser atau memastikan baterai ponsel penuh. Karena, momen nonton konser akan terasa lebih berarti ketika bisa dinikmati tanpa terganggu mata yang mulai terasa SEpet, PErih, dan LElah.

Pengalaman adalah guru paling berharga. Jadi, saya gak mau sampai ngalamin gejala mata kering lagi hanya karena menganggap, "Ntar juga hilang sendiri" atau, "Aaah, mungkin hayati lelah". Ternyata, bisa jadi emang gejala mata kering dan terbukti mengganggu momen bahagia.

Nah, buat kalian yang suka banget nonton konser, berikut tips biar momen nonton konser kalian nyaman tanpa terganggu gejala mata kering, yaitu : 
  1. Bawa Insto Dry Eyes New Packaging
  2. Batasi penggunaan lensa kontak terlalu lama
  3. Hindari tiupan angin AC atau kipas langsung
  4. Minum cukup air putih
  5. Jangan mengucek mata jika terkena debu atau keringat panggung.
  6. siapkan kaca mata hitam untuk menghalau sinar matahari, debu dan angin

Saya tahu, tidak semua orang harus menunggu lima belas tahun untuk bertemu momen berharganya. Ada yang menunggu liburan keluarga, ada pula yang menunggu hari kelulusan, pernikahan, atau sekadar bisa berkumpul dengan orang-orang tersayang. Apa pun momennya, rasanya sayang jika kebahagiaan harus terganggu hanya karena gejala mata yang selama ini sering dianggap SePeLe.



Persiapan nonton konser bareng Insto Dry Eyes
Persiapan nonton konser agar momen istimewa ini nyaman dan aman dari gejala mata kering

 

Menjaga Momen Tetap Berharga Bersama Insto Dry Eyes


Bukan roman picisan, tapi momen nonton EITS bareng pasangan tuh meningkatkan kualitas hubungan kami sebagai pasangan dan kualitas diri sebagai seniman.

Sebagai orang yang bekerja di bidang kreatif, saya belajar banyak dari konser EITS 2023 silam, salah satunya, jangan pernah menyepelekan hal kecil seperti gejala mata kering, yang bisa mengganggu kenikmatan berkarya.

Sementara bagi pasangan, semakin yakin bermusik di jalurnya sebagai musisi post rock yang bisa membangun emosi yang mendalam tanpa kata, seperti gimmick kecil Munaf Rayani yang ikut merayakan turunnya hujan.

Bagi kami, musik post rock memiliki kekuatan magis tersendiri. Tanpa lirik pun, musik post rock mampu menyampaikan cerita, duka, dan harapan secara universal. Mungkin itu sebabnya malam itu kami bisa tertawa, terdiam, lalu menangis bersama.

Makanya gak heran, ketika penampilan EITS berlangsung, hampir semua penonton teriak dan nangis berjamaah kan? Hehe.

Tiga tahun setelah menonton pertunjukan EITS, semangatnya membakar antusias gak hanya pasangan tapi juga teman satu bandnya. Beberapa waktu setelahnya, mereka lanjut launching single terbaru sebagai rangkaian rilis album terbaru setelah hampir tujuh tahun hiatus. Luar biasa!

Kesibukan pun berlanjut, mulai dari proses pembuatan lagu, latihan, hingga proses mixing mastering dan lahirlah album baru yang ditunggu - tunggu. Momen membahagiakan lainnya yang tentu bikin saya bangga.

Bagai gayung bersambut, semangat “barudak” UTBBYS ternyata menyebarkan energi positif hingga salah satu agensi di negeri Tiongkok menyunting mereka untuk melakukan rangkaian konser di enam kota sebagai wujud showcase rilisan album baru di China.

Dan saat ini, akhirnya mereka bisa rilis digital dan fisik album terbaru di Indonesia melalui sesi conference press di Hearing Season yang digelar bulan Agustus 2026.

Momen ini terasa sama spesialnya dengan menonton konser EITS pada tahun 2023 silam, mengingat setelah tujuh tahun hiatus, akhirnya UTBBYS merilis album terbarunya di Indonesia.

Sebagai partner sekaligus “fans” yang mengikuti perjalanan mereka sejak awal, rasanya bahagia dan bangga melihat karya yang diperjuangkan selama bertahun-tahun akhirnya bisa dirayakan bersama.

Yang berbeda dibanding saat menonton EITS dulu adalah, kali ini saya sudah mempersiapkan semuanya. Pengalaman saat menonton Explosions in the Sky di Soundrenaline 2023 mengajarkan saya bahwa:

"Menikmati konser bukan hanya soal berhasil mendapatkan tiket atau berdiri di barisan paling depan. Mata yang tetap nyaman ternyata sama pentingnya agar setiap detik yang berharga bisa dinikmati sepenuhnya."

Sebelum berangkat, saya memastikan sudah minum air putih (bahkan bekal, hehe), mengurangi jam kerja karena harus menatap layar dalam waktu cukup lama, menghindari kebiasaan mengucek mata, dan tentu saja memasukkan Insto Dry Eyes dengan new packaging ke dalam tas sling bag favorit.

Ukurannya yang mungil membuatnya praktis dibawa tanpa memakan banyak tempat, jadi saya merasa lebih tenang kalau sewaktu-waktu gejala mata kering mulai muncul.

Saya membayangkan, kali ini perhatian saya pasti akan benar-benar tertuju pada seluruh rangkaian hearing session. Mulai dari bertemu awak media, bertemu kawan lama, sampai bersilaturahmi dengan keluarga besar UTBBYS. Rasanya pasti syahdu dan romantis.

Sayangnya, hidup memang kadang punya rencana lain.

Sehari sebelum acara, anak-anak di rumah jatuh sakit dan saya memutuskan tetap menemani mereka. Tentu ada rasa kecewa karena gagal ikut merayakan momen yang sudah lama ditunggu. Namun, saya juga sadar, gak semua momen berharga harus selalu dirayakan dari dalam venue.

Dari rumah pun saya tetap ikut bahagia melihat perjalanan panjang album itu akhirnya sampai di titik ini.


insto dry eyes mengatasi gejala mata kering saat nonton konser


Sekarang saya benar-benar paham kenapa #MataSePeLeJanganSepelein bukan sekadar slogan. Gejala yang terlihat kecil ternyata bisa mencuri kenangan yang seharusnya menjadi bagian paling indah dari sebuah momen.

Karena itu, #InstoDryEyes selalu menjadi salah satu barang yang saya siapkan setiap bepergian agar tetap #BebasMataKering dan siap menikmati momen berharga berikutnya, kapan pun momen itu akhirnya datang.

Lucunya, sampai hari ini saya masih sering memutar lagu penutup konser malam itu, The Only Moment We Were Alone.

Lagu yang dulu sering saya putar saat galau, kini terasa jauh lebih bermakna. Saya baru sadar, judulnya seolah mengingatkan bahwa ada momen-momen dalam hidup yang hanya datang sekali. Dan ketika momen itu akhirnya tiba, rasanya sayang jika kenangan indah tersebut harus terganggu oleh gejala mata SEpet, PErih, dan LElah.


Referensi

  • American Academy of Ophthalmology. (2024). What Is Dry Eye? American Academy of Ophthalmology.
  • https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/559/kenapa-mata-bisa-terasa-kering-yaa
  • https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-dry-eye
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2720680/
  • Mayo Clinic. (2024). Dry eyes - Symptoms and causes. Mayo Clinic.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863
  • National Eye Institute. (2024). Dry Eye. National Institutes of Health (NIH).
  • https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/dry-eye
  • American Optometric Association. (2024). Dry Eye. American Optometric Association.
  • https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/dry-eye
  • INSTO Indonesia. (2026). INSTO Dry Eyes.
  • https://insto.co.id/produk/insto-dry-eyes
Eka Fitriani Larasati
Blogger Teknologi Kreatif - Ilustrator Digital - Music Creative Writing

Related Posts

12 komentar

  1. Betul mba mata kering itu bikin tidak nyaman, udah gitu ngantuk dan lelah pengennya tidur di istirahakan setelah ditetes insto atau di kompres dengan air es rasanya lebih enak.

    BalasHapus
  2. Eksplosion in the Sky disingkat EITS. Jujur saya baru denger grup band ini...saya lebih banyak mengenal grup² band lama. Saya sampai cari penyanyi dan lagu² nya di yutub musik hehe. Pas denger lumayan enak juga ya mba lagu²nya.

    Sayang banget tapi agak terganggu dengan kondisi mata yang tidak mau kompromi dengan konser yang sedang berlangsung.

    Untung ada INSTO yang bisa mengobati mata sepet oerih dan kering yang dialami sama mbak yaa.

    BalasHapus
  3. wah ternyata suaminya mbak Eka musisi yaa dan pas banget sealiran dengan musik kesukaan mbak Eka. Kalau aku jujur nggak tahu sama sekali sama band yang diceritain di atas hehe. Tapi pastinya bisa menonton konser band favorit merupakan impian setiap pecinta musik ya dan jangan sampai deh momen nonton terganggu karena urusan mata kering

    BalasHapus
  4. Mata kering memang nggak bisa disepelein ya. Tapi masih banyak yang cuek karena dianggap gangguan ringan karena mata lelah aja. Perlu banger edukasi terus menerus biar pada makin aware dengan kesehatan mata

    BalasHapus
  5. Apalagi ini acaranya di area pantai. Memang enak sih menikmati angin pantai sambil nonton konser. Tapi, juga anginnya ditambah pasir berisiko bikin mata jadi berasa kering. Untung aja segera diatasi sama Insto jadi tidak tambah besar gangguan di matanya

    BalasHapus
  6. Hmm EITS aku jujur baru tahu nih mba... fansnya loyal juga ya sampai sedemikian menjiwai dan mendalami performingnya EITS. Btw aku pun merasa aktifitasku yang banaykd i depan laptop dan di ruang berAC bikin mata kering dan gak nyaman. Kayaknya harus stock si kecil biru insto ini deh

    BalasHapus
  7. untung ada insto ya, mata sepele tak berani datang... hehehe

    BalasHapus
  8. Kebayang sih, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya terwujud dan ketika situasi super romantis tiba di konser, lah mata malah kesulitan diajak kompromi. Rupanya kena gejala mata kering. Pasti so sad sekali itu. Manalah nggak nyaman ya. Syukurlah, ada Insto Dry Eyes, solusi buat mengatasi gejala mata kering secara powerfull. Andalan dan pastinya jadi mengingatkan buat menjaga kesehatan mata supaya terhindar dari gejala mata kering nih.

    BalasHapus
  9. Aku suka banget angle artikelnya karena mata kering dikaitkan dengan pengalaman yang sangat spesifik: nonton konser. Apalagi kalau sudah menunggu sebuah konser bertahun-tahun, rasanya sayang banget kalau momen yang ditunggu justru terganggu mata sepet, perih, dan lelah. Ceritanya juga nggak terasa seperti sekadar bahas produk karena pengalaman pribadinya kuat banget.

    BalasHapus
  10. Jujur, aku ga tau band EITS ini kalau ga baca tulisan Mbak Eka..hihihi...
    Btw, bener. Pas konser apalagi di ruang terbuka mata cepet banget kering dan perih. Apalagi kalau di pingggir pantai kayak Ancol gini, angin laut bikin lebih cepet mata kering sepertinya.

    BalasHapus
  11. Kerasa banget saat terlalu lama menatap laptop karena pekerjaan, mata terasa kering dan keset banget. Ada insto ini serasa bukan hanya mata yang seger tapi juga sebadan-badan ikut seger juga... Membantu banget bagi yang sering natap laptop seharian...

    BalasHapus
  12. Gejala mata kering memang gak bisa dianggap sepele lagi ya, beneran ganggu dan bikin gak nyaman banget. Apalagi bikin ganggu pas nonton konser, duh jangan ya.

    BalasHapus

Posting Komentar