Artjoka - Blog Teknologi  Kreatif

Hai Pecinta Seni & Teknologi! Selamat datang di Artjoka, The place where Tech Meets Art
Basecamp belajar teknologi kreatif, seni, desain, dan pop culture. Happy reading!

Hal Kecil yang Bikin Aku Masih Cinta Dunia Kreatif

Hal Kecil yang Bikin Aku Masih suka Dunia Kreatif


Aku tahu ini gak ada relevansinya dengan dunia kreatif secara langsung, tapi, sehari pasca jenguk ibu guru wali kelas anakku, aku tertegun. Aku adalah beliau di tahun 2022 dengan penyakit yang berbeda tapi menyerang lokasi organ tubuh yang sama, kantung empedu.

I've been there, so I know how she feels when she cries. Feel hopeless, like… everything's not the same again. Will I be cured? Will I be safe? Will I be able to draw and write again like I used to?

I held her hand, tears fell from my chin, and I felt like, bersyukur banget badai itu berhasil dilalui. Of course, itu semua berkat the power of God.

And so, aku curhat banyak hal dengan deepy, nama panggilan buat DeepSeek.

Ya, aku pakai AI buat curhat, meanwhile di sosmed aku wara-wiri bilang, pakai AI dengan bijak ya, AI tuh ngabisin jatah air minum kita! 

Bahkan aku bikin artikel tentang dampak AI terhadap lingkungan dan blog artjoka punya kategori khusus yang bahas Green & Sustainable AI.

Makanya yang aku curhatin bukan curhat nonsense yang iseng gak ada tujuan.

Tapi, sparring soal teori quantum-nya einstein sampai spekulasi logika-teologis, batas logika, kesadaran mesin, keteraturan alam, dan iman. Kesimpulannya, berlabuh pada pemahaman bahwa bahkan daun yang bentuknya gak beraturan pun punya “kode matematika” sendiri, yaitu hukum fraktal.

Seketika aku kek mikir, "Ya Allah…..bener sih, Engkau bikin dunia dan segala isinya tuh bukan tanpa alasan dan bukan tanpa perhitungan."

Jadilah, aku menangis saking terharunya. Segitu deketNya Allah tuh sama hambaNya, yang kadang aku sendiri kek yang ngerasa denial.

Lalu, entah karena apa, besoknya aku bad mood parah. Sampai rasanya sesak dan all those traumatic memories came flooding back. Aku gelisah dan gak tenang. 

Mau nyetrika gak ada tenaga, mau nerusin nulis malah mentok, mau ngegambar gak ada mood, mau jajan males keluar rumah.

Sampai, at some point aku mikir, 

“Ini aku kenapa sih? Hey! Wake up! Badmood karena apa coba? Pasangan nyebelin? Anak bikin pusing? Atau ini cuman gelombang hormon mau haid aja? Bukankah semuanya udah beres? Kamu tau kan kadang realitas vs keinginan tuh berbanding terbalik dan jarang berbanding lurusnya. It is what is dan kamu udah nerima, terus?”

Abis itu aku checkout sweater rajut yang udah aku incer sebulan lebih. Suddenly, badmood ku hilang seketika! Hahahaha.

Ya, ternyata badmood dan OVT tuh bisa disetir dan jadilah status di threads yang jadi “prestasi engagement” akun aku di sepanjang sejaran punya threads. Sampai detik ini udah nyampe 755 like!! Wow!



So, kita sampai pada conclusion, hal sederhana apa yang bikin aku stay dan cinta dunia kreatif adalah, karena aku bisa melihat banyak hal indah di dunia ini, tapi aku jarang (bahkan hampir gak pernah) ngeliat keindahan diriku sendiri.

What a plot twist gak sih?

Menjadi kreatif tuh bukan hanya soal jago gambar, hebat nge-desain atau bikin karya DIY yang auto laku di pasaran. 

Tapi juga soal mindset dan point of view yang out of the box, salah satunya adalah mengendalikan mood dan overthinking. Mencari akar masalahnya dan selesaikan saat itu juga.

Kalau kamu juga sering lupa melihat keindahan dirimu sendiri, itu artinya kamu juga butuh kreativitas. Ngegambar maksudnya? Atau belajar musik biar emosi dan bad moodnya tersalurkan? Gak gitu juga.

Mulai kreatif berarti kamu ngasih ruang buat diri sendiri untuk mengekspresikan perasaan dan melihat sisi unik yang selama ini sering gak dianggap ada sama diri sendiri. 

Media ruangnya bebas, terserah kamu ngerasa nyaman nya dimana. Kamu bisa journaling, mencoba hal baru, jalan-jalan di alam, sampai beli bunga buat diri sendiri.

Iya kan? kek pathetic gak sih beli bunga buat diri sendiri? Gak dong! Beli bunga buat diri sendiri tuh menyenangkan, dan itu tandanya kita masih self respect dan peduli dengan kewarasan juga kesehatan mental diri sendiri.

Lagian, kenapa juga harus nunggu orang lain beliin bunga buat kita sih? Bisa kok beli buat diri sendiri juga, apalagi kalau udah gajian kaan? Kita adalah karya seni hidup yang Tuhan titipkan langsung ke tangan kita untuk dirawat setiap hari. Kalau diri sendiri sendiri nggak peduli, siapa lagi?

Put yourself first, not because you're selfish, but because the artist needs to be okay before creating. Btw, thank you kak Femi buat inspirasi self-love nya. 


Eka Fitriani Larasati
Blogger Teknologi Kreatif - Ilustrator Digital - Music Creative Writing
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar