Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
kompetisi desain perancangan arsitek
Mahasiswa Arsitek ITB yang menjadi juara Multi Comfort Student Contest 2020/2021
art by artjoka


Press Conference Multi Comfort Student Contest 2020/2021 yang diselenggarakan oleh Saint-Gobain pada tanggal 25 Februari 2021 yang lalu secara virtual, menutup cerita saya di Bulan Februari 2020 dengan manis.
Sebagai mantan mahasiswa Arsitektur Lansekap, tentu hal ini menjadi kebanggan dan kehormatan tersendiri bagi saya. Menjadi blogger pada akhirnya menuntun saya kembali untuk mendapatkan awareness terkait isu lingkungan yang hampir terlupakan sejak lama.
Yess! Masalah lingkungan dan sustainable city seperti Polusi, Perubahan iklim, lonjakan Populasi, Penipisan sumber daya alam, Pembuangan limbah dan Deforestasi menjadi hal penting saat ini. Karena hal ini berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup seluruh umat manusia saat ini dan dimasa yang akan datang.
Pembangunan yang tidak disertai konsep berwawasan lingkungan yang berkelanjutan berpotensi menciptakan kerusakan bumi sebagai tempat hidup kita bersama.
Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak dari permasalahan lingkungan? salah satu solusinya adalah melalui pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Arsitek menjadi salah satu profesi yang berperan cukup penting dalam keberhasilan pembangunan berkelanjutan sebagai solusi dalam menangani masalah lingkungan melalui perancangan sustainable city.

Upaya Saint-Gobain membangun kesadaran arsitek muda

Saint Gobain adalah perusahaan konstruksi yang sudah berusia 350 tahun lebih dan memiliki komitmen dan ambisi turut serta dalam mewujudkan dunia bebas karbon pada tahun 2050 dimana emisi dikurangi hingga 20%, penghematan penggunaan air hingga 80%, dan penggunaan produk recycle hingga 50%. Program ambisius ini secara nyata akan diterapkan di seluruh negara yang memiliki pabrik Saint Gobain.
Lonjakan urbanisasi dan perkembangan penduduk dunia telah menjadi isu kondisi lingkungan global saat ini. Permasalahan ini umumnya banyak terjadi di perkotaan. Dengan segala implikasinya, lonjakan urbanisasi ini membutuhkan sumber daya alam dan hunian yang layak. Sementara ketersediaan sumber daya alam terbatas begitu pula isu lingkungan yang dihadapi saat ini menjai isu global.
Pembangunan berkelanjutan dilihat sebagai solusi dalam menangani isu global. Pembangunan berkelanjutan ini terkait tiga hal, yaitu pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan, ekonomi dan sosial.
Disinilah peran Arsitek dalam perencanaan, perancangan dan perumusan kebijakan terkait lingkungan binaan pembangunan berkelanjutan dibutuhkan.
Pembangunan berkelanjutan atau sustainable development adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan ( Brundtland Report , PBB, 1987 )

pembangunan berkelanjutan
Pembagunan Berkelanjutan dan 17 target 

Pembangunan berkelanjutan perlu diupayakan bersama antara negara, masyarakat, lembaga, pelaku usaha industri dan semua elemen masyarakat guna membangun masa depan yang lestari dan tangguh untuk kehidupan manusia.
Hal ini juga seiring dengan komitmen yang ditandatangani oleh 195 negara dunia melalui PBB yang memuat 17 tujuan dan 169 target untuk mengurangi emisi karbon dioksida hingga titik nol pada tahun 2050. Perjanjian ini merupakan bentuk komitmen dalam melawan dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon dan membatasi kenaikan suhu global hingga di bawah 2 derajat Celcius.
Semua elemen masyarakat akan turut serta demi mewujudkan cita-cita dan harapan terkait hal ini, termasuk perusahaan industrial.
Dibawah kesepakatan Prancis, pada tahun 2016 negara-negara industri berjanji akan memberikan bantuan keuangan bagi negara-negara berkembang untuk mewujudkan langkah nyata dalam perlindungan iklim, transfer teknologi, dan program pengembangan kapasitas.
Salah satu perusahaan yang memiliki komitmen penuh terhadap cita-cita mewujudkan 2020 net zero carbon adalah Saint-Gobain.
Berangkat dari hal inilah, Saint-Gobain memiliki ambisi untuk menciptakan dunia sebagai living place yang layak huni dengan target 2050 net zero carbon.

Langkah Nyata Perwujudan Inisiatif Saint Gobain


Tujuan utama Saint-Gobain yaitu making the world a better home merupakan ambisi bersama untuk menjadikan dunia lebih indah dan nyaman dihuni dalam wujud aktivitas sehari-hari.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan Saint-Gobain dalam mewujudkan ambisi ini adalah membuat sebuah kompetisi desain arsitektur internasional yang mengedepankan prinsip multi comfort.
Hal yang sangat membanggakan adalah, untuk pertama kalinya Indonesia mengikuti ajang kompetisi bergengsi ini dan mengirimkan Arsitek muda Terpilih untuk mengikuti kompetisi skala internasional nya di Prancis pada 9-12 Juni 2021.


Saint-Gobain, Perusahaan Konstruksi Dengan Prinsip Ramah Lingkungan



logo saint-gobain
Logo Saint-Gobain


Saint-Gobain adalah perusahaan asal Perancis yang didirikan pada tahun 1665 yang kini sudah berusia lebih dari 350 tahun. Saint-Gobain merupakan perusahaan pemimpin dunia di bidang produk konstruksi yang mengedepankan solusi inovatif untuk menyediakan produk yang peduli dan ramah lingkungan.
Di Indonesia sendiri, Saint-Gobain hadir sejak tahun 2014 dengan mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan material serta solusi untuk sektor konstruksi, mobilitas, kesehatan dan aplikasi industri lainnya di pasaran.
Produk Saint-Gobain dikembangkan melalui proses inovasi yang berkelanjutan dan dapat ditemukan di tempat tinggal dan keseharian kita. Juga terdapat di bangunan bertingkat, alat transportasi, infrastruktur, dan ragam aplikasi di bidang industri.
Produk yang dikembangkan oleh Saint-Gobain di Indonesia diantaranya adalah Papan Gypsum, Papan Plafon Grid, Rangka Metal, Perekat Compound dan Aksesoris Gypsum.

timeline perusahaan saint-gobain
Timeline Saint-Gobain



perusahaan saint-gobain
Data Perusahaan Saint-Gobain

visi dan misi saint-gobain
Visi dan Misi Daint-Gobain


Bangunan apa saja yang telah menggunakan produk dari Saint Gobain?

Teman - teman pasti mengenal Museum de louvre Prancis kan? Nah,  kaca yang digunakan pada bangunan ikonik berbentuk segitiga di museum tersebut merupakan produk dari Saint-Gobain. Keren bukan? Bukan hanya itu, Kaca yang terdapat istana Versailes juga merupakan produk Saint Gobain.
Sementara di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan dan lembaga yang menggunakan produk Saint-Gobain, diantaranya adalah Blue Bird Office Park, Sentul Tower Apartment, Ibis Style Batam, Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Alana Condotel, Asahimas Glass Factory dan masih banyak lagi.
Saint-Gobain, melalui “Making The World A Better Home”, berambisi untuk menjadikan dunia lebih indah dan nyaman dihuni dalam aktivitas keseharian dan mencapai 2050 net zero carbon, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Multi Comfort Student Contest (MCSC).

Saint-Gobain Multi Comfort Student Contest 2020/2021


Saint-Gobain Multi Comfort Contest ( MCSC ) adalah kompetisi desain arsitektur internasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip Program Multi Comfort Saint-Gobain yang bertujuan mengajak para generasi muda yaitu para Arsitek muda bergerak bersama melalui inovasi desain arsitektur.

Mengapa Harus Arsitek Muda?

Seperti yang sudah saya paparkan diatas bahwa, peran Arsitek dan keterkaitannya dengan pembangunan berkelanjutan sangat penting. Hal ini terkait dengan upaya dalam menangani isu lingkungan global melalui perencanaan, perancangan dan perumusan kebijakan terkait lingkungan binaan.
Arsitek muda sebagai generasi penerus dan pencipta masa depan menjadi bagian yang penting, dimana para Arsitek muda akan menjadi sarana untuk mendiskriminasikan pengetahuan dalam pembangunan berkelanjutan melalui karya - karya desain dan perancangan mereka.
Awareness atau kesadaran terhadap pembangunan berkelanjutan perlu ditumbuhkan agar para Arsitek muda ini dapat menerapkan dalam berbagai macam karya desain.
Melalui Multi Comfort Student Contest (MCSC), Saint-Gobain berupaya memfasilitasi Arsitek muda Indonesia untuk berinovasi. Peran para Arsitek muda menjadi salah satu harapan besar bagi Saint-Gobain untuk mendorong sustainable construction, pembangunan yang berwawasan lingkungan, sejalan dengan produk-produk Saint-Gobain yang diciptakan sebagai material ramah lingkungan.
Melalui Multi Comfort Student Contest, Saint-Gobain juga mengajak generasi muda tetap produktif dan mulai peduli dalam pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan dunia sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk ditinggali.

Assessment Multi Comfort Student Contest 2020/2021

Sejak pertama kali diadakan, Multi Comfort Student Contest telah diikuti oleh lebih dari 2.200 siswa di 35 negara.
Tahun ini, para pemenang dari berbagai negara akan mendesain proyek revitalisasi Saint-denis menjadi sebuah area yang modern dan lebih menarik, baik dari segi penampilan maupun fungsi perumahan, pendidikan, dan rekreasi tanpa merusak cagar budaya yang sudah ada pada daerah tersebut yaitu Pabrik tua Coignet Enterprise dan Maison Coignet. 
Hal ini juga berkesinambungan dengan akan di adakannya The Olympic and Paralympic Games tahun 2024 mendatang di Saint-Denis Prancis dengan menggunakan produk-produk Saint-Gobain Group.


saint-denis
Saint-denis, Prancis


Saint-Denis, merupakan kawasan industri yang berada di pinggiran dari perkotaan yang memiliki nilai sejarah sebagai warisan dari abad pertengahan yang terletak 9.4 kilometer (5.8 mil) dari pusat kota Paris. Multi comfort student contest ini diselenggarakan dalam dua tahap, yaitu kompetisi dalam negeri tahapan kedua kompetisi di kancah internasional.
Di Indonesia sendiri, Multi Comfort Student Contest sudah dilaksanakan sejak 1 Maret - 15 Desember 2020 diikuti 84 partisipan dari berbagai universitas di Indonesia. Setelah melalui tahap penjurian yang ketat, para juri yang terdiri dari beberapa arsitek kenamaan Indonesia memilih tiga pemenang yaitu :

 pemenang multi confort student contest 2020/2021



Tim Juri Memilih desain karya Tim Arsitek ITB yang diberi nama “Re(Bond)ir : Reminiscing the Past, Rebounding for the Future”, sebagai pemenang pertama.
Pemenang nasional ini akan mewakili Indonesia ke ajang Internasional Perancis yang direncanakan pada tanggal 9-12 Juni 2021.
Para Mahasiswa Arsitek muda ITB iini di bimbingan oleh Dr. Eng. M. Donny Koerniawan, S.T., dalam membuat desain revitalisasi Saint-Denis dengan memanfaatkan local heritage yang dimiliki oleh Saint-Denis seluas 5 hektar.
Desain mereka memiliki aspek fungsi residential, educational, dan recreational yang dibangun dengan desain futuristik. Dengan SDGs 2030 sebagai dasar desain mereka, terdapat beberapa fasilitas pada area tersebut yaitu pasar, apartemen, sekolah, urban farming area, commercial area, dan museum.
Konsep desain RE(BOND)IR juga turut mendukung efisiensi energi dengan upaya mengurangi emisi karbon sehingga konsep sustainable lifestyle dapat terwujud di kawasan tersebut.

arsitek ITB menang
Mahasiswa Arsitek ITB menjadi pemenang dan mewakili Indonesia
mengikuti kompetisi internasional di Prancis Juni 2021


Potensi Arsitek Muda Indonesia


Track record Arsitek Indonesia yang banyak bekerja di luar negeri baik sebagai Arsitek maupun konsultan menjadi potensi besar dan bukti bahwa Arsitek Indonesia memiliki potensi dan skill yang mumpuni.
Hal ini berkaitan dengan kemampuan para Arsitek baik yang sudah berpengalaman maupun mahasiswa yang belum lulus untuk membuat desain berdasarkan permasalahan site di Indonesia yang cukup kompleks dengan segala macam permasalahannya.
Hal ini secara tidak langsung membangkitkan kreatifitas para Arsitek muda untuk membuat karya yang mampu menjawab tantangan dan permasalahan site yang dimiliki.
Melalui Multi Comfort Student Contest ini diharapkan semakin banyak Arsitek muda yang lahir dan memiliki skill dan potensi yang mumpuni dan mampu bersaing dengan Arsitek muda dari belahan dunia lainnya. Yang paling utama adalah, melalui kompetisi ini diharapkan permasalahan terkait sustainable city di Indonesia secara perlahan terselesaikan melalui karya-karya kreatif para Arsitek Muda.

Rangkaian Acara Press Conference Multi Comfort Student Contest






Press Conference Multi Comfort Student Contest ini dilaksanakan secara virtual dengan konsep talk show bertema : “Making The World A Better Home” yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan antara lain arsitek dan akademisi dengan audiens media, blogger dan pemenang MCSC nasional yang akan diberangkatkan ke Perancis.
Saya sendiri hadir sebagai blogger bersama dengan beberapa teman blogger saya lain yang ternyata sudah saya kenal sebelumnya.
Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui media online meeting Zoom, pada tanggal 25 Februari 2021, pukul : 14.00 - 17.00 WIB. Sementara itu Offline Venue nya terletak di Menara Sentraya Lantai 21, Jl. Iskandarsyah Raya No.1A, Kebayoran Baru 12160, Jakarta - Indonesia.
Acara ini dibuka oleh Moderator yaitu, Ibu Wida Septarina yang memaparkan tata tertib selama press conference berlangsung dan memaparkan protokol kesehatan selama pandemi dan pemutaran video profiling terkait Conference Multi Comfort Student Contest
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Managing Director Saint-Gobain untuk Indonesia yaitu Ibu Ivana Ijaya yang menjelaskan secara detail dan lengkap mengenai perusahaan Saint Gobain.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kompetisi Apsara Herman, National Marketing Director Saint Gobain Indonesia yang menjelaskan perihal kompetisi Multi Comfort Student Contest.
Turut hadir tiga orang narasumber yang membuat saya segan, takjub dan terpukau dengan segala prestasi yang mereka miliki.
Pertama, Bapak Sibarani Sofian ST, M.Arch. yang merupakan Arsitek pendiri Urban+ sekaligus pemenang Kontes Desain Ibu Kota Negara (IKN) “Negara Rimba Nusa”
Kedua, Bapak ketua Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) Jakarta sekaligus juri dari Comfort Student Contest untuk wilayah regional yaitu Indonesia, Bapak Moehamad Deni Desvianto, ST
Dan yang ketiga adalah Ibu Dr. Sri Maryati, ST, MIP, yang merupakan Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK).
Ketiga narasumber di atas memaparkan hal yang berkaitan erat dengan pembangunan berkelanjutan, sustainable city dan peran Arsitek Muda dalam menangani permasalahan lingkungan.
Acara Press Conference ini berlangsung hingga 2,5 jam lamanya. Dan selama acara berlangsung saya on cam, tidak merasa lelah sama sekali. Karena topik mengenai isu lingkungan, sustainable city dan terkait desain arsitektur sudah menjadi minat saya sejak lama.
Acara press conference ini seakan menjadi ruang nostalgia bagi saya, ketika saya mempelajari pembangunan Berkelanjutan, Perancangan Kota dan Perancangan, desain lanskap dan pengelolaan lansekap ketika masih kuliah dulu.
Apa bedanya sih Arsitek dan Arsitektur Lansekap? lantas kenapa sekarang saya berubah haluan menjadi blogger? eit, gak akan saya bahas di sini ya, tunggu artikel selanjutnya, biar penasaran! hehe

Penutup

Komitmen Saint-Gobain dalam mencapai 2050 net zero carbon menghantarkan perusahaan yang sudah berusia 3 abad ini berkolaborasi dengan berbagai pihak. Di undangnya blogger sebagai awak media ke acara Press conference sebagai salah satu bukti kolaborasi ini.
Blogger sebagai salah satu awak media turut serta dalam menyebarluaskan informasi terkait isu lingkungan yang sedang terjadi dan dampaknya terhadap lingkungan. Informasi terkait pembangunan berkelanjutan sebagai salah solusi pemecahan masalah pun turut disebarluaskan.
Semoga melalui kolaborasi ini,maksud dan tujuan dari visi dan misi diselenggarakannya Saint-Gobain Comfort Student contest tersampaikan ke khalayak luas.
Karena, informasi mengenai hal ini tidak boleh hanya berhenti di kalangan akademisi atau praktisi saja. Tetapi masyarakat luas agar masyarakat juga memiliki kesadaran terhadap permasalahan lingkungan yang sama-sama sedang kita hadapi. Outputnya, masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam menangani masalah lingkungan melalui gaya hidup zero waste.
Selain Itu, semoga melalui ajang kompetisi bergengsi ini lahir Arsitek muda baru dimasa yang akan datang yang memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


Narasumber :
https://www.itb.ac.id/news/read/57708/home/tim-arsitektur-itb-juara-1-multi-comfort-student-contest-2020


Ketika pertama kali mendengar kata Zero Waste Cities, yang terpikirkan dalam benak saya adalah konsep hidup Zero waste. Lantas apakah sama? Atau berbeda? jawabannya adalah keduanya memiliki konsep yang sama dan saling berkaitan erat.
Zero waste adalah dasar filosofi gaya hidup bebas sampah yang merupakan sebuah konsep mengurangi penggunaan produk sekali pakai dan mengurangi jumlah sampah dari hulu yaitu rumah tangga. Caranya bagaimana? yaitu dengan cara menerapkan konsep 3R (Refuse, Reduce, and Reuse).
Sementara Zero Waste Cities adalah program pengembangan model pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi di kawasan pemukiman.
Melihat kedua definisi diatas maka dapat saya simpulkan bahwa Zero waste merupakan filosofis dan kultur atau gaya hidup masyarakat terkait penggunaan produk dan pengelolaan sampah pribadi, sementara Zero waste cities merupakan sebuah program yang mendukung gaya hidup zero waste di masyarakat.
It's so relate kalau bisa saya katakan. Mengapa?
Jika kita menerapkan gaya hidup zero waste yang didukung melalui program Zero waste cities maka sampah akan dikelola dengan lebih baik bahkan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi petugas sampah dan lingkungan masyarakat.
Yang saya garis bawahi terkait hal ini adalah kesejahteraan petugas sampah, mengapa? karena petugas sampah merupakan prajurit garda depan penanganan sampah di kawasan. Tanpa adanya petugas sampah maka siapa yang akan melakukan penanganan sampah yang dihasilkan oleh kita?
Karena realitas berbicara, gaya hidup zero waste belum sepenuhnya “mengakar” dalam diri masyarakat dan belum menjadi sebuah gaya hidup atau kultur. Sehingga hingga saat ini petugas sampah lah yang berperan penting dalam menangani sampah.
Penanganan sampah yang masih bersifat ambil - angkut - buang sedikit banyak mempengaruhi kesejahteraan petugas sampah. Bukan hanya terkait finansial, tetapi juga keselamatan kerja dan kesehatan.

Petugas Sampah Adalah Pahlawan Lingkungan


Petugas sampah bagi saya adalah pahlawan lingkungan. Beliau banyak membantu saya menangani sampah dan membuat kawasan rumah saya asri dan bersih dari sampah.
Petugas sampah di kawasan saya tinggal biasanya mengambil sampah setiap hari rabu. Jadi setiap hari rabu biasanya saya sudah menyiapkan sampah untuk diangkut oleh petugas sampah.
Sungguh tak disangka, cuaca hari itu teramat terik , menyengat dan bau! iya bau. Bau bangkai tikus di belakang rumah saya yang sudah tercium sejak hari kemarin. Ingin saya mengambil bangkai dan menguburnya. Tapi malangnya bangkai tikus terjepit antara tembok rumah saya dan tetangga. Sehingga upaya saya mengorek bangkai menggunakan bambu pun sia-sia.
Ketika sedang “asyik” mengorek bangkai tikus sambil menunggu kedatangan petugas sampah, saya dikagetkan oleh suara si Mang Sampah,

Lagi apa Bu? “ tanya si Mang sampah dengan suara khasnya yang cempreng,
Eh Kaget! ah si Mang! ini mang bangke tikus. Susah pisan diambilnya” jawab saya,
“ Sok sini ku saya diambil bu. Kalau didiemin bahaya bu. Bukan cuman baunya bu, tapi belatungnya “ jawab si Mang
Emang kenapa belatungnya mang? “ tanya saya penasaran
Ih gede-gede bu, trus hitam warnanya
Ih amit-amit mang! belatung sampah aja saya mah jijik!”
Makanya bu, sini biar saya ambil
Iya Atuh mang, pang ambilin ya “ jawab saya

Setelah usaha yang cukup keras dalam waktu yang cukup singkat, bangkai tikus berhasil diambil. Syukurlah belatung hitam dan besar yang diceritakan Mang sampah belum muncul. Hari saya diselamatkan oleh Mang sampah. Mang sampah memang pahlawan, hehe
Eh tapi, Mang sampah emang beneran pahlawan kok. Mengapa? tentu saja karena petugas sampah memiliki peran sangat penting terkait pengambilan sampah di kawasan rumah kita.
Bukan hanya itu, petugas sampah tidak hanya menangani pengambilan sampah tetapi juga membantu warga seperti kasus saya dengan si bangkai tikus.
Peran petugas sampah begitu sangat penting, karena saya yakin kita tidak mau kan mengambil sampah atau menyatukan sampah yang bercampur dengan sampah dapur yang membusuk sendirian?
Seperti pengalaman saya yang pernah kewalahan akibat truk sampah milik petugas sampah RT 02 mogok dan tidak bisa mengangkut sampah hingga dua minggu lamanya. Dengan terpaksa saya memilah sampah yang sudah tercampur aduk. Karena kalau tidak dipilah, sampah di pekarangan akan menumpuk dan belatung putih akan muncul seperti tempo hari. Walau merasa jijik saya tidak punya pilihan. Karena sudah seharusnya memang saya memilah sampah sedari dapur. Bukan ketika sampah sudah disatukan dalam kresek sampah.
Sambil memilah sampah saya baru ngeh, banyak banget ya sampah yang dihasilkan dari rumah saya. Sehari bisa mengeluarkan hingga 2 kantong sampah yang dibungkus menggunakan kresek ukuran 35 dan itu cukup besar. Belum termasuk satu hingga dua sampah organik seperti sampah sisa makanan dan masak di dapur juga daun kering. Itu per hari lho! bisa dibayangkan jika dikalikan dengan jumlah KK di kawasan saya jadi berapa banyak jumlahnya ?
Jadi siapa sebetulnya penyumbang sampah terbesar selama ini? tentu saya dan warga yang enggan memilah sampah dan tidak aware terhadap prinsip zero waste!
Tetapi sejak kejadian itu, saya mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah. Saya mulai memisahkan sampah kertas dan kardus bekas kardus susu bekas anak-anak saya ikat dan simpan di dekat sumur. Sementara botol dan gelas plastik saya pisahkan di kresek yang terpisah. Dan sampah organik saya buang di pojokan pekarangan yang memang disediakan untuk sampah non organik seperti dedaunan dan sampah dapur.

Tempat pembuang sampah
TPS RT 02 RW 11 Keluarahan Cipadung


Jadi, terbayang sudah bagaimana kehidupan petugas sampah setiap hari. Berhubungan dengan sampah dan mikroba, bakteri serta virus dari sampah. Belum termasuk terkena pecahan gelas atau piring hingga patahan kayu! karena tidak semua warga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Padahal pemerintah Bandung memiliki program terkait pengelolaan sampah, yaitu Kang Pisman. Mang sampah, engkau adalah pahlawan lingkungan!

Realitas Kualitas Hidup Petugas yang Rendah


Kepahlawanan petugas sampah, sesungguhnya berbanding terbalik dengan realitas kualitas hidup yang dimilikinya. Mengapa? karena petugas sampah memiliki pekerjaan yang penuh resiko terkait kesehatan dan keselamatan. Mereka rawan mengalami luka saat bekerja dan terkena infeksi atau bahkan terpapar bakteri dari sampah.
Mereka juga tidak memiliki tunjangan kesehatan dan diberi upah yang menurut saya tidak sebanding dengan resiko pekerjaannya.
Seperti petugas kesehatan dikawasan saya misalnya. Karena penasaran, saya pernah bertanya pada petugas sampah yang memiliki nama Kang Yaya ini mengenai upah dan kenapa mau kerja jadi petugas sampah. Wawancara saya tentu diawali dengan secangkir kopi hitam kegemarannya, karena jika saya todong langsung saya khawatir menyinggung perasaannya.

Ini Mang kopinya “ ucap saya sambil menyodorkan segelas kopi hitam,
Iya Teh, Nuhun “ jawabnya yang terkadang memanggil saya teteh atau ibu, sambil mengambil gelas dan duduk di teras,
Hari ini banyak Mang sampah yang diangkut? ” tanya saya sambil duduk disebelahnya,
Lumayan Teh, Minggu kemarin yang banyak mah Teh. Udah mah banyak, eh trek sampahnya mogok. terpaksa saya nunggu sampai sore. padahal besok paginya teh saya harus mengangkut sampah di RT 03 “
Aduh, gimana atuh?” tanya saya
Ah gak apa-apa teh, udah biasa” jawabnya santai
Hehehe, si Mang hebatlah mau kerja jadi petugas sampah, pahlawan lah Mang mah, hehehe. eh Mang, udah berapa lama jadi petugas sampah? “ tanya saya penasaran,
Ah saya mah udah lama pisan jadi tukang sampah Teh, ada lah sekitar 15 tahun mah
What? teriak saya dalam hati.
Wah, udah lama juga ya?” jawab saya,
Iya Teh, atuh da gimana lagi Teh, hanya ini yang saya bisa. Usia udah gak muda lagi, udah gak bisa ngelamar ke pabrik. ah jalani aja yang ini
Iya ya mang, namanya juga ikhtiar “ jawab saya
Iya Teh, upah saya kecil kalau dibandingkan petugas penyapu jalan yang dapet sampai hampir dua jutaan. Ah saya terima aja dan disyukuri “ jawabnya sambil tersenyum kecut
“ Memangnya Mang dapet upah berapa sebulan? “ tanya saya penasaran
Sehari dibayar 30ribu Teh “ ucapnya getir
Aduh meuni alit pisan ya mang” jawab saya

Subhanallah! miris hati saya. Sambil menemani Kang Yaya menghasbiskan kopinya, saya memandang sosok Kang Yaya dan memperhatikan ada banyak “tanda cinta” di sekujur kaki si Mang sampah. Tanda cinta berupa bekas luka yang tidak sedikit. Saya yakin, selama menjalankan pekerjaannya sebagai petugas sampah tidak jarang Kang Yaya mengalami luka akibat pecahan gelas atau piring pecah atau patahan kayu. Tapi tampaknya hal ini sudah biasa bagi Kang Yaya.
Rasanya agak tidak percaya bahwa Kang Yaya sudah bertugas selama kurang lebih 15 tahun sebagai petugas sampah di kawasan tempat tinggal saya, yaitu kecamatan Cibiru. Sudah selama itu dia bekerja mengangkut sampah dan bergelut dengan sampah.
Setiap hari ia mengangkut sampah sendirian dari RT ke RT menggunakan sebuah gerobak sorong berwarna merah. Sementara rekannya menunggu di TPS RT untuk membantu mengangkut sampah ke atas truk sampah.
Saya perhatikan, Kang Yaya terlihat susah payah mengangkut sampah dari rumah ke rumah yang jumlahnya banyak. Karena, memang di kawasan tempat tinggal saya tidak ada pemilahan sampah. Padahal pemerintah Bandung memiliki program terkait pengelolaan sampah, yaitu Kang Pisman. Tapi entah mengapa program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dikawasan saya.
Padahal jika program kang pisman ini berjalan dengan seharusnya, kita tidak hanya mendapatkan kawasan dengan konsep zero waste cities tetapi juga peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup petugas sampah. Bukan hanya menyoal meningkatkan upah atau pendapatan, tetapi juga kelayakan sarana dan prasarana penunjang penanganan sampah seperti sepatu boots, seragam, sarung tangan, masker dan topi.
Saya perhatikan selama ini Kang Yaya bekerja apa adanya, hanya mengenakan baju belel, celana pendek, tanpa menggunakan sarung tangan, masker dan topi yang sudah lusuh. Sepatu Boot pun merupakan pemberian warga.Bisa dikatakan dari seragam bekerja saja sudah jauh dari menjaga keselamatan dan kesehatan Kang Yaya selama bertugas.

Petugas sampah di kawasan
Kang Yaya, Petugas sampah di kawasan RW 11

Kang Pisman, Zero Waste Cities dan Peningkatan Kualitas Kesejahteraan Petugas Sampah


Saya percaya, jika program Kang Pisman diterapkan di kawasan saya maka Kehidupan Kang Yaya akan mengalami peningkatan.
Mengapa? karena program Kang Pisman merupakan suatu upaya meminimalisir jumlah sampah yang akan diangkut ke TPA. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak terhadap jumlah sampah yang diangkut oleh petugas sampah dan meminimalisir resiko mengalami kecelakaan dan terinfeksi bakteri atau virus selama bekerja.

Seperti Apa sih Program Kang Pisman?


Walikota Bandung, Kang Oded memiliki agenda khusus terkait penanganan sampah di kota Bandung yaitu sebuah program yang masuk dalam 100 hari pertama kepemimpinan Mang Oded. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, pemerintah membuat program penanganan dan pengelolaan sampah bernama Kang Pisman.
Bukan tanpa alasan, program Kang Pisman dibentuk sebagai bentuk aksi kepedulian dan keprihatinan atas tragedi meledaknya TPA Leuwigajah pada tahun 2005 silam yang menyebabkan kematian 143 warga dan mengubur 2 kampung yaitu Kampung Cilimus dan Kampung Gunung Aki.

kang pisman
Kang Pisman, sumber gambar https://www.kangpisman.com/

Oleh sebab itu dalam rangka memiliki tata kelola sampah yang lebih baik, pemerintah mencanangkan program Kang Pisman yang merupakan program kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Program ini memiliki konsep pengelolaan sampah dengan mengurangi sampah dari sumbernya melalui konsep zero waste lifestyle dan 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle.

Program Kang Pisman
Program Kang Pisman, sumber gambar https://www.kangpisman.com/



Seperti Apa Mekanisme Berjalannya Program Kang Pisman?


Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan warga dan pihak swasta membuat program Kawasan Bebas Sampah (KBS) di delapan kelurahan di Kota Bandung sebagai percontohan bagi kelurahan lainnya . Delapan kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Sukamiskin, Sukaluyu, Gempolsari, Cihaurgeulis, Kujangsari, Neglasari, Babakansari, dan Kebon Pisang.
Kawasan Bebas Sampah (KBS) sendiri merupakan program pemerintah Kota Bandung yang sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2018 yang menargetkan pengurangan sampah rumah tangga hingga 30% pada 2025.

Sebagai tindak lanjut dan inovasi pengembangan program, maka Walikota Bandung membuat program inovasi melalui Kang Pisman yang merupakan singkatan dari Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan.
Agar program Kang Pisman dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan, maka pemerintah bekerjasama dengan warga dan pihak swasta.
Mengapa dibutuhkan kerjasama antara warga, pemerintah dan pihak swasta? karena program Kang Pisman bukan hanya menyoal pengelolaan sampah dari kawasan tetapi juga merubah kultur atau budaya membuang sampah di masyarakat. 
Hal ini tentu akan sulit dilakukan jika tidak ada kerjasama dengan warga dan pihak swasta, Karena merubah kebiasaan membuang sampah tentu membutuhkan waktu dan usaha yang tidak hanya dilakukan satu kali. Kang Pisman bukanlah program yang hanya bersifat sementara atau dilakukan dalam satu periode saja. Program ini diharapkan menjadi dasar untuk menciptakan budaya baru terkait pengelolaan sampah di masyarakat.
Sebagai tahap awal, pemerintah memberikan sosialisasi dan penyuluhan program Kang Pisman dan konsep Zero waste cities kepada lebih dari 3.000 orang dan 1.363 warga yang teregistrasi di Whatsapp Center Kang Pisman. Program ini diterapkan oleh pemerintah bersama YPBB di delapan kelurahan percontohan.
Mengapa pada akhirnya pemerintah kota Bandung Bekerjasama dengan YPBB?
Hal ini dikarenakan Kang Pisman ternyata membuat lembaga Mother Earth Foundation (MEF) asal Filipina tertarik untuk menjadikan Kang Pisman menjadi salah satu model rujukan karena kesesuaian visi dan misi Kang Pisman terkait mewujudkan Zero Waste Cities. Program Zero waste cities merupakan program dari MEF yang telah berhasil mewujudkan pengelolaan Sampah dengan prinsip Sustainable Solid Waste Management di Philipina.
Sementara itu, YPBB sendiri melalui proyek Asia Pacific Action Against Plastic Pollution: Reducing Land-Based Leakage of Plastic Waste in Philippines & Indonesia Through Zero Waste Systems and Product Redesign, dibawah supervisi MEF akan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di kawasan pemukiman.
Selain Perkumpulan YPBB dan MEF, lembaga lain di dunia yang bekerja sama salah satunya adalah GAIA (Global Alliance for Incinerator Alternatives) , yaitu sebuah organisasi non pemerintah asal Filipina yang juga bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) dalam menyelenggarakan kegiatan Zero Waste Kota Bandung dan Cimahi.
Program YPBB ini akan dilakukan selama 2 tahun secara intensif selama enam hingga sembilan bulan di dua kelurahan dan dua kecamatan di Kota Bandung serta lima 5 desa di Kabupaten Bandung juga Kota Cimahi.
Program Kang Pisman juga sesuai dengan sasaran program Zero Waste Cities yang dimiliki YPBB, salah satunya adalah pengumpulan dan daur ulang sampah untuk mencegah masuknya 62.000 ton sampah (14.000 plastik) per tahun. Bagaimana caranya? caranya yaitu dengan :
  1. Edukasi dan penyuluhan dari pintu ke pintu
  2. Melakukan ketaatan pemilahan sampah (90%) dan jumlah sampah sampai 70% dikawasan dan tidak lagi dikirim ke TPA.
  3. Program Zero Waste Cities YPBB ini dilakukan secara bertahap, yaitu sebagai berikut :
  4. Kajian kondisi Kelurahan (Green Profiling, Penyebaran Kuesioner, Pengukuran Timbulan dan Karakteristik Sampah)
  5. Konsultasi dengan Kelurahan dan stakeholders
  6. Pembentukan Dewan Pengelola Sampah Kelurahan
  7. Pengembangan sistem pengelolaan sampah, program kerja 10 tahun dan regulasi
  8. Pelatihan untuk petugas pengelola sampah
  9. Edukasi door to door
  10. Ujicoba dan perbaikan sistem
  11. Penerapan penuh sistem pengelolaan sampah di Kelurahan
  12. Monitoring dan penegakan hukum
Hal ini tentu selaras dengan tujuan dari dibentuknya Kang Pisman terkait pengelolaan dan penanganan sampah yang lebih baik dalam rangka menuju kota Bandung yang Zero Waste Cities.

Bagaimana Program Zero Waste Cities dapat meningkatkan Kualitas Hidup Petugas Kebersihan


Ada banyak realitas ketimpangan antara upah, keselamatan kerja dan tanggung jawab pekerjaan yang dialami petugas sampah seperti Kang Yaya. Pekerjaan penuh resiko tetapi upah yang kecil. Tetapi pada pelaksanaannya, petugas sampah hanya mendapat upah yang rendah. Secara logika, upah bekerja sebesar Rp 900.000 sebetulnya tidak akan mampu mencukupi kebutuhan sehari - hari. Oleh sebab itu untuk mendapatkan penghasilan tambahan, Kang Yaya menjual sampah non organik seperti kardus, kertas, botol plastik dan cup yang telah beliau pisahkan sebelum diangkut ke truk sampah ke pengumpul.
Secara sederhana, program Zero to waste cities Kang Pisman yang diimplementasikan di masyarakat adalah sebagai berikut :
  1. Sosialisasi dan penyuluhan terkait meningkatkan kesadaran terhadap bahaya sampah yang menumpuk dan pengelolaan sampah yang terdesentralisasi di kawasan.
  2. Pemilahan sampah organik dan non organik
  3. Mendaur ulang sampah organik melalui program waste to Food
  4. Menyediakan sarana dan prasarana terkait program Kang Pisman dan sub program Kang Pisman yaitu waste to food
Jika Kang Pisman diterapkan di kawasan tempat saya tinggal, maka sampah organik akan dikelola dan dimanfaatkan  sehingga memiliki nilai daya jjual dan penguatan ketahanan pangan. Misalnya, melalui Kang Pisman warga disediakan sarana dan prasarana untuk memiliki kebun organik. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk yang berasal dari sampah organik dari warga yang dikelola dan dijadikan kompos dan pupuk. Hasil panen dari kebun organik tentu akan memiliki daya jual yang bisa dijual untuk menambah kas sehingga memberikan upah lebih kepada petugas sampah.


Program zero waste cities
Beberapa Program yang telah dilaksanakan oleh YPBB

Selain itu, pemilahan sampah non organik seperti botol plastik, cup bekas minuman kemasan, sampah plastik dan kertas juga memiliki daya jual yang bisa dimanfaatkan petugas sampah untuk dijual kembali sehingga petugas sampah memiliki pemasukan tambahan.
Uang kas yang terkumpul dari hasil pemilahan sampah organik maupun organik secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan petugas sampah. Selain mendapat upah atau insentif tambahan juga bisa mendapatkan sarana dan prasarana selama bekerja. Seperti seragam, sepatu boot,masker, topi, sarung tangan hingga gerobak sampah yang layak.
Lantas bagaimana caranya agar kawasan dapat membantu pemerintah mewujudkan Zero waste cities dan ikut Meningkatkan Kualitas Hidup Petugas Sampah Di Kawasan ?
Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, pemerintah akan sepenuhnya mendukung dengan memberikan anggaran khusus, edukasi masyarakat dan pendampingan bagi kelurahan yang ingin menerapkan rencana teknis pengelolaan sampah Kang Pisman. Juga termasuk insentif bagi pengangkut sampah dan pendampingan, sarana dan prasarana.
Jadi sebetulnya hanya semudah membalikan telapak tangan, warga di kawasan dapat mengajukan ke kelurahan untuk menerapkan program Kang Pisman di kawasannya.

Yuk Bantu Pemerintah Dalam Mewujudkan Zero waste cities


Tentu dibutuhkan kerjasama dari semua elemen masyarakat di kawasan untuk dapat mewujudkan impian kota Bandung yang bebas dari masalah sampah seperti siklus pembuangan sampah yang memiliki resiko terhadap keselamatan dan kesehatan petugas dan untuk mewujudkan Kota Bandung menuju Zero waste cities.
Hal ini bisa dimulai dari hal yang kecil dan sederhana, yaitu mulai dari diri kita sendiri. Dari saya sendiri. Mulai dari sekarang, kita bisa mulai melakukan pemilahan sampah setiap hari sebelum hari pengangkutan sampah tiba.
Saya sendiri sudah mulai melakukannya. Sebelum diangkut, sebelumnya saya sudah memilah sampah botol bekas dan kardus untuk diambil petugas Sampah. Sementara sampah organik sudah saya buang ke “kuburan” sampah organik dan sampah non organik lainnya saya pisahkan dalam kantong kresek dan siap diangkut Mang sampah.

pengelolaan sampah di kawasan
Pengumpul sampah non organik di RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru
( Dok. Pribadi )

Pengumpul sampah
Pengumpul sampah non organik di RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru
( Dok. Pribadi )

Sampah non organik seperti kertas, botol plastik dan sampah organik yang memiliki daya jual saya berikan langsung kepada penadah yang kebetulan ada di kawasan saya atau saya berikan langsung kepada petugas sampah agar bisa dijual kembali. Mungkin, dimasa yang akan datang saya akan mencoba chit-chat dengan Pak RT untuk mengajukan program Kang Pisman ke kelurahan.
Apakah saya sudah menerapkan filosofis hidup Zero waste dengan melakukan pemilahan sampah? sejujurnya belum sepenuhnya. Saya masih berusaha untuk meminimalisir penggunaan barang atau produk sekali pakai dan sedikit mungkin mengeluarkan sampah rumah tangga.
Tetapi setidaknya, dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah saya berharap usaha saya ini sedikit banyak membantu meringankan pekerjaan petugas sampah dan berkontribusi secara sederhana terhadap perwujudan zero waste cities. Yuk kita mulai gerakan hidup zero waste detik ini juga.



Ayo Kita Jaga Hutan dengan Adopsi Hutan Jaga hutan? adopsi hutan? apakah sih itu? Baiklah, saya coba berikan sedikit pembuka ya. Pernahkah kamu membayangkan jika suatu hari hutan di dunia ini hilang? gak terbayang? cobalah untuk membayangkannya,. sudah terbayang apa yang akan terjadi?
. Berbagai habitat flora dan fauna punah? betul
Cadangan oksigen sangat tipis? benar
Terjadi banjir dan bencana alam lainnya? benar.
Sudah terbayang bukan. Nah sekarang saya coba paparkan mengapa kita harus mulai peduli dari sekarang terhadap hutan dan melakukan aksi jag ahutan dengan adopsi hutan.  

Saya dan Kecintaan Saya dengan Hutan


Saya sangat menyukai pohon. Saya sangat menyukai berdiri lalu memeluk pohon dan merasakan angin sejuk menerpa wajah saya sambil menatap pemandangan ranting dan dedaunan yang diterpa angin dari bawah.
Setiap pohon memiliki aroma khas sendiri yang keluar dari kulit batangnya. Bahkan, ilustrasi artikel dan header blog pribadi saya pun tidak lupa saya sertakan gambar pohon kesayangan saya. Saya bahkan pernah bercita - cita ingin bisa jaga hutan sebagai upaya saya dalam menyelamatkan hutan dari kepunahan. 
Perkenalan pertama saya dengan hutan adalah, ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan kegiatan ektrakulikuler Kimipala ( Kimia Pencinta Alam ) ketika saya SMA dulu. Kecintaan saya terhadap hutan tercurahan disana lewat berbagai kegiatan menjelajah beberapa hutan di beberapa pengunungan di  Jawa Barat. 


jaga hutan dengan adopsi hutan
Hutan Jayagiri


Ada pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan ketika saya bergabung dengan Kimipala yaitu  Ekspedisi ke Hutan Jayagiri Bandung. 
Rute yang kami ambil berawal dari terminal Ledeng, melewati Parongpong dan kebun teh lalu menyusuri jalan setapak yang cukup panjang hingga akhirnya menuju hutan Jayagiri. Kami tiba malam hari dan segera mendirikan tenda. Saya berharap bisa terbangun keesokan harinya disambut matahari hangat di balik hutan pinus  yang rindang.
Tetapi saya dikagetkan dengan pandangan yang menyayat hati keesokan harinya. Bukan jajaran pohon pinus yang saya temukan, tetapi bekas tebangan pohon yang cukup banyak.
Saya sedih bukan main, karena hamparan hutan gundulnya cukup luas. Saya sempat bertanya pada senior saya, kira-kira siapa yang menebang dan untuk alasan apa. Jawabannya singkat, dia tidak tahu. Tetapi ada kemungkinan besar oleh pihak pengembang pariwisata atau masyarakat sekitar yang menebang pohon untuk kehidupan sehari – hari mereka.
Saat itu saya tidak berpikir akan dampak besar dari ditebangnya puluhan pohon di Hutan Jayagiri, tetapi saya merasa sedih pohon – pohon ini di tebang sehingga musnah pula kehidupan yang menyertai pohon – pohon itu dimana pasti ada banyak habitat yang rusak dan hilang.  

FUNGSI HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


Sudah tahukan kamu tentang fungsi Hutan dan manfaatnya terhadap kehidupan kita? 
Hutan, memiliki fungsi yang sangat penting terhadap keberadaan ekosistem yang ada di dalamnya. ekosistem  ini memiliki fungsi yang penting diiantaranya adalah :
  • Sebagai sumber penyedia air
  • Menghasilkan oksigen
  • Habitat aneka ragam flora dan fauna
  • Mencegah terjadinya pemanasan global
Infografis fungsi hutan



Berbicara tentang fungsi hutan sebagai penghasil oksigen, tahukah kamu berapa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu batang pohon? 
Pohon yang memiliki tinggi 12 meter dan berat dua ton mampu menghasilkan 100 kg oksigen per tahun. Sementara manusia memerlukan 740 kg oksigen per tahun. Jadi, satu orang akan membutuhkan 8 pohon untuk bernafas sepanjang tahun. Lalu berapa Jumlah Pohon  yang dibutuhkan oleh seluruh warga Indonesia agar bisa bernafas sepanjang tahun? Wah berat ya, tapi ini bisa di hitung. 





kebutuhan oksigen manusia


jumlah oksigen yang dihasilkan pohon




Pada tahun 2019, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 267 juta jiwa , maka akan dibutuhkan pohon sebanyak 2.136.000.000 agar seluruh warga masyarakat indonesia bisa bermafas sepanjang tahun.
Banyak ya jumlah pohonnya. Nah, jumlah batang pohon yang banyak itu ternyata sama dengan hutan yang memiliki luas sekitar 854.400 hektare. Sementara itu, Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK, pada Tahun 2019 Indonesia memiliki luas hutan sebesar 94,1 juta hektare. 



berapa jumlah pohon yang dibutuhkan untuk menghasilkan oksigen



Jika melihat angka di atas, maka warga masyarakat Indonesia tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan stok oksigen sepanjang tahun. Tapi, jangan merasa aman dulu dengan jumlah angka luas hutan yang dimiliki oleh Indonesia, mengapa? Karena ada permasalahan yang cukup penting yang jika diabaikan akan menyebabkan hilangnya hutan di seluruh Indonesia.

PERMASALAHAN  HUTAN DI INDONESIA


Hutan Jayagiri ternyata memiliki peranan yang cukup penting terkait pasokan sumber air bagi warga wilayah cekungan Bandung, yaitu sekitar 60 persen. Bukan hanya hutan Jayagiri, tetapi keberadaan hutan lain yang mengelilingi Cekungan Bandung juga memiliki fungsi penting yang sama terhadap ketersediaan air, pelestarian flora dan fauna, penyerapan karbon kota dan penghasil oksigen. Ironisnya, Bukan hanya hutan - hutan tersebut saja yang mengalami alih fungsi lahan, tetapi juga Cekungan Bandung itu sendiri .


  cekungan bandung

Cekungan Bandung, Photo milik Bale Bandung


cekungan lembang
cekungan lembang. photo milik Dinas Bina Marga dan Pemukiman


Cekungan Bandung, merupakan wilayah di sekitar kaki Gunung Tangkuban Perahu yang memiliki  topografi berbentuk cekungan dan memiliki luas sekitar 343.087 hektar. Wilayah ini membentang secara horizontal sepanjang  40 km yang dimulai dari Nagreg - Ujungberung  di sebelah timur Hingga  ke Padalarang di sebelah barat. Jadi, bisa dikatakan Cekungan Bandung merupakan wilayah Bandung Raya. 
Pada saat ini,  hutan - hutan di sekitar wilayah cekungan Bandung mengalami deforestasi akibat penebangan pohon secara ilegal sehingga, banjir di hilir kota Bandung tidak bisa di hindari. Wilayah Soreang, Cibaduyut dan Baleendah buktinya. Ketiga wilayah ini selalu menjadi langganan banjir di setiap musing penghujan datang. 
Alih fungsi lahan memang sulit dihindari mengingat semakin pesatnya pembangunan infrastuktur pemukiman dan pariwisata. Namun jika alih fungsi lahan ini dibiarkan tak terkendali, maka Kondisi cadangan air akan berkurang.
Mengapa? Karena air hujan yang turun hanya akan menjadi air limpasan yang mengalir begitu saja di permukaan tanah tanpa diserap oleh tanah dan mengalir ke sungai atau menyebabkan banjir seperti di tiga wilayah Bandung selatan tersebut diatas. 
Permasalahan yang dialami oleh Hutan Jayagiri dan hutan - hutan di sekitar kawasan cekungan Bandung  juga dialami oleh hutan di Indonesia. Deforestasi yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman dan wisata atau industri telah menjadi mimpi buruk  bagi nasib hutan – hutan di seluruh Indonesia.


infografis permasalahan hutan di indonesia



Berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia, dalam kurun rentang waktu tahun 2013 hingga 2017 ( 4 tahun ) hutan di Indonesia telah mengalami deforestasi sebesar 5,7 juta hektare. Itu artinya, Hutan di Indonesia mengalami deforestasi sekitar 1,4 juta hektare setiap tahunnya. Maka, akan dibutuhkan waktu kurang dari 70 tahun hingga seluruh hutan di Indonesia habis akibat deforestasi. 
Wow bukan! Lantas, Masihkah kita berfikir masih aman dan dapat bernafas lega sambil rebahan ? Masih mengira kalau hutan Indonesia masih rimbun dan luas? Itu ada datanya lho, kurang dari 70 tahun hutan kita akan menghilang jika di biarkan. 
Lantas, apa yang bisa kita lakukan dalam upaya jaga Hutan? Pertanyaan yang bagus! 

LANGKAH NYATA DALAM USAHA JAGA HUTAN 


Perubahan menuju perbaikan memang perlu dilakukan. Jangan membayangkan hal yang besar dahulu karena kita tidak tergabung dalam kelompok pahlawan super. Untuk membantu usaha pelestarian dan jaga  hutan, kita bisa melakukan beberapa hal seperti dibawah ini  : 

1. Gabung Komunitas peduli hutan dan lingkungan 

Ada banyak komunitas peduli hutan dan lingkungan di Indonesia. Tetapi tentu tidak mungkin kan  kalau kita gabung ke seluruh komunitas itu. Kita bisa bergabung dengan komunitas peduli lingkungan yang dekat dengan lingkungan rumah kita. Misalkan, CommuniTree, WALHI , greenpeace atau WWF. Kalau kamu berdomisili di Bandung seperti saya, bisa tuh gabung dengan WALHI, Peduli Ciptaan Indonesia (PCI) atau Bandung Share to Care.

2. Menjadikan Zero Waste sebagai pola hidup yang baru 

Secara sederhana, Zero waste merupakan pemahaman yang dijadikan sebagai gaya hidup dimana kita sebisa mungkin mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari dan menggunaan prinsip 3R ( Reduce, Reuse, Recycle) .

Jika gaya hidup ini dirasa masih terasa agak berat, coba lakukan satu hal kecil saja yaitu kurangi penggunaan tisu dan bijak dalam menggunakan kertas.

Mengapa? Karena kedua produk tersebut berbahan dasar dari kulit batang pohon. Jadi sudah terbayang kan? Jadi mulai dari sekarang, kalau kamu rajin nangis sambil nonton drakor jangan gunakan tisu lagi. Tapi gunakan sapu tangan ya.

3. Jangan tebang pohon di depan rumah  

Rumah memang akan terlihat kusam dan seram kalau ada pohon besar di depan rumah. Tetapi jangan salah, ada satu pohon depan rumah bisa memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penurunan suhu ruangan didalam rumah. Sehingga, penggunaan AC atau kipas angin bisa berkurang terlebih di musim panas. 

Agar rumah tidak terlihat seram dengan adanya pohon depan rumah, kamu bisa mengecat rumahmu dengan warna cerah dan membuat taman indah di sekitar pohon. Dijamin, rumahmu akan terlihat cantik dan tidak seram. 

Tiga langkah dalam upaya nyata Jaga Hutan di atas Mudahkan? Tetapi jika tiga langkah di atas masih di rasa terlalu berat, masih ada satu hal lagi yang bisa kamu lakukan dalam rangka ikut menyelamatkan, jaga hutan dan melestarikan nya. Yaitu hanya dengan menyiapkan keikhlasan hati untuk sedekah dan mendownload aplikasi KITABISA . Lho kok bisa? Gimana caranya? Caranya yaitu dengan adopsi hutan

ADOPSI HUTAN 


adopsi hutan


Akhirnya Indonesia kini memiliki hari hutan Indonesia, yang dirayakan pada tanggal 7 Agustus 2020. Dalam rangka perayaan, terdapat 100 organisasi dan komunitas bekerjasama merayakan Hari Hutan Indonesia pada 7 Agustus 2020 yang dilakukan secara virtual di Youtube. Berbagai kegiatan seni pun digelar. Peringatan Hari Hutan Indonesia ini terwujud bukan dalam waktu singkat, tetapi melalui petisi yang dimulai sejak tahun 2017 melalui Change.org
Tanggal 7 Agustus pada akhirnya dipilih sebagai Hari Hutan Indonesia karena tepat satu tahun yang lalu pada tanggal yang sama, secara permanen Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan primer dan lahan gambut akhirnya disahkan oleh Presiden Jokowi. Melalui perayaan Hari Hutan Indonesia ini, di harapkan  warga masyarakat Indonesia dan pemerintah selalu ingat akan pentingnya keberadaan hutan.
Selain perayaan yang diselengarakan secara virtual, ada satu lagi  rangkaian perayaan Hari Hutan Indonesia yang digelar, yaitu  program Adopsi Hutan. 

Adopsi hutan? Apa itu ? 


hari hutan indonesia



Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong untuk menjaga hutan yang masih ada. Apa saja yang dijaga? yaitu  mulai dari pohon tegaknya, flora eksotisnya, Fauna yang beraneka ragam  serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun dan di mana pun berada, bisa terhubung secara langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya hutan yang selalu setia jaga hutan setiap saat melalui program donasi Adopsi Hutan. 
Tugas jaga hutan ini tidak mudah lho, kamu harus paham dan tahu betul seluk beluk hutan yang kamu jaga. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemauan, tapi tekad kuat dan tentu saja, rasa peduli terhadap hutan yang tinggi.


aplikasi kitabisa


Jadi, menjadi orang yang tugasnya jaga hutan cukup berat  sehingga sudah selayaknya kita bantu dan dukung melalui program DONASI terhadap program ADOPSI HUTAN. Pengumpulan dana untuk Adopsi Hutan ini dilakukan melalui aplikasi kitabisa.

CARA ADOPSI HUTAN 

Cara Adopsi Hutan ini sangat mudah, caranya adalah sebagai berikut :

1. Siapkan saldo di rekeningmu, bisa BANK ataupun Aplikasi pembayaran elektronik 
2. Donwload aplikasi Kitabisa melalu App Playstore 
3. Daftar menggunakan alamat e-mail atau gmail mu di aplikasi Kitabisa 
4. Cari program ADOPSI HUTAN di menu pencarian donasi 
5. Setelah bertemu dengan program donasi Adopsi Hutan, kamu bisa melakukan Donasi dan pembyaran donasi. 

Agar lebih mudah, kamu bisa melihat video berikut ini. 




KEMANAKAH DONASI ADOPSI HUTAN MENGALIR


Uang yang kamu donasikan ke program donasi ADOPSI HUTAN akan disalurkan kepada lembaga masyarakat yang berada di lingkungan kawasan hutan Iindonesia untuk kegiatan patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan non-kayu dan klinik kesehatan warga. Adapun para pengelola Adopsi Hutan yang akan di bantu adalah sebagai berikut :

1. Forum Konservasi Leuser ( FKL) di Aceh
2. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI di Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu
3. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimantan Barat
4. PROFAUNA Indonesia di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.





ilustrasi jaga hutan dengan adopsi hutan

Nah, sudah paham kan sekarang ya soal pentingnya menjaga hutan? karena ternyata hutan besar sekali manfaatnya terhadap kelangsungan hidup manusia terutama ketersediaan oksigen. Gak mau kan cadangan oksigen kita habis hanya karena kerakusan kita sendiri  terhadap alih fungsi lahan? jadi, Ayo kita bersama - sama jaga hutan melalui program donasi Adopsi Hutan melalui aplikasi kitabisa.