Tampilkan postingan dengan label ICC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ICC. Tampilkan semua postingan

 Detox tubuh


Detox Tubuh Secara Alami Sekarang Sebelum Terlambat. Ngeri gak sih baca judulnya? hihihi. Harus ngerasa ngeri dong. Soalnya berhubungan dengan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Memang apa sih yang jadi semuanya terlambat kalau gak detox? Sakit dong say! emang mau? pasti gak lah. 

Lantas apa hubungan detox dengan kesehatan? Yuk kita bahas.

Detox Tubuh Itu Apa Sih?


Detox tubuh itu apa sih artinya? kalau melihat definisi dari wikipedia sih gini katanya,

Pada fisiologi, detoksifikasi (bahasa Inggris: detoxification, detox) adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin. Detoksifikasi terbagi menjadi 3 klasifikasi menurut golongan substratnya yaitu alkohol, obat-obatan dan zat metabolik.

Secara umum detox tubuh itu artinya membersihkan tubuh dari segala macam racun yang ada di dalam tubuh kita. Sebetulnya, detox ini biasa dilakukan oleh tubuh setiap hari melalui hati, usus besar, ginjal, paru-paru, dan kulit. Tetapi setiap organ tubuh penting ini memiliki kapasitas memproses menetralisir racun, jika melebihi bebas akan timbul masalah dalam tubuh, Seperti sakit hati, batu empedu dan gatal - gatal pada kulit. untuk kasus yang berat bisa terjadi sindrom usus. wah ngeri ya.

Racun ini darimana sih datangnya? dari makanan yang kita makan dan juga dari lingkungan, seperti :
  • Obat - obatan
  • Polusi Udara
  • Zat Kimia
  • Zat pengawet makanan
  • Pestisida dari sayuran
  • Makanan yang dibakar
  • Makanan yang digoreng dengan minyak berlebih
Nah sekarang udah ada bayangan kan kenapa kita perlu melakukan detox tubuh kita dari racun? sekarang coba kita uraikan tugas dan fungsi organ pengurai racun dalam tubuh kita yuk, agar kita lebih peduli terhadap organ tubuh kita yang satu ini.

Organ Tubuh Yang Bertugas Menetralisir Racun


1. Sistem Pencernaan

Percaya tidak kalau saya bilang sistem pencernaan kita ini subhanallah amazingnya? harus ya. Karena sistem pencernaan kita memiliki sistem detox tubuh dan ekskresi yang melindungi tubuh dari racun berbahaya. Tetapi tentu ada batasan jumlah racun yang bisa diuraikan oleh sistem pencernaan lho. Yuk bantu sistem pencernaan kita dengan mengkonsumsi serat minimal 30 gram /hari 

2. Hati

Saya yakin Allah udah ngasih kita seperangkat sistem tubuh yang lengkap untuk mendukung kehidupan kita. saya gak bisa berhenti kagum dengan fungsi dan cara kerja hati dalam menetralisir racun dalam tubuh kita. Jadi begini ya sistem kerja hati dalam mengurai racun. 

Pertama, makanan dan minuman, atau obat yang masuk ke dalam tubuh kita melalui saluran pencernaan akan masuk ke lambung dan usus. di sini makanan akan dicerna lalu zat-zat tersebut akan diserap oleh usus lalu akan masuk ke dalam pembuluh darah usus. 

Kedua, zat - zat yang sudah di uraikan di lambung dan usus tersebut akan dibawa oleh darah dan dialirkan ke hati. Nah disinilah tugas penting si hati. 

Ketiga. Organ Hati memiliki sel khusus yang mampu menghilangkan zat racun yang disebut sel kupfer. Saat bertugas, Sel kupfer akan menetralisir racun dalam darah dan bekerjasama dengan Xenobiotik, yaitu enzim dan zat kimia khusus. Setelah proses kerjasama kedua sel ini usai, enzim dan zat kimia yang mengandung detox dan telah diuraikan akan dikeluarkan melalui urine. 

Sama halnya dengan sistem pencernaan, hati juga punya kapasitas menetralisir detox dalam tubuh kita. kalau terus digempur dengan racun berlebih lama - lama hati akan mengalami kerusakan. 

yuk bantu hati kita agar berfungsi dengan baik demi kesehatan kita juga. Kita bisa melakukan detox selama 7 hari atau mengkonsumsi makanan berikut ini dalam menu makan kita sehari - hari :
  • Oatmeal
  • Kopi ( bukan kopi susu atau latte ya )
  • Bawang putih
  • Anggur
  • kacang - kacangan
  • Buah seperti : Alpukat, Pisang , Lemon , Pepaya ,Semangka
  • Sayur seperti : Brokoli, kangkung, sawi dan wortel
  • Beras merah
3. Kantong Empedu

Seperti yang saya uraikan diatas, jika hati mendapat beban kerja yang terlalu berat, maka racun akan dilepaskan di kantong empedu, jika tidak melakukan detox maka hal ini dapat mengakibatkan penyumbatan organ dan menghasilkan batu empedu.

saya sendiri punya pengalaman kurang enak dengan batu empedu, pernah terdiagnosa kena batu empedu. dan rasanya gak enak banget. sampai diet selama dua tahun. Tapi saya kena sakit ini bukan akibat kelebihan lemak atau kebanyakan racun dalam tubuh, melainkan efek hormon kehamilan. Ini juga berpengaruh ternyata.

Tapi diluar soal kehamilan, batu empedu biasanya sering terjadi pada mereka yang sering mengkonsumsi makanan dengan tingkat kolesterol dan lemak tinggi serta jarang mengonsumsi cukup serat.

satu lagi kehebatan empedu, yaitu sebagai bakterisida. Mikroba paling sering masuk ke dalam tubuh kita lewat makanan dan jumlahnya tidak terhitung. oleh sebab itu, yuk bantu empedu untuk lebih giat lagi menjadi bakterisida dengan tetap menjaga imun tubuh dan sistem pencernaan agar empedu tetap mampu menciptakan kondisi basa untuk mematikan atau menghambat perkembangan mikroba dalam tubuh kita. 

Juga jangan lupa untuk selalu minum air putih sesuai takaran , perbanyak mengkonsumsi sayuran dan hindari makanan dengan kadar lemak tinggi. 

4. Ginjal

Sama halnya dengan hati, ginjal juga memiliki unit penyaringan detox yang disebut nefron. Dalam setiap nefron terdapat pembuluh darah halus yang disebut glomerulus dan ini tersambung ke tubula. Darah yang telah berisi sisa toxic dari hasil netralisasi di hati dan empedu akan mengalir memasuki glomerulus lalu disaring lewat tubula. Mineral akan diserap dan racun akan dibuang.

Percaya tidak? ginjal bekerja selama 24 jam menyaring air dan racun sebanyak 113 - 144 liter darah dan 1-2 liter urine. 

Yuk bantu ginjal untuk tetap bekerja dengan baik dengan banyak mengkonsumsi air putih, mengkonsumsi sayuran berdaun gelap, ubi jalar, buah beri, apel dan bawang merah/putih. 

Yuk Detox tubuh sekarang juga sebelum Terlambat

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat tahun baru semua. Tahun baru udah bikin resolusi kah? apa sih resolusinya? sharing dong. Ada gak sih yang resolusinya pengen BB turun? atau hal yang sederhana seperti mulai hidup sehat? kalau ada ngacung dong, hehe. 

Kenaikan berat badan atau BB juga ternyata salah satu tanda tubuh kita perlu detox lho. selain kenaikan BB ada juga tanda lain kalau tubuh kita memerlukan detox tubuh, yaitu :
  • mudah lemas
  • hilang konsentrasi
  • kulit gatal - gatal
  • wajah berjerawat
  • Mudah mengantuk
  • Mood swing
  • Bau badan/mulut
Adakah salah satu atau beberapa tanda - tanda di atas? Detox tubuh Yuk barengan. Selain alasan kesehatan yang sudah jelas, saya juga pengen nih kembali menurunkan BB yang setahun ini naik drastis sampai 65kg! fantastis. ini BB terbesar dalam hidup saya. walau saya sering mengeluh BB naik, langkah agar si BB turun hanya sebatas angan karena kalah sama mie instan dan gorengan, wkwkwk.

Entah kenapa berat sekali mau mulai diet. minimal detox lah. Mau zumba juga maju mundur. Tiba-tiba males aja. Hanya Tanos walking challenge penyelamat saya agar ada gerak walau sedikit dan itu hanya seminggu sekali! what?? iyess. Males banget ya saya. 

Tapi walau begitu saya masih membutuhkan detox tubuh nih biar tubuh saya gak kebanyakan toxic nya. jadi saya pengen at least sebulan sekali saya detox tubuh selama tujuh hari. Dengan setidaknya saya tidak terlalu merasa bersalah banget nih sama tubuh, hehe. sungguh niatan yang kurang baik ya tapi setidaknya ini hal kecil yang sangat realistis yang bisa saya lakukan untuk hidup lebih sehat.

Daripada diet gak jalan kan setidaknya bisa di mulai dari detox tubuh selama tujuh hari. iya kan?

By the way, tadi saya bilang di atas mau mengajak detox tubuh barengan ya? ada yang penasaran gak detox barengan itu kaya gimana? 

Mumpung nih, Tanos ngadain tantangan baru bulan Januari 2021 ini saya mau detox tubuh seminggu. Gak terlalu berpengaruh mungkin terhadap penurunan BB  tapi setidaknya selama seminggu ini saya bisa menjaga asupan makanan ke dalam tubuh dari semua makanan yang digoreng, gula berlebih dan juga garam. 

Karena dulu saya pernah diet cukup ketat, saya jadi ada bayangan seperti apa sih pola makan sehat yang harus dilakukan agar BB bisa turun selama tiga bulan. Tapi karena saya tipe orang yang agak susah konsisten padahal udah di buat jadwal seketat mungkin, sepertinya saya gak cocok diet deh! hahaha

Tanos Eat Clean Challenge


Udah gak asing kan dengan nama Tanos? udah wara-wiri setengah tahun nih soal mengajak teman - teman untuk melakukan berbagai macam tantangan.

Kali ini Tanos mau mengajak kita semua untuk menantang diri sendiri makan sehat dan bersih dalam rangka menjaga kesehatan dan proses detox tubuh dalam tubuh.



tanos eat cleaning challenge


cara detox tubuh



Yuk saya mengajak teman - teman semua untuk ikutan tantangan ini selama tujuh hari saja. Pasti bingung kan dengan meal plan dan gimana sih cara eat clean itu? tenang, nanti akan ada anjuran meal plan dan tips dan triknya yang akan di share di akun instagram @tanos.challenge

Cara Ikutan


Kalau teman - teman mau ikutan tantangan ini, caranya mudah. Tinggal repost feed berikut dan mengisi G form di SINI

TANOS


Lewat tantangan Tanos kali ini sih saya berharap kedepannya seminggu sekali dalam sebulan saya bisa tetap konsisten melakukan detox tubuh. Karena jujur, saya takut empedu saya kembali kambuh dan saya kembali merasakan trauma episode kambuh. Saya tidak mengambil langkah anjuran dokter untuk operasi pengangkatan kantong empedu dikarenakan waktu itu si bungsu masih bayi dan anxiety separation nya parah banget. Jadi saya mengambil langkah pengobatan alternatif selama dua tahun. alhamdulillah episode kambuh gak pernah datang lagi sampai sekarang.

Beberapa tantangan di Tanos seperti walking challenge dan drink water challenge cukup banyak membantu saya untuk selalu ingat menjaga kesehatan tubuh saya walau pelaksanaannya masih belum konsisten seratus persen. Tahun ini saya benar - benar ingin melakukan hidup sehat. Karena dengan semakin bertambahnya usia, sekarang makin yang terasa sakit, seperti sakit pinggang lah, mudah lelah, mudah mengantuk dan badan mengalami kenaikan berat badan yang gak masuk di akal. Hal ini ternyata disebabkan saya jarang melakukan olahraga yang tetap dan masih ala kadarnya ( suka- suka saya saat ingin ) dan pola tidur yang tidak teratur serta jumlah asupan makanan yang gila-gilaan.

Tips Cara Detox Tubuh Sederhana


Idealnya sih sebelum melakukan detox tubuh kita hitung dulu kebutuhan karbo, protein dan lemak harian. Bagaimana caranya? teman- teman bisa berkunjung ke artikel saya tentang tips diet ya. Disana ada bagaimana cara menghitung kebutuhan Karbo dan lain sebagainya.

Setelah menghitung jumlah karbo yang disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, berat badan saat ini nanti akan keluar angka berapa berat badan idel yang sesuai dnegna jeni skelamin dan usia. Lalu ada muncul angka anjuran asupan karbo harian. Dari sini akan mudah bagi kita menghitung jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Tetapi, kalau masih dirasa terlalu ribet. teman- teman bisa melakukan tips sederhana berikut.Tips sederhana ini bisa dijadikan panduan untuk tantangan makan sehat nya TANOS minggu depan. Kita mulai dari hal yang sederhana dan lakukan setiap hari selama 7 hari, yaitu :

1. Sarapan menu sehat

Mulai sarapan dengan oatmeal, roti gandum, telur rebus dan buah apel. Masih terasa berat karena biasa sarapan nasi atau lontong kari, nasi kuning dna kupat tahu? yuk coba dengan sarapan hanya dengan 6 sendok nasi beras merah ditemani telur dan buncis/wortel rebus. 

2. Ganti cemilan snack dan minuman manis

Paling enak memang kalau ngemil itu seperti bakso, batagor, baso tahu dan gorengan. Untuk seminggu ini, berjuanglah untuk mengganti makanan surga itu dengan ngemil buah dan sayuran yang direbus seperti wortel dan labu siam. 

3. Minum air putih 2 liter sehari

Ini sih udah gak usah dijelaskan lagi ya, penting banget menjaga tubuh dari dehidrasi. Selain meningkatkan konsentrasi juga membantu proses netralisasi racun oleh hati, empedu, ginjal dan usus tentunya

4.Berpuasa

Nah ini nih, selain bisa membersihkan tubuh dari racun, puasa juga bernilai ibadah kan? jadi sekali mendayung dua pulau terlampaui. hehe

5. Olahraga

Dulu waktu saya rajin banget zumba tiap hari, badan terasa ringan dan gak mudah pegal. Ini ternyata benar ya, dengan rajin berolahraga maka peredaran darah akan lancar dan tidak akan mudah pegal. Hebatnya lagi, dengan olahraga makan proses detoksifikasi juga akan lancar.

Gak harus zumba seperti yang saya lakukan, senam irama 15 menit atau senam SKJ juga cukup. Atau Ikutan tantangan Tanos walking challenge yang hanya jalan kaki selama 20 menit. Tapi ingat ya, selesai walking challenge jangan jajan gorengan dan serabi, wkwkwk

Contoh Meal Plan Selama Tantangan Tanos Clean Eat Challenge

Contoh meal plan berikut bisa teman - teman ikuti selama mengikuti tantangan makan sehat ya

Sarapan 
6 sendok nasi
1 butir telur rebus
segenggam buncis rebus
atau
semangkuk oatmeal + pisang/apel
Ngemil ( sekitar jam 10 pagi )
Buah - buahan : pepaya, semangka, naga, jeruk, pisang
smoothies
Makan siang
6 sendok nasi
1 Potong ayam ungkep tanpa kulit
segenggam wortel dan buncis rebus
Ngemil sore
Buah dan rebusan sayur 
( pepaya, semangka, buah naga, ubi jalar )
Makan malam ( di bawah pukul 7 malam )
6 sendok nasi
1 potong ayam ungkep
segenggam sayuran rebus

Menu ini bisa diubah dan diganti setiap harinya dengan berbagai jenis sayuran, sumber protein dan buah. Tapi yang jelas, semua makanan harus di rebus. walaupun jenuh dengan memakan rebusan yaah yang kuat ya! kan hanya selama tujuh hari, hehehe. pasti bisa lah. Kalau masih terasa berat, bisa menumis sayuran tapi hanya menggunakan 1 sendok makan minyak sayur saja ya. Berikut saya berikan contoh meal plan lengkap selama 7 hari.

meal plan


Ini hanya contoh ya, teman - teman bisa mengganti dengan sayuran, buah atau makanan favorit agar tidak jenuh dan masih ada selera untuk makan. 
Yuk kita detox tubuh sekarang

Tulisan ini diikutsertakan dalam minggu tema Komunitas menulis 
Satu Minggu Satu Cerita dengan tema : TANTANGAN
dan ODOP Indonesian Content Creator Day 4 tema : kuliner


Referensi :
https://fibre-first.com/sistem-pencernaan-sehat-untuk-detox-yang-optimal
https://www.suara.com/health/2020/08/01/075945/cara-detoks-7-organ-tubuh-bisa-usir-penyakit-dan-lelah?page=all
https://www.brilio.net/creator/11-cara-melakukan-detox-yang-tepat-untuk-mendapatkan-tubuh-sehat-0971f3.html
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4759196/catat-6-tanda-tubuhmu-sungguh-perlu-detox
https://www.nakedpress.co/blogs/stories/apa-itu-detox
https://www.liputan6.com/health/read/3766437/5-fungsi-empedu-pada-sistem-pencernaan-tubuh-manusia
https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/#gref





Pernah kah anda mendengar istilah, " seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak" ? pasti pernah ya. Lantas apa sih maksud sebenarnya?

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa, peran seorang ibu dalam mendidik anak bukanlah peran yang kecil melainkan peran besar dimana seorang ibu memiliki andil besar dalam membentuk masyarakat yang berakhlak baik dan tangguh yang semua itu di mulai dari keluarga kecilnya. Nah, disinilah letak peran besar seorang ibu sebagai madrasah pertama berada.

Tetapi, benarkah "beban" mendidik anak ini hanya ada di pundak seorang ibu saja? bagaimana dengan fungsi seorang ayah dalam mendidik anak dan keluarga? 

Ingin tau jawabannya? 

Untuk mengetahui jawaban selanjutnya, yuk ikutan Virtual Class Mubadalah yang di selenggarakan oleh Komunitas Indonesian Content Creator bersama Mubadalah.id terkait Kursus Online Intensif dan Bimbingan Penulisan. 

Lho kok judulnya tentang penulisan? eit sabar dulu. Judul memang tentang penulisan, tetapi materi yang akan disampaikan sangat erat kaitannya dengan Urgensi relasi kesalingan dalam keadilan gender islam dalam sebuah keluarga. 

Bukan hanya itu, ada segudang materi lainnya yang sangat sayang untuk dilewatkan. Bukan hanya untuk para ibu, tetapi juga para ayah, calon ibu dan calon ayah atau mereka yang sangat ingin mengetahui lebih dalam mengenai prinsip dasar Mubadalah.

Kapan Sih Pelaksanaannya?









"Mubadalah Virtual Class; Kursus Online Intensif dan Bimbingan Penulisan"


Materi:

1. Urgensi relasi kesalingan dalam keadilan gender islam
2. Relasi keadilan gender dalam keluarga dan bersosial terkait islam yang rahmatan lil'alamin
3. Metodologi penafsiran ayat al-Qur'an dan hadist dalam perspektif kesalingan
4. Contoh-contoh tafsir kesalingan untuk isu keluarga dan bermasyarakat
5. Bimbingan penulisan populer isu-isu gender dalam perspektif kesalingan untuk media online



Narasumber:

1. Dr. Faqihudin Abdul Kodir, Lc. MA (Penulis Buku Qiro'ah Mubadalah)
2. Fathonah K. Daud, Lc. M. Phil (Penulis Buku Tafsir Ayat-Ayat Hukum Keluarga)
3. Zahra Amin (Redaksi Mubadalah.id)

Pelaksanaan:

1. Registrasi: 15 Agustus - 16 September 2020
2. Waktu Pembelajaran: 23 - 30 September 2020 (Senin, Kamis, dan Minggu) pukul 19.30-21.30 WIB via Zoom/Google Meet

Biaya Registrasi: Idr 300K

Form Registrasi : https://forms.gle/MoUxFEjmhAdxMe7LA


Fasilitas:

1. Materi
2. E-Sertifikat
3. Buku Qiro'ah Mubadalah
4. Kitab Nabiyurrahmah
5. Kitab Sittina 'Adliyah
6. Gratis biaya pengiriman ke seluruh Indonesia

Beasiswa penulisan 

Syarat dan Ketentuan:

1. Mengisi form pendaftaran


2. Mengikuti sosial media penyelenggara
3. Mengirim link tulisan terbaik yang pernah dimuat di media online
4. Membagikan e-flyer ini ke 5 grup whatsapp dan sosial media lainnya
5. Mengirim bukti screenshot follow, share, dan posting ke narahubung
6. 10 pendaftar terpilih akan menjadi kontributor Mubadalah.id dan menandatangani kontrak menulis sebanyak minimal 3 tulisan

Narahubung:

Eka Fitriani Larasati : 0857 9420 9094


Nah, gimana? seru kan ya? ada beasiswa pula. Jadi, tunggu apalagi, ayo segera daftarkan diri anda dan jangan lupa ajak teman  - teman yang lain ya.









Jika saya ditanya, " Siapa panutan saya saat ini? " Jawaban saya adalah ibu mertua saya. Ah masa sih? Yakin? Bukan karena biar disayang mertua?? Hihihi (¬‿¬)

Enggak lah, tanpa saya banyak memuji beliau, saya yakin sudah disayang beliau dari sejak pertama kami bertemu. Ahiiww 

Jadi, kenapa saya menjadikan Ibu mertua sebagai panutan saya? 

Itu karena, saya mengagumi kesabaran dan keikhlasan beliau dalam mengurus sang belahan jiwa, yaitu Bapak mertua yang sedang sakit keras selama hampir dua tahun lebih. 



Ibu mertua juga tidak pernah terlihat berkeluh kesah, menangis atau berteriak selama saya mengenal beliau. Sikap nya yang sangat lemah lembut dan selalu berkata halus. Jadi, sudah sewajarnya kalau saya menjadikan beliau sebagai panutan saya menjadi seorang istri dan ibu bagi anak – anak saya. 

Alasan Di Balik Keikhlasan Ibu Mertua


Bapak mertua saya, sudah sakit hampir dua tahun lebih. Sakit parah. Dokter mendiagnosa Bapak memiliki penyakit congenital heart disease atau jantung. Dokter bilang ini bawaan sejak lahir. Terjawab sudah semua keraguan keluarga selama ini, dimana Bapak seringkali mengeluh sesak dada. Selama ini kami mengira Bapak memiliki asma atau Bronchitis

awalnya, Bapak enggan berobat ke dokter dan memilih pengobatan alternatif. lalu, ketika pengobatan alternatif dirasa sudah tidak lagi  menunjukan hasil yang signifikan. Akhirnya Bapak mau berobat ke dokter. alhamdulillah. 

Mengapa Bapak memilih berobat alternatif ketimbang langsung ke dokter? itu karena Bapak pernah mengalami reaksi alergi obat yang cukup parah. Jadi, sesakit apapun bapak, beliau memilih berobat ke pengobatan alternatif.

Saya dan Pak suami ( Paksu ) sudah berulang kali menyarankan sampai memaksa Bapak untuk berobat ke dokter dan memberi pengertian kalau dokter pasti akan bertanya alergi obat bapak dan kasih obat yang aman. Tapi tidak di gubris.

Akhirnya, Bapak merasa lelah dengan berobat alternatif yang tidak membuahkan hasil, akhirnya dengan terpaksa bapak mau berobat ke rumah sakit. 

Namun, setelah di lanjutkan dengan berobat di dokter, kondisi Bapak tidak kunjung membaik. Badan semakin kurus, wajah Bapak pun tidak menyiratkan aura kesembuhan. Setiap saya melihat Bapak di rumah, selalu nampak murung dan sedih. Saya rasa, secara mental Bapak sudah down duluan.

Mengapa? 

Bapak sepertinya mengalami stress atas vonis penyakit yang dideritanya Akibatnya, gejala psikomatis pasti Bapak rasakan. Seperti pusing dan mimisan atau keluar darah dari gusi. Sementara itu, saya lihat Bapak – Bapak lain yang juga memiliki penyakit yang sama dengan Bapak, terlihat sehat bugar seperti yang tidak memiliki penyakit parah. 

Saya melihat kondisi Bapak yang begitu, agak sedikit geram juga. Terlebih melihat Ibu mertua yang dengan sabar dan ikhlas mengurus Bapak tanpa banyak mengeluh walau dirinya sendiri terkadang terlihat sangat kelelahan dan letih, terlebih dimalam hari dimana saatnya Ibu merebahkan tubuh yang payah kelelahan... eh Bapak selalu meraung dan meringis minta di pijit kaki. 

Melihat kesabaran dan keikhlasan Ibu mertua mengurus Bapak, betul – betul bikin saya geleng-geleng kepala gak habis pikir. 

Akhirnya saya bertanya pada Ibu mertua,

Mah, kok bisa sabar banget sih sama Bapak. Kalo saya pasti udah stress dan gak kuat. Bukan sama sakitnya bapak, tapi tingkah laku bapak yang gemesin “ tanya saya terheran-heran sambil makan ranginang, kriuk...kriuk

Lalu Ibu mertua menjawab santai sambil ikutan makan ranginang,

Karena ikhlas” jawab Ibu mertua sesingkat dan se sederhana itu. Saya pun melongo saking bingung dan gak habis pikir sama jawaban Ibu mertua.

Tapi ikhlas kan ada batasnya Mah, kok bisa sih Mamah masih tetep sabar ?” tanya saya lagi

Sabar mah gak ada batasnya atuh Neng. Di paksain aja, nanti lama – lama juga terbiasa. Jadi, ada pepatah sunda yang mengatakan, sing bakti kanu jadi salaki, sabab surga anjeun ayana di salaki. Mamah inget selalu ke sana “ jawab Ibu mertua menjelaskan.

Ehhm... jadi, bakti seorang istri ada pada suami, karena disanalah surga untuk seorang istri. Oke baiklah.

Tapi, saya masih gak paham. Melihat saya masih berkerut dahi dan mulut monyong tanda gak ngerti, Ibu mertua kembali melanjutkan penjelasannya,

Ibarat kita dulu hormat dan berbakti pada orangtua , seperti itu juga sekarang. Surga kita ada di suami kita. Allah akan ridho pada istri yang taat pada suami. Kunci pernikahan itu sebetulnya ada di tangan para istri, tong saruana mun pasea jeng salaki. Kudu bisa nurunkeun egois jeung ikhlas dengan situasi suami apapun itu “ 

Belajar Ikhlas, meluruhkan ego


Oh, i see. Saya mengerti, akhirnya. 

Awalnya saya agak sulit menerima penjelasan ibu mertua dimana saya harus belajar sabar dan ikhlas serta harus bisa menurunkan ego pribadi. 

Kesulitan ini saya rasakan karena saya masih memiliki ego yang cukup besar dalam diri saya. Ego untuk selalu diperhatikan lebih dahulu, ego untuk selalu di sayangi lebih dulu, ego tidak mau menerima kritikan Paksu dan ego-ego lainnya. 

Mengapa ego saya bisa sedemikian tinggi? Karena, orangtua saya bercerai jadi saya tidak punya bayangan atau pandangan sama sekali tentang esensi pernikahan itu seperti apa dan bagaimana berkomunikasi dalam pernikahan. Yang saya lihat dalam pernikahan hanya pertengkaran tiada akhir. Sehingga saya berasumsi, saya bebas mengutarakan apapun yang saya rasakan tanpa melihat situasi dan mood Paksu karena saya merasa itulah hak saya. 

Hasilnya? Pertengkaran dan salah paham lah yang saya dapat. Belum termasuk perang dingin dan emosi yang terpendam. 

Akhirnya, saya paksakan diri saya untuk mencoba memahami lebih dalam penjelasan ibu mertua dengan semedi. What? Hehehe, iya semedi alias muhasabah sambil tahajud lalu di lanjut curhat di jurnal.

Di sana, saya uraikan semua permasalahan yang kerap saya rasakan dengan Paksu. Sampai se detail-detailnya. Lalu diuraikan juga emosi atau perasaan saya terhadap masalah itu. 

Dan akhirnya saya menemukan bahwa, saya itu orangnya sangat mudah bereaksi negatif terhadap suatu perkara, dan baper-an. Saya juga kesulitan mengontrol emosi saya saat kelelahan dan kurang tidur. Ternyata hal itu juga memicu ego saya untuk di perhatikan dan di sayangi lebih dulu oleh Paksu. 

Jadi permasalahannya sebetulnya, ada dalam diri saya sendiri. 

Lantas kemana kah fungsi komunikasi dalam hubungan suami istri? 
Kenapa gak di muntahin semua keluh kesah yang kita rasakan pada pasangan agar semua permasalahan beres tanpa tersisa? 

Saya sudah mencoba untuk lebih terbuka akan apa yang saya rasakan, tapi saya selalu kesulitan mencari waktu yang tepat. Karena kesibukan Paksu mencari nafkah dari siang hingga tengah malam dan saya mengurus anak – anak sehingga kami jarang berkomunikasi dari hati ke hati seperti waktu kami masih pacaran. Jadi, sekalinya ngobrol yang di obrolin pasti urusan cuan. Akibatnya, saya banyak memendam emosi negatif termasuk saat kesal dengan Paksu. 

Jadi, solusinya bagaimana ?

Pertama, saya kembali terus mengingatkan diri saya sendiri akan wejangan ibu mertua untuk sabar dan ikhlas kalau udah mulai kesel atau bete dengan Paksu. Inget, Surga lho balasannya. 

Kedua, Menulis. 

What?? Kok menulis. Iya, jadi menulis kan resah di jiwa bisa membantu saya mengurai sebetulnya apa sih permasalahan saya. Dari sana saya bisa cari solusinya. Kalau sudah menulis, biasanya saya merasa jauh lebih baik dan lega. Jadi, energi negatif saya terkonversi menjadi respon positif.

Menulis itu punya segudang manfaat, selain perasaan jadi lega juga mengasah kemampuan mennulis kita terutama di Blog dan siapa tau bisa ikut ajang lomba menulis. iya kan?

Back to the topic, jadi setelah saya analisa, ternyata saya yang mudah reaktif dan baperan berdampak pada respon Paksu. Dia jadi males ngadepin saya dan ikut badmood. Ternyata Paksu ini orangnya sensitif jadi kalau saya badmood akan berpengaruh sama moodnya Paksu, sementara fokus utama beliau mencari nafkah yang merupakan tanggung jawab utama baginya.

Itu yang selalu jadi pikiran Paksu. Jadi wajar aja kalau sering terlihat murung kalau dagangan sepi. Karena Paksu mengkhawatirkan hal yang sangat realistis seperti, “ kalau dagang gak laku, mau dikasih makan apa istri sama anak gue?? “ begitulah kira-kira yang selalu ada dibenak Paksu. 

Memang, suami juga wajib memberikan nafkah batin pada istri. Tapi saya paham, tidak semua para suami bisa se-bijak papah - papah lainnya yang memahami hal ini. Karena, para suami juga sama halnya dengan kita, belajar setiap hari menjadi seorang suami dan ayah. Di sinilah letak keikhlasan di perlukan, ikhlas menerima Paksu yang juga sedang belajar menjadi suami dan ayah. 




Kadang saya lupa, Paksu memang tidak pandai merangkai kata atau ngasih saya wejangan dan kata-kata bijak serta menenangkan layaknya motivator. Tapi pandai memberikan saya kejutan dan menjawab curcol saya dengan jawaban paling realistis. Jadi, Paksu itu orangnya straight to the point, gak suka kode – kode tersembuyi. Jadi saya belajar untuk straight to the point juga, kalau saya bilang gak suka... ya bilang gak suka saat itu juga. Tapi, tetep saya harus memperhatikan mood Paksu.

Misal nih ya, saya pengen sentil Paksu soal kebiasaan jeleknya menyimpan kunci motor di mana aja padahal udah saya sediain box khusus tempat menyimpan kunci. Saya liat dulu, kalau Paksu keliatan lagi rudet sampai jidatnya berkerut kaya kerutan diwajahmu, hehehe......saya tunda dulu nyentil nya dan tarik nafas dalam – dalam biar energi negatif saya keluar dan pikiran lebih segar. Dan saya coba ulangi lagi nanti saat mood Paksu terlihat lebih baik. 

Perjalanan Akhir


Orangtua saya memang bercerai dan menorehkan luka yang cukup dalam. Terlebih perceraian mereka penuh drama dan pertengkaran sehingga saya hanya melihat sisi buruk dari pernikahan. Tetapi, perceraian orang tua saya juga memberikan saya banyak pelajaran tentang pernikahan. Seperti :

1. Belajar meredam ego dan emosi
2. Belajar memahami pasangan lebih dalam 
3. Belajar ikhlas menerima segala kekurangan pasangan
4. Belajar strategi komunikasi yang tepat dengan pasangan
5. Saling memahami dan memaafkan satu sama lain adalah proses tiada akhir dalam pernikahan. Karena masing – masing pasangan tumbuh dan berkembang setiap hari. Sehingga perubahan itu pasti terjadi. Oleh sebab itu belajar pun tidak berhenti satu titik pencapaian saja.

Saru hal yang paling krusial yang saya pelajari, bahwa, 
Jangan menuntut pasangan untuk memperhatikanmu lebih dulu. Tapi berhenti sejenak dan pikirkan, apakah kamu sudah melakukannya lebih dulu? Mau disayangi tapi gak balik menyayangi? Bukankah itu teramat sangat egois namanya? 

Wejangan Ibu mertuaku sayang memang benar, sabar itu gak ada batasnya dan kita sebagai istri memang perlu meluruhkan ego sambil memperbaiki kekurangan kita. Ingat saja dengan balasan Allah kalau kita bersedia ikhlas dan sabar dalam pernikahan. Pasti mau kan? Kalau saya sih mauuuuu ^_^

Saya rasa Allah itu memang Maha Adil. Saya diberi keluarga yang “cacat” tapi diberikan Ibu dan Bapak mertua serta Paksu yang Masya Allah baik dan perhatiannya luar biasa. Saya sangat bersyukur untuk itu. 

Sebagai rasa syukur saya, maka saya perlu memperbaiki kekurangan saya yang mudah baper, moody dan bereaksi negatif. Bukan hanya untuk saya, tapi juga suami dan anak – anak saya. Bukankah ibu yang bahagia akan menghasilkan anak – anak yang bahagia? 

Bahagia itu, kita sendiri yang ciptakan. Gak bisa beli kebahagiaan di Borma, kesana mah beli keperluan bulanan aja. Jangan lupa, minta cuan lebih yang warna merah buat beli kosmetik, eskrim dan coklat. Langsung todong aja, jangan pake kode – kode an, hahaha. Emak – emak juga perlu jajan dong, hihihi

Kalau kamu, gimana proses menjalani komunikasi dengan pasangan? Ada cerita lucu atau malah sebaliknya? Yuk saling berbagi (^_^)


Tulisan ini di ikut sertakan dalam setoran artikel untuk Komunitas Content Creator  Indonesia, Tema : Ikhlas dan Setoran Artikel Untuk Komunitas 1minggu1cerita, Minggu 32 dengan Tema : Terpaksa













Idul Adha sebentar lagi, Ada banyak cerita dan kehangatan dibalik moment spesial ini. Apalagi buat anak-anak. Misal Keenan, si sulung  yang dari jauh - jauh hari udah sering nanya kapan Idul Adha, sampai bikin emak pusing kepala jawabnya, 

" Mah, kapan sih itu idul adah teh ?? " hadeuuhh, udah nanya salah lagi nyebutnya! wkwkwkwk

" Idul adha kak, masih lama. emang kenapa?" tanya saya,

" Berapa lamanya itu sebanyak apa?? " tanya lagi sambil mulutnya monyong-monyong,

" Sekitar 2 minggu " jawab saya singkat, 

" 2 minggu itu sebanyak apa?" adeeuuhhhh kapan ini pertanyaan usai???

"Sekitar 14 hari! coba aja kakak hitung dari sekarang. tiap hari hitung 1 angka, besoknya hitung nomer dua dan terus sampai setiap hari udah kakak hitung sebanyak 14 kali " jawab saya panjang dan lebar selebar jidat milik pak suami, hihihi

" Males ah ngitungnya, mamah aja yang ngitung!" eh busyet nih anak! bikin emak berang ya! wkwkwkwk

" Emang kakak nunggu apa sih " tanya saya penasaran

" Nunggu BAKAR SATE!! hahaha " jawabnya sambil ketawa dan joged gaya penari mesir,

" Hadeuuhh, emang kamu kebagian gitu dagingnya " tanya saya lagi, 

" Iyaaa atuhhhhh " jawabnya pe-de

Lucu ya si kakak, segitu antusiasnya pengen cepet Idul Adha cuman pengen bakar sate yang padahal masih bisa kita kerjain di hari-hari biasa.Tapi bukan itu masalahnya, suasana itu yang berbeda.Betul tidak ibu-ibu???

keenan & kilan, Idul Adha Tahun lalu


Biasanya, tiap pagi anak-anak suka minta JJM alias jalan-jalan motor, jadi kita ber-empat kukurilingan  ( keliling )  naik motor, lihat pemandangan dan menghirup udara segar di atas motor sambil merasakan angin nu ngahiliwir ( berhembus). Rute biasanya sih dari rumah, terus ke atas sampai sekolah krida, terus belok turun ke bawah belok ke Cilengkrang sampai tembus ke alun-alun Ujungberung. Jajan gak? kadang-kadang sih jajan, biasanya mah beli gorengan sama surabi doang, hehehe

Seperti kemarin pagi,  mereka minta jalan jalan liat sapi dan domba! katanya karena udah idul adha jadi pasti kedua hewan ikonik Idul Adha itu pasti ada. Dan bener aja, begitu liat yang jual domba dan sapi, keenan dan kilan langsung serta merta tertawa kegirangan dan minta turun dari motor dan nongkrong depan sapi dan domba sambil ngomong sama para sapi itu seolah kaya yang kenal aja, 

 " halo sapi apa kabar? bentar lagi mau di pencit ( disembelih ) ya? yang kuat ya. ayo mamam rumput dulu "

Kan lucu jadinya, tapi malu juga  karena kita gak beli dombanya apalagi sapi, wkwkwkwk. Untung mamangnya ngerti. Makasih mamang.






Kami semua gak sabar memang menantikan Idul Adha yang sebentar lagi. Karena moment BAKAR SATE ini merupakan moment berkumpul keluarga dan berbagi kehangat, keceriaan dan cinta. 

Tapi inget, kita masih dalam masa pandemi lho. ada rules dan protokol yang harus diikuti selama  Penyelenggaraan Idul Adha Saat Pandemi berlangsung, untuk menjaga kesehatan bersama. 

salam bakar-bakar sate semua ya.

note :
Artikel ini diikut sertakan minggu tema komunitas Indonesian Content Creator 



Dari awal saya punya prinsip, perihal prestasi di sekolah atau dimanapun, saya sih gak masalah kalo keenan gak dapet ranking atau juara juga. saya ga pernah maksa keenan buat jadi juara, dalam hal apapun. terlebih soal perlombaan. saya kurang "suka" kalo keenan ikut perlombaan. karena yang saya lihat hanya sisi negatif-nya saja, yaitu jadi bikin anak tertekan karena harus ikut lomba dan menang, ujung - uijungnya biasanya si anak jadi ambisius dan jadi kecewa berat kalo kalah. si anak bisa depresi. ini yang saya hindari. 

walaupun, sisi positifnya juga banyak. Perlombaan bisa membangkitkan sisi semangat berkompetensi dan tidak mudah menyerah pada anak. anak jadi terbiasa bersaing dan belajar untuk bertahan. kalau kalah, si anak jadi bisa belajar gimana caranya untuk memperbaiki "kesalahan" dan tidak mengulang kembali. tapi buatku, untuk belajar semua sisi positife dari perlombaan itu, bisa di asah dengan cara yang lain. 

Contoh kecilnya, sekarang di TK. Dia mulai belajar menulis dan membaca. Ini gak mudah loh buat anak yang terbiasa seharian main lalu masuk sekolah dan langsung kenalan sama huruf dan angka lalu si anak harus belajar tiap hari, mengulang dan mempelajari hal yang sama, kalo masih salah akan terus di ulang sampai dia bisa, hal ini dilakukan bahkan sampai 12 bulan ke depan. Kesabaran, keuletan, kegigihan dan semangat harus terus dipupuk biar si anak gak mudah loyo lantas enggan belajar. Apalagi kalo si anak lihat temen-temen sekelasnya udah pada jago melafalkan huruf dan angka, bahkan yang lancar baca, hal ini pasti membangkitkan sisi berkompetensi anak, jadi gak mau kalah sama temen-temennya. atau justru sebaliknya, jadi makin hoream karena ngerasa gak mampu. sama persis dengan mengikuti ajang perlombaan. Bedanya di waktu aja, kalo lomba itu rentang waktunya singkat, kalo sekolah... yah lama. 

Begitulah prinsip saya di awal. 

Namun, setelah saya mengikuti pembagian raport mengaji keenan beberapa hari yang lalu, prinsip saya agak berubah sedikit. 

Akhirnya, tibalah dibacakan nama siapa saja yang juara kelas PAUD, kelas keenan mengaji. sambil merasa dag-dig-dug ser saya nunggu nama juara kelas di sebut, sambil berharap, "semoga anak gue juara, semoga ya Allah, semoga!", lalu sampai nama juara 3 disebut, nama keenan gak di panggil. saya-pun "sedikit" kecewa.

Geli gak sih? katanya gak masalah kalo anaknya gak juara atau gak dapet ranking, tapi begitu anaknya gak juara, ada rasa kecewa walau cuma se-uprit, lantas kemana gerangan si prinsip awal yang keukeuh di pertahankan itu? menguap bersamaan dengan hadirnya si kecewa ya? wkwkwkwkwk

Saya geli menertawakan diri sendiri, hahahaha. rupa-rupanya hati kecil saya ada juga keinginan keenan juara kelas! buat apa coba? yah buat rasa bangga aja dan kalo di hujani pertanyaan sama emak-emak yang lain bisa jawab dengan wajah mendongkak penuh rasa bangga lantas menjawab, "juara dong! "

Tetiba saya jadi ada rasa minder sedikit di hati, pasalnya, keenan rajin mengaji, bahkan hujan badai aja dia maksa buat tetep ngaji. tapi kok dia gak juara kelas ya, tapi JUARA MENGAJI! itu benar! keenan gak juara kelas tapi juara dalam kategori murid yang rajin masuk kelas mengaji! 

Kekecewaan saya agak dalam sebetulnya, sampai lupa ada rasa bangga lain yang harus di utamakan. Yang harus saya lihat harusnya prestasi keenan bukan pada angka rangking atau juara kelas, tapi kemampuan dia yang berkembang pesat dalam waktu 6 bulan terakhir. Itu yang disebut juara. juara dalam keinginan untuk belajar walau agak sulit buat dia. keenan satu-satunya murid pria di kelasnya. dan dia, termasuk anak yang gak bisa belajar serba cepat. daya ingatnya kurang, begitupun dengan daya tangkapnya dan harus selalu di ulang. Menulis juga kurang, bukan gak bisa atau malas, tapi ragu dan bingung. jadi, sampai sekarang dia masih menulis huruf hijaiyah pake panduan ( titik - titk huruf lalu di tebalkan), dia belum bisa menulis mandiri sesuai contoh. tapi, buat saya, keenan yang udah tau huruf hijaiyah dan segudang ilmu agama lainnya, itu adalah kemajuan yang sangat pesat. dibanding saya waktu belajar ngaji waktu kecil. 

Setelah menyadari hal ini saya buru-buru nyemangatin keenan, " gpp ya kak gak juara kelas juga, kakak udah hafal huruf hijaiyah walau masih suka lupa, surat-surat pendek, bahasa arab anggota tubuh, doa sebelum tidur, doa mau makan, nama malaikat, rukun islam, rukun iman, asmaul husna dan bahkan syahadat! lancar lagi bacanya! mamah bangga sama kakak! kakak hebat! besok-besok kita lebih giat lagi ya nge-hafal huruf hijaiyahnya dan nulis tanpa pake titik-titik! oke! semangat! " 

Respon keenan? biasa aja sih? hahahaha, gak deng! dia agak bangga juga juara rajin ngaji. buktinya dia pamerin hadiahnya ke kakek - neneknya. keenan, emang gak begitu pengen juara kelas dan harus maju ke depan. walaupun dia juara murid yang rajin ngaji, keenan malah nangis gak mau ke depan buat nerima hadiah! dia malu, dia gak pe-de!! aaah, disinilah saya menyadari bahwa prinsip awal saya agak memudar! yaitu apa? perlombaan itu penting untuk memunculkan rasa bangga pada anak terhadap dirinya dan juga rasa percaya diri!

Yup!

Akhirnya, saya jujur pada diri sendiri kalau juara itu memang perlu dan somehow emang bisa bikin bangga.  

Memang tidak masalah keenan tidak juara kelas, tapi kalau bisa, kenapa gak? selain bikin emaknya bangga sedikit ( ciee ), jadi juara bisa jadi nilai kebanggaan tersendiri buat si anak kalo ternyata dia hebat dan se-pintar itu. kalo udah bangga sama diri sendiri, rasa pe-de akan muncul dengan sendirinya. tapi, inipun tetap harus di "filter", rasa bangga yang muncul gak boleh kebablasan jadi sombong dan ambisius. disini tugas emak yang utama. jadi tukang filter pemahaman anak terhadap definisi juara. 

Jadi, kalo ada lomba menggambar atau mewarnai, saya mau mulai tawarin keenan. buat have fun aja. ngitung-ngitung ngelatih dia buat pe-de dan mau berada dalam situasi banyak orang ( keenan agak gak suka berada di keramaian ). kalo keenan mau, hayu atuh ku emak di dukung 100%, kalo gak mau, ya udah gpp. saya latih ke pe-de an dia dengan cara yang lain. 

Apapun prestasi keenan, dia mampu mengikuti pelajaran di sekolah/ngaji dan semangat, saya udah bangga. kalau akhirnya juara, emak mana coba yang gak bangga? 

Begitcuu ...



Artikel ini diikut sertakan minggu tema Jujur