sleep challenge

Fokus utama saya dalam kegiatan Blogging setahun terakhir ini menyedot konsentrasi dan fokus saya. Membuat jadwal harian dan konsisten di dalamnya menjadi PR besar saya selama berbulan-bulan. Terkadang tercapai terkadang tidak. Sayangnya lebih banyak tidak tercapainya. Begadang menjadi salah satu faktor kendalanya.
Mengapa ngeblog harus sampai begadang? kendalanya ada di waktu. Mom Blogger seperti saya biasanya terkendala soal pengaturan waktu. Sejak bangun tidur sampai lepas dzuhur biasanya saya sibuk mengurus pekerjaan domestik dan sekolah anak-anak. Terkadang sampai menjelang ashar. Baru bisa istirahat menuju magrib. Kegiatan support blogging pun terkadang dilakukan mencuri - curi waktu saat memasak, menunggu anak beres mandi, nemenin anak main ( yang seharusnya tidak dilakukan! duh ) , sambil setrika dan malam hari setelah anak - anak tidur.
Nah, bedtime anak - anak ini adalah surga bagi saya. Bukan tanpa dampak negatif, keasyikan mengerjakan kegiatan blogging lepas bedtime anak-anak terkadang membuat saya lupa waktu. Apalagi jika ada deadline. Terkadang saya menulis sampai terdengar suara adzan awal. Parah banget kan? dan ini berlangsung selama berbulan - bulan.
Tidak jarang saya langganan kena flu, batuk dan masuk angin. Lalu berlabuh dalam pelukan paracetamol atau asam mefenamat jika masuk anginnya parah sampai bikin sakit punggung dan perut saya kambuh.
Lantas saya berpikir, hal ini tidak bisa berlangsung terus menerus. Sekarang mungkin saya masih merasa baik-baik saja, tapi jika kebiasaan begadang ini terus berlangsung cukup lama maka kesehatan saya di hari tua jadi taruhannya.
Pemikiran inilah yang menjadi ide awal dilaksanakannya tantangan TANOS bulan februari, yaitu Tanos Sleep Challenge.

Tanos Sleep Challenge


Tanos sleep challenge adalah tantangan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tidur. Tantangan ini berlangsung mulai dari tanggal 15 - 21 Februari 2021. Cara mengikuti tantangan ini cukup mudah, hanya dengan mengikuti point dalam tabel yang berisi panduan untuk meningkatkan kualitas tidur. Setiap hari poin ini berbeda dan dilakukan berulang di keesokan harinya. Misal, tantangan di hari pertama akan di ulang di hari kedua, ketika hingga ketujuh.

Tanos Sleep Challenge

Bagi saya yang terkendala disiplin jam tidur, tentu permasalahannya hanya perlu mendisiplinkan diri. Tetapi lain halnya dengan mereka yang memang mengalami kesulitan tidur karena insomnia.
Beberapa checklist berikut bisa membantu teman-teman yang mengalami kesulitan tidur karena insomnia dan beberapa poin bisa digunakan untuk mom blogger seperti saya yang “nakal” soal jam tidur.

Sleep Challenge

Overview Tanos Sleep Challenge

Hari Pertama

Tantangan di hari pertama cukup mudah. Saya menentukan jam tidur pukul dua belas malam dan bangun tidur pukul lima pagi. Lalu menghindari cafein enam jam sebelum tidur, menghindari gadget sebelum tidur dan jika terbangun di malam hari tidak menyalakan lampu. Ini hal yang mudah, karena biasanya hari pertama semangat ya, hehe

Hari kedua

Tantangan hari kedua juga cukup mudah, yaitu berjemur lima belas menit di pagi hari dan membuka tirai sambil menikmati sinar matahari pagi. Sayangnya dua poin ini tidak bisa saya lakukan karena hujan turun dan awan mendung. Bukan hanya matahari yang enggan keluar, saya juga sama. Saya memilih tarik selimut lepas solat subuh dan kembali rebahan, hehe.
Lalu bagaimana kelanjutannya tantangan hari pertama? saya gagal dalam menghindari gadget dan menyalakan lampu saat terbangun. Lagi-lagi dikarenakan ada deadline yang harus saya kerjakan. Jam tidur pun menjadi mundur dimana saya tidur pukul dua pagi

Hari ketiga

Lagi-lagi karena efek dari begadang, di hari ketiga saya tidur karena kelelahan. Padahal tantangannya cukup mudah. Hanya perlu meredupkan lampu, membuat ruangan agak gelap dan mematikan sambungan WIFI di hp. Hal ini dikarenakan si bungsu tidur selepas ashar dan bangun sebelum magrib, Akibatnya, dia akan terus bangun sampai merasa ngantuk. Akhirnya, Kerja gak bisa dan ngantuk pun ditahan. Karena nemenin dia main sampai ngantuk adalah keharusan, kalo gak bisa bikin gaduh satu RT.
Lalu saya bangun keesokan harinya sekitar jam lima pagi dan langsung mengerjakan tugas domestik lanjut PJJ si cikal. Feel unwell akhirnya karena exhausted sampai ketiduran di atas karpet lepas ashar. Saya tertidur sambil masih nemenin si bungsu main, jadi saya tidur tapi telinga sambil mendengar dia teriak teriak manggil emaknya.
Tidur yang hanya sebentar itu malah membuat saya masuk angin dan bangun tidur dalam kondisi badan Tremor dan headache parah.
Begitulah jadi ibu, jam tidur? sudah bukan soal kualitas lagi, kadang harus berkorban. Ngantuk ditahan dan dalam tidur juga masih tetap di "ganggu" , tidur malam apalagi. Semalam bisa bangun sampai lima kali karena mereka masih minum susu. Setelah pak suami ngasih susu beruang Alhamdulillah pagi hari mendingan

Hari Keempat

Nampaknya saya masih bergelut dengan disiplin jam tidur. Lagi-lagi pekerjaan blog harus segera saya selesaikan ditengah deadline. Akhirnya saya kembali begadang dan tidur pukul tiga pagi. Hal ini secara otomatis membuat saya gagal melakukan semua tantangan sejak hari pertama hingga hari keempat.
Saya juga tidak sempat menulis gratitude journal apalagi curhat keluarin unek - unek. No time buat curhat karena kesibukan, hehehe.

Hari Kelima

Dikarenakan saya tidak memiliki TV, maka tantangan hari kelima mudah sekali saya lakukan. Yaitu tidak makan atau nonton TV di tempat tidur. Tetapi lagi-lagi saya gagal menghindari gadget dan mematikan sambungan WIFI sebelum tidur. Karena saya tertidur sambil masih “ngoprek” Hp. Tantangan hari kedua juga gagal dilakukan karena hari hujan. Tapi setidaknya sebelum tidur saya sempat matikan semua lampu dan meredupkan lampu kamar yang tanpa perlu usaha keras. Karena lampu kamar memang redup, hahaha.
Saya juga tidak sempat menulis gratitude journal dan curhat. Karena tidur setelah selesai menulis artikel dan langsung tidur karena ngantuk berat. Tapi saya curhat keesokan harinya pada pasangan.

Hari Keenam

Hari keenam jatuh pada hari Sabtu. Malam ini saya tidak mengerjakan kegiatan blogging karena badan saya sudah terasa sangat payah. Saya tidur lebih awal dan berhasil melewati tantangan hari pertama dan ketiga kecuali poin menghindari dan mematikan WIFI di gadget.
Cuaca yang masih sendu juga membuat saya tidak berjemur dan menikmati pelukan hangat matahari. jadi, saya gagal mengerjakan tantangan hari kedua di hari keenam ini. Tapi saya berhasil menaklukan tantangan di hari keenam. Yaitu menulis gratitude journal dimana saya sangat bersyukur memiliki keluarga kecil yang support saya, anak-anak yang sehat dan suami yang aduhai romantisnya. Suami tiba-tiba belikan bakso dan es campur kesukaan saya sambil membuat candaan konyol ketika dia tahu saya sedang susah hati beberapa hari ini karena satu hal.

Hari Ketujuh

Yes! its final day. Hari minggu memang hari yang cocok untuk olahraga, tapi saya enggan olahraga. Badan saya lemas akibat begadang beberapa hari yang lalu. Hari ini saya banyak rebahan karena badan lemas dan mood agak berantakan. Tapi saya cukup mendapat banyak waktu untuk istirahat dan tidur siang hingga tiga jam lamanya. Cukup membuat saya terasa berenergi setelah bangun.
Soal jam tidur? yaah saya kembali nakal. Saya berniat berniat melayangkan sebuah artikel ke salah satu Platform Website penyedia berita yang jadi incaran saya sejak lama, saya terlena dalam merangkai kata hingga saya tidur menjelang adzan awal.

Evaluasi Tanos Sleep Challenge


Secara keseluruhan saya gagal melewati tantangan Tanos kali ini. Lagi-lagi saya menyalahkan kegiatan blogging saya yang tidak teratur. Hal ini lantas membuat saya mengevaluasi diri dan memikirkan ulang tujuan dan fokus utama saya.
Bukan perkara apa yang saya dapat dari blogging secara materi, atau pada akhirnya saya menjalani apa yang menjadi passion saya. Tetapi, saya yang menjadi mom blogger pada kenyataannya mengakibatkan saya terdistraksi dari fokus utama saya sebagai ibu.
Saya yang sering mencuri waktu saat menemani anak bermain dan belajar demi kelangsungan kegiatan blogging saja sudah melenceng dari fokus utama. Apa sih fokus utama saya? fokus utama saya seharusnya adalah pendidikan dan pengasuhan anak-anak.
Sudah cukup rasanya saya mengorbankan waktu bersama dengan mereka demi kegiatan blogging selama setahun terakhir. Baik saat bermain maupun belajar. Karena terlalu sering begadang, jam tidur saya ngaco, kesehatan saya terganggu dan fokus utama saya memudar.
Terkadang saya kehilangan momen lucu dan gemes mereka dan secara tidak langsung sering melampiaskan emosi negatif saya pada mereka saat saya terbentur masalah. Saya rasa ini tidak sehat bagi perkembangan psikologis mereka.
Momen perkembangan mereka hanya sebentar hingga tiba waktunya mereka beranjak menjadi anak - anak dan remaja. Jika saya tidak kembali pada fokus utama saya yaitu membersamai mereka, maka mereka akan kehilangan dasar perkembangan psikologis dan bakat mereka. Terlebih untuk anak pertama saya yang sebentar lagi masuk SD hanya dalam hitungan bulan.
Situasi pandemi memaksa dia akan masuk SD masih dalam situasi PJJ. hal ini membuat saya kembali merenungkan boundary atau batasan bagi kegiatan blogging saya. Bukan berhenti, tapi membatasi. kKalau harus berhenti menjadi blogger, saya pun enggan. Karena di sinilah passion saya tertaut. Dan sudah nyaman menjadi Blogger.
Tetapi, Jika kegiatan blogging saat ini tidak dibatasi maka PJJ Keenan saat masuk SD nanti akan kacau. Saya akan stress dan Keenan lebih stress lagi. Karena, kurikulum TK dan SD akan jauh berbeda, Materi pembelajaran dan tugas saat SD nanti akan lebih banyak.
Jika saya tidak spare time khusus untuk jam pembelajaran Keenan, maka hanguslah momen pertama keenan mengenal ilmu sekolah dasar. Yang akan terjadi adalah, kami fokus pada mengerjakan tugas dan gugur kewajiban bukan pada pembelajaran.
Walau saya gagal dalam tantangan kali ini, ada satu hal positif yang bisa saya ambil. Yaitu menemukan kembali fokus utama saya. Kegagalan menaklukan tantangan jelas dikarenakan saya masih sibuk begadang, Kedepannya saya sudah membuat jadwal ulang harian, jadwal tantangan pribadi terkait peribadatan, blogging dan juga jam belajar anak-anak.
Bismillah aja dulu, semoga Allah mempermudah langkah saya karena tujuan dan niatnya baik. Menjalankan fokus utama yaitu mewujudkan amanah dari Allah, mengasuh dan membersamai anak - anak.
Begitulah evaluasi tantantangan Tanos sleep challenge versi saya. Bagaimana versi rekan saya Renovrainbow? teman - teman bisa cek di blog pribadinya ya. Dan jika ingin mengetahui perjalanan saya dan Renov dalam menaklukan tantangan ini seperti apa, bisa di cek langsung di IG @tanos.challenge. Ceklist tantangan ini bisa teman-teman gunakan juga lho untuk memperbaiki kualitas tidur.
Semoga artikel ini membantu teman-teman yang mengalami kesulitan tidur dan kesulitan mengatur waktu sebagai mom blogger. Siapa tau setelah melalui tantangan ini, teman-teman juga menemukan insight seperti halnya saya.








Ketika pertama kali mendengar kata Zero Waste Cities, yang terpikirkan dalam benak saya adalah konsep hidup Zero waste. Lantas apakah sama? Atau berbeda? jawabannya adalah keduanya memiliki konsep yang sama dan saling berkaitan erat.
Zero waste adalah dasar filosofi gaya hidup bebas sampah yang merupakan sebuah konsep mengurangi penggunaan produk sekali pakai dan mengurangi jumlah sampah dari hulu yaitu rumah tangga. Caranya bagaimana? yaitu dengan cara menerapkan konsep 3R (Refuse, Reduce, and Reuse).
Sementara Zero Waste Cities adalah program pengembangan model pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi di kawasan pemukiman.
Melihat kedua definisi diatas maka dapat saya simpulkan bahwa Zero waste merupakan filosofis dan kultur atau gaya hidup masyarakat terkait penggunaan produk dan pengelolaan sampah pribadi, sementara Zero waste cities merupakan sebuah program yang mendukung gaya hidup zero waste di masyarakat.
It's so relate kalau bisa saya katakan. Mengapa?
Jika kita menerapkan gaya hidup zero waste yang didukung melalui program Zero waste cities maka sampah akan dikelola dengan lebih baik bahkan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi petugas sampah dan lingkungan masyarakat.
Yang saya garis bawahi terkait hal ini adalah kesejahteraan petugas sampah, mengapa? karena petugas sampah merupakan prajurit garda depan penanganan sampah di kawasan. Tanpa adanya petugas sampah maka siapa yang akan melakukan penanganan sampah yang dihasilkan oleh kita?
Karena realitas berbicara, gaya hidup zero waste belum sepenuhnya “mengakar” dalam diri masyarakat dan belum menjadi sebuah gaya hidup atau kultur. Sehingga hingga saat ini petugas sampah lah yang berperan penting dalam menangani sampah.
Penanganan sampah yang masih bersifat ambil - angkut - buang sedikit banyak mempengaruhi kesejahteraan petugas sampah. Bukan hanya terkait finansial, tetapi juga keselamatan kerja dan kesehatan.

Petugas Sampah Adalah Pahlawan Lingkungan


Petugas sampah bagi saya adalah pahlawan lingkungan. Beliau banyak membantu saya menangani sampah dan membuat kawasan rumah saya asri dan bersih dari sampah.
Petugas sampah di kawasan saya tinggal biasanya mengambil sampah setiap hari rabu. Jadi setiap hari rabu biasanya saya sudah menyiapkan sampah untuk diangkut oleh petugas sampah.
Sungguh tak disangka, cuaca hari itu teramat terik , menyengat dan bau! iya bau. Bau bangkai tikus di belakang rumah saya yang sudah tercium sejak hari kemarin. Ingin saya mengambil bangkai dan menguburnya. Tapi malangnya bangkai tikus terjepit antara tembok rumah saya dan tetangga. Sehingga upaya saya mengorek bangkai menggunakan bambu pun sia-sia.
Ketika sedang “asyik” mengorek bangkai tikus sambil menunggu kedatangan petugas sampah, saya dikagetkan oleh suara si Mang Sampah,

Lagi apa Bu? “ tanya si Mang sampah dengan suara khasnya yang cempreng,
Eh Kaget! ah si Mang! ini mang bangke tikus. Susah pisan diambilnya” jawab saya,
“ Sok sini ku saya diambil bu. Kalau didiemin bahaya bu. Bukan cuman baunya bu, tapi belatungnya “ jawab si Mang
Emang kenapa belatungnya mang? “ tanya saya penasaran
Ih gede-gede bu, trus hitam warnanya
Ih amit-amit mang! belatung sampah aja saya mah jijik!”
Makanya bu, sini biar saya ambil
Iya Atuh mang, pang ambilin ya “ jawab saya

Setelah usaha yang cukup keras dalam waktu yang cukup singkat, bangkai tikus berhasil diambil. Syukurlah belatung hitam dan besar yang diceritakan Mang sampah belum muncul. Hari saya diselamatkan oleh Mang sampah. Mang sampah memang pahlawan, hehe
Eh tapi, Mang sampah emang beneran pahlawan kok. Mengapa? tentu saja karena petugas sampah memiliki peran sangat penting terkait pengambilan sampah di kawasan rumah kita.
Bukan hanya itu, petugas sampah tidak hanya menangani pengambilan sampah tetapi juga membantu warga seperti kasus saya dengan si bangkai tikus.
Peran petugas sampah begitu sangat penting, karena saya yakin kita tidak mau kan mengambil sampah atau menyatukan sampah yang bercampur dengan sampah dapur yang membusuk sendirian?
Seperti pengalaman saya yang pernah kewalahan akibat truk sampah milik petugas sampah RT 02 mogok dan tidak bisa mengangkut sampah hingga dua minggu lamanya. Dengan terpaksa saya memilah sampah yang sudah tercampur aduk. Karena kalau tidak dipilah, sampah di pekarangan akan menumpuk dan belatung putih akan muncul seperti tempo hari. Walau merasa jijik saya tidak punya pilihan. Karena sudah seharusnya memang saya memilah sampah sedari dapur. Bukan ketika sampah sudah disatukan dalam kresek sampah.
Sambil memilah sampah saya baru ngeh, banyak banget ya sampah yang dihasilkan dari rumah saya. Sehari bisa mengeluarkan hingga 2 kantong sampah yang dibungkus menggunakan kresek ukuran 35 dan itu cukup besar. Belum termasuk satu hingga dua sampah organik seperti sampah sisa makanan dan masak di dapur juga daun kering. Itu per hari lho! bisa dibayangkan jika dikalikan dengan jumlah KK di kawasan saya jadi berapa banyak jumlahnya ?
Jadi siapa sebetulnya penyumbang sampah terbesar selama ini? tentu saya dan warga yang enggan memilah sampah dan tidak aware terhadap prinsip zero waste!
Tetapi sejak kejadian itu, saya mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah. Saya mulai memisahkan sampah kertas dan kardus bekas kardus susu bekas anak-anak saya ikat dan simpan di dekat sumur. Sementara botol dan gelas plastik saya pisahkan di kresek yang terpisah. Dan sampah organik saya buang di pojokan pekarangan yang memang disediakan untuk sampah non organik seperti dedaunan dan sampah dapur.

Tempat pembuang sampah
TPS RT 02 RW 11 Keluarahan Cipadung


Jadi, terbayang sudah bagaimana kehidupan petugas sampah setiap hari. Berhubungan dengan sampah dan mikroba, bakteri serta virus dari sampah. Belum termasuk terkena pecahan gelas atau piring hingga patahan kayu! karena tidak semua warga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Padahal pemerintah Bandung memiliki program terkait pengelolaan sampah, yaitu Kang Pisman. Mang sampah, engkau adalah pahlawan lingkungan!

Realitas Kualitas Hidup Petugas yang Rendah


Kepahlawanan petugas sampah, sesungguhnya berbanding terbalik dengan realitas kualitas hidup yang dimilikinya. Mengapa? karena petugas sampah memiliki pekerjaan yang penuh resiko terkait kesehatan dan keselamatan. Mereka rawan mengalami luka saat bekerja dan terkena infeksi atau bahkan terpapar bakteri dari sampah.
Mereka juga tidak memiliki tunjangan kesehatan dan diberi upah yang menurut saya tidak sebanding dengan resiko pekerjaannya.
Seperti petugas kesehatan dikawasan saya misalnya. Karena penasaran, saya pernah bertanya pada petugas sampah yang memiliki nama Kang Yaya ini mengenai upah dan kenapa mau kerja jadi petugas sampah. Wawancara saya tentu diawali dengan secangkir kopi hitam kegemarannya, karena jika saya todong langsung saya khawatir menyinggung perasaannya.

Ini Mang kopinya “ ucap saya sambil menyodorkan segelas kopi hitam,
Iya Teh, Nuhun “ jawabnya yang terkadang memanggil saya teteh atau ibu, sambil mengambil gelas dan duduk di teras,
Hari ini banyak Mang sampah yang diangkut? ” tanya saya sambil duduk disebelahnya,
Lumayan Teh, Minggu kemarin yang banyak mah Teh. Udah mah banyak, eh trek sampahnya mogok. terpaksa saya nunggu sampai sore. padahal besok paginya teh saya harus mengangkut sampah di RT 03 “
Aduh, gimana atuh?” tanya saya
Ah gak apa-apa teh, udah biasa” jawabnya santai
Hehehe, si Mang hebatlah mau kerja jadi petugas sampah, pahlawan lah Mang mah, hehehe. eh Mang, udah berapa lama jadi petugas sampah? “ tanya saya penasaran,
Ah saya mah udah lama pisan jadi tukang sampah Teh, ada lah sekitar 15 tahun mah
What? teriak saya dalam hati.
Wah, udah lama juga ya?” jawab saya,
Iya Teh, atuh da gimana lagi Teh, hanya ini yang saya bisa. Usia udah gak muda lagi, udah gak bisa ngelamar ke pabrik. ah jalani aja yang ini
Iya ya mang, namanya juga ikhtiar “ jawab saya
Iya Teh, upah saya kecil kalau dibandingkan petugas penyapu jalan yang dapet sampai hampir dua jutaan. Ah saya terima aja dan disyukuri “ jawabnya sambil tersenyum kecut
“ Memangnya Mang dapet upah berapa sebulan? “ tanya saya penasaran
Sehari dibayar 30ribu Teh “ ucapnya getir
Aduh meuni alit pisan ya mang” jawab saya

Subhanallah! miris hati saya. Sambil menemani Kang Yaya menghasbiskan kopinya, saya memandang sosok Kang Yaya dan memperhatikan ada banyak “tanda cinta” di sekujur kaki si Mang sampah. Tanda cinta berupa bekas luka yang tidak sedikit. Saya yakin, selama menjalankan pekerjaannya sebagai petugas sampah tidak jarang Kang Yaya mengalami luka akibat pecahan gelas atau piring pecah atau patahan kayu. Tapi tampaknya hal ini sudah biasa bagi Kang Yaya.
Rasanya agak tidak percaya bahwa Kang Yaya sudah bertugas selama kurang lebih 15 tahun sebagai petugas sampah di kawasan tempat tinggal saya, yaitu kecamatan Cibiru. Sudah selama itu dia bekerja mengangkut sampah dan bergelut dengan sampah.
Setiap hari ia mengangkut sampah sendirian dari RT ke RT menggunakan sebuah gerobak sorong berwarna merah. Sementara rekannya menunggu di TPS RT untuk membantu mengangkut sampah ke atas truk sampah.
Saya perhatikan, Kang Yaya terlihat susah payah mengangkut sampah dari rumah ke rumah yang jumlahnya banyak. Karena, memang di kawasan tempat tinggal saya tidak ada pemilahan sampah. Padahal pemerintah Bandung memiliki program terkait pengelolaan sampah, yaitu Kang Pisman. Tapi entah mengapa program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dikawasan saya.
Padahal jika program kang pisman ini berjalan dengan seharusnya, kita tidak hanya mendapatkan kawasan dengan konsep zero waste cities tetapi juga peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup petugas sampah. Bukan hanya menyoal meningkatkan upah atau pendapatan, tetapi juga kelayakan sarana dan prasarana penunjang penanganan sampah seperti sepatu boots, seragam, sarung tangan, masker dan topi.
Saya perhatikan selama ini Kang Yaya bekerja apa adanya, hanya mengenakan baju belel, celana pendek, tanpa menggunakan sarung tangan, masker dan topi yang sudah lusuh. Sepatu Boot pun merupakan pemberian warga.Bisa dikatakan dari seragam bekerja saja sudah jauh dari menjaga keselamatan dan kesehatan Kang Yaya selama bertugas.

Petugas sampah di kawasan
Kang Yaya, Petugas sampah di kawasan RW 11

Kang Pisman, Zero Waste Cities dan Peningkatan Kualitas Kesejahteraan Petugas Sampah


Saya percaya, jika program Kang Pisman diterapkan di kawasan saya maka Kehidupan Kang Yaya akan mengalami peningkatan.
Mengapa? karena program Kang Pisman merupakan suatu upaya meminimalisir jumlah sampah yang akan diangkut ke TPA. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak terhadap jumlah sampah yang diangkut oleh petugas sampah dan meminimalisir resiko mengalami kecelakaan dan terinfeksi bakteri atau virus selama bekerja.

Seperti Apa sih Program Kang Pisman?


Walikota Bandung, Kang Oded memiliki agenda khusus terkait penanganan sampah di kota Bandung yaitu sebuah program yang masuk dalam 100 hari pertama kepemimpinan Mang Oded. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, pemerintah membuat program penanganan dan pengelolaan sampah bernama Kang Pisman.
Bukan tanpa alasan, program Kang Pisman dibentuk sebagai bentuk aksi kepedulian dan keprihatinan atas tragedi meledaknya TPA Leuwigajah pada tahun 2005 silam yang menyebabkan kematian 143 warga dan mengubur 2 kampung yaitu Kampung Cilimus dan Kampung Gunung Aki.

kang pisman
Kang Pisman, sumber gambar https://www.kangpisman.com/

Oleh sebab itu dalam rangka memiliki tata kelola sampah yang lebih baik, pemerintah mencanangkan program Kang Pisman yang merupakan program kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Program ini memiliki konsep pengelolaan sampah dengan mengurangi sampah dari sumbernya melalui konsep zero waste lifestyle dan 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle.

Program Kang Pisman
Program Kang Pisman, sumber gambar https://www.kangpisman.com/



Seperti Apa Mekanisme Berjalannya Program Kang Pisman?


Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan warga dan pihak swasta membuat program Kawasan Bebas Sampah (KBS) di delapan kelurahan di Kota Bandung sebagai percontohan bagi kelurahan lainnya . Delapan kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Sukamiskin, Sukaluyu, Gempolsari, Cihaurgeulis, Kujangsari, Neglasari, Babakansari, dan Kebon Pisang.
Kawasan Bebas Sampah (KBS) sendiri merupakan program pemerintah Kota Bandung yang sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2018 yang menargetkan pengurangan sampah rumah tangga hingga 30% pada 2025.

Sebagai tindak lanjut dan inovasi pengembangan program, maka Walikota Bandung membuat program inovasi melalui Kang Pisman yang merupakan singkatan dari Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan.
Agar program Kang Pisman dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan, maka pemerintah bekerjasama dengan warga dan pihak swasta.
Mengapa dibutuhkan kerjasama antara warga, pemerintah dan pihak swasta? karena program Kang Pisman bukan hanya menyoal pengelolaan sampah dari kawasan tetapi juga merubah kultur atau budaya membuang sampah di masyarakat. 
Hal ini tentu akan sulit dilakukan jika tidak ada kerjasama dengan warga dan pihak swasta, Karena merubah kebiasaan membuang sampah tentu membutuhkan waktu dan usaha yang tidak hanya dilakukan satu kali. Kang Pisman bukanlah program yang hanya bersifat sementara atau dilakukan dalam satu periode saja. Program ini diharapkan menjadi dasar untuk menciptakan budaya baru terkait pengelolaan sampah di masyarakat.
Sebagai tahap awal, pemerintah memberikan sosialisasi dan penyuluhan program Kang Pisman dan konsep Zero waste cities kepada lebih dari 3.000 orang dan 1.363 warga yang teregistrasi di Whatsapp Center Kang Pisman. Program ini diterapkan oleh pemerintah bersama YPBB di delapan kelurahan percontohan.
Mengapa pada akhirnya pemerintah kota Bandung Bekerjasama dengan YPBB?
Hal ini dikarenakan Kang Pisman ternyata membuat lembaga Mother Earth Foundation (MEF) asal Filipina tertarik untuk menjadikan Kang Pisman menjadi salah satu model rujukan karena kesesuaian visi dan misi Kang Pisman terkait mewujudkan Zero Waste Cities. Program Zero waste cities merupakan program dari MEF yang telah berhasil mewujudkan pengelolaan Sampah dengan prinsip Sustainable Solid Waste Management di Philipina.
Sementara itu, YPBB sendiri melalui proyek Asia Pacific Action Against Plastic Pollution: Reducing Land-Based Leakage of Plastic Waste in Philippines & Indonesia Through Zero Waste Systems and Product Redesign, dibawah supervisi MEF akan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di kawasan pemukiman.
Selain Perkumpulan YPBB dan MEF, lembaga lain di dunia yang bekerja sama salah satunya adalah GAIA (Global Alliance for Incinerator Alternatives) , yaitu sebuah organisasi non pemerintah asal Filipina yang juga bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) dalam menyelenggarakan kegiatan Zero Waste Kota Bandung dan Cimahi.
Program YPBB ini akan dilakukan selama 2 tahun secara intensif selama enam hingga sembilan bulan di dua kelurahan dan dua kecamatan di Kota Bandung serta lima 5 desa di Kabupaten Bandung juga Kota Cimahi.
Program Kang Pisman juga sesuai dengan sasaran program Zero Waste Cities yang dimiliki YPBB, salah satunya adalah pengumpulan dan daur ulang sampah untuk mencegah masuknya 62.000 ton sampah (14.000 plastik) per tahun. Bagaimana caranya? caranya yaitu dengan :
  1. Edukasi dan penyuluhan dari pintu ke pintu
  2. Melakukan ketaatan pemilahan sampah (90%) dan jumlah sampah sampai 70% dikawasan dan tidak lagi dikirim ke TPA.
  3. Program Zero Waste Cities YPBB ini dilakukan secara bertahap, yaitu sebagai berikut :
  4. Kajian kondisi Kelurahan (Green Profiling, Penyebaran Kuesioner, Pengukuran Timbulan dan Karakteristik Sampah)
  5. Konsultasi dengan Kelurahan dan stakeholders
  6. Pembentukan Dewan Pengelola Sampah Kelurahan
  7. Pengembangan sistem pengelolaan sampah, program kerja 10 tahun dan regulasi
  8. Pelatihan untuk petugas pengelola sampah
  9. Edukasi door to door
  10. Ujicoba dan perbaikan sistem
  11. Penerapan penuh sistem pengelolaan sampah di Kelurahan
  12. Monitoring dan penegakan hukum
Hal ini tentu selaras dengan tujuan dari dibentuknya Kang Pisman terkait pengelolaan dan penanganan sampah yang lebih baik dalam rangka menuju kota Bandung yang Zero Waste Cities.

Bagaimana Program Zero Waste Cities dapat meningkatkan Kualitas Hidup Petugas Kebersihan


Ada banyak realitas ketimpangan antara upah, keselamatan kerja dan tanggung jawab pekerjaan yang dialami petugas sampah seperti Kang Yaya. Pekerjaan penuh resiko tetapi upah yang kecil. Tetapi pada pelaksanaannya, petugas sampah hanya mendapat upah yang rendah. Secara logika, upah bekerja sebesar Rp 900.000 sebetulnya tidak akan mampu mencukupi kebutuhan sehari - hari. Oleh sebab itu untuk mendapatkan penghasilan tambahan, Kang Yaya menjual sampah non organik seperti kardus, kertas, botol plastik dan cup yang telah beliau pisahkan sebelum diangkut ke truk sampah ke pengumpul.
Secara sederhana, program Zero to waste cities Kang Pisman yang diimplementasikan di masyarakat adalah sebagai berikut :
  1. Sosialisasi dan penyuluhan terkait meningkatkan kesadaran terhadap bahaya sampah yang menumpuk dan pengelolaan sampah yang terdesentralisasi di kawasan.
  2. Pemilahan sampah organik dan non organik
  3. Mendaur ulang sampah organik melalui program waste to Food
  4. Menyediakan sarana dan prasarana terkait program Kang Pisman dan sub program Kang Pisman yaitu waste to food
Jika Kang Pisman diterapkan di kawasan tempat saya tinggal, maka sampah organik akan dikelola dan dimanfaatkan  sehingga memiliki nilai daya jjual dan penguatan ketahanan pangan. Misalnya, melalui Kang Pisman warga disediakan sarana dan prasarana untuk memiliki kebun organik. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk yang berasal dari sampah organik dari warga yang dikelola dan dijadikan kompos dan pupuk. Hasil panen dari kebun organik tentu akan memiliki daya jual yang bisa dijual untuk menambah kas sehingga memberikan upah lebih kepada petugas sampah.


Program zero waste cities
Beberapa Program yang telah dilaksanakan oleh YPBB

Selain itu, pemilahan sampah non organik seperti botol plastik, cup bekas minuman kemasan, sampah plastik dan kertas juga memiliki daya jual yang bisa dimanfaatkan petugas sampah untuk dijual kembali sehingga petugas sampah memiliki pemasukan tambahan.
Uang kas yang terkumpul dari hasil pemilahan sampah organik maupun organik secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan petugas sampah. Selain mendapat upah atau insentif tambahan juga bisa mendapatkan sarana dan prasarana selama bekerja. Seperti seragam, sepatu boot,masker, topi, sarung tangan hingga gerobak sampah yang layak.
Lantas bagaimana caranya agar kawasan dapat membantu pemerintah mewujudkan Zero waste cities dan ikut Meningkatkan Kualitas Hidup Petugas Sampah Di Kawasan ?
Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, pemerintah akan sepenuhnya mendukung dengan memberikan anggaran khusus, edukasi masyarakat dan pendampingan bagi kelurahan yang ingin menerapkan rencana teknis pengelolaan sampah Kang Pisman. Juga termasuk insentif bagi pengangkut sampah dan pendampingan, sarana dan prasarana.
Jadi sebetulnya hanya semudah membalikan telapak tangan, warga di kawasan dapat mengajukan ke kelurahan untuk menerapkan program Kang Pisman di kawasannya.

Yuk Bantu Pemerintah Dalam Mewujudkan Zero waste cities


Tentu dibutuhkan kerjasama dari semua elemen masyarakat di kawasan untuk dapat mewujudkan impian kota Bandung yang bebas dari masalah sampah seperti siklus pembuangan sampah yang memiliki resiko terhadap keselamatan dan kesehatan petugas dan untuk mewujudkan Kota Bandung menuju Zero waste cities.
Hal ini bisa dimulai dari hal yang kecil dan sederhana, yaitu mulai dari diri kita sendiri. Dari saya sendiri. Mulai dari sekarang, kita bisa mulai melakukan pemilahan sampah setiap hari sebelum hari pengangkutan sampah tiba.
Saya sendiri sudah mulai melakukannya. Sebelum diangkut, sebelumnya saya sudah memilah sampah botol bekas dan kardus untuk diambil petugas Sampah. Sementara sampah organik sudah saya buang ke “kuburan” sampah organik dan sampah non organik lainnya saya pisahkan dalam kantong kresek dan siap diangkut Mang sampah.

pengelolaan sampah di kawasan
Pengumpul sampah non organik di RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru
( Dok. Pribadi )

Pengumpul sampah
Pengumpul sampah non organik di RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru
( Dok. Pribadi )

Sampah non organik seperti kertas, botol plastik dan sampah organik yang memiliki daya jual saya berikan langsung kepada penadah yang kebetulan ada di kawasan saya atau saya berikan langsung kepada petugas sampah agar bisa dijual kembali. Mungkin, dimasa yang akan datang saya akan mencoba chit-chat dengan Pak RT untuk mengajukan program Kang Pisman ke kelurahan.
Apakah saya sudah menerapkan filosofis hidup Zero waste dengan melakukan pemilahan sampah? sejujurnya belum sepenuhnya. Saya masih berusaha untuk meminimalisir penggunaan barang atau produk sekali pakai dan sedikit mungkin mengeluarkan sampah rumah tangga.
Tetapi setidaknya, dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah saya berharap usaha saya ini sedikit banyak membantu meringankan pekerjaan petugas sampah dan berkontribusi secara sederhana terhadap perwujudan zero waste cities. Yuk kita mulai gerakan hidup zero waste detik ini juga.

 

asisten virtual Telkomsel

Tanya Veronika Asisten Virtual, Inovasi Layanan  Telkomsel Berbasis Chatbot. Tanya Veronika asisten virtual itu apa sih? Chatbot itu apa? Itulah pertanyaan yang mungkin muncul di kepala kita semua. Terlebih bagi kamu yang belum menjadi pelanggan Telkomsel, sudah pasti asing dengan Veronika Telkomsel ini. Iya kan? hehe. 

Tenang kamu gak sendiri, saya juga belum menjadi pelanggan Telkomsel kok. Tapi begitu saya dengar tentang layanan Telkomsel berbasis chatbot yaitu Asisten Virtual Telkomsel, saya jadi tertarik ingin tahu lebih lanjut. Seperti apa sih layanan Telkomsel yang satu ini, yuk lanjut.

Kenalan Dulu yuk Dengan Telkomsel


Saya yakin, kita Semua sudah tidak asing lagi dengan provider milik PT Telkom Indonesia yang satu ini kan? Telkomsel merupakan perusahaan penyedia layanan jasa telekomunikasi yang sudah ada sejak tahun 1993. Teman - teman tahu tidak? kalau Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi pertama yang mengadopsi teknologi seluler versi komersial pertama di Indonesia? keren ya!

Ada yang lebih keren lho, Telkomsel juga menjadi operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia dengan 170 juta pelanggan pada tahun 2020. Bukan hanya itu, saat ini Telkomsel juga memiliki lebih dari 100.000 BTS di seluruh wilayah.

Saya kurang begitu paham dengan angka, tetapi untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi 170 juta pelanggan tentu saya percaya Telkomsel tidak main - main dan selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan setia.

Oleh sebab itu dalam upaya memenuhi kebutuhan telekomunikasi pelanggannya, Telkomsel terus melakukan inovasi dalam memberikan beberapa layanan produk. Inovasi layanan Telkomsel ini salah satunya adalah mengadopsi kecerdasan buatan yaitu chatbot melalui layanan Tanya Veronika Asisten Virtual.

Melalui adopsi kecerdasan buatan ini, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam sebuah aplikasi pesan untuk melayani pelanggan Telkomsel.

Nah, sekarang sudah mulai terbuka kan tabir apa itu Tanya veronika Asisten Virtual? yuk kita simak lebih lanjut mengenai fitur dan kelengkapan produk layanan Tanya Veronika Asisten Virtual.

Apa sih Layanan Tanya Veronika Asisten Virtual itu ?


Veronika bukanlah nama salah satu customer service Telkomsel, melainkan singkatan dari Voice Response and Info Care.

Saya masih ingat dulu ketika menelpon teman pengguna Telkomsel dan dia tidak menjawab telepon saya, sebelum telpon berakhir lalu ada suara seorang wanita yang menjawab telepon saya dengan menawarkan pesan untuk si pemilik telepon. Wanita tersebut bukanlah manusia, melainkan mesin penjawab telepon bernama Veronika Telkomsel.

Saya Sempat berfikir secanggih apa sih kemajuan teknologi sekarang, ternyata emang secanggih layaknya drakor startup , mirip deh sama inovasi layanan asisten virtual Telkomsel.

Sekarang Telkomsel berinovasi dan merubah bentuk Veronika si mesin penjawab telepon menjadi layanan asisten virtual Telkomsel. Inovasi yang menurut saya efektif dan sangat memudahkan penggunanya. Bahkan untuk calon pelanggan seperti saya yang penasaran dan ingin tahu apa saja produk yang dimiliki Telkomsel.

Seperti apa sih Asisten virtual Telkomsel Berbasis Chatbot ini?


Jadi, Asisten Virtual Telkomsel adalah layanan berbasis kecerdasan buatan berbasis chatbot untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dan calon pelanggan.

Bagi sebagian kita mungkin kurang begitu paham mengenai chatbot.
Chatbot merupakan program komputer berbasis kecerdasan buatan serupa robot virtual yang dapat berkomunikasi seperti manusia. Inovasi teknologi ini umumnya dikenal sebagai asisten virtual yang dapat memberikan jawaban atas pertanyaan pengguna dengan relevan dan cepat.

Chatbot merujuk kepada sebutan “bot” berasal dari kata robot dan “chat” yang artinya percakapan. Dalam pengaplikasiannya, teknologi chatbot ini dapat menirukan percakapan manusia dan dapat diaplikasikan pada website serta aplikasi social media. Rasanya jadi seperti bicara dengan operator telkomsel secara nyata.

Secara sederhananya begini, dulu ketika kita ingin tahu mengenai berapa sih sisa kuota? berapa sih sisa pulsa dan jatah sms kita? atau duh kartu saya terblokir, gimana nih? kita pasti menelpon customer service telkomsel atau layanan Hotline kan? sekarang kita bisa menanyakan hal yang sama pada asisten virtual.

Kelebihannya apa? selain daripada menghemat pulsa untuk menelpon CS atau hotline, juga kemudahan akses dan mendapat jawaban secepat kilat.

Lantas, bagaimana cara agar kita bisa berhubungan langsung dengan asisten virtual terutama asisten virtual Telkomsel? yuk saya kasih tahu gimana caranya dibawah ini.

Cara mengakses layanan Tanya Veronika Asisten Virtual


Sekarang kita sudah paham bagaimana cara kerja virtual asisten Telkomsel melalui layanan berbasis chatbot yaitu Tanya Veronika Asisten Virtual. sekarang, bagaimana sih caranya agar kita dapat menggunakan layanan ini? caranya mudah sekali. Kita bisa mengakses layanan asisten virtual Telkomsel ini melalui :
  • LINE @Telkomsel
  • Facebook Messenger 'Telkomsel'
  • Telegram @Telkomsel_official_bot
  • Situs www.telkomsel.com
  • WhatsApp Telkomsel Virtual Asisten
  • Aplikasi MyTelkomsel
Saya sendiri sudah mencoba mengakses beberapa platform untuk mengetahui kelebihan dan kemudahan dari layanan asisten virtual Telkomsel yang satu ini, diantara  yaitu sebagai berikut :

1. Situs www.telkomsel.com


Bagi kamu yang belum menjadi pelanggan Telkomsel dan ingin mengetahui mengenai produk dan layanan Telkomsel, kamu bisa mengakses website resmi Telkomsel. Di website resmi Telkomsel sudah tersedia Layanan Tanya Veronika Asisten Virtual yang berada di sudut kanan bawah website. Disana kita bisa bertanya mengenai apa saja terkait produk dan layanan Telkomsel. Sangat mudah bukan?

Tanya Veronika Telkomsel
Tanya Veronika di situs Telkomsel


Sementara bagi pelanggan setia Telkomsel, layanan Tanya Veronika Asisten Virtual di website ini sangat memudahkan pelanggannya dalam mengecek :
  • sisa kuota Internet
  • menukar Telkomsel POIN
  • menemukan lokasi GraPARI terdekat
  • pembelian paket
  • informasi lainnya seputar produk dan layanan Telkomsel

2.  Whatsapp Telkomsel Virtual Assistant


Yuk kunjungi Website resmi Telkomsel sekarang, mengapa? karena website resmi Telkomsel sudah menyediakan tautan yang langsung terhubung dengan virtual assistant Telkomsel via whatsapp. Atau, teman - teman bisa langsung saja save nomor kontak Asisten Virtual Telkomsel berikut +62811 1111 1111 dan bisa langsung menyapa mbak veronika dan menanyakan beberapa layanan dan produk yang teman - teman butuhkan.

3.  Aplikasi My Telkomsel


Langkah ketiga ini adalah yang paling saya suka, yaitu melalui aplikasi My Telkomsel. Teman - teman bisa mendownload aplikasi my Telkomsel lewat playstore. Hanya tinggal install dan buka aplikasi.

Saya mencoba download aplikasi ini menggunakan handphone suami saya yang memang sejak dulu pelanggan setia Telkomsel. Saya sangat terkesan ketika mencoba aplikasi My Telkomsel dan bertanya pada mbak Veronika lewat fitur Customer Service yaitu layanan Tanya Veronika di home aplikasi My Telkomsel.

Ketika saya mencoba bertanya “tanya kuota” maka asisten virtual Telkomsel Veronika menjawab secepat kilat dan memberikan jawaban yang membuat saya tertawa. Pasalnya, sebelum mbak Veronika menjawab berapa sisa kuota kartu Telkomsel milik suami saya, asisten virtual Telkomsel Veronika ini memberi saya jokes,
Liat gebetan berkumis pengen sapa biar lega, kalau kuota habis apa perasaan ini akan juga?

Hehehe, lucu kan. Mbak Veronika really makes may day dan ya, kuota suami saya memang habis! wkwkwk. Tidak lupa asisten virtual Telkomsel Veronika juga menawarkan pilihan cek kuota telepon, cek kuota SMS dan cek ekstra pulsa untuk melihat kuota lainnya. Juga menawarkan pembelian paket tambahan.

Wah, sangat mudah sekali ya ketika kita ingin mengetahui berapa sisa kuota. Hanya tinggal tanya mbak Veronika dan terjawab sudah kegalauan kita, hehe.

Fungsi , Fitur dan cara Bertanya pada Layanan Tanya Veronika Asisten Virtual


Apa saja sih fungsi dan fitur dari layanan Tanya Veronika Asisten Virtual ini? dan bagaimana cara kita bertanya pada asisten virtual Telkomsel ?

Jika kita menggunakan layanan asisten virtual Veronika melalui aplikasi Whatsapp, maka kita cukup menyapa asisten virtual Veronika dengan mengetik kata “ hai” atau “halo” maka, asisten virtual Veronika akan menjawab :
Hai, di sini Veronika bisa bantuin untuk memenuhi segala kebutuhan Telkomsel Kamu. Silakan pilih fitur yang tersedia di bawah sesuai kebutuhan Kamu ya :) 
Hanya dengan sekali sapa, asisten virtual Veronika langsung memberikan jawaban yang relevan dengan kebutuhan kita terkait informasi kartu Telkomsel. Hal yang sama juga akan kita peroleh jika kita mengakses layanan virtual asisten Telkomsel Veronika melalui aplikasi My Telkomsel. Apa saja fungsi dan fiturnya ? yuk simak

1.  Informasi Mengenai Kartu Telkomsel Kita

Seluruh informasi terkait kartu Telkomsel kita tersedia di sini Seperti :
  • Data Internet
  • Data Multimedia
  • Data Percakapan
  • Paket SMS
  • Poin
  • Membeli Paket
Di fitur ini kita dapat memperoleh informasi layanan paket dari Telkomsel. menurut saya sih ini lengkap banget ya. Semua paket dan promo tersedia sesuai dengan kebutuhan dan budget.

Saya tertarik nih dengan paket GigaMAX Fit yang seharga Rp 25.000 untuk data 6 GB dengan masa pemakaian tiga puluh hari.

Ada lagi yang lebih terjangkau, yaitu Combo Sakti seharga Rp 15.000 dengan paket data 1,5 GB dan paket data 3 GB Seharga Rp 25.000 dengan durasi pemakaian untuk tiga puluh hari.

Ada lagi yang gak kalah membuat ngiler, Combo Sakti Unlimited, yaitu 17GB+Unlimited selama tiga puluh hari. Menurut saya ini murah banget dan sesuai lah untuk saya yang sangat mempertimbangkan paket ekonomis, hehehe.
Ada juga paket promo internet OMG! seharga Rp 181.000 untuk paket data 52 GB dengan durasi tiga puluh hari. wah ini sih mantap banget ya!

2. Update news dari layanan produk telkomsel


Fitur ini menyediakan informasi paket promo terbaru dari Telkomsel, Seperti Combo sakti x Link Aja, Unlimited Fun with ketengan ( paket termurah nih, karena mulai dari harga Rp 3000 saja! ) , Internet OMG! dan masih banyak paket promo lainnya.

3.  Telkomsel Poin


salah satu kelebihan dari menggunakan kartu Telkomsel adalah mendapatkan poin. Telkomsel poin merupakan program apresiasi yang diberikan Telkomsel kepada pelanggan Telkomsel khusus pengguna :
  • kartuHalo
  • simPATI
  • KARTU As
  • Loop
Telkomsel Poin kemudian dapat ditukar dengan banyak sekali pilihan penawaran menarik yang dapat dilihat di katalog POIN Rewards.

4. Hiburan video dan games

Buat kita yang sering gabut gak jelas, Telkomsel hadir dengan fitur entertainment dan games. Wow ini keren banget. Pilihan hiburan video dan game nya juga banyak. Seperti Live streaming nya Gen Halilintar dan beberapa film Indonesia.

Bagaimana dengan games? Telkomsel melalui asisten virtual di aplikasi My Telkomsel menyediakan games seperti Cyberpunk Fact, Skill Chrono FF, Marksman Terbaik dan masih banyak lagi. Hiburan yang lengkap bukan?

5. Special Offer atau Informasi Promo

Telkomsel juga memberikan special offer e - commerce, DigiAds dan lain sebagainya

6. Customer Services

Disinilah layanan Tanya Veronika Asisten Virtual berada. Seperti yang saya ceritakan di atas, saya sudah uji coba menggunakan layanan Tanya Veronika di atas dan saya puas dengan layanan Tanya Veronika Asisten Virtual.

Selain layanan Tanya Veronika, Fitur Customer Services ini juga menyediakan layanan Cari Bantuan dan F.A.Q pertanyaan seputar produk.

Review menggunakan Layanan Asisten Virtual Telkomsel


Sebagai calon pengguna baru Telkomsel, saya bisa merasakan banyak sekali kelebihan dari layanan Tanya Telkomsel Veronika Asisten Virtual ini, apa saja?

1.  Layanan 24 jam/ 7 Hari


Salah satu kelebihan Layanan Tanya Veronika Asisten virtual ini adalah kita bisa mengakses layanan ini tanpa batas waktu. Hal ini dikarenakan layanan Tanya Veronika Asisten Virtual menggunakan kecerdasan buatan berupa chatbot yaitu robot virtual, sehingga Layanan asisten virtual Telkomsel beroperasi setiap hari sepanjang minggu. Jadi saat kita mengalami kendala terkait penggunaan kartu Telkomsel, kita tidak akan kesulitan dan masalah terselesaikan.

Misalnya saat kuota kita habis dan segera membutuhkan paket data, maka kita bisa segera melakukan pembelian langsung melalui layanan Tanya Veronika Asisten Virtual di seluruh aplikasi yang bisa digunakan.

Hal yang paling yang suka terkait membeli paket data ini adalah Metode pembayarannya. mengapa? karena saya bisa membeli paket dengan menggunakan virtual wallet yang saya punya yaitu Gopay, Dana, Ovo, Shopeepay dan LinkAja. Wahhh ini sih sangat mempermudah banget ya!

2. Respon sangat Cepat


Saat saya mencoba chat dengan asisten virtual Telkomsel baik di whatsapp maupun aplikasi My Telkomsel, sekali ketik “hai” atau “tanya” kuota” langsung dijawab dalam hitungan satu detik saja. 
Hal ini membuat layanan Telkomsel dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya sudah sangat memuaskan. Selain itu, jika kita tidak menjawab pertanyaan asisten virtual Veronika, ia akan bertanya dan memberikan beberapa pilihan dari kemungkinan apa yang kita butuhkan. Saat kita kembali menjawab, asisten virtual Veronika akan segera menjawab pertanyaan kita.

3. Jawaban lengkap dan menghibur

Ketika saya bertanya mengenai “tanya kuota” jawaban yang diberikan Tanya Veronika asisten virtual ini sangat lengkap disertai dengan berbagai pilihan menu juga sangat detail dan informatif. Saya tidak bingung lagi. Selain itu, Tanya Veronika juga terkadanG memberikan jokes atas pertanyaan saya seperti yang saya ceritakan diatas yang berhasil membuat saya tertawa, membuat saya berfikir, “ wah robot virtual juga bisa ngelucu ternyata! hehehe “

4. Metode Pembayaran yang Mudah

Poin menjadi salah satu pertimbangan saya dalam memilih untuk menggunakan produk Telkomsel. Metode pembayaran yang mudah tentu juga akan mempermudah aktivitas kita dalam berkomunikasi bukan? terlebih lagi prosesnya cepat. 

aplikasi my telkomsel
metode pembayaran dan fitur tanya veronika


KESIMPULAN

Sebagai non-users Telkomsel dan merasakan pengalaman menggunakan layanan Tanya Veronika Asisten Virtual berbasis chatbot dari Telkomsel, membuat saya ingin menggunakan produk Telkomsel.

Mengapa tidak? berbagai kelengkapan fitur dan kelebihan serta kemudahan mengakses layanan asisten virtual asisten Telkomsel benar - benar membuat saya terkesan dan puas.

Saya aja mau pakai produk Telkomsel, bagaimana dengan teman- teman? setelah baca artikel ini pasti mau dong ya? hehe. Yuk segera menjadi salah satu dari 170 juta pelanggan setia pelanggan Telkomsel dan nikmati layanan menyenangkan dari Tanya Veronika Asisten Virtual sekarang juga.

Yuk, Share dong di kolom komentar gimana pengalaman teman - teman yang sudah bertanya pada mba veronika lewat Tanya Veronika Asisten Virtual . Apakah sama menyenangkannya dengan pengalaman saya? (^_^)