Jaga hutan? adopsi hutan? apakah sih itu?

Baiklah, saya coba berikan sedikit pembuka ya. Pernahkah kamu membayangkan jika suatu hari hutan di dunia ini hilang? gak terbayang? cobalah untuk membayangkannya,. sudah terbayang apa yang akan terjadi?

Berbagai habitat flora dan fauna punah? betul
Cadangan oksigen sangat tipis? benar
Terjadi banjir dan bencana alam lainnya? benar.

Sudah terbayang bukan. Nah sekarang saya coba paparkan mengapa kita harus mulai peduli dari sekarang terhadap hutan dan melakukan aksi jag ahutan dengan adopsi hutan.  


Saya dan Kecintaan Saya dengan Hutan

Saya sangat menyukai pohon. Saya sangat menyukai berdiri lalu memeluk pohon dan merasakan angin sejuk menerpa wajah saya sambil menatap pemandangan ranting dan dedaunan yang diterpa angin dari bawah.

Setiap pohon memiliki aroma khas sendiri yang keluar dari kulit batangnya. Bahkan, ilustrasi artikel dan header blog pribadi saya pun tidak lupa saya sertakan gambar pohon kesayangan saya. Saya bahkan pernah bercita - cita ingin bisa jaga hutan sebagai upaya saya dalam menyelamatkan hutan dari kepunahan. 

Perkenalan pertama saya dengan hutan adalah, ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan kegiatan ektrakulikuler Kimipala ( Kimia Pencinta Alam ) ketika saya SMA dulu. Kecintaan saya terhadap hutan tercurahan disana lewat berbagai kegiatan menjelajah beberapa hutan di beberapa pengunungan di  Jawa Barat. 


Hutan Jayagiri, credit to wisata-lembang.com



Ada pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan ketika saya bergabung dengan Kimipala yaitu  Ekspedisi ke Hutan Jayagiri Bandung. 

Rute yang kami ambil berawal dari terminal Ledeng, melewati Parongpong dan kebun teh lalu menyusuri jalan setapak yang cukup panjang hingga akhirnya menuju hutan Jayagiri. Kami tiba malam hari dan segera mendirikan tenda. Saya berharap bisa terbangun keesokan harinya disambut matahari hangat di balik hutan pinus  yang rindang.



Tetapi saya dikagetkan dengan pandangan yang menyayat hati keesokan harinya. Bukan jajaran pohon pinus yang saya temukan, tetapi bekas tebangan pohon yang cukup banyak.



Saya sedih bukan main, karena hamparan hutan gundulnya cukup luas. Saya sempat bertanya pada senior saya, kira-kira siapa yang menebang dan untuk alasan apa. Jawabannya singkat, dia tidak tahu. Tetapi ada kemungkinan besar oleh pihak pengembang pariwisata atau masyarakat sekitar yang menebang pohon untuk kehidupan sehari – hari mereka.



Saat itu saya tidak berpikir akan dampak besar dari ditebangnya puluhan pohon di Hutan Jayagiri, tetapi saya merasa sedih pohon – pohon ini di tebang sehingga musnah pula kehidupan yang menyertai pohon – pohon itu dimana pasti ada banyak habitat yang rusak dan hilang.  


FUNGSI HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Sudah tahukan kamu tentang fungsi Hutan dan manfaatnya terhadap kehidupan kita? 



Hutan, memiliki fungsi yang sangat penting terhadap keberadaan ekosistem yang ada di dalamnya. ekosistem  ini memiliki fungsi yang penting diiantaranya adalah :

  • Sebagai sumber penyedia air
  • Menghasilkan oksigen
  • Habitat aneka ragam flora dan fauna
  • Mencegah terjadinya pemanasan global




Berbicara tentang fungsi hutan sebagai penghasil oksigen, tahukah kamu berapa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu batang pohon? 


Pohon yang memiliki tinggi 12 meter dan berat dua ton mampu menghasilkan 100 kg oksigen per tahun. Sementara manusia memerlukan 740 kg oksigen per tahun. Jadi, satu orang akan membutuhkan 8 pohon untuk bernafas sepanjang tahun. Lalu berapa Jumlah Pohon  yang dibutuhkan oleh seluruh warga Indonesia agar bisa bernafas sepanjang tahun? Wah berat ya, tapi ini bisa di hitung. 











Pada tahun 2019, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 267 juta jiwa , maka akan dibutuhkan pohon sebanyak 2.136.000.000 agar seluruh warga masyarakat indonesia bisa bermafas sepanjang tahun.

Banyak ya jumlah pohonnya. Nah, jumlah batang pohon yang banyak itu ternyata sama dengan hutan yang memiliki luas sekitar 854.400 hektare. Sementara itu, Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK, pada Tahun 2019 Indonesia memiliki luas hutan sebesar 94,1 juta hektare. 






Jika melihat angka di atas, maka warga masyarakat Indonesia tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan stok oksigen sepanjang tahun. Tapi, jangan merasa aman dulu dengan jumlah angka luas hutan yang dimiliki oleh Indonesia, mengapa? Karena ada permasalahan yang cukup penting yang jika diabaikan akan menyebabkan hilangnya hutan di seluruh Indonesia.

PERMASALAHAN  HUTAN DI INDONESIA

Hutan Jayagiri ternyata memiliki peranan yang cukup penting terkait pasokan sumber air bagi warga wilayah cekungan Bandung, yaitu sekitar 60 persen. Bukan hanya hutan Jayagiri, tetapi keberadaan hutan lain yang mengelilingi Cekungan Bandung juga memiliki fungsi penting yang sama terhadap ketersediaan air, pelestarian flora dan fauna, penyerapan karbon kota dan penghasil oksigen. Ironisnya, Bukan hanya hutan - hutan tersebut saja yang mengalami alih fungsi lahan, tetapi juga Cekungan Bandung itu sendiri .


  
Cekungan Bandung, Photo milik Bale Bandung
cekungan lembang. photo milik Dinas Bina Marga dan Pemukiman




Cekungan Bandung, merupakan wilayah di sekitar kaki Gunung Tangkuban Perahu yang memiliki  topografi berbentuk cekungan dan memiliki luas sekitar 343.087 hektar. Wilayah ini membentang secara horizontal sepanjang  40 km yang dimulai dari Nagreg - Ujungberung  di sebelah timur Hingga  ke Padalarang di sebelah barat. Jadi, bisa dikatakan Cekungan Bandung merupakan wilayah Bandung Raya. 

Pada saat ini,  hutan - hutan di sekitar wilayah cekungan Bandung mengalami deforestasi akibat penebangan pohon secara ilegal sehingga, banjir di hilir kota Bandung tidak bisa di hindari. Wilayah Soreang, Cibaduyut dan Baleendah buktinya. Ketiga wilayah ini selalu menjadi langganan banjir di setiap musing penghujan datang. 

Alih fungsi lahan memang sulit dihindari mengingat semakin pesatnya pembangunan infrastuktur pemukiman dan pariwisata. Namun jika alih fungsi lahan ini dibiarkan tak terkendali, maka Kondisi cadangan air akan berkurang.

Mengapa? Karena air hujan yang turun hanya akan menjadi air limpasan yang mengalir begitu saja di permukaan tanah tanpa diserap oleh tanah dan mengalir ke sungai atau menyebabkan banjir seperti di tiga wilayah Bandung selatan tersebut diatas. 

Permasalahan yang dialami oleh Hutan Jayagiri dan hutan - hutan di sekitar kawasan cekungan Bandung  juga dialami oleh hutan di Indonesia. Deforestasi yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman dan wisata atau industri telah menjadi mimpi buruk  bagi nasib hutan – hutan di seluruh Indonesia.





Berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia, dalam kurun rentang waktu tahun 2013 hingga 2017 ( 4 tahun ) hutan di Indonesia telah mengalami deforestasi sebesar 5,7 juta hektare. Itu artinya, Hutan di Indonesia mengalami deforestasi sekitar 1,4 juta hektare setiap tahunnya. Maka, akan dibutuhkan waktu kurang dari 70 tahun hingga seluruh hutan di Indonesia habis akibat deforestasi. 

Wow bukan! Lantas, Masihkah kita berfikir masih aman dan dapat bernafas lega sambil rebahan ? Masih mengira kalau hutan Indonesia masih rimbun dan luas? Itu ada datanya lho, kurang dari 70 tahun hutan kita akan menghilang jika di biarkan. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan dalam upaya jaga Hutan? Pertanyaan yang bagus! 

LANGKAH NYATA DALAM USAHA JAGA HUTAN 


Perubahan menuju perbaikan memang perlu dilakukan. Jangan membayangkan hal yang besar dahulu karena kita tidak tergabung dalam kelompok pahlawan super. Untuk membantu usaha pelestarian dan jaga  hutan, kita bisa melakukan beberapa hal seperti dibawah ini  : 

1. Gabung Komunitas peduli hutan dan lingkungan 

Ada banyak komunitas peduli hutan dan lingkungan di Indonesia. Tetapi tentu tidak mungkin kan  kalau kita gabung ke seluruh komunitas itu. Kita bisa bergabung dengan komunitas peduli lingkungan yang dekat dengan lingkungan rumah kita. Misalkan, CommuniTree, WALHI , greenpeace atau WWF. Kalau kamu berdomisili di Bandung seperti saya, bisa tuh gabung dengan WALHI, Peduli Ciptaan Indonesia (PCI) atau Bandung Share to Care.

2. Menjadikan Zero Waste sebagai pola hidup yang baru 

Secara sederhana, Zero waste merupakan pemahaman yang dijadikan sebagai gaya hidup dimana kita sebisa mungkin mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari dan menggunaan prinsip 3R ( Reduce, Reuse, Recycle) .

Jika gaya hidup ini dirasa masih terasa agak berat, coba lakukan satu hal kecil saja yaitu kurangi penggunaan tisu dan bijak dalam menggunakan kertas.

Mengapa? Karena kedua produk tersebut berbahan dasar dari kulit batang pohon. Jadi sudah terbayang kan? Jadi mulai dari sekarang, kalau kamu rajin nangis sambil nonton drakor jangan gunakan tisu lagi. Tapi gunakan sapu tangan ya.

3. Jangan tebang pohon di depan rumah  

Rumah memang akan terlihat kusam dan seram kalau ada pohon besar di depan rumah. Tetapi jangan salah, ada satu pohon depan rumah bisa memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penurunan suhu ruangan didalam rumah. Sehingga, penggunaan AC atau kipas angin bisa berkurang terlebih di musim panas. 

Agar rumah tidak terlihat seram dengan adanya pohon depan rumah, kamu bisa mengecat rumahmu dengan warna cerah dan membuat taman indah di sekitar pohon. Dijamin, rumahmu akan terlihat cantik dan tidak seram. 

Tiga langkah dalam upaya nyata Jaga Hutan di atas Mudahkan? Tetapi jika tiga langkah di atas masih di rasa terlalu berat, masih ada satu hal lagi yang bisa kamu lakukan dalam rangka ikut menyelamatkan, jaga hutan dan melestarikan nya. Yaitu hanya dengan menyiapkan keikhlasan hati untuk sedekah dan mendownload aplikasi KITABISA . Lho kok bisa? Gimana caranya? Caranya yaitu dengan adopsi hutan


ADOPSI HUTAN 




Akhirnya Indonesia kini memiliki hari hutan Indonesia, yang dirayakan pada tanggal 7 Agustus 2020. Dalam rangka perayaan, terdapat 100 organisasi dan komunitas bekerjasama merayakan Hari Hutan Indonesia pada 7 Agustus 2020 yang dilakukan secara virtual di Youtube. Berbagai kegiatan seni pun digelar. Peringatan Hari Hutan Indonesia ini terwujud bukan dalam waktu singkat, tetapi melalui petisi yang dimulai sejak tahun 2017 melalui Change.org

Tanggal 7 Agustus pada akhirnya dipilih sebagai Hari Hutan Indonesia karena tepat satu tahun yang lalu pada tanggal yang sama, secara permanen Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan primer dan lahan gambut akhirnya disahkan oleh Presiden Jokowi. Melalui perayaan Hari Hutan Indonesia ini, di harapkan  warga masyarakat Indonesia dan pemerintah selalu ingat akan pentingnya keberadaan hutan.

Selain perayaan yang diselengarakan secara virtual, ada satu lagi  rangkaian perayaan Hari Hutan Indonesia yang digelar, yaitu  program Adopsi Hutan. 

Adopsi hutan? Apa itu ? 





Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong untuk menjaga hutan yang masih ada. Apa saja yang dijaga? yaitu  mulai dari pohon tegaknya, flora eksotisnya, Fauna yang beraneka ragam  serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun dan di mana pun berada, bisa terhubung secara langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya hutan yang selalu setia jaga hutan setiap saat melalui program donasi Adopsi Hutan. 

Tugas jaga hutan ini tidak mudah lho, kamu harus paham dan tahu betul seluk beluk hutan yang kamu jaga. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemauan, tapi tekad kuat dan tentu saja, rasa peduli terhadap hutan yang tinggi.




Jadi, menjadi orang yang tugasnya jaga hutan cukup berat  sehingga sudah selayaknya kita bantu dan dukung melalui program DONASI terhadap program ADOPSI HUTAN. Pengumpulan dana untuk Adopsi Hutan ini dilakukan melalui aplikasi kitabisa.

CARA ADOPSI HUTAN 

Cara Adopsi Hutan ini sangat mudah, caranya adalah sebagai berikut : 


1. Siapkan saldo di rekeningmu, bisa BANK ataupun Aplikasi pembayaran elektronik 
2. Donwload aplikasi Kitabisa melalu App Playstore 
3. Daftar menggunakan alamat e-mail atau gmail mu di aplikasi Kitabisa 
4. Cari program ADOPSI HUTAN di menu pencarian donasi 
5. Setelah bertemu dengan program donasi Adopsi Hutan, kamu bisa melakukan Donasi dan pembyaran donasi. 

Agar lebih mudah, kamu bisa melihat video berikut ini. 




KEMANAKAH DONASI ADOPSI HUTAN MENGALIR

Uang yang kamu donasikan ke program donasi ADOPSI HUTAN akan disalurkan kepada lembaga masyarakat yang berada di lingkungan kawasan hutan Iindonesia untuk kegiatan patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan non-kayu dan klinik kesehatan warga. Adapun para pengelola Adopsi Hutan yang akan di bantu adalah sebagai berikut :

1. Forum Konservasi Leuser ( FKL) di Aceh
2. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI di Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu
3. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimantan Barat
4. PROFAUNA Indonesia di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.






Nah, sudah paham kan sekarang ya soal pentingnya menjaga hutan? karena ternyata hutan besar sekali manfaatnya terhadap kelangsungan hidup manusia terutama ketersediaan oksigen. Gak mau kan cadangan oksigen kita habis hanya karena kerakusan kita sendiri  terhadap alih fungsi lahan? jadi, Ayo kita bersama - sama jaga hutan melalui program donasi Adopsi Hutan melalui aplikasi kitabisa. 





Sumber referensi :

ppid.menlhk.go.id
https://www.genpi.com
https://www.mongabay.co.id
https://www.dw.com
http://fwi.or.id/publikasi
https://zerowaste.id
https://sifataru.atrbpn.go.id
https://www.balebandung.com





Pernah kah anda mendengar istilah, " seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak" ? pasti pernah ya. Lantas apa sih maksud sebenarnya?

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa, peran seorang ibu dalam mendidik anak bukanlah peran yang kecil melainkan peran besar dimana seorang ibu memiliki andil besar dalam membentuk masyarakat yang berakhlak baik dan tangguh yang semua itu di mulai dari keluarga kecilnya. Nah, disinilah letak peran besar seorang ibu sebagai madrasah pertama berada.

Tetapi, benarkah "beban" mendidik anak ini hanya ada di pundak seorang ibu saja? bagaimana dengan fungsi seorang ayah dalam mendidik anak dan keluarga? 

Ingin tau jawabannya? 

Untuk mengetahui jawaban selanjutnya, yuk ikutan Virtual Class Mubadalah yang di selenggarakan oleh Komunitas Indonesian Content Creator bersama Mubadalah.id terkait Kursus Online Intensif dan Bimbingan Penulisan. 

Lho kok judulnya tentang penulisan? eit sabar dulu. Judul memang tentang penulisan, tetapi materi yang akan disampaikan sangat erat kaitannya dengan Urgensi relasi kesalingan dalam keadilan gender islam dalam sebuah keluarga. 

Bukan hanya itu, ada segudang materi lainnya yang sangat sayang untuk dilewatkan. Bukan hanya untuk para ibu, tetapi juga para ayah, calon ibu dan calon ayah atau mereka yang sangat ingin mengetahui lebih dalam mengenai prinsip dasar Mubadalah.

Kapan Sih Pelaksanaannya?









"Mubadalah Virtual Class; Kursus Online Intensif dan Bimbingan Penulisan"


Materi:

1. Urgensi relasi kesalingan dalam keadilan gender islam
2. Relasi keadilan gender dalam keluarga dan bersosial terkait islam yang rahmatan lil'alamin
3. Metodologi penafsiran ayat al-Qur'an dan hadist dalam perspektif kesalingan
4. Contoh-contoh tafsir kesalingan untuk isu keluarga dan bermasyarakat
5. Bimbingan penulisan populer isu-isu gender dalam perspektif kesalingan untuk media online



Narasumber:

1. Dr. Faqihudin Abdul Kodir, Lc. MA (Penulis Buku Qiro'ah Mubadalah)
2. Fathonah K. Daud, Lc. M. Phil (Penulis Buku Tafsir Ayat-Ayat Hukum Keluarga)
3. Zahra Amin (Redaksi Mubadalah.id)

Pelaksanaan:

1. Registrasi: 15 Agustus - 16 September 2020
2. Waktu Pembelajaran: 23 - 30 September 2020 (Senin, Kamis, dan Minggu) pukul 19.30-21.30 WIB via Zoom/Google Meet

Biaya Registrasi: Idr 300K

Form Registrasi : https://forms.gle/MoUxFEjmhAdxMe7LA


Fasilitas:

1. Materi
2. E-Sertifikat
3. Buku Qiro'ah Mubadalah
4. Kitab Nabiyurrahmah
5. Kitab Sittina 'Adliyah
6. Gratis biaya pengiriman ke seluruh Indonesia

Beasiswa penulisan 

Syarat dan Ketentuan:

1. Mengisi form pendaftaran


2. Mengikuti sosial media penyelenggara
3. Mengirim link tulisan terbaik yang pernah dimuat di media online
4. Membagikan e-flyer ini ke 5 grup whatsapp dan sosial media lainnya
5. Mengirim bukti screenshot follow, share, dan posting ke narahubung
6. 10 pendaftar terpilih akan menjadi kontributor Mubadalah.id dan menandatangani kontrak menulis sebanyak minimal 3 tulisan

Narahubung:

Eka Fitriani Larasati : 0857 9420 9094


Nah, gimana? seru kan ya? ada beasiswa pula. Jadi, tunggu apalagi, ayo segera daftarkan diri anda dan jangan lupa ajak teman  - teman yang lain ya.






Akhir- akhir ini kalau saya beraktivitas super padat, badan sering meronta kelelahan. Lelahnya luar binasa teman, sampai sakit pinggang dan pegel kaki manaaa tahaann!! Hiks.Ditambah si bungsu, Kilan maunya kalo rewel atau tantrum nya kumat pengen di gendong, huaahhh....sakit pundak-punggung seketika. Terus, kalo abis beres - beres rumah, cape nya itu udah kaya abis lari marathon 20 km! padahal paling lama beres - beres rumah itu cuman sejam! sambil santai ngerjainnya itu pun. 

Mungkin selain udah gak pernah zumba lagi, usia juga mempengaruhi! hihihihi. Padahal dulu waktu sering zumba badan gak gini - gini amat protesnya.

Selain itu, karena sebulan ini saya aktif nulis dan ngutak - ngatik blog saya jadi sering bergadang hampir tiap hari. Jadi, makan malam ditambah cemilan udah pasti jadi hal yang sulit di hindari. Akibatnya, badan melar sampai si kakak ngatain saya, " mamah ndut sekarang " hahahaha.

Ah, akhirnya kusadari sesuatu hal yang ingin ku sangkal tapi sulit karena cermin dan angka di timbangan gak mungkin bohong! BB naik drastis! oalah....

Beruntunglah saya punya parthner in crime, eh salah.... parthner yang juga satu tujuan dengan saya soal concern akan kesehatan baik fisik maupun mental. Saya dan kak renovrainbow  bikin program terkait self love

Alhamdulillah, #gratitudechallenge sudah kami lewati beberapa waktu yang lalu. Sekarang, kami mau ngadain tantangan baru-nya TANOS, yaitu WALKING CHALLENGE. Mengapa? yaahh, karena alasan di atas itu tadi soal saya yang mudah lelah dan badan melar gak tanggung-tanggung. Jadi, saya merasa sangat membutuhkan olahraga ringan sebagai langkah awal saya memperbaiki kondisi tubuh saya biar ga gampang lelah.

Btw, Saya lihat video clipnya Bebe Rexha " You cant stop the girl " beberapa waktu yang lalu. Saya jadi teringat tantangan TANOS yang satu ini, karena video clipnya nyeritain tentang para wanita yang sedang olahraga lari bersama - sama. Seketika saya merasa, wah tepat nih saya bikin tantangan walking challenge, hehehe.

Biar jadi ikut semangat, yuk puter video di bawah ini sambil lanjut baca artikelnya sampai akhir (^__^)






Walking Challenge

Sebetulnya apa sih Walking Challenge ini? simak yuk 









JOIN PARTCIPANT 

Kita, Team TANOS juga buka particpant lho biar makin asyik dan rame ngejalanin tantangannya. Caranya gimana sih? Cukup klik link dibawah ini ya :





Nnati, teman - teman  bisa langsung isi di kolom komentar dan aktifkan mailing list untuk menerima notifikasi format pencatatan, dan contoh review akhir challenge. Setelah itu tolong cek kembali e-mail teman - teman  dan klik link konfirmasi subscribe.


Selanjutnya nanti nama teman - teman yang ikut berpartisipasi akan kami mention di postingan feed Sosmed kami di @efila_ dan @renovrainbow seminggu sebelum pelaksanaan tantangan di mulai, yaitu pada tanggal 01 September 2020


FORMAT #walkingchallengejournal


Agar kegiatan tantangan walking challenge ini terkontrol dan hasil akhirnya dapat kita review dan evaluasi, maka setiap hari kita menulis journal disertai  format journal yang tetap. Fomatnya bebas, bisa di uraikan dalam cerita atau per point. Yang terpenting point dibawah ini ada, yaitu :

1. Tanggal/Hari
2. Jam Pelaksanaan
3. Lama Pelaksanaan 
4. Cerita/pengalaman hari ini 

Jika teman - teman sudah mendaftar lewat tautan di atas, format nanti akan kami kirimkan via e-mail. Mudahkan?? hehe


Nah, gimana? tertarik untuk ikutan kaann? yuk ikutan dan daftar sekarang juga. Biar kita sehat bareng - bareng, tapi ingat jangan banyak - banyak mamam gorengan dan bakso-nya ya, hihihi

Kalo ada pertanyaan seputar tantangan ini, silahkan hubungi saya di akun instagram atau kirim pertanyaan lewat form contact di atas. 

Sampai ketemu di #walkingchallenge nanti ya (^___^)







Halo,
Alhamdulillah TANOS CHALLENGE yang pertama, yaitu GRATITUDE CHALLENGE telah usai. Sebelumnya, saya ingin berterimakasih pada parthner saya renovrainbow juga kepada teman - teman artjoka semua yang dengan setia "kepo" dengan selalu berkunjung ke blog kami, membaca jurnal kami dan memberi komentar. Terimakasih atas support yang sangat besar ini.

PENGALAMAN

Biasanya saya mudah sekali bikin jurnal harian, tinggal ketik aja dan semua isi kepala keluar dengan sendirinya. Tapi lain halnya dengan Gratitude Journal ini, selain "curhat" saya juga harus mencoba mencari celah bersyukur di setiap curhatan saya. Sungguh, sebuah tantangan baru.

Tetapi, saya sangat bersyukur karena di #Gratitudejournal kali ini, jurnal saya di awali dengan berita menggembirakan dimana tulisan saya yang berjudul "Melepas Impian" memperoleh juara pertama sayembara paidguestposts#1 yang di selenggarakan oleh kak eno melalui Blog pribadinya yang bertajuk CREAMENO.

Suatu prestasi besar bagi saya yang baru kembali menulis nulis di Blog setelah hiatus cukup lama. Juga hadiah setelah berulang kali gagal mengikuti lomba menulis. Sejak hari bahagia itu, hidup saya tidak sama lagi. Hidup saya menjadi lebih semangat untuk menulis dan berbagi.

Melalui #Gratitudejournal, saya menjadi lebih banyak mensyukuri hidup bahkan untuk hal yang sangat kecil, sederhana dan "receh". Selain itu, saya juga menemukan fakta baru mengenai diri sendiri dimana ternyata saya, sangat kurang meng-apresiasi diri sendiri ( self-esteem). Mungkin kami akan melakukan challenge terkait ini, nanti, hehehe.

Selain itu, ada fakta baru juga dimana ternyata saya merasa mudah kelelahan karena aktivitas yang padat. Seperti yang saya ceritakan di #Gratitudejournal Day 7 dimana saya curhat betapa mudah lelahnya badan saya karena jarang sekali ber-olahraga.

Oleh sebab itu, saya dan kak renovrainbow, akan kembali mengadakan TANOS challenge dengan tajuk #Walkingchallenge bulan depan. Tantangan apa itu? seperti namanya, yaitu JJC alias jalan - jalan cantik, hehehe. Jadi kita akan menantang diri sendiri untuk meluangkan waktu sehari minimal 20 menit untuk olahraga sederhana, yaitu JALAN KAKI.

Wah, pasti seru ya. Bagi teman - teman yang mau ikutan challenge selanjutnya, HAYU BANGET! silahkan hubungi saya atau kak renovrainbow untuk info selanjutnya. Atau tunggu kabar dari kami, karena pasti akan kami kabari mengenai tantangan TANOS selanjutnya.

Terimakasih banyak tak terhingga saya ucapkan kepada semua sahabat dan teman - teman saya yang mendukung saya dan kak renovrainbow selama menjalani program TANOS kali ini. Terimakasih karena sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca jurnal kami setiap hari dan memberikan dukungan berupa komentar di setiap postingan, juga like di akun instagram kami. Saya tidak akan pernah bisa berhenti bersyukur karena memiliki teman - teman yang baik dan berharga seperti kalian semua. Gomawoooo

KESULITAN


Kesulitan selama mengikuti #Gratitudechallenge ini hanya satu, masalah waktu. Iya, waktu untuk menulis jurnal setiap hari dan mempersiapkan ilustrasi untuk postingan. Cukup memakan waktu. 

Karena, waktu produktifitas saya menulis setiap hari adalah pukul sembilan malam, sehingga saya merasa seperti dikejar-kejar sementara besok harus sudah posting di blog, ig dan share sosmed. cukup menyita waktu karena saya tidak membuat list ceklist dan adaptasi dengan schedule saya sebelumnya. sehingga, untuk challenge kali ini saya bolong-bolong laporannya di sosmed dan agak telat posting di blog.

Tetapi, melalui tantangan ini saya jadi mengharuskan diri sendiri untuk selalu membuat jurnal bersyukur agar tidak lupa dengan hal kecil yang saya miliki juga menjadikan bersyukur sebagai bagian baru dari kebiasaan sehari-hari saya.

Jadwal harian saya memang jadi kacau balau, tugas domestik sedikit terbengkalai dan saya agak merasa seperti di kejar-kejar tukang kredit, hahahaha. Itu karena ternyata saya tidak membuat ceklist dan jadwal baru meng-adaptasi jurnal bersyukur harian ini. 

Benefit yang luar biasa, dimana menambahkan kegiatan positif baru di jadwal harian dan membuat jadwal baru. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi saya untuk memperbaiki jadwal harian saya. Apalagi, TANOS akan selalu mengadakan tantangan setiap bulannya. Jadi, siap - siap aja merubah jadwal dan belajar adaptasi dengan kebiasan baru yang positif ini. 

Semangat!!

BENEFIT

Kalau bicara soal manfaat dari #Gratitudechallenge ini banyak sekali. Dampak yang paling terasa adalah, walau saya banyak mengeluh mengenai kesibukan dan rasa lelah menjadi ibu rumah tangga, di akhir hari saya tetap merasa brsyukur atas hal kecil yang saya alami [ada hari itu. sehingga mood saya lebih terkontrol untuk happy atau di batas seimbang.

Ini sungguh perubahan yang besar bagi saya dimana seperti yang teman - teman lihat di MY MOOD di setiap jurnal selalu ber-fluktuatif. Biasanya, di penghujung hari mood saya di angka 5 bahkan dibawahnya.

REVIEW

Setelah mengikuti challenge TANOS kali ini yang ber-tema #Gratitudejournal, saya ingin melanjutkan menulis jurnal bersyukur di blog saya. Tetapi mengingat kesulitan saya mengejar waktu tayang posting jurnal, maka saya akan melanjutkan membuat jurnal bersyukur di setiap minggu. Semoga saya bisa konsisten disana nanti ya. Do'akan saya teman-teman (^__^)




redraw random pic on pinterest


SHORT STORY

Hari ini cuaca cerah, tapi hatiku mendung. kenapa? gak tau kenapa. suka gitu kan ya tiba-tiba badmood without reason. mungkin akumulasi lelah sejak ke kelurahan itu. edans ya, ngepek sampai hari ini. kerasa banget nih body lemah banget. kudu bikin challenge olahraga ini mah. soalnya kan kalo olahraga double manfaat, selain badan jadi fit juga mood lebih kejaga. dulu sih waktu rajin zumba, badmood jarang  banget terjadi. aaahh, jadiin gitu challenge olahraga teh renovrainbow? hehehe

Btw, walo hati saya agak ber-awan mendung, masih ada kok hal - hal yang layak saya syukuri

GRATITUDE LIST

1. Nonton Vanishing Time: A Boy Who Returned

Film ini dibintangi kang mas Gang Dong Won dong! udah lama pengen nonton tapi baru sekarang di tonton. emang yah, kang mas Gang ini ciamik banget meranin banyak peran. termasuk di film ini dimana dia ceritanya usia 20 tahunan tapi jiwa anak SD kelas 6. Susah kan ya meranin kaya gitu. 



pic credit asianwiki


Film ini sedih endingnya walau saya di bikin jadi mikir ini kelanjutannya gimana? jadi hubungan Soo Rin dan Min Seok itu temen atau apa? kan rancu kalo si Min seok nya udah berumur paruh baya sementara Soo rin masih anak SD kelas 6. 

Terlepas dari itu, cerita film ini gak terlalu bagus sih...biasa aja. Gak dapet insight juga, tapi cukup menghibur liat acting Gang Dong Won. 

2. Beliin Kilan Motor-motor-an



Yaah, namanya juga anak - anak, suka kepengan apa yang anak lain punya. Kaya Kilan nih, yang selalu minjem motor-motoran punya Syakir. Udah dari dulu saya bilang ke Kilan kalau beli nya nanti pas mamah ada uang. Tapi udah lama gak dibeliin juga, hehehe. kasian. akhirnya, kemarin saya beliin juga akhirnya. Si Do'i senengnya bukan main. hehehe


3. Menikmati cuaca sore di teras rumah

Akhir musim panas, biasanya cuaca sore suka anget kaya pelukan si dia....*eeeaaaa , hehehe. Saya duduk - duduk selonjoran di teras rumah, ditemenin Kilan yang lagi main sendiri naik motor-motoran yang baru dibeliin. Terus ngerasain angin .... duh seger, jadi pengen liburan ke pantai! hahaha. semoga ya secepatnya.




Btw, saya baru sadar kalo Bunga Anggrek Bulan yang dikasih Paman saya di cianjur setahun lebih yang lalu, kembali berbunga. Duh cantik sekali.

Moment sore yang hangat tapi segar karena ada angin , menurut saya suatu kenikmatan. 


4. Hikmah Di Balik Tragedi

Pukul 20.00 wib Paksu pulang dari dinas dan langsung tawarin saya beli sate buat makan malam sekalian ke JNE buat kirim jaket yang baru banget di order. Dengan sigap saya bilang hayuuu. Perut udah keroncongan dari magrib dan saya gak masak hari ini. Lagi males. hahaha.

Lalu di jalan saya bilang, " Bah, pengen beli lagi kentang sam sosis dong. Lumayanlah buat stok kalo aku lagi gak males masak " dengan sigap Paksu jawab, " wokeh! "

Waktu akhirnya kami memutuskan menjual kios dan roda dagang Paksu, agak sedikit sedih dan was-was. iya, was-was bisa gak ya ngandelin hidup sehari - hari dari thrifstore? 

Tapi setelah berjalan tiga bulan, alhamdulillah kondisi ekonomi keluarga kami sedikit demi sedikit mengalami peningkatan. Lebih meningkat jika dibandingkan sewaktu Paksu masih dagang di kios. Ini jadi pelajaran yang berharga, kalao mau usaha jangan takut selama di barengi do'a dan ikhtiar pasti ada jalannya, Kalau di tengah jalan akhirnya mandeg, ya gpp pasrah aja dan ikhlas-n udahan. Pasti ada jalan lain yang lebih baik. 

MY MOOD



Pagi hari mood : 3
Siang hari mood : 7
Sore hari mood : 3

Malam hari mood : 7

Fluktuatif ya mood hari ini, tapi drastis gitu! hahahaha. ya begitulah mood seorang HSP, hihihi. 

INSIGHT

Luangkan waktu walau hanya 10 menit untuk duduk diam menikmati keindahan pagi hari atau sore hari, rasakan hangatnya matahari dan segarnya angin menerpa wajah. Nikmati momen hidup saat ini. 

kita kepo yuk cerita #gratitudechallenge-nya kak renovrainbow (^__^)